Quotes

"Write is my World"

Minggu, 12 Oktober 2014

It's Okay, That's Love Episode 5

 Jae Bum memohon agar ibu dan adiknya disuntik Amytal. Dia bahkan berlutut pada Dong Min. Dong Min menemui opsir dan meminta berkas2 lengkap tentang Jae Bum.
 Sementara itu Jae Yul dan Woo berhenti berlari, tapi masih tertawa2. Lalu Jae Yul melihat Woo batuk2 dan tangan Woo kaku dan dia khawatir. Tiba2 cewek susu datang menyapanya. Saat itu Woo menghilang. Jae Yul pikir Woo kabur. Cewek susu bertanya, Jae Yul tadi bicara sama siapa? Karena dia hanya melihat Jae Yul sendirian.
 Hae Soo mendengar seseorang pulang dan segera menyambutnya dengan ceria. Tetapi saat tahu kalau yang pulang itu Dong Min, tampangnya langsung dingin. Dong Min tahu siapa yang sebenarnya ingin disambut oleh Hae Soo.

Cewek susu yang bernama So Nyeo, ingin menginap semalam di rumah Hae Soo dkk, dengan alasan kunci rumahnya hilang, ayahnya nggak pulang2, dan ibunya kabur sejak lama. Saat naik, Jae Yul kaget setelah disapa oleh Hae Soo dengan senyuman. “Kau mau memulai pertengkaran dengan senyuman?” Hae Soo pun mengacuhkannya dan menyalakan lilin. Jae Yul penasaran, lilin itu untuk apa? Hae Soo berkata kalau dia mendoakan orang yang dia sayangi. Jae Yul pun menebak, orang itu adalah cowok di hp dan menuduh Hae Soo juga selingkuh dari Choi Ho. Hae Soo malah membalas menuduh Jae Yul sedang cemburu. Tiba2 terdengar bunyi pecah di bawah.
 So Nyeo nyari2 makanan di dapur. Hae Soo kaget melihat cewek itu bisa ada di rumah mereka. Jae Yul pun mengatakan kalau sebagai pemilik rumah, dia mengijinkan So Nyeo menginap semalam saja di ruang tamu. Hae Soo tidak setuju. Dia menemui Jae Yul yang lagi mengetik di kamar, menuduh Jae Yul sering dekat2 dengan anak2. Jae Yul berkata dia tidak dekat dengan So Nyeo, tetapi anak yang lain (Kang Woo). Ekspektasi Hae Soo berbeda dengan kenyataannya. Dia pun mempertanyaan kegugupan Jae Yul yang pernah dia katakana lewat sms. Jae Yul pun bilang, “Itu dulu, sekarang tidak.”
Hae Soo keluar dari kamar itu dengan kesal, padahal hatinya sudah mulai tersentuh oleh Jae Yul. Dia ngomel2 di luar, sampai akhirnya Jae Yul keluar karena nggak bisa konsen nulis. Hae Soo turun memarahi So Nyeo. Jae Yul menyuruhnya membiarkannya saja agar suasana tetap tenang dan dia bisa menulis. Ternyata Hae Soo menyuruh So Nyeo tidur di kamarnya, karena kalo tidur di luar, ada 3 macan (cowok) di rumah ini, bahaya buat anak gadis. 

 Jae Yul memuji Hae Soo yang ternyata berbaik hati. Hae Soo mengejeknya ‘playboy sombong’. Jae Yul melarangnya memanggilnya begitu, karena playboy juga punya prinsip.
“Seperti angin barat laut, angin barat, angin tenggara,, playboy tidak pergi tanpa tujuan. Aku juga punya arah. (tulisan hangul playboy = angin). Kau ingin aku mengatur arah anginku kepada dirimu? Ingin melihat seberapa kuatnya anginku?” (Jae Yul)
“Mengapa aku membiarkan anjing mendekatiku?” (Hae Soo)
“Kau juga beban bagiku, kau terlalu polos.” (Jae Yul)
“Sejak kapan menjadi polos dianggap sesuatu yang buruk? Seberapa kotor dunia ini?” (Hae Soo)
 Paginya,  Jae Yul pesan kopi. Kakak Hae Soo menanyakan pendapat Jae Yul tentang Hae Soo. “Dia gadis yang menarik.” Kakak Hae Soo langsung girang, mengira Jae Yul mengencani adiknya. Tetapi Jae Yul kemudian menambahkan, “Tapi tidak menarik untuk diajak kencan.” Kakak Hae Soo langsung marah, membanting peralatan kopinya sambil bertanya berapa kopi yang Jae Yul inginkan. Jae Yul yang rada syok melihat kakak Hae Soo yang serem kalau lagi marah, hanya bisa menunjukkan 4 jarinya.

Hae Soo yang baru selesai mandi, kaget saat membuka tirai showernya, karena ada So Nyeo yang lagi pup. Saat 3 cowok lagi ngumpul sambil minum kopi di taman pada pagi hari yang cerah, Hae Soo keluar dari rumah hanya berbalut handuk, sambil menjewer So Nyeo dan mengusirnya. Dia mengancam akan membunuh siapa saja yang membiarkan cewek itu kembali lagi kemari. Saat mau kembali ke dalam, 3 cowok memperhatikan tubuh seksinya. Dia berbalik, dan hanya memukuli Soo Kwang, padahal Jae Yul lebih intens memperhatikannya. Tetapi Hae Soo tidak menganggap Jae Yul sebagai manusia.

 
Jae Yul pun heran, bisa2nya Hae Soo setengah telanjang di hadapan 3 pria. Dong Min pun menjelaskan, Hae Soo tidak melihatnya sebagai pria, sedangkan dia menganggap Soo Kwang sebagai anak2. Dong Min jadi heran, karena Jae Yul malah diperlakukan seperti anjing. Jae Yul bertanya, apa ini sering terjadi saat Hae Soo marah? Karena Jae Yul ingin membuatnya lebih marah lagi (wohooo). Lalu Dong Min mengajak Jae Yul untuk pergi ke sebuah konser nanti sore. Jae Yul bertanya, siapa saja yang ikut? Dong Min tahu kalau Jae Yul tidak menyukai Soo Kwang dan Hae Soo, jadi dia bilang kalau yang pergi hanya mereka berdua. Jae Yul pun setuju. Jae Yul lalu bertanya tentang keluhan yang dialami Woo dan Dong Min pun menyuruhnya membawa Woo ke RS tempat mereka bekerja. Sementara itu diam2 Soo Kwang mengajak So Nyeo yang masih berdiri di depan gerbang, untuk masuk selagi orang2 tidak ada di rumah.

 Jae Yul mengajak Hae Soo yang jalan kaki, untuk bareng ke RS naik mobilnya, karena Jae Yul juga mau ke RS bersama anak yg akrab dengannya. Hae Soo malah menyuruhnya agar jangan bicara lagi dengannya. Hae Soo masih mempermasalahkan degupan jantung Jae Yul yang dulu ada, tapi kini tidak.
 “Memangnya kenapa? Dulu jantungku memang benar2 berdegup kencang. Apa aku harus menyesalinya? Apa aku harus minta maaf karena tidak berdebar lagi? Kalau begitu, maaf.” Dan karena Hae Soo terus menerus melarang Jae Yul bicara dengannya lagi, Jae Yul pun langsung membawa mobilnya pergi tanpa sepatah kata. Saat mau kembali berjalan, Hae Soo mendengar suara teriakan. Seorang ibu sambil menggendong anak berteriak karena suaminya memotong lengannya sendiri.
 Jae Yul berhenti di pinggir jalan, di mana Woo sudah menunggu. Mereka ke RS bersama. Sementara itu Jae Bum menelpon Dong Min, karena dia berpikir ulang, sebelum ibu dan adiknya disuntik amytal, dia ingin disuntik lebih dahulu. Dia pikir Dong Min pasti tidak percaya dengan ceritanya, jadi dia ingin disuntik dan mengungkapkan kebenaran itu kepada Dong Min. Setelah itu, Dong Min segera menelepon opsir untuk meminta berkas Jae Bum dengan segera.

 Hae Soo mengantarkan pasien yang memotong tangan itu ke UGD. Istrinya menangis sejadi2nya. Tim Hae Soo pun rapat singkat dengan dokter yang menangani pasien itu. Si pasien sengaja memotong lengannya karena benci lengannya. Dia punya gangguan jiwa skizofrenia atau ‘gangguan tubuh dismorfik’, yaitu keyakinan kalau tubuhnya bukan miliknya. (Aku pernah lihat kasus ini di film barat, judulnya lupa. Pokoknya, ceritanya si bapak yang menganggap dirinya tak bisa berkomunikasi dengan baik, lalu bertemu dengan sebuah boneka tangan yang dianggapnya mampu mengungkapkan isi hatinya. Boneka itu seperti sudah jadi bagian tubuhnya. Suatu kali, dia membenci boneka itu, lalu memotongnya, dalam arti dia memotong tangannya).

Dokter tadi mengajak dr. Lee bicara, konsultasi masalah keluarganya. Istrinya memaksanya melayani seks, padahal dia sudah kelelahan, selain karena bekerja juga karena usia. Memang istrinya 12 tahun lebih muda. Dr. Lee bertanya, apa rekannya itu pernah membicarakan hal ini pada sang istri? Dr. Lee menyarankan untuk cerai saja kalau memang tidak tahan tetapi tak mau membicarakannya. “Jangan bercerai, hanya karena kau malas dan malu untuk terbuka, seperti aku dan Dong Min.”

Tim Hae Soo memperhatikan pasien ibu yang menggendong ‘bayi angin’. Ternyata saat bayinya berumur 1 th dan mulai bisa merangkak, ibu itu memasak air dan ditinggal ke pasar. Si anak menendang air itu sehingga meninggal karena luka bakar. Sang suami entah di mana, karena dia tidak pernah mau menjawab saat ditanya. Salah satu rekan menyarankan terapi induksi. Memang akan berhasil, ibu itu tidak akan melihat ‘bayi angin’nya lagi. Akan tetapi dia akan jadi depresi setelah menyadari bahwa bayinya sudah meninggal. Mereka pun akan mendiskusikan pengobatan serta efeknya kepada sang suami.
 Jae Yul dan Woo berjalan di koridor. Jae Yul melihat Hae Soo, jadi dia menyuruh Woo untuk mendaftar sendiri. Woo menggodanya sebelum pergi. Jae Yul menghampiri Hae Soo dan menyapanya. Tetapi Hae Soo hanya pasang tampang sangar. Jae Yul pun ingat kalau Hae Soo melarangnya mengajak ngobrol. Dia pun pergi begitu saja. Lalu dia duduk di ruang tunggu bersama Woo untuk waktu yang lama. Dia pun menghampiri perawat, bertanya kenapa Kang Woo tidak dipanggil juga? Suster pun bingung, karena tidak melihat siapapun selain Jae Yul. Dia pun mengecek dan berkata tidak ada pasien bernama Han Kang Woo yang mendaftar. Saat Jae Yul menoleh, Woo sudah menghilang. Jae Yul menduga, Woo takut diperiksa dokter.

 Jae Yul menjemput Dong Min dan Soo Kwang yang nongkrong di pinggir jalan. Mereka tampak seperti gembel hehe… Jae Yul mengeluh, kenapa Soo Kwang ikut? Tadi kan katanya cuma berdua. Dong Min pun berkata kalau dia pinter bohong. Mereka tidak pergi berdua, melainkan berempat. Tak lama kemudian, Hae Soo datang dan mengeluh karena mereka harus naik mobilnya Jae Yul. Jae Yul pun menyuruhnya naik bus saja. Dong Min memarahi Hae Soo yang harga dirinya terlalu tinggi. Menurut Dong Min, Jae Yul itu baik, nggak sebrengsek yang Hae Soo kira. Mereka pun naik duluan, dan akhirnya Hae Soo harus rela meletakkan harga dirinya, dan naik ke mobil.

 Dong Min menceritakan, Yoon Chul adalah teman mereka yang punya istri menderita scizo. Ortu Yoon Chul melarang pernikahan mereka, tapi mereka tetap menikah, sehingga Yoon Chul diusir. Kini Hae Jin hamil. Dia tidak mau meminum obat penenang, karena takut berpengaruh pada bayinya. Tetapi dia jadi lebih takut lagi, karena kalau nggak minum obat, dia bisa sering kambuh. Jadi mereka akan menonton konser sekalian berkunjung memberi semangat. Dan aku suka beberapa kalimat dalam pembicaraan mereka ini:
“Pasien kanker atau pasien yang kakinya diamputasi, mereka pasti dipedulikan dan dapat simpati. Tapi pasien dengan penyakit jiwa, mereka dipandang seperti orang buangan. Kau dan aku, kita semua punya kesempatan terkena gangguan jiwa. Tapi semuanya bersikap seakan tidak akan pernah terjadi pada mereka.”

 Jae Yul merasa takjub karena mereka (Yoon Chul dan Hae Jin) bisa menikah, bahkan akan punya bayi. Hae Soo pun nyeletuk, “Memangnya kenapa? Tidak masalah punya bayi, selama suaminya bukan dirimu.” Dong Min pun mengomeli Hae Soo lagi. Lalu mereka berhenti sejenak untuk istirahat. Sambil menunggu Hae Soo, Dong Min menceritakan tentang Hae Jin, kemudian dia mendapat telepon dari pasiennya.
 Soo Kwang menghampiri Jae Yul, memohon agar So Nyeo bisa bekerja part time di café. Kalau dikabulkan, Soo Kwang akan memanggilnya ‘hyung’ dan memberi respek. Jae Yul pun langsung bisa menebak kalau Soo Kwang menyukainya. Jae Yul pun mengingatkan kalau So Nyeo itu masih di bawah umur. Soo Kwang berdalih, dia tidak akan mengencaninya, tetapi dia minta advice bagaimana cara mendapatkan cewek. “Campakkan mereka. Kau akan kehilangannya jika kau berusaha mendapatkannya. Jika kau siap kehilangan mereka, maka kau akan lebih mudah dapatkan mereka.” Tetapi Soo Kwang tidak paham, jadi Jae Yul berkata, jalani saja sesuai dengan hidupmu sendiri.
 Konser pun dimulai. Semua bersenang2, bersama dengan Hae Jin. Jae Yul melihat wanita itu seperti sehat2 saja, tidak kelihatan seperti pesakitan. Lalu saat Hae Soo tersenggol, dengan sigap Jae Yul merangkulnya. Hae Soo hanya meliriknya dan tersenyum.

 Seusai konser, Hae Jin jongkok di pinggir danau, tampak galau. Yoon Chul berdiri di belakangnya, galau pula. Hae Soo tidak bisa meninggalkan mereka karena khawatir, Hae Jin tampak gelisah setelah konsultasi dengannya. Dong Min ingin tinggal juga, tapi dia harus mengurusi pasiennya sendiri. Jadi Hae Soo ditinggal sendiri, sementara 3 cowok pulang. Tiba2 terdengar teriakan Yoon Chul. Jae Yul menghentikan mobilnya. Mereka bertiga keluar dan melihat Hae Jin berjalan ke tengah danau, sementara Yoon Chul mencoba mengejar tetapi tidak bisa berenang.

 Soo Kwang ingin menolong, tapi dia tidak bisa berenang dan kena serangan panik. Dong Min menolong Yoon Chul, sementara Jae Yul menolong Hae Jin. Hae Soo datang dan meneriaki Jae Yul agar jangan sampai Hae Jin meminum air danau. Akhirnya wanita itu pun berhasil selamat, setelah sempat beberapa kali menenggelamkan kepalanya Jae Yul, juga memukulnya sampai berdarah.

 Malamnya, Hae Soo menenangkan Hae Jin. Cowok2 di luar. Yoon Chul merasa kalau ini semua salahnya, karena dia menyarankan Hae Jin untuk aborsi saja sebagai jalan keluar. Jae Yul tidak menyalahkannya, karena dia akan melakukan hal yang sama kalau istrinya begitu juga. Dong Min memberinya semangat untuk tetap tabah. Lalu Jae Yul bicara pada Soo Kwang, kalau dia akan memberi pekerjaan pada So Nyeo. Soo Kwang pun memberinya respek dan memanggilnya Hyung. Dong Min dan Soo Kwang pulang dengan ambulans, sementara Jae Yul tetap tinggal.
 Hae Soo mengobati kepala Jae Yul yang berdarah, sambil melihat Yoon Chul yang sedang menyanyikan lagu untuk Hae Jin sambil berbaring. Hae Soo pun berkata kalau dulunya dia juga menentang pernikahan mereka. Setelah itu, mereka jadi lost contact, dan muncul2 sudah hamil. Jae Yul bertanya, kenapa Hae Soo melarang mereka punya anak?
“Sulit bertahan di situasi seperti itu hanya dengan cinta saja. Bahkan sekarang, sejujurnya aku tidak yakin mereka akan bertahan selamanya. Tapi aku ingin mendukung mereka. Jika mereka bisa hidup bahagia, mungkin aku bisa berharap, aku bisa percaya pada cinta juga. itu sebabnya aku menyalakan lilin di rumah mendoakan mereka. Berdoa, siapapun tolong bantulah mereka. Apa cinta benar2 bisa menyelamatkan mereka?” (Hae Soo)
“Tentu saja” (Jae Yul)
“Kau percaya pada cinta? Apa kau percaya, cinta akan selalu memberikan kebahagiaan, keberanian dan kenyamanan?” (Hae Soo)
“Dan juga ada rasa sakit, kebencian, kesedihan, dan putus asa. Cinta juga memberikan ketidakbahagiaan. Tapi, cinta juga akan berikan kekuatan untuk melewati semua cobaan itu. Harus ada semua itu, agar bisa disebut cinta.” (Jae Yul)
Hae Soo mengejek, “Siapa yang mengajarimu?”
“Cinta yang mengajariku. Ada seorang wanita yang sangat kucintai sampai tergila-gila. Namanya, Ibu.”
Hae Soo terkesan dengan kata2 Jae Yul.
 Kemudian mereka melihat pasangan itu berciuman.
“Ah… aku ingin jatuh cinta…” kata Jae Yul. Hae Soo menatapnya aneh.
“Kau tahu berapa banyak pelajaran hidup berbeda dari orang lain yang bisa kita pelajari saat jatuh cinta? Pertama, kau akan merasa senang. Kedua, kau belajar kesabaran. Ketiga, perhatian.”
Hae Soo mengejeknya, dasar playboy sombong. Jae Yul pun berkata kalau playboy itu berbeda dari penyelingkuh macam Choi Ho. “Aku mendengarkan para wanita. Aku mungkin tidak terlihat seperti itu, tapi aku masih patuh dan menghormati pendapat orang lain. Jika wanita melarangku sesuatu, aku akan menurutinya.”
Hae Soo menertawakannya.
“Kau menertawakanku? Jangan protes dulu, karena kita belum berkencan. Kau akan terkejut saat kita berkencan nanti.”


 Besok paginya, Hae Jin dan Yoon Chul akan pergi ke panti rehabilitasi. Karena tidak mau minum obat, maka Hae Jin harus ke sana 2 kali seminggu. Mereka menggoda Hae Soo agar jadian saja sama Jae Yul. Tapi Hae Soo mengelaknya. Saat mereka pergi, Hae Soo mencari2 Jae Yul, dan menemukannya tidur di dalam wc, di samping kloset, tampak seperti mimpi buruk. Sementara itu Berkas dari penjara datang kepada Dong Min. Dia pun terkejut melihat fakta bahwa Jang Jae Bum dan Jang Jae Yul adalah kakak beradik.
 Dalam perjalanan pulang, Hae Soo bernyanyi2 dan bercanda seakan tidak melihat apa2. Jae Yul tak tahan, akhirnya bertanya, kenapa Hae Soo tidak mempertanyakan dirinya yang tidur di wc? Hae Soo menduga, semua ceweknya Jae Yul pasti juga akan kaget melihat hal semacam tadi. “Tentu saja. Wanita… bilang dia mengerti keadaanku, tetapi saat putus, dia malah menghinaku di SNS. Ada yang langsung memutuskan kontak keesokan harinya.”
 Mereka pun jalan2 sebentar sembari Jae Yul menceritakan keadaannya. Jadi dia selalu dipukuli oleh ayah tiri dan kakaknya. Oleh ayah, karena ayah membencinya. Oleh kakak, karena kakak menganggapnya bodoh karena mau2nya dipukuli ayah. Suatu kali ayah tirinya mengejar karena ingin mengambil uang Jae Yul untuk dipakai judi, padahal itu uang sekolah. Jae Yul pun bersembunyi di toilet umum, jamban cemplung. Nggak cuman di dalam wcnya, tapi masuk ke dalam jambannya (eeewww). Dan setelah saat itu, dia merasa WC adalah tempat teraman baginya. Ranjang mewah cuman jadi pajangan, nggak pernah tidur di sana.
 Mereka sampai di bawah air terjun yang jernih. Jae Yul bertanya, apa penyakit jiwanya yang paling aneh? Hae Soo bilang tidak, karena penyakitnyalah yang lebih aneh lagi, tidak bisa tidur dengan pria sebagai wanita dewasa. Hae Soo ingin meresepkan obat kalau Jae Yul mau. Tetapi Jae Yul menolak. Dia ingin tetap seperti ini saja, meskipun tetap selalu memberikan mimpi buruk. Obat bisa mempengaruhi produktivitas menulisnya. “Kalau suatu saat kau lebih menginginkan tidur nyenyak ketimbang menulis, hubungi aku,” kata Hae Soo.

 Jae Yul mengajak Hae Soo nyebur di air terjun. Tapi Hae Soo menolak. Jae Yul pun menggendongnya paksa dan mencemplungkannya di air. Mereka pun bermain air dengan gembira. Tiba2 Jae Yul menarik wajah Hae Soo dan mencium bibirnya. Dua kali. Yang kali kedua, Hae Soo membalasnya. Yipieeee!!!
gambar: dramabeans

Tidak ada komentar:

Posting Komentar