Quotes

"Write is my World"
Tampilkan postingan dengan label Scent Of Woman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Scent Of Woman. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Oktober 2013

Scent of Woman: Synopsis

Lee Yeon Jae adalah seorang karyawan di Line Tour, perusahaan tour and travel yg terkenal di Korsel. Dia sudah bekerja selama 10 tahun sebagai staf rendah yang selalu dibully oleh rekan kerja dan manajernya. Suatu hari dia disuruh mencari mobil sewaan untuk memandu seorang pianis dari Amerika, tapi masih orang Korea. Saat itu, dia melihat sebuah mobil sport merah yg dikendarai oleh seorang pria tampan. Tetapi taksi yang ditumpanginya menabrak, hingga dia pun ke RS untuk memeriksa bila ada luka dalam. Ternyata bukannya luka yang ditemukan, malah sebuah tumor di dalam kandung kemihnya. Dan dokter yang akan menanganinya adalah teman waktu SD, yang dulu pernah dibully karena boker di celana.
 
Yeon Jae harus menjalani pemeriksaan pada hari kerja. Ia meminta cuti tetapi tidak diberikan. Akhirnya dia pun sukarela menjadi pemandu untuk pianis itu, asal diberikan cuti satu hari saja. Seharusnya dia menyediakan makan siang yang halal (tanpa daging babi), karena pianis itu seorang Muslim. Tetapi restoran halal, dengan ayam yang digorok dengan halal, ternyata ditutup karena terjadi kriminalitas semalam sebelumnya. Akhirnya dia mencari restoran lain untuk memasakkan ayam halal itu. Tetapi ternyata pemilik restoran itu menyediakan daging babi. Marahlah si pianis itu. Belum lagi, pianis itu kehilangan cincin keberuntungannya yg mahal, dan menuduh Yeon Jae yang mencurinya.

Yeon Jae dimarahi habis-habisan, hingga habis kesabarannya. Dia melempar surat pengunduran dirinya ke wajah manajernya. Waktu mau keluar dari kantor, dia bertemu Im Se Kyung, anak pemilik perusahaan EO yang mengundang pianis itu. Dia mengalami rugi besar karena acara pianis itu gagal terlaksana, gara-gara Yeon Jae. Tapi Yeon Jae sudah bukan gadis penakut lagi. Dia balas marah, bahkan menampar Se Kyung. Kini Yeon Jae tidak sama lagi.
 
Yeon Jae memutuskan untuk berlibur sendiri ke Okinawa, dengan penerbangan kelas satu, kamar hotel paling mahal, pelayanan ekstra, makanan enak. Dan saat dia berjemur di tepi kolam renang, dia bertemu pria tampan yang mengendarai mobil sport merah itu, yang ternyata adalah anak pemilik Line Tour, Kang Ji Wook. Dia sedang survey untuk paket liburan perusahaannya. Dia membutuhkan penerjemah sekaligus pemandu. Ternyata Yeon Jae terus mengikutinya diam2. Ketika hampir ketahuan, Yeon Jae lari ke atas kapal, tapi malah ketemu. Ji Wook salah mengira, kalau Yeon Jae adalah pemandu itu. Padahal pemandunya yang berdandan super menor itu baru datang ketika kapalnya berangkat.
 
Yeon Jae membawa Ji Wook jalan-jalan dan sangat menyenangkan. Tetapi setelah pulang, barulah ketahuan kalau Yeon Jae bukanlah pemandu. Yeon Jae minta maaf, tapi bukan salahnya sepenuhnya juga. Karena awalnya Ji Wook langsung bertanya, “Miss Lee?” namanya kan juga Lee. Dia pun memberi beberapa nasehat jika Ji Wook mau membuat paket liburan. Dan Ji Wook terkesan. Besoknya, Ji Wook tidak mau diantar oleh pemandu aslinya, tetapi malah jalan2 dengan Yeon Jae. Sepulangnya, acara bahagia mereka dikacaukan oleh kedatangan Im Se Kyung yg tiba2 dan memarah-marahi Yeon Jae. Ia menuduh Yeon Jae mau balas dendam padanya dengan menggaet calon suaminya. Ji Wook kaget, karena ternyata Yeon Jae mengenalnya. Ia pun merasa kecewa.

 
Kembali ke Korea. Yeon Jae memotong rambutnya dan membuat daftar2 keinginan sebelum mati. Salah satunya adalah bertemu dengan Junsu JYJ. Kebetulan ada acara, di mana para fans bisa mengirim surat dan Junsu akan memilih salah satunya untuk diajak makan malam bareng. Dia pun mengirim beberapa surat dengan berbagai alasan dan nama yg berbeda. Salah satu Suratnya pun terpilih untuk menghadiri konser Junsu, setelah itu baru pemilihan untuk dinner. Tetapi dia harus mengajak Eun Seok, karena surat itu atas nama Eun Seok. Mereka pun datang ke konser bersama. Di situ, juga ada Ji Wook selaku penyelenggara acara. Junsu pun akhirnya membacakan satu surat yg terpilih, atas nama Chae Eun Seok. Inti suratnya, Eun Seok akhirnya bertemu dengan cinta pertama sejak 25 tahun lalu. Gadis itu menderita sakit parah dan ngefans banget sama Junsu. Ia ingin agar gadis itu bisa dinner bareng Junsu. Eun Seok shock dengan isi surat itu, sementara Yeon Jae menahan malu. Tetapi akhirnya Yeon Jae pun bisa dinner bareng Junsu seperti yang diinginkannya.
 
Perseteruan Yeon Jae-Se Kyung belum berakhir. Se Kyung melayangkan surat gugatan atas kerugiannya karena Yeon Jae mencuri cincin pianis. Tetapi akhirnya, dengan bantuan Ji Wook, semua teratasi. Ternyata cincin itu tidak hilang, melainkan terselip oleh kesalahan si pianis itu sendiri. Tapi pianis itu malu untuk mengakuinya. Ji Wook sampai menyusulnya ke Aussie untuk menjemput pianis itu dan menjelaskan semuanya. Ia pun minta maaf pada Yeon Jae. Cincin itu dia berikan untuk Yeon Jae, lewat perantara Ji Wook.
 
Sementara itu, Ji Wook tidak bisa melupakan gadis menyenangkan yang sudah membohonginya itu. Ia mengikuti Yeon Jae, bahkan ikut di les tari Tango yang diikuti Yeon Jae. Ternyata guru les Tango itu adalah salah satu staf Line Tour juga, mantan rekan kerja Yeon Jae. Singkat cerita, Ji Wook menyadari bahwa dia mencintai Yeon Jae. Dia memutuskan pertunangannya dengan Se Kyung dan berpacaran dengan Yeon Jae, walau banyak aral melintang dan halangan menghadang.
 
Yeon Jae sangat bahagia, bisa berpacaran dengan Ji Wook yang dicintainya. Tetapi suatu hari dia sadar, hidupnya tidak akan lama. Jika dia mati, bagaimana dengan yang ditinggalkannya? Ji Wook pasti akan hancur. Sementara itu Ji Wook menemukan buku catatan Yeon Jae, apa2 saja yg diinginkannya. Salah satunya ‘menikmati kehidupan seperti wanita pemeran utama dalam film’. Setelah survey dengan anak buahnya, dia pun mengajak Yeon Jae jalan. Pura2 menjatuhkan es krim di baju Yeon Jae hingga dibelikan baju baru, pura2 menyenggol kedai bunga hingga dibelikan bunga sebuket, lalu duduk bersama di tepi sungai Han sambil melihat kembang api dengan backsound "You Are So Beautiful - Junsu" yang mereka dengar pakai earphone. Ji Wook mencium Yeon Jae. Air mata Yeon Jae bergulir. Saat itulah, Yeon Jae malah ingin putus dengan Ji Wook. Hancurlah hatinya Ji Wook.
 
Diam-diam Ji Wook mengikuti sahabat Yeon Jae, Hye Won. Ternyata dia pergi ke RS, di bilik khusus kanker. Perlahan Ji Wook menghampiri pintu kamar yang dimasuki …, ada tulisan nama ‘Lee Yeon Jae’. Eun Seok pun datang dan mengatakan yg sebenarnya. Tetapi untuk lebih jelasnya, Ji Wook harus tanya sendiri pada Yeon Jae. Ia menemui Yeon Jae yang duduk2 di taman RS. Ia marah, karena Yeon Jae sudah tahu tentang penyakit itu sebelum bertemu dengannya, tetapi malah tetap mengejarnya, hingga menjeratnya begitu dalam. Mereka pun putus beneran. Tetapi ternyata Ji Wook benar2 terjerat dalam cinta yang begitu dalam, hingga tidak bisa hidup tanpa Yeon Jae. Begitu pula dengan Yeon Jae. Akhirnya, mereka pun jadian lagi, walaupun ayah Ji Wook melarang keras, apalagi setelah tahu kalau Yeon Jae akan mati sebentar lagi. 
 
Yeon Jae memiliki teman sekamar di RS yang punya penyakit yg sama. Gadis itu masih sangat muda dan energik. Dia suka membuat komik online, tentang kisah cintanya dengan dokter Chae yang dingin. Dia menyukai Eun Seok. Suatu hari dia ingin ke Filipina untuk menemui ibunya, tetapi ayahnya melarang. Eun Seok pun melarang. Ia marah2, karena ia sangat ingin bertemu ibunya sebelum mati. Tetapi untungnya, sang ibu datang ke Korea dan mendampinginya. Ibu Hee Joo bertanya pada Yeon Jae, kenapa dia hanya sendirian? Yeon Jae pun bilang, kalau dia belum memberitahu ibunya tentang penyakitnya. Ibu Hee Joo pun menyarankan Yeon Jae untuk segera memberitahu. Memang pada awalnya pasti shock, tetapi itu lebih baik daripada mengetahuinya ketika sudah tidak ada harapan hidup lagi.
 
Hee Joo mengajak dr. Chae untuk menari Tango. Beberapa waktu yang lalu (pas Yeon Jae masih putus sama Ji Wook), Eun Seok yang juga ikut kelas Tango, mengajak Yeon Jae untuk jadi partner Tango-nya di acara HUT RS, dan sukses. Hee Joo dan Eun Seok menari di atas atap RS. Hee Joo memeluknya, tersenyum dengan berlinang air mata. 
Setelah itu, dia berpamitan dengan Yeon Jae untuk pulang ke rumah. Tetapi malamnya, dia kembali ke RS dengan kondisi buruk. Eun Seok berlari memeriksanya dan menyuruh segera masuk ruang operasi. Tetapi Hee Joo memegang tangannya dan tersenyum, hingga matanya tertutup dan tak kan terbuka lagi. Hee Joo pergi.
 
Eun Seok begitu shock dan sedih atas kepergian pasiennya. Ia menangis di lorong. Sementara Yeon Jae baru tahu kematian Hee Joo saat melihat suster yg menangis. Yeon Jae menghibur Eun Seok. “Yeon Jae, berjanjilah, kau harus bertahan hidup…” kata Eun Seok. Ternyata sebelum mati, Hee Joo mengupload komik terakhirnya, tentang dia berhasil nari Tango dengan Eun Seok dan mengucapkan selamat tinggal. Sepertinya dia sudah punya firasat ttg ajalnya.
 
Yeon Jae mengajak ibu jalan2 dan duduk di tepi sungai Han. Di situlah, Yeon Jae akhirnya mengaku ttg penyakitnya. Ibunya tidak menerima kenyataan itu dan histeris. Tetapi pada akhirnya, dia pun menerimanya dan mendampingi Yeon Jae. Sebelumnya, Yeon Jae sempat bertemu dengan mantan gurunya yang ternyata mencintai ibunya. Dulu, waktu masih sekolah, Yeon Jae tidak menyetujui hubungan itu, sampai menuduh Guru Kim melakukan cabul hingga dikeluarkan dari sekolah dan membuka toko roti. Tetapi kini Yeon Jae meminta maaf dan menjodohkannya dengan ibu. Mereka berkencan, tetapi ibu memutuskannya karena ingin fokus pada Yeon Jae yang sakit. Tetapi setelah dibujuk oleh Yeon Jae, akhirnya ibunya luluh dan kembali pada guru Kim.
 
Ji Wook mengajak ibu dan Yeon Jae jalan2 ke Jeju. Mereka tampak bahagia. Saat Yeon Jae bermain air sendiri, Ji Wook menunjukkan daftar keinginan Yeon Jae yang difotonya, salah satunya adalah melihat ibu menikah lagi. Ibu pun menikah dengan guru Kim. Mereka tidak berpesta, hanya foto bersama saja. Tapi mereka bahagia.
 
Proposal Yeon Jae tentang rencana liburan di Line Tour, berhasil masuk rekor dan dapat penghargaan. Tetapi atas nama manajernya. Dan kini, Yeon Jae memberikan rencana liburan lagi ‘Kencan bersama Ibu’. Ide itu didapat ketika menghadiri pemakaman ibunya manajer. Saat itu manajer menangis dan berkata bahwa dia menyesal tidak pernah mengajak ibunya traveling, padahal dia bekerja di perusahaan traveling. Saat itulah, Yeon Jae pun berjanji akan mengajak ibunya liburan (sudah kesampaian), dan ia ingin orang2 lain pun melakukan hal yg sama sebelum menyesal. Manajer menunjukkan proposal itu, tapi kali ini atas nama Yeon Jae.
 
Ji Wook pun mempekerjakan Yeon  Jae lagi di perusahaan, walau awalnya ayahnya menolak. Dia sudah minta ijin dari Eun Seok, kalau pekerjaan itu tidak akan membahayakan Yeon Jae. Yeon Jae bekerja selama beberapa hari sampai program itu launching, dan akhirnya berjalan dengan baik. Saat makan malam bersama, Yeon Jae merasa tidak enak badan. Dia pura2 ke toilet, tetapi dia keluar dari restoran. Ji Wook yang tahu, kenapa Yeon Jae pucat pasi begitu, segera menyusulnya. Benar saja, Yeon Jae demam tinggi dan pingsan. Ia segera di bawa ke RS. Sementara itu manajer mengeluh, kenapa tidak menunggu habis makan malam saja baru ngedate? Ia menyuruh untuk menelpon mereka berdua, tapi Hye Won melarang, dan akhirnya mengatakan yang sebenarnya.
 
Kondisi Yeon Jae memburuk. Pengobatannya tidak berjalan dengan baik. Ada dua pilihan. Pertama, menghentikan pengobatan. Kondisi Yeon Jae akan stabil, tapi dia tidak akan bisa bertahan hidup lebih lama. Kedua, mengulangi pengobatan, dengan resiko demam tinggi yang akan terus datang seperti ini, jika kondisinya tidak kuat, dia bisa drop dan ‘pergi’ lebih cepat, tapi kesempatan hidupnya lebih tinggi. Ibu tidak bisa memutuskan, menyerahkan semua keputusan pada Yeon Jae dan Ji Wook.
 
Se Kyung mendatangi ayah Ji Wook. Dia akan meeting dengan Ji Wook, tapi Ji Wooknya tidak ada di tempat. Ayah Ji Wook pun bilang kalau Ji Wook di RS menemani Yeon Jae. Se Kyung menjenguk Yeon Jae. Dia mengusir Ji Wook dan berdua saja dengan Yeon Jae. Dia meminta maaf atas semua kata2 kasarnya, juga menuduh Yeon Jae mencuri. Sebelum Se Kyung pergi, Yeon Jae berkata “Im Se Kyung, kau menyukai Ji Wook kan? Menyerahlah. Karena selama aku masih hidup, dia tidak akan pernah berpaling dariku.” Mereka tertawa bersama, dan menganggap kata2 itu adalah lelucon. Tetapi setelah di luar, Se Kyung menangis, karena benar, dia tidak akan pernah mendapatkan hati Ji Wook, bahkan setelah Yeon Jae mati.
 
Ji Wook melihat daftar keinginan Yeon Jae, salah satunya adalah ‘berciuman dengan orang yang kucintai di tengah hujan salju pada hari natal’. Hari natal masih lama, tetapi Ji Wook membawa Yeon Jae keluar RS dan entah bagaimana caranya, salju pun turun dan mereka berciuman. “Jangan salah paham. Aku melakukan ini, karena takut kalau pada hari natal nanti tidak turun salju.”
Saat kembali ke kamar, ayah Ji Wook ternyata datang. Tampaknya dia sudah luluh dan memberi restu.
Ji Wook berbaring di sebelah Yeon Jae, memeluknya. “Ada dua pilihan. Aku akan memilih yang terbaik, yang membuatmu hidup lebih lama. Boleh kan?” Yeon Jae menyetujuinya. Mereka tidur berpelukan, dan dalam mimpi Yeon Jae, mereka berjalan menuju altar dengan pakaian pengantin dan sangat bahagia. “Ini mimpi kan? Kalau begitu, aku ingin tidur lebih lama…”
 
Yeon Jae mengirimkan hadiah kepada semua orang. Ibu dan guru Kim dapat baju couple yg lucu. Hye Won mendapat baju untuk bayinya. 2 rekan kerja ceweknya dapat baju dan bando. Rekan kerja yang juga adl guru Tango itu mendapat wig. Teman2 Tango dapat sepatu mahal. Manajernya mendapat permen yang baik untuk hypertensi. Kakek pemilik kontrakan mendapat boneka anjing, pengganti anjingnya yang dibawa lari oleh Yeon Jae dulu karena hampir dimakan oleh si kakek. Se Kyung mendapatkan cincin milik Pianis. Ayah Ji Wook mendapatkan pin dasi. Selain hadiah, ada notes-notes singkat yang ditulis oleh Yeon Jae.
 
Ji Wook melihat-lihat buku catatan Yeon Jae dan menggambar emo di tulisan ‘pada akhirnya, aku ingin menutup mata di atas lengan orang yang kucintai.” Ji Wook keluar dari vilanya, menghampiri Yeon Jae yang sedang menanam. Mereka mengunjungi ortu Yeon Jae. Ternyata pengobatan Yeon Jae berjalan lancar dan berhasil. Dia bertahan hidup beberapa bulan lebih lama dari yang divoniskan. Tetapi mereka masih belum tahu, berapa lama lagi dia akan bertahan. “Keajaiban tidak sering terjadi, tetapi semoga akan datang keajaiban lagi…”
 
Yeon Jae duduk di tepi danau, melihat2 bukunya.  Di bawah emo yg digambar Ji Wook, ada tulisan ‘Kau sudah melakukannya setiap hari, karena kau selalu tertidur di lenganku tiap malam.’
Yeon Jae membuka halaman baru dan menulis harapan baru. Ji Wook datang bergabung.
JI Wook : Jika kau tidak sakit, apa kau berpikir akan lebih bahagia?
Yeon Jae: Jika aku tidak sakit, aku akan hidup sebagai Lee Yeon Jae yang pemalu. Aku tidak akan mampu mengejarmu. Aku tidak akan terpikir untuk menikahkan ibuku lagi dan aku tidak akan bepergian. Berjuang melewati hari-hariku. Ya mungkin seperti itu. Hanya memimpikan kebahagiaan. Tapi... aku benar-benar bahagia sekarang...
End

Daftar Keinginan Lee Yeon Jae:
1. Membuat ibuku tersenyum sekali sehari
2. Balas dendam pada mereka yang melecehkanku.
3. Belajar Tango
4. Apapun yang kuinginkan, makan dan pakai, aku tidak akan menahannya.
5. Mencoba gaun pengantin.
6. Kencan dengan Junsu!
7. Bersepeda di sepanjang pantai.
8. Menjadi seperti tokoh utama wanita dalam film untuk sehari.
9. Menemukan cinta pertamaku.
10. Menyanyikan lagu cinta dengan orang yang kucintai.
11. Mendapat lamaran yang diimpikan semua wanita di dunia ini.
12. Berpartisipasi/ kerja sosial kapanpun aku bisa.
13. Membuat Ibuku menikah lagi.
14. Mendapat maaf dari S (Sonsaeng-nim/Guru)
15. Menjadi orang yang berarti untuk seseorang.
16. Meninggalkan jejak dari kehidupanku.
17. Meninggalkan kenangan yang mengesankan di depan orang2 yang kukenal.
18. Dicium sambil menikmati Natal Putih.
19. Melakukan apapun dengan orang yang kucintai.
20. Dan terakhir, menutup mata di lengan orang yang kucintai...

Notes:
Inti ceritanya memang biasa2 aja, cenderung membosankan. Tema tentang pemeran utama yang sakit parah (terutama kanker), sudah biasa. Tema tentang cinta beda status, serta perjodohan antar konglomerat, juga sudah banyak. jadi, apa yang bikin drama ini special sampai bisa bikin air mataku menetes-netes? Padahal selama ini belum pernah ada drama Korea yang bikin aku mewek sampai termehek-mehek seperti ini. Bahkan melodrama tersedih sekalipun.
 
Ternyata, letak ‘special effectnya’ itu ada pada akting Kim Sun Ah. Aktingnya sangat memukau. Sedihnya, frustrasinya, terharunya… sulit dijelaskan dengan kata-kata, tonton sendiri saja :D . Selain itu, akting gadis yang berperan sebagai Hee Joo, juga bagus. Dia tampak ceria dan selalu tersenyum, tetapi ada kesedihan di dalamnya, sebagai penderita kanker yang berada di ujung kematian. Saat dia nari tango sama Eun Seok, di situ aku nangis. Saat dia pamitan sama Yeon Jae, aku juga nangis. Apalagi pas dia mati. Banjir dah… suasana dan musiknya juga pas, jleb di hati.
 
Endingnya bahagia, tapi penuh haru. Berbeda dari drama ttg penyakit parah lainnya, yg endingnya, si tokoh mati (atau nggantung seperti TWTWB). Di sini Yeon Jae hidup, walau masih belum tahu nasibnya bagaimana lagi selanjutnya. Mungkin karena jaman dulu, kanker belum ditemukan obatnya, maka penderita kanker sudah pasti mati. Dan karena jaman sekarang teknologi semakin maju, banyak kanker yang bisa disembuhkan, maka ending dalam drama dg tema ini pun berbeda, yaitu hidup, hehehe…
 
Dan... tentu saja daya tarik utama drama ini adalah Junsu JYJ yang muncul pada episode 5 hehehe...
Drama ini tidak bisa dibilang bagus banget, karena nggak pernah bikin penasaran di setiap ending episodenya. Tetapi tidak bisa juga dibilang jelek banget. 
(Tango Team)