Quotes

"Write is my World"

Selasa, 15 Juli 2014

Doctor Stranger Episode 17

 Hoon datang tepat waktu dan melanjutkan operasi yang kacau. Direktur menelepon dr. Yang, menyuruh agar Hoon kalah. Tapi Hoon tahu gelagat tidak baik itu dan mengganti dr. Yang dengan dr. Moon sebagai asistennya. Saat jantung sudah dijahit dan pompa dimatikan, harusnya anastesi membangunkan kembali detak jantungnya. Tapi anastesi yang ini masih amatir, butuh anastesi jantung professional. Han Seung Hee muncul tepat waktu dan menggantikan anastesi amatir tadi. Operasi pun sukses.  Saat Jae Joon keluar dari ruang operasinya, dia melihat Soo Hyun yang melihat ruang operasi Hoon.


 Hoon dan Jae Hee bicara berdua. Jae Hee masih ingin Hoon tidak terlibat, tapi Hoon tidak mau meninggalkan Jae Hee di dalam bahaya sendiri. Sudah saat dia gagal melindungi Jae Hee di jembatan luar negri dulu. Kali ini Hoon harus menang, Jae Hee bisa ketemu presiden, lalu semuanya selesai. Hoon juga memohon ingin bertemu ibunya sekarang. Tetapi di dalam ruangan gelap, ketika Ajudan PM menelepon, Jae Hee memutuskan akan tetap mengeluarkan Hoon dari misi ini. Han Jae Joon dan dirinya yang akan mengoperasi presiden.



 Chang Yi sedang menepuk2 boneka pink, ketika Hoon datang. Chang Yi segera menyembunyikan di belakang. Tapi Hoon sudah tahu ibunya ada di sana. Dengan boneka di tangan, Hoon masuk menemui ibunya. Ibu berdiri dan memanggilnya, lalu menghampiri. Ternyata dia mengambil boneka itu. Ibu bertanya, siapa kamu? Hoon mengatakan kalau dia adalah anak ibu. Tapi ibu hanya mempercayai kalau anaknya masih 8 tahun. Meski masih belum waras, tapi Hoon minta maaf karena selama ini dia menyalahkan sang ibu yang dianggap mencampakkannya. Tapi ternyata sang ibu tidak membuang, malah mencarinya sampai gila begini. Ia memeluk ibunya dan air matanya meluncur. Hoon menitipkan ibunya kepada Chang Yi sementara waktu.


 Direktur menemui PM dan menanyakan kenapa Hoon bisa muncul, padahal sudah dijanjikan kalau dia nggak bakal muncul. Tapi PM juga tidak tahu, dan PM pun akhirnya membuka rahasia bahwa yang dioperasi itu bukan dia, melainkan presiden. Sementara itu dr. Moon ingin bertemu direktur, menanyakan bagaimana dengan ronde kali ini, apakah seri lagi? Direktur datang dengan Sang Jin, lalu memberikan pasien baru untuk ronde paling terakhir kepada dr. Moon dan Jae Joon. Operasinya simple, tapi beda umur. Pasien Jae Joon umur 20-an, sedang pasien Hoon umur 40-an. Yang lebih tua jelas beresiko lebih tinggi. Dr. Moon mau protes juga nggak bisa, karena kalau merasa nggak mampu, lebih baik mundur saja sehingga Jae Joon bisa menang.



 Perawat Min menginterogasi dr. Yang yg lagi2 mau bikin kacau di operasi terakhir. Hoon akhirnya memutuskan kalau dr. Yang tidak boleh masuk ruang operasinya lagi. Dr. Yang pun mengaku, kalau dia melakukannya bukan hanya karena uang, tapi dia benci pada Hoon. Sementara itu Direktur ingin agar Jae Joon kali ini menang, kemudian Jae Joon akan diangkat jadi direktur RS. Jae Joon tentu kaget, semudah itukah??? Ternyata tampaknya Direktur Oh mulai kena sakit jantung, karena dia mengelus2 dada terus.




 Diruangannya, Jae Joon menatap kembali berkas tuntutan 20 th lalu. “Sedikit lagi, ayah.” Lalu Hoon masuk, meminta agar Jae Joon mundur saja dari ronde terakhir ini, demi kelangsungan hidup Jae Joon sebagai dokter. Tapi Jae Joon tidak mau mundur. Hoon mengingatkan kalau banyak hal buruk yang berhubungan dengan operasi PM ini. Jae Joon tahu, hal buruk itu ada hubungannya dengan ayah Hoon. Hoon pun heran, bagaimana bisa Jae Joon tahu ttg ayahnya? Padahal Hoon tidak bercerita apapun. Jae Joon pun menunjukkan berkas tuntutan itu, dan mengaku kalau itu punya temannya di Harvard, bernama Lee Sung Hoon. ‘temannya’ itu mendendam kepada Park Cheol yang pergi meninggalkan kasus itu, padahal Park Cheol sudah janji. Setahunya, Park Cheol ke Korut untuk mengejar ambisi. Hoon pun menjelaskan kalau Jae Joon dan ‘temannya’ itu sudah salah paham. Ayahnya ke Korut bukan karena kemauannya sendiri, tapi untuk menghentikan perang, atau itulah trik yang membuat mereka kesana, yang dilakukan oleh PM dan Direktur Oh. Jae Joon pun terkejut dengan fakta ini dan tidak percaya. Hoon ingin ketemu sama ‘temannya’ Jae Joon untuk menjelaskan kesalahpahaman ini.



 Saat Hoon merenung di tangga, Soo Hyun lewat. Hoon menyapa, tapi Soo Hyun ngacir. Hoon pun mengirim sms via line, plus emo lucunya (promosi pak!). Hoon mengejarnya dan ingin berdamai. Dia benar2 minta maaf soal Jae Hee dan ingin Soo Hyun melupakan apa yang terjadi pada ayah2 mereka, karena itu bukan salah mereka, tapi urusan para ayah. Hoon menggoda2 Soo Hyun, sementara Jae Joon melihat mereka dari jauh dengan gusar. Saat Soo Hyun membuka pintu lift, Jae Joon ada di dalamnya. mereka pun naik lift berdua. Jae Joon bertanya tentang keakraban Soo Hyun dan Hoon tadi, Soo Hyun hanya ingin berteman baik dengannya. Lagipula Hoon sudah punya Jae Hee.



 Soo Hyun bicara berdua dengan Jae Hee. Jae Hee minta maaf karena menyembunyikan identitas diri sebenarnya. Soo Hyun tidak mempermasalahkan itu, hanya saja ia takut Jae Hee punya tujuan buruk yang bisa membahayakan Hoon, karena pada awal ketemu, Jae Hee pura2 tidak mengenal Hoon. Soo Hyun berpikir kalau Jae Hee punya misi tertentu yang berbahaya. Memang benar, tapi Jae Hee tentu tidak membukanya. Dia hanya bilang kalau Hoon yang mentransplantasikan ginjalnya, yang diambil dari ginjal ayahnya yang masih hidup. Jadi ayahnya mati karena ginjalnya diambil oleh Hoon untuk menyelamatkan Jae Hee. Jadi Jae Hee pura2 tidak kenal karena marah pada Hoon. Jae Hee meyakinkan Soo Hyun bahwa Hoon sebenarnya menyukai Soo Hyun sekarang. Seandainya tidak ada masalalu yang buruk di antara mereka, tentu Hoon sudah mengakui perasaannya itu. Saking tertutup dendam dan kebencian, makanya Hoon tidak sadar akan perasaannya. Jae Hee berkata kalau sebentar lagi akan pindah ke Jepang. Dia minta Soo Hyun menunggu sebentar di sisi Hoon, maka Soo Hyun akan tahu perasaan Hoon sebenarnya.


 Hoon membawa bahan makanan ke rumah Chang Yi. Karena Chang Yi bekerja di restoran,Hoon mau Chang Yi memasak. Tapi nyatanya, Chang Yi nggak bisa masak. Dia Cuma jadi delivery saja di restoran. Mereka pun makan seadanya, bahan2 yg sudah jadi, seperti kimchi, dll, juga sup rumput laut. Awalnya ibu tidak mau makan, maunya bubur terus. Hoon pun menyuruh Chang Yi makan dengan lahap agar ibu jadi kepengin. Dan akhirnya ibu pun ikut makan. Dia memberikan makanan ke sendok Hoon. Hoon pun jadi berkaca2 terharu. Biar sudah gila dan tidak mengenalinya, tapi mungkin ini namanya insting ibu dan anak.


 Hoon meledek2 Soo Hyun lagi seperti dulu, tapi Soo Hyun jadi merasa lebih canggung sekarang. Lalu seorang pasien cewek berhak tinggi datang menggoda Hoon. Pasien itu adalah adiknya dr. Kim. Adik sama kakak sama aja playboy dan playgirlnya. Lalu Jae Joon datang menjelaskan kondisi adik dr. Kim. Ternyata dia adalah pasien target ronde terakhir itu. Sementara Hoon juga menjelaskan hal yang sama pada pasiennya yg umur 40 th. Adik dr. Kim datang dan senang mendengar penjelasan Hoon yang lebih mudah dimengerti dari penjelasan Jae Joon yg dokter banget. Lalu dia pun berdiskusi dengan Hoon, apa mungkin bisa sembuh tanpa harus operasi? Dia mau menikah dan ingin punya anak. Tapi kalau dioperasi, dia tidak bisa punya anak nantinya. Tapi penyakitnya itu memang harus dioperasi kalau mau hidup panjang. Adik dr. Kim pun ingin melihat ronsen jantungnya. Dia mau memaki2 penyakitnya itu. Tapi saat Hoon membukanya dan adik Kim sedang memaki, Hoon menemukan ada sesuatu yang lain selain penyakit itu.


 Hoon menemui Jae Joon yang ternyata sudah (atau baru) tahu tentang hal itu. Menurut Hoon, adik dr. Kim tidak perlu dijadwal operasi dulu. Karena obat2an operasi bisa membuatnya mandul. Tapi menurut Jae Joon, harus segera dioperasi karena bisa makin parah. Jae Joon menantang, kalau Hoon peduli pada pasien daripada kompetisi, bagaimana kalau mereka tukar pasien saja? Kalau dulu Hoon pasti akan melakukannya, tetapi kali ini dia tidak bisa. Dia harus menang agar dapat menjalankan misi bersama Jae Hee. Dr. Kim pun mendengar hal itu, jadi galau di antara dua pendapat. Operasi tapi mandul, atau tidak dioperasi tapi takut jadi makin parah?


 Dr. Moon yang mendengar kabar itu jadi senang, karena jika gadis itu tidak mau dioperasi, maka yang menang adalah Hoon. Menurut Hoon, gadis itu belum tahu, tapi ternyata dr. Moon sudah memberitahu. Gadis itu pun datang untuk tanya kebenaran, apa benar dia tidak perlu operasi? Dr. Kim datang dan dia yang memihak pada Jae Joon, menyuruh adiknya operasi saja. Adiknya akan bisa dapat anak kalau berusaha sangat keras nanti. Adiknya menangis, masa depannya akan terenggut oleh kompetisi menyebalkan ini. Akhirnya dia pun pasrah setelah kakaknya tetap menyuruhnya operasi.



 Hari operasi dimulai. Para pasien masuk ruang operasi. Jae Hee jadi anastesinya Jae Joon. Dr. Kim mengantar adiknya masuk, setelah Jae Joon datang baru dia keluar. Sebelumnya sang adik menitipkannya hape. Lalu ada sms dari calon suami adiknya yang membatalkan gedung pernikahan seperti yang dipesankan oleh adiknya. Tiba2 dr. Kim masuk ke ruang operasinya Hoon, memohon agar Hoon tukar pasien dengan Jae Joon. Jae Joon sudah pasti akan mengoperasi adiknya yang bisa membuat adiknya mandul. Jae Joon sudah tidak bisa diganggu gugat lagi. Sedangkan dr. Kim tahu bahwa Hoon masih bisa diajak kompromi, lagipula yang bilang kalau adiknya tidak usah operasi kan Hoon juga. Dr. Moon mengusir dr. Kim yang mengganggu dan bisa bikin Hoon galau.


 Hoon mengingat pesan sang ayah, bahwa apapun yang terjadi ingatlah, Hoon tetaplah seorang dokter. Lalu dia teringat akan janjinya pada Jae Hee bahwa dia akan menang dan menghadapi misi itu bersama. Dia jadi benar2 galau sekarang.


 Saat Jae Joon mau membedah dada adik dr. Kim, Hoon datang menahan tangannya.


Comment:
Hubungan antara Hoon dan ibunya, mengingatkanku pada hubungan Lee Yoon Sung dan ibunya (city hunter). Hampir2 mirip. Mereka sama2 mengira sudah dibuang oleh ibunya, hingga jadi benci sama si ibu. Tapi ternyata setelah tahu kejadian sebenarnya, mereka pun berusaha baik kepada sang ibu. Sang ibu juga sempat menghilang dari rumah sakit dan bersembunyi di suatu tempat sampai bertemu kembali dengan anak mereka. Sang ibu juga dikejar-kejar oleh orang jahat yang mau mengancam anaknya. Bedanya cuma di penyakit. Ibu Yoon Sung sakit kanker, sedangkan ibu Hoon sakit jiwa.


gambar : http://www.dramabeans.com/2014/06/doctor-stranger-episode-17/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar