Yang Myung-gun berjalan lesu, bertemu dg Woon “Jadi kau
sudah tahu kau tidak tanya apapun, sepertinya kau tahu tentang itu. Apa mereka
benar2 mirip? Apa Yang Mulia mengatakan itu juga? Kalau dia mirip anak
itu..itulah mengapa ia minta kau diam dan memerintahmu merahasiakan ini dariku,
ya kan? Bahkan kau sekarang sudah jadi anak buah Raja..” Yang Myung tersenyum
getir.
Wol dan Raja jalan pulang. Raja mengeluhkan cerita di boneka
itu ngga masuk akal. Ngga mungkin gadis biasa mencintai Raja. Raja kan terlalu
sibuk urusan Negara, kapan ketemu gadisnya? Raja seperti itu pasti negaranya
ngga beres. Rasanya ingin menyeret pengarangnya ke penjara. Tapi ekspresi Wol membuat Raja diam. Wol : Karena mereka
manusia, jadi mereka akan menemui hal seperti itu, benar kan? Hal yang terjadi
diantara dua orang..bagaimana bisa dijelaskan dengan nalar?” Raja berjanji akan
mengembalikan 10 nyang Wol, tapi Wol ngga mau. Raja maksa, mereka akan ketemu
lagi nanti (huh, cari alasan buat ketemu aja)
Raja pergi dan Wol seperti ingin memanggil, tapi ngga jadi.
Ia hanya menatap punggung raja sambil mengucapkan salam perpisahan dalam hati.
lalu ia ingat kalo buntelannya ketinggalan. Saat kembali, Yang Myung muncul.
(Jansil sudah dipulangkan ke Seongsacheon) “Kenapa larut sekali? Awas, kau bisa
jadi Jansil kedua, diseret kakak2 peramal itu” Wol pun mengerti, kalo cowok
pelindung yg disebut Jansil disurat adl Yang Myung. Wol berterima kasih dan pamit
pulang. Yang Myung bertanya serius, kalo Jansil memang begitu penting, mengapa
sempat Wol lupakan?
Yang Myung : Kau lupa orang yang kau cari. Kau lupa orang
yang menunggumu. Apa yang begitu penting yang menahanmu? Aku mungkin bisa
bertahan awalnya, tapi aku tidak yakin bisa melakukan itu lagi untuk kedua
kalinya.aku tidak bisa tetap diam saja,
dan melihatmu tertarik pada orang lain di tempat lain.
Raja sudah kembali ke istana, ganti baju dibantu dayang.
Kasim mengomel.kalo mau pergi bilang dong, jangan pura2 nyuruh bikin boneka
salju! Raja menyuruh bikin boneka dari salju yg tidak pernah terinjak, kasim
membuatnya dari salju digenteng! Tangannya merah karna kedinginan! Tiba2 Raja
menarik tangannya dan mendekat “Kemarilah, ijinkan aku menghangatkan tanganmu
di dadaku yg hangat ini”(dg suara yg mesra, gyaaa!!) Kasim ketakutan
“Pe…pelayan anda ingin menyiapkan makanan. Tolong lepaskan..” Raja tak mau
melepaskan. Mereka tarik2an, lalu Raja melepaskan. Kasim jatuh terjengkang. Ia
berdiri, tapi terpeleset lagi. Ia kabur dg menutup dadanya. Raja tersenyum
tipis dan melihat uang yg disiapkan u/ Wol.
Nok Yung membantu Wol berberes. Wol dan Seol akan dijemput
orang suruhannya, pergilah sejauh mungkin dari ibukota. Tapi sebelum pergi Wol
mau ketemu Raja dulu, pamitan. Sementara itu Ratu keluar dan melihat jimat
hidup diantar ke kamar Raja. Ratu menghentikan mereka. Ratu ingin melihat wajah
orang itu. Walau dilarang, Ratu tetap memaksa. Orang itu membuka tudungnya.
Bukan Wol, tapi peramal yg menyampaikan surat Jansil kemarin. Ratu lega
ternyata ngga mirip sama Yeon Woo.
Raja menunggu Wol sambil membaca. Saat ada yg masuk, Raja
berkata, lama sekali. Tapi tiba2 ia tertegun karna yg datang bukan wol, tapi
Ratu.
Ratu : Apa anda menunggu orang lain? Apa anda kecewa?
Raja : kenapa kau datang.
Ratu: Apa yang anda sembunyikan? Setelah melihat ekspresi
Yang Mulia, saya mengerti sekarang. 8 th lalu, di Paviliun Bulan Tersembunyi,
dimana saya bertemu anda pertama kali sebagai Putra Mahkota, Yang Mulia
memiliki ekspresi yang sama persis.
Raja : meskipun kita tidak punya rasa cinta, paling tidak
kau bisa mengerti posisimu. Tapi sepertinya aku salah menilai, Aku yakin waktu
itu..aku sudah melarangmu masuk kesini!
Ratu :apa sebenarnya yang membuatmu bingung. Peramal
rendahan itu sama sekali tidak mirip dengan gadis yang meninggal 8 th lalu. Saya
tidak peduli siapa wanita yang ada dalam pelukan anda, tidak peduli itu roh
Yeon Woo atau jimat, tidak masalah. Silahkan peluk dia sampai puas! Saya tidak
akan mempedulikannya. Bukankah Yang Mulia pernah berkata kalau saya tidak akan
bisa mendapatkan hati anda? Tidak masalah. Tapi...ada hal yang tidak boleh anda
lupakan. Tidak peduli siapa orang yang ada dalam hati anda, ibu negeri ini
tetaplah saya! Apa anda mengerti sekarang? Posisi di samping anda, adalah milik
saya. Yang Mulia, akan segera menerima kenyataan ini.
Ratu pergi dan jimat itu datang. Raja bingung kenapa
jimatnya ganti? Mana Wol?
Wol bersiap pergi dengan Seol, tapi tampak masih ragu
bergerak dan hampir nangis. Seol ikut sedih, dan kesal juga karna Nok Yung
tidak mengijinkannya pamitan sama Raja. Tiba2 Nok Yung datang, menyuruh Wol
ganti baju. Raja mau ketemu, ini perintah. Wol datang ke kamar Raja, tapi
sebelumnya Kasim mengingatkan “anda seharusnya tidak salah paham. Yang Mulia
telah salah mengira anda dengan orang lain.” Wol heran, kenapa kasim bicara dg
sopan padanya? Rupanya Kasim juga memperlakukan Wol seperti Yeon Woo.
Wol : Saya rasa anda juga mengira saya orang lain.
Tenanglah, apa yang anda cemaskan saya tahu persis. Saya tidak akan salah paham
pada Yang Mulia.
Wol masuk dan Raja marah2 “Siapa yg menyuruhmu pergi tanpa
ijin!”
Wol : Saya sudah menyelesaikan misi saya, jadi saya boleh
pergi.
Raja : siapa bilang kau sudah menyelesaikan misimu?
Wol : Orang yang anda butuhkan bukan saya.
Raja : Siapa yang bilang kalau ia ingin menyembuhkan luka di
hatiku? Siapa yang bilang kalau ia ingin meringankan beban di hatiku?
Wol : Anda memerintah saya untuk tidak mendekati Yang Mulia.
Raja : Aku tidak pernah memerintahmu untuk pergi! Aku juga
bingung siapa yang berdiri di depanku. Yeon Woo atau Wol. Jadi, sampai aku
tidak merasa bingung lagi, sampai aku tahu perasaanku, kau..jangan berani pergi
dari sisiku. Ini perintah kerajaan.
Ratu Han sudah mengumumkan tanggal ML. Ratu Yoon puas dan
dipesan agar mempersiapkan diri sebaik2nya u/mengandung putra mahkota.
Sementara itu Mentri Yoon dkk melihat petugas perpus membawa banyak dokumen.
Katanya ada dok yg hilang, dok 8 th yg lalu. Yoon pucat. Tapi pas diperiksa,
ternyata dokumennya ada. Woon yg mengembalikannya diam2. Telat dikit aja, pasti
ketahuan. Tiba2 kasim datang dg muka pucat, Sang Seon Abamama tewas bunuh diri!
Raja menahan kekesalan.

Rumah mantan Sang Seon diberi police line. Kepala Uigeombu
(detektif kali), Hong Kyu Tae memeriksanya. Ia mencomot kue beras di tikar dan
memakannya (eeww). Ia tersedak, lalu minum teh bekas Sang Seon (dobel eeww). Ia
yakin peristiwa ini bunuh diri, jadi percuma diselidiki lebih lanjut. Selidiki
penyebab kematiannya saja. Raja yg masih penasaran dg kematian Sang Seon,
memanggil Hong ke istana diam2, nyamar jadi kasim. Ia merasa dejavu. Rupanya ia
adl kepala SKK yg dipanggil dulu u/protes cara pemilihan putri mahkota.
Sekarang Raja memintanya pura2 menyelidiki kematian Sang Seon, tapi yg sebenarnya
adl menyelidiki kematian misterius Yeon Woo.
Min Hwa sedang membayangkan suaminya yg sedang membaca. Ia
ingin jadi buku, agar bisa terus dilihat Yeom. Lalu ia ingat pesan Yeom, harus
sering2 perhatikan mertua. Ia menemui Ny. Heo yg dapat surat pemberitahuan kalo
ML Raja akan dimajukan tanggalnya. Min Hwa mau menemui Ratu, memberi trik2
punya anak cowok, padahal dia sendiri belum berpengalaman. Ia mengumpulkan
tips2 dari buku. Di istana, ia ketemu ibu suri dan bercakap2 sebentar. Ibu suri
mengajaknya bareng ketemu Ratu, tapi Min Hwa ngga jadi, ia terbirit2 pulang. Ia
masih takut ketemu neneknya sejak kejadian kematian Yeon woo.
Raja sedang memikirkan apa yg disembunyikan abamama dan Sang
Seon, saat tabib dan menteri fengshui datang u/lapor tanggal ML. Raja marah2.
Ia merasa masih ngga enak badan. Ratu minum teh dg ayahnya. Ratu sudah tau kalo
Raja menolak ML lagi. Ratu masih penasaran ttg jimat itu. Selain Kasim dan
Woon, tidak boleh ada yg masuk kamar Raja, apalagi cewek (dia aja dimarahin
kalo masuk). Ayahnya akan menyingkirkan jimat itu, tapi Ratu mencegah, sebelum
ML, jimat itu jangan disingkirkan. Ratu setuju perkataan ayahnya dulu, kalo
pernikahan kerajaan tidak ada hubnya dg cinta, jadi ia akan memanfaatkan Raja
u/mendapatkan keinginannya.
Wol sdg duduk dikamar saat ada yg memanggilnya. Ada
seseorang yg memberikan hadiah hiasan, krincingan doa, dll, beserta surat "Apa
kau menyukainya? Kuharap kau bisa menggunakannya untuk membantu kekuatanmu.
Orang pemberani berjiwa bebas. Sang Ksatria." Wol tau siapa yg ngasih.
Yang Myung-gun, sudah menunggu di luar. Wol bertanya kenapa Yang Myung-gun
memberikan hadiah2 itu? “Karena aju menyukaimu. (uwa… penembakan!) Tapi Wol
menganggapnya hanya bercanda (tanggapan yg sama seperti Yeon Woo).
Yang Myung : Ini bukan gurauan.Ini tentang pria yang
mencintai wanita. Ini pasti cinta. Krn kau adalah yang pertama mengatakan
padaku jangan bersembunyi dibalik senyuman, dan jangan menipu hatiku sendiri.
Kalau aku harus membuang rasa sakit di hatiku. Kau yang pertama kali mengatakan
itu padaku. Dan kata-kata itu menghiburku. Kau benar, aku hanya tahu sedikit
tentang dirimu. Awalnya, aku memperhatikanmu karena kau mirip dengan orang yang
pernah kucintai. Tapi sekarang, itu bukan alasannya. Karena orang yang kulihat
sekarang, adalah kau.

Nok Yung berdiskusi dg pendeta Hye Gak. Seharusnya takdir Yeon woo tidak ketemu lagi dg Hwon & Yang Myung. Nok Yung ingin membawa Wol pergi sejauh mungkin dan Raja harus ML dg Ratu, maka takdir ini akan berhenti. Tapi Pendeta tdk yakin akan hal itu.
Hye Gak : Kebenaran yang coba kita tutupi, sekarang mulai
muncul.
Nok Young : Meskipun kebenarannya terungkap, tidak akan
pernah mengubah segalanya. Kau sudah tahu itu. Mereka menguasai kelemahan
setiap orang dan tidak seorang pun bisa lari dari mereka. (Ibu Suri Yoon dan
Menteri Yoon)
Wol duduk di depan Raja. Sementara Raja asyik membaca. Wol
mengamati wajah Raja.
Raja : Aku tahu aku ini sangat tampan, jangan memandangiku
terus. Dan juga, pria yang sedang belajar serius sangat menarik. Lagipula aku adalah
Raja negeri ini. Bukankah itu mengagumkan?
Wol tidak tahan dan tersenyum. Raja tanya, “kau
menertawakanku?” “Saya pantas mati.” Raja mengajaknya keluar jalan2. Wol
mengamati wajah Raja, hari ini ekspresi Yang Mulia tidak tampak bagus. Raja
cerita tentang kematian Sang Seon. “Ia meninggal karena aku, karena aku membuat
keputusan yang salah, maka orang itu memutuskan bunuh diri. Jadi, pembunuh
orang itu adalah aku. Raja merasa bayangan kematian mengikuti orang2
disekitarku. Orang2 yang ia sayangi semuanya ada dalam bahaya. Aku..sama sekali
tidak bisa melindunginya. Dan bukan hanya tidak bisa melindungi mereka, aku
bahkan membiarkan mereka mendapatkan perlakuan tidak adil. Aku tidak bisa
menghentikannya.” Wol minta Raja tidak menyalahkan diri, “itu bukan kesalahan
Yang Mulia. Orang2 itu semua tahu bagaimana Yang Mulia melindungi mereka.
Bagaimana anda memperhatikan mereka. Semuanya bisa merasakan perasaan Yang
Mulia sebenarnya. Tolong jangan salahkan diri sendiri.” Raja minta Wol
menggunakan kemampuan spiritualnya dan mengatakan, apa kebenaran yang ia cari
akan terungkap? Wol mengiyakan. Raja heran bagaimana Wol bisa yakin.
Wol : Karena saya percaya niat Yang Mulia sebenarnya. Simpul
yang terikat tidak bisa diuraikan sekaligus. Tapi jika anda menarik setiap
bagian simpul satu per satu, kebenaran yang tersembunyi itu, bukankah akan
terungkap satu hari nanti? Jadi, saya mohon anda percaya pada diri sendiri.
Raja : Terima kasih. Sudah cukup lama sejak aku mendengar
kata2 yang menenangkan seperti ini.
Paginya, Yoon menyapa Raja. Raja berkata ia masih sakit, dan
Yoon bilang ini berarti peramal itu tidak becus dan harus dihukum. Rupanya Yoon
dan Ratu sudah sepakat, akan memperalat peramal itu. Kalo Raja emang tertarik
sama peramal itu, pasti ia akan melindunginya, dan Raja akan menuruti keinginan
Ratu. Jika setelah ML Raja masih menyimpan peramal itu, mereka bisa
menggerakkan mahasiswa u/demo, Raja ngga boleh punya simpanan peramal cewek.
Para peramal bersih2 dan bersiap u/mendoakan kesuksesan ML
Raja dan Ratu. Wol yg mendengarnya entah mengapa merasa sedih. Raja dinasihati
Kasim, kalo dg melakukan itu, maka semua akan tenang, juga melindungi Wol dari
hukuman. Raja melakukan ritual dg terpaksa, sebaliknya Ratu melakukannya dg
bahagia, dirias secantik mungkin. Raja masuk ke kamar Ratu dimana Ratu sudah
menunggunya (dg tidak sabar).
Wol berdiri di Seongsacheon. Ia tidak boleh mendekati
kediaman raja. Yang Myung mendekatinya, menjelaskan kalo Raja memang harus ML
dg Ratu agar melahirkan keturunan pewaris, Wol jangan mengingat Raja lagi, dia
bisa patah hati dan sedih. Wol mengerti, tapi air matanya tidak mau mengerti
dan mengucur deras. Yang Myung juga menangis, “aku..apa tidak bisa kalau itu
adalah aku? Apa tidak bisa kalau itu adalah aku? Apa kau mau
pergi denganku? Aku adalah orang yang memandang posisi Pangeran bagaikan
sampah. Aku sudah membuat persiapan untuk meninggalkan segalanya dan pergi
untuk waktu yang sangat lama. Kau tidak ingin hidup sebagai peramal selamanya
kan? Jika kau mau keluar dari lingkungan yang membingungkan ini, jika kau mau
pergi, apa kau mau melarikan diri bersamaku? Wol memandang Yang Myung dengan
air mata bercucuran.”

Ratu : bagaimana ini bisa keinginan saya? Diatas ada Dua Ibu
suri dan dibawah ada rakyat, ini yang diinginkan semua orang. Apapun kata Yang
Mulia, saya tetaplah wanita Yang Mulia.
Raja tiba2 menarik tangan Ratu dan memeluknya, “Itu benar.
Karena kau tidak akan bisa mendapatkan hatiku, paling tidak kau harus menjadi
ibu dari Raja berikutnya. Baiklah. Hanya untuk Ratuku, aku akan melepaskan
jubahku.” Raja membelai wajah Ratu. Ia mendekat untuk mencium Ratu.

