Quotes

"Write is my World"

Kamis, 31 Juli 2014

Gu Family Book Episode 3-4

Seo Hwa memberikan bayinya kepada So Jung untuk diberikan kepada orang lain, agar merawat bayi itu sebagai manusia. Seo Hwa mendatangi Jo yang sedang ngobrol dengan orang jepang. Dia menghunus pisau mengenai wajah Jo. Lalu pengawal membunuh Seo Hwa. 

Sementara itu bayinya diasuh oleh bangsawan Park. Seperti yang dikatakan oleh So Jung, bayi itu membawa keberuntungan. Dia berhasil mendirikan penginapan yang sangat ramai dan jadi semakin kaya. Dia memiliki dua anak yang tampan dan cantik, serta pintar. Namun dia tidak sombong dan arogan.
 
Kang Chi tumbuh menjadi anak yang kurang mampu mengontrol emosi. Dia sering menimbulkan keributan, meskipun bukan sepenuhnya salahnya. Dia melawan preman untuk kebaikan, tetapi preman itu malah bikin keributan di penginapan, sampai mengganggu pertemuan besan yang akan melamar putri bangsawan, Chung Jo. Belum lagi gara2 itu, ayah angkatnya pun akhirnya mengeluarkan uang banyak agar preman itu pergi.
 
Istri Park tidak menyukai Kang Chi, selain karena Kang Chi tidak diketahui asal usul yang jelas, juga karena Kang Chi punya keanehan yang bikin dia takut. Waktu bayi, pembantu mereka tak sengaja membuat kepala Kang Chi berdarah. Saat tn. Park menggendongnya, tak sengaja gelang penghalau aura jahat dari So Jung terlepas. Tiba2 lukanya sembuh. Lalu ny. Park yang saat itu sedang hamil ketakutan dan mau melahirkan Tae Soo. Dia nyaris mati, kalau suaminya tidak ingat tentang gelang itu. setelah gelangnya dipasang lagi, Tae Soo lahir dengan selamat, usaha dagangnya pun sukses. Tapi ny. Park tetap tidak menyukai Kang Chi, apalagi setelah melihat Kang Chi dan putrinya seperti saling mencintai.
 
Sementara itu, Yeo Wool dan Gon, duo penangkap siluman sedang di gerai ramalan. Yeo Wool lagi galau jodoh, tapi ramalannya menyatakan dia nggak bakal dapat jodoh. So Jung muncul dan bilang kalau Yeo Wool punya jodoh, tetapi disarankan Yeo Wool menjauhi takdir itu sebisa mungkin, karena bahaya.
 
Ny. Park berusaha mengusir Kang Chi dari rumah. Ketika suaminya sedang pergi, itu kesempatannya. Kang Chi dibohongi, dibilang Chung Jo mau ketemu, padahal ny. Park yang disana dan Kang Chi diikat. Ny. Park menyuruh pengawal memukulinya dan mengusirnya jauh dari penginapan. Kepala pengawal itu baik dengan Kang Chi, merasa tidak enak, tapi tak bisa melawan perintah nyonya. 
Tapi Kang Chi melawan dan kabur. Di hutan, Kang Chi ditolong oleh Yeo Wool dan Gon. Saat itu rambut Yeo Wool terurai dan Kang Chi melihatnya sebagai Chung Jo. “Aku akan melindungimu,” kata Kang Chi sebelum pingsan di bahu Yeo Wool yang langsung berdebar. Kunang2 biru pun melingkupi mereka.
 
Jo Gwan Woong datang ke penginapan, minta kamar yang banyak, tapi lagi penuh. Dia tidak peduli, pokoknya dia dan anak buahnya harus menginap. Tamunya diusir saja, apalagi banyak tamu dari kasta rendah. 
Di saat genting seperti ini, Kang Chi malah tidak ada di tempat. Dia pingsan dan ditunggui oleh Yeo Wool. Gon mau membangunkannya dengan cara unik, yaitu ditusuk pakai pedang. Kang Chi tiba2 bangun dan menghindar secara refleks. Mereka menganggap kalau Kang Chi itu mungkin mencuri sesuatu dari penginapan, makanya dikejar2, atau punya masalah wanita. Kang Chi pun terdiam saat dibilang begitu. Mereka pun mengikatnya. Lalu pembantu datang dan menyuruh Kang Chi pulang karena ada masalah.
 
Tae Soo tetap tidak mau memberikan kamar, apalagi mengusir tamu, meskipun yang datang adalah Raja. Jo pun menggunakan kata2 ‘Raja’ itu untuk mengintimidasi Tae Soo. Ibu datang dan memohon ampun. Chung Jo pun muncul dan Jo langsung tersepona. Dia melihat Chung Jo seperti Seo Hwa. Dasar tua bangke hidung belang mata keranjang! Untungnya Kang Chi datang. Dia sempat bertarung sebentar dengan pengawal, hingga pegawai pemerintah datang minta maaf dan akan disediakan kamar di headquarter. Salah satu pengawal pribadi Jo melihat gelang Kang Chi yang bersinar dan dia penasaran.
 
Tn. Park marah karena pengawal penginapan menghilang semua, tidak ada yang berjaga. Padahal pengawal itu yang disuruh ny. Park menyingkirkan Kang Chi. Kang Chi pun memohon ampun, karena ini semua gara2 dia yang salah. Dia mengaku mabuk, bikin masalah, dan kesasar. Kang Chi berusaha menutupi kesalahan ny. Park, yang sampai akhir pun tidak mau mengakui kesalahan dan tetap membenci Kang Chi. Kasihan anak ini.
 
Kang Chi memperhatikan Chung Jo yang akan dibuatkan baju dari sutra untuk pernikahan. Lalu saat berpaling dari sana, Yeo Wool muncul, “Oh, ternyata separah itu ya, mencintai orang dengan status yang jauh berbeda, pantas saja.” Yeo Wool menginap di penginapan itu. Mereka jadi seperti anjing dan kucing, berantem melulu dan saling ejek. Yeo Wool entah bagaimana tahu kelemahan Kang Chi, yaitu laba-laba besar. (heh, siluman gumiho takut ma laba2?)
 
Tn. Park dan Tae Soo menemui Jo yang lagi asyik di gibang. Mereka meminta maaf atas kejadian semalam dan Kang Chi yang tidak sopan. Jo akan memaafkan kalau Kang Chi dihukum 200 pukulan. Tn. Park tentu tidak mau, karena Kang Chi sudah seperti anak sendiri, dan 200 pukulan itu hukuman untuk pembunuh. Jo pun membuat kesepakatan, kalau tidak mau menghukum, maka gantinya adalah memberikan penginapan itu kepada Jo, atau minimal memberikan anak gadis tn. Park. Sebelumnya Tn. Park sudah diperingatkan oleh penakluk siluman Tn. Dam, kalau tidak boleh bernegosiasi dengan tn. Jo, karena dia bisa terus mengeruk hingga ke dasar. Akhirnya tn. Park pun akan mengambil alih hukuman Kang Chi. Tetapi hal itu tidak jadi, karena semua orang mencintai tn. Park. Kalau dia dihukum, semua orang akan mengeroyok Jo. Dia menyuruh pengawalnya membunuh tn. Park dan membuat seolah Kang Chi yang membunuh.
 
Kang Chi mengikuti Yeo Wool dan Gon, tapi kehilangan jejak. Mereka ternyata menemui seseorang yang sedang menyelidiki pembunuhan yang diduga dilakukan oleh Jo. Sebagian besar bangsawan itu dibunuh dan usahanya diambil alih. Tetapi sepertinya ada motif lain juga.
 
Sementara itu Kang Chi bikin ulah lagi. Dia menghajar preman pasar yang dulu bikin ulah di penginapan. Uang2 hasil palak diambil oleh Kang Chi. Yeo Wool, Gon, dan bapak tadi mengira kalau Kang Chi yang memalak, tetapi kemudian Kang Chi menyuruh orang2 yg habis dipalak tadi mengantri dan uang itu dikembalikan.
 
Di antara kumpulan orang2, Yeo Woo melihat So Jung. Dia pun menemuinya dan bertanya, kalau seandainya dia sudah bertemu dengan takdirnya dan tidak bisa menghindar, apa yang akan terjadi? “Salah satu dari kalian akan mati.”
 
Malamnya keluarga Park minum teh bersama dan tampak bahagia. Bagi tn. Park, ini terakhir kali dia menikmati teh bersama putrinya, karena sebentar lagi putrinya menikah (padahal karena sebentar lagi dia mati). Kang Chi melihat dari jauh dan tersenyum. Kepala pengawal mengingatkan, Kang Chi tidak bisa jadi bagian dari mereka, tapi Kang Chi tetap bahagia melihat mereka bahagia.
 
Yeo Wool bermain pedang sendiri dengan perasaan kesal. Sepertinya dia dan Kang Chi dulu pernah ketemu waktu kecil, dan Kang Chi bilang “Aku akan melindungimu.” Kang Chi datang dan menanyakan, apa mereka pernah ketemu? karena Yeo Wool kok bisa tahu dia takut laba2? Kang Chi tidak ingat pernah bertemu Yeo Wool sebelumnya. Yeo Wool pun bilang, kalau Kang Chi tidak ingat, tidak ada artinya. Dan Kang Chi membalas, Kalau dia ingat, apa berarti ada artinya?
 
Tiba-tiba ada senjata ninja terbang, hampir mengenai Kang Chi dan Yeo Wool. Ada ninja lari2 di atas atap dan mereka mengejar sampai ke belakang. Tiba2 ninja itu jadi banyak, seperti hantu. Ternyata itu adalah jurus ilusi. Tapi meski ilusi, kalau kena pedangnya bisa terluka dan mati, jadi mereka harus bertarung dengan puluhan ilusi ninja.
 

Sementara itu tn. Park mendengar suara aneh dan membuka jendela. Tiba2 angin bertiup mematikan lilin. Saat lilin dinyalakan, So Jung datang. tn. Park menduga So Jung datang karena perihal 20 th usia Kang Chi. Namun sebelumnya tn. Park penasaran dengan gelangnya Kang Chi. So Jung pun bertanya, memang apa yang terjadi saat gelang itu lepas? tn. Park mau cerita, tetapi tiba2 merasa aneh. “Siapa kau?” tiba2 So Jung menghunuskan pedang, dan perlahan berubah menjadi seorang ninja.
gambar:

Rabu, 30 Juli 2014

Gu Family Book Episode 1-2

Seo Hwa dan adik beserta pembantunya dibawa ke gibang untuk menjadi gisaeng dan budak. Ayah mereka dihukum karena dituduh sebagai pengkhianat. Tapi Seo Hwa tidak mau jadi gisaeng. Dia pun diikat dipohon dengan setengah telanjang, hanya memakai rok dalam. Tanpa semua orang sadari, seorang pria melihat semua itu.
 
Dia adalah siluman rubah, bernama Gu Wol Ryung. Dia galau, antara menolong atau tidak, karena dia tidak boleh mencampuri urusan manusia, kalau tidak dia bisa tertangkap dan dibunuh. Saat dia memutuskan untuk menolong, So Jung, biksu pengembara temannya yang bisa mengontrol siluman, menghadang.
 
Seo Hwa akhirnya dibawa masuk ke gibang. Setelah diancam dengan menggunakan adiknya yang dipukuli, akhirnya dia mau jadi gisaeng. Dia dimandikan, serta diberi tato. Dia akan dipersiapkan menjadi gisaeng. Untuk menjadi gisaeng sejati, dia harus melepas keperawanannya dulu, dan yang sudah memesannya adalah Jo Gwan Woong, pejabat yang sudah membunuh ayahnya. Saat dia mengetahui hal itu, dia hampir bunuh diri. Lalu pembantunya datang dan bersedia menggantikan, asal nggak ketahuan.
 
Seo Hwa dan adiknya melarikan diri, sedangkan pembantunya diperkosa oleh Jo. Tapi akhirnya Jo tahu kalau dia dibohongi dan segera menyuruh anak buah mencari Seo Hwa. Seo Hwa akhirnya mengajak adiknya berpencar. Adiknya harus selamat. Dan saat Soo Hwa akan ditangkap, Wol Ryung datang menolong. Semua anak buah Jo ketakutan melihat monster, lalu Soo Hwa pingsan di pelukan Wol Ryung.
 
Sayangnya, usaha Seo Hwa menyelamatkan adiknya sia2. Sang adik tertangkap dan disiksa, lalu digantung di muka umum. Pembantunya stress dan bunuh diri. Sementara itu Seo Hwa terbangun di sebuah goa yang indah. Wol Ryung tidak membuka identitas aslinya. Dia merawat dan menjaga Seo Hwa dengan sangat baik, membuat Seo Hwa jadi jatuh cinta. Wol Ryung pun memang sudah cinta dari awal. So Jung sudah melarang, tetapi akhirnya Wol Ryung dan Seo Hwa menikah. Wol Ryung belajar cara menjadi manusia dari sebuah buku, dan berusaha mengikuti semua petunjuknya. Mereka hidup bahagia………… sementara.
 
Jo memanggil seorang penangkap siluman, untuk menangkap gumiho itu, sekalian menangkap Seo Hwa. Saat itu Seo Hwa sedang mencari rumput untuk makan, sedangkan Wol Ryung mencari kayu bakar. Sebelumnya So Jung memberikan sebuah pisau pada Wol Ryung. Cara termudah menjadi manusia adalah, dengan mendapatkan kepercayaan dan cinta sejati dari manusia yang dicintai oleh gumiho. Tetapi Jika Seo Hwa ternyata tidak bisa menerima bahwa suaminya seorang gumiho, maka dia harus menusuk jantung Seo Hwa, kalau tidak dia akan mati.
 
Para pasukan dan penangkap siluman itu pergi ke hutan dan mengejar Seo Hwa. Wol Ryung datang menolong, membuat dedaunan rambat untuk menutupi keberadaan mereka. 
Saat dirasa aman, dedaunan itu menghilang. Tetapi ternyata si penangkap siluman masih di sana dan melihat semuanya. Wol Ryung diikat dengan rantai dan dipukuli, sementara Seo Hwa dibawa pergi. 
Wol Ryung tidak tahan melihat wanitanya dibawa pergi, dia tidak bisa menahan kekuatan monsternya. Dia menghancurkan rantai dan membunuh para pengawal. Dia berubah menjadi monster di depan mata Seo Hwa yang ketakutan. Wol Ryung berteriak dan semua orang tumbang, kecuali Seo Hwa yang masih syok. Wol Ryung mendekat dan Seo Hwa menjerit, lalu pingsan.
 
Seo Hwa dibawa ke gua lagi. Saat sadar, Wol Ryung minta maaf karena telah mengeluarkan sisi monsternya di hadapan Seo Hwa. Lalu Wol Ryung pingsan. Seo Hwa tetap tidak percaya suaminya jadi monster. Dia takut dan kabur, dia malah pergi ke perkemahan penangkap siluman. Dia akhirnya diberitahu tentang kematian adik dan pembantunya. Dia shock, karena kata Wol Ryung dulu, adik dan pembantunya berhasil kabur dan selamat. Jadi selain karena Wol Ryung membohonginya atas jati diri sebenarnya, juga membohongi perihal adik dan pembantunya. Dia pun marah dan membencinya.
 
Seo Hwa datang lagi ke hutan, kali ini bersama pengawal dan penangkap siluman. Dia berusaha meyakinkan Seo Hwa dan mendapatkan kepercayaan serta cinta sejatinya, tetapi Seo Hwa sudah menutup hatinya dengan kemarahan dan ketakutan.  Dia pun teringat kata2 So Jung dan mengeluarkan pisaunya. Dia terbang menghalangi serangan, dan menghampiri Seo Hwa. Tetapi penangkap siluman menusuk perutnya.
 
Dan ini kata-kata terakhir Wol Ryung yang sangat menyedihkan, “Seo Hwa, kenapa kau melakukan ini padaku? Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Kenapa…” Seo Hwa juga menangis. 
Lalu Wol Ryung berubah jadi monster dan menancapkan kuku di bahu Seo Hwa. Penangkap siluman mendorongnya dengan pedang masih tertusuk, lalu dadanya ditebas. Wol Ryung menghilang di udara, menjadi debu bintang.
 
So Jung datang dan menangisi kematian sahabatnya. Padahal Wol Ryung sebenarnya bukanlah gumiho yang jahat. Dia adalah pelindung hutan yang tidak pernah mengganggu orang. Dia menyalahkan Seo Hwa yang membuat Wol Ryung mencintainya, tapi kemudian mengkhianatinya. Padahal tinggal 10 hari lagi Wol Ryung akan menjadi manusia, lalu hidup bahagia bersama Seo Hwa sampai kakek nenek dan mati sebagai manusia.
 
Lalu Seo Hwa muntah2. Dia hamil. Tapi dia takut melahirkan anak monster, jadi dia selalu berusaha bunuh diri, sampai semua orang harus menjaganya ekstra. Sementara itu ternyata Wol Ryung tidak benar2 musnah. Dia tertidur di dalam hutan untuk mengembalikan kekuatan.
 
Saat waktunya melahirkan tiba, Seo Hwa malah kabur dari gibang dan pergi ke goa. Dia melahirkan di sana dan sudah menyiapkan pisau untuk membunuh bayi monster itu. Tetapi ternyata yang lahir adalah bayi manusia. So Jung datang karena mengira Wol Ryung telah kembali, tetapi yang ditemukannya adalah Seo Hwa dengan anaknya Wol Ryung.
 
Di pinggir sungai, beberapa bangsawan sedang bersenang2 dengan gisaeng. Tiba2 mereka mendengar suara bayi. Seperti bayi musa, ada bayi di dalam keranjang, terapung di sungai. Seorang bangsawan mengambil bayi itu. So Jung datang dan mengaku2 bisa melihat masa depan. Dia meramalkan bangsawan itu akan jadi kaya raya, sukses selalu, jika dia mengadopsi anak itu. Lalu anak itu diberi nama Choi Kang Chi. Yang artinya anak yang dibuang ke sungai.
 
 
Notes:
Choi Kang Chi, Manusia setengah siluman rubah. Hampir-hampir mirip sama Inuyasha, manusia setengah siluman anjing. Tapi jelas ceritanya berbeda jauh, jadi bukan adaptasi, apalagi plagiat. Inuyasha tidak menceritakan kisah orang tuanya. Seandainya ada yang bikin fanficnya, mungkin hasilnya kayak Wol Ryung dan Seo Hwa, hehehe…
 
Dan kisah Wol Ryung-Seo Hwa ini memang benar-benar mengenaskan, terutama si Wol Ryung-nya. Bikin mewek T.T Dan memang drama ini berending sedih, meski mereka akan ketemu lagi di masa depan (menggantung).
 Di drama inilah aku mulai tersepona alias terpesona sama Choi Jin Hyuk, tapi pas di tengah2 drama, waktu dia jadi jahat dan mau membunuh anaknya. Tapi keren bo! Sekilas mirip sama Peter Ho. Dan semakin cinta waktu dia di The Heirs, apalagi di Fated To Love You. Aduh!!!
 
Dan di drama ini memang bertebaran cowok-cowok ganteng, juga cewek-cewek cantik (lebih banyak cowoknya sih).
 

 sumber gambar: google dan