Hae Soo akhirnya merelakan keperawanannya untuk Jae Yul. Di
bawah sinar rembulan, di atas pasir di tepi laut, mereka melakukannya. Setelah
itu, Hae Soo menangis. Jae Yul juga mengeluarkan air matanya, karena melihat
Hae Soo menangis.Hae Soo memperhatikan sekujur tubuh Jae Yul yang penuh bekas
luka. “Jangan terluka lagi…”
Hae Soo bertanya, apa Jae Yul mencintainya? Jae Yul berkata iya, tetapi Hae Soo tidak percaya. Hae Soo belum sepenuhnya mencintai Jae Yul. Dia ingin mengatakan sesuatu, tetapi nanti, ketika dia sudah mencintai Jae Yul. Sepertinya, bagi Hae Soo, cinta itu mengikat. Dia tidak mengartikan tidur bersama sebagai bukti cinta atau semacamnya. Meski begitu, Jae Yul tetap mengakui bahwa dia mencintai Hae Soo, namun tidak ingin mengikat Hae Soo dengan seks yang sudah mereka lakukan.
Ketika Hae Soo tertidur, Jae Yul menulis. Seekor keong lewat
dan Hae Soo bergerak2, Jae Yul meletakkan telunjuk di bibirnya, menyuruh keing
itu jangan berisik. Kemudian Woo naik sepeda dan tiba2 dia tertabrak mobil. Lalu
Jae Yul terbangun dengan terengah2. Di hadapannya, Jae Bum menusuk perutnya
berkali2, “Jika kau mati, ibu akan sangat sedih.” Dia menoleh kepada Hae Soo
yang masih tidur, dan saat menoleh ke depan lagi, Jae Bum sudah menghilang.
Perutnya masih berdarah. Hae Soo terbangun.
Jae Yul menunjukkan perut yang berdarah, tetapi Hae Soo tidak melihat apapun. Dia berpikir, Jae Yul pasti mimpi buruk. Tiba2 Jae Yul melihat darah di perutnya menghilang. Jae Yul terbata2 mengatakan kalau Kang Woo kecelakaan, lalu kakaknya datang menusuknya. Hae Soo tersadar, mungkin ini karena Jae Yul tidak tidur di kamar mandi, dia jadi mimpi buruk dan berhalusinasi.
Hae Soo menenangkannya, menyuruhnya tarik napas, dan memeluknya. Jae Yul berkata dia sudah tidak apa2, dan ada 2 orang datang. Hae Soo kira, Jae Yul masih berhalusinasi, tetapi ternyata memang benar2 ada orang. Bergegas mereka merapikan segala kekacauan di sana sebelum digerebek.
Hae Soo menyiapkan tempat tidur di bak mandi untuk Jae Yul.
Sebenarnya Jae Yul malu dilihat Hae Soo saat tidur di bak mandi. Tetapi Hae Soo
tidak keberatan dan menemaninya sampai tertidur. Jae Yul tidak ingin putus dari
Hae Soo, karena dia merasa nyaman. Saat Jae Yul sudah pulas, Hae Soo menatapnya
iba.

Dong Min mencoba menelpon dr. Lee, tetapi tidak diangkat2.
Kakak datang dan bertanya, kok Hae Soo nggak pulang2. Dia sebenarnya khawatir,
setelah pulang liburan, Hae Soo dicampakkan, mengingat track record Jae Yul
sebagai playboy. Dong Min menyuruhnya jangan cemas, seperti tidak tahu Hae Soo
saja. Dan akhirnya dr. Lee mau mengangkat teleponnya. Dong Min mengawali dengan
menanyakan kakak dr. Lee. Ternyata benar kata Dong Min, dia harus melihat
secara objektif, karena ternyata kakaknya yang selingkuh, bukan suaminya yang
punya penyakit jiwa. Lalu Dong Min mengajaknya ketemuan sebagai teman, namun
dr. Lee hanya mengatakan akan menghubungi lagi nanti. Sementara itu So Nyeo
terus2an minta dibelikan sepatu baru oleh Soo Kwang. Dong Min pun berteriak,
agar Soo Kwang membelikannya saja, “berikan saja semuanya. Kau tidak akan punya
perasaan apapun untuknya lagi setelah mengosongi kantongmu!”

Jae Yul dan Hae Soo jalan2 di tepi pantai. Hae Soo bertanya,
kapan Jae Yul selesai menulis? Karena dia ingin menyembuhkan penyakit kejiwaan
Jae Yul. Akan tetapi Hae Soo tidak yakin bisa menanganinya sendiri, karena dia
bisa nggak objektif karena mereka berpacaran. “Oh, jadi kau segitu sukanya
padaku, sampai tidak bisa menangani secara professional?” Hae Soo pun
mengatainya playboy. Tetapi kali ini Jae Yul tidak protes, karena meskipun
tidak suka dengan julukan itu, dia membiarkan Hae Soo memiliki kebebasan
berpikir. Hae Soo mengatainya seperti itu karena Jae Yul pernah melihat dada
make-up artist waktu talk show dulu. Lalu saat di sini, beberapa kali Hae Soo
menangkap basah Jae Yul melirik2 cewek lain.

Jae Yul tidak mengelak. Dia mengakui semua itu. Tetapi semua
ada alasannya. Saat melihat dada tukang make up itu, dia hanya berpikir, wanita
itu tahu bahwa di hadapannya ada cowok, tetapi dia membiarkan payudaranya
terlihat, Jae Yul pun penasaran tentang psikologisnya wanita itu. Dia pun
berpikir kalau wnaita itu pasti percaya diri. Dan tentang melirik wanita cantik
di Okinawa, dia berpikir, “Hae Soo-ku lebih baik.” Hae Soo tertawa, “Jadi kau
membandingkanku dengan wanita lain?” Menurut Jae Yul, membandingkan tidak
buruk. Dia ingin dirinya sendiri dibandingkan dengan cowok lain di dunia ini.
“Kau pasti akan kaget, oleh pesonaku.”

Lagi2 Hae Soo bertanya, “Apa kau benar2 mencintaiku?” Jae
Yul berkata, iya. Hae Soo hanya merasa aneh, mereka baru kenal 2 bulan dan Jae
Yul sudah bilang cinta dan ingin berhubungan dengan serius. Jae Yul pun
bertanya, kapan waktu yang tepat untuk menyatakan keseriusannya? Hae Soo
sendiri tidak bisa menjawab kapan, yang pasti bukan sekarang. Dan akhirnya Jae
Yul pun bilang, “Baiklah, kalau begitu aku tidak mencintaimu.” Dan Hae Soo
malah jadi sedih setelah mendengarnya (hahaha,,, dasar cewek, kami susah
dimengerti, ya^^).

Hae Soo benar2 ingin menyembuhkan OCD Jae Yul, agar mereka
bisa tidur bersama di ranjang. Hae Soo menatap laut dan berjanji akan kembali
lagi ke sini, sendirian. Dia ingin berpetualang, sendirian. “Kau tidak akan
menghentikanku hanya karena kita pacaran, kan?” Jae Yul membiarkannya pergi,
“Kau adalah dokter wanita yang telah melalui banyak pengalaman berbeda di dunia
yang beragam ini, dan dengan hangan berkonsultasi dengan pasien yang menderita
berbagai macam jenis rasa sakit. Kau keren. Apakah kau ingin aku pergi
denganmu?” Tapi Hae Soo tidak mau, karena Jae Yul terlalu boros. Tiba2 Jae Yul
menciumnya.

So Nyeo dibelikan sepatu baru. Soo Kwang memakaikannya.
Tampaknya So Nyeo terpesona, lalu mengajak Soo Kwang pacaran. Tapi Soo Kwang
nggak mau dijadikan selingkuhan. Saat keluar toko, Soo Kwang tak sengaja
bersenggolan dengan pemulung hingga kerdusnya berjatuhan .Soo Kwang minta maaf
dan membantunya. So Nyeo keluar dan ternyata pemulung itu adalah ayahnya. Si
ayah segera pergi dengan wajah malu. Soo Kwang menegur sikap So Nyeo yang tidak
menghormati ayahnya. Lalu pacar So Nyeo datang. Soo Kwang berkata kalau
perasaannya tulus. Dia sudah menyukai So Nyeo sejak lama, namun ditahannya
karena So Nyeo masih anak sekolah. Dan dia benar2 ingin menghabisi perasaannya
itu. dia benar2 mengosongkan dompetnya. Uangnya diberikan semua kepada So Nyeo,
lalu dia pergi. So Nyeo berseru, “Pergilah! apakah kau berpikir bahwa
perasaanku akan terluka hanya karena orang sepertimu meninggalkanku? Bahkan
ibuku menelantarkanku. Tidak ada perubahan hanya karena orang sepertimu
meninggalkanku juga!”


Jae Yul dan Hae Soo sudah sampai di bandara Incheon. Hae Soo
bertanya, apakah di pesawat Jae Yul menulis selagi dia tidur? Jae Yul hanya
menulis beberapa baris dan dia sebenarnya nggak suka dengan tulisannya itu,
seperti permainan kata tanpa arti. Hae Soo heran, kenapa Jae Yul tampak begitu
jengkel hanya karena tidak bisa menulis dengan baik beberapa hari? “kudengar
penulis itu sensitive, kau cukup menjengkelkan juga.” Jae Yul hanya bisa diam
dengan pasang tampang bête. (Ya, ahjumma! Writer block itu memang benar2 bikin
bête bagi seorang penulis, bisa stress bahkan depresi. Apalagi buat penulis
yang dikejar deadline. Bener2 dead, dah!)


Sebelumnya Kang Woo berjanji akan menjemput mereka, tetapi
dia tidak muncul juga. Jae Yul mencemaskannya, jadi dia menyuruh Hae Soo pulang
duluan dengan bus atau taksi. Jae Yul langsung nyeberang, hampir ketabrak. Dia
akhirnya menemukan Woo yang ternyata menunggu di gate lain. Jae Yul
mengomelinya. Tapi Woo senang karena Jae Yul melakukan itu demi dirinya. Woo
pun memberikan naskah baru yang judulnya menurut Jae Yul sangat sentimentil,
tapi kata Woo, dalamnya tidak sentimentil.
Soo Kwang karokean di dalam rumah, Dong Min memeluknya dari
belakang. Hae Soo yang datang ngomel2 karena mereka ribut sekali. Dong Min pun
menjelaskan kalau hubungan Soo Kwang dengan So Nyeo benar2 sudah tamat. Hae Soo
pun memahami dan menyemangatinya. Jae Yul pulang, dan heran juga melihatnya.
Jae Yul menyuruh Hae Soo melakukan sesuatu yang bisa menenangkan Soo Kwang. Hae
Soo senang dengan pengertian Jae Yul, lalu ganti shift dengan Dong Min untuk
memeluk Soo Kwang.

Soo Kwang memohon pada Hae Soo agar mau mengonsultasi So
Nyeo dengan pelajaran seks, supanya dia nggak salah jalan dengan pacarnya yang
brengsek itu. Hae Soo bersikeras menolak. Dia menyuruh Dong Min saja, tapi So
Nyeo menganggap Dong Min sebagai ahjusi tetangga. Lalu Hae Soo menyuruh Jae
Yul, padahal Jae Yul nggak ngerti apa2 semacam penyakit vagina dsb. Soo Kwang
mengatakan apa yang So Nyeo katakan tadi, tentang ibu yang meninggalkannya. Dan
gadis itu mengatakannya tanpa menangis. Jika dia punya ibu, maka Soo Kwang
tidak akan minta bantuan Hae Soo. Dia hanya ingin agar So Nyeo tidak mengalami
hal buruk sebagai wanita. Hae Soo malah menyuruh mencari di internet saja. Hae
Soo terlalu sibuk dengan pasien di RS. Dong Min mengingatkan keinginan Hae Soo
dulu, “mari kita membuat sebuah dunia di mana kita semua memiliki satu sama
lain.” Jae Yul pun mencoba membela Hae Soo, mengatakan kalau Hae Soo mungkin
tidak mudah terlibat dalam dengan orang lain. Setelah Hae Soo pergi, Dong Min
meyakinkan Soo Kwang kalau Hae Soo pasti mau melakukannya.

Tae Yong dan ibu akan menemui Jae Bum. Di tengah jalan, ada
telepon dari polisi Yang Suri yang mengatakan kalau dompetnya Jae Yul
ketinggalan di rumah gubuk. Tae Yong minta dikirim lewat paket saja, tapi
polisi tidak mau. Setelah menutup telpon, Polisi melihat rekaman cctv dan kaget
melihat Jae Yul seperti orang stress, memukul angin. Sementara itu Jae Bum
tidak ingin ditemui siapapun selain Dong Min. dia memberikan sesuatu kepada ibu,
sedangkan ibu memberikan buku, lewat opsir. Di dalam bingkisan itu, ada surat
kecil dari Jae Bum “Kenapa tidak percaya padaku? Jae Yul membunuh orang itu.
tunggu saja dan lihat, anak yang kau telantarkan adalah anak yang kau cintai.”


Hae Soo dan Jae Yul telpon2an. Jae Yul di rumah lagi nulis,
sementara Hae Soo di RS. Hae Soo nggak sempat pamitan waktu pergi tadi, Jae Yul
berkata tak apa, karena dia lagi menulis. Dia nggak suka kalau lagi kerja
diganggu, Hae Soo pun begitu. Lalu ada bel bunyi, Choi Ho datang karena ada
kerjaan dengan Dong Min. Dong Min masih keluar, jadi dia akan menunggu di
dalam. Jae Yul tidak suka, menyuruhnya nunggu di café saja, tapi Choi Ho nggak
mau pergi. Jae Yul pun mengacuhkannya dan kembali ke kamar. Jae Yul menelepon
ibu, memperdengarkan sebuah lagu. Choi Ho membuka internet dan melihat artikel
tentang perseteruan Jae Yul dengan Jae Bum.


Tim Hae Soo rapat untuk membicarakan sepasang suami istri
yang jadi pasien baru. Akhir2 ini mereka sering melihat ribuan kecoa. Jadi anak
mereka memasang cctv. Waktu tidur, si suami tiba2 bangun dan ketakutan karena
merasa ada kecoa jalan di tubuhnya. Istrinya pun bangun dan berdiri di ranjang,
ketakutan melihat kecoa (kalo gue kena penyakit begini, mungkin udah mati kali,
karena saya takut sama kecoa). Ini kasus unik, karena halusinasi yang sama
dialami oleh dua orang. Mereka akan memisahkan pasangan itu untuk memulai
pengobatan.

Rapat selesai. Hae Soo minta maaf atas kata2 kasarnya
terakhir, ketika dr. Lee mengatakan bahwa dia masih sayang Dong Min, karena
Dong Min sudah punya istri. Dr. Lee tidak mempermasalahkan itu. dia sudah
berpikir kembali dan mungkin rasa itu bukan rasa sayang, melainkan rasa
bersalah. Dulu Dong Min ingin punya anak, tapi diam2 dr. Lee pakai KB. Lalu Hae
Soo mengatakan kalau dia sudah tidur bareng Jae Yul dan mengatasi traumanya
dengan cukup baik. Dr. Lee bertanya apakah Hae Soo masih memikirkan ibunya? Hae
Soo menangis, “Sepertinya aku sudah gila. Aku melihatnya. Aku melihat ibu
tersenyum dan mencium presdir Kim, tetapi wajah yang dulunya tampak menjijikkan
dan jahat, tampak cantik hari itu.” Hae Soo kini menyadari kesepian sang ibu
yang suaminya cacat. Juga dirinya sendiri yang ngotot sekolah dokter padahal
keluarganya miskin. Hanya presdir Kim tempat ibu mengadu.

Soo Kwang mengsms Hae Soo, merayu agar Hae Soo mau bicara
dengan So Nyeo. Akhirnya Hae Soo menelpon So Nyoe dan ngajak ketemuan, makan
bersama di resto ibu Hae Soo. So Nyeo memuji keluarga Hae Soo yang tampak
sukses, tapi Hae Soo menjelaskan kalau semua uang hasil resto dan gaji
dokternya untuk bayar hutang. Semuanya bekerja keras di sini. So Nyeo pun
bertanya, apa tujuan pertemuan mereka? Hae Soo bertanya, apakah So Nyeo
mendapatkan pelajaran seks? So Nyeo berkata dia belajar hal itu dari internet,
lalu dia berpamitan pulang setelah makan.
Ibu menunjukkan foto Hae Soo di Okinawa, kepada ayah lewat jendela. Kakak ipar segera memberi kode kalau Hae Soo sedang ada di sini. Tapi Hae Soo sudah tahu dan tidak marah seperti biasa. Dia hanya menegur agar ibu tidak menghubungi Jae Yul diam2.

Hae Soo pulang dan memanggil2 Jae Yul, tapi yang keluar
malah Choi Ho. Hae Soo melarang Choi Ho sering datang, karena dia tidak nyaman.
Lalu Dong Min datang dan mengajak Choi Ho bicara di ruangannya. Hae Soo masuk
ke kamar Jae Yul saat pria itu konsen menulis. Seorang penulis, apalagi yang
habis terserang WB, akan sangat sensitive kalau diganggu pas lagi menulis. Dan
Hae Soo tidak tahu hal itu. Dia ngomel2 masalah Choi Ho, bertanya pendapatnya
tentang mantan pacar yang bisa masuk keluar rumah ini? Jae Yul menjelaskan
kalau Choi Ho lagi ada kerjaan dengan Dong Min, “… dan, aku sedang menulis,”
sambung Jae Yul dengan wajah dingin. Secara tidak langsung, dia mengusir Hae
Soo keluar dari kamarnya, karena sangat2 mengganggu. Hae Soo tampak tersinggung,
keluar sambil membanting pintu.
Dong Min meminta agar proyek Jae Bum dihentikan saja. Choi
Ho rencananya mau menampilkan Jae Bum di talk show-nya. Tetapi Choi Ho
bersikeras. Dong Min pun berpikir, jangan2 karena hubungan persaudaraan Jae Bum-Jae
Yul. Choi Ho pun membenarkan. Setelah Choi Ho keluar, Dong Min menelpon Opsir
untuk mewawancarai Jae Bum dengan amytal.
Choi Ho berpamitan pada Hae Soo yang lagi minum, berkata
akan datang lagi. Hae Soo melarang Dong Min untuk membawa Choi Ho datang lagi
ke mari. Kalau mau ngobrol, di tempat lain saja. Tapi Dong Min tidak mau karena
di tempat lain itu buang duit. Hae Soo pun bertanya pendapat Soo Kwang tentang
Choi Ho yang datang ke rumah. Soo Kwang setuju2 saja, karena dia kesal Hae Soo
tidak mengonsultasi So Nyeo seperti yang diharapkan. Jae Yul pun datang dan
mengajak Hae Soo bicara, tapi Hae Soo menyuruh Jae Yul kembali ke kamar dan
menulis. “Bagaimana aku dapat menulis dalam keadaan begini!” bentak Jae Yul.

Hae Soo pun mengerti, Jae Yul nggak konsen nulis karena
perasaannya terganggu, “Lalu bagaimana dengan perasaanku?” tanya Hae Soo.
Kalimat ‘aku sedang menulis’ bukanlah suatu penjelasan menurut Hae Soo.
Pemilihan kalimat yang salah bisa merusak sebuah hubungan. Hae Soo pun merasa
kalau hubungan mereka tidak mungkin berjalan dengan baik kalau begini caranya.
Dong Min menegur mereka agar bertengkar di tempat lain saja, jangan di rumah
ini. Soo Kwang juga menyambung, “Benar, memangnya di rumah ini cuma kalian
berdua saja yang tinggal?” Tetapi Hae Soo berkata kalau dia tidak hanya marah
pada Jae Yul, tetapi pada mereka berdua juga.
DM: “Choi Ho datang ke sini sendiri, aku bisa apa? Lagipula,
saat kau mengencaninya 300 hari, apakah kau pernah mencintainya? Tidak, kan?
Kemudian kau harus meminta maaf padanya akan hal itu. bahwa kau tidak
mencintainya!”
SK: Benar. ketika kalian bertengkar terakhir kali, Choi Ho
menangis dan berkata bahwa ia mencintaimu, tapi kau hanya berbicara tentang
kecemasan dan pengkhianatan. Sejujurnya, kau menggunakan Choi Ho untuk
mengatasi gangguan kecemasanmu, bukan?
Hae Soo tidak bisa putus baik2 dengan Choi Ho. Jika dia
mengajak Choi Ho menjadi teman biasa, bisa2 Choi Ho malah mengira kalau Hae Soo
mau balikan. Jadi dia tidak bisa melakukan apapun selain bertindak dengan keras.
Sebelum pergi, Hae Soo berkata kalau dia awalnya mau menemui So Nyeo lagi,
tetapi tidak jadi (karena sikap kasar Soo Kwang tadi).
Jae Yul minta maaf kepada mereka, karena Hae Soo jadi marah2
karena dirinya. Dong Min pun mengomel, “Kau harus memukulnya jika mantan pacar
dari pacarmu datang. Kenapa kau malah bertindak sombong dan sok keren?” Soo
Kwang berusaha menenangkan Dong Min yang pergi dengan kesal. Dia pun
menghampiri Jae Yul yang mengambil air. “Apakah berat berpacaran dengan noona?
Aku akan menyimpan rahasia,” tanya Soo Kwang sambil menunjukkan kepalan
tangannya. “Rahasia, ya,” Jae Yul menyentuhkan kepalan tangannya, “Berat
sekali.”

Saat naik, Hae Soo mempertanyakan aturan Jae Yul tentang
memberi dan menerima dengan impas, “jika mantan pacarmu datang ke sini, apa aku
harus menerimanya sepertimu?” Jae Yul memang cemburu, tetapi berusaha
menahannya. Hae Soo pun berkata, kalau mantannya Jae Yul datang, idia akan
menjambak rambutnya. Tiba2 Jae Yul mencium Hae Soo. Hae Soo pun mau kembali ke
kamar, tetapi dia kembali lagi dan memberi ide, kalau Jae Yul lagi menulis,
lebih baik pasang tanda ‘aku sedang bekerja’, maka Hae Soo tidak akan
mengganggu. Jae Yul pun berkata kalau tidak ada gunanya karena sebentar lagi
dia akan pindah. Renovasi apartemennya sudah selesai, jadi dia akan pulang. Hae
Soo tampak syok. Tampak nggak rela, lebih tepatnya.
To be continue
-- jangan bilang, kalau di episode berikutnya, Jae Yul
bilang, “ayo kita tinggal bersama,” dalam arti berdua saja, Dong Min dan Soo
Kwang nggak diajak. Hahaha…
gambar: dramabeans
Tidak ada komentar:
Posting Komentar