
Hoon menelepon nomer ibunya. Tetapi yang mengangkat ternyata
bukanlah ibunya. Wanita itu dipesankan oleh sang ibu untuk tidak mengganti
nomer, siapa tahu Hoon menelepon. Ibu Hoon sudah kembali ke Korsel sekian tahun
lalu untuk mencari Hoon. Hoon melihat ada boneka teddy bear pink di dekat
ranjang. Dia pun jatuh terduduk, karena sadar bahwa ibu2 gila di RS itu adalah
ibu kandungnya. Lalu Perdana Menteri meneleponnya, “Sudah ketemu ibumu?” Hoon
membentak, “apa yang kau lakukan pada ibuku?!” PM berkata kalau tidak melakukan
apapun, tapi dia bisa melakukan sesuatu. Hoon segera pergi dari rumah itu. Seseorang
mengintainya dan melapor pada ajudan yang lagi di RS dan berpapasan dengan
Seung Hee yang masuk ruang operasi.

Ibu Hoon dibawa untuk tes darah. Baru ditinggal sebentar
u/angkat telepon, wanita itu menghilang. PM marah2 atas keteledoran anak
buahnya. Hoon ke RS dan ibunya sudah menghilang. Dia menelepon PM tapi PM tak
mau mengangkat. Ternyata ibu dibawa kabur sama Jae Hee dan menitipkannya pada
Chang Yi. Jin Soo mencurigai kalau Seung Hee alias Jae Hee yang ‘menculik’ ibu
Hoon. Tapi Seung Hee keluar dari ruang operasi dan tidak mau mengaku. Dan
ternyata dr. Moon anastesi yang sempat menggantikan Seung Hee selama dia ‘menculik’
ibu Hoon. Entah memang bagian dari rencana/misi atau murni keinginan Jae Hee
untuk menyelamatkan Hoon dan ibunya.

Hoon mencegat taksi, tapi taksi itu ternyata sudah dibayar
untuk mengantar Hoon ke suatu tempat. Di sana dia bertemu Jae Hee yang berkata
kalau ibu Hoon baik2 saja bersamanya. Tetapi Hoon malah mengira Jae Hee
sekongkol untuk menyembunyikan ibunya, karena Jae Hee tak mau bilang dimana dia
menyembunyikan ibu. Jae Hee meminta Hoon untuk percaya bahwa dia ingin
melindungi Hoon dan ibunya. Dia menjelaskan kalau semua yang dilakukannya ini
murni idenya, bukan kerjasama dengan Jin Soo. Selama ini Jin Soo hanya tahu
kalau Han Seung Hee mirip dengan Song Jae Hee. Jae Hee sudah banyak melakukan
operasi ditubuhnya agar luka selama operasi yang dilakukan Hoon di Korut dulu
hilang. Tapi tampaknya Hoon pun mulai tak percaya kalau wanita yang berdiri di
depannya kini adalah kekasihnya, Song Jae Hee. Jae Hee menangis sedih.

Direktur Oh tersenyum melihat data ttg RS Jae Il yang
diberikan oleh PM. PM memang sengaja memilih Min Gook pada awalnya agar
presiden mengeliminasi Min Gook dan memilih Jae Il. Kemudian tugas direktur
adalah mengeliminasi Jae Il, kemudian merekrut Hoon kembali dan berkompetisi
lagi. Direktur pun menelpon reporter dan kasus di RS Jae Il pun terungkap dan
tidak jadi mengoperasi PM. Presiden pun akhirnya memilih RS Myungwoo, seperti
yang sudah direncanakan oleh PM. Begitu masuk ruangan, Ajudan menghadap. PM
menduga Jin Soo yang menculik ibu Hoon, tapi Ajudan mencurigai Seung Hee,
karena sepertinya Han Seung Hee benar-benar adalah Song Jae Hee.

Soo Hyun mau ke rumah Hoon untuk minta maaf atas
kekasarannya semalam. Dia akan membawa sisa kare. Tapi menurut Seung Hee, Hoon
bisa bosan makan kare terus. Lantas dia membungkuskan sandwich untuk diberikan
pada Hoon. Tapi bukannya minta maaf, dia malah minta permintaan maaf dari Hoon.
Hoon pun menduga kalau Soo Hyun memang benar2 menyukainya, sampai bawain
makanan segala. Soo Hyun pun berdalih kalau makanan itu tititpan Seung Hee.
Hoon tertegun dan akhirnya minta maaf pada Soo Hyun. Barulah Soo Hyun minta
maaf atas kekasarannya. Hoon menyuruh agar Soo Hyun tidak sering2
mengunjunginya, nggak enak sama Jae Joon. Dia pun mengembalikan sandwich dari
Seung Hee. Soo Hyun keluar sambil menghentakkan kaki dengan kesal.

Tapi ternyata sandwich itu tetap tidak dibawa oleh Soo Hyun,
ditinggal di mejanya Hoon. Hoon membukanya. Lalu Chang Yi datang. Sebenarnya dia
ingin bilang tentang ibu Hoon, tapi teringat pesan Jae Hee, dia pun tidak jadi
bilang dan menyuruh Hoon untuk mengirim galon. Hoon bertanya tentang ibu Chang
Yi. Awalnya Chang Yi gelagapan karena dikira membicarakan ibu Hoon. Lalu seorang
bapak sakit jantung datang ke klinik. Hoon memeriksanya. Bapak itu sudah ke
Myungwoo dan mereka menyarankan untuk operasi, tapi bapak itu tidak punya duit.
Tapi setelah diperiksa pun, memang bapak itu harus dioperasi. Bapak itu pun
kabur. Saat mengejar, dr. Moon datang untuk mengajak Hoon kembali ke RS dan
berkompetisi lagi. Tapi meski sudah diiming2 duit, Hoon tetap tidak mau.

Tiba2 Chang Yi datang memapah bapak tadi yang hampir
pingsan. Pas sekali, karena dr. Moon sudah sedia duit, dan mereka pun ke RS. Di
RS, Hoon berpapasan dengan Seung Hee saat mau menebus obat. “Kau bilang satu
bulan?” Seung Hee mengangguk. Itu berarti Hoon menaruh kepercayaan pada Seung
Hee a.k.a Jae Hee.

Direktur memberitahu Jae Joon tentang terpilihnya Myungwoo
sebagai RS untuk mengoperasi jantung PM. Lalu Hoon dan dr. Moon masuk. Tidak seperti
saat pertama kali kompetisi yang pakai tegang urat, kini mereka berdua
tersenyum saat akan berkompetisi lagi. Direktur sampai heran. Tapi scorenya
jadi 1:1, meskipun operasi ronde kedua seharusnya batal. Tapi Hoon tetap setuju
sehingga mereka cuman akan bermain satu ronde saja, biar adil. Asalkan seperti
perjanjian semula, bahwa pengobatan pasien yang dijadikan ‘korban’ digratiskan.


Hoon dan Jae Joon berdiskusi bersama soal pasien target mereka. Target kali ini
adalah bapak sakit jantung tadi dan seorang wanita 50-an. Mereka sama2 harus
ditransplantasi, tapi bapak tadi baru bisa dapat jantung baru agak lama. Jadi
Hoon ingin melakukan VAD (semacam alat pacu jantung sebelum menemukan jantung
baru). Tapi biayanya lebih mahal. Direktur agak keberatan. Tapi apapun yang
terjadi, metode apapun yang dipakai, Direktur ingin agar Jae Joon yang menang. Dia
mengingatkan bahwa mereka adalah musuh, jangan senyum2 sama dia.


Jae Joon menemui temannya yang melaporkan kalau Park Chul
memang ke Korut 20 th lalu atas perintah atasan, lalu tinggal dan hidup enak di
sana. Jae Joon membayar temannya, tapi temannya menolak. Dia hanya ingin
minum2(mahal) dengan Jae Joon seperti waktu di Harvard. Jae Joon mendatangi
rumah Park Chul dan mengingat masa lalu. Kini dia jadi dendam sama Park Chul,
otomatis juga dendam sama Hoon, padahal baru aja jadi teman. Dan juga dia tidak
tahu kejadian sebenarnya.

Soo Hyun menarik Hoon dan mengembalikan jas dokternya. Hoon
heran melihat wajah Soo Hyun yang tampak sangat gembira. “Eh, ini jas yang
kubuang di tempat sampah kan?” kata Hoon sambil menciumi jas itu, lalu
mengibas2 jas itu pada Soo Hyun yang segera mengelak. Tapi Soo Hyun tidak
mencium bau, hanya ada bau parfum. Soo Hyun pun memakaikan jas itu pada Hoon.

Hoon menunggui pasien bapak yang baru sadar. Si bapak
ketakutan saat tahu kalau dia sudah dijadwalkan untuk operasi, tapi Hoon segera
menenangkan bahwa semua biaya ditanggung RS, alias gratis. Dia akan dipasangi
alat pacu jantung sambil menunggu jantung baru untuk transplantasi. Lalu keluarga
bapak itu datang. Hoon kembali ke ruangan, Jae Hee datang. Hoon bertanya apa rencana Jae Hee yang sebenarnya? Jae Hee
tetap tidak mau bilang. Hoon menariknya ke balkon kosong dan mengancam akan
mematahkan tangannya sendiri sehingga dia tidak akan pernah bisa jadi dokter
operasi lagi selamanya. Akhirnya Jae Hee pun bilang bahwa rencananya adalah
bertemu presiden.


Jadi sebenarnya yang butuh operasi jantung adalah presiden,
bukan Perdana Menteri. PM berusaha agar Hoon yang terpilih, agar Hoon membunuh
presiden di meja operasi. Hoon bisa diancam dengan menggunakan Jae Hee dan
ibunya. Jika presiden mati, maka Jang Seok Joo yang akan mengambil alih pemerintahan
dan menjadi presiden. Jadi rencana Jae Hee adalah saat Presiden di RS tak
berdaya dia akan datang dan berkata “Kalau anda berjanji untuk menolong kami,
maka kami akan menyelamatkan hidup anda.”

Hoon bertanya kenapa selama ini Jae Hee tidak bilang,
padahal Hoon adalah kepala dokter operasinya nanti. Tapi Jae Hee berkata kalau
Hoon bisa saja tidak dipakai, melainkan Jae Joon. Jae Hee bisa menjalankan
rencana itu jika jadi dokter anastesi. Jae Hee melakukan semua ini karena dia
benar2 mencintai Hoon. Ketika mereka mengancam untuk membunuh Hoon, Jae Hee
berusaha menuruti semua perintah mereka agar mereka tidak jadi membunuh. Jae
Hee berharap Hoon kalah agar tidak terlibat, biarlah hanya Jae Hee yang menjalankan
rencana ini demi mereka berdua. Dia ingin Hoon hidup normal sebagai dokter yang
baik.


Para pasien target kompetisi masuk ruang operasi. Semua
dokter dan perawat menonton jalannya operasi yang disiarkan di tivi, bahkan
presiden pun menontonnya (mungkin bukan disiarkan ke umum, hanya internal
orang2 yang berkepentingan saja. Nggak mungkin kan operasi begituan ditonton
semua orang).


Hoon minta maaf atas kata2 kasarnya kemarin pada Jae Hee. Jae Hee
menyuruh Hoon agar melupakan kalau ini adalah kompetisi. Kalah pun tak masalah.
Tapi Hoon berharap kali ini dia bisa menang, karena dia tidak ingin Jae Hee
masuk ruang operasi Presiden sendirian. Mereka akan memperjuangkan kebahagiaan
mereka bersama.


Di ruang Direktur, ada dr. Moon dan Sang Jin. Tidak bisa
memutuskan pemenangnya dari siapa yang tercepat, mengingat pada ronde pertama,
yang tercepat malah kalah karena keadaan pasien yang malah gawat. Mereka harus
menunggu apakah akan ada komplikasi atau tidak. Tapi dr. Moon berpikir,
seandainya mereka sama2 cepat dan tidak ada komplikasi, bagaimana? Karena mereka
berdua adalah dokter yang hebat. Direktur sendiri pun bingung jadinya. Tapi
ternyata Direktur sudah curang dari awal. Dia menawari jabatan penting pada dr.
Yang, asal bisa membuat Hoon kalah, dengan tidak memberitahu ada masalah di
darah pasien.

Hoon sempat bertemu Jae Joon saat cuci tangan. Jae Joon
membicarakan ayah Hoon yang hebat dan berhasil menyelamatkan orang penting di
Korut. Pasti hidup mereka enak sekali. Hoon tak mengerti apa maksud perkataan
Jae Joon (enak apanya? Hidup dalam bayang2 ketakutan!). Dr. Yang memeriksa
peralatan operasi dan berkata semua normal. Tapi tampaknya perawat Min
mencurigai sesuatu hingga menyuruh Seung Hee mengecek ulang dan ditemukanlah
masalah darah itu. Kayaknya tekanan darah pasien terlalu rendah, hingga kalau
operasi bisa2 kehilangan banyak darah dan mati.

Tim Jae Joon membicarakan tim Hoon yang kemungkinan gagal.
Soo Hyun mencemaskan Hoon. Tetapi Hoon dengan cepat menemukan solusi, dengan
metode SAVER. Dr. Kim yang tidak ikutan operasi, menjelaskan metode itu pada
pacarnya yang perawat (juga kepada kita yang tak paham istilah kedokteran). Jadi
caranya dengan membuka jantung, lalu mengambil yang rusak, kemudian menutupnya
kembali seperti tidak terjadi sesuatu. Terlihat simple, tapi prosedur itu sudah
jadul dan beresiko juga. Dr. Moon datang ke atas ruang operasi, berusaha
menghentikan Hoon, tapi Hoon tak mau berhenti. Dr. Yang ragu untuk
melakukan SAVER yang beresiko, tapi Hoon meyakinkan kalau mereka bisa. Akhirnya
dr. Yang pun menurut. Hoon memulai membuka dada pasien. Akankah Hoon
berhasil???



Tidak ada komentar:
Posting Komentar