Quotes

"Write is my World"

Senin, 13 Oktober 2014

It's Okay, That's Love Episode 9

 Hae Soo akhirnya merelakan keperawanannya untuk Jae Yul. Di bawah sinar rembulan, di atas pasir di tepi laut, mereka melakukannya. Setelah itu, Hae Soo menangis. Jae Yul juga mengeluarkan air matanya, karena melihat Hae Soo menangis.Hae Soo memperhatikan sekujur tubuh Jae Yul yang penuh bekas luka. “Jangan terluka lagi…”
 Hae Soo bertanya, apa Jae Yul mencintainya? Jae Yul berkata iya, tetapi Hae Soo tidak percaya. Hae Soo belum sepenuhnya mencintai Jae Yul. Dia ingin mengatakan sesuatu, tetapi nanti, ketika dia sudah mencintai Jae Yul. Sepertinya, bagi Hae Soo, cinta itu mengikat. Dia tidak mengartikan tidur bersama sebagai bukti cinta atau semacamnya. Meski begitu, Jae Yul tetap mengakui bahwa dia mencintai Hae Soo, namun tidak ingin mengikat Hae Soo dengan seks yang sudah mereka lakukan.
 Ketika Hae Soo tertidur, Jae Yul menulis. Seekor keong lewat dan Hae Soo bergerak2, Jae Yul meletakkan telunjuk di bibirnya, menyuruh keing itu jangan berisik. Kemudian Woo naik sepeda dan tiba2 dia tertabrak mobil. Lalu Jae Yul terbangun dengan terengah2. Di hadapannya, Jae Bum menusuk perutnya berkali2, “Jika kau mati, ibu akan sangat sedih.” Dia menoleh kepada Hae Soo yang masih tidur, dan saat menoleh ke depan lagi, Jae Bum sudah menghilang. Perutnya masih berdarah. Hae Soo terbangun.
 Jae Yul menunjukkan perut yang berdarah, tetapi Hae Soo tidak melihat apapun. Dia berpikir, Jae Yul pasti mimpi buruk. Tiba2 Jae Yul melihat darah di perutnya menghilang. Jae Yul terbata2 mengatakan kalau Kang Woo kecelakaan, lalu kakaknya datang menusuknya. Hae Soo tersadar, mungkin ini karena Jae Yul tidak tidur di kamar mandi, dia jadi mimpi buruk dan berhalusinasi.
 Hae Soo menenangkannya, menyuruhnya tarik napas, dan memeluknya. Jae Yul berkata dia sudah tidak apa2, dan ada 2 orang datang. Hae Soo kira, Jae Yul masih berhalusinasi, tetapi ternyata memang benar2 ada orang. Bergegas mereka merapikan segala kekacauan di sana sebelum digerebek.
 Hae Soo menyiapkan tempat tidur di bak mandi untuk Jae Yul. Sebenarnya Jae Yul malu dilihat Hae Soo saat tidur di bak mandi. Tetapi Hae Soo tidak keberatan dan menemaninya sampai tertidur. Jae Yul tidak ingin putus dari Hae Soo, karena dia merasa nyaman. Saat Jae Yul sudah pulas, Hae Soo menatapnya iba.
 Dong Min mencoba menelpon dr. Lee, tetapi tidak diangkat2. Kakak datang dan bertanya, kok Hae Soo nggak pulang2. Dia sebenarnya khawatir, setelah pulang liburan, Hae Soo dicampakkan, mengingat track record Jae Yul sebagai playboy. Dong Min menyuruhnya jangan cemas, seperti tidak tahu Hae Soo saja. Dan akhirnya dr. Lee mau mengangkat teleponnya. Dong Min mengawali dengan menanyakan kakak dr. Lee. Ternyata benar kata Dong Min, dia harus melihat secara objektif, karena ternyata kakaknya yang selingkuh, bukan suaminya yang punya penyakit jiwa. Lalu Dong Min mengajaknya ketemuan sebagai teman, namun dr. Lee hanya mengatakan akan menghubungi lagi nanti. Sementara itu So Nyeo terus2an minta dibelikan sepatu baru oleh Soo Kwang. Dong Min pun berteriak, agar Soo Kwang membelikannya saja, “berikan saja semuanya. Kau tidak akan punya perasaan apapun untuknya lagi setelah mengosongi kantongmu!”
 Jae Yul dan Hae Soo jalan2 di tepi pantai. Hae Soo bertanya, kapan Jae Yul selesai menulis? Karena dia ingin menyembuhkan penyakit kejiwaan Jae Yul. Akan tetapi Hae Soo tidak yakin bisa menanganinya sendiri, karena dia bisa nggak objektif karena mereka berpacaran. “Oh, jadi kau segitu sukanya padaku, sampai tidak bisa menangani secara professional?” Hae Soo pun mengatainya playboy. Tetapi kali ini Jae Yul tidak protes, karena meskipun tidak suka dengan julukan itu, dia membiarkan Hae Soo memiliki kebebasan berpikir. Hae Soo mengatainya seperti itu karena Jae Yul pernah melihat dada make-up artist waktu talk show dulu. Lalu saat di sini, beberapa kali Hae Soo menangkap basah Jae Yul melirik2 cewek lain.
 Jae Yul tidak mengelak. Dia mengakui semua itu. Tetapi semua ada alasannya. Saat melihat dada tukang make up itu, dia hanya berpikir, wanita itu tahu bahwa di hadapannya ada cowok, tetapi dia membiarkan payudaranya terlihat, Jae Yul pun penasaran tentang psikologisnya wanita itu. Dia pun berpikir kalau wnaita itu pasti percaya diri. Dan tentang melirik wanita cantik di Okinawa, dia berpikir, “Hae Soo-ku lebih baik.” Hae Soo tertawa, “Jadi kau membandingkanku dengan wanita lain?” Menurut Jae Yul, membandingkan tidak buruk. Dia ingin dirinya sendiri dibandingkan dengan cowok lain di dunia ini. “Kau pasti akan kaget, oleh pesonaku.”
 Lagi2 Hae Soo bertanya, “Apa kau benar2 mencintaiku?” Jae Yul berkata, iya. Hae Soo hanya merasa aneh, mereka baru kenal 2 bulan dan Jae Yul sudah bilang cinta dan ingin berhubungan dengan serius. Jae Yul pun bertanya, kapan waktu yang tepat untuk menyatakan keseriusannya? Hae Soo sendiri tidak bisa menjawab kapan, yang pasti bukan sekarang. Dan akhirnya Jae Yul pun bilang, “Baiklah, kalau begitu aku tidak mencintaimu.” Dan Hae Soo malah jadi sedih setelah mendengarnya (hahaha,,, dasar cewek, kami susah dimengerti, ya^^).

 Hae Soo benar2 ingin menyembuhkan OCD Jae Yul, agar mereka bisa tidur bersama di ranjang. Hae Soo menatap laut dan berjanji akan kembali lagi ke sini, sendirian. Dia ingin berpetualang, sendirian. “Kau tidak akan menghentikanku hanya karena kita pacaran, kan?” Jae Yul membiarkannya pergi, “Kau adalah dokter wanita yang telah melalui banyak pengalaman berbeda di dunia yang beragam ini, dan dengan hangan berkonsultasi dengan pasien yang menderita berbagai macam jenis rasa sakit. Kau keren. Apakah kau ingin aku pergi denganmu?” Tapi Hae Soo tidak mau, karena Jae Yul terlalu boros. Tiba2 Jae Yul menciumnya.
 So Nyeo dibelikan sepatu baru. Soo Kwang memakaikannya. Tampaknya So Nyeo terpesona, lalu mengajak Soo Kwang pacaran. Tapi Soo Kwang nggak mau dijadikan selingkuhan. Saat keluar toko, Soo Kwang tak sengaja bersenggolan dengan pemulung hingga kerdusnya berjatuhan .Soo Kwang minta maaf dan membantunya. So Nyeo keluar dan ternyata pemulung itu adalah ayahnya. Si ayah segera pergi dengan wajah malu. Soo Kwang menegur sikap So Nyeo yang tidak menghormati ayahnya. Lalu pacar So Nyeo datang. Soo Kwang berkata kalau perasaannya tulus. Dia sudah menyukai So Nyeo sejak lama, namun ditahannya karena So Nyeo masih anak sekolah. Dan dia benar2 ingin menghabisi perasaannya itu. dia benar2 mengosongkan dompetnya. Uangnya diberikan semua kepada So Nyeo, lalu dia pergi. So Nyeo berseru, “Pergilah! apakah kau berpikir bahwa perasaanku akan terluka hanya karena orang sepertimu meninggalkanku? Bahkan ibuku menelantarkanku. Tidak ada perubahan hanya karena orang sepertimu meninggalkanku juga!”

 Jae Yul dan Hae Soo sudah sampai di bandara Incheon. Hae Soo bertanya, apakah di pesawat Jae Yul menulis selagi dia tidur? Jae Yul hanya menulis beberapa baris dan dia sebenarnya nggak suka dengan tulisannya itu, seperti permainan kata tanpa arti. Hae Soo heran, kenapa Jae Yul tampak begitu jengkel hanya karena tidak bisa menulis dengan baik beberapa hari? “kudengar penulis itu sensitive, kau cukup menjengkelkan juga.” Jae Yul hanya bisa diam dengan pasang tampang bête. (Ya, ahjumma! Writer block itu memang benar2 bikin bête bagi seorang penulis, bisa stress bahkan depresi. Apalagi buat penulis yang dikejar deadline. Bener2 dead, dah!)

 Sebelumnya Kang Woo berjanji akan menjemput mereka, tetapi dia tidak muncul juga. Jae Yul mencemaskannya, jadi dia menyuruh Hae Soo pulang duluan dengan bus atau taksi. Jae Yul langsung nyeberang, hampir ketabrak. Dia akhirnya menemukan Woo yang ternyata menunggu di gate lain. Jae Yul mengomelinya. Tapi Woo senang karena Jae Yul melakukan itu demi dirinya. Woo pun memberikan naskah baru yang judulnya menurut Jae Yul sangat sentimentil, tapi kata Woo, dalamnya tidak sentimentil.

 Soo Kwang karokean di dalam rumah, Dong Min memeluknya dari belakang. Hae Soo yang datang ngomel2 karena mereka ribut sekali. Dong Min pun menjelaskan kalau hubungan Soo Kwang dengan So Nyeo benar2 sudah tamat. Hae Soo pun memahami dan menyemangatinya. Jae Yul pulang, dan heran juga melihatnya. Jae Yul menyuruh Hae Soo melakukan sesuatu yang bisa menenangkan Soo Kwang. Hae Soo senang dengan pengertian Jae Yul, lalu ganti shift dengan Dong Min untuk memeluk Soo Kwang.
 Soo Kwang memohon pada Hae Soo agar mau mengonsultasi So Nyeo dengan pelajaran seks, supanya dia nggak salah jalan dengan pacarnya yang brengsek itu. Hae Soo bersikeras menolak. Dia menyuruh Dong Min saja, tapi So Nyeo menganggap Dong Min sebagai ahjusi tetangga. Lalu Hae Soo menyuruh Jae Yul, padahal Jae Yul nggak ngerti apa2 semacam penyakit vagina dsb. Soo Kwang mengatakan apa yang So Nyeo katakan tadi, tentang ibu yang meninggalkannya. Dan gadis itu mengatakannya tanpa menangis. Jika dia punya ibu, maka Soo Kwang tidak akan minta bantuan Hae Soo. Dia hanya ingin agar So Nyeo tidak mengalami hal buruk sebagai wanita. Hae Soo malah menyuruh mencari di internet saja. Hae Soo terlalu sibuk dengan pasien di RS. Dong Min mengingatkan keinginan Hae Soo dulu, “mari kita membuat sebuah dunia di mana kita semua memiliki satu sama lain.” Jae Yul pun mencoba membela Hae Soo, mengatakan kalau Hae Soo mungkin tidak mudah terlibat dalam dengan orang lain. Setelah Hae Soo pergi, Dong Min meyakinkan Soo Kwang kalau Hae Soo pasti mau melakukannya.
 Tae Yong dan ibu akan menemui Jae Bum. Di tengah jalan, ada telepon dari polisi Yang Suri yang mengatakan kalau dompetnya Jae Yul ketinggalan di rumah gubuk. Tae Yong minta dikirim lewat paket saja, tapi polisi tidak mau. Setelah menutup telpon, Polisi melihat rekaman cctv dan kaget melihat Jae Yul seperti orang stress, memukul angin. Sementara itu Jae Bum tidak ingin ditemui siapapun selain Dong Min. dia memberikan sesuatu kepada ibu, sedangkan ibu memberikan buku, lewat opsir. Di dalam bingkisan itu, ada surat kecil dari Jae Bum “Kenapa tidak percaya padaku? Jae Yul membunuh orang itu. tunggu saja dan lihat, anak yang kau telantarkan adalah anak yang kau cintai.”

 Hae Soo dan Jae Yul telpon2an. Jae Yul di rumah lagi nulis, sementara Hae Soo di RS. Hae Soo nggak sempat pamitan waktu pergi tadi, Jae Yul berkata tak apa, karena dia lagi menulis. Dia nggak suka kalau lagi kerja diganggu, Hae Soo pun begitu. Lalu ada bel bunyi, Choi Ho datang karena ada kerjaan dengan Dong Min. Dong Min masih keluar, jadi dia akan menunggu di dalam. Jae Yul tidak suka, menyuruhnya nunggu di café saja, tapi Choi Ho nggak mau pergi. Jae Yul pun mengacuhkannya dan kembali ke kamar. Jae Yul menelepon ibu, memperdengarkan sebuah lagu. Choi Ho membuka internet dan melihat artikel tentang perseteruan Jae Yul dengan Jae Bum.

 Tim Hae Soo rapat untuk membicarakan sepasang suami istri yang jadi pasien baru. Akhir2 ini mereka sering melihat ribuan kecoa. Jadi anak mereka memasang cctv. Waktu tidur, si suami tiba2 bangun dan ketakutan karena merasa ada kecoa jalan di tubuhnya. Istrinya pun bangun dan berdiri di ranjang, ketakutan melihat kecoa (kalo gue kena penyakit begini, mungkin udah mati kali, karena saya takut sama kecoa). Ini kasus unik, karena halusinasi yang sama dialami oleh dua orang. Mereka akan memisahkan pasangan itu untuk memulai pengobatan.
 Rapat selesai. Hae Soo minta maaf atas kata2 kasarnya terakhir, ketika dr. Lee mengatakan bahwa dia masih sayang Dong Min, karena Dong Min sudah punya istri. Dr. Lee tidak mempermasalahkan itu. dia sudah berpikir kembali dan mungkin rasa itu bukan rasa sayang, melainkan rasa bersalah. Dulu Dong Min ingin punya anak, tapi diam2 dr. Lee pakai KB. Lalu Hae Soo mengatakan kalau dia sudah tidur bareng Jae Yul dan mengatasi traumanya dengan cukup baik. Dr. Lee bertanya apakah Hae Soo masih memikirkan ibunya? Hae Soo menangis, “Sepertinya aku sudah gila. Aku melihatnya. Aku melihat ibu tersenyum dan mencium presdir Kim, tetapi wajah yang dulunya tampak menjijikkan dan jahat, tampak cantik hari itu.” Hae Soo kini menyadari kesepian sang ibu yang suaminya cacat. Juga dirinya sendiri yang ngotot sekolah dokter padahal keluarganya miskin. Hanya presdir Kim tempat ibu mengadu.
 Soo Kwang mengsms Hae Soo, merayu agar Hae Soo mau bicara dengan So Nyeo. Akhirnya Hae Soo menelpon So Nyoe dan ngajak ketemuan, makan bersama di resto ibu Hae Soo. So Nyeo memuji keluarga Hae Soo yang tampak sukses, tapi Hae Soo menjelaskan kalau semua uang hasil resto dan gaji dokternya untuk bayar hutang. Semuanya bekerja keras di sini. So Nyeo pun bertanya, apa tujuan pertemuan mereka? Hae Soo bertanya, apakah So Nyeo mendapatkan pelajaran seks? So Nyeo berkata dia belajar hal itu dari internet, lalu dia berpamitan pulang setelah makan.
 Ibu menunjukkan foto Hae Soo di Okinawa, kepada ayah lewat jendela. Kakak ipar segera memberi kode kalau Hae Soo sedang ada di sini. Tapi Hae Soo sudah tahu dan tidak marah seperti biasa. Dia hanya menegur agar ibu tidak menghubungi Jae Yul diam2.
 Hae Soo pulang dan memanggil2 Jae Yul, tapi yang keluar malah Choi Ho. Hae Soo melarang Choi Ho sering datang, karena dia tidak nyaman. Lalu Dong Min datang dan mengajak Choi Ho bicara di ruangannya. Hae Soo masuk ke kamar Jae Yul saat pria itu konsen menulis. Seorang penulis, apalagi yang habis terserang WB, akan sangat sensitive kalau diganggu pas lagi menulis. Dan Hae Soo tidak tahu hal itu. Dia ngomel2 masalah Choi Ho, bertanya pendapatnya tentang mantan pacar yang bisa masuk keluar rumah ini? Jae Yul menjelaskan kalau Choi Ho lagi ada kerjaan dengan Dong Min, “… dan, aku sedang menulis,” sambung Jae Yul dengan wajah dingin. Secara tidak langsung, dia mengusir Hae Soo keluar dari kamarnya, karena sangat2 mengganggu. Hae Soo tampak tersinggung, keluar sambil membanting pintu.


Dong Min meminta agar proyek Jae Bum dihentikan saja. Choi Ho rencananya mau menampilkan Jae Bum di talk show-nya. Tetapi Choi Ho bersikeras. Dong Min pun berpikir, jangan2 karena hubungan persaudaraan Jae Bum-Jae Yul. Choi Ho pun membenarkan. Setelah Choi Ho keluar, Dong Min menelpon Opsir untuk mewawancarai Jae Bum dengan amytal.

 Choi Ho berpamitan pada Hae Soo yang lagi minum, berkata akan datang lagi. Hae Soo melarang Dong Min untuk membawa Choi Ho datang lagi ke mari. Kalau mau ngobrol, di tempat lain saja. Tapi Dong Min tidak mau karena di tempat lain itu buang duit. Hae Soo pun bertanya pendapat Soo Kwang tentang Choi Ho yang datang ke rumah. Soo Kwang setuju2 saja, karena dia kesal Hae Soo tidak mengonsultasi So Nyeo seperti yang diharapkan. Jae Yul pun datang dan mengajak Hae Soo bicara, tapi Hae Soo menyuruh Jae Yul kembali ke kamar dan menulis. “Bagaimana aku dapat menulis dalam keadaan begini!” bentak Jae Yul.
 Hae Soo pun mengerti, Jae Yul nggak konsen nulis karena perasaannya terganggu, “Lalu bagaimana dengan perasaanku?” tanya Hae Soo. Kalimat ‘aku sedang menulis’ bukanlah suatu penjelasan menurut Hae Soo. Pemilihan kalimat yang salah bisa merusak sebuah hubungan. Hae Soo pun merasa kalau hubungan mereka tidak mungkin berjalan dengan baik kalau begini caranya. Dong Min menegur mereka agar bertengkar di tempat lain saja, jangan di rumah ini. Soo Kwang juga menyambung, “Benar, memangnya di rumah ini cuma kalian berdua saja yang tinggal?” Tetapi Hae Soo berkata kalau dia tidak hanya marah pada Jae Yul, tetapi pada mereka berdua juga.
 DM: “Choi Ho datang ke sini sendiri, aku bisa apa? Lagipula, saat kau mengencaninya 300 hari, apakah kau pernah mencintainya? Tidak, kan? Kemudian kau harus meminta maaf padanya akan hal itu. bahwa kau tidak mencintainya!”
SK: Benar. ketika kalian bertengkar terakhir kali, Choi Ho menangis dan berkata bahwa ia mencintaimu, tapi kau hanya berbicara tentang kecemasan dan pengkhianatan. Sejujurnya, kau menggunakan Choi Ho untuk mengatasi gangguan kecemasanmu, bukan?
Hae Soo tidak bisa putus baik2 dengan Choi Ho. Jika dia mengajak Choi Ho menjadi teman biasa, bisa2 Choi Ho malah mengira kalau Hae Soo mau balikan. Jadi dia tidak bisa melakukan apapun selain bertindak dengan keras. Sebelum pergi, Hae Soo berkata kalau dia awalnya mau menemui So Nyeo lagi, tetapi tidak jadi (karena sikap kasar Soo Kwang tadi).

Jae Yul minta maaf kepada mereka, karena Hae Soo jadi marah2 karena dirinya. Dong Min pun mengomel, “Kau harus memukulnya jika mantan pacar dari pacarmu datang. Kenapa kau malah bertindak sombong dan sok keren?” Soo Kwang berusaha menenangkan Dong Min yang pergi dengan kesal. Dia pun menghampiri Jae Yul yang mengambil air. “Apakah berat berpacaran dengan noona? Aku akan menyimpan rahasia,” tanya Soo Kwang sambil menunjukkan kepalan tangannya. “Rahasia, ya,” Jae Yul menyentuhkan kepalan tangannya, “Berat sekali.”
 Saat naik, Hae Soo mempertanyakan aturan Jae Yul tentang memberi dan menerima dengan impas, “jika mantan pacarmu datang ke sini, apa aku harus menerimanya sepertimu?” Jae Yul memang cemburu, tetapi berusaha menahannya. Hae Soo pun berkata, kalau mantannya Jae Yul datang, idia akan menjambak rambutnya. Tiba2 Jae Yul mencium Hae Soo. Hae Soo pun mau kembali ke kamar, tetapi dia kembali lagi dan memberi ide, kalau Jae Yul lagi menulis, lebih baik pasang tanda ‘aku sedang bekerja’, maka Hae Soo tidak akan mengganggu. Jae Yul pun berkata kalau tidak ada gunanya karena sebentar lagi dia akan pindah. Renovasi apartemennya sudah selesai, jadi dia akan pulang. Hae Soo tampak syok. Tampak nggak rela, lebih tepatnya.

To be continue

-- jangan bilang, kalau di episode berikutnya, Jae Yul bilang, “ayo kita tinggal bersama,” dalam arti berdua saja, Dong Min dan Soo Kwang nggak diajak. Hahaha…

gambar: dramabeans

Tidak ada komentar:

Posting Komentar