Lee Yeon Jae adalah seorang karyawan di Line Tour,
perusahaan tour and travel yg terkenal di Korsel. Dia sudah bekerja selama 10
tahun sebagai staf rendah yang selalu dibully oleh rekan kerja dan manajernya.
Suatu hari dia disuruh mencari mobil sewaan untuk memandu seorang pianis dari
Amerika, tapi masih orang Korea. Saat itu, dia melihat sebuah mobil sport merah
yg dikendarai oleh seorang pria tampan. Tetapi taksi yang ditumpanginya
menabrak, hingga dia pun ke RS untuk memeriksa bila ada luka dalam. Ternyata
bukannya luka yang ditemukan, malah sebuah tumor di dalam kandung kemihnya. Dan
dokter yang akan menanganinya adalah teman waktu SD, yang dulu pernah dibully
karena boker di celana.
Yeon Jae harus menjalani pemeriksaan pada hari kerja. Ia
meminta cuti tetapi tidak diberikan. Akhirnya dia pun sukarela menjadi pemandu
untuk pianis itu, asal diberikan cuti satu hari saja. Seharusnya dia
menyediakan makan siang yang halal (tanpa daging babi), karena pianis itu
seorang Muslim. Tetapi restoran halal, dengan ayam yang digorok dengan halal,
ternyata ditutup karena terjadi kriminalitas semalam sebelumnya. Akhirnya dia
mencari restoran lain untuk memasakkan ayam halal itu. Tetapi ternyata pemilik
restoran itu menyediakan daging babi. Marahlah si pianis itu. Belum lagi,
pianis itu kehilangan cincin keberuntungannya yg mahal, dan menuduh Yeon Jae
yang mencurinya.
Yeon Jae dimarahi habis-habisan, hingga habis kesabarannya.
Dia melempar surat pengunduran dirinya ke wajah manajernya. Waktu mau keluar
dari kantor, dia bertemu Im Se Kyung, anak pemilik perusahaan EO yang
mengundang pianis itu. Dia mengalami rugi besar karena acara pianis itu gagal
terlaksana, gara-gara Yeon Jae. Tapi Yeon Jae sudah bukan gadis penakut lagi.
Dia balas marah, bahkan menampar Se Kyung. Kini Yeon Jae tidak sama lagi.

Yeon Jae memutuskan untuk berlibur sendiri ke Okinawa,
dengan penerbangan kelas satu, kamar hotel paling mahal, pelayanan ekstra,
makanan enak. Dan saat dia berjemur di tepi kolam renang, dia bertemu pria
tampan yang mengendarai mobil sport merah itu, yang ternyata adalah anak
pemilik Line Tour, Kang Ji Wook. Dia sedang survey untuk paket liburan perusahaannya.
Dia membutuhkan penerjemah sekaligus pemandu. Ternyata Yeon Jae terus
mengikutinya diam2. Ketika hampir ketahuan, Yeon Jae lari ke atas kapal, tapi
malah ketemu. Ji Wook salah mengira, kalau Yeon Jae adalah pemandu itu. Padahal
pemandunya yang berdandan super menor itu baru datang ketika kapalnya
berangkat.

Yeon Jae membawa Ji Wook jalan-jalan dan sangat
menyenangkan. Tetapi setelah pulang, barulah ketahuan kalau Yeon Jae bukanlah
pemandu. Yeon Jae minta maaf, tapi bukan salahnya sepenuhnya juga. Karena
awalnya Ji Wook langsung bertanya, “Miss Lee?” namanya kan juga Lee. Dia pun
memberi beberapa nasehat jika Ji Wook mau membuat paket liburan. Dan Ji Wook
terkesan. Besoknya, Ji Wook tidak mau diantar oleh pemandu aslinya, tetapi
malah jalan2 dengan Yeon Jae. Sepulangnya, acara bahagia mereka dikacaukan oleh
kedatangan Im Se Kyung yg tiba2 dan memarah-marahi Yeon Jae. Ia menuduh Yeon
Jae mau balas dendam padanya dengan menggaet calon suaminya. Ji Wook kaget,
karena ternyata Yeon Jae mengenalnya. Ia pun merasa kecewa.

Kembali ke Korea. Yeon Jae memotong rambutnya dan membuat
daftar2 keinginan sebelum mati. Salah satunya adalah bertemu dengan Junsu JYJ.
Kebetulan ada acara, di mana para fans bisa mengirim surat dan Junsu akan
memilih salah satunya untuk diajak makan malam bareng. Dia pun mengirim
beberapa surat dengan berbagai alasan dan nama yg berbeda. Salah satu Suratnya
pun terpilih untuk menghadiri konser Junsu, setelah itu baru pemilihan untuk
dinner. Tetapi dia harus mengajak Eun Seok, karena surat itu atas nama Eun
Seok. Mereka pun datang ke konser bersama. Di situ, juga ada Ji Wook selaku
penyelenggara acara. Junsu pun akhirnya membacakan satu surat yg terpilih, atas
nama Chae Eun Seok. Inti suratnya, Eun Seok akhirnya bertemu dengan cinta pertama
sejak 25 tahun lalu. Gadis itu menderita sakit parah dan ngefans banget sama
Junsu. Ia ingin agar gadis itu bisa dinner bareng Junsu. Eun Seok shock dengan
isi surat itu, sementara Yeon Jae menahan malu. Tetapi akhirnya Yeon Jae pun
bisa dinner bareng Junsu seperti yang diinginkannya.

Perseteruan Yeon Jae-Se Kyung belum berakhir. Se Kyung
melayangkan surat gugatan atas kerugiannya karena Yeon Jae mencuri cincin
pianis. Tetapi akhirnya, dengan bantuan Ji Wook, semua teratasi. Ternyata
cincin itu tidak hilang, melainkan terselip oleh kesalahan si pianis itu
sendiri. Tapi pianis itu malu untuk mengakuinya. Ji Wook sampai menyusulnya ke
Aussie untuk menjemput pianis itu dan menjelaskan semuanya. Ia pun minta maaf
pada Yeon Jae. Cincin itu dia berikan untuk Yeon Jae, lewat perantara Ji Wook.

Sementara itu, Ji Wook tidak bisa melupakan gadis
menyenangkan yang sudah membohonginya itu. Ia mengikuti Yeon Jae, bahkan ikut
di les tari Tango yang diikuti Yeon Jae. Ternyata guru les Tango itu adalah
salah satu staf Line Tour juga, mantan rekan kerja Yeon Jae. Singkat cerita, Ji
Wook menyadari bahwa dia mencintai Yeon Jae. Dia memutuskan pertunangannya
dengan Se Kyung dan berpacaran dengan Yeon Jae, walau banyak aral melintang dan
halangan menghadang.
Yeon Jae sangat bahagia, bisa berpacaran dengan Ji Wook yang
dicintainya. Tetapi suatu hari dia sadar, hidupnya tidak akan lama. Jika dia
mati, bagaimana dengan yang ditinggalkannya? Ji Wook pasti akan hancur.
Sementara itu Ji Wook menemukan buku catatan Yeon Jae, apa2 saja yg
diinginkannya. Salah satunya ‘menikmati kehidupan seperti wanita pemeran utama
dalam film’. Setelah survey dengan anak buahnya, dia pun mengajak Yeon Jae
jalan. Pura2 menjatuhkan es krim di baju Yeon Jae hingga dibelikan baju baru,
pura2 menyenggol kedai bunga hingga dibelikan bunga sebuket, lalu duduk bersama
di tepi sungai Han sambil melihat kembang api dengan backsound "You Are So Beautiful - Junsu" yang mereka dengar pakai earphone. Ji Wook mencium Yeon Jae. Air
mata Yeon Jae bergulir. Saat itulah, Yeon Jae malah ingin putus dengan Ji Wook.
Hancurlah hatinya Ji Wook.
Diam-diam Ji Wook mengikuti sahabat Yeon Jae, Hye Won.
Ternyata dia pergi ke RS, di bilik khusus kanker. Perlahan Ji Wook menghampiri
pintu kamar yang dimasuki …, ada tulisan nama ‘Lee Yeon Jae’. Eun Seok pun
datang dan mengatakan yg sebenarnya. Tetapi untuk lebih jelasnya, Ji Wook harus
tanya sendiri pada Yeon Jae. Ia menemui Yeon Jae yang duduk2 di taman RS. Ia
marah, karena Yeon Jae sudah tahu tentang penyakit itu sebelum bertemu
dengannya, tetapi malah tetap mengejarnya, hingga menjeratnya begitu dalam. Mereka
pun putus beneran. Tetapi ternyata Ji Wook benar2 terjerat dalam cinta yang
begitu dalam, hingga tidak bisa hidup tanpa Yeon Jae. Begitu pula dengan Yeon
Jae. Akhirnya, mereka pun jadian lagi, walaupun ayah Ji Wook melarang keras,
apalagi setelah tahu kalau Yeon Jae akan mati sebentar lagi.

Yeon Jae memiliki teman sekamar di RS yang punya penyakit yg
sama. Gadis itu masih sangat muda dan energik. Dia suka membuat komik online,
tentang kisah cintanya dengan dokter Chae yang dingin. Dia menyukai Eun Seok.
Suatu hari dia ingin ke Filipina untuk menemui ibunya, tetapi ayahnya melarang.
Eun Seok pun melarang. Ia marah2, karena ia sangat ingin bertemu ibunya sebelum
mati. Tetapi untungnya, sang ibu datang ke Korea dan mendampinginya. Ibu Hee
Joo bertanya pada Yeon Jae, kenapa dia hanya sendirian? Yeon Jae pun bilang,
kalau dia belum memberitahu ibunya tentang penyakitnya. Ibu Hee Joo pun
menyarankan Yeon Jae untuk segera memberitahu. Memang pada awalnya pasti shock,
tetapi itu lebih baik daripada mengetahuinya ketika sudah tidak ada harapan
hidup lagi.
Hee Joo mengajak dr. Chae untuk menari Tango. Beberapa waktu
yang lalu (pas Yeon Jae masih putus sama Ji Wook), Eun Seok yang juga ikut
kelas Tango, mengajak Yeon Jae untuk jadi partner Tango-nya di acara HUT RS,
dan sukses. Hee Joo dan Eun Seok menari di atas atap RS. Hee Joo memeluknya,
tersenyum dengan berlinang air mata.
Setelah itu, dia berpamitan dengan Yeon
Jae untuk pulang ke rumah. Tetapi malamnya, dia kembali ke RS dengan kondisi
buruk. Eun Seok berlari memeriksanya dan menyuruh segera masuk ruang operasi.
Tetapi Hee Joo memegang tangannya dan tersenyum, hingga matanya tertutup dan
tak kan terbuka lagi. Hee Joo pergi.
Eun Seok begitu shock dan sedih atas kepergian pasiennya. Ia
menangis di lorong. Sementara Yeon Jae baru tahu kematian Hee Joo saat melihat
suster yg menangis. Yeon Jae menghibur Eun Seok. “Yeon Jae, berjanjilah, kau
harus bertahan hidup…” kata Eun Seok. Ternyata sebelum mati, Hee Joo mengupload
komik terakhirnya, tentang dia berhasil nari Tango dengan Eun Seok dan
mengucapkan selamat tinggal. Sepertinya dia sudah punya firasat ttg ajalnya.
Yeon Jae mengajak ibu jalan2 dan duduk di tepi sungai Han.
Di situlah, Yeon Jae akhirnya mengaku ttg penyakitnya. Ibunya tidak menerima
kenyataan itu dan histeris. Tetapi pada akhirnya, dia pun menerimanya dan
mendampingi Yeon Jae. Sebelumnya, Yeon Jae sempat bertemu dengan mantan gurunya
yang ternyata mencintai ibunya. Dulu, waktu masih sekolah, Yeon Jae tidak
menyetujui hubungan itu, sampai menuduh Guru Kim melakukan cabul hingga
dikeluarkan dari sekolah dan membuka toko roti. Tetapi kini Yeon Jae meminta
maaf dan menjodohkannya dengan ibu. Mereka berkencan, tetapi ibu memutuskannya
karena ingin fokus pada Yeon Jae yang sakit. Tetapi setelah dibujuk oleh Yeon
Jae, akhirnya ibunya luluh dan kembali pada guru Kim.
Ji Wook mengajak ibu dan Yeon Jae jalan2 ke Jeju. Mereka
tampak bahagia. Saat Yeon Jae bermain air sendiri, Ji Wook menunjukkan daftar
keinginan Yeon Jae yang difotonya, salah satunya adalah melihat ibu menikah
lagi. Ibu pun menikah dengan guru Kim. Mereka tidak berpesta, hanya foto
bersama saja. Tapi mereka bahagia.

Proposal Yeon Jae tentang rencana liburan di Line Tour,
berhasil masuk rekor dan dapat penghargaan. Tetapi atas nama manajernya. Dan
kini, Yeon Jae memberikan rencana liburan lagi ‘Kencan bersama Ibu’. Ide itu
didapat ketika menghadiri pemakaman ibunya manajer. Saat itu manajer menangis
dan berkata bahwa dia menyesal tidak pernah mengajak ibunya traveling, padahal
dia bekerja di perusahaan traveling. Saat itulah, Yeon Jae pun berjanji akan
mengajak ibunya liburan (sudah kesampaian), dan ia ingin orang2 lain pun
melakukan hal yg sama sebelum menyesal. Manajer menunjukkan proposal itu, tapi
kali ini atas nama Yeon Jae.
Ji Wook pun mempekerjakan Yeon Jae lagi di perusahaan, walau awalnya ayahnya
menolak. Dia sudah minta ijin dari Eun Seok, kalau pekerjaan itu tidak akan
membahayakan Yeon Jae. Yeon Jae bekerja selama beberapa hari sampai program itu
launching, dan akhirnya berjalan dengan baik. Saat makan malam bersama, Yeon
Jae merasa tidak enak badan. Dia pura2 ke toilet, tetapi dia keluar dari
restoran. Ji Wook yang tahu, kenapa Yeon Jae pucat pasi begitu, segera
menyusulnya. Benar saja, Yeon Jae demam tinggi dan pingsan. Ia segera di bawa
ke RS. Sementara itu manajer mengeluh, kenapa tidak menunggu habis makan malam
saja baru ngedate? Ia menyuruh untuk menelpon mereka berdua, tapi Hye Won
melarang, dan akhirnya mengatakan yang sebenarnya.
Kondisi Yeon Jae memburuk. Pengobatannya tidak berjalan
dengan baik. Ada dua pilihan. Pertama, menghentikan pengobatan. Kondisi Yeon
Jae akan stabil, tapi dia tidak akan bisa bertahan hidup lebih lama. Kedua,
mengulangi pengobatan, dengan resiko demam tinggi yang akan terus datang
seperti ini, jika kondisinya tidak kuat, dia bisa drop dan ‘pergi’ lebih cepat,
tapi kesempatan hidupnya lebih tinggi. Ibu tidak bisa memutuskan, menyerahkan
semua keputusan pada Yeon Jae dan Ji Wook.
Se Kyung mendatangi ayah Ji Wook. Dia akan meeting dengan Ji
Wook, tapi Ji Wooknya tidak ada di tempat. Ayah Ji Wook pun bilang kalau Ji
Wook di RS menemani Yeon Jae. Se Kyung menjenguk Yeon Jae. Dia mengusir Ji Wook
dan berdua saja dengan Yeon Jae. Dia meminta maaf atas semua kata2 kasarnya,
juga menuduh Yeon Jae mencuri. Sebelum Se Kyung pergi, Yeon Jae berkata “Im Se
Kyung, kau menyukai Ji Wook kan? Menyerahlah. Karena selama aku masih hidup,
dia tidak akan pernah berpaling dariku.” Mereka tertawa bersama, dan menganggap
kata2 itu adalah lelucon. Tetapi setelah di luar, Se Kyung menangis, karena
benar, dia tidak akan pernah mendapatkan hati Ji Wook, bahkan setelah Yeon Jae
mati.
Ji Wook melihat daftar keinginan Yeon Jae, salah satunya
adalah ‘berciuman dengan orang yang kucintai di tengah hujan salju pada hari
natal’. Hari natal masih lama, tetapi Ji Wook membawa Yeon Jae keluar RS dan
entah bagaimana caranya, salju pun turun dan mereka berciuman. “Jangan salah
paham. Aku melakukan ini, karena takut kalau pada hari natal nanti tidak turun
salju.”
Saat kembali ke kamar, ayah Ji Wook ternyata datang.
Tampaknya dia sudah luluh dan memberi restu.
Ji Wook berbaring di sebelah Yeon Jae, memeluknya. “Ada dua
pilihan. Aku akan memilih yang terbaik, yang membuatmu hidup lebih lama. Boleh
kan?” Yeon Jae menyetujuinya. Mereka tidur berpelukan, dan dalam mimpi Yeon
Jae, mereka berjalan menuju altar dengan pakaian pengantin dan sangat bahagia.
“Ini mimpi kan? Kalau begitu, aku ingin tidur lebih lama…”

Yeon Jae mengirimkan hadiah kepada semua orang. Ibu dan guru
Kim dapat baju couple yg lucu. Hye Won mendapat baju untuk bayinya. 2 rekan
kerja ceweknya dapat baju dan bando. Rekan kerja yang juga adl guru Tango itu
mendapat wig. Teman2 Tango dapat sepatu mahal. Manajernya mendapat permen yang baik untuk hypertensi. Kakek
pemilik kontrakan mendapat boneka anjing, pengganti anjingnya yang dibawa lari
oleh Yeon Jae dulu karena hampir dimakan oleh si kakek. Se Kyung mendapatkan
cincin milik Pianis. Ayah Ji Wook mendapatkan pin dasi. Selain hadiah, ada
notes-notes singkat yang ditulis oleh Yeon Jae.
Ji Wook melihat-lihat buku catatan Yeon Jae dan menggambar
emo di tulisan ‘pada akhirnya, aku ingin menutup mata di atas lengan orang yang
kucintai.” Ji Wook keluar dari vilanya, menghampiri Yeon Jae yang sedang
menanam. Mereka mengunjungi ortu Yeon Jae. Ternyata pengobatan Yeon Jae
berjalan lancar dan berhasil. Dia bertahan hidup beberapa bulan lebih lama dari
yang divoniskan. Tetapi mereka masih belum tahu, berapa lama lagi dia akan
bertahan. “Keajaiban tidak sering terjadi, tetapi semoga akan datang keajaiban
lagi…”
Yeon Jae duduk di tepi danau, melihat2 bukunya. Di bawah emo yg digambar Ji Wook, ada tulisan
‘Kau sudah melakukannya setiap hari, karena kau selalu tertidur di lenganku
tiap malam.’
Yeon Jae membuka halaman baru dan menulis harapan baru. Ji
Wook datang bergabung.
JI Wook : Jika kau tidak sakit, apa kau berpikir akan lebih
bahagia?
Yeon Jae: Jika aku tidak sakit, aku akan hidup sebagai Lee
Yeon Jae yang pemalu. Aku tidak akan mampu mengejarmu. Aku tidak akan terpikir
untuk menikahkan ibuku lagi dan aku tidak akan bepergian. Berjuang melewati hari-hariku. Ya mungkin seperti itu. Hanya memimpikan kebahagiaan. Tapi... aku benar-benar bahagia sekarang...
End
Daftar Keinginan Lee Yeon Jae:
1. Membuat ibuku tersenyum sekali sehari
2. Balas dendam pada mereka yang melecehkanku.
3. Belajar Tango
4. Apapun yang kuinginkan, makan dan pakai, aku tidak akan
menahannya.
5. Mencoba gaun pengantin.
6. Kencan dengan Junsu!
7. Bersepeda di sepanjang pantai.
8. Menjadi seperti tokoh utama wanita dalam film untuk
sehari.
9. Menemukan cinta pertamaku.
10. Menyanyikan lagu cinta dengan orang yang kucintai.
11. Mendapat lamaran yang diimpikan semua wanita di dunia
ini.
12. Berpartisipasi/ kerja sosial kapanpun aku bisa.
13. Membuat Ibuku menikah lagi.
14. Mendapat maaf dari S (Sonsaeng-nim/Guru)
15. Menjadi orang yang berarti untuk seseorang.
16. Meninggalkan jejak dari kehidupanku.
17. Meninggalkan kenangan yang mengesankan di depan orang2
yang kukenal.
18. Dicium sambil menikmati Natal Putih.
19. Melakukan apapun dengan orang yang kucintai.
Inti ceritanya memang biasa2 aja, cenderung membosankan.
Tema tentang pemeran utama yang sakit parah (terutama kanker), sudah biasa.
Tema tentang cinta beda status, serta perjodohan antar konglomerat, juga sudah
banyak. jadi, apa yang bikin drama ini special sampai bisa bikin air mataku
menetes-netes? Padahal selama ini belum pernah ada drama Korea yang bikin aku
mewek sampai termehek-mehek seperti ini. Bahkan melodrama tersedih sekalipun.

Ternyata, letak ‘special effectnya’ itu ada pada akting Kim
Sun Ah. Aktingnya sangat memukau. Sedihnya, frustrasinya, terharunya… sulit
dijelaskan dengan kata-kata, tonton sendiri saja :D . Selain itu, akting gadis
yang berperan sebagai Hee Joo, juga bagus. Dia tampak ceria dan selalu
tersenyum, tetapi ada kesedihan di dalamnya, sebagai penderita kanker yang
berada di ujung kematian. Saat dia nari tango sama Eun Seok, di situ aku
nangis. Saat dia pamitan sama Yeon Jae, aku juga nangis. Apalagi pas dia mati.
Banjir dah… suasana dan musiknya juga pas, jleb di hati.
Endingnya bahagia, tapi penuh haru. Berbeda dari drama ttg
penyakit parah lainnya, yg endingnya, si tokoh mati (atau nggantung seperti
TWTWB). Di sini Yeon Jae hidup, walau masih belum tahu nasibnya bagaimana lagi
selanjutnya. Mungkin karena jaman dulu, kanker belum ditemukan obatnya, maka
penderita kanker sudah pasti mati. Dan karena jaman sekarang teknologi semakin
maju, banyak kanker yang bisa disembuhkan, maka ending dalam drama dg tema ini
pun berbeda, yaitu hidup, hehehe…
Dan... tentu saja daya tarik utama drama ini adalah Junsu JYJ yang muncul pada episode 5 hehehe...
Drama ini tidak bisa dibilang bagus banget, karena nggak
pernah bikin penasaran di setiap ending episodenya. Tetapi tidak bisa juga
dibilang jelek banget.
(Tango Team)