(indahnya kalau semua pada damai begini, di hari yang Fitri hohoho...)
Sebelum operasi, Hoon menyuruh Jae Hee mengatur anestesinya sehingga Presiden bisa langsung sadar. Makanya Presiden pun segera sadar. PM menyuruh Ajudan menghabisi Presiden dan 2 dokter itu, tapi Ajudan tidak mau. Presiden pun menjelaskan cara berpolitik yang benar. Politik itu, hari ini teman, besok musuh. Hari ini musuh, besok berteman. Jadi Presiden sendiri juga main politik. Dia akan melupakan hari ini dan memaafkan PM. Jang Seok Joo akan tetap berada di posisinya, kembali menjadi budak Presiden.


Hoon dan Jae Hee tidak bisa mempercayai siapapun lagi. Jae
Hee kembali menyalahkan diri sendiri yang menerima uluran tangan Jin Soo dulu.
Mereka harus cari cara lain untuk lari dari semua ini. Lalu PM datang, berkata
kalau pertemuan mereka ini adalah takdir. Dia yang menyuruh orang membunuh Park
Chul dan Hoon di Korut 20 th lalu, kemudian menutup pintu dubes di luar negeri.
Tetapi Hoon masih hidup sampai sekarang, jadi PM pun berpikir bagaimana kalau
dia mengajak Hoon kerjasama? Hoon terkejut, jadi yang melakukan semua itu
adalah PM! PM pun mengejek mereka yang mudah saja percaya pada janji Presiden,
yang sebetulnya sama saja dengan PM. Semua politikus itu sama saja, tidak bisa
dipegang janjinya, mereka hanya memikirkan kepentingan sendiri. Seharusnya
mereka tetap mengikuti perintah PM saja, kalau tidak, ibu Hoon akan pergi ke
Surga duluan.

Hoon dan Jae Hee dipegangi keluar RS. PM naik mobil duluan.
Saat berputar, mobil tiba2 berhenti. Supir PM menoleh, ternyata dia adalah Jin
Soo. “Kau yang akan ke surga duluan.” Jin Soo menembak 3 kali dan kabur.

Hoon
memeriksa dan karena masih bernapas, dia menyuruh untuk menyiapkan ruang
operasi. Di tengah perjalanan menuju ruangan, Jae Hee tiba2 menghentikan
ranjang dorong. Ini kesempatan mereka, membiarkan PM mati begitu saja sebelum
masuk ruangan. Kalau PM mati, tidak akan ada lagi yang mengganggu hidup mereka
lagi. tapi Hoon tidak mau, meskipun orang ini jahat dan membahayakan hidupnya,
serta telah membunuh ayahnya, tetap saja dia adalah pasien sekarang. Hoon akan
tetap menyelamatkannya (sumpah dokter).



Sebelum mulai, Ajudan datang dan berkata kalau Hoon tidak
akan disalahkan jika membiarkan PM mati ataupun membunuhnya di meja operasi,
mumpung sempat. Ternyata itu perintah Presiden supaya membiarkannya mati.
Tetapi Hoon tetap tidak mau. Hanya berdua dengan Jae Hee yang anastesi merangkap
first asistent, mereka berhasil mengeluarkan peluru dan PM selamat. Ajudan
memberikan kunci mobil yang sudah ada banyak uang di dalamnya, agar Hoon dan
Jae Hee bisa kabur.


Chang Yi bingung karena mendadak Hoon tidak dapat dihubungi.
Dia yang ketakutan, menceritakan semuanya kepada Soo Hyun. Lalu dr. Kim
menelpon karena melihat Hoon dan Jae Hee keluar dari pintu belakang. Hoon dan Jae Hee berlari sambil bergandengan menuju mobil
yang sudah terparkir. Saat melewati jembatan, tiba2 perut Hoon tertembak. Jin
Soo datang dan akan membunuh mereka. Saat dia melepaskan tembakan, Jae Hee maju
menghadang.


Soo Hyun dan Chang Yi melihat Jae Hee sudah bergelantungan
di atas jembatan, berpegangan pada tangan Hoon. Jae Hee bahunya terluka.
Kejadian 2 tahun lalu terulang kembali. Jin Soo memberi satu kesempatan, jika
Hoon melepaskan tangan Jae Hee, maka Jin Soo tidak akan membunuhnya. Menurut
Jin Soo, hidup Hoon akan lebih menderita dalam rasa bersalah yang mendalam
karena membiarkan kekasihnya mati. Tetapi Hoon tidak ingin melakukan kesalahan
yang sama. Jin Soo mulai menghitung sampai tiga. “Jae Hee, ingatkah apa yang
pernah ku katakan kepadamu? Melepaskan tanganmu, adalah kesalahan terbesar yang
pernah kulakukan. Kubilang, aku akan mengikutimu ke manapun kau pergi. Kau
lihat sungai itu? Jangan khawatir arusnya akan membawamu ke mana. Aku pergi
bersamamu.”



Ketika Jin Soo sudah menghitung sampai tiga, dia menembak
Hoon dan sejoli itu jatuh ke dalam sungai. Jin Soo yang sudah puas melampiaskan
dendam, serta sukses menjalankan misi, melakukan bunuh diri (kebiasaan spy
Korut). Sebelum menghembuskan napas terakhir, dia mengucapkan deklarasi
negaranya. Soo Hyun dan Chang Yi naik ke jembatan dan tidak menemukan tubuh
Hoon maupun Jae Hee karena sudah terbawa arus.

Satu tahun kemudian.
PM Jang Seok Joo akhirnya ditangkap polisi atas kasus2 yang
dilakukannya (semacam korupsi). Meskipun dia tidak ditangkap gara2 mau
mencelakai presiden, namanya juga penjahat, pasti bisa tertangkap oleh hal
lain. Mungkin Presiden sengaja mengampuninya agar kejahatan aslinya terungkap
semua. Presiden tetap berada di posisinya. “Polisi pandai menangkap penjahat,
Dokter pandai menyembuhkan penyakit. Politikus harus bersikap bersih.”

Chang Yi kini sudah jadi cewek sesungguhnya – berdandan.
Kayaknya dia jadian sama dr. Kim, tapi masih sering berantem karena dr. Kim
yang mesum.

Soo Hyun sudah jadi leader operasi, kayak Jae Joon dan Hoon
dulu. Dia dan dr. Moon anastesi dibantu oleh junior yang masih kurang pintar
sehingga sering dimarahi. Setelah operasi, mereka naik lift untuk menghadiri
pelantikan direktur baru. Ternyata dr. Moon sudah hamil 3 bulan. Pintu lift
terbuka dan dr. Keum masuk. Soo Hyun menyelamati bapak baru itu. Lalu pintu
lift terbuka lagi dan masuk dr. Kim yang lagi memarahi juniornya. Dan terakhir
yang masuk adl dr. Moon. Dia begitu gugup sampai kentut di dalam lift hahaha…
Dan di sana mereka semua jadi kangen sama Hoon.

Ternyata yang jadi direktur baru adalah dr. Moon. Pidatonya
aneh dan membosankan, seperti biasa. Meski dr. Moon bahagia telah mencapai
cita2nya, tetapi dia juga merasa sedih. Seharusnya Hoon ada di sana, agar dia
bisa memperlihatkan padanya bahwa dia sudah menjalankan amanat mendiang ayah
dr. Moon.

Soo Hyun datang ke jembatan tempat Hoon dan Jae Hee jatuh.
Chang Yi juga datang dengan membawa bunga dan membuangnya ke sungai.

Suster Min resign dari Myung Woo dan akan bekerja dengan dr.
Yang. Tiba2 Jae Joon muncul dan menemui Direktur Oh (mantan direktur tepatnya).
Soo Hyun segera meluncur, karena khawatir ada pertumpahan darah lagi, tapi dr.
Moon menahannya masuk. Ternyata Jae Joon hanya ingin minta maaf, dia sendiri
pun sudah memaafkan Direktur Oh. Dia sudah melepaskan dendamnya, demi Soo Hyun.
Kemudian dia keluar dari kamar rawat. Tiba2 Direktur juga keluar dan menerima
maaf Jae Joon, karna Jae Joon adalah lelaki dari putrinya. Dia menjewer dr.
Moon masuk ke kamar biar tidak mengganggu 2 orang itu.



Jae Joon membawa Soo Hyun ke suatu tempat. Di perjalanan dia
menceritakan tentang kisah Hoon-Jae Hee yang sebenarnya dari awal. Soo Hyun
merasa bersalah dan tidak enak hati. Mereka telah melalui banyak kesulitan,
dirinya malah menyatakan cinta pada Hoon. Saat tiba di tempat itu, Jae Joon
mengajaknya menemui seseorang.


Seorang ahjuma memukuli pantat seorang dokter. Yes, he is dr.
Park Hoon! Dia membuka klinik sendiri. Ahjuma berkata ada orang yang
mencarinya. Soo Hyun terkejut karena ternyata Hoon masih hidup. Antara marah
dan bahagia, dia memukuli Hoon yang tidak memberi kabar kalau dia masih hidup.
Ternyata ada orang yang menyelamatkan mereka dari sungai (mungkin Ajudan).

Ajudan menjenguk ibu Hoon di RS, membawakan sesuatu yang
diminta oleh ibu. Isinya sebuah stetoskop, entah punya Hoon atau punya mendiang
suaminya. Di lengannya ada gelang anyaman, dari Hoon. Dia lalu menatap pigura foto dirinya dan Hoon, lalu tersenyum.

Makanan yang dipesan Hoon sudah terhidang (nasi kare
kayaknya). Hoon juga memberikan kotak kado yang sama seperti punya ibu, isinya
juga stetoskop. Menurut Hoon, Jae Joon lebih pantas jadi dokter daripada kerja
di hukum. Soo Hyun bertanya di mana Jae Hee? Jae Joon bilang kalau Jae Hee
masih di China.

Hoon menatap jalanan yang sepi, sementara Jae Joon dan Soo
Hyun melihatnya dari atas rerumputan. Jae Joon menjelaskan kalau Jae Hee punya
2 identitas, jadi dia akan kesulitan kalau mau menetap di Korsel. Untung ada
teman yang bisa mengurus hal itu. Jadi dia pergi ke China. Hari ini Jae Joon
sengaja mengajak Soo Hyun kemari, karena hari ini Jae Hee pulang.

Sebuah mobil datang dan berhenti di depan Hoon. Jae Hee
keluar dari dalamnya dan berlari memeluk Hoon. Sementara Soo Hyun menggandeng
tangan Jae Joon dan mereka saling menatap.


HUAAAA DAEBAK!!!
Bener-bener nih si sutradaranya (Jin Hyuk) ciamik tenan!
Setelah sukses merombak City Hunter dari komik aslinya, dia juga sukses bikin
drama dr. Stranger ini dengan ending yang sangat memuaskan, lebih bagus dari
City Hunter yang rada gantung kurang jelas di endingnya.
Drama ini serunya nggak putus-putus dari awal. Tiap ending
episode selalu bikin penasaran. Tegang terus rasanya. Endingnya juga unexpected.
Semua orang yang nonton ini pasti di awal mengira si Hoon bakal jadiannya sama
Soo Hyun, sementara Jae Hee mati dan Jae Joon pergi setelah selesai dengan
dendamnya. Habis biasanya kan yang baik sama yang baik, yang jahat tinggal gigit jari. Kemudian saat 2 sejoli itu nyemplung di sungai, ada dua asumsi.
Pertama, dua-duanya mati. Kedua, Hoon hidup dan Jae Hee mati. Tapi ternyata…
Tidak hanya ending kisah cinta Hoon-Jae Hee yang nge-twist, Park
Hae Jin juga ternyata tidak jadi second guy yang merana lagi, yang tidak
mendapatkan cinta gadisnya, seperti di The Man Who Came From The Star. Nggak
nyangka Soo Hyun yang kayaknya udah cinta mati sama Hoon, bisa menerima
cintanya Jae Joon. Tapi emang dari awalnya mereka sih udah pacaran, meskipun
saat itu Jae Joon pacarannya demi melancarkan dendam, sementara hati Soo Hyun
mulai melenceng saat ketemu Hoon. Mereka akhirnya kembali. So, haruskah saya
mencoret nama Park Hae Jin dari daftar second guy yang merana?
Namun memang, secara chemistry, 2 pasangan itu kurang klik.
Lebih cocok Hoon sama Soo Hyun, itu sebabnya kita pada awalnya mengira kalau
mereka bakal jadian. Mungkin karena 2 pasang itu penuh konspirasi dan misi
tersembunyi pada awalnya. Nggak tulus gitu, meski akhirnya mereka benar2 tulus
saling mencintai.
























