Quotes

"Write is my World"

Jumat, 11 Juli 2014

Doctor Stranger Episode 14

Hoon menelepon nomer ibunya. Tetapi yang mengangkat ternyata bukanlah ibunya. Wanita itu dipesankan oleh sang ibu untuk tidak mengganti nomer, siapa tahu Hoon menelepon. Ibu Hoon sudah kembali ke Korsel sekian tahun lalu untuk mencari Hoon. Hoon melihat ada boneka teddy bear pink di dekat ranjang. Dia pun jatuh terduduk, karena sadar bahwa ibu2 gila di RS itu adalah ibu kandungnya. Lalu Perdana Menteri meneleponnya, “Sudah ketemu ibumu?” Hoon membentak, “apa yang kau lakukan pada ibuku?!” PM berkata kalau tidak melakukan apapun, tapi dia bisa melakukan sesuatu. Hoon segera pergi dari rumah itu. Seseorang mengintainya dan melapor pada ajudan yang lagi di RS dan berpapasan dengan Seung Hee yang masuk ruang operasi.
 
Ibu Hoon dibawa untuk tes darah. Baru ditinggal sebentar u/angkat telepon, wanita itu menghilang. PM marah2 atas keteledoran anak buahnya. Hoon ke RS dan ibunya sudah menghilang. Dia menelepon PM tapi PM tak mau mengangkat. Ternyata ibu dibawa kabur sama Jae Hee dan menitipkannya pada Chang Yi. Jin Soo mencurigai kalau Seung Hee alias Jae Hee yang ‘menculik’ ibu Hoon. Tapi Seung Hee keluar dari ruang operasi dan tidak mau mengaku. Dan ternyata dr. Moon anastesi yang sempat menggantikan Seung Hee selama dia ‘menculik’ ibu Hoon. Entah memang bagian dari rencana/misi atau murni keinginan Jae Hee untuk menyelamatkan Hoon dan ibunya.
 
Hoon mencegat taksi, tapi taksi itu ternyata sudah dibayar untuk mengantar Hoon ke suatu tempat. Di sana dia bertemu Jae Hee yang berkata kalau ibu Hoon baik2 saja bersamanya. Tetapi Hoon malah mengira Jae Hee sekongkol untuk menyembunyikan ibunya, karena Jae Hee tak mau bilang dimana dia menyembunyikan ibu. Jae Hee meminta Hoon untuk percaya bahwa dia ingin melindungi Hoon dan ibunya. Dia menjelaskan kalau semua yang dilakukannya ini murni idenya, bukan kerjasama dengan Jin Soo. Selama ini Jin Soo hanya tahu kalau Han Seung Hee mirip dengan Song Jae Hee. Jae Hee sudah banyak melakukan operasi ditubuhnya agar luka selama operasi yang dilakukan Hoon di Korut dulu hilang. Tapi tampaknya Hoon pun mulai tak percaya kalau wanita yang berdiri di depannya kini adalah kekasihnya, Song Jae Hee. Jae Hee menangis sedih.
 
Direktur Oh tersenyum melihat data ttg RS Jae Il yang diberikan oleh PM. PM memang sengaja memilih Min Gook pada awalnya agar presiden mengeliminasi Min Gook dan memilih Jae Il. Kemudian tugas direktur adalah mengeliminasi Jae Il, kemudian merekrut Hoon kembali dan berkompetisi lagi. Direktur pun menelpon reporter dan kasus di RS Jae Il pun terungkap dan tidak jadi mengoperasi PM. Presiden pun akhirnya memilih RS Myungwoo, seperti yang sudah direncanakan oleh PM. Begitu masuk ruangan, Ajudan menghadap. PM menduga Jin Soo yang menculik ibu Hoon, tapi Ajudan mencurigai Seung Hee, karena sepertinya Han Seung Hee benar-benar adalah Song Jae Hee.
 
Soo Hyun mau ke rumah Hoon untuk minta maaf atas kekasarannya semalam. Dia akan membawa sisa kare. Tapi menurut Seung Hee, Hoon bisa bosan makan kare terus. Lantas dia membungkuskan sandwich untuk diberikan pada Hoon. Tapi bukannya minta maaf, dia malah minta permintaan maaf dari Hoon. Hoon pun menduga kalau Soo Hyun memang benar2 menyukainya, sampai bawain makanan segala. Soo Hyun pun berdalih kalau makanan itu tititpan Seung Hee. Hoon tertegun dan akhirnya minta maaf pada Soo Hyun. Barulah Soo Hyun minta maaf atas kekasarannya. Hoon menyuruh agar Soo Hyun tidak sering2 mengunjunginya, nggak enak sama Jae Joon. Dia pun mengembalikan sandwich dari Seung Hee. Soo Hyun keluar sambil menghentakkan kaki dengan kesal.
 
Tapi ternyata sandwich itu tetap tidak dibawa oleh Soo Hyun, ditinggal di mejanya Hoon. Hoon membukanya. Lalu Chang Yi datang. Sebenarnya dia ingin bilang tentang ibu Hoon, tapi teringat pesan Jae Hee, dia pun tidak jadi bilang dan menyuruh Hoon untuk mengirim galon. Hoon bertanya tentang ibu Chang Yi. Awalnya Chang Yi gelagapan karena dikira membicarakan ibu Hoon. Lalu seorang bapak sakit jantung datang ke klinik. Hoon memeriksanya. Bapak itu sudah ke Myungwoo dan mereka menyarankan untuk operasi, tapi bapak itu tidak punya duit. Tapi setelah diperiksa pun, memang bapak itu harus dioperasi. Bapak itu pun kabur. Saat mengejar, dr. Moon datang untuk mengajak Hoon kembali ke RS dan berkompetisi lagi. Tapi meski sudah diiming2 duit, Hoon tetap tidak mau.
 
Tiba2 Chang Yi datang memapah bapak tadi yang hampir pingsan. Pas sekali, karena dr. Moon sudah sedia duit, dan mereka pun ke RS. Di RS, Hoon berpapasan dengan Seung Hee saat mau menebus obat. “Kau bilang satu bulan?” Seung Hee mengangguk. Itu berarti Hoon menaruh kepercayaan pada Seung Hee a.k.a Jae Hee.
 
Direktur memberitahu Jae Joon tentang terpilihnya Myungwoo sebagai RS untuk mengoperasi jantung PM. Lalu Hoon dan dr. Moon masuk. Tidak seperti saat pertama kali kompetisi yang pakai tegang urat, kini mereka berdua tersenyum saat akan berkompetisi lagi. Direktur sampai heran. Tapi scorenya jadi 1:1, meskipun operasi ronde kedua seharusnya batal. Tapi Hoon tetap setuju sehingga mereka cuman akan bermain satu ronde saja, biar adil. Asalkan seperti perjanjian semula, bahwa pengobatan pasien yang dijadikan ‘korban’ digratiskan. 
Hoon dan Jae Joon berdiskusi bersama soal pasien target mereka. Target kali ini adalah bapak sakit jantung tadi dan seorang wanita 50-an. Mereka sama2 harus ditransplantasi, tapi bapak tadi baru bisa dapat jantung baru agak lama. Jadi Hoon ingin melakukan VAD (semacam alat pacu jantung sebelum menemukan jantung baru). Tapi biayanya lebih mahal. Direktur agak keberatan. Tapi apapun yang terjadi, metode apapun yang dipakai, Direktur ingin agar Jae Joon yang menang. Dia mengingatkan bahwa mereka adalah musuh, jangan senyum2 sama dia.
 
Jae Joon menemui temannya yang melaporkan kalau Park Chul memang ke Korut 20 th lalu atas perintah atasan, lalu tinggal dan hidup enak di sana. Jae Joon membayar temannya, tapi temannya menolak. Dia hanya ingin minum2(mahal) dengan Jae Joon seperti waktu di Harvard. Jae Joon mendatangi rumah Park Chul dan mengingat masa lalu. Kini dia jadi dendam sama Park Chul, otomatis juga dendam sama Hoon, padahal baru aja jadi teman. Dan juga dia tidak tahu kejadian sebenarnya.
 
Soo Hyun menarik Hoon dan mengembalikan jas dokternya. Hoon heran melihat wajah Soo Hyun yang tampak sangat gembira. “Eh, ini jas yang kubuang di tempat sampah kan?” kata Hoon sambil menciumi jas itu, lalu mengibas2 jas itu pada Soo Hyun yang segera mengelak. Tapi Soo Hyun tidak mencium bau, hanya ada bau parfum. Soo Hyun pun memakaikan jas itu pada Hoon.
 
Hoon menunggui pasien bapak yang baru sadar. Si bapak ketakutan saat tahu kalau dia sudah dijadwalkan untuk operasi, tapi Hoon segera menenangkan bahwa semua biaya ditanggung RS, alias gratis. Dia akan dipasangi alat pacu jantung sambil menunggu jantung baru untuk transplantasi. Lalu keluarga bapak itu datang. Hoon kembali ke ruangan, Jae Hee datang. Hoon bertanya apa rencana Jae Hee yang sebenarnya? Jae Hee tetap tidak mau bilang. Hoon menariknya ke balkon kosong dan mengancam akan mematahkan tangannya sendiri sehingga dia tidak akan pernah bisa jadi dokter operasi lagi selamanya. Akhirnya Jae Hee pun bilang bahwa rencananya adalah bertemu presiden. 
Jadi sebenarnya yang butuh operasi jantung adalah presiden, bukan Perdana Menteri. PM berusaha agar Hoon yang terpilih, agar Hoon membunuh presiden di meja operasi. Hoon bisa diancam dengan menggunakan Jae Hee dan ibunya. Jika presiden mati, maka Jang Seok Joo yang akan mengambil alih pemerintahan dan menjadi presiden. Jadi rencana Jae Hee adalah saat Presiden di RS tak berdaya dia akan datang dan berkata “Kalau anda berjanji untuk menolong kami, maka kami akan menyelamatkan hidup anda.” 
Hoon bertanya kenapa selama ini Jae Hee tidak bilang, padahal Hoon adalah kepala dokter operasinya nanti. Tapi Jae Hee berkata kalau Hoon bisa saja tidak dipakai, melainkan Jae Joon. Jae Hee bisa menjalankan rencana itu jika jadi dokter anastesi. Jae Hee melakukan semua ini karena dia benar2 mencintai Hoon. Ketika mereka mengancam untuk membunuh Hoon, Jae Hee berusaha menuruti semua perintah mereka agar mereka tidak jadi membunuh. Jae Hee berharap Hoon kalah agar tidak terlibat, biarlah hanya Jae Hee yang menjalankan rencana ini demi mereka berdua. Dia ingin Hoon hidup normal sebagai dokter yang baik.
 Sementara itu Jae Joon membelikan Soo Hyun tas baru. Jae Joon berharap Soo Hyun memperlakukan Hoon seperti tas baru, yang terasa menarik di awalnya saja. Maksudnya adalah Soo Hyun hanya tertarik pada Hoon sementara karena baru ketemu orang aneh model begitu. Cinta yang sebenarnya hanya milik Jae Joon. Di rumah, Soo Hyun memandangi stetoskop pemberian Hoon, bingung dengan perasaannya sendiri.
 
Para pasien target kompetisi masuk ruang operasi. Semua dokter dan perawat menonton jalannya operasi yang disiarkan di tivi, bahkan presiden pun menontonnya (mungkin bukan disiarkan ke umum, hanya internal orang2 yang berkepentingan saja. Nggak mungkin kan operasi begituan ditonton semua orang). 
Hoon minta maaf atas kata2 kasarnya kemarin pada Jae Hee. Jae Hee menyuruh Hoon agar melupakan kalau ini adalah kompetisi. Kalah pun tak masalah. Tapi Hoon berharap kali ini dia bisa menang, karena dia tidak ingin Jae Hee masuk ruang operasi Presiden sendirian. Mereka akan memperjuangkan kebahagiaan mereka bersama.
 
Di ruang Direktur, ada dr. Moon dan Sang Jin. Tidak bisa memutuskan pemenangnya dari siapa yang tercepat, mengingat pada ronde pertama, yang tercepat malah kalah karena keadaan pasien yang malah gawat. Mereka harus menunggu apakah akan ada komplikasi atau tidak. Tapi dr. Moon berpikir, seandainya mereka sama2 cepat dan tidak ada komplikasi, bagaimana? Karena mereka berdua adalah dokter yang hebat. Direktur sendiri pun bingung jadinya. Tapi ternyata Direktur sudah curang dari awal. Dia menawari jabatan penting pada dr. Yang, asal bisa membuat Hoon kalah, dengan tidak memberitahu ada masalah di darah pasien.
 
Hoon sempat bertemu Jae Joon saat cuci tangan. Jae Joon membicarakan ayah Hoon yang hebat dan berhasil menyelamatkan orang penting di Korut. Pasti hidup mereka enak sekali. Hoon tak mengerti apa maksud perkataan Jae Joon (enak apanya? Hidup dalam bayang2 ketakutan!). Dr. Yang memeriksa peralatan operasi dan berkata semua normal. Tapi tampaknya perawat Min mencurigai sesuatu hingga menyuruh Seung Hee mengecek ulang dan ditemukanlah masalah darah itu. Kayaknya tekanan darah pasien terlalu rendah, hingga kalau operasi bisa2 kehilangan banyak darah dan mati.
 
Tim Jae Joon membicarakan tim Hoon yang kemungkinan gagal. Soo Hyun mencemaskan Hoon. Tetapi Hoon dengan cepat menemukan solusi, dengan metode SAVER. Dr. Kim yang tidak ikutan operasi, menjelaskan metode itu pada pacarnya yang perawat (juga kepada kita yang tak paham istilah kedokteran). Jadi caranya dengan membuka jantung, lalu mengambil yang rusak, kemudian menutupnya kembali seperti tidak terjadi sesuatu. Terlihat simple, tapi prosedur itu sudah jadul dan beresiko juga. Dr. Moon datang ke atas ruang operasi, berusaha menghentikan Hoon, tapi Hoon tak mau berhenti. Dr. Yang ragu untuk melakukan SAVER yang beresiko, tapi Hoon meyakinkan kalau mereka bisa. Akhirnya dr. Yang pun menurut. Hoon memulai membuka dada pasien. Akankah Hoon berhasil???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar