
“Meskipun aku pergi, jangan memanggilku. Itulah cara agar
aku dapat datang lagi,” kata Hae Soo sebelum keluar dari kamar Jae Yul.
“Hae Soo-ya… Hae Soo-ya…” panggil Jae Yul pelan dengan mata
berkaca-kaca. Dia ingin berdiri, mengejar, namun dia tak bisa bangkit dari
ranjangnya.
Hae Soo menangis dalam diam di depan kamar Jae Yul.

Karena kunjungan itu, Hae Soo kena sangsi disiplin. Dong Min
berpikir untuk mengijinkan keluarga pasien (Jae Yul) menjenguk, dan dr. Lee
setuju. Lalu dr. Lee menanyakan kabar Jae Bum dan ibunya. Dong Min belum
mendengarkan kabar heboh dari sana, berarti Jae Bum tidak mengatakan kepada
ibunya tentang kejadian sebenarnya. Dong Min sudah menduga itu, karena
sebenarnya Jae Bum hanya kurang kasih sayang. Mereka pun memutuskan agar Jae Bum
terlebih dulu menjenguk sebelum ibu.


Sebelum Jae Bum masuk ke kamar Jae Yul, dia diperiksa dulu
kelengkapannya. Dr. Lee juga menyuruh penjaga mengawasi. Dan tentu saja Jae Bum
melampiaskan kemarahannya kepada Jae Yul dengan pukulan. Meskipun Jae Yul memberikan
seluruh hartanya, Jae Bum tetap tidak terima dia dipenjara 14 tahun karena
perbuatan yang dilakukan ibu mereka. Ungkapan penyesalan Jae Yul juga tidak
diterimanya. Jae Bum hanya puas jika Jae Yul mengatakan kepada jaksa bahwa yang
membunuh adalah ibu, bukan dirinya. Dia juga melampiaskan marah karena kurang
kasih sayang ibu, di mana ibu tampak lebih menyayangi Jae Yul, “Memangnya hanya
kau anak ibu? Aku juga datang dari perut ibu!!!”


Jae Bum pergi sambil mengusap matanya yang basah, berpapasan
dengan dr. Lee yang berlari2 menuju kamar Jae Yul. Jae Yul masih berbaring di
lantai, tidak mau dibawa naik ke ranjang. Dia ingin seperti ini sebentar. Dr.
Lee pun menyuruh perawat keluar, dia
sendiri juga keluar setelah mengelap darah di bibir Jae Yul. Setelah kamar
sepi, Jae Yul melihat Kang Woo duduk di dekatnya dengan ekspresi sedih. Jae Yul
berkata, “kau tidak nyata, kau tidak ada…” dan Kang Woo hilang.

Dan ternyata hasil pertemuan itu sangat baik bagi
perkembangan Jae Yul. Dr. Lee melaporkannya kepada Dong Min, dan didengar oleh
Hae Soo. Setelah mendapatkan pukulan dari Jae Bum, Jae Yul jadi merasa lebih
lega, karena mungkin pukulan itulah yang selama ini diinginkannya. Sementara
itu Jae Bum sendiri juga puas setelah meluapkan seluruh kemarahannya. Dia jadi
makan dengan lahap dan pernah bertanya pada Tae Yong, kapan Jae Yul keluar.

Dari jauh, Hae Soo mengawasi Jae Yul diam-diam. Tetapi
sebenarnya Jae Yul tahu, Hae Soo selalu ada di dekatnya, namun dia diam saja.

Kini giliran ibu yang mengunjungi Jae Yul. Mereka tertawa2
senang. Lalu saat perawat pengawas mengurusi pasien lain, Jae Yul berbisik,
bahwa dia ingin pulang. Ibunya melarang dan mengancam akan pulang kalau Jae Yul
minta pulang terus. Jae Yul berkata kalau Hae Soo diskors karena dirinya. Dia tahu
bahwa tiap malam Hae Soo diam2 melihatnya dari jauh, menangis, dan pergi. Ibu
berkata akan melarang Hae Soo datang, tetapi Jae Yul melarangnya karena kalau
begitu, Jae Yul akan menanti2kan kedatangannya. Jadi Jae Yul mau pulang saja
dari RS, biar Hae Soo tidak perlu menjenguknya diam2 dan dipecat karena
ketahuan. Hae Soo miskin, ayahnya sakit, dan punya banyak hutang. Impiannya
adalah jadi professor. Jae Yul tidak ingin jadi beban tambahannya. Dia ingin
hidup dengan ibunya saja, melawan penyakitnya. Jae Yul meminta ibu membawanya
ke RS lain jika dia melihat Kang Woo lagi. Jae Yul pura2 bilang kalau dia sudah
tidak melihatnya lagi, tetapi sebenarnya dia masih melihat Kang Woo duduk di
dekatnya, namun dia berusaha mengabaikannya agar bisa terlihat normal.


Akhirnya ibu mengeluarkan Jae Yul dari RS, meskipun dr. Lee
memaksa agar Jae Yul tetap dirawat. Alasan ibu adalah agar bisa tinggal bertiga
setelah sekian lama tercerai berai. Ibu memastikan untuk Jae Yul selalu rutin
minum obat. Sementara itu Jae Yul menemui Hae Soo sebelum pulang. Tentu saja
Hae Soo melarangnya pergi. Ternyata Jae Yul tidak hanya meninggalkan RS, tetapi
juga meninggalkan Hae Soo. Dia ingin putus, karena tidak mau Hae Soo mengurusi
orang sakit mental sepertinya. Jae Yul juga mengungkapkan perbedaan mereka yang
mendasar. Hae Soo ingin hubungan yang terbuka dengan menunjukan kelemahan
masing2 dan saling bergantung. Tetapi Jae Yul hidup dengan menutupi
kelemahannya, selalu tampak kuat, akibat disiksa oleh ayah tiri. Maka dia yakin
bahwa hubungan mereka tidak akan pernah bisa berhasil. Jae Yul mencium Hae Soo
yang menangis tak rela, lalu pergi. Hae Soo menangis tersedu2.


Dalam perjalanan pulang, Jae Yul teringat kata2 Hae Soo
bahwa Kang Woo adalah halusinasi. Yang bisa membedakan kenyataan dan khayalan,
bukan dokter, melainkan pasiennya sendiri. Dan Jae Yul melihat Kang Woo naik
sepeda di sebelah mobilnya, sambil tersenyum kepadanya. “Kau sebenarnya apa, Kang Woo?”

Hae Soo pulang dengan lunglai, dipeluk oleh Soo Kwang. Soo
Kwang dan Dong Min memandang Hae Soo dengan iba. Sementara itu Jae Yul melihat2
fotonya dengan Hae Soo di Okinawa. Saat meletakkan kamera, dia mendengar suara
air. Kang Woo menyiram tanaman. Dan Hukuman Hae Soo ditentukan, dia diskors
tidak boleh merawat pasien 2 bulan.

Setelah Jae Yul meminum obatnya yang diberikan ibu, dia
hendak jalan2 keluar. Hpnya berbunyi, mms dari Hae Soo yang senang karena
mendengar dari dr. Lee, Jae Yul minum obat dengan rutin. Lalu punggungnya
ditepuk. Dong Min dan Soo Kwang mengunjunginya.Sementara itu ibu menggosok punggung Jae Bum. Jae Bum marah2
karena ibu menggosok terus, seperti dirinya sangat kotor. Ibu juga suka
mengepel, seperti seluruh dunia ini kotor.


Ibu pun bercerita, mungkin ini semua
karena dia dan Jae Yul jatuh di dalam bak kotoran. Jadi dulu waktu dia dipukuli
suami, dia lari dan sembunyi di septic tank wc umum. Dan saat itu Jae Yul masuk
(karena dikejar2 ayah tiri), dan dengan ekspresi wajah membeku, dia melihat
ibunya di dalam septic tank. Kemudian mereka mandi di sungai, saat itu yang
dilihat Jae Bum hanya kebahagiaan mereka berdua, namun ternyata di baliknya ada
duka. Jadi mungkin itu sebabnya ibu tidak bisa tidur di tempat tertutup dan Jae
Yul suka tidur di kamar mandi. Ibu merasa kalau penyakit Jae Yul sekarang
akibat kejadian waktu itu. Jae Yul memendamnya dalam hati dengan pura2
tersenyum. Jae Bum yang merasa tidak enak hati, meminta ibu menggosok badannya
lagi.


Soo Kwang mainan air, Jae Yul dan Dong Min duduk2 di batu.
Dong Min mengabarkan tentang Hae Soo yang diskors. Meski Hae Soo selalu bilang
baik2 saja, tetapi dia tidak baik2 saja. Dia adalah gadis patah hati. Dong Min
menyuruh Jae Yul untuk kembali ke RS agar bisa hidup dengan Hae Soo lagi. Dong
Min tahu, Jae Yul pasti masih melihat Kang Woo sekarang, itu sebabnya dia menghindari
Hae Soo. Dong Min pun mengajak Soo Kwang pulang. Sebelum pergi, Soo Kwang
mencium pipi Jae Yul karena dia naik pangkat jadi manajer café. “Aku, Hae Soo
Noona dan Dong Min Hyung adalah nyata. Kang Woo ada di dalam dirimu. Jadi,
kembalilah. Kau bukan Hyung-ku jika tidak kembali.”


Ibu hendak menjual resto, untuk membayar hutang dan sisanya
untuk Hae Soo tamasya dan study di luar negeri. Ibu ingin Hae Soo pergi sejauh
mungkin agar melupakan masalah Jae Yul. Lalu dia menelpon Jae Yul yang sedang
bersepeda, hanya untuk mengatakan, “Ini aku, Hae Soo.” lalu ditutup. Kemudian
dia menelepon lagi, mengatakan “Sudah seminggu sejak kau meninggalkanku.
Bagaimana perasaanmu? Nyaman? Aku gelisah.” Dan saat telepon yang ketiga, Hae
Soo menutupnya saat Jae Yul baru memanggil namanya. Kini Jae Yul yang jadi
galau.

Akhirnya Jae Yul menelepon balik, menanyakan kenapa Hae Soo
seperti ini? “Dong Min memahami keputusanmu dalam kasus ayahmu, tetapi
menurutku kau salah besar. kau meninggalkan kakak yang mempercayaimu dan tidak
berkonsultasi dengan pengacara. Demikian pula untuk kasus ini, kau sedang
melakukan kesalahan besar. Meninggalkanku dan menolak bantuanku. Setelah aku
menutup telepon ini, aku tidak akan menghubungimu. Sepertimu, jika kau
berkomitmen untuk sesuatu, akan kulakukan juga. Jika kau masih menganggap Kang
Woo nyata, kita harus putus seperti ini. Jang Jae Yul, dengarkan aku baik2.
Ketika aku menutup telepon, kau pasti akan melihat Kang Woo lagi. Lihat dia
baik2 dan cari tahu, kenyataan bahwa dia adalah ilusi dan kontradiksi. Baru
kemudian kita bisa bertemu lagi. Jika kau melihatnya, ingatlah saat kita saling
bercinta. Aku menyentuhmu dan kau menyentuhku. Aku tersenyum dan menangis di
pelukanmu. Saat itu adalah nyata.”

Jae Yul masih mengatakan kalau Kang Woo ada. Dia bersepeda
di depan Jae Yul. Dia tidak bisa membedakan ilusi. Hae Soo sepertinya hendak
melakukan terapi via telepon, “Lihatlah dia dengan cermat, dari kaki sampai
kepala. Tahan napasmu, bernapas perlahan2. Semua ilusi memiliki kontradiksi (kejanggalan).
Jika kau perhatikan dengan teliti, kau akan dapat menemukan kontradiksi.
Kebanyakan pasien bisa seperti ini, kau pasti bisa. Ketika kau mengetahuinya,
kembalilah padaku. Aku akan menunggumu. Aku sangat mencintaimu.”


Kang Woo berhenti di depan Jae Yul, meyakinkan bahwa dia
adalah nyata. Semua orang hanya pura2 tidak melihat, karena mereka tidak ada
yang mau memperhatikan dirinya. Kemudian Jae Yul mengikuti kata2 Hae Soo untuk
memperhatikan Kang Woo dari kaki sampai kepala. Jae Yul bertanya, sudah berapa
lama mereka kenal, dan menanyakan kelas Kang Woo. Dan Jae Yul menemukan
kontradiksinya, 3 tahun lalu Kang Woo memperkenalkan diri sebagai penggemar
yang kelas 11, dan sekarang Kang Woo masih kelas 11. Memangnya ada anak
sekolahan yang nggak naik kelas sampai 3 tahun? Jae Yul menggenjot sepedanya
pergi, Kang Woo mengejarnya.


Tae Yong diberitahu untuk mengikuti Jae Yul menggunakan GPS.
Hae Soo harap2 cemas sambil naik bus. Jae Yul hampir terserempet mobil dan
jatuh. Lalu dia teringat saat Kang Woo ditabrak mobil. Dia baru sadar, kaki
Kang Woo tidak pernah berkasut dan selalu terluka. Dan akhirnya dia ingat
dirinya sendiri waktu kecil, berlari dari kejaran ayah tiri, tanpa kasut. Dia
melihat ilusi Kang Woo dan ilusi dirinya saat kecil, berlari melawan arah dan
menyatu.



Saat Hae Soo pulang, dia mendapatkan telepon dari Jae Yul.
Belum sempat di angkat, Jae Yul sudah muncul di belakangnya, hampir pingsan
karena lemas. Dia memeluk Hae Soo, minta pertolongan. Dia sudah sadar bahwa
Kang Woo adalah ilusi dari dirinya masa kecil. Tetapi Kang Woo masih
mengejarnya. Dia butuh pertolongan (scizo tidak sembuh semudah itu begitu sadar
akan kenyataan, karena terkadang masih dikejar ilusinya. Bahkan terkadang si
ilusi itu menterornya sehingga mereka menjadi paranoia).


Tidak hanya Hae Soo, Dong Min dan Soo Kwang pun membantu Jae
Yul. Dong Min tentu saja yang memberi pengobatkan, sementara Soo Kwang meskipun
tidak bisa mengobati, tetapi dia memberi keceriaan. Setelah menyuntik, Dong Min
mengajak Soo Kwang keluar. Hae Soo berbaring di samping Jae Yul, memeluknya.
Jae Yul masih melihat Kang Woo, namun hanya sebatas ‘dia ada disana’, tidak
mengakui bahwa dia nyata.


Besoknya kakak ipar datang, meminta agar Hae Soo pulang ke
rumah ibu, sebelum ibu dan kakak membuat keributan di sini. Dan saat Hae Soo
pergi, So Nyeo mencoba memberi semangat. Soo Kwang memuji So Nyeo yang berubah
hangat sekarang. So Nyeo akan berubah jadi lebih baik agar Soo Kwang tidak
meninggalkannya. Cara agar Kang Woo menghilang adalah dengan melepaskan rasa
simpati Jae Yul terhadap dirinya waktu 16 tahun dan juga rasa bersalah karena
kakaknya. Kemudian saat Jae Yul akan ke RS, dia harus pergi diantarkan Tae
Yong, meskipun Hae Soo sangat ingin pergi bersama juga. Tapi mereka harus pergi
terpisah dan pura2 tidak kenal, supaya Hae Soo tidak dipecat. Hae Soo ingin Jae
Yul menyampaikan kepada Kang Woo, bahwa dia sangat berterima kasih karena Kang
Woo selalu menemani Jae Yul di saat kesepian. Hae Soo bahkan menyiapkan sebuah
hadiah.

Di RS, saat Jae Yul masuk kamar di malam hari, Kang Woo
duduk di ranjangnya. Jae Yul duduk di sampingnya sambil memperhatikan kaki Kang
Woo. Dia kemudian membasuh kaki Kang Woo, menyentuh luka2nya. Kemudian dia
memakaikan kaus kaki dan sepatu, hadiah dari Hae Soo. “Tuan penulis, haruskah
aku tidak muncul lagi?” tanya Kang Woo sambil menangis. Jae Yul pun menangis.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar