Quotes

"Write is my World"
Tampilkan postingan dengan label Dr. Stranger. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dr. Stranger. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Juli 2014

Doctor Stranger Episode 20-END


(indahnya kalau semua pada damai begini, di hari yang Fitri hohoho...)

Sebelum operasi, Hoon menyuruh Jae Hee mengatur anestesinya sehingga Presiden bisa langsung sadar. Makanya Presiden pun segera sadar. PM menyuruh Ajudan menghabisi Presiden dan 2 dokter itu, tapi Ajudan tidak mau. Presiden pun menjelaskan cara berpolitik yang benar. Politik itu, hari ini teman, besok musuh. Hari ini musuh, besok berteman. Jadi Presiden sendiri juga main politik. Dia akan melupakan hari ini dan memaafkan PM. Jang Seok Joo akan tetap berada di posisinya, kembali menjadi budak Presiden.
Hoon dan Jae Hee tidak setuju dengan keputusan Presiden, karena hal ini bisa terulang lagi suatu saat nanti, lagipula ini tidak sesuai dengan perjanjian mereka. Tetapi Presiden punya urusan sendiri. PM pun menerima keputusan Presiden, meski dia akan kembali jadi budak lagi. Dia meminta 2 hal, yaitu Ajudan akan tetap jadi anak buahnya, dan 2 dokter itu akan jadi bawahannya juga. PM mengantar Presiden keluar dari RS, lalu meminta penjelasan Ajudan. Dari balik pilar, Jin Soo memperhatikan semuanya.
Hoon dan Jae Hee tidak bisa mempercayai siapapun lagi. Jae Hee kembali menyalahkan diri sendiri yang menerima uluran tangan Jin Soo dulu. Mereka harus cari cara lain untuk lari dari semua ini. Lalu PM datang, berkata kalau pertemuan mereka ini adalah takdir. Dia yang menyuruh orang membunuh Park Chul dan Hoon di Korut 20 th lalu, kemudian menutup pintu dubes di luar negeri. Tetapi Hoon masih hidup sampai sekarang, jadi PM pun berpikir bagaimana kalau dia mengajak Hoon kerjasama? Hoon terkejut, jadi yang melakukan semua itu adalah PM! PM pun mengejek mereka yang mudah saja percaya pada janji Presiden, yang sebetulnya sama saja dengan PM. Semua politikus itu sama saja, tidak bisa dipegang janjinya, mereka hanya memikirkan kepentingan sendiri. Seharusnya mereka tetap mengikuti perintah PM saja, kalau tidak, ibu Hoon akan pergi ke Surga duluan.
Hoon dan Jae Hee dipegangi keluar RS. PM naik mobil duluan. Saat berputar, mobil tiba2 berhenti. Supir PM menoleh, ternyata dia adalah Jin Soo. “Kau yang akan ke surga duluan.” Jin Soo menembak 3 kali dan kabur.
Hoon memeriksa dan karena masih bernapas, dia menyuruh untuk menyiapkan ruang operasi. Di tengah perjalanan menuju ruangan, Jae Hee tiba2 menghentikan ranjang dorong. Ini kesempatan mereka, membiarkan PM mati begitu saja sebelum masuk ruangan. Kalau PM mati, tidak akan ada lagi yang mengganggu hidup mereka lagi. tapi Hoon tidak mau, meskipun orang ini jahat dan membahayakan hidupnya, serta telah membunuh ayahnya, tetap saja dia adalah pasien sekarang. Hoon akan tetap menyelamatkannya (sumpah dokter).
Sebelum mulai, Ajudan datang dan berkata kalau Hoon tidak akan disalahkan jika membiarkan PM mati ataupun membunuhnya di meja operasi, mumpung sempat. Ternyata itu perintah Presiden supaya membiarkannya mati. Tetapi Hoon tetap tidak mau. Hanya berdua dengan Jae Hee yang anastesi merangkap first asistent, mereka berhasil mengeluarkan peluru dan PM selamat. Ajudan memberikan kunci mobil yang sudah ada banyak uang di dalamnya, agar Hoon dan Jae Hee bisa kabur.
Chang Yi bingung karena mendadak Hoon tidak dapat dihubungi. Dia yang ketakutan, menceritakan semuanya kepada Soo Hyun. Lalu dr. Kim menelpon karena melihat Hoon dan Jae Hee keluar dari pintu belakang. Hoon dan Jae Hee berlari sambil bergandengan menuju mobil yang sudah terparkir. Saat melewati jembatan, tiba2 perut Hoon tertembak. Jin Soo datang dan akan membunuh mereka. Saat dia melepaskan tembakan, Jae Hee maju menghadang.
Soo Hyun dan Chang Yi melihat Jae Hee sudah bergelantungan di atas jembatan, berpegangan pada tangan Hoon. Jae Hee bahunya terluka. Kejadian 2 tahun lalu terulang kembali. Jin Soo memberi satu kesempatan, jika Hoon melepaskan tangan Jae Hee, maka Jin Soo tidak akan membunuhnya. Menurut Jin Soo, hidup Hoon akan lebih menderita dalam rasa bersalah yang mendalam karena membiarkan kekasihnya mati. Tetapi Hoon tidak ingin melakukan kesalahan yang sama. Jin Soo mulai menghitung sampai tiga. “Jae Hee, ingatkah apa yang pernah ku katakan kepadamu? Melepaskan tanganmu, adalah kesalahan terbesar yang pernah kulakukan. Kubilang, aku akan mengikutimu ke manapun kau pergi. Kau lihat sungai itu? Jangan khawatir arusnya akan membawamu ke mana. Aku pergi bersamamu.”
Ketika Jin Soo sudah menghitung sampai tiga, dia menembak Hoon dan sejoli itu jatuh ke dalam sungai. Jin Soo yang sudah puas melampiaskan dendam, serta sukses menjalankan misi, melakukan bunuh diri (kebiasaan spy Korut). Sebelum menghembuskan napas terakhir, dia mengucapkan deklarasi negaranya. Soo Hyun dan Chang Yi naik ke jembatan dan tidak menemukan tubuh Hoon maupun Jae Hee karena sudah terbawa arus.
Satu tahun kemudian.
PM Jang Seok Joo akhirnya ditangkap polisi atas kasus2 yang dilakukannya (semacam korupsi). Meskipun dia tidak ditangkap gara2 mau mencelakai presiden, namanya juga penjahat, pasti bisa tertangkap oleh hal lain. Mungkin Presiden sengaja mengampuninya agar kejahatan aslinya terungkap semua. Presiden tetap berada di posisinya. “Polisi pandai menangkap penjahat, Dokter pandai menyembuhkan penyakit. Politikus harus bersikap bersih.”
Chang Yi kini sudah jadi cewek sesungguhnya – berdandan. Kayaknya dia jadian sama dr. Kim, tapi masih sering berantem karena dr. Kim yang mesum.
Soo Hyun sudah jadi leader operasi, kayak Jae Joon dan Hoon dulu. Dia dan dr. Moon anastesi dibantu oleh junior yang masih kurang pintar sehingga sering dimarahi. Setelah operasi, mereka naik lift untuk menghadiri pelantikan direktur baru. Ternyata dr. Moon sudah hamil 3 bulan. Pintu lift terbuka dan dr. Keum masuk. Soo Hyun menyelamati bapak baru itu. Lalu pintu lift terbuka lagi dan masuk dr. Kim yang lagi memarahi juniornya. Dan terakhir yang masuk adl dr. Moon. Dia begitu gugup sampai kentut di dalam lift hahaha… Dan di sana mereka semua jadi kangen sama Hoon.
Ternyata yang jadi direktur baru adalah dr. Moon. Pidatonya aneh dan membosankan, seperti biasa. Meski dr. Moon bahagia telah mencapai cita2nya, tetapi dia juga merasa sedih. Seharusnya Hoon ada di sana, agar dia bisa memperlihatkan padanya bahwa dia sudah menjalankan amanat mendiang ayah dr. Moon.
Soo Hyun datang ke jembatan tempat Hoon dan Jae Hee jatuh. Chang Yi juga datang dengan membawa bunga dan membuangnya ke sungai.
Suster Min resign dari Myung Woo dan akan bekerja dengan dr. Yang. Tiba2 Jae Joon muncul dan menemui Direktur Oh (mantan direktur tepatnya). Soo Hyun segera meluncur, karena khawatir ada pertumpahan darah lagi, tapi dr. Moon menahannya masuk. Ternyata Jae Joon hanya ingin minta maaf, dia sendiri pun sudah memaafkan Direktur Oh. Dia sudah melepaskan dendamnya, demi Soo Hyun. Kemudian dia keluar dari kamar rawat. Tiba2 Direktur juga keluar dan menerima maaf Jae Joon, karna Jae Joon adalah lelaki dari putrinya. Dia menjewer dr. Moon masuk ke kamar biar tidak mengganggu 2 orang itu.
Jae Joon membawa Soo Hyun ke suatu tempat. Di perjalanan dia menceritakan tentang kisah Hoon-Jae Hee yang sebenarnya dari awal. Soo Hyun merasa bersalah dan tidak enak hati. Mereka telah melalui banyak kesulitan, dirinya malah menyatakan cinta pada Hoon. Saat tiba di tempat itu, Jae Joon mengajaknya menemui seseorang.
Seorang ahjuma memukuli pantat seorang dokter. Yes, he is dr. Park Hoon! Dia membuka klinik sendiri. Ahjuma berkata ada orang yang mencarinya. Soo Hyun terkejut karena ternyata Hoon masih hidup. Antara marah dan bahagia, dia memukuli Hoon yang tidak memberi kabar kalau dia masih hidup. Ternyata ada orang yang menyelamatkan mereka dari sungai (mungkin Ajudan).
Ajudan menjenguk ibu Hoon di RS, membawakan sesuatu yang diminta oleh ibu. Isinya sebuah stetoskop, entah punya Hoon atau punya mendiang suaminya. Di lengannya ada gelang anyaman, dari Hoon. Dia lalu menatap pigura foto dirinya dan Hoon, lalu tersenyum.
Makanan yang dipesan Hoon sudah terhidang (nasi kare kayaknya). Hoon juga memberikan kotak kado yang sama seperti punya ibu, isinya juga stetoskop. Menurut Hoon, Jae Joon lebih pantas jadi dokter daripada kerja di hukum. Soo Hyun bertanya di mana Jae Hee? Jae Joon bilang kalau Jae Hee masih di China.
Hoon menatap jalanan yang sepi, sementara Jae Joon dan Soo Hyun melihatnya dari atas rerumputan. Jae Joon menjelaskan kalau Jae Hee punya 2 identitas, jadi dia akan kesulitan kalau mau menetap di Korsel. Untung ada teman yang bisa mengurus hal itu. Jadi dia pergi ke China. Hari ini Jae Joon sengaja mengajak Soo Hyun kemari, karena hari ini Jae Hee pulang.
Sebuah mobil datang dan berhenti di depan Hoon. Jae Hee keluar dari dalamnya dan berlari memeluk Hoon. Sementara Soo Hyun menggandeng tangan Jae Joon dan mereka saling menatap.
TAMAT!!!

HUAAAA DAEBAK!!!
Bener-bener nih si sutradaranya (Jin Hyuk) ciamik tenan! Setelah sukses merombak City Hunter dari komik aslinya, dia juga sukses bikin drama dr. Stranger ini dengan ending yang sangat memuaskan, lebih bagus dari City Hunter yang rada gantung kurang jelas di endingnya.

Drama ini serunya nggak putus-putus dari awal. Tiap ending episode selalu bikin penasaran. Tegang terus rasanya. Endingnya juga unexpected. Semua orang yang nonton ini pasti di awal mengira si Hoon bakal jadiannya sama Soo Hyun, sementara Jae Hee mati dan Jae Joon pergi setelah selesai dengan dendamnya. Habis biasanya kan yang baik sama yang baik, yang jahat tinggal gigit jari. Kemudian saat 2 sejoli itu nyemplung di sungai, ada dua asumsi. Pertama, dua-duanya mati. Kedua, Hoon hidup dan Jae Hee mati. Tapi ternyata…

Tidak hanya ending kisah cinta Hoon-Jae Hee yang nge-twist, Park Hae Jin juga ternyata tidak jadi second guy yang merana lagi, yang tidak mendapatkan cinta gadisnya, seperti di The Man Who Came From The Star. Nggak nyangka Soo Hyun yang kayaknya udah cinta mati sama Hoon, bisa menerima cintanya Jae Joon. Tapi emang dari awalnya mereka sih udah pacaran, meskipun saat itu Jae Joon pacarannya demi melancarkan dendam, sementara hati Soo Hyun mulai melenceng saat ketemu Hoon. Mereka akhirnya kembali. So, haruskah saya mencoret nama Park Hae Jin dari daftar second guy yang merana?

Namun memang, secara chemistry, 2 pasangan itu kurang klik. Lebih cocok Hoon sama Soo Hyun, itu sebabnya kita pada awalnya mengira kalau mereka bakal jadian. Mungkin karena 2 pasang itu penuh konspirasi dan misi tersembunyi pada awalnya. Nggak tulus gitu, meski akhirnya mereka benar2 tulus saling mencintai. 

Doctor Stranger Episode 19


Soo Hyun berhasil membuka ruangan Direktur dengan kunci cadangan dan menemukan ayahnya sudah tak sadarkan diri, dengan Jae Joon berdiri di dekatnya. Direktur segera dioperasi oleh Hoon dan sukses. Soo Hyun mendatangi Jae Joon dengan marah dan kecewa. Soo Hyun menganggap kalau memang sejak awal Jae Joon mau membunuh Direktur, tetapi tuduhan itu disangkal oleh Jae Joon yang tidak mengira kalau Direktur hampir mati. Dia hanya ingin Direktur minta maaf saja. Dia memang mengaku salah, tetapi dia ingin Soo Hyun memahami perasaannya, kenapa dia sampai jadi pendendam begini. Namun Soo Hyun tetap membencinya dan mengusirnya dari RS.
Di tangga, Soo Hyun mengingat lagi kebersamaannya dengan Jae Joon. Sementara itu Jae Joon sudah beres2in barangnya. Dia mau menghancurkan kastil mininya, tetapi tidak jadi. Sebelum pergi, dia melihat Direktur yang masih tidur dari jauh. Soo Hyun datang dan menyuruhnya cepat pergi, jangan datang ke RS lagi. Lalu Jae Joon pamitan dengan Hoon. Ternyata Jae Joon memang tidak berniat membunuh Direktur, karena dia sempat melakukan CPR sebelum Soo Hyun masuk. Hoon menyuruh Jae Joon menceritakan yang sebenarnya agar Soo Hyun tidak salah paham, tapi menurut Jae Joon, inilah yang terbaik, biar Soo Hyun bisa cepat melupakannya. Hoon menyayangkan keputusan Jae Joon untuk berhenti jadi dokter. Tapi Jae Joon merasa dia tidak punya kualifikasi sebagai dokter yang baik, karena dendamnya, dia tidak menangani pasien dengan benar. “Waktu kau pertama kali datang kemari, kupikir kau adalah orang asing (stranger), tetapi setelah kupikir lagi, akulah orang asing itu.” Dia punya satu permohonan, tentang Soo Hyun yg benar2 menyukai Hoon, tapi Hoon bilang kalau dia sudah menemukan Jae Hee. Jadi Jae Joon mengganti permohonannya, agar Hoon bisa jadi teman yang baik untuk Soo Hyun. (2 vilain di drama ini mempunyai permohonan yg sama terhadap orang2 yg mereka cintai).
Direktur sadar dan langsung mencari Jae Joon. Direktur menceritakan kalau Jae Joon bukan mau membunuhnya, malah menyelamatkannya dengan CPR. Dia menyuruh Soo Hyun segera membawa Jae Joon ke hadapannya. Tetapi Jae Joon tidak mengangkat telponnya. Soo Hyun mencari ke mana2, dan menemukannya akan naik mobil, tetapi Soo Hyun tidak berhasil mengejarnya yang sudah keburu pergi. “Mianhae…” kata Soo Hyun sambil menangis.
Anak buah melapor ke Ajudan tentang sesuatu. “Apa? Kau tidak bisa menemukan mayatnya? Tetapi aku sendiri yang menembaknya!” Yeah, that’s right, Cha Jin Soo tidak mungkin mati segampang itu. Dia masuk ke rumah Jae Hee yang sedang kosong.
Soo Hyun menggantikan ayahnya sementara sebagai direktur, sedangkan dr. Moon naik pangkat jadi manajer Thoracic Surgeon, yang dulu di jabat Jae Joon. Tentu saja dia senang sekali, sampai ngelap papan namanya berkali-kali, lalu berpidato kepada semua dokter Thoracic. Tetapi semuanya pada ngantuk. Hoon diselamatkan oleh telepon dari Soo Hyun dan segera menghadap. Soo Hyun menceritakan tentang perkataan Jae Hee tentang transplantasi ginjalnya itu. Hoon yang mengira Jae Hee baru tahu dan marah2 itu, ternyata sebenarnya sudah tahu sejak lama. Soo Hyun pun berkata kalau Jae Hee sepertinya ingin mendorong Hoon pergi kepada Soo Hyun.
Hoon datang ke rumah Jae Hee, untuk meminta penjelasan. Jae Hee masih saja mengelak dan berkata kalau dia tidak pernah mencintai Hoon. Tetapi Hoon kemudian menunjukan rekaman suara Jae Hee yang pernah dikirimkan padanya (waktu mau ditembak Jin Soo di danau). Jae Hee tidak bisa mengelak lagi. Dia pun mengakui kalau dia mencintai Hoon dan ingin hidup bahagia bersama. Dia sengaja pura2 membenci Hoon supaya bisa menghindarkan Hoon dari bahaya. Dia merasa dari awal bahwa dirinyalah yang bersalah, membawa Hoon ke dalam bahaya ini. Jadi waktu dipenjara, Jin Soo datang menawarkan untuk bisa ketemu lagi dengan Hoon, dan langsung disetujuinya, karena dia sangat merindukan Hoon kala itu. Tetapi ternyata keputusannya itu membawa hidup Hoon dalam bahaya. Namun Hoon tidak menyalahkannya.
Setelah acara tangis-tangisan romantis itu, mereka pun membicarakan tentang janji PM yang akan mengembalikan ibu setelah operasi. Jae Hee tidak percaya PM akan melepas mereka begitu saja, tetapi Hoon berencana akan bertemu Ajudan dan berharap Ajudan bisa berpihak pada mereka. Hoon mengajak Ajudan untuk mengkhianati PM, tetapi Ajudan tidak mau, karena dia adalah seorang tentara yang tunduk pada loyalitas. Hoon meragukan itu, karena Ajudan menyelamatkan dirinya dan menjaga ibunya selama ini, itu kan bukan perintah dari PM. Ajudan berkata kalau dia melakukan hal itu untuk membayar hutangnya kepada Hoon. Dia memberikan permen loli dan berkata akan melupakan apa yang dikatakan Hoon hari ini. Daripada melakukan hal2 merugikan, lebih baik Hoon nurut saja dan menyiapkan operasi.
Presiden menelpon PM, dan berkata akan ke RS ‘menjenguk’ PM besok. Jae Hee datang membawa obat2an, tapi tentunya bukan untuk disuntikkan ke PM. Dia meminta agar ibu Hoon dikembalikan, kalau tidak mereka tidak akan mengoperasi seperti apa yang diinginkan PM. Dan akhirnya ibu Hoon dibawa ke rumah Jae Hee. Hoon segera datang dan memeluk ibunya. Mereka makan bersama, ibu meletakkan lauk di atas nasi Hoon dan Jae Hee. Hoon memperkenalkan Jae Hee sebagai pacarnya. Oh, scene ini so sweet. Sayangnya cuman sesaat, karena ternyata ibu dibawa kembali oleh Ajudan. Tapi sebelum pergi ibu memberikan boneka yang selama ini dipeluknya, kepada Hoon, “see you later…” Mungkin ibu sudah mulai mengenal Hoon.
Hoon berencana menemui Presiden untuk membeberkan rencana busuk PM. Jae Hee agak khawatir dengan orang2 PM yang mengawasi. Dan untuk itu mereka juga butuh kerjasama dengan Soo Hyun. Besoknya, presiden datang ke RS, sebenarnya untuk bertemu dengan dokter yang akan menyembuhkan sakitnya, Park Hoon. Tetapi tentu saja itu diluar rencana PM, jadi PM pun beralasan kalau Hoon dan semua orang tidak ada yang tahu siapa pasien sesungguhnya, bukankah ini semua sudah dirahasiakan? Nanti kalau ketahuan bagaimana? Presiden pun tidak jadi bertemu Hoon, akhirnya jalan2 keliling RS saja. PM menyuruh Ajudan untuk mengawasi langsung agar Presiden tidak bertemu dengan Hoon maupun Jae Hee.
Hoon dan Presiden sempat berpapasan, tapi tidak berkata apapun. Ajudan dan anak buah sembunyi sebentar sampai Presiden lewat, tapi karena itu, mereka kehilangan jejak Hoon. Soo Hyun mengantarkan Presiden ke ruangannya Hoon, tiba2 ditutup dari luar dan Hoon muncul. Jadi Jae Hee sebelumnya sudah memohon pada Soo Hyun untuk membantu Hoon bertemu langsung dengan Presiden. Tetapi sebelum Hoon membeberkan rencana PM, PM datang. Akhirnya Hoon tidak jadi bilang. Saat bersalaman dengan Presiden, Hoon cepat meletakkan tangannya di dada Presiden untuk mendeteksi penyakitnya. Anak buah presiden mencekal tangannya dan Presiden pun pergi. PM melirik marah pada Hoon.
Ajudan dimarahi habis2an, dan PM pun meragukan loyalitasnya, karena beberapa kali Ajudan melanggar perintahnya (berapa kali menyelamatkan Hoon). Lalu Presiden menelepon PM dan berpikir untuk pindah RS saja, karena banyak masalah di Myung Woo. Sementara itu Ajudan berpikir ulang untuk tetap setia pada PM, setelah apa yang PM lakukan selama ini. Waktu belum jadi apa2 aja sudah jahat begitu, gimana kalau sudah jadi Presiden? Dia menatap permen loli dan tampaknya dia mulai membuat sebuah keputusan.
Tetapi Hoon tenang2 saja, karena Presiden tidak mungkin bisa pindah RS, karena kondisinya yg tidak memungkinkan dia dirawat oleh dokter di tempat lain, karena yg bisa menyembuhkan penyakit Presiden ini hanya Hoon. Presiden harus menggunakan prosedur SAVER yang cuma bisa dilakukan oleh Hoon. Jadi Presiden kembali ke Myung Woo dan akhirnya memperkenalkan diri kepada Hoon secara resmi bahwa dialah pasien sesungguhnya. Presiden dan Hoon membicarakan tentang kondisi penyakit itu di ruangannya. Presiden ingin tahu apa yang ingin Hoon katakan waktu itu, mumpung tidak ada orang. Ada Ajudan di sana, tetapi nampaknya Ajudan kini berpihak pada Hoon.
Presiden dan Hoon kembali ke kamar PM. Presiden ingin dioperasi besok. Tiba2 jantung Presiden sakit. Mereka segera memapah ke ranjang. Hoon memeriksa, tiba2 Presiden menarik Hoon mendekat, “Tolong selamatkan aku.” Presiden pun pingsan dan segera di bawa ke ruang operasi. PM bergerak cepat, menyuruh salah satu anak buah presiden untuk mengumumkan bahwa PM akan menggantikan sementara sebagai presiden.
 PM dapat sms dan segera ke RS. Ternyata operasi sudah selesai dan Presiden masih koma. PM tertawa2 dan mengejek2 Presiden. Tiba-tiba mata presiden terbuka. Presiden 100% sadar dan mendengar semua ejekan PM tadi. Lalu Hoon dan Jae Hee masuk bersama para ajudan presiden. Nah loh??? Ada apa ini???
gambar: http://www.dramabeans.com/2014/07/doctor-stranger-episode-19/