Quotes

"Write is my World"

Jumat, 31 Oktober 2014

It's Okay That's Love Episode 15

“Meskipun aku pergi, jangan memanggilku. Itulah cara agar aku dapat datang lagi,” kata Hae Soo sebelum keluar dari kamar Jae Yul.
“Hae Soo-ya… Hae Soo-ya…” panggil Jae Yul pelan dengan mata berkaca-kaca. Dia ingin berdiri, mengejar, namun dia tak bisa bangkit dari ranjangnya.
Hae Soo menangis dalam diam di depan kamar Jae Yul.
 
Karena kunjungan itu, Hae Soo kena sangsi disiplin. Dong Min berpikir untuk mengijinkan keluarga pasien (Jae Yul) menjenguk, dan dr. Lee setuju. Lalu dr. Lee menanyakan kabar Jae Bum dan ibunya. Dong Min belum mendengarkan kabar heboh dari sana, berarti Jae Bum tidak mengatakan kepada ibunya tentang kejadian sebenarnya. Dong Min sudah menduga itu, karena sebenarnya Jae Bum hanya kurang kasih sayang. Mereka pun memutuskan agar Jae Bum terlebih dulu menjenguk sebelum ibu.
 
Sebelum Jae Bum masuk ke kamar Jae Yul, dia diperiksa dulu kelengkapannya. Dr. Lee juga menyuruh penjaga mengawasi. Dan tentu saja Jae Bum melampiaskan kemarahannya kepada Jae Yul dengan pukulan. Meskipun Jae Yul memberikan seluruh hartanya, Jae Bum tetap tidak terima dia dipenjara 14 tahun karena perbuatan yang dilakukan ibu mereka. Ungkapan penyesalan Jae Yul juga tidak diterimanya. Jae Bum hanya puas jika Jae Yul mengatakan kepada jaksa bahwa yang membunuh adalah ibu, bukan dirinya. Dia juga melampiaskan marah karena kurang kasih sayang ibu, di mana ibu tampak lebih menyayangi Jae Yul, “Memangnya hanya kau anak ibu? Aku juga datang dari perut ibu!!!”
 
Jae Bum pergi sambil mengusap matanya yang basah, berpapasan dengan dr. Lee yang berlari2 menuju kamar Jae Yul. Jae Yul masih berbaring di lantai, tidak mau dibawa naik ke ranjang. Dia ingin seperti ini sebentar. Dr. Lee pun menyuruh perawat keluar,  dia sendiri juga keluar setelah mengelap darah di bibir Jae Yul. Setelah kamar sepi, Jae Yul melihat Kang Woo duduk di dekatnya dengan ekspresi sedih. Jae Yul berkata, “kau tidak nyata, kau tidak ada…” dan Kang Woo hilang.
 
Dan ternyata hasil pertemuan itu sangat baik bagi perkembangan Jae Yul. Dr. Lee melaporkannya kepada Dong Min, dan didengar oleh Hae Soo. Setelah mendapatkan pukulan dari Jae Bum, Jae Yul jadi merasa lebih lega, karena mungkin pukulan itulah yang selama ini diinginkannya. Sementara itu Jae Bum sendiri juga puas setelah meluapkan seluruh kemarahannya. Dia jadi makan dengan lahap dan pernah bertanya pada Tae Yong, kapan Jae Yul keluar.
 
Dari jauh, Hae Soo mengawasi Jae Yul diam-diam. Tetapi sebenarnya Jae Yul tahu, Hae Soo selalu ada di dekatnya, namun dia diam saja.
 
Kini giliran ibu yang mengunjungi Jae Yul. Mereka tertawa2 senang. Lalu saat perawat pengawas mengurusi pasien lain, Jae Yul berbisik, bahwa dia ingin pulang. Ibunya melarang dan mengancam akan pulang kalau Jae Yul minta pulang terus. Jae Yul berkata kalau Hae Soo diskors karena dirinya. Dia tahu bahwa tiap malam Hae Soo diam2 melihatnya dari jauh, menangis, dan pergi. Ibu berkata akan melarang Hae Soo datang, tetapi Jae Yul melarangnya karena kalau begitu, Jae Yul akan menanti2kan kedatangannya. Jadi Jae Yul mau pulang saja dari RS, biar Hae Soo tidak perlu menjenguknya diam2 dan dipecat karena ketahuan. Hae Soo miskin, ayahnya sakit, dan punya banyak hutang. Impiannya adalah jadi professor. Jae Yul tidak ingin jadi beban tambahannya. Dia ingin hidup dengan ibunya saja, melawan penyakitnya. Jae Yul meminta ibu membawanya ke RS lain jika dia melihat Kang Woo lagi. Jae Yul pura2 bilang kalau dia sudah tidak melihatnya lagi, tetapi sebenarnya dia masih melihat Kang Woo duduk di dekatnya, namun dia berusaha mengabaikannya agar bisa terlihat normal.
 
Akhirnya ibu mengeluarkan Jae Yul dari RS, meskipun dr. Lee memaksa agar Jae Yul tetap dirawat. Alasan ibu adalah agar bisa tinggal bertiga setelah sekian lama tercerai berai. Ibu memastikan untuk Jae Yul selalu rutin minum obat. Sementara itu Jae Yul menemui Hae Soo sebelum pulang. Tentu saja Hae Soo melarangnya pergi. Ternyata Jae Yul tidak hanya meninggalkan RS, tetapi juga meninggalkan Hae Soo. Dia ingin putus, karena tidak mau Hae Soo mengurusi orang sakit mental sepertinya. Jae Yul juga mengungkapkan perbedaan mereka yang mendasar. Hae Soo ingin hubungan yang terbuka dengan menunjukan kelemahan masing2 dan saling bergantung. Tetapi Jae Yul hidup dengan menutupi kelemahannya, selalu tampak kuat, akibat disiksa oleh ayah tiri. Maka dia yakin bahwa hubungan mereka tidak akan pernah bisa berhasil. Jae Yul mencium Hae Soo yang menangis tak rela, lalu pergi. Hae Soo menangis tersedu2.
 
Dalam perjalanan pulang, Jae Yul teringat kata2 Hae Soo bahwa Kang Woo adalah halusinasi. Yang bisa membedakan kenyataan dan khayalan, bukan dokter, melainkan pasiennya sendiri. Dan Jae Yul melihat Kang Woo naik sepeda di sebelah mobilnya, sambil tersenyum kepadanya. “Kau sebenarnya apa, Kang Woo?
 
Hae Soo pulang dengan lunglai, dipeluk oleh Soo Kwang. Soo Kwang dan Dong Min memandang Hae Soo dengan iba. Sementara itu Jae Yul melihat2 fotonya dengan Hae Soo di Okinawa. Saat meletakkan kamera, dia mendengar suara air. Kang Woo menyiram tanaman. Dan Hukuman Hae Soo ditentukan, dia diskors tidak boleh merawat pasien 2 bulan.
 
Setelah Jae Yul meminum obatnya yang diberikan ibu, dia hendak jalan2 keluar. Hpnya berbunyi, mms dari Hae Soo yang senang karena mendengar dari dr. Lee, Jae Yul minum obat dengan rutin. Lalu punggungnya ditepuk. Dong Min dan Soo Kwang mengunjunginya.Sementara itu ibu menggosok punggung Jae Bum. Jae Bum marah2 karena ibu menggosok terus, seperti dirinya sangat kotor. Ibu juga suka mengepel, seperti seluruh dunia ini kotor. 
Ibu pun bercerita, mungkin ini semua karena dia dan Jae Yul jatuh di dalam bak kotoran. Jadi dulu waktu dia dipukuli suami, dia lari dan sembunyi di septic tank wc umum. Dan saat itu Jae Yul masuk (karena dikejar2 ayah tiri), dan dengan ekspresi wajah membeku, dia melihat ibunya di dalam septic tank. Kemudian mereka mandi di sungai, saat itu yang dilihat Jae Bum hanya kebahagiaan mereka berdua, namun ternyata di baliknya ada duka. Jadi mungkin itu sebabnya ibu tidak bisa tidur di tempat tertutup dan Jae Yul suka tidur di kamar mandi. Ibu merasa kalau penyakit Jae Yul sekarang akibat kejadian waktu itu. Jae Yul memendamnya dalam hati dengan pura2 tersenyum. Jae Bum yang merasa tidak enak hati, meminta ibu menggosok badannya lagi.
 
Soo Kwang mainan air, Jae Yul dan Dong Min duduk2 di batu. Dong Min mengabarkan tentang Hae Soo yang diskors. Meski Hae Soo selalu bilang baik2 saja, tetapi dia tidak baik2 saja. Dia adalah gadis patah hati. Dong Min menyuruh Jae Yul untuk kembali ke RS agar bisa hidup dengan Hae Soo lagi. Dong Min tahu, Jae Yul pasti masih melihat Kang Woo sekarang, itu sebabnya dia menghindari Hae Soo. Dong Min pun mengajak Soo Kwang pulang. Sebelum pergi, Soo Kwang mencium pipi Jae Yul karena dia naik pangkat jadi manajer café. “Aku, Hae Soo Noona dan Dong Min Hyung adalah nyata. Kang Woo ada di dalam dirimu. Jadi, kembalilah. Kau bukan Hyung-ku jika tidak kembali.”
 

Ibu hendak menjual resto, untuk membayar hutang dan sisanya untuk Hae Soo tamasya dan study di luar negeri. Ibu ingin Hae Soo pergi sejauh mungkin agar melupakan masalah Jae Yul. Lalu dia menelpon Jae Yul yang sedang bersepeda, hanya untuk mengatakan, “Ini aku, Hae Soo.” lalu ditutup. Kemudian dia menelepon lagi, mengatakan “Sudah seminggu sejak kau meninggalkanku. Bagaimana perasaanmu? Nyaman? Aku gelisah.” Dan saat telepon yang ketiga, Hae Soo menutupnya saat Jae Yul baru memanggil namanya. Kini Jae Yul yang jadi galau.
 
Akhirnya Jae Yul menelepon balik, menanyakan kenapa Hae Soo seperti ini? “Dong Min memahami keputusanmu dalam kasus ayahmu, tetapi menurutku kau salah besar. kau meninggalkan kakak yang mempercayaimu dan tidak berkonsultasi dengan pengacara. Demikian pula untuk kasus ini, kau sedang melakukan kesalahan besar. Meninggalkanku dan menolak bantuanku. Setelah aku menutup telepon ini, aku tidak akan menghubungimu. Sepertimu, jika kau berkomitmen untuk sesuatu, akan kulakukan juga. Jika kau masih menganggap Kang Woo nyata, kita harus putus seperti ini. Jang Jae Yul, dengarkan aku baik2. Ketika aku menutup telepon, kau pasti akan melihat Kang Woo lagi. Lihat dia baik2 dan cari tahu, kenyataan bahwa dia adalah ilusi dan kontradiksi. Baru kemudian kita bisa bertemu lagi. Jika kau melihatnya, ingatlah saat kita saling bercinta. Aku menyentuhmu dan kau menyentuhku. Aku tersenyum dan menangis di pelukanmu. Saat itu adalah nyata.”
 
Jae Yul masih mengatakan kalau Kang Woo ada. Dia bersepeda di depan Jae Yul. Dia tidak bisa membedakan ilusi. Hae Soo sepertinya hendak melakukan terapi via telepon, “Lihatlah dia dengan cermat, dari kaki sampai kepala. Tahan napasmu, bernapas perlahan2. Semua ilusi memiliki kontradiksi (kejanggalan). Jika kau perhatikan dengan teliti, kau akan dapat menemukan kontradiksi. Kebanyakan pasien bisa seperti ini, kau pasti bisa. Ketika kau mengetahuinya, kembalilah padaku. Aku akan menunggumu. Aku sangat mencintaimu.”
 
Kang Woo berhenti di depan Jae Yul, meyakinkan bahwa dia adalah nyata. Semua orang hanya pura2 tidak melihat, karena mereka tidak ada yang mau memperhatikan dirinya. Kemudian Jae Yul mengikuti kata2 Hae Soo untuk memperhatikan Kang Woo dari kaki sampai kepala. Jae Yul bertanya, sudah berapa lama mereka kenal, dan menanyakan kelas Kang Woo. Dan Jae Yul menemukan kontradiksinya, 3 tahun lalu Kang Woo memperkenalkan diri sebagai penggemar yang kelas 11, dan sekarang Kang Woo masih kelas 11. Memangnya ada anak sekolahan yang nggak naik kelas sampai 3 tahun? Jae Yul menggenjot sepedanya pergi, Kang Woo mengejarnya.
 
Tae Yong diberitahu untuk mengikuti Jae Yul menggunakan GPS. Hae Soo harap2 cemas sambil naik bus. Jae Yul hampir terserempet mobil dan jatuh. Lalu dia teringat saat Kang Woo ditabrak mobil. Dia baru sadar, kaki Kang Woo tidak pernah berkasut dan selalu terluka. Dan akhirnya dia ingat dirinya sendiri waktu kecil, berlari dari kejaran ayah tiri, tanpa kasut. Dia melihat ilusi Kang Woo dan ilusi dirinya saat kecil, berlari melawan arah dan menyatu.
 
Saat Hae Soo pulang, dia mendapatkan telepon dari Jae Yul. Belum sempat di angkat, Jae Yul sudah muncul di belakangnya, hampir pingsan karena lemas. Dia memeluk Hae Soo, minta pertolongan. Dia sudah sadar bahwa Kang Woo adalah ilusi dari dirinya masa kecil. Tetapi Kang Woo masih mengejarnya. Dia butuh pertolongan (scizo tidak sembuh semudah itu begitu sadar akan kenyataan, karena terkadang masih dikejar ilusinya. Bahkan terkadang si ilusi itu menterornya sehingga mereka menjadi paranoia).
 
Tidak hanya Hae Soo, Dong Min dan Soo Kwang pun membantu Jae Yul. Dong Min tentu saja yang memberi pengobatkan, sementara Soo Kwang meskipun tidak bisa mengobati, tetapi dia memberi keceriaan. Setelah menyuntik, Dong Min mengajak Soo Kwang keluar. Hae Soo berbaring di samping Jae Yul, memeluknya. Jae Yul masih melihat Kang Woo, namun hanya sebatas ‘dia ada disana’, tidak mengakui bahwa dia nyata.
 
Besoknya kakak ipar datang, meminta agar Hae Soo pulang ke rumah ibu, sebelum ibu dan kakak membuat keributan di sini. Dan saat Hae Soo pergi, So Nyeo mencoba memberi semangat. Soo Kwang memuji So Nyeo yang berubah hangat sekarang. So Nyeo akan berubah jadi lebih baik agar Soo Kwang tidak meninggalkannya. Cara agar Kang Woo menghilang adalah dengan melepaskan rasa simpati Jae Yul terhadap dirinya waktu 16 tahun dan juga rasa bersalah karena kakaknya. Kemudian saat Jae Yul akan ke RS, dia harus pergi diantarkan Tae Yong, meskipun Hae Soo sangat ingin pergi bersama juga. Tapi mereka harus pergi terpisah dan pura2 tidak kenal, supaya Hae Soo tidak dipecat. Hae Soo ingin Jae Yul menyampaikan kepada Kang Woo, bahwa dia sangat berterima kasih karena Kang Woo selalu menemani Jae Yul di saat kesepian. Hae Soo bahkan menyiapkan sebuah hadiah.
 
Di RS, saat Jae Yul masuk kamar di malam hari, Kang Woo duduk di ranjangnya. Jae Yul duduk di sampingnya sambil memperhatikan kaki Kang Woo. Dia kemudian membasuh kaki Kang Woo, menyentuh luka2nya. Kemudian dia memakaikan kaus kaki dan sepatu, hadiah dari Hae Soo. “Tuan penulis, haruskah aku tidak muncul lagi?” tanya Kang Woo sambil menangis. Jae Yul pun menangis.
 
 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar