Quotes

"Write is my World"

Jumat, 20 April 2012

The Moon That Embraces The Sun 12

Yang Myung-gun berjalan lesu, bertemu dg Woon “Jadi kau sudah tahu kau tidak tanya apapun, sepertinya kau tahu tentang itu. Apa mereka benar2 mirip? Apa Yang Mulia mengatakan itu juga? Kalau dia mirip anak itu..itulah mengapa ia minta kau diam dan memerintahmu merahasiakan ini dariku, ya kan? Bahkan kau sekarang sudah jadi anak buah Raja..” Yang Myung tersenyum getir.
Wol dan Raja jalan pulang. Raja mengeluhkan cerita di boneka itu ngga masuk akal. Ngga mungkin gadis biasa mencintai Raja. Raja kan terlalu sibuk urusan Negara, kapan ketemu gadisnya? Raja seperti itu pasti negaranya ngga beres. Rasanya ingin menyeret pengarangnya ke penjara. Tapi ekspresi Wol membuat Raja diam. Wol : Karena mereka manusia, jadi mereka akan menemui hal seperti itu, benar kan? Hal yang terjadi diantara dua orang..bagaimana bisa dijelaskan dengan nalar?” Raja berjanji akan mengembalikan 10 nyang Wol, tapi Wol ngga mau. Raja maksa, mereka akan ketemu lagi nanti (huh, cari alasan buat ketemu aja)
Raja pergi dan Wol seperti ingin memanggil, tapi ngga jadi. Ia hanya menatap punggung raja sambil mengucapkan salam perpisahan dalam hati. lalu ia ingat kalo buntelannya ketinggalan. Saat kembali, Yang Myung muncul. (Jansil sudah dipulangkan ke Seongsacheon) “Kenapa larut sekali? Awas, kau bisa jadi Jansil kedua, diseret kakak2 peramal itu” Wol pun mengerti, kalo cowok pelindung yg disebut Jansil disurat adl Yang Myung. Wol berterima kasih dan pamit pulang. Yang Myung bertanya serius, kalo Jansil memang begitu penting, mengapa sempat Wol lupakan?
Yang Myung : Kau lupa orang yang kau cari. Kau lupa orang yang menunggumu. Apa yang begitu penting yang menahanmu? Aku mungkin bisa bertahan awalnya, tapi aku tidak yakin bisa melakukan itu lagi untuk kedua kalinya.aku  tidak bisa tetap diam saja, dan melihatmu tertarik pada orang lain di tempat lain.
Raja sudah kembali ke istana, ganti baju dibantu dayang. Kasim mengomel.kalo mau pergi bilang dong, jangan pura2 nyuruh bikin boneka salju! Raja menyuruh bikin boneka dari salju yg tidak pernah terinjak, kasim membuatnya dari salju digenteng! Tangannya merah karna kedinginan! Tiba2 Raja menarik tangannya dan mendekat “Kemarilah, ijinkan aku menghangatkan tanganmu di dadaku yg hangat ini”(dg suara yg mesra, gyaaa!!) Kasim ketakutan “Pe…pelayan anda ingin menyiapkan makanan. Tolong lepaskan..” Raja tak mau melepaskan. Mereka tarik2an, lalu Raja melepaskan. Kasim jatuh terjengkang. Ia berdiri, tapi terpeleset lagi. Ia kabur dg menutup dadanya. Raja tersenyum tipis dan melihat uang yg disiapkan u/ Wol.
Nok Yung membantu Wol berberes. Wol dan Seol akan dijemput orang suruhannya, pergilah sejauh mungkin dari ibukota. Tapi sebelum pergi Wol mau ketemu Raja dulu, pamitan. Sementara itu Ratu keluar dan melihat jimat hidup diantar ke kamar Raja. Ratu menghentikan mereka. Ratu ingin melihat wajah orang itu. Walau dilarang, Ratu tetap memaksa. Orang itu membuka tudungnya. Bukan Wol, tapi peramal yg menyampaikan surat Jansil kemarin. Ratu lega ternyata ngga mirip sama Yeon Woo.
Raja menunggu Wol sambil membaca. Saat ada yg masuk, Raja berkata, lama sekali. Tapi tiba2 ia tertegun karna yg datang bukan wol, tapi Ratu.
Ratu : Apa anda menunggu orang lain? Apa anda kecewa?
Raja : kenapa kau datang.
Ratu: Apa yang anda sembunyikan? Setelah melihat ekspresi Yang Mulia, saya mengerti sekarang. 8 th lalu, di Paviliun Bulan Tersembunyi, dimana saya bertemu anda pertama kali sebagai Putra Mahkota, Yang Mulia memiliki ekspresi yang sama persis.
Raja : meskipun kita tidak punya rasa cinta, paling tidak kau bisa mengerti posisimu. Tapi sepertinya aku salah menilai, Aku yakin waktu itu..aku sudah melarangmu masuk kesini!
Ratu :apa sebenarnya yang membuatmu bingung. Peramal rendahan itu sama sekali tidak mirip dengan gadis yang meninggal 8 th lalu. Saya tidak peduli siapa wanita yang ada dalam pelukan anda, tidak peduli itu roh Yeon Woo atau jimat, tidak masalah. Silahkan peluk dia sampai puas! Saya tidak akan mempedulikannya. Bukankah Yang Mulia pernah berkata kalau saya tidak akan bisa mendapatkan hati anda? Tidak masalah. Tapi...ada hal yang tidak boleh anda lupakan. Tidak peduli siapa orang yang ada dalam hati anda, ibu negeri ini tetaplah saya! Apa anda mengerti sekarang? Posisi di samping anda, adalah milik saya. Yang Mulia, akan segera menerima kenyataan ini.
Ratu pergi dan jimat itu datang. Raja bingung kenapa jimatnya ganti? Mana Wol?
Wol bersiap pergi dengan Seol, tapi tampak masih ragu bergerak dan hampir nangis. Seol ikut sedih, dan kesal juga karna Nok Yung tidak mengijinkannya pamitan sama Raja. Tiba2 Nok Yung datang, menyuruh Wol ganti baju. Raja mau ketemu, ini perintah. Wol datang ke kamar Raja, tapi sebelumnya Kasim mengingatkan “anda seharusnya tidak salah paham. Yang Mulia telah salah mengira anda dengan orang lain.” Wol heran, kenapa kasim bicara dg sopan padanya? Rupanya Kasim juga memperlakukan Wol seperti Yeon Woo.
Wol : Saya rasa anda juga mengira saya orang lain. Tenanglah, apa yang anda cemaskan saya tahu persis. Saya tidak akan salah paham pada Yang Mulia.
Wol masuk dan Raja marah2 “Siapa yg menyuruhmu pergi tanpa ijin!”
Wol : Saya sudah menyelesaikan misi saya, jadi saya boleh pergi.
Raja : siapa bilang kau sudah menyelesaikan misimu?
Wol : Orang yang anda butuhkan bukan saya.
Raja : Siapa yang bilang kalau ia ingin menyembuhkan luka di hatiku? Siapa yang bilang kalau ia ingin meringankan beban di hatiku?
Wol : Anda memerintah saya untuk tidak mendekati Yang Mulia.
Raja : Aku tidak pernah memerintahmu untuk pergi! Aku juga bingung siapa yang berdiri di depanku. Yeon Woo atau Wol. Jadi, sampai aku tidak merasa bingung lagi, sampai aku tahu perasaanku, kau..jangan berani pergi dari sisiku. Ini perintah kerajaan.
Ratu Han sudah mengumumkan tanggal ML. Ratu Yoon puas dan dipesan agar mempersiapkan diri sebaik2nya u/mengandung putra mahkota. Sementara itu Mentri Yoon dkk melihat petugas perpus membawa banyak dokumen. Katanya ada dok yg hilang, dok 8 th yg lalu. Yoon pucat. Tapi pas diperiksa, ternyata dokumennya ada. Woon yg mengembalikannya diam2. Telat dikit aja, pasti ketahuan. Tiba2 kasim datang dg muka pucat, Sang Seon Abamama tewas bunuh diri! Raja menahan kekesalan.

Rumah mantan Sang Seon diberi police line. Kepala Uigeombu (detektif kali), Hong Kyu Tae memeriksanya. Ia mencomot kue beras di tikar dan memakannya (eeww). Ia tersedak, lalu minum teh bekas Sang Seon (dobel eeww). Ia yakin peristiwa ini bunuh diri, jadi percuma diselidiki lebih lanjut. Selidiki penyebab kematiannya saja. Raja yg masih penasaran dg kematian Sang Seon, memanggil Hong ke istana diam2, nyamar jadi kasim. Ia merasa dejavu. Rupanya ia adl kepala SKK yg dipanggil dulu u/protes cara pemilihan putri mahkota. Sekarang Raja memintanya pura2 menyelidiki kematian Sang Seon, tapi yg sebenarnya adl menyelidiki kematian misterius Yeon Woo.
 Min Hwa sedang membayangkan suaminya yg sedang membaca. Ia ingin jadi buku, agar bisa terus dilihat Yeom. Lalu ia ingat pesan Yeom, harus sering2 perhatikan mertua. Ia menemui Ny. Heo yg dapat surat pemberitahuan kalo ML Raja akan dimajukan tanggalnya. Min Hwa mau menemui Ratu, memberi trik2 punya anak cowok, padahal dia sendiri belum berpengalaman. Ia mengumpulkan tips2 dari buku. Di istana, ia ketemu ibu suri dan bercakap2 sebentar. Ibu suri mengajaknya bareng ketemu Ratu, tapi Min Hwa ngga jadi, ia terbirit2 pulang. Ia masih takut ketemu neneknya sejak kejadian kematian Yeon woo.
Raja sedang memikirkan apa yg disembunyikan abamama dan Sang Seon, saat tabib dan menteri fengshui datang u/lapor tanggal ML. Raja marah2. Ia merasa masih ngga enak badan. Ratu minum teh dg ayahnya. Ratu sudah tau kalo Raja menolak ML lagi. Ratu masih penasaran ttg jimat itu. Selain Kasim dan Woon, tidak boleh ada yg masuk kamar Raja, apalagi cewek (dia aja dimarahin kalo masuk). Ayahnya akan menyingkirkan jimat itu, tapi Ratu mencegah, sebelum ML, jimat itu jangan disingkirkan. Ratu setuju perkataan ayahnya dulu, kalo pernikahan kerajaan tidak ada hubnya dg cinta, jadi ia akan memanfaatkan Raja u/mendapatkan keinginannya.
Wol sdg duduk dikamar saat ada yg memanggilnya. Ada seseorang yg memberikan hadiah hiasan, krincingan doa, dll, beserta surat "Apa kau menyukainya? Kuharap kau bisa menggunakannya untuk membantu kekuatanmu. Orang pemberani berjiwa bebas. Sang Ksatria." Wol tau siapa yg ngasih. Yang Myung-gun, sudah menunggu di luar. Wol bertanya kenapa Yang Myung-gun memberikan hadiah2 itu? “Karena aju menyukaimu. (uwa… penembakan!) Tapi Wol menganggapnya hanya bercanda (tanggapan yg sama seperti Yeon Woo).
Yang Myung : Ini bukan gurauan.Ini tentang pria yang mencintai wanita. Ini pasti cinta. Krn kau adalah yang pertama mengatakan padaku jangan bersembunyi dibalik senyuman, dan jangan menipu hatiku sendiri. Kalau aku harus membuang rasa sakit di hatiku. Kau yang pertama kali mengatakan itu padaku. Dan kata-kata itu menghiburku. Kau benar, aku hanya tahu sedikit tentang dirimu. Awalnya, aku memperhatikanmu karena kau mirip dengan orang yang pernah kucintai. Tapi sekarang, itu bukan alasannya. Karena orang yang kulihat sekarang, adalah kau.

 Nok Yung berdiskusi dg pendeta Hye Gak. Seharusnya takdir Yeon woo tidak ketemu lagi dg Hwon & Yang Myung. Nok Yung ingin membawa Wol pergi sejauh mungkin dan Raja harus ML dg Ratu, maka takdir ini akan berhenti. Tapi Pendeta tdk yakin akan hal itu.
Hye Gak : Kebenaran yang coba kita tutupi, sekarang mulai muncul.
Nok Young : Meskipun kebenarannya terungkap, tidak akan pernah mengubah segalanya. Kau sudah tahu itu. Mereka menguasai kelemahan setiap orang dan tidak seorang pun bisa lari dari mereka. (Ibu Suri Yoon dan Menteri Yoon)
Wol duduk di depan Raja. Sementara Raja asyik membaca. Wol mengamati wajah Raja.
Raja : Aku tahu aku ini sangat tampan, jangan memandangiku terus. Dan juga, pria yang sedang belajar serius sangat menarik. Lagipula aku adalah Raja negeri ini. Bukankah itu mengagumkan?
Wol tidak tahan dan tersenyum. Raja tanya, “kau menertawakanku?” “Saya pantas mati.” Raja mengajaknya keluar jalan2. Wol mengamati wajah Raja, hari ini ekspresi Yang Mulia tidak tampak bagus. Raja cerita tentang kematian Sang Seon. “Ia meninggal karena aku, karena aku membuat keputusan yang salah, maka orang itu memutuskan bunuh diri. Jadi, pembunuh orang itu adalah aku. Raja merasa bayangan kematian mengikuti orang2 disekitarku. Orang2 yang ia sayangi semuanya ada dalam bahaya. Aku..sama sekali tidak bisa melindunginya. Dan bukan hanya tidak bisa melindungi mereka, aku bahkan membiarkan mereka mendapatkan perlakuan tidak adil. Aku tidak bisa menghentikannya.” Wol minta Raja tidak menyalahkan diri, “itu bukan kesalahan Yang Mulia. Orang2 itu semua tahu bagaimana Yang Mulia melindungi mereka. Bagaimana anda memperhatikan mereka. Semuanya bisa merasakan perasaan Yang Mulia sebenarnya. Tolong jangan salahkan diri sendiri.” Raja minta Wol menggunakan kemampuan spiritualnya dan mengatakan, apa kebenaran yang ia cari akan terungkap? Wol mengiyakan. Raja heran bagaimana Wol bisa yakin.
Wol : Karena saya percaya niat Yang Mulia sebenarnya. Simpul yang terikat tidak bisa diuraikan sekaligus. Tapi jika anda menarik setiap bagian simpul satu per satu, kebenaran yang tersembunyi itu, bukankah akan terungkap satu hari nanti? Jadi, saya mohon anda percaya pada diri sendiri.
Raja : Terima kasih. Sudah cukup lama sejak aku mendengar kata2 yang menenangkan seperti ini.
Paginya, Yoon menyapa Raja. Raja berkata ia masih sakit, dan Yoon bilang ini berarti peramal itu tidak becus dan harus dihukum. Rupanya Yoon dan Ratu sudah sepakat, akan memperalat peramal itu. Kalo Raja emang tertarik sama peramal itu, pasti ia akan melindunginya, dan Raja akan menuruti keinginan Ratu. Jika setelah ML Raja masih menyimpan peramal itu, mereka bisa menggerakkan mahasiswa u/demo, Raja ngga boleh punya simpanan peramal cewek.
Para peramal bersih2 dan bersiap u/mendoakan kesuksesan ML Raja dan Ratu. Wol yg mendengarnya entah mengapa merasa sedih. Raja dinasihati Kasim, kalo dg melakukan itu, maka semua akan tenang, juga melindungi Wol dari hukuman. Raja melakukan ritual dg terpaksa, sebaliknya Ratu melakukannya dg bahagia, dirias secantik mungkin. Raja masuk ke kamar Ratu dimana Ratu sudah menunggunya (dg tidak sabar).
Wol berdiri di Seongsacheon. Ia tidak boleh mendekati kediaman raja. Yang Myung mendekatinya, menjelaskan kalo Raja memang harus ML dg Ratu agar melahirkan keturunan pewaris, Wol jangan mengingat Raja lagi, dia bisa patah hati dan sedih. Wol mengerti, tapi air matanya tidak mau mengerti dan mengucur deras. Yang Myung juga menangis, “aku..apa tidak bisa kalau itu adalah aku? Apa tidak bisa kalau itu adalah aku? Apa kau mau pergi denganku? Aku adalah orang yang memandang posisi Pangeran bagaikan sampah. Aku sudah membuat persiapan untuk meninggalkan segalanya dan pergi untuk waktu yang sangat lama. Kau tidak ingin hidup sebagai peramal selamanya kan? Jika kau mau keluar dari lingkungan yang membingungkan ini, jika kau mau pergi, apa kau mau melarikan diri bersamaku? Wol memandang Yang Myung dengan air mata bercucuran.”

 Raja menyindir Ratu, kau akhirnya mendapatkan keinginanmu. Selamat Ratuku.
Ratu : bagaimana ini bisa keinginan saya? Diatas ada Dua Ibu suri dan dibawah ada rakyat, ini yang diinginkan semua orang. Apapun kata Yang Mulia, saya tetaplah wanita Yang Mulia.
Raja tiba2 menarik tangan Ratu dan memeluknya, “Itu benar. Karena kau tidak akan bisa mendapatkan hatiku, paling tidak kau harus menjadi ibu dari Raja berikutnya. Baiklah. Hanya untuk Ratuku, aku akan melepaskan jubahku.” Raja membelai wajah Ratu. Ia mendekat untuk mencium Ratu.

The Moon That Embraces The Sun 11

Yang Myung-Gun menarik Wol dan menatap tajam “Apa kau mengenalku?” Wol kebingungan. Penjaga membentak Yang Myung dan akan menangkapnya, tapi Yang Myung balas membentak “Beraninya kalian menyentuhku. Aku Putra tertua mendiang Raja, Yang Myung-gun!”Penjaga minta maaf. Yang Myung mau bicara lagi pada Wol, tapi Nok Yung datang dan menghentikan Yang Myung. Setelah Wol pergi, Nok Yung meminta Yang Myung pergi, ia tidak boleh punya perasaan khusus terhadap jimat hidup. Yang Myung mencibir, keberadaannya sendiri juga tidak lebih dari selembar kertas, jadi tidak masalah. Tapi Nok Yung mengingatkan kalo ini takdir terlarang u/ Yang Myung. Bukan hanya Yang Myung, tapi gadis itu juga bisa berada dalam bahaya dan dijadikan sasaran perang politik. Nok Yung memohon agar Yang Myung tidak menemui Wol lagi.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipCtEb4q_16FIajzTQ0JfqJPMgrQ_Dd-5tzCox33akKxfNOVDcSBOLkLtwUtctDrC-SeQ34Ly5rjZHivMCFzRQIpkH9BQrADS2LmVQe0dR_2gTveNaTlX_kYblDK0nr4msBGVo2PC5B2E/s1600/tm11_1_2.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyHPZKg3gQJwSlEZwU3HR3eZ-guXyQA5qo_l_aH_AirqtWeO0dJf1OrvYpVPFYiTf5ozFUv__GOBZKOqBUZCkhMiYErP12BLbbLT0JI3D7ZfOoEpnVbFeAGJY5HUVrF-k_g3BDGSA9Spc/s1600/tm11_1_3.JPG
Raja menginterogasi Wol, dimana tempat lahirnya, apa dia pernah tinggal di ibukota, siapa ortunya. Tapi Wol menjawab tidak tahu, karena emang dia ngga ingat apa2. Raja memaksanya mengingat kehidupan sebelum jadi peramal, namanya, keluarganya juga… “Apa aku tidak ada dalam kehidupanmu sebelumnya?” Wol menangis, “jangan tanya lagi Yang Mulia. Saya tidak bisa memberikan jawaban atas semua pertanyaan Yang Mulia. Karena saya bukan orang yang dicari Yang Mulia. Saya tidak tahu seberapa jauh saya mirip dengannya, tapi jika anda terus saja bertanya, saya mohon tanya saja orang yang bersangkutan.”(lha, sekarang kan emang lagi ditanya ke ‘yang bersangkutan’..)
Di Seongsacheon, Nok Yung memarahi Jansil abis2an dan mengusirnya. Jansil berlutut minta maaf, Seol mencoba membujuk Nok Yung. Jansil berkata hanya ingin membantu Yang Myung sedikit saja. Raja sudah memiliki segalanya, tapi orabeoni… Nok Yung mendelik marah “Segera tinggalkan tempat ini!!”
Yang Myung jalan sendiri sambil termenung “Kali ini pun, kau bertemu Raja terlebih dahulu. Kau bahkan memilih tetap berada di sisi Raja.” Yang Myung ke kediaman ibunya. Ibu baru selesai mendoakan kesehatan Raja. Yang Myung kesal “apa ibu tidak bisa menyingkirkan Raja, dan menyebut namaku lebih dulu?” Ibu terkejut, mengapa Yang Myung bisa mengeluarkan kata2 tidak setia seperti itu!
YM : Tidak setia, menahan diri, melepaskan, menyembunyikan, jangan goyah. Apa ibu tidak merasa lelah?
Ibu : Kenapa kau seperti ini?
YM : Sekali saja. Kau bisa melakukan apa yang kau inginkan. Kau bisa egois paling tidak sekali saja. Apa kau tidak bisa mengatakannya padaku sekali saja? Mulai sekarang, anakmu tidak akan hidup bagi orang lain lagi.
Jansil tiba-tiba berdiri dan seperti kesurupan Yang Myung, “aku akan tertawa saat aku ingin tertawa. Marah saat aku menginginkannya. Mencuri (nya) jika aku menginginkannya. Begitulah aku akan hidup mulai sekarang.”
Wol kembali ke Seongsucheong, ia masuk dan heran melihat kondisi dalam aula, ia menyapa Nok Young. Jansil yang kerasukan Yang Myung, langsung mendekat ke arah Wol, “kita lari saja. Kita lari bersama”.
Wol terkejut, Jansil masih menyerukan perasaan Yang Myung : “Jika itu aku, aku akan melindungimu. Jika itu aku, aku tidak akan membiarkanmu menjadi seperti ini. Jika itu aku..” Nok young langsung memefang kepala Jansil, ia berusaha menenangkan roh Jansil. “Jika kau tidak menutup mulutmu, aku akan menutupkannya untukmu.” Jansil akhirnya sadar, ia kembali menjadi dirinya sendiri. Nok Yung menyuruh peramal lain membawa Jansil keluar.
Wol mencoba membela Jansil. Anak itu hanya belum bisa mengendalikan kekuatannya, jangan diusir, ia tak punya tujuan hidup kalau diluar. Nok Yung tidak mau berdebat dan masuk keruangannya. Seol mencegah Wol mengejar Nok Yung, tapi Wol tetap masuk. Wol memutuskan u/ keluar dari Seongsacheon saja. Nok Yung benar, Tempatnya memang bukan disini.Ia berusaha menenangkan jiwa Raja, tapi malah membuatnya makin bingung “Orang yg dibutukan Raja, bukan aku. Aku harus meninggalkannya, ini lebih baik u/nya.”
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGDJ_eG-Fb6x7K1_BAan9GCRhuqSTzZHVi2Zx7xSqbQGNxMvzlOk44mspWyUbBk0MI58X2HDJAsJpDoclJ8_Ad2jXemMfhE7BDnIGRDeEHH9O2ygY3yDU6tA3NB136ViPDfwX4-B4Tn8k/s1600/tm11_1_17.JPG
Raja masih membandingkan surat2 Yeon Woo dg Wol. Kasim sudah menyuruhnya tidur, tapi Raja masih berkutat. Ia membaca surat terakhir Yeon Woo, “Ayah akan membawakan obat u/saya, setelah itu saya tidak bisa bertemu dg anda lagi.” Ia berdiskusi dg Woon dan kasim, apa maksud kalimat itu. Woon berpendapat, sepertinya Yeon Woo sudah merasa akan mati setelah minum obat. Kasim berpendapat, Tn.Heo tdk mungkin membunuh anaknya sendiri, dia org yg baik dan hangat. Raja tanya, apa Yeom tau sesuatu? Tapi Yeom waktu itu dikirim ke luar kota karna ortunya takut ia tertular. Yeom sangat terpukul karna tak berada disisi adiknya, jadi kalo menanyakan langsung, rasanya ngga etis.
Yeom dikirim Raja ‘liburan’ di sebuah distrik diluar kota. Ia pamitan dg ibu dan istrinya. Min Hwa menangis dikamar. Ia ingin ikut, ia takut ditinggalkan. Yeom menghibur istrinya agar jangan cemas. Ia pasti pulang. Min Hwa mengungkit, apa Yeom menyesal menjadi Uibin(pangeran pendamping), sehingga tdk bisa kerja di istana lagi, terkurung di rumah? Apa ia benci pada Min Hwa? Yeom menggenggam tangannya, ia bahagia bisa menikah dg Min Hwa. Sejak adiknya meninggal, Min Hwa lah yg membawa kembali keceriaan di rumah ini. ia janji tdk akan meninggalkan Min Hwa.
Menteri Yoon dkk sdg diskusi ttg kepergian Yeom, sepertinya u/mengumpulkan pelajar. Sepertinya Raja mau melakukan sesuatu yg membahayakan posisi mereka. Mereka berencana mencari suatu celah yg bisa menjatuhkan Yeom, kalo perlu bikin dokumen palsu.  MEnteri2 menghadap Raja, mohon batalkan perjalanan Yeom u/menghindari gossip. Raja berdalih hanya memberikan tiket liburan saja, kasian dia terkurung di rumah terus. Yoon berpendapat distrik itu berbahaya bagi Uibin. Raja sudah tau maksud mereka, apa mereka takut Yeom akan mengumpulkan pelajar di distrik itu? Setelah berdebat, Raja pergi dg kesal. Tiba2 ia berhenti di tengah jalan, dan bicara dg Woon. It’s show time!
Raja, kasim dan Woon ke perpus. Raja pura2 marah, sementara Woon mencuri dokumen ttg kematian Yeon Woo, dan diserahkan ke kasim yg menyembunyikan di balik baju. Setelah itu, Raja membaca dokumen itu, tapi tdk menemukan apa2. Hanya tercatat Yeon Woo mati karna penyakit. Tapi kalau dipikir lagi, ia meninggal terlalu tiba-tiba dan waktunya terlalu kebetulan. Jika dia jatuh sakit sebelum proses pemilihan, maka keluarga Kepala Sarjana tidak akan dituduh dan menderita. Jika ia sakit setelah upacara pernikahan, maka ia tidak akan diusir dengan kejam dari istana.
Ratu dapat info dari dayang mata2 ttg peramal wanita yg katanya mirip seseorang. Raja terus mendesak peramal itu dg pertanyaan2. Ratu bergegas menemui ibu suri. Tapi pas di depan pavilion bulan, ia berhenti karna seperti mendengar suara orang nangis,tapi cuma dia yg dengar (hiiiyy). Ratu sampai di kediaman ibu suri, tapi ibu suri masih ada tamu, jadi ia menunggu dulu diluar.
Nok  Yung di kediaman ibu suri, menentukan tanggal baik u/malam pertama Raja yg dimajukan. Nok Yung berkata jimat hidup tidak diperlukan lagi dan tinggal di luar istana saja. Nok Yung sudah persiapkan jimat lain yg lebih yahud u/kesuksesan malam pertama. Ibu suri agak ragu, tapi menyetujui saja, percaya saja pada Nok Yung. Kemudian Nok Yung keluar dan ketemu Ratu yg memuji kesehatan Raja membaik karna kembalinya Nok Yung. Lalu ia tanya ttg jimat hidup yg katanya mirip seseorang, apa benar mirip dg Yeon Woo? Ia ingin ketemu Wol u/memberi hadiah. Tapi Nok Yung mengalihkan pembicaraan, Ratu sepertinya kurang sehat, pasti karna sering dgr suara orang nangis di pavilion bulan. Ratu jadi cemas. Nok Yung menghibur Ratu, Jimat hidup itu sudah pergi dari istana dan tanggal malam pertama sudah ditentukan sesuai dg keinginan Ratu.

Wol sudah bisa keluar dari istana besok. Nok Yung menyuruhnya berkemas. Saat Wol keluar sebentar, peramal menyampaikan sebuah surat. Dari Jansil. Bilang kalo sekarang ia baik2 saja, bertemu dan ditolong pria yg sangat baik. Walau dari luar tampak ceria, tapi sebenarnya ia kesepian. Jansil Mint` diantarkan baju2nya yg tertinggal. Wol mengambilkan baju2, lalu melihat sebuah kain berisi tusuk konde bulan memeluk matahari pemberian Hwon. Wol mengira tusuk konde itu milik Jansil dan membungkusnya kembali.
Raja menyelidiki kematian Yeon Woo. Ia berpikir keras. Yg tau ttg kejadian itu dg baik sudah meninggal semua. Ia ingat desakan para menteri pada mendiang raja u/mengusir Yeon Woo dan keluarganya. Tapi Abamama sudah meninggal. Tabib Raja juga sudah bunuh diri minum racun setelah Abamama meninggal. Tn. Heo yg memberikan obat pada Yeon Woo juga sudah mati. Tiba2 Raja ingat, masih ada yg hidup pada jaman itu, yaitu pelayan yg menyajikan makanan u/ Abamama. “Woon-ah!”

Kasim membuat boneka salju (disuruh raja). Pas masuk u/memperlihatkan hasil karyanya, Raja menghilang “Cheona!!!” Raja mengorek kupingnya dan meringis. Lagi2 Ia nyamar jadi bangsawan bersama Woon. Mereka menemui pelayan itu. Tapi orang itu menyembunyikan diri.Baiklah, kalau majikanmu kembali, katakan padanya seperti apapun ia mencoba menyembunyikannya, kebenaran akan muncul dengan sendirinya. Meskipun ia bisa menyembunyikan semuanya, kelak dia akan menderita konsekuensi yang lebih besar. jika Sang Seon tidak muncul di istana besok, ia akan diseret ke istana untuk dihukum.” Kata Raja pada pelayan orang itu. Woon heran kenapa raja tidak langsung bicara saja sama orang itu, kan mereka sudah tau kalo orang itu sembunyi di dalam? Raja berpendapat, dia sudah menutup mulut selama 8 th, pasti Abamama sudah memerintahkan u/menyembunyikan kebenaranya. Memaksa sekarang taka da gunanya. Yg penting dugaan Raja benar, Yeon Woo mati bukan karna penyakit biasa. “Ah sudahlah, sekarang kita jalan2 saja Woon-ah”
Mereka tdk menyadari, dikedai sebelah ada Yang Myung dan Jansil sdg makan ayam.Yang Myung ketawa melihat cara Jansil makan yg lahap itu. Yang Myung menyuruh Jansil pulang saja ke Seongsacheon dan minta ampun. Tapi Jansil tak mau, Nok Yung pasti akan mencincangnya. Yang Myung tanya, Jansil sudah tahu dia akan dimarahin, tapi mengapa masih menolongnya?
Jansil : Karena kau orang pertama yang mempertaruhkan nyawamu untuk menyelamatkanku. Orang tua yang membuangku, aku tidak ingat wajah mereka sedikitpun. Tapi Orabeoni yang menggendongku untuk melarikan diri, aku tidak pernah melupakan wajahmu.
Yang Myung merasa mereka mirip. Jansil tanya apa Yang Myung juga dibuang orang tuanya dan punya seseorang yang tidak bisa kau lupakan meskipun setelah mereka meninggal? Yang Myung : Ya..mirip. Jansil ingin tahu seperti apa orang itu. Yang Myung berkata kalau orang itu sangat cemerlang dan sangat cantik. Hanya melihatnya hatiku tidak bisa tenang. Meskipun ia membuatku sedih, ia juga membuatku sangat bahagia. Jansil memutar bola matanya, “kalau aku tahu, aku tidak akan memanggil Wol-ya Onnie kesini menemuimu.” Yang Myung terkejut, apa katamu? Jansil nyengir, “aku ingin kalian berdua bertemu, jadi aku memanggil Wol-ya Onnie kesini.”
Wol membawa buntelan baju2 Jansil. Ia melewati toko kertas dan seperti mendengar penjaga toko tanya apa ia mau membuat surat cinta? lalu lewat pandai besi, mendengar Seol kecil minta ijin ke pandai besi. Lalu terdengar suara Nok yung menyuruhnya lari, ini bukan takdir yg bisa kau tahan, jangan buat ikatan dgnya! Lalu melihat Hwon menariknya, membuka topeng dan berkata “Apa kau mengenalku?” Wol terhuyung. Sepasang tangan kokoh menahnnya. Tangan Raja.
Mereka berjalan dalam kecanggungan. Raja tanya kenapa Wol jalan2 siang sendirian? Pantas saja badan Raja terasa tidak enak, jimatnya jalan2 disiang bolong begini, menyerap berbagai penyakit. Wol mencemaskan kesehatan Raja, tapi ternyata Raja cuma bercanda “Apa kau tidak tahu kalau aku cuma bercanda?”(ngga tahu, ngga lucu hehe). Wol minta ijin pergi. Raja mau menahannya, tapi melihat Menteri Yoon dari kejauhan, ia dan Woon akan kembali ke istana.
Wol melihat seorang anak dimarahin Yoon karna tak sengaja menabrak dan mengotori bajunya. Yoon mau membawa anak itu jadi budaknya. Wol ikut campur, memohon agar anak itu dibebaskan. Dipasar pasti penuh orang dan pasti tak sengaja bersenggolan, maklumi lah! Yoon tidak terima dan marah2. Wol menyindir baju yg dipake Yoon sekarang bukanlah bahan local, tapi impor. Yoon marah dan menyuruh orang menangkapnya. Tiba2 Raja menerobos, menepis tangan orang itu dan menarik Wol kabur. Yoon bengong bentar dan… “Cheona??”
Raja memarahi Wol, dia hanya gadis biasa, kenapa berani melawan menteri Yoon? Kalau kau ditangkap, kau belum tdntu bisa hidup! Wol membalas, apa dia harus diam saja melihat ketidakadilan itu? (eh,berani ya sama raja!) mereka saling berdebat. Tiba2 Wol menoleh ke keramaian. Raja memarahi Wol yg tdk menggubrisnya, tapi ia juga tertegun melihat keramaian itu. Sebuah acara panggung boneka. Seorang calo menawarkan tempat terdepan. Ia menyeret Raja dan Wol ke depan lalu mengulurkan tangan “5 Nyang!” Raja ngga menggubris, kayaknya ngga bawa duit. Wol membayar 10 nyang (peramal rendahan nraktir Raja??). Wol menonton dg serius, sementara Raja sudah bosan dan merentangkan tangan, membuat penonton dibelakang terganggu.
Yang Myung gelisah menunggu Wol. Melihat Jansil tidur, Yang Myung menyelimutinya dan pergi mencari Wol. Sementara itu yg dicari2 asik nonton sama cowok lain. Wol tanya apa Raja sudah ketemu dg gadis itu? Raja bilang tidak,karna dia sudah meninggal.”Aku seharusnya bisa melindunginya. Tapi aku tak bisa. Banyak yg ingin kukatakan, tapi tak bisa mengatakan. Jadi aku belum bisa melepas anak itu. Kudengar peramal bisa bicara dg roh. Jadi apa  kau bisa mengatakan pesanku pada anak itu?”
Wol: “apa yg ingin anda katakan padanya?”
Raja: kalau aku sangat-sangat menyukainya.
Mereka saling memandang dg penuh haru. Yang Myung sampai ke lokasi dan melihat mereka dg pandangan campur aduk antara sedih, cemburu dan marah.

http://kadorama-recaps.blogspot.com/2012/02/moon-that-embraces-sun-11.html