Quotes

"Write is my World"

Selasa, 15 Juli 2014

Doctor Stranger Episode 16

 Identitas Jae Hee kini telah diketahui oleh satu orang lagi, dan orang itu sangat2 kecewa. Jae Hee terkejut dan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Hoon. Tetapi Soo Hyun tidak lantas marah2. Dia hanya berkata bahwa dia datang untuk minta maaf atas perbuatan ayahnya dulu kepada ayah  Hoon, kemudian pergi. Hoon sempat menahannya, tapi Soo Hyun tetap pergi. Jae Hee memberi kode pada Hoon untuk mengejarnya. Hoon menarik tangan Soo Hyun dan minta maaf karena tidak memberitahu tentang hal ini. Soo Hyun kecewa karena Hoon tidak memberitahunya sejak dulu, itu berarti Hoon tidak mempercayainya. Tapi Hoon merasa tidak ada keperluan khusus untuk memberitahukan hal ini sejak dulu, “Memangnya kenapa aku harus memberitahumu?”

 Hubungan 2 cewek itu pun jadi nggak enak. Jae Hee ingin mengajak Hoon untuk minta maaf, tapi Hoon tidak merasa mereka berbuat kesalahan. Saat pulang, Soo Hyun tiba2 mau keluar. Soo Hyun berkata kalau awalnya dia memang kaget, tapi dia tidak marah. Jae Hee ingin menjelaskan duduk perkara, tapi Soo Hyun beralasan akan ke RS karena dipanggil oleh dr. Kim.
 Hoon menelepon Soo Hyun yang lagi di RS, tapi Soo Hyun mematikan hpnya. Lalu Jae Hee menelpon Hoon. Hoon bertanya apakah Soo Hyun marah? Jae Hee tidak tahu pasti, Soo Hyun bilang tidak marah, tapi berusaha menghindari Jae Hee. Jae Hee jadi cemas. Hoon pikir Jae Hee takut Soo Hyun akan melaporkan mereka ke polisi karena dianggap sebagai mata2 dari Korut. Tapi bukan itu yang Jae Hee takutkan. Dia mencemaskan perasaan Soo Hyun yang pasti terluka. Meski tampak dari luar, Hoon seperti cuek dengan hal yang baru terjadi, tapi sebenarnya dia memikirkan Soo Hyun.

 Ada gangster yang jadi pasien, marah2 kepada seorang dokter yang mendahulukan pasien lain daripada dia, padahal pasien lain lebih urgent, sedangkan dia Cuma luka di tangan. Soo Hyun datang dan menyuruh dokter itu pergi. Gengster itu menggoda Soo Hyun dan langsung ditampar oleh Soo Hyun, mungkin sekalian melepaskan kemarahan. Gengster itu balas menamparnya, dan saat mau memukul lagi, Hoon datang sebagai penyelamat. Saat gangster itu mau melawan, bos geng temannya Hoon datang dan menyuruh gangster itu minta maaf pada Hoon.
 Hoon menahan tangan Soo Hyun yang mau pergi, setelah para gangster itu pergi. Soo Hyun mau menepis tangan Hoon, tapi Hoon mengaduh. Soo Hyun mengompres tangan Hoon yang habis memukul gangster tadi. Hoon mengambil kompres es itu dan mengompres pipi Soo Hyun yang tadi kena tampar. Soo Hyun berusaha tidak marah setelah dibohongi selama ini, tapi tetap saja dia merasa sakit. Dia merasa jadi seperti orang bodoh. Soo Hyun menangis. Hoon jadi tidak enak hati dan memeluknya. Lalu Jae Hee menelepon. Hoon keluar untuk menjawab. Jae Hee bertanya apakah hp Soo Hyun masih belum aktif? Hoon tidak mengatakan kalau dia sudah bertemu Soo Hyun. Saat Hoon masuk lagi, ternyata Jae Hee ada di RS, melihat mereka dari lantai atas.
 Di rumah, Jae Hee mengingat kembali hubungan Soo Hyun dan Hoon yang sangat akrab dan saling membela satu sama lain. Jae Hee membuka foto2nya bersama Hoon waktu kencan sehari dulu, dan menghapus semua sambil menangis. Dia hanya meninggalkan satu foto Hoon.
 Jae Hee menemui Perdana Menteri. PM marah setelah tahu kalau Jae Hee memberitahu pada Hoon bahwa operasi itu untuk presiden, bukan PM, juga rencana mereka membuat presiden koma. Rencana PM adalah membunuh ibu Hoon saat mau operasi, sehingga Hoon melepaskan amarahnya di meja operasi dan akhirnya presiden bisa koma ataupun mati. Tapi Jae Hee meyakinkan PM kalau Hoon itu professional. Siapapun yang di meja operasi adalah pasien yang harus diselamatkan. Jadi Jae Hee berencana beralih kepada tim Jae Joon, kemudian Jae Joon-lah yang harus jadi ketua tim operasi nanti. Jae Hee yang akan membuat presiden koma. Tapi PM harus berjanji, Hoon dan ibunya harus tetap hidup.
 PM menelepon Jae Joon mengajak bertemu, tapi Jae Joon menolak karena sibuk hari ini. PM pun mengeluarkan kartu as-nya, memanggil Jae Joon dengan nama aslinya. Jae Joon pun menemui PM. PM mau agar tim Jae Joon yang mengoperasinya, tapi anastesinya harus Han Seung Hee. PM juga memberinya sebuah amplop yang berisi tentang keburukan direktur Oh yang jika tersebar, bisa langsung menjatuhkannya, seperti apa yang diinginkan Jae Joon, asalkan Jae Joon bersedia mengikuti rule yang dibuat PM.

 Jin Soo membawa Hoon ke tepi danau, bersama ajudan dan anak buah PM. Jin Soo mengenang saat Hoon mengkhianatinya dulu, hingga jarinya dipotong sebagai hukuman. Dia begitu dendam pada Hoon dan ingin sekali membunuhnya. Dan inilah saat itu, karen PM sudah tidak akan memakai Hoon lagi di dalam misi. Seperti biasa, mata2 Korut kalau sudah tidak dipakai lagi, maka harus bunuh diri atau dibunuh. Jin Soo mengeluarkan pistol dan akan menembak kepala Hoon. Tiba2 punggung Jin Soo tertembak dan dia jatuh ke danau. Ajudan PM yang menembaknya. Ajudan menghampiri Hoon dan mengeluarkan permen lollipop. Hoon pun teringat waktu kecil dia memberikan lollipop pada seorang ahjusi. Ajudan pun berkata kalau Hoon dan ibunya berada di bawah perlindungannya, atas permintaan Jae Hee.
 Hoon mengecek hpnya yang dikirimi voice message dari Jae Hee yang menjelaskan kalau dia akan ikut timnya Jae Joon dan menyelesaikan misi sendirian. Kalau Hoon ikut dan terjadi sesuatu, tidak ada yang akan menjaga ibu Hoon. Makanya Jae Hee yang mengambil misi ini sendiri dan berjanji bahwa mereka bisa bertemu lagi setelah misi selesai. Hoon ingin mencari Jae Hee, tapi ajudan menahannya. Ajudan mengingatkannya, siapa yang sudah menolongnya pada penembakan di jembatan di luar negeri beberapa tahun lalu. Memang tampaknya ajudan hanya melindungi Hoon, sedangkan Jae Hee dibiarkan dalam bahaya. Tapi selama ini dialah yang melindungi ibu Hoon, dan juga akan melindungi Jae Hee dalam misi nanti. Hoon silakan memilih, kalau Hoon melawan PM, maka Hoon, ibunya, bahkan Jae Hee akan berada dalam bahaya. Kalau Hoon mengikuti rule, maka mereka semua akan selamat.
 Then, kita santai dulu sejenak dari ketegangan ini. Chang Yi yang habis mengantar galon di RS, berusaha menelepon Hoon, tapi tidak diangkat dari tadi. Lalu dr. Kim datang menggodanya lagi. Tapi sebelum kepalanya dipukul sama galon kosong, dia meletakkan sepasang sepatu kets biru di galon. Dia juga punya sepatu itu, jadi sepatu couple. Tiba2 kepalanya dipukul, bukan oleh galon, tapi oleh tas adiknya yang mau cek up.
 Dr. Keum dan dr. Moon anastesi mau married. Dr. Moon minta ijin karena dia akan sibuk beberapa waktu ke depan. Itu pas banget sama rencana penggantian anastesi yang disuruh PM, jadi Jae Joon tidak akan menyakiti hatinya dr. Moon kalau tiba2 ganti anastesi.
 Jae Joon masuk ke ruang Direktur Oh, dimana Soo Hyun sudah ada di sana. Direktur Oh menyalahkan Jae Joon yang tidak menjaga Soo Hyun sampai Soo Hyun menangis patah hati (apalagi sampai ketahuan masa lalu buruk bapaknya). Soo Hyun berkata kalau Jae Joon tidak ada hubungan dengan semua ini. Tapi Jae Joon berkata kalau dia akan melindungi Soo Hyun. Di luar ruangan, Jae Joon pun berkata, Soo Hyun sudah tahu perasaannya, dan berharap Soo Hyun tidak melupakan itu. Meskipun suatu saat Soo Hyun melupakannya dan memilih laki2 lain, Jae Joon tak masalah, asalkan bukan Park Hoon.
 Jae Joon dapat telepon kalau ada pasien gawat di ER. Pasien itu harus dioperasi, tapi Jae Joon sudah ada jadwal, dengan pasien yang punya penyakit sama. Jae Joon pun tetap menyuruh mereka menyiapkan ruang operasi, karena ronde terakhir kompetisi akan dimulai. Jae Joon memberitahu direktur Oh tentang target pasien kali ini. Tapi Jae Joon memastikan kalau Hoon tidak akan datang ke RS. Dia pun memberitahu kalau kemarin ditelpon sama PM yang ingin tim Jae Joon menang. Lalu direktur memanggil dr. Moon ke ruangan untuk menjelaskan tentang ronde terakhir ini. Operasi ini pernah dilakukan Hoon waktu pertama kali dia ke RS sebagai pengantar galon. Dr. Moon yakin menang kali ini, sayangnya Hoon tidak dapat dihubungi.
 Ternyata Hoon lagi nongkrong di tepi danau. Semua orang sibuk mencarinya. Dr. Moon bertanya pada Chang Yi dan Seung Hee, mereka tidak tahu ke mana Hoon. Seung Hee memang benar2 tidak tahu, tapi dia yakin kalau Hoon baik2 saja. Dr. Moon dan Soo Hyun mencari ke garibong klinik, tidak ada juga. Belum lagi dr. moon dapat kabar buruk, kalau Seung Hee jadi anastesi di tim Jae Joon. Akhirnya dr. Moon yang harus mengoperasi.
 Saat Seung Hee akan mulai membius, Jae Joon bertanya, bagaimana bisa Seung Hee berteman dengan PM? Karena tampaknya PM kenal sekali dengan Seung Hee. Seung Hee pura2 terkejut. Saat mengambil obat, Soo Hyun mendatanginya, bertanya kenapa Seung Hee pindah ke tim Jae Joon? Bukankah seharusnya Jae Hee mendukung kekasihnya? Kalau Hoon kalah, pasti langsung ditendang dari RS. Namun Jae Hee meyakinkan bahwa Hoon tidak akan pergi kemana2. Hoon akan selalu berada dimanapun Soo Hyun berada.

 Operasi dimulai. Tim Jae Joon tentu saja sukses, sedangkan tim dr. Moon kacau balau. Dr. Moon terlalu gugup. Jantung pasiennya sempat berhenti, lalu dr. Moon juga tak sengaja melukai jantung itu sampai tergenang darah. Direktur yang menonton dari tivi, menyuruh Sang Jin menelpon Jae Joon yang sudah selesai operasi untuk menyelesaikan operasi di ruang sebelah, agar tidak terjadi kematian di meja operasi. Pintu ruang operasi tim dr. Moon terbuka. Semua mengira bahwa Jae Joon yang datang. Tapi ternyata yang datang adalah Park Hoon.
 See, he never let the dying patient.

Sumber gambar: dramabeans

Tidak ada komentar:

Posting Komentar