Ini episode horor hahaha... happy reading...
Wol menjahit tulisan "Pezinah" didada bajunya. ia akan dibawa ke tempat pengungsian u/bekerja disana dan ia akan diawasi u/tidak melakukan sihir.Sementara Yang Myung-gun dikurung dirumahnya sendiri, ngga boleh keluar.Raja mendatangi sel Wol dan tercekat melihat Wol tidur dg keadaan bersimbah darah dan ada tulisan "pezinah" dibaju gadis itu.
Wol segera duduk tapi ia menundukkan wajah, tidak berani melihat Raja.
"Yang Mulia, kenapa anda datang ke tempat hina ini?"
Raja ingin tanya satu hal
dan memberi jawaban untuk satu hal. Kau mau yang mana dulu?
Wol : Bagaimana
saya berani memilih yang pertama.
Raja : Saat aku berkata padamu, 'sampai
dengan kebingunganku lenyap, sampai aku tahu perasaan apa ini, jangan pergi
jauh-jauh dariku,' Apa kau ingat perintah itu?
Wol : Saya ingat.
Raja :
Sekarang aku menemukan jawabannya, jadi aku mengatakan ini. Yang kau katakan
waktu itu benar. Aku tidak melihatmu, tapi melaluimu aku melihat anak itu.
Sekarang kau bisa pergi jauh dariku.
Wol : Terima kasih untuk ijin Yang Mulia.
Raja : Sekarang giliranmu menjawab.
Wol : Silahkan bertanya.
Raja : Apa ada
kata-kata terakhir yang ingin kau katakan padaku?
Wol : Tidak.
Raja : Tidak apa
jika kau mau mengeluh, katakan saja.
Wol : Tidak ada yang harus saya keluhkan.
Raja jalan keluar dari penjara dengan gontai. Woon mendekat, Raja langsung menangis dan tangannya meremas bahu Woon."dia selalu menggunakan kata2 yang hangat untuk menghiburku, tapi aku
tidak bisa mengatakan sepatah kata-pun padanya."
Woon : Bukankah anda
melindunginya dengan cara anda sendiri?
Raja : Aku membuatnya menderita, apa
kau pikir ini melindunginya?
Woon memegang lengan Raja untuk mendukungnya. Wol
menangis dan berkata kalau dia memang harus melalui semua ini.
Menteri Yoon naik tandu menuju rumahnya. Ia terus merasa pernah melihat
Wol di satu tempat. Ia ingat cara Wol menjawab pertanyaan-nya. Lalu Yoon ingat
A ri, saat Ari mengutukinya, bahwa suatu hari, sinar bulan akan merenggut
nyawanya. Menteri Yoon melihat bulan dan tampak resah.
Ratu Yoon siap tidur dan ia mengamati wajahnya di cermin. Tiba2 ia
mendengar suara tangisan. Ratu terperanjat dan ketakutan. Ia menoleh ke
sekeliling kamar. Jo Sanggung heran, ada apa Yang Mulia? Ratu tanya apa Jo
Sanggung mendengar suara tangisan aneh. Jo Sanggung menghela nafas dan tampak
prihatin, kenapa anda selalu seperti ini? Ratu melihat cermin dan justru
melihat bayangan Yeon Woo remaja. Ia panik dan segera membanting kaca lalu
menyingkirkan kotak kaca itu jauh2. Ratu ketakutan.
Nenek Suri juga mendengar suara tangisan. Ia tanya pada Bak Sanggung,
apa kau mendengar ada yang menangis?
Bak sanggung : Seseorang menangis? Saya
tidak mendengar apapun.
Nenek Suri berpikir, suara itu dari Paviliun Bulan
Tersembunyi...
Nok Young sedang jalan dan tiba2 ia berhenti, ia
merasa tidak enak. Nok Young melihat langit dan berpikir, takdir yang ingin
diputuskan oleh manusia, akan dilanjutkan oleh langit. Setelah perubahan di
langit, semuanya akan kembali seperti sebelumnya. Serangkaian teror akan datang
dan tidak ada yang bisa melarikan diri.
Sementara Min Hwa ingat kata2 tabib kalau ada pria yang menanyakan
Yeon Woo. Min Hwa juga ketakutan. Ia ingat saat menyaksikan ilmu gelap yang
diarahkan ke Yeon Woo dan saat Neneknya tanya, "oh sayang..apa kau ketakutan?
Sebentar lagi, Tuan Putri kau akan mendapat apa yang kau inginkan." Min Hwa
akhirnya tertidur. Min Sanggung membangunkan Min Hwa dan berkata kalau Uibin sudah pulang karena mendengar Raja sakit. Min Hwa senang sekali mendengar suaminya
pulang dan langsung lari ke kamar suaminya. Tidak peduli larangan Min Sanggung.
Yeom sedang ganti baju saat Min Hwa menyerbu kamarnya. Min Hwa langsung memeluk
punggung Yeom. Min Hwa mengeluh, suaminya jelas sudah pulang tapi kenapa tidak
segera menemuinya. Yeom tersenyum, ia berkata baru saja akan menemui Min Hwa
setelah cuci muka. Min Hwa berkata sangat merindukan Yeom, aku benar2 ingin
bertemu denganmu. Yeom berbalik dan memeluk Min Hwa.
Nenek Suri konsultasi sama Menteri Astrologi Na ttg suara2 dipaviliun bulan. Na beranggapan kalo suara itu berkaitan dg datangnya gerhana matahari, tapi Nenek Suri bilang bukan, karena terjadi baru2 ini (dan ia tahu siapa yg menyebabkannya). Na menyuruh Nenek Suri konsul ama Nok Yung aja, tapi Nenek Suri malah menyuruh Na u/menyelesaikan ini sendiri, jangan bilang2 orang lain karena akan memperbesar rumor. Na pun punya cara yg cukup beresiko.
Nok Yung, Seol dan Jansil ke sel u/ketemu Wol, tapi dilarang penjaga. kemudian Nok Yung memberi uang suap, tapi hanya 1 orang yg boleh masuk. Nok Yung pun masuk dan sedih melihat keadaan anak itu. Ia pun menceritakan, terakhir ia ke sel yg sama u/menemui teman baiknya dan temannya itu yg menyuruhnya u/melindungi Wol.
Wol terkejut :Apakah dia ibuku?
Nok Young : Tapi aku tidak sungguh2 melakukannya, aku ingin
melindungimu, tapi justru membuatmu dipenjara.
Wol menghibur Nok Young, Shinmu,
kau selalu berhati-hati melindungiku, merawat anak yang dibuang sebagai anakmu
sendiri, membesarkan aku, dan menjaga aku sampai saat ini. Apa kau masih ingat?
Saat aku tidak ingin jadi peramal dan mencoba bunuh diri, kau berkata jika
langit sudah memilihmu, pasti ada alasan yang mendalam dibelakangnya. Kau bisa
menahan penderitaan apapun, dan itu sebabnya kau dipilih. Saat itu aku
melakukan introspeksi. Di dunia ini tidak ada penderitaan tanpa arti. Alasan
kenapa langit telah mengijinkan aku menanggung penderitaan ini, punya arti yang
lebih mendalam.
Nok Young hanya memandangi Wol dan ia membuka jangotnya. Nok
Young melipatnya lalu berdiri, ia memberi hormat dengan resmi pada Wol. Wol
bingung dengan tindakan Nok Young, Shinmu..
Nok Young menggunakan bahasa resmi dan menyebut Wol dengan panggilan
Agassi. Mulai sekarang anda akan menghadapi lebih banyak kesulitan.
Wol
kebingungan, Shinmu, apa yang kau lakukan? Bagaimana kau bisa memanggilku
Agassi?
Nok Young : Satu-satunya orang yang bisa mengerti, satu2nya orang yang
bisa memilih, hanyalah anda. Jadi jangan mencari solusi dari luar, tanyakan
pada hati anda.
Wol : Apa yang kau katakan? Apa itu bisa mengusir keraguanku?
Nok Young : Tidak peduli sekejam apa kebenaran yang anda hadapi, tolong ingat
satu hal. Agassi, anda lebih kuat dari orang lain. Agassi, anda harus
menggunakan kebijaksanaan anda sendiri untuk membuat pilihan yang benar.
Keteguhan anda akan membantu anda menahan semua penderitaan ini. Jadi, Agassi,
anda harus percaya pada diri anda sendiri dan mematuhi takdir anda. Nok Young
berkata dalam hati, kemudian...anda tidak boleh mengampuni saya.
Nok Young pulang ke Seongsucheong dan ditahan oleh Seol. Seol sama
sekali tidak bersikap sopan pada Nok Young lagi. Nok Young minta Seol
menurunkan suaranya.
Seol : Kenapa aku harus menurunkan suaraku? Selama ini aku
sudah mempercayaimu dan mengikuti perintahmu. Kau bilang jika aku ingin
mempertahankan nyawa Agassi, aku harus mengunci mulutku dan aku sudah
malakukannya. Setiap kali Nonaku yang malang bertanya tentang kehidupannya
dulu, aku selalu berbohong dan berkata aku tidak tahu. Lalu apa ini? Bagaimana
ia bisa dikirim ke Seohwalinseo? Sudah cukup buruk saat ia menjadi jimat hidup,
sekarang ia harus pergi dan tinggal di tempat menyedihkan seperti itu.
Nok Young
:mulai saat ini, aku tidak bisa lagi ada di sisi Wol dan melindunginya.
Ini adalah takdir Agassi.
Seol : Ini tidak ada hubungannya denganmu kan,
bagaimana kau bisa mengatakannya dengan begitu mudah?
Nok Young berkata,
meskipun di sekitarnya dipenuhi kegelapan, tapi di dalamnya tersembunyi sebuah
bulan yang cahayanya tidak akan bisa ditutupi. Sampai dia bisa bersinar dengan
sendirinya, kita hanya bisa menunggu. Tidak lama lagi semua kebenaran akan
terungkap, kita hanya bisa menunggu. Sekarang semua ada di tangan Agassi.
Hyung Sun lapor bahwa Wol sebentar lagi akan ke tempat pengasingan. Raja mengangguk, pasrah, tak berdaya.
Hyung Sun : Cheonha, Lebih baik saya membangun manusia salju. Tapi..kali ini
adalah yang terakhir. Musim semi akan segera tba dan salju akan mencair. Saya
akan mencari salju bersih yang belum diinjak orang. Ini terakhir kalinya saya
akan membuat manusia salju untuk anda. (ow... i love you, Ahjussi!)
Woon dan Raja menyamar pake baju bangsawan, melihat Wol yg digiring dari jauh. Wol menoleh, tapi mereka menyembunyikan diri. Sementara itu Ratu udah mulai gila. Ia merasa gelisah karena tahu bahwa Raja semalam pergi ke sel. Jo Sanggung menenangkan, bahwa Raja hanya ingin memastikan kriminal itu. Tiba2 ia melihat wajah Yeon Woo remaja dicerminnya. Ia langsung membuang cermin dan teriak2. Tangannya luka kena pecahan kaca. Jo sanggung memanggil tabib. Tabib datang, tapi Ratu mengusir semuanya dan meringkuk dipojokan. Lalu Raja datang, meminta perban pada perawat lalu menghampiri istrinya, membalut tangan istrinya.
Ratu: anda pikir, hanya anda yang terluka karena cinta. Lalu bagaimana dengan
cinta saya. Apa itu berarti hati saya tidak berarti? Yang Mulia adalah cinta
pertama saya. Kehilangan orang yang anda cintai membuat hati
anda sakit. Yang Mulia seharusnya tahu itu lebih baik dari orang lain, jadi
kenapa anda begitu kejam? Pengemis yang mengemis tiap hari bahkan tidak
mendekati penderitaan yang saya rasakan
Raja melunak dan ia memeluk Ratu. Dalam hati ia berkata "Ini terlalu menyakitkan. Aku, Ratu, Hyungnim, dan anak itu..."
Wol digiring dijalanan, dan ia dilempari batu. Ia berpapasan dengan ibunya. Tiba2 Ny.Heo merasa kalo gadis yg sedang dilempari itu mirip Yeon Woo. Ia menerobos dan memanggil nama Yeon Woo, tapi terdorong2 orang2 hingga ia jatuh. Wol noleh, tapi ngga lihat apa2. Ny.Heo menangis dipelukan pelayanya. Ditengah jalan, rombongan pengawal kejaksaan dicegat pengawal istana. Mereka bertransaksi, lalu menyerahkan Wol pada pengawal istana. "Mau dibawa kemana aku? Kau mau melanggar hukum?" kata Wol. "Ada hukum yg lebih berat daripada hukum yg kau taati.Ikut aku!"
Yang Myung mendengar laporan kalo kriminal yg dibuang kepengasingan itu belum sampe2 juga alias menghilang. Yang Myung segera keluar, tapi dihalangi Woon.
Woon : Dibandingkan dengan kebaikan yang palsu, kadang kebencian yang
palsu lebih berbahaya.
Merekapun bertempur dan Woon berhasil melempar pedang Yang Myung.
Woon: berbahaya menghunus pedang dalam kemarahan. Lebih berbahaya lagi
menghunus pedang demi cinta.Anda marah kepada siapa?
Yang Myung menahan tangis, jika aku tahu
jawabannya, aku tidak akan gila seperti ini.
Woon : Kenapa anda tidak bisa
mengerti pemikiran Yang Mulia?
Yang Myung : Lalu mengapa kau tidak bisa
mengerti perasaan seorang teman? Apa kau akan melaporkan aku?
Woon heran, apa
maksud Yang Myung.
Yang Myung menjelaskan, ia sudah menghunus pedang pada Woon
yang bertanggung jawab atas keselamatan Raja..bukankah itu berarti
penghianatan.
Woon : Hari ini disini, tidak ada Woon dan tidak ada majikan.
Hanya..teman yang telah bersahabat selama bertahun-tahun. (ooowww)
Yang Myung-gun tampak
sedikit terguncang.
Rupanya Wol dibawa kembali ke istana. Ia pun terkejut, apa maksudnya ini? Flasback:
Usul Na adl memasukkan seorang peramal hebat ke dalam paviliun bulan u/menenangkan arwah Yeon Woo. Cara itu sangat efektif, tapi kalo gagal, nyawalah taruhannya karna peramal itu akan mati. Tapi tidak ada peramal yg mau melakukan hal itu biar dibayar dg harta seistana, siapa yg mau mati? Nenek suri tersenyum, ia punya kandidat yg paling pas yaitu.... Wol!
Dan disinilah Wol sekarang, dikurung didalam kamar Yeon Woo. Na akan kembali besok, ia mengunci dan menahan pintu dg kayu. Wol menggedor2 tapi ngga ada jawaban karena paviliun itu sudah ditinggalkan karena angker. Karena ngga bisa keluar, Wol pun melihat2 kamar itu yg penuh dg tempelan jimat, lalu ada baju putri mahkota di atas kasur. Ia pun teringat gosip yg disebar teman2 peramalnya, ttg kematian putri mahkota yg amat dicintai Raja hingga sekarang. "Apa arwah yg harus ditenangkan adalah arwah Putri Mahkota?" (arwahmu sendiri, nduk)
Kepala Naegumbu mencari2 Hong Gyu Tae u/persiapan upacara Gusik (gerhana matahari),dan menemukannya sedang tidur diatas mayat (ini orang aneh2)."Hei! Hong Kyu Tae. Dasar brengsek..apa yang kau lakukan? hei..apa kau
sudah gila?"
Hong sedang konsentrasi, "apa seperti itu? Hyungnim. Kalau orang
sudah meninggal, apa mungkin tetap mempertahankan suhu tubuhnya? Kalau mereka
dipeluk dalam jangka waktu lama, apa suhu tubuhnya akan tetap bertahan".
Kepala
Naegeumbu terkejut. "Bagaimana bisa orang mati memiliki suhu badan seperti orang
hidup? Jika..jika ada kasus seperti itu, maka..orang itu tidak mati."
Hong Kyu
Tae : Orang itu tidak mati..
Hong segera menghadap Raja dan lapor kalau mantan
Tabib keluarga Heo berkata kalau tidak menemukan sakit tertentu dan juga dia
tidak mengerti kenapa Agassi mengalami kesulitan bernafas dan sakit di dadanya.
Catatan harian dari Sekretaris Kerajaan saat itu juga mencatat kalau alasan
penyakit Putri Mahkota saat itu tidak jelas.
Raja : Jadi kemungkinan dia tidak
meninggal karena sakit tapi karena pembunuhan.
Hong : Menurut tabib yang
memeriksanya, tidak ada tanda-tanda racun atau pembunuhan. Ini bukan
pembunuhan.
Raja : Apa tidak ada tanda yang lain yang lebih khusus?
Hong :
Itu...dua jam setelah dia meninggal, mayatnya masih sangat hangat, ini bisa
dianggap sebagai sesuatu yang khusus. Tabib menyatakan kalau saat itu nadinya
tidak berdetak. Saya janji akan menyelidikinya lebih lanjut.
Hyung Sun masuk
dan mengingatkan Raja soal upacara Gusik. Raja harus siap-siap. Raja mengerti
dan memberi pesan pada Hong untuk mengawasi gerak-gerik pejabat tinggi juga
petugas istana. Lalu melaporkannya pada Raja. Hong Kyu Tae mengerti dan keluar.
Wol terbangun dan melihat seseorang didekatnya, seorang gadis remaja yg sedang membelakanginya. Wol langsung duduk dg sopan dan membungkuk
Wol : Yang Mulia, mengapa anda terus menangis? Apa mungkin karena anda merindukan Yang Mulia? atau mungkin
banyak yang ingin anda katakan pada Yang Mulia? Tolong katakan pada saya. Saya
akan mendengarkan semua yang harus anda katakan. Saya akan tinggal bersama anda
dan menangis bersama dengan anda. Apa sebenarnya alasannya? Tolong katakan pada
pelayan rendah anda.
'hantu' itu perlahan2 menoleh memperlihatkan wajahnya dan Wol terkejut! Bukan karena hantu itu ngga pnya wajah, tapi karena wajah itu adl wajahnya sendiri waktu kecil!
Wol terbangun. tadi itu mimpi. Ia mau berdiri, tapi rasanya sesak, seperti waktu Yeon Woo remaja diserang sihir jahat. Sementara itu Raja duduk ditengah lapangan menghadap langit. Wol menyeret tubuhnya (ngesot) menuju pintu. Matahari mulai tertutup bulan. Wol pun ingat semuanya, ketika ia tidur karena sakit dan Nok Yung duduk disampingnya. Melihat ayahnya menyuapkannya obat, Dan ia ingat semua "Abeoji... Omeoni..." Ia pun mengingat Putera Mahkota Hwon, dan waktu Raja Hwon tanya "Apa kau mengenaliku?" Wol menangis dengan luar biasa sakitnya. Ia teriak2, memukul2 dada dan lantai.
(kayak sadako ya?)
Ditengah2 upacara, tiba2 Raja menyadari, penyakit ngga jelas,pembunuhan berencana, mayat yg hangat... lalu membandingkan dg kondisi tubuhnya sendiri yg suka tiba2 sakit, apalagi pas ML kemaren, hingga Wol tertuduh melakukan ilmu hitam. "Sihir hitam!"
Nok Young mengunjungi kuburan A Ri, ia membersihkan rumput liar dan
daun2an di atas kuburan itu. Nok Young : Selubung sudah dibuka. Setelah hari
ini, mereka akan menghadapi kesukaran lain. Aku mohon padamu untuk melindungi
mereka.Di istana, Raja menyuruh u/memanggil Gukmu Jang
Menteri Na bersama 3 pengawal kembali ke paviliuan dan memerintahkan, jika Wol mati, buang mayatnya lewat pintu belakang. Saat membuka pintu, mereka terkejut melihat Wol duduk bersila dengan kepala tertunduk (serem banget!) Menteri Na menyuruh Kapten memastikan Wol hidup atau mati. Ia mendorong Kapten. Pelan2 Kapten menghampiri dan menyentuh Wol. Tiba2 Wol mendongakkan kepala, mereka kaget setengah mati.
Na :Ja... jadi... arwah itu sudah tenang?
Wol (dg mata yg sangat mengerikan) :Ya, dia tidak akan pernah menangis lagi.
Note :
Wah, Daebak! episode ini favorit gue banget! keren! akting Han Ga In luar biasa!!! pas dia mengingat kembali masa lalunya dan nangis2 meraung2 itu, kita yg nonton merasa gimanaaaa gitu, kayak ikut merasakan sakitnya. Lalu pas endingnya, dia bisa mengeluarkan aura seram, seperti hantu, atau orang yg kerasukan (maksudnya bukan kerasukan yg menggelepar2 gitu). Kalau nggak inget bahwa 'arwah' yg harus ditenangkan itu adalah dirinya sendiri, pasti udah merinding2 deh nontonnya, berasa kayak film horor deh pokoknya. manthab sekali!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar