Wol teringat waktu ia terkurung dalam peti mati, tapi ia tidak tahu, penglihatan itu tentang siapa?
Min Hwa menutup matanya dg sendok yg didinginkan dg salju. Yeom datang menghiburnya. Min Hwa selalu takut kalo2 suaminya meninggalkannya. Yeom berjanji tidak akan meninggalkannya. mereka berpelukan dan karena Yeom tidak menjaga keseimbangan, mereka jatuh ditanah dan tertawa mesra. Dari jauh, Seol melihat mereka dg hati yg tersayat2...Nok Yung mendapat surat bahwa Wol di'culik' ke istana dan Nok Yung harus ke Istana. Mereka pun bergegas ke sana. Sementara itu Wol ternyata pingsan di dalam tandu. Menteri Na memeriksanya, tiba2 Wol sadar dan memukul Na dan kabur. Yang Myung juga kabur dari kejaran bangsawan yg ingin menjadi suporternya u/jadi raja. ia menyamar jadi pendeta, malah disangka Wol pendeta sungguhan. Yang Myung Menarik Wol kabur, berlari diantara helai2an kain hanbok warna warni. Kemudian Yang Myung memeluknya. Wol marah "Tidak sopan!" lalu pengejar Wol datang dan mengejek mereka, di siang hari peramal dan pendeta berdua2an. Yang Myung menghajar mereka lalu menarik wol lari. Yang Myung menyuruhnya sembunyi di rumah kebun(tempat mereka berteduh saat hujan waktu kecil), tapi bangsawan mencegat Wol. Wol teriak, Yang Myung lengah dan dipukul sampai pingsan.

Menteri Na melapor pada ibu suri, kalo Nok Yung tidak berhasil dibawa, tapi mereka berhasil membawa muridnya u/dijadikan 'sandera', tapi Na mengusulkan, Wol bisa dijadikan jimat manusia, agar Raja bisa sembuh penyakitnya. Ibu suri tidak setuju membawa wanita peramal masuk istana, apalagi ketemu raja. Na mengusulkan wol dibawa ke kamar raja saat raja tidur.
Peramal Gwon mendatangi Wol dan menyuruh peramal muda mempersiapkan Wol, tapi Wol menolak, ia tak mau melakukan apapun sebelum Nok Yung datang. Gwon menamparnya "Apa kau kira kau ini bangsawan? awas, kalau kau bicara atau bergerak sedikit saja, kau akan mati"
Woon melapor kalo Wol hilang. Raja pikir apa mungkin Wol itu hantu?? Woon akan mencarinya lagi tapi Raja melarangnya. Sebelum tidur, kasim membawakan teh u/membantu tidur. Sementara itu Wol dimandikan,memakai baju peramal dan penutup mata. Ia dibawa ke kamar Raja yg sedang tidur nyenyak karna pengaruh obat yg dimasukkan dlm teh. Na membawa Wol yg bertudung, Woon mencegah mereka masuk karna tidak boleh ada orang bertudung yg masuk kamar raja. Na berdalih, ini hanya jimat, kalo dibuka bisa hilang kesaktiannya. Sampai di dalam kamar, tudung dan penutup mata dibuka. Wol melihat raja. Woon kaget juga karna mengenali Wol. Ia bersiap dg pedangnya. Wol mengulurkan tangan ke dahi raja saat raja ngigau "Yeon Woo...Yeon Woo..." sambil nangis dalam tidur. Yeon Woo menyentuh dahi raja, dan ada penglihatan saat Hwon memanggilnya dan mereka menonton panggung boneka bersama. Hwon tersenyum dlm tidur, Yeon Woo juga tersenyum...(ost = Back In Time - Lyn - so sweet!!)
Yang Myung Gun juga sadar dari pingsannya. Ia rupanya di rumah keluarga Heo. Ia merasa melihat Wol, tapi ternyata itu Yeom. Wol dibawa masuk ke kamarnya. Ia termenung bingung. Besok paginya Raja tanya apa semalam ada yg datang ke kamarnya? Kasim berkata pejabat membawakan jimat semalam. Raja merasa lebih segar hari ini dan tampak lebih sumringah. Ia memuji sup buatan dayang dapur dan mereka sepakat akan memasak sup tiap pagi agar raja selalu senang. Raja membaca laporan2nya yg ternyata sudah dibereskan segala kekacauannya. Pekerja paksa sudah dipulangkan ke desa masing2,sementara ayah anak di ep.7 lalu dibawa ke istana. Raja bertanya2 pada pria itu dan merasa pria itu berbohong. Rupanya dia cuma orang yg disuap Yoon dg ancaman akan membunuh keluarganya kalau tidak mau melakukannya. Tapi saat ia pulang, ia hampir dibunuh org suruhan Yoon. Woon datang tepat waktu dan membunuh semuanya, kecuali 1 orang yg dibiarkan kabur.

Wol merenung di kamar, ingat raja menyebut nama Yeon Woo. Lalu ia membayangkan, jika seandainya ia adl Yeon Woo, dapatkah ia menghibur raja? Ibu Suri datang ke Seongsucheong u/menemui Wol yg sudah sukses menyembuhkan Raja. Tapi Gwon melarang karna anak itu penuh dg energi jahat dari tubuh Raja. Nok Yung datang dan menghormat pada ibu suri. Ibu suri kesal karna Nok Yung terlalu lama pergi. Nok Yung janji sekarang ia akan tinggal di Seongsucheong, tapi Gwon harus diusir karna dialah yg menyebabkan sakitnya raja. Ibu suri tetap tidak boleh menemui Wol karna ia penuh energi jahat. Wol harus dibawa ke luar istana agar energi jahatnya cepat hilang. (tapi Nok Yung melakukan itu mungkin supaya Wol tdk ingat ttg masalalunya di istana).
Seol memarahi Wol yg keluar2 sembarangan sampai di'culik'. Sebaliknya Jansil menangis minta maaf karna ia lalai menjaga Wol. Lalu mereka mendengar peramal2 muda bergosip ttg Wol yg ternyata anak angkat Nok Yung, makanya disayang dan bisa masuk kamar raja. Jansil mau marah2, tapi Seol dg sigap menutup mulutnya. Nok Yung menyuruhnya pergi dari istana, tapi Wol menolak. Ia akan berada di sisi raja selama sebulan saja. Ia ingin menyembuhkan raja dan Raja tampak tenang setelah keberadaannya di sana.
Nok Yung" peramal wanita yg mengusir kekuatan jahat bukanlah manusia, tapi hanya jimat. Punya mata tak bisa melihat, punya mulut tak bisa bicara. Menyelinap masuk setelah ia tidur dan menghilang tanpa jejak saat ia bangun. Berada didekatnya tapi tak bisa ketemu. itulah takdir dari Peramal Jimat. apa kau tetap ingin melakukannya?
Wol: peramal bukankah mereka seharusnya memberikan ketenangan bagi orang yg kesakitan? bagaimana kita bisa memilih membantu,bangsawan atau kaum rendah? meskipun aku punya mata, aku takakan melihat, aku punya mulut,aku takkan berbicara. aku akan memastikan kehadiranku tidak diketahui. aku tau apa yg aku takutkan, orang itu adl yg tertinggi, sedangkan aku terendah.
Min Hwa menyulam bersama mertuanya, lalu ia masuk ke kamar Yeom, tidak ada siapapun. Kemudian Yeom masuk, tanya kenapa Min Hwa ada di kamar? Min Hwa kesal karna Yeom selalu menanyakan "Kenapa ke sini?" tiap ia masuk, bilang cinta kek, rindu kek. Yeom minta maaf. Min Hwa memeluknya dan mengajak Yeom malam ini ke kamarnya.Yeom jadi serba salah, dan bilang di sini ada Yang Myung-gun. Min Hwa bilang kalo kakaknya tidak ada saat ini, jadi tidak masalah. Eh, ternyata Yang Myung muncul dan mengacaukan suasana. "Eh, teruskan saja, aku tidak lihat apa2."katanya innocent. Yang Myung sok bersalah dan akan pergi. Yeom mencemaskan lukanya, tapi Yang Myung bilang tidak apa2, lalu ia pura2 pusing dan jatuh. Min Hwa menyuruhnya tinggal saja sampai sembuh. Ia keluar dg menendang Yang Myung "Ya! aku ini pasien!!" teriak Yang Myung.
Malamnya, Raja push-up sebelum tidur. Ia merasa sedang sehat dan harus olahraga agar bisa meraih ambisi besar. Kasim beranggapan Raja berambisi memiliki keturunan, Raja teriak, kasim akhir2 ini ngomongnya selalu yg vulgar2. Ia menyetrap kasim. Kasim menangis dan raja jadi merasa bersalah, tapi kasim menangis karna sekarang Raja seperti kembali seperti dulu waktu masih jadi putra mahkota (sering menyetrapnya),kasim senang dan ingin Raja selalu sehat.
Yoon bertemu rombongan raja dan menyapa. Raja berterima kasih atas 'hadiah' yg diberikan Yoon, maksudnya orang2 suruhan u/membunuh pria buruh itu. Yoon pura2 tidak tahu itu dan bilang senang kalau raja menyukai gingseng pemberiannya. "Gingseng? ya, Gingseng dan manusia punya karakter yg sama, juga sama2 bisa menaikkan suhu tubuh."
Malamnya raja memegang dahinya sendiri, merasa sepertinya ada yg pernah memegang dahinya. Ia akan meminum tehnya lagi. Kasim mengusulkan tehnya dicicipi o/pencicip dulu, takut ada racunnya. tapi raja bilang tidak usah. Ia minum sedikit dan tersedak. semua panik, tapi Raja bilang tidak apa2, cuma tersedak biasa. ia minum sampai habis, tapi rupanya dosis obat tidurnya kurang. Wol masuk ke kamar Raja. "Saya tidak yakin apa Yang Mulia tahu, tapi ini pertama kalinya saya merasa senang menjadi peramal. karena saya bisa membantu Anda. Saya bisa berada di sisi anda dan melindungi anda." Wol menyentuh dahi raja dan mengingat Hwon. Wol gemetaran dan Raja bangun
"Siapa kau?" Raja menarik tangan Wol dan menjatuhkannya. "Katakan! siapa kau sebenarnya!!!"
http://kadorama-recaps.blogspot.com/2012/02/moon-that-embraces-sun-8.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar