Identitas Jae Hee kini telah diketahui oleh satu orang lagi,
dan orang itu sangat2 kecewa. Jae Hee terkejut dan berusaha melepaskan
tangannya dari genggaman Hoon. Tetapi Soo Hyun tidak lantas marah2. Dia hanya
berkata bahwa dia datang untuk minta maaf atas perbuatan ayahnya dulu kepada
ayah
Hoon, kemudian pergi. Hoon sempat
menahannya, tapi Soo Hyun tetap pergi. Jae Hee memberi kode pada Hoon untuk
mengejarnya. Hoon menarik tangan Soo Hyun dan minta maaf karena tidak
memberitahu tentang hal ini. Soo Hyun kecewa karena Hoon tidak memberitahunya
sejak dulu, itu berarti Hoon tidak mempercayainya. Tapi Hoon merasa tidak ada
keperluan khusus untuk memberitahukan hal ini sejak dulu, “Memangnya kenapa aku
harus memberitahumu?”
Hubungan 2 cewek itu pun jadi nggak enak. Jae Hee ingin
mengajak Hoon untuk minta maaf, tapi Hoon tidak merasa mereka berbuat
kesalahan. Saat pulang, Soo Hyun tiba2 mau keluar. Soo Hyun berkata kalau
awalnya dia memang kaget, tapi dia tidak marah. Jae Hee ingin menjelaskan duduk
perkara, tapi Soo Hyun beralasan akan ke RS karena dipanggil oleh dr. Kim.
Hoon menelepon Soo Hyun yang lagi di RS, tapi Soo Hyun
mematikan hpnya. Lalu Jae Hee menelpon Hoon. Hoon bertanya apakah Soo Hyun
marah? Jae Hee tidak tahu pasti, Soo Hyun bilang tidak marah, tapi berusaha
menghindari Jae Hee. Jae Hee jadi cemas. Hoon pikir Jae Hee takut Soo Hyun akan
melaporkan mereka ke polisi karena dianggap sebagai mata2 dari Korut. Tapi
bukan itu yang Jae Hee takutkan. Dia mencemaskan perasaan Soo Hyun yang pasti
terluka. Meski tampak dari luar, Hoon seperti cuek dengan hal yang baru
terjadi, tapi sebenarnya dia memikirkan Soo Hyun.


Ada gangster yang jadi pasien, marah2 kepada seorang dokter
yang mendahulukan pasien lain daripada dia, padahal pasien lain lebih urgent,
sedangkan dia Cuma luka di tangan. Soo Hyun datang dan menyuruh dokter itu
pergi. Gengster itu menggoda Soo Hyun dan langsung ditampar oleh Soo Hyun,
mungkin sekalian melepaskan kemarahan. Gengster itu balas menamparnya, dan saat
mau memukul lagi, Hoon datang sebagai penyelamat. Saat gangster itu mau
melawan, bos geng temannya Hoon datang dan menyuruh gangster itu minta maaf
pada Hoon.

Hoon menahan tangan Soo Hyun yang mau pergi, setelah para
gangster itu pergi. Soo Hyun mau menepis tangan Hoon, tapi Hoon mengaduh. Soo
Hyun mengompres tangan Hoon yang habis memukul gangster tadi. Hoon mengambil
kompres es itu dan mengompres pipi Soo Hyun yang tadi kena tampar. Soo Hyun
berusaha tidak marah setelah dibohongi selama ini, tapi tetap saja dia merasa
sakit. Dia merasa jadi seperti orang bodoh. Soo Hyun menangis. Hoon jadi tidak
enak hati dan memeluknya. Lalu Jae Hee menelepon. Hoon keluar untuk menjawab.
Jae Hee bertanya apakah hp Soo Hyun masih belum aktif? Hoon tidak mengatakan
kalau dia sudah bertemu Soo Hyun. Saat Hoon masuk lagi, ternyata Jae Hee ada di
RS, melihat mereka dari lantai atas.
Di rumah, Jae Hee mengingat kembali hubungan Soo Hyun dan
Hoon yang sangat akrab dan saling membela satu sama lain. Jae Hee membuka
foto2nya bersama Hoon waktu kencan sehari dulu, dan menghapus semua sambil
menangis. Dia hanya meninggalkan satu foto Hoon.
Jae Hee menemui Perdana Menteri. PM marah setelah tahu kalau
Jae Hee memberitahu pada Hoon bahwa operasi itu untuk presiden, bukan PM, juga
rencana mereka membuat presiden koma. Rencana PM adalah membunuh ibu Hoon saat
mau operasi, sehingga Hoon melepaskan amarahnya di meja operasi dan akhirnya
presiden bisa koma ataupun mati. Tapi Jae Hee meyakinkan PM kalau Hoon itu
professional. Siapapun yang di meja operasi adalah pasien yang harus
diselamatkan. Jadi Jae Hee berencana beralih kepada tim Jae Joon, kemudian Jae
Joon-lah yang harus jadi ketua tim operasi nanti. Jae Hee yang akan membuat
presiden koma. Tapi PM harus berjanji, Hoon dan ibunya harus tetap hidup.

PM menelepon Jae Joon mengajak bertemu, tapi Jae Joon
menolak karena sibuk hari ini. PM pun mengeluarkan kartu as-nya, memanggil Jae
Joon dengan nama aslinya. Jae Joon pun menemui PM. PM mau agar tim Jae Joon
yang mengoperasinya, tapi anastesinya harus Han Seung Hee. PM juga memberinya
sebuah amplop yang berisi tentang keburukan direktur Oh yang jika tersebar,
bisa langsung menjatuhkannya, seperti apa yang diinginkan Jae Joon, asalkan Jae
Joon bersedia mengikuti rule yang dibuat PM.


Jin Soo membawa Hoon ke tepi danau, bersama ajudan dan anak
buah PM. Jin Soo mengenang saat Hoon mengkhianatinya dulu, hingga jarinya
dipotong sebagai hukuman. Dia begitu dendam pada Hoon dan ingin sekali
membunuhnya. Dan inilah saat itu, karen PM sudah tidak akan memakai Hoon lagi
di dalam misi. Seperti biasa, mata2 Korut kalau sudah tidak dipakai lagi, maka
harus bunuh diri atau dibunuh. Jin Soo mengeluarkan pistol dan akan menembak
kepala Hoon. Tiba2 punggung Jin Soo tertembak dan dia jatuh ke danau. Ajudan PM
yang menembaknya. Ajudan menghampiri Hoon dan mengeluarkan permen lollipop.
Hoon pun teringat waktu kecil dia memberikan lollipop pada seorang ahjusi.
Ajudan pun berkata kalau Hoon dan ibunya berada di bawah perlindungannya, atas
permintaan Jae Hee.

Hoon mengecek hpnya yang dikirimi voice message dari Jae Hee
yang menjelaskan kalau dia akan ikut timnya Jae Joon dan menyelesaikan misi
sendirian. Kalau Hoon ikut dan terjadi sesuatu, tidak ada yang akan menjaga ibu
Hoon. Makanya Jae Hee yang mengambil misi ini sendiri dan berjanji bahwa mereka
bisa bertemu lagi setelah misi selesai. Hoon ingin mencari Jae Hee, tapi ajudan
menahannya. Ajudan mengingatkannya, siapa yang sudah menolongnya pada
penembakan di jembatan di luar negeri beberapa tahun lalu. Memang tampaknya
ajudan hanya melindungi Hoon, sedangkan Jae Hee dibiarkan dalam bahaya. Tapi
selama ini dialah yang melindungi ibu Hoon, dan juga akan melindungi Jae Hee
dalam misi nanti. Hoon silakan memilih, kalau Hoon melawan PM, maka Hoon,
ibunya, bahkan Jae Hee akan berada dalam bahaya. Kalau Hoon mengikuti rule,
maka mereka semua akan selamat.

Then, kita santai dulu sejenak dari ketegangan ini. Chang Yi
yang habis mengantar galon di RS, berusaha menelepon Hoon, tapi tidak diangkat
dari tadi. Lalu dr. Kim datang menggodanya lagi. Tapi sebelum kepalanya dipukul
sama galon kosong, dia meletakkan sepasang sepatu kets biru di galon. Dia juga
punya sepatu itu, jadi sepatu couple. Tiba2 kepalanya dipukul, bukan oleh
galon, tapi oleh tas adiknya yang mau cek up.
Dr. Keum dan dr. Moon anastesi mau married. Dr. Moon minta
ijin karena dia akan sibuk beberapa waktu ke depan. Itu pas banget sama rencana
penggantian anastesi yang disuruh PM, jadi Jae Joon tidak akan menyakiti
hatinya dr. Moon kalau tiba2 ganti anastesi.
Jae Joon masuk ke ruang Direktur Oh, dimana Soo Hyun sudah
ada di sana. Direktur Oh menyalahkan Jae Joon yang tidak menjaga Soo Hyun
sampai Soo Hyun menangis patah hati (apalagi sampai ketahuan masa lalu buruk
bapaknya). Soo Hyun berkata kalau Jae Joon tidak ada hubungan dengan semua ini.
Tapi Jae Joon berkata kalau dia akan melindungi Soo Hyun. Di luar ruangan, Jae
Joon pun berkata, Soo Hyun sudah tahu perasaannya, dan berharap Soo Hyun tidak
melupakan itu. Meskipun suatu saat Soo Hyun melupakannya dan memilih laki2
lain, Jae Joon tak masalah, asalkan bukan Park Hoon.

Jae Joon dapat telepon kalau ada pasien gawat di ER. Pasien
itu harus dioperasi, tapi Jae Joon sudah ada jadwal, dengan pasien yang punya
penyakit sama. Jae Joon pun tetap menyuruh mereka menyiapkan ruang operasi,
karena ronde terakhir kompetisi akan dimulai. Jae Joon memberitahu direktur Oh
tentang target pasien kali ini. Tapi Jae Joon memastikan kalau Hoon tidak akan
datang ke RS. Dia pun memberitahu kalau kemarin ditelpon sama PM yang ingin tim
Jae Joon menang. Lalu direktur memanggil dr. Moon ke ruangan untuk menjelaskan
tentang ronde terakhir ini. Operasi ini pernah dilakukan Hoon waktu pertama
kali dia ke RS sebagai pengantar galon. Dr. Moon yakin menang kali ini,
sayangnya Hoon tidak dapat dihubungi.

Ternyata Hoon lagi nongkrong di tepi danau. Semua orang
sibuk mencarinya. Dr. Moon bertanya pada Chang Yi dan Seung Hee, mereka tidak
tahu ke mana Hoon. Seung Hee memang benar2 tidak tahu, tapi dia yakin kalau
Hoon baik2 saja. Dr. Moon dan Soo Hyun mencari ke garibong klinik, tidak ada
juga. Belum lagi dr. moon dapat kabar buruk, kalau Seung Hee jadi anastesi di
tim Jae Joon. Akhirnya dr. Moon yang harus mengoperasi.
Saat Seung Hee akan mulai membius, Jae Joon bertanya,
bagaimana bisa Seung Hee berteman dengan PM? Karena tampaknya PM kenal sekali
dengan Seung Hee. Seung Hee pura2 terkejut. Saat mengambil obat, Soo Hyun
mendatanginya, bertanya kenapa Seung Hee pindah ke tim Jae Joon? Bukankah
seharusnya Jae Hee mendukung kekasihnya? Kalau Hoon kalah, pasti langsung ditendang
dari RS. Namun Jae Hee meyakinkan bahwa Hoon tidak akan pergi kemana2. Hoon
akan selalu berada dimanapun Soo Hyun berada.

Operasi dimulai. Tim Jae Joon tentu saja sukses, sedangkan
tim dr. Moon kacau balau. Dr. Moon terlalu gugup. Jantung pasiennya sempat
berhenti, lalu dr. Moon juga tak sengaja melukai jantung itu sampai tergenang
darah. Direktur yang menonton dari tivi, menyuruh Sang Jin menelpon Jae Joon
yang sudah selesai operasi untuk menyelesaikan operasi di ruang sebelah, agar
tidak terjadi kematian di meja operasi. Pintu ruang operasi tim dr. Moon
terbuka. Semua mengira bahwa Jae Joon yang datang. Tapi ternyata yang datang
adalah Park Hoon.
See, he never let the dying patient.
Sumber gambar: dramabeans
Tidak ada komentar:
Posting Komentar