Quotes

"Write is my World"

Selasa, 31 Juli 2012

The Moon That Embraces The Sun 20 - end


Yang Myung dan Raja saling mengarahkan pedang dan menatap tajam. Flashbackm Yoon ingin Yang Myung yg memenggal kepala Raja agar meningkatkan semangat pasukan. “tanah Joseon ini didirikan di atas tanah yang tercurah diantara para kakak-beradik (contohnya Princess Man^^). Kembali ke medan pertempuran, Yoon teriak “Langit menginginkan kematian Raja ini agar digantikan o/orang yg lebih pantas. Saat ini kami mematuhi perintah langit dan menumbangkan raja yg tidak kompeten ini!” Yoon menyuruh Yang Myung u/segera membunuh Raja.
Flashback lagi, waktu Raja dan Yang Myung beradu pedang, “Kenapa ragu? Cepat potong leherku! Kau kehilangan kesempatanmu hari ini Hyung nim, jadi jangan mencoba cari kesempatan lagi.” Yang Myung berbalik marah “Aku masih punya kesempatan. Anda tidak akan tau apa yg akan kulakukan kalo waktuku tiba. Katakan, apa yg anda rencanakan?”
Kembali, Raja dan Yang Myung menatap tajam, tiba2 Yang Myung teriak membebaska diri dari perangkap pedang dan membunuh anak buah Yoon. Woon juga langsung bergerak membunuh orang2 dan memberi jalan pada Yang Myung dan Raja lari ke balkon istana. Yoon kaget, ini diluar ‘skenario’. Lalu gerbang terbuka, pasukan Naegeumbu (Hong) datang mengepung Yoon dkk, lalu menutup gerbang. Tidak ada yg bisa melarikan diri lagi. Posisi terbalik, kini Yoon dkk yg terkepung dan harus dibunuh. Rupanya ini semua adl rencana Raja dan Yang Myung.
Raja : Mereka semua yg berencana membunuh Yeon woo. Mereka menggunakan kematiannya u/mendapatkan kekuasaan, mereka mengorbankan nyawa yg tdk bersalah.
Raja menduga, jika posisi mereka terancam, maka mereka akan mencari Yang Myung, jadi Yang Myung pura2 setuju berontak dan mencatatkan nama2 siapa saja yg ikut konspirasi. Hancurkan semua, kalo tidak, Yeon woo akan selalu dlm bahaya dan negeri Joseon pun akan hancur.
Yang Myung : Bagaimana Anda bisa percaya pada saya dan mengatakan hal2 berbahaya ini?
Raja : aku bersedia memberikan nyawaku ditanganmu. Tentu saja, keputusan ada di tanganmu, hyungnim
Jadi, Yang Myung bisa saja tadi langsung membunuh Raja dan ambil alih tahta, tapi Yang Myung memilih u/tetap setia (I love u, Yang Myung-gun!!!).
kembali ke masa sekarang, pasukan mengalahkan Yoon dkk dan semua pemberontak. Di atas balkon juga siap pemanah2. Yang Myung dan Woon juga turun ke medan perang, membantai para menteri.
Jo Sanggung lari mencari Ratu u/memberitahu ada pemberontakan, tapi Ratu tdk ada dikamar. Ratu berjalan di halaman istana yg sepi sambil menyeret selimut dan bicara dlm hati “Cheonha, Abeoji, apa kalian memutuskan u/bertempur sampai akhir? Meski aku tdk tahu siapa yg akan menang, tapi aku yakin posisi RAtu pasti diambil dariku. (ia ingat waktu PM Hwon main bola), sejak pertama kali bertemu Cheonha, saya hanya menginginkan satu hal, yaitu mendapatkan hati anda. Dan tetap menjadi Ratu sampai akhir. Aku akan mati sebagai wanita Cheonha.”
Ratu mengikatkan selimut di pohon dan tersenyum…
Semua sudah mati, tinggal Yoon Dae Hyung (kau akan segera menyusul anakmu, om).Ia memandangi rekan2nya yg sudah tewas dan memandang Raja yg mengambil busur, membidik Yoon. Panah kena kakinya, tapi Yoon tetap berdiri dan mengangkat pedang “Cheonhaaaa” Yoon lari kea rah Raja, Yang Myung menyambut dan menebas pinggang Yoon. Ia terjatuh dan tewas. Yang Myung melihat Raja dan tersenyum, Raja balas tersenyum, lalu ia melihat prajurit sekarat dibelakang Yang Myung bangun. “Hyungnim!!!” teriak Raja. Yang Myung menoleh ke orang itu, tapi tidak menghindar. Ia berkata dlm hati “Cheonha, tolong maafkan saya karena keegoisan saya. hanya boleh ada 1 matahari di langit. Mulai sekarang, tidak akan ada lagi kekacauan karena saya.”
Yang Myung menjatuhkan pedangnya dan membiarkan tombak menusuk perutnya, tembus ke pinggang. Ia roboh. “HYUNGNIIIIIMMMM!!!” Raja lari menuju Yang Myung. 
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDHqu1yO0W2HRPP21nW6J1iOkhAW1eK94dttgYwccCoMZ4hvLo2VhVfF0Xv_VYTb6C-tOblOAe9Szc77nzcnI1I9mqgbXvsf9wSjA9Z-I1Eenn35879O52pqBPu6xbnrzCnbzBUcchD_o/s1600/420408_413110262039329_335548676462155_1887888_569508178_n.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqibLJC2wFf0cnfDy5oqC7LYMgi6Kb1KLGcJhQQg-QJLQgy92gifIKc2eg5swEfUiCepMAyTqCLScZ5DNHftfg4_UoWAcPt8CGYD_ZtkKOM0GHwZDplQ9z9c6mB281Wo2dQQzNLBYcWJY/s1600/6985764167_a448e85656_z.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbwJ_PZHzE7hqOMTjyIz66rd3iJxuokJ1f-Hv4O0xDAhMyASKpSp_gMGTO4NDZKIH0wz0v0ZRjXaxOmDi3a495CPtHYt0TqQ2cRvkmpTAA3QhjQzux_mQmyh9URb5qs3-0dFVvMR8vW9R9/s1600/tm20_1_20.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2UpWaz51ECq19O52oPIs3Qu39pIwcx1ZIoSu8LFmlRqRhZLTiaEJ-ZbZai6CsEBY-xMTA5v1yewpBnnqdhBVq_4eusYGd2XAGVR-XGkbnnWztIyq5dnGibsQL3BjG_lZYHcZPxjnZxYw2/s1600/tm20_1_21.JPG
Nok Yung dan Jansil menatap langit, melihat 2 matahari yg kemudian bulan menutupi salah satunya. Mereka mengerti. Jansil menangis “Orabeoni…”
Raja berlutut disamping tubuh kakaknya. Woon memangku kepala sobatnya. Mereka menangis. Yang myung muntah darah, tapi bisa tersenyum dan berkata pada Woon “Ah, aku benar2 berbaring di lenganmu, rasanya sungguh menyenangkan.”
Woon: mengapa? Mengapa anda melakukan ini?
Yang Myung: Hari2 ini aku lelah dg gaya hidup bebasku. Membosankan. Kalaupun ada yg kusesali, aku tidk bisa melihat Yeom. (ia menoleh kea rah Raja) Cheonha, bagaimana anda bisa meneteskan air mata u/hal sekecil ini? Jangan menangis. Saya tdk apa2.
Yang Myung mengeluarkan buku catatan, “Ini daftar yg anda minta”
Raja : Aku tahu… jangan bergerak, tabib istana sedang ke sini. Bertahanlah!
Yang Myung : saya pernah kesal pada anda. Karena anda memiliki segalanya. Kemudian saya memiliki pemikiran u/mengambil posisi anda. Tapi disbanding dg posisi sbg raja… (Yang Myung melihat kea rah Woon) teman2 dan adik saya jauh lebih berharga…
Raja menangis, Yang Myung mengulurkan tangan, Raja menggenggamnya “Saya mohon, jadilah raja yg kuat. Lalu bersama anak itu (yeon woo), lindungi rakyat biasa di negeri ini. Pelayan anda, akan melihat dan melindungi anda dari tempat lain.”
Yang Myung berkata dlm hati “Abamama, saya putra anda, akan datang menemuimu. Saya harap dikehidupan mendatang anda tdk akan menjadi raja saya, tetapi hanya sebagai ayah biasa. Jadi saya bisa menunjukkan padamu senyuman seorang anak. Penyesalanku satusatunya adl meninggalkan ibu yg kesepian.”
Yang Myung ingat waktu remaja, Yeon Woo tanya mau kemana? Yang Myung berkata aku datang karena aku ingin melihatmu sebelum pergi. Yang Myung mengamati wajah Yeon Woo. Aku sudah melihatmu baik2. Sekarang aku pergi…
Yang Myung mati. Raja teriak “Hyungnim!!! Aku Cuma minta daftar nama, aku ngga memintamu mati! Buka matamu, ini perintah kerajaan! Bagaimana kau bisa tdk mematuhi perintah kerajaan!”
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCtDC5C6WWLKAAZC4HEyL6ToMhNWg6pQXdjulSO24ARq8gttMUx3t6N8eVMIfVean-EF5FEfAMFKtaaZ1AzlGt1gZIlHxUlf2ItS7-47LLyCTgoI-ZppFUAPESGpH44A3YJmhpEJqMHwa6/s1600/tm20_2_2.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeROmx3nrT_rFwGonjgVQa6s9nI48j-iMfg4wU2yWIdh7T9m1jIGQgSQv-O6SvsLsSZ-vZDEp-805qLurU6ByJttNZ0MWGk5eOjE5Tm4Xf_TpwgMo9lkLq8ZosiF4Ser8ZOfv4ehKwnDpl/s1600/tm20_2_4.JPG 
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMsflLPdpTolGzQkuhDBzq0_bK3YB6ddXEi2BddhI7QO59zexJf6fe3Cp9dtEg-OWdkCx2KLSfb-e-9RMMQbI5uY7J0fjdnoaaXr464oUP79UiVBbHEGrTyqS-XwnZxEDrKNM-J4NgNmow/s1600/tm20_2_5.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZ4rm2XCd6P50JtDu1eQhOxpwh1tWr5zch50fWbuCVj2LLr2XEo9DE5_7csfjqgcNJ7cuPvCVGRmn9n4a9u1QU9zCPrVG9XRA567q4nMApHmCLYYmEwzuXA7gb24MrOYqABYkNpFdJOK6t/s1600/tm20_2_6b.JPG
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtBh4EZrXVcyf4a2pcSTYjXsXy1jocGzH9-Hp0au3ezqT0uCWMiQyzjEnVT_nOeksfOZSQvizobNUYVUqjOcTwNfnwMHLh3zmBAaotFZbcPIw0XOBhhxxLVYmXCHxk8iZrxyslCptt7uxV/s1600/tm20_2_8.JPG https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmixdO23dWjdmqIlro0EWONkUZDNX_WSFzSv3X-6rFvGkA0aFu3urBrPkTSabOXMf8XUGBceLXqN0WBwCIdul9EU-65OHUcpar1J0fLEjdr9GccV1l_dPSRmu_kpDQ3mZ79HkardUijAt2/s1600/tm20_2_11.JPG
Yeon Woo diantar dg tandu sambil baca buku. Tandu berhenti di suatu tempat, tukang tandu (Hong Kyu Tae) mengetuk jendela, sudah sampai. Yeon woo masuk ke rumah itu, tiba2 seorang wanita jalan membawa baki berisi bubur. Yeon woo tertegun, itu ibunya. “Eo… Eomeoni” Ny.Heo awalnya tdk menyadari ada orang, saat melihat Yeon woo, ia terkejut dan menjatuhkan bakinya. “Yeon Woo-ya, apa kau… benar2 Yeon woo anakku?” mereka berpelukan dan menangis. Yeom keluar dan kaget melihat mereka. Yeon Woo memanggil Orabeoni. Yeom merasa bersalah dan tdk berani melihat wajah adiknya. Ibunya dibawa kekamar dan berbaring sambil terus memegang tangan putrinya. Yeom keluar kamar. Ny. Heo tanya, dulu ia melihat orang yg mirip Yeon Woo dilempari batu, apa benar itu? Kenapa bisa begitu? Yeon Woo menyuruh ibunya tidur aja, lain kali aja cerita. Tapi ibu ngga mau tidur, ia takut saat membuka mata, Yeon Woo menghilang lagi.
Yeon Woo : tidak ibu, saya tidak akan pergi tanpa ijin ibu.
Ibu : bagaimana ini bisa terjadi? Selama 8 th Gongju mengambil alih posisimu disampingku, tapi dialah yg sebenarnya bertanggung jawab atas kematianmu.aku tdk bisa percaya itu.
Yeon Woo kaget, apa kakak mengatakannya?
Ibu: meskipun ia melakukan kejahatan besar, tapi ia mengandung darah daging keluarga kita. Bagiamana bisa seperti ini?
Yeon Woo keluar menemui Yeom. “Apa Orabeoni masih tidak mau melihatku? Jika kau menyalahkan dirimu sendiri maka aku akan menyesal karena tetap hidup. Apa kau ingin aku seperti itu?
Yeom pun berbalik dan berkata ia telah melakukan kesalahan besar.Yeon Woo melarangnya menyalahkan diri sendiri. Ia ingin kakaknya bahagia, toh ia juga masih hidup. Yeom Memeluk adiknya “Trima kasih karena tetap hidup.” “Terima kasih juga, karena orabeoni tetap hidup.”
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYOXFFWu5uqs6xAe_J3gxHMMFGyWSwm0MmXBFP05FR__VIiIENHVZWzeI5ZfdTgT-r38N_8Be3KIhlolB7PWC6_VyjSi0hewEsCpPba3FFFW_g4anRWg0QrdwUXq4S-TX9w7yTxwsqkBsK/s1600/tm20_2_16.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuLxXQmNpem8_6Mc_c5qE8ExmKHhgwywXtb3hq8xbvFO3eJHTSGqiUpbl03_zJU4ml6Z67ffpkQjQgFypji4Mo7MpZfndfVEppF64fISyKIfeHFbAE55vMbhqyX_Wij2cbQcpQB-fNEGDJ/s1600/tm20_3_3.JPG
Min Hwa memandangi baju bayi buatanya. Ia mendengar ada yg masuk dan mengira itu Min Sanggung. Ia ngga mau makan. Saat mendongak, ia tertegun, ternyata Yeon Woo yg masuk bawa bubur. “Ini pertama kalinya kita ketemu setelah 8 th. Mengapa tidak mau makan? Apa anda ingin meninggal bersama anak anda?
Minhwa : aku… bukankah kau ingin aku mati?
Yeon Woo: tidak. Aku ingin kau tetap hidup. Meskipun anda mencoba membunuh saya, tapi saya tetap hidup sekarang. Saya memang cukup membenci anda dan ingin anda mati, tapi saya bersyukur, karena kebaikan anda, ibu saya mendapatkan kebahagiaan dan kakak saya bisa mendapatkan anak.
Min Hwa : jangan munafik! Lebih baik kau teriak menginginkan aku mati, merobek2 bajuku. Paling tdk aku bisa berlutut didepanmu memohon ampun
Yeon Woo: anda butuh pengampunan saya? baik, saya mengampuni anda. Demi mereka yg sudah menderita karena anda. Cheonha dan kakak saya, mereka meminta ampun demi anda. Karena anda, mereka menanggung rasa bersalah yg tdk seharusnya mereka tanggung. Demi mereka, saya akan dengan senang hati mengampuni anda. Jadi saya mohon teruslah hidup dg baik. serta menjalani hukuman anda u/menebus semua kejahatan anda. Cheonha dan kakak saya seharusnya tdk perlu merasa bersalah karena anda. Anda yg harus menanggungnya sendiri.
Minhwa menangis haru dan mulai makan.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqBHJ1kVR_k4o3qwouLjcaG_M52YDgM9BgwRnJQEvdr-P7TaqGbgA9YJIBWnX_t1KaDG4x8FYw06znZ4-FWOJSrYwJDEwnqbJJAYRjGuMoRurs_GcVtswFdkLHb54X86yVYy6yzknq7fY/s1600/417111_413098845373804_335548676462155_1887780_1609786849_n.jpg
Lady Park menangisi kematian Yang Myung (Woon yg bawa mayatnya ke kuil). Ia belum menerima kematian anaknya, “Yang Myung Gun, tolong jangan tidur lagi, buka matamu, lihatlah aku. Jangan bercanda seperti ini.” Ia terus memanggil2 anaknya, Woon tak tahan dan keluar. Ia melihat langit malam, kebiasaan Yang Myung. Roh Yang Myung tiba2 muncul “Coba lihat dia, hari ini bahkan ahli pedang tanpa tanding woon juga terlihat lesu. Apa mungkin kau sudah merindukanku?”
Woon : Yang Myung Gun, apa kau bahagia di sana?
Roh YM : Tentu saja aku bahagia, aku tdk perlu pura2 tersenyum. Dan aku tdk pernah benar2 suka minum, jadi sekarang aku tdk perlu memaksa minum lagi. Aku tdk lagi menjad ancaman Cheonha dan paling penting, aku bisa menyukai anak itu didlm hatiku. Apa kau tahu bahwa perasaan seperti itu sangat menyenangkan?
Woon: apa saya boleh bertanya satu hal? Sampai sekarang… apa anda masih menganggap saya sbg teman?
Roh YM: teman… kata teman selalu terdengar bagus. Tentu saja. Selama in aku selalu begitu dan sampai kapanpun. Kau tetap menajdi temanku.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTumB_BmN-YwLJe4J418W-mLqO-2GQwJvmHqLXp0s4LYwcjX_0MZg3rYISZEQlRt3TNGqMDPd-4sdCYsEzOPrqWvR5noDIzzRuCd8jq_6DH9usjFVqCqxwGmL7RNP3ycZRizv4DFQv5exA/s1600/tm20_3_6.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizMuWXaVTMlsQUVQaATklRdMlCbikpDE-8QmscAmKSjdg0JnyfnScyAGWJcresFEq3AvfB7V7Z_5HhbJqQXoaC5TxpP7GDWD_Bg0f_oQoz_HsRgQJnHXGGXF6g9mz8MfxL6OdAHgmDyfmQ/s1600/tm20_3_7.JPG
Jo sanggung dan dayang2 menangisi mayat Ratu Yoon yg matanya masih terbuka. Raja menghampiri dan menutup mata ratu. Ia jalan keluar dan melihat Yeon Woo yg mendekatinya. Ia tak tahan dan menangis. Dalam sehari ia kehilangan 2 orang, kakak kandung dan istri (biarpun ia sama sekali ngga cinta, tapi tetap merasa sedih). Yeon Woo memeluk dan  menepuk2 punggung Raja.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQfoTfhSzvCih7inPeV8YytQrEtcVG_0QSPbE7Pat4B4udKABDyFF3nLVHbCyWQdY00qrAhPmi12Ow7cFLxltqqURv1e2BNSL4mFx757U3b2SOvmLuASgin6zl_OyorD6JeH2crkUu8wPQ/s1600/tm20_4_1.JPG
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBiKaPBoB_2R78JKs8YQPsBAzrmsVtD7csSMXJpPtlyREN87-E0OIQv-bGA9_91DEdjF1sdhakEYogUEPDWSdvPv6bTVkUMRP5CzX1UDAy2qMNzbPoIHkVYO4UWBMMFIlVLeW4WdbwS-o/s1600/6985780075_4b5fcc3112_z.jpg
Raja menghadiri pertemuan cabinet baru. Ia memberikan peraturan2 baru serta hukuman2 bagi yg bersalah kemarin. Minhwa Gongju yg melakukan kejahatan percobaan pembunuhan dg sihir 8 th lalu, akan dihukum kehilangan statusnya dan menjadi budak, dibuang ke luar ibukota. Hukuman dimulai setelah melahirkan. Uibin dari Yang cheon, Heo Yeom, karena telah menikah dg penjahat Minhwa, ia juga dihukum. Mereka harus bercerai dan gelar Uibin dicopot. Semua harta disita. Dia kembali ke jabatannya dulu sebelum menikah. Dia akan menjadi pejabat Negara tanpa penugasan. Gukmu Jang Nok Yung, karena melakukan sihir, seharusnya dipenggal, tapi mempertimbangkan ia sudah menyelamatkan Putri Mahkota, setelah upacara kematian selesai, maka hukumannya akan dipertimbangkan lagi.
Nok Yung di seongsucheong, menyuruh anak buahnya siapkan upacara. Ia akan menjalankan upacara sendiri. Jansil perasaannya ngga enak, ia ingin ikut. Nok Yung melarangnya dan tetap melindungi tempat ini. Jansil ngga mau sendirian. Seol Eonni sudah meninggal, Wol Eoni telah menjadi seseorang yg sulit dilihat. Yang Myung Orabeoni juga meninggal. Jangan pergi, Shinmu…
Nok Yung memulai upacara dg menari2. Dalam hati : Seol, Nenek suri, Ratu, Yang Myung gun, Kepala sarjana Heo, saya akan menuntung kalian ke jalan menuju dunia lain. Langit, sebagai orang berdosa, saya berikan sisahidup saya sbg persembahan bagimu. Saya mohon, bersihkan tanah ini dari pendritaan dan udara jahat. Saya akan membawa semua kejahatan dari tanah ini kedlm tubuh saya dan membawanya ke jalan kematian. Roh2 yg menderita, lepaskan kemarahan kalian dan istirahat tenang. Hari ini, dilangit ada harapan dibawah satu matahari dg satu bulan. Saya harap mereka bisa membuat semua rakyat negeri ini bemandikan sinar terang mereka dan semua berbahagia.”
Jung Nok Yung mati. Jansil menangisinya
Raja dan Yeon Woo menikah. Dan pada malam pertama, dayang2 melakukan ritual, tapi lambat sekali, Raja udah ngga sabar dan mengusir mereka. Tapi dayang2 bilang tdk bisa, karena harus menunggu sampai waktu yg baik bagi pembuahan. Raja tetap menyuruh mereka pergi. Dayang itu mau membantu Raja melepas jubah, tapi raja melarang. Ia mau Ratu yg melakukannya. Setelah semua pergi, Raja minta Yeon Woo mengangkat wajahnya. Yeon Woo melihat Raja, Raja mengulurkan tangan dan Yeon woo menyambutnya. Sreettt…Raja menarik Yeon woo langsung ke pelukannya. ia membalik Yeon Woo seperti waktu pertama ketemu sbg jimat hidup.
Raja :Siapa kau? Cepat katakana
Yeon woo : saya… adl wanita milik Cheonha dan ibu negeri ini. Saya Heo Yeon Woo.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgm8W7LLFHa0gjdRmFRd31h7LizImI_UV7OxOPR3HIMwJgwEK44Gazf8oHndl_PQxKR7YfOA7jTPhMxcf3jnseGj1zv0fjCGCJ5R7Pt6c0rKMzB7oT81Nh9dbQbgLaEyv6fwCfF9bRnheo/s1600/6839664928_d0e208695b_z.jpg
Beberapa tahun kmd, Putra Mahkota kecil bermain dg anaknya Yeom, Heo Ui. Yeom (Ada kumisnya, lebih ganteng dari sebelumnya) dan Ratu Yeon Woo mengawasi mereka. Ratu minta kakaknya mengampuni Minhwa. Dia sudah membayar harga perbuatnnya. Raja juga sudah mengampuninya. Min Sanggung sudah meninggal, jadi kasihan dia ngga ada yg ngurusin. Lebih dari itu, Ui butuh kasih ibu. Lalu terdengar tangisan. PM jatuh. Ratu langsung menolong anaknya, lalu PM berhenti nangis. Raja datang dg rombongan, PM memanggil abamama (beh, Kim Soo Hyun jadi bapak hehe). PM lalu mengajak woon u/latihan pedang. “Anak ini, apa kau lebih menyukai Woon daripada ayahmu?” Raja pun menyuruh Woon menemaninya. Ia tanya kenapa Ui ngga ikut anaknya main pedang? Ui bilang lebih suka baca. Omo, anak ini sangat mirip bokapnya (sesuai ramalan Jansil), sebaliknya PM malah bersemangat dan caranya menyukai Woon, seperti Yang Myung Gun. Yeom: kakak beradik memang mirip, jadi dia juga mirip anda, Cheonha. Saat pulang, Yeom tanya anaknya, apa Ui iri tidak punya ibu seperti PM? Lalu Jansil lewat dan langsung mengenali Yeom, padahal baru ketemu.
Jansil: anda kakak Ratu Heo? Apa anda mengenal Seol Eonni? Seol Eonni tiap hari selau menanyakan pertanyaan yg sama. Apa anda bahagia? Apa tuan muda bahagia? Dia harus bahagia.
Yeom tampak sedih.
 Ratu dan Raja membaca bersama seperti biasanya. Ratu memandang Raja dan berterima kasih telah mengampun Minhwa. Ratu bilang ia punya hadiah. Tiba2 Raja ingat sesuatu, ia justru berdiri dan pergi dg alasan banyak laporan yg harus diselesaikan. Dayang merasa aneh dan mulai nggosip, biasasanya Raja ngga mau jauh2 dari Ratu, apa Raja udah bosan dan punya wanita lain yg disembunyikan (kayak dulu). Raja masuk kamar dan bertanya pada seseorang dibalik sekat “Sudah siap?” terdengar suara wanita mengiyakan (omo!). Raja memintanya keluar… oh ternyata guru Gayageum yg disiapkan Hyung Sun u/ melatih Raja memainkan Gayageum (jd ingat Heartstring). Ia ingin memainkan itu u/hari ultah Ratu. Tapi malah ngga bisa2. Malah Hyung Sun yg lancar bermain dg baik, padahal ngga pernah latihan. Sehari2 ia ngeliatin Raja latihan, lalu kadang ngisi waktu kala bosan dg memainkannya. “Apa?bosan? berbalik!” hyung Sun disetrap seperti dulu.
Yeom berjalan dg Ui, Minhwa ngintipin dari jauh dan merindukan mereka. Mereka makin jauh dan Min Hwa jalan perlahan. Tiba2 mereka udah nongol didepannya. Ia menjelaskan statusnya sudah kembali, tapi ia tdk punya tujuan dan ingin melihat mereka terakhir kali karena rindu. Ui yg pintar langsung mengerti kalo wanita itu adl ibunya. “Eomeoni?” Minhwa terkejut dan hendak memeluk anaknya, tapi ngga jadi dan malah membungkuk minta maaf dan pamit pergi. Yeom menahan tangis, lalu mengejar mantan istrinya dan memeluknya dari belakang.
Minhwa: saya pikir anda tdk akan memaafkan saya
Yeom : aku tdk ingin memaafkanmu. Aku mencoba menghukum diriku sendiri dg tdk memaafkanmu. Tapi sekarang aku ingin berbahagia… demi anak kita, dan demi seseorang yg sudah meninggal tapi tetap berharap akan kebahagiaanku. Demi mereka, orang2 malang itu.
Mereka bertiga berpelukan haru.
Menteri Hong Kyu Tae (idih, naik pangkat) bingung melihat Raja menggerak2kan tangan di atas meja (latihan Gayageum), sambil  bicarakan rencana acara ultah Ratu.Tapi tampaknya Raja ngga konsen, Hong pun memanggil “Cheonha, apa ada yg mengganggu anda?” “Bukan apa2” jawab Raja salting.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkT-LqAkK-ZiN9zOSAR61wcCqF-WCcOhqEL5t0f-ayi2LHtYFKAGRfQVosnLPsjpjRfQzZZ50lbN2l8cUEcnDGgbk1xr0LClCVezaAJ1LTPtCq4QrjuEYUuXRjZIFDvvAXRjLYrb6eGUK8/s1600/tm20_6_9.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEham4C-eU2cB_rDxGYVFC4-OfKhTsQO8baHsMyB4OjVafkDhgwsaVUxz7t7Zo6YnOPin4rhzwn3NaOqrG1s_Z476LotjZY-StFQy00BR1EW8H9F1aH9RtR6XacAkrS7SucxIOMtKw9nuSpn/s1600/tm20_6_10.JPG
Hari ultah, Ratu melamun bosan di kamar. Lalu dayangnya memanggil u/datang ke paviliun bulan tersembunyi. Di sana Raja sudah siap dg Gayageumnya. Ratu duduk didepannya dan Raja mulai bermain. Penampilannya memukau. Ratu menikmatinya.
 Tiba2 senarnya putus dan Raja tampak kesakitan. Ratu bergegas menghampiri. Tapi suara gayageum tetap terdengar. Uh oh, rupanya ada orang lain yg memainkan, Raja Cuma sok aksi aja hahaha. Ratu mau mencari sumber suara, tapi Raja menyuruhnya fokus hanya padanya saja. 
Raja tanya apa Ratu kecewa karena hadiahnya ngga bagus? Ratu tertawa geli, tidak ini menyenangkan. Raja kesal, ia tdk ingin komentar menyenangkan dlm arti lucu, ia maunya romantic. Gagal total!
Raja :Aku mau memberi hadiah lain…
Ratu: jangan bilang ada kelopak bunga jatuh dari atap
Raja : Hyung sun sudah terlalu tua u/memanjat atap.
Ratu : kalau begitu ada kembang api dilangit.
Raja : Hanya u/mengambil hati seorang wanita bagaimana mungkin aku membuang2 uang rakyat? Tapi aku akan memberikan sesuatu yg lebih baik dari semuanya.
Raja mendekat dan mencium Ratu. Semua dayang dan kasim memalingkan wajah. Dan dari jauh, Hyung Sun memainkan Gayageum dg penuh penghayatan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOXvmoz_jhfJa5hSGmpuhbfPneuSmRyOe1WssHfNX-l542AeDm8GsbQ9j4w4iJu2HZDHfH4SzxX5oQN8cg2NVwgjQKT-6Phc6BAgHnXbvoRQP33va8vw3jxb6vkfYKvvYt24G3ceoSUBY/s1600/6985812113_2bf91b0fb6_z.jpg
 Finallyyyy...
Selesai juga recaps drama ini... beberapa kata2 dan gambar aku ambil dari http://kadorama-recaps.blogspot.com/2012/04/moon-that-embraces-sun-20-final.html karena aku kurang paham bahasa inggris di terjemahannya download drama itu, apalagi istilah2 jadul, hadeh, jadi tetap harus ngeliah blog itu yg emang lengkap buanget! semua aku ketik ulang. Memang dipertengahan ada rasa males, belum lagi ngga memungkinkan mengupload. ini kebetulan ada waktu dan memang bertekad menyelesaikannya, selesai juga. ngga suka ada utang2 sih..
    Kesan2 terhadap drama ini... rasanya rada2 nggak mungkin terjadi di dunia nyata, apalagi pada jaman raja2 dimana raja2 tuh punya banyak istri(selir). rada ngga masuk akal sih ya, tapi tetap saja ratting drama ini sangat tinggi di Korsel sana, dan penonton Indonesia pun pasti ngefans sama drama ini. mungkin karena para pemainnya, khususnya Kim Soo Hyun dan Jung Il Woo hehehe... Akting mereka semuanya mantab2. Nangisnya apalagi, duh nontonnya itu berasa pingin ikutan nangis.
Di drama ini, awalnya aku kira Jung Il Woo (Yang Myung) bener2 mau berkhianat dan mati dg gelar pengkhianat, ternyata dia setia sampai akhir. Sayangnya, kenapa ia memilih u/mati? padahal ia bisa menyingkir, toh prajurit yg melempar tombak itu juga udah terhuyung2 gitu, anehnya kenapa tombaknya bisa pas nancep ya hehe. yah namanya juga film.
Sementara itu, aku juga lumayan suka sama yg jadi Minhwa ini. dia sebenarnya peran protagonis, tapi ada sisi antagonisnya juga, yaitu dia egois, terbukti dari kata2nya, seandainya waktu diulang kembali dan tahu kejadiannya bakal begini, ia akan tetap memilih Yeom, dalam arti ia tetap akan membunuh Yeon Woo dg mantra itu. 
biasanya saya punya pemeran antagonis favorit di tiap drama, tapi kali ini nggak, awalnya aku pikir Yang Myung itu antagonis, rupanya nggak, dia adl second guy. Ratu Bo Kyung itu antagonis, tapi aku nggak suka, biasa aja, cuman pas berperan ketakutan itu aku suka, dia benar2 terlihat seperti orang gila. keren. Sedangkan Yoon Dae Hyung, sukses membuat para penonton pasti membencinya hehe.
Tentang Seol, aku ngga merasa kasihan dg kematiannya, karena ia mati dipelukan pria yg dicintainya, sempat nyatakan cinta pula. Yg kasihan sebenarnya Bo Kyung. Ia ditinggalkan semua orang (kec Jo Sanggung), bahkan ayahnya sendiri mengkhianatinya. 
 
Sebenarnya sampai sekarang saya kurang mengerti, kenapa jabatan peramal itu merupakan jabatan rendahan? Dan jika ada anggota raja yg menyukainya, dilarang. apa karena pekerjaan itu dekat dg kematian dan konspirasi sana sini? Padahal Dayang Istana kan kata lain dari Budak/pembantu, itu boleh kok jadi istri Raja, kenapa peramal tidak?
Tapi untungnya Wol alias Yeon Woo bukan benar2 peramal, jadi dia bisa nikah sama Hwon dan happily ever after. duh, fairy tale banget sih... 
Oh, satu lagi, saya favorit banget sama kasim hyung sun dan Hong Kyu Tae. Mereka memeriahkan drama yg sering menguras air mata di setiap episodnya ini. Apalagi Hyung Sun, dia benar2 kasim yg setia plus lucu.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEht3drSd2ruvyvvZqtEizAhcSfSLQM8Vp8mZS2_Do5kOEFLyQ4NTJ5W0PSm0FYdKxRMZJOd2duaA0SPdHSzljJb2FEYAHKhyphenhyphen10CZrNcnhQ2BAn0kHdMUGhG8x_RvpR1yMzdQpTEVbk0mdI/s1600/20120316_moonsun_1.jpg 

The Moon That Embraces The Sun 19


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiqE5B0TZmffwZo8IWkhwLXnOQZ7WtabenTvVnqVIRiLyWnHAKH73iS3DhueYr2YSNOKJW9hsoMq5Gm3jqfnlpYVO2e2nWEeQD2FWAzvGSPsj7Q78N0Szt1txM9eQ5MjAITNPEVGnwR8p6/s1600/tm19_bts.JPG
Raja dan Yeon Woo jalan, tiba2 Raja berhenti, ingat sesuatu. Ia sudah memberikan segalanya pada Yeon Woo, tapi belum mendapat balasan. Yeon Woo tdk memiliki apa2.
Raja : aku ingin mencobanya… itu…
Yeon Woo mundur2, ia udah pikiran ngeres hahah. Rupanya Raja ingin main permainan memukul kayu seperti Yeon Woo mainkan dg Yang Myung waktu itu. Yeon woo pun mengajarnya, tapi Raja susah belajarnya dan lama2 baru bisa. Semua bersorak gembira.
 
Di rumah Yang Myung, Yoon berusaha membujuknya melakukan pemberontakan, maka Yang Myung akan mendapatkan Yeon Woo dan Jongmyo-sa. Tapi ada yg mengganjal bagi Yang Myung, apakah Yoon tdk merasa sayang membuang posisinya sbg Mertua Raja? Bukankah Yoon Cuma punya satu putri? Yoon tersenyum,”jika perlu saya selalu bisa mendapatkan anak perempuan lagi.” (whoa…ayah yg mengerikan). Yang Myung ragu, anaknya sendiri aja dibuang, bagaimana ia bisa dipercaya? Yoon mengusulkan u/mengembalikan system Wonsangje, dimana raja dan perdana mentri saling berbagi kekuasaan, jadi ngga perlu jodoh2an gitu, dan Yang Myung pun bisa mengambil Yeon Woo jadi permaisuri.
Sementara itu Ratu  benar2 cemas kalo ayahnya akan merencanakan sesuatu yg bisa menghancurkannya dan Raja. Ratu pun pergi ke kamar raja, tapi diluar ia terhenti karena melihat Raja jalan bersama Yeon Woo dg mesra dan membantu Yeon Woo turun tangga, lalu bergandengan tangan (eah… ketemu deh simpenannya). Ratu marah dan pergi, ternyata kecemasannya tidak berarti.
 
Paginya orang2 ngumpul di depan papan pengumuman, ada 2 lembar. Tapi mereka ngga bisa baca, namanya jg orang miskin. Lalu ada seorang pria yg membacakan. Lembar 1, Raja menyembunyikan seorang peramal di dekatnya. Lembar 2, Yoon dkk membunuh putri mahkota 8 th yg lalu. Orang2 jadi bingung, mana yg bener nih? (dua2nya bener). Tiba2 Hong yg nyamar dg baju biasa berkata kalo ada gossip putri mahkota yg mati itu hidup lagi. Mereka semua protes, mana ada org mati hidup lagi? Pria yg membacakan tadi setuju, karena Yoon dkk sangat korup, dan pasti hebat jika gossip itu benar. Hong pun menambahkan, kalo peramal yg disimpan Raja itu bukan sembarang peramal, tapi ia adl Putri mahkota yg bangkit dari kubur itu.Setelah nyebar gossip, Hong pun menyelinap pergi.
Di istana, Mentri2 ngomel karena gossip ttg pembunuhan putri mahkota itu, Raja nyindir, “lalu bagaimana dg gosipku yg terpesona sama peramal? Kenapa kalian cuek aja? Kecuali… kalianlah yg menyebar gossip itu.” Menteri keuangan langsung tersedak, Raja tersenyum geli. Ratu ketemu ayahnya dan berkata ia melihat Yeon Woo di istana. Ayahnya tetap mengira Ratu berhalusinasi. Ratu marah, ia tdk gila, ia juga tidak melihat hantu. Anak itu, jelas ada di dalam istana! Tapi Yoon berkata, “Anak itu hidup ato mati, sekarang bukan masalah lagi” Ratu kaget, apa ayah merencanakan sesuatu? Yoon pergi. Ratu nangis, sekarang ia sendirian, tanpa Raja, tanpa Ayah. Tidak ada pilihan lain, ia harus melindungi posisinya sendirian. Ia menyuruh Jo memanggil Gukmu sementara.
Sementara itu Raja dan Yeon Woo duduk di kamar rahasia membaca bersama. Tapi kali ini Yeon woo tdk konsen dan ingat kata2 Nok Yung yg terpaksa melakukan atas perintah Nenek Suri. Yeon Woo menatap Raja, Raja menggoda, akhir2 ini Yeon Woo makin berani, nggak malu2 lagi melihat wajah raja. Yeon Woo meminta sebuah permintaan. Dg semangat Raja akan mengabulkan, tapi saat Yeon Woo bilang ingin ketemu Nok Yung, Raja kesal, “Dia udah hampir membunuhmu, kau masih mau ketemu dia?” Tapi Yeon Woo bilang, gimanapun Nok Yung juga orang yg menyelamatkannya. “Kapanpun aku melihat wajah Cheonha, aku merasa sangat bersyukur aku masih hidup. Ini semua jasa Gukmu yg sudah menyelamatkan saya. saya perlu menyelesaikan perasaan selama 8 th ini, makanya ingin bertemu.”
 
Gukmu Gwon menghadap ratu, ratu tanya apa Gwon pernah bertemu anak spiritual Jung? Apa mungkin bisa menggunakan kekuatanmu u/menyerangnya dg kekuatan gaib (lagi)? Gwon bilang bisa selama korbannya masih di sekitar sini. Meskipun itu tidak akan menghasilkan kematian mendadak, seperti saat terakhir Raja dimantrai… Ratu memotong, jadi itu perbuatanmu?? Gwon minta ampun, ia hanya disuruh Perdana Menteri. Ratu syok, ayahnya sendiri yg menggagalkan malam pertamanya! Tapi kali ini Ratu mengampuni Gwon. Tapi mengirim mantra itu butuh persembahan terbaik, jika mantra itu bisa digabungkan dg keinginan kuat seorang gadis yg masih suci, itu akan menyebabkan kematian mendadak. Ratu tersenyum misterius.
Nok Yung mengisi air suci, tiba2 airnya berubah jadi darah. Jansil pun kaget. Nok Yung segera membuangnya. Seorang pria datang memberi surat panggilan u/ke istana. Nok Yung berpesan agar Seol jangan ke rumah Yeom, sepertinya ia punya firasat buruk (hiks). Nok Yung masuk ke kamar rahasia Yeon Woo dan menghormat. Yeon Woo tanya kabar Seol dan Jansil, ia juga masih memanggil Nok Yung Shinmu. Yeon Woo ingin tahu tentang teman Nok Yung yg berpesan u/menyelamatkannya.
Nok Yung: saya hanya tahu sebelum anda dilahirkan, karena kebaikan hati ibu anda, mereka bertemu karena takdir. Pada akhirnya penyelamat anda bukanlah saya atau teman saya, melainkan ibu anda sendiri.
Yeon woo: Meskipun aku belum memaafkanmu, aku bisa mengerti. Setelah tahu apa yg terjadi, aku juga diam. Tapi sebelum terlambat, aku benar2 ingin mengatakan ini… terima kasih. Terima kasih telah menyelamatkanku, menampungku, membesarkanku, dan melindungiku selama 8 tahun. Terima kasih menjadi ibuku…
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqBJTruj0Glqa-8HUbUIadC_2QRbT2BK4ipRfV1a-drbT-RreMZ-b2WaiMXUKkMLNNSQUxKILpav15LeX431NP7pUHUSAFbjCxDvwFWYlU0gJ9vD3d-bkSfazNpQFJfuGbnZoq_vNH2K6-/s1600/tm19_2_9.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPqSDCffojoy4Uf4t-WKnsLQaJwkX9IZT-Sp6JtYThG1EKkcPzkcbPTc_cBz6WxWBEbEJA3ck8-oSxjYmXIlqQJQCC9UAnQVYG7SLM2cDRn9TBo0v_vfU2vWA7DTzl5mVpkPM9LfxyUZ3i/s1600/tm19_2_9b.JPG
Ratu Yoon mengenakan Hanbok merah hitam dan menemui Gwon yg tanya mana gadis itu?
Ratu : aku… yang akan jadi persembahannya (dia masih perawan ting ting).
Nok Yung berdoa. Sebelumnya ia sudah bilang ke Yeon Woo kalo mala mini aka nada serangan gaib kepada Yeon Woo. Yeon woo takut kalo karena dia, Raja juga kena. Nok Yung berusaha memblokir. Serangan gaib pun dimulai. Nok Yung melukai tangan sendiri, darahnya menetes ke kertas jimat lalu dibakar. Ada asap jahat keluar, Nok Yung menyuruh roh jahat itu kembali kepada pengirimnya, akhirnya sihir berbalik menyerang Gwon. Nok Yung muntah darah. Gwon mendelik, teriak dan tubuhnya terlempar. Ratu kaget. Tiba2 mata Gwon terbuka dan bicara pada Ratu dg suara Nok Yung “Anda berpikir kalo anda tidak bersalah, anda berpikir kalo anda adl korban. Tapi anda salah! Kesalahan karena mengetahui dan tidak mengatakannya. Kesalahan karena hanya melihat saja saat ia dibunuh, kesalahan karena rakus menginginkan posisi orang lain. Kesalahan karena menipu raja dan menolak bertobat. Semua kesalahan Anda!!!”
Gwon terkapar lagi, kali ini ia mati.. Ratu ketakutan dan memanggil Jo.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj48akjnHgSBpoFt2wClWvYnND8E5K3dAxp22K8jmRiYr19tZ3ejE3b6awYGlJPN0_3vn-m_BxrvtAOuPt7-8WUT3axSGjAU1P0MvUyC4OC0Xh7fafeNeOLpYFk8z4d63KUZarQiIIBuKjM/s1600/tm19_2_10.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhACX4PJOTrsQ7g1G1WHuc-8EaXnfk01sbpYWjhxoEz5vXV1z70ssXlMdfXs1irYUN1XPBudxjSdJmZmMoDBPMhCIj1aDczjKffKc-w6NyE47kdYNgR11Z3aV5pWZePtlJXRymFhyphenhyphenPR_Ul-/s1600/tm19_3_1.JPG
Ny. Heo ke kuil u/berdoa melepas Yeon Woo dan mendoakan cucunya. Saat ibunya pergi, pelayan datang dan memberanikan diri memberitahu gossip kalo Agassi meninggal karena keluarga Minhwa dan ada kabar kalo Agassi masih hidup. Ia juga menceritakan ttg terbukanya kuburan Yeon Woo. Tiba2 anak panah melesat dan ada suratnya “Uibin, apa anda tahu kalau adik anda tidak meninggal karena penyakit? Anda harus tahu 8 tahun lalu, karena keinginan Minhwa akan dirimu, dia terlibat dalam sebuah serangan gaib yg membunuh adik anda. Dan mendiang raja menutupi kesalahannya.” Yeom bingung, ia ingat dulu saat Minhwa mengejar2nya, lalu ingat Minhwa sering nangis minta2maaf. Ia pun sadar dan masuk ke kamar Minhwa yg lagi menjahit baju bayi. Yeom menangis.
Yeom: Jadi… apa kau sudah mendapatkan yg kau inginkan dariku? Apa yg kumiliki sampai kau melakukan hal seperti itu? Tolong katakana kalau aku salah…
Minhwa pun sadar kalo Yeom sudah tau segalanya. Ia menangis dan merosot ke lantai. Ia mengakui segalanya dan minta ampun. Ia ingin mengatakanya, tapi saat melihat Yeom bahagia ttg bayi mereka, Minhwa tdk sanggup. Ia takut kalau ia mengatakan semua, anak ini akan diambil darinya. Yeom jatuh terduduk “Orang yg membunuh adikku bukan hanya kau, Gongju, tetapi aku juga bersalah. Tanpa tahu itu aku mencintaimu dan hidup bahagia dgmu. Aku juga pendosa besar, membuang adikku u/hidup dlm kemegahan dan kekayaan.”
Minhwa memegang tangan Yeom, memohon agar tdk menyalahkan diri sendiri, bencilah Minhwa, tapi jangan benci diri sendiri. Yeom menepis tangan Minhwa dan pergi.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEid6VHTkgACzbq5PdGxUQ-sKjdWWXMPsBahdida5d43KjGmRM_zHCLt_Sr8kvBYQ0wR8E8lsTMlwg94M-33ftOIaHHQ7LRoIEWx8-js4T10AGih58Oo1awYub9wsPYGyjJCbbbcs6RZnfML/s1600/tm19_3_13b.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPyMEaxtJNr-KVIo1VvoC2wb-T05hzkk8AI8yh4LxwaXs10Xy-J2TDxli2I15a89BQSx70fokCA93j2Z8WlbVdmSH8sxU-mcpEurbcH9g2dibwp8Vxi6Sq8SzQ0RR3gOAeKqXZ9KdVir0F/s1600/tm19_3_14.JPG
Rupanya surat itu dari Yoon dkk, mereka menebak, mungkin Yeom akan bunuh diri, tapi jika mereka mengaku dan melanjutkan hidup… singkirkan saja.
Yeom merenung dikamar. Tiba2 ada suara diluar. Ia mengecek dan ada pembunuh melompati tembok. Tiba2 Seol datang dg pedang “Saya akan melindungi Tuan!” Seol menyerang dan berhasil membunuh 1 orang. Tapi akhirnya perutnya ditusuk. Ia masih bertahan dan menyerang mereka. Ia ditikam berkali2. Saat sekarat, Woon datang (kali ini telat bang) dan membunuh semuanya. Yeom memeluk Seol. Kata2 terakhir Seol “Yeon Woo Agassi… dia masih hidup. Tuan muda, anda berkata waktu itu kalau anda ingin saya melindungi Agassi, saya minta maaf. Sebenarnya ingin melindungi Agassi sepanjang hidupnya, tapi saya harus pergi seperti ini. Saya minta maaf.
Yeom menangis :Jangan bicara begitu. Kau selalu bersama Yeon Woo kami. Untuk itu aku tidak bisa cukup berterima kasih padamu. Untuk seseorang sekecil dirimu, aku minta maaf karena sudah memberimu beban yg sangat berat. Tolong jangan katakana maaf.
Seol: saat saya pertama kali datang kerumah ini, saya tidak pnya nama. Tuan memberi saya nama SEol. Mulai hari itu sampai sekarang, meski saya tahu seharusnya tdk boleh, seorang serendah saya memiliki perasaan u/orang yg berharga seperti Tuan. Saya selalu menyimpan ini dalam hati saya. untuk itu saya selalu merasa sangat bersalah.
Seol berkata dalam hati: “Tuan muda, terima kasih karena anda, saya menjadi seorang manusia. Saya menjadi seorang wanita. Saya menjadi Seol. Meskipun saya berumur pendek, sekarang, dibandingkan dengan wanita dimanapun didunia ini, saya merasa bahagai. Jadi saya mohon, tuan mudah juga berbahagia.”
Seol mati.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjb9CgPcc2qKKup4TJYOAKYo2oaq8VA8jYHmEFh-cPKvVUir2Ia1ZrFi9zZFQhO4i2PRQB55iZvSmoQQ9aAcAQNNQrqYb9IlD6kQOE_bFbdBFa0dXFCqzQs9OftNPHGCw5sIilMH3xIKEjT/s1600/tm19_4_5.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtCFigI6TvIpyFSw0Z_89QhUXNOc2CQG2JdRAGK1pzapPdDZkm52NDVisR6LimiAzy6SSnaA8V3930Bx6xyDKZtEjAO25nPx_Ftl4wSzl958j-yl9xS-SO71lLzSHccPnph5XUElX9nxUC/s1600/tm19_4_12.JPG
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg94h6PbNtaQSm-GbrQQf0ICDF47y1bwBhwh8nf6GEkiaCgpeAJXpTjFDsUgbAXuTY-6cngdPrd8y3zXpDFbWvrYm7Y6EgPLU0nkMbkalP-RsKwdPr0KMLGt3Xb8mIJwNap7vbOqahn7N9k/s1600/tm19_4_11.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlCIFa-Fwq6YE_gWLwNvd-ADntg5G8oj5HZpE5ByJiLi5SM18BcCHBKsvCIxI4GZ1ALoz8EArHrihvqgKZCvLpwZknaj9wYbR5XkXXO0vpG5DVNLizR0qyGrQJCCXZ70_AixOurj7H2Lov/s1600/tm19_4_12a.JPG
Nok Yung terbangun dg dada sakit. Ia keluar dan melhat Jansil menangis “Shinmu… Seol Unni.. dia sudah pergi… dia terus memintaku u/hidup dg baik. dia juga minta aku mengatakn padamu terimakasih. Kalau dia sangat bahagia saat ini, dia minta kita u/berbahagia juga…
Salju turun. Nok Yung melihat hujan salju dan menangis “Gadis bodoh. Apa kau begitu bahagia bisa memeluk u/terakhir kalinya bunga apimu (Yeom) sebelum pergi?
Roh Seol : Ya, aku sangat bahagia. Untuk pelayan wanita spertiku, bukankah hidupku lumayan baik?
Woon lapor bahwa Gongju dan Uibin sudah diantar ke lokasi yg aman. Raja menyesal, ia sedikit terlambat dan tanya apa ada korban tdk bersalah? Woon melirik ke kamar rahasia, “gadis bernama Seol… terbunuh. Sepertinya dia melindungi Uibin dan bertempur sendirian.”
Yeon Woo setengah mati menahan tangis dg menutup mulut. Ia terpukul, sahabat sejak kecilnya mati.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHiv7eU0RErpDGcGhpHgiGXrNrbtqYIjKf2o5jBEoU8oE7tnvgzlIjVBNOPf3ExMBFbKD-Xa1ESWJAz9kKVytdAK50Qswp76VmsLf3A1_0hepXewSAjWj5zfp3EH4eVMxYcVLPW7kfgeMc/s1600/tm19_4_14b.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-iwxqnLxR-sbFvUWPLWCwd709aCR8ohvIgfYaqh3NjIXIhK29SUWi3a6LE90NVQ5oIZawI2qTQC8cFj2sQPbhyphenhypheneIwBqPahmUZGgwBi4aLw6geojakgBIrgOMvj8-9bFaYMbDVXf2xelyP/s1600/tm19_4_15.JPG
Lalu Raja sadar, nenek suri dlm bahaya, ia segera menyuruh Woon mengirim orang ke Onyang,tapi telat. Nenek sudah muntah darah minum racun. Ia memaki2 Yoon disaat2 terakhir, lalu ia melihat bayangan Raja tapi mukanya ngga kelihatan. Ia menyuruh bayangan raja mendekat,tapi bayangan itu tetap diam dan pergi. Saat sekarat, ia ingat semua perbuatan jahatnya. Dan akhirnya ia mati. Yoon dkk puas sudah membunuh rubah tua itu, tidak ada lagi yg bisa menghalangi mereka. Tapi mereka rada cemas dg opini rakyat karena gossip aneh itu. Lalu Yang myung muncul “Kalau gitu kita harus memajukan rencana besar kita.” Yang Myung berkata ia pintar mengambil hati rakyat, seperti waktu dia di Hwaliseo. Pada akhirnya, raja yg menyimpan peramal, mengabaikan cabinet dan opini public, telah dilempar dari tahta o/seorang pahlawan rakyat.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhs8xuCVymujo7LI08dAZCfYvjmdk8hBamH0GKi70VslqAs6aYK1kQVLetjx-DxXJ4nVS1iCHI78J_ef_GPys6bMgsL29eSyLOnLOdhjybS8c6F17qsYgNaevXt55ZMKSzupgWOPlGVQeTP/s1600/tm19_4_20.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhG7Pe_xFxey99sBpDYGREM5etAJQ2lelCkEnMuj1UUs5maywhAbOkuFmOBHzXoSeXlJahK_aJbswN25Bo0oRNNohXhZFXoV4BZASYq6fIx4pkKPgJaHQR-VBt_miUGVTX87N4eFQ-71kA2/s1600/tm19_5_5.JPG
Yeon Woo masih menahan tangisnya. Raja membuka pintu kamar dan berkata Yeon Woo bisa menangis sepuasnya. Yeon Woo berkata tdk punya hak menangis karena selama ini SEol selalu melindunginya tapi ia tak bisa menyelamatkannya.
Raja : apa anak itu penting bagimu?’
Yeon Woo : sangat penting.  Ia teman saya, keluarga saya. tidak… lebih dari itu.
Yeon woo menyesal kenapa Seol harus mati, kenapa Orabeoni dlm bahaya? apa itu kekuasaan? Apa itu status? Mengapa orang tdk bersalah harus menumpahkan darah mereka.
Raja memeluknya dan berkata Yeon Woo kehilangan orang yg penting dan sebagai Raja ia kehilangan rakyat yg setia. Jadi aku tidak akan berhenti. Aku tidak akan membiarkan orang yg tidak bersalah jadi korban lagi. Aku akan mengakhirnya.
Para bangsawan berkumpul dirumah Yang Myung, ada Yoon juga. Mereka akan kudeta saat pameran kekuatan militer, yg akan diadakan diistana. Yang Myung mengeluarkan buku dan orang2 yg mau bergabung hrs mencatatkan nama. Meski ini hanya buku biasa, tapi setelah naik tahta, Yang Myung akan menjadikan orang dalam catatan ini pengikut setia, daftar nama pahlawan. Yoon mencatatkan namanya pertama. Yang Myung tersenyum.
Besoknya Raja rapat dg para mentri u/rencana pameran perburuan. Raja tanya berapa pasukan yg akan ikut serta? Flashback, Menteri Han berencana akan bilang 200, padahal aslinya 300, jadi pengawasan akan melemah. Yang Myung akan ikut sbg keluarga Raja dan jalan dibelakangnya. Mentri pertahanan harus memimpin pasukan masuk istana, bukannya dilokasi perburuan.
Kembali ke saat ini, Raja masuk kamar dan menyuruh Yeon Woo siap2, ia akan diamankan. Yeon Woo berpesan agar Raja kembali dg selamat.
Yang Myung jalan dihalaman rumahnya dan melihat bulan “Coba lihat, apa kataku? Bulan akan mengikutiku kemanapun aku pergi.”
Woon muncul dan juga melihat bulan.
Yang Myung : kau kesini u/perintah Raja atau sebagai teman?
Woon : sebagai teman.
Yang Myung : teman? Sekarang kau masih mengaggapku sbg teman?
Woon: sejauh ini saya memang menganggapnya begitu dan akan tetap sama dimasa depan
Yang Myung : jadi apapun yg sudah kuputuskan atau apapun yg sudah kulakukan, apa kau masih akan menganggapku teman?
Besok paginya Raja dibantu para dayang bersiap mengikuti acara. Setelah semua selesai, Hyung Sun berkata “Cheonha, saya merasa mendapat kehormatan saat melayani di sisi Anda selama ini.
Raja : kenapa kau bicara seolah2 kau akan mati?
Hyung Sun memohon agar Raja kembali dg selamat.
Raja: jangan khawatir, aku tidak diam saja selama ini. Woon-ah, kau siap?
Woon : selama ada perintah Raja, saya selalu siap, meskipun kematian adl perintahnya.
Raja tiba di aula dan menatap langit “Sekarang saatnya… waktu semua kembali ketempat semula.”
Hyung Sun mengumumkan u/berangkat, Yang Myung jalan dibelakang Raja. Pintu gerbang terbuka dan masuklah pasukan2 pemberontak. Pasukan yg ada diistana melingkar melindungi Raja. Raja dan Yang Myung saling beradu punggung. Diam sesaat, tiba2 keduanya saling menghunus pedang, berbalik, dan meletakkan di leher masing2 lawan. Woon menghunus pedang ke leher Yang Myung. Para menteri mulai membunuh pengawal raja dan semuanya mengarahkan pedang kearah Raja.
Yang Myung : Matahari ada dilangit, tapi langit sudah membuang matahari. Saya datang u/mengatakan kalau takdir anda sudah berubah. Revolusi dimulai…
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhycGjKqlEhYk_6iHjOv90EehKAQt7DTTzJ23Xb7nrypBwLHCXg49F41JjonXCAwT9SA2thkMul3mB4tFlOcFy9AGu6bsnQHQbPNefFLEAs2eW1QJc3NeRXtGtpI79XLZM37x5Jnxc1h2BS/s1600/tm19_6_17.JPG