
Seo Hwa memberikan bayinya kepada So Jung untuk diberikan
kepada orang lain, agar merawat bayi itu sebagai manusia. Seo Hwa mendatangi Jo
yang sedang ngobrol dengan orang jepang. Dia menghunus pisau mengenai wajah Jo.
Lalu pengawal membunuh Seo Hwa.

Sementara itu bayinya diasuh oleh bangsawan
Park. Seperti yang dikatakan oleh So Jung, bayi itu membawa keberuntungan. Dia
berhasil mendirikan penginapan yang sangat ramai dan jadi semakin kaya. Dia
memiliki dua anak yang tampan dan cantik, serta pintar. Namun dia tidak sombong
dan arogan.


Kang Chi tumbuh menjadi anak yang kurang mampu mengontrol
emosi. Dia sering menimbulkan keributan, meskipun bukan sepenuhnya salahnya.
Dia melawan preman untuk kebaikan, tetapi preman itu malah bikin keributan di
penginapan, sampai mengganggu pertemuan besan yang akan melamar putri
bangsawan, Chung Jo. Belum lagi gara2 itu, ayah angkatnya pun akhirnya
mengeluarkan uang banyak agar preman itu pergi.


Istri Park tidak menyukai Kang Chi, selain karena Kang Chi
tidak diketahui asal usul yang jelas, juga karena Kang Chi punya keanehan yang
bikin dia takut. Waktu bayi, pembantu mereka tak sengaja membuat kepala Kang
Chi berdarah. Saat tn. Park menggendongnya, tak sengaja gelang penghalau aura
jahat dari So Jung terlepas. Tiba2 lukanya sembuh. Lalu ny. Park yang saat itu
sedang hamil ketakutan dan mau melahirkan Tae Soo. Dia nyaris mati, kalau
suaminya tidak ingat tentang gelang itu. setelah gelangnya dipasang lagi, Tae
Soo lahir dengan selamat, usaha dagangnya pun sukses. Tapi ny. Park tetap tidak
menyukai Kang Chi, apalagi setelah melihat Kang Chi dan putrinya seperti saling
mencintai.

Sementara itu, Yeo Wool dan Gon, duo penangkap siluman
sedang di gerai ramalan. Yeo Wool lagi galau jodoh, tapi ramalannya menyatakan
dia nggak bakal dapat jodoh. So Jung muncul dan bilang kalau Yeo Wool punya
jodoh, tetapi disarankan Yeo Wool menjauhi takdir itu sebisa mungkin, karena
bahaya.


Ny. Park berusaha mengusir Kang Chi dari rumah. Ketika
suaminya sedang pergi, itu kesempatannya. Kang Chi dibohongi, dibilang Chung Jo
mau ketemu, padahal ny. Park yang disana dan Kang Chi diikat. Ny. Park menyuruh
pengawal memukulinya dan mengusirnya jauh dari penginapan. Kepala pengawal itu
baik dengan Kang Chi, merasa tidak enak, tapi tak bisa melawan perintah nyonya.


Tapi Kang Chi melawan dan kabur. Di hutan, Kang Chi ditolong oleh Yeo Wool dan
Gon. Saat itu rambut Yeo Wool terurai dan Kang Chi melihatnya sebagai Chung Jo.
“Aku akan melindungimu,” kata Kang Chi sebelum pingsan di bahu Yeo Wool yang
langsung berdebar. Kunang2 biru pun melingkupi mereka.



Jo Gwan Woong datang ke penginapan, minta kamar yang banyak,
tapi lagi penuh. Dia tidak peduli, pokoknya dia dan anak buahnya harus
menginap. Tamunya diusir saja, apalagi banyak tamu dari kasta rendah.
Di saat
genting seperti ini, Kang Chi malah tidak ada di tempat. Dia pingsan dan
ditunggui oleh Yeo Wool. Gon mau membangunkannya dengan cara unik, yaitu
ditusuk pakai pedang. Kang Chi tiba2 bangun dan menghindar secara refleks.
Mereka menganggap kalau Kang Chi itu mungkin mencuri sesuatu dari penginapan,
makanya dikejar2, atau punya masalah wanita. Kang Chi pun terdiam saat dibilang
begitu. Mereka pun mengikatnya. Lalu pembantu datang dan menyuruh Kang Chi
pulang karena ada masalah.

Tae Soo tetap tidak mau memberikan kamar, apalagi mengusir
tamu, meskipun yang datang adalah Raja. Jo pun menggunakan kata2 ‘Raja’ itu
untuk mengintimidasi Tae Soo. Ibu datang dan memohon ampun. Chung Jo pun muncul
dan Jo langsung tersepona. Dia melihat Chung Jo seperti Seo Hwa. Dasar tua
bangke hidung belang mata keranjang! Untungnya Kang Chi datang. Dia sempat
bertarung sebentar dengan pengawal, hingga pegawai pemerintah datang minta maaf
dan akan disediakan kamar di headquarter. Salah satu pengawal pribadi Jo
melihat gelang Kang Chi yang bersinar dan dia penasaran.


Tn. Park marah karena pengawal penginapan menghilang semua,
tidak ada yang berjaga. Padahal pengawal itu yang disuruh ny. Park
menyingkirkan Kang Chi. Kang Chi pun memohon ampun, karena ini semua gara2 dia
yang salah. Dia mengaku mabuk, bikin masalah, dan kesasar. Kang Chi berusaha
menutupi kesalahan ny. Park, yang sampai akhir pun tidak mau mengakui kesalahan
dan tetap membenci Kang Chi. Kasihan anak ini.

Kang Chi memperhatikan Chung Jo yang akan dibuatkan baju
dari sutra untuk pernikahan. Lalu saat berpaling dari sana, Yeo Wool muncul,
“Oh, ternyata separah itu ya, mencintai orang dengan status yang jauh berbeda,
pantas saja.” Yeo Wool menginap di penginapan itu. Mereka jadi seperti anjing
dan kucing, berantem melulu dan saling ejek. Yeo Wool entah bagaimana tahu
kelemahan Kang Chi, yaitu laba-laba besar. (heh, siluman gumiho takut ma
laba2?)

Tn. Park dan Tae Soo menemui Jo yang lagi asyik di gibang.
Mereka meminta maaf atas kejadian semalam dan Kang Chi yang tidak sopan. Jo
akan memaafkan kalau Kang Chi dihukum 200 pukulan. Tn. Park tentu tidak mau,
karena Kang Chi sudah seperti anak sendiri, dan 200 pukulan itu hukuman untuk
pembunuh. Jo pun membuat kesepakatan, kalau tidak mau menghukum, maka gantinya
adalah memberikan penginapan itu kepada Jo, atau minimal memberikan anak gadis
tn. Park. Sebelumnya Tn. Park sudah diperingatkan oleh penakluk siluman Tn.
Dam, kalau tidak boleh bernegosiasi dengan tn. Jo, karena dia bisa terus
mengeruk hingga ke dasar. Akhirnya tn. Park pun akan mengambil alih hukuman
Kang Chi. Tetapi hal itu tidak jadi, karena semua orang mencintai tn. Park.
Kalau dia dihukum, semua orang akan mengeroyok Jo. Dia menyuruh pengawalnya
membunuh tn. Park dan membuat seolah Kang Chi yang membunuh.


Kang Chi mengikuti Yeo Wool dan Gon, tapi kehilangan jejak.
Mereka ternyata menemui seseorang yang sedang menyelidiki pembunuhan yang
diduga dilakukan oleh Jo. Sebagian besar bangsawan itu dibunuh dan usahanya
diambil alih. Tetapi sepertinya ada motif lain juga.
Sementara itu Kang Chi bikin ulah lagi. Dia menghajar preman
pasar yang dulu bikin ulah di penginapan. Uang2 hasil palak diambil oleh Kang
Chi. Yeo Wool, Gon, dan bapak tadi mengira kalau Kang Chi yang memalak, tetapi
kemudian Kang Chi menyuruh orang2 yg habis dipalak tadi mengantri dan uang itu
dikembalikan.


Di antara kumpulan orang2, Yeo Woo melihat So Jung. Dia pun
menemuinya dan bertanya, kalau seandainya dia sudah bertemu dengan takdirnya
dan tidak bisa menghindar, apa yang akan terjadi? “Salah satu dari kalian akan
mati.”

Malamnya keluarga Park minum teh bersama dan tampak bahagia.
Bagi tn. Park, ini terakhir kali dia menikmati teh bersama putrinya, karena sebentar
lagi putrinya menikah (padahal karena sebentar lagi dia mati). Kang Chi melihat
dari jauh dan tersenyum. Kepala pengawal mengingatkan, Kang Chi tidak bisa jadi
bagian dari mereka, tapi Kang Chi tetap bahagia melihat mereka bahagia.


Yeo Wool bermain pedang sendiri dengan perasaan kesal.
Sepertinya dia dan Kang Chi dulu pernah ketemu waktu kecil, dan Kang Chi bilang
“Aku akan melindungimu.” Kang Chi datang dan menanyakan, apa mereka pernah
ketemu? karena Yeo Wool kok bisa tahu dia takut laba2? Kang Chi tidak ingat
pernah bertemu Yeo Wool sebelumnya. Yeo Wool pun bilang, kalau Kang Chi tidak ingat,
tidak ada artinya. Dan Kang Chi membalas, Kalau dia ingat,
apa berarti ada artinya?

Tiba-tiba ada senjata ninja terbang, hampir mengenai Kang
Chi dan Yeo Wool. Ada ninja lari2 di atas atap dan mereka mengejar sampai ke
belakang. Tiba2 ninja itu jadi banyak, seperti hantu. Ternyata itu adalah jurus
ilusi. Tapi meski ilusi, kalau kena pedangnya bisa terluka dan mati, jadi
mereka harus bertarung dengan puluhan ilusi ninja.

Sementara itu tn. Park mendengar suara aneh dan membuka
jendela. Tiba2 angin bertiup mematikan lilin. Saat lilin dinyalakan, So Jung
datang. tn. Park menduga So Jung datang karena perihal 20 th usia Kang Chi.
Namun sebelumnya tn. Park penasaran dengan gelangnya Kang Chi. So Jung pun
bertanya, memang apa yang terjadi saat gelang itu lepas? tn. Park mau cerita,
tetapi tiba2 merasa aneh. “Siapa kau?” tiba2 So Jung menghunuskan pedang, dan
perlahan berubah menjadi seorang ninja.

gambar:

































