Quotes

"Write is my World"

Selasa, 31 Juli 2012

The Moon That Embraces The Sun 19


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiqE5B0TZmffwZo8IWkhwLXnOQZ7WtabenTvVnqVIRiLyWnHAKH73iS3DhueYr2YSNOKJW9hsoMq5Gm3jqfnlpYVO2e2nWEeQD2FWAzvGSPsj7Q78N0Szt1txM9eQ5MjAITNPEVGnwR8p6/s1600/tm19_bts.JPG
Raja dan Yeon Woo jalan, tiba2 Raja berhenti, ingat sesuatu. Ia sudah memberikan segalanya pada Yeon Woo, tapi belum mendapat balasan. Yeon Woo tdk memiliki apa2.
Raja : aku ingin mencobanya… itu…
Yeon Woo mundur2, ia udah pikiran ngeres hahah. Rupanya Raja ingin main permainan memukul kayu seperti Yeon Woo mainkan dg Yang Myung waktu itu. Yeon woo pun mengajarnya, tapi Raja susah belajarnya dan lama2 baru bisa. Semua bersorak gembira.
 
Di rumah Yang Myung, Yoon berusaha membujuknya melakukan pemberontakan, maka Yang Myung akan mendapatkan Yeon Woo dan Jongmyo-sa. Tapi ada yg mengganjal bagi Yang Myung, apakah Yoon tdk merasa sayang membuang posisinya sbg Mertua Raja? Bukankah Yoon Cuma punya satu putri? Yoon tersenyum,”jika perlu saya selalu bisa mendapatkan anak perempuan lagi.” (whoa…ayah yg mengerikan). Yang Myung ragu, anaknya sendiri aja dibuang, bagaimana ia bisa dipercaya? Yoon mengusulkan u/mengembalikan system Wonsangje, dimana raja dan perdana mentri saling berbagi kekuasaan, jadi ngga perlu jodoh2an gitu, dan Yang Myung pun bisa mengambil Yeon Woo jadi permaisuri.
Sementara itu Ratu  benar2 cemas kalo ayahnya akan merencanakan sesuatu yg bisa menghancurkannya dan Raja. Ratu pun pergi ke kamar raja, tapi diluar ia terhenti karena melihat Raja jalan bersama Yeon Woo dg mesra dan membantu Yeon Woo turun tangga, lalu bergandengan tangan (eah… ketemu deh simpenannya). Ratu marah dan pergi, ternyata kecemasannya tidak berarti.
 
Paginya orang2 ngumpul di depan papan pengumuman, ada 2 lembar. Tapi mereka ngga bisa baca, namanya jg orang miskin. Lalu ada seorang pria yg membacakan. Lembar 1, Raja menyembunyikan seorang peramal di dekatnya. Lembar 2, Yoon dkk membunuh putri mahkota 8 th yg lalu. Orang2 jadi bingung, mana yg bener nih? (dua2nya bener). Tiba2 Hong yg nyamar dg baju biasa berkata kalo ada gossip putri mahkota yg mati itu hidup lagi. Mereka semua protes, mana ada org mati hidup lagi? Pria yg membacakan tadi setuju, karena Yoon dkk sangat korup, dan pasti hebat jika gossip itu benar. Hong pun menambahkan, kalo peramal yg disimpan Raja itu bukan sembarang peramal, tapi ia adl Putri mahkota yg bangkit dari kubur itu.Setelah nyebar gossip, Hong pun menyelinap pergi.
Di istana, Mentri2 ngomel karena gossip ttg pembunuhan putri mahkota itu, Raja nyindir, “lalu bagaimana dg gosipku yg terpesona sama peramal? Kenapa kalian cuek aja? Kecuali… kalianlah yg menyebar gossip itu.” Menteri keuangan langsung tersedak, Raja tersenyum geli. Ratu ketemu ayahnya dan berkata ia melihat Yeon Woo di istana. Ayahnya tetap mengira Ratu berhalusinasi. Ratu marah, ia tdk gila, ia juga tidak melihat hantu. Anak itu, jelas ada di dalam istana! Tapi Yoon berkata, “Anak itu hidup ato mati, sekarang bukan masalah lagi” Ratu kaget, apa ayah merencanakan sesuatu? Yoon pergi. Ratu nangis, sekarang ia sendirian, tanpa Raja, tanpa Ayah. Tidak ada pilihan lain, ia harus melindungi posisinya sendirian. Ia menyuruh Jo memanggil Gukmu sementara.
Sementara itu Raja dan Yeon Woo duduk di kamar rahasia membaca bersama. Tapi kali ini Yeon woo tdk konsen dan ingat kata2 Nok Yung yg terpaksa melakukan atas perintah Nenek Suri. Yeon Woo menatap Raja, Raja menggoda, akhir2 ini Yeon Woo makin berani, nggak malu2 lagi melihat wajah raja. Yeon Woo meminta sebuah permintaan. Dg semangat Raja akan mengabulkan, tapi saat Yeon Woo bilang ingin ketemu Nok Yung, Raja kesal, “Dia udah hampir membunuhmu, kau masih mau ketemu dia?” Tapi Yeon Woo bilang, gimanapun Nok Yung juga orang yg menyelamatkannya. “Kapanpun aku melihat wajah Cheonha, aku merasa sangat bersyukur aku masih hidup. Ini semua jasa Gukmu yg sudah menyelamatkan saya. saya perlu menyelesaikan perasaan selama 8 th ini, makanya ingin bertemu.”
 
Gukmu Gwon menghadap ratu, ratu tanya apa Gwon pernah bertemu anak spiritual Jung? Apa mungkin bisa menggunakan kekuatanmu u/menyerangnya dg kekuatan gaib (lagi)? Gwon bilang bisa selama korbannya masih di sekitar sini. Meskipun itu tidak akan menghasilkan kematian mendadak, seperti saat terakhir Raja dimantrai… Ratu memotong, jadi itu perbuatanmu?? Gwon minta ampun, ia hanya disuruh Perdana Menteri. Ratu syok, ayahnya sendiri yg menggagalkan malam pertamanya! Tapi kali ini Ratu mengampuni Gwon. Tapi mengirim mantra itu butuh persembahan terbaik, jika mantra itu bisa digabungkan dg keinginan kuat seorang gadis yg masih suci, itu akan menyebabkan kematian mendadak. Ratu tersenyum misterius.
Nok Yung mengisi air suci, tiba2 airnya berubah jadi darah. Jansil pun kaget. Nok Yung segera membuangnya. Seorang pria datang memberi surat panggilan u/ke istana. Nok Yung berpesan agar Seol jangan ke rumah Yeom, sepertinya ia punya firasat buruk (hiks). Nok Yung masuk ke kamar rahasia Yeon Woo dan menghormat. Yeon Woo tanya kabar Seol dan Jansil, ia juga masih memanggil Nok Yung Shinmu. Yeon Woo ingin tahu tentang teman Nok Yung yg berpesan u/menyelamatkannya.
Nok Yung: saya hanya tahu sebelum anda dilahirkan, karena kebaikan hati ibu anda, mereka bertemu karena takdir. Pada akhirnya penyelamat anda bukanlah saya atau teman saya, melainkan ibu anda sendiri.
Yeon woo: Meskipun aku belum memaafkanmu, aku bisa mengerti. Setelah tahu apa yg terjadi, aku juga diam. Tapi sebelum terlambat, aku benar2 ingin mengatakan ini… terima kasih. Terima kasih telah menyelamatkanku, menampungku, membesarkanku, dan melindungiku selama 8 tahun. Terima kasih menjadi ibuku…
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqBJTruj0Glqa-8HUbUIadC_2QRbT2BK4ipRfV1a-drbT-RreMZ-b2WaiMXUKkMLNNSQUxKILpav15LeX431NP7pUHUSAFbjCxDvwFWYlU0gJ9vD3d-bkSfazNpQFJfuGbnZoq_vNH2K6-/s1600/tm19_2_9.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPqSDCffojoy4Uf4t-WKnsLQaJwkX9IZT-Sp6JtYThG1EKkcPzkcbPTc_cBz6WxWBEbEJA3ck8-oSxjYmXIlqQJQCC9UAnQVYG7SLM2cDRn9TBo0v_vfU2vWA7DTzl5mVpkPM9LfxyUZ3i/s1600/tm19_2_9b.JPG
Ratu Yoon mengenakan Hanbok merah hitam dan menemui Gwon yg tanya mana gadis itu?
Ratu : aku… yang akan jadi persembahannya (dia masih perawan ting ting).
Nok Yung berdoa. Sebelumnya ia sudah bilang ke Yeon Woo kalo mala mini aka nada serangan gaib kepada Yeon Woo. Yeon woo takut kalo karena dia, Raja juga kena. Nok Yung berusaha memblokir. Serangan gaib pun dimulai. Nok Yung melukai tangan sendiri, darahnya menetes ke kertas jimat lalu dibakar. Ada asap jahat keluar, Nok Yung menyuruh roh jahat itu kembali kepada pengirimnya, akhirnya sihir berbalik menyerang Gwon. Nok Yung muntah darah. Gwon mendelik, teriak dan tubuhnya terlempar. Ratu kaget. Tiba2 mata Gwon terbuka dan bicara pada Ratu dg suara Nok Yung “Anda berpikir kalo anda tidak bersalah, anda berpikir kalo anda adl korban. Tapi anda salah! Kesalahan karena mengetahui dan tidak mengatakannya. Kesalahan karena hanya melihat saja saat ia dibunuh, kesalahan karena rakus menginginkan posisi orang lain. Kesalahan karena menipu raja dan menolak bertobat. Semua kesalahan Anda!!!”
Gwon terkapar lagi, kali ini ia mati.. Ratu ketakutan dan memanggil Jo.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj48akjnHgSBpoFt2wClWvYnND8E5K3dAxp22K8jmRiYr19tZ3ejE3b6awYGlJPN0_3vn-m_BxrvtAOuPt7-8WUT3axSGjAU1P0MvUyC4OC0Xh7fafeNeOLpYFk8z4d63KUZarQiIIBuKjM/s1600/tm19_2_10.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhACX4PJOTrsQ7g1G1WHuc-8EaXnfk01sbpYWjhxoEz5vXV1z70ssXlMdfXs1irYUN1XPBudxjSdJmZmMoDBPMhCIj1aDczjKffKc-w6NyE47kdYNgR11Z3aV5pWZePtlJXRymFhyphenhyphenPR_Ul-/s1600/tm19_3_1.JPG
Ny. Heo ke kuil u/berdoa melepas Yeon Woo dan mendoakan cucunya. Saat ibunya pergi, pelayan datang dan memberanikan diri memberitahu gossip kalo Agassi meninggal karena keluarga Minhwa dan ada kabar kalo Agassi masih hidup. Ia juga menceritakan ttg terbukanya kuburan Yeon Woo. Tiba2 anak panah melesat dan ada suratnya “Uibin, apa anda tahu kalau adik anda tidak meninggal karena penyakit? Anda harus tahu 8 tahun lalu, karena keinginan Minhwa akan dirimu, dia terlibat dalam sebuah serangan gaib yg membunuh adik anda. Dan mendiang raja menutupi kesalahannya.” Yeom bingung, ia ingat dulu saat Minhwa mengejar2nya, lalu ingat Minhwa sering nangis minta2maaf. Ia pun sadar dan masuk ke kamar Minhwa yg lagi menjahit baju bayi. Yeom menangis.
Yeom: Jadi… apa kau sudah mendapatkan yg kau inginkan dariku? Apa yg kumiliki sampai kau melakukan hal seperti itu? Tolong katakana kalau aku salah…
Minhwa pun sadar kalo Yeom sudah tau segalanya. Ia menangis dan merosot ke lantai. Ia mengakui segalanya dan minta ampun. Ia ingin mengatakanya, tapi saat melihat Yeom bahagia ttg bayi mereka, Minhwa tdk sanggup. Ia takut kalau ia mengatakan semua, anak ini akan diambil darinya. Yeom jatuh terduduk “Orang yg membunuh adikku bukan hanya kau, Gongju, tetapi aku juga bersalah. Tanpa tahu itu aku mencintaimu dan hidup bahagia dgmu. Aku juga pendosa besar, membuang adikku u/hidup dlm kemegahan dan kekayaan.”
Minhwa memegang tangan Yeom, memohon agar tdk menyalahkan diri sendiri, bencilah Minhwa, tapi jangan benci diri sendiri. Yeom menepis tangan Minhwa dan pergi.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEid6VHTkgACzbq5PdGxUQ-sKjdWWXMPsBahdida5d43KjGmRM_zHCLt_Sr8kvBYQ0wR8E8lsTMlwg94M-33ftOIaHHQ7LRoIEWx8-js4T10AGih58Oo1awYub9wsPYGyjJCbbbcs6RZnfML/s1600/tm19_3_13b.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPyMEaxtJNr-KVIo1VvoC2wb-T05hzkk8AI8yh4LxwaXs10Xy-J2TDxli2I15a89BQSx70fokCA93j2Z8WlbVdmSH8sxU-mcpEurbcH9g2dibwp8Vxi6Sq8SzQ0RR3gOAeKqXZ9KdVir0F/s1600/tm19_3_14.JPG
Rupanya surat itu dari Yoon dkk, mereka menebak, mungkin Yeom akan bunuh diri, tapi jika mereka mengaku dan melanjutkan hidup… singkirkan saja.
Yeom merenung dikamar. Tiba2 ada suara diluar. Ia mengecek dan ada pembunuh melompati tembok. Tiba2 Seol datang dg pedang “Saya akan melindungi Tuan!” Seol menyerang dan berhasil membunuh 1 orang. Tapi akhirnya perutnya ditusuk. Ia masih bertahan dan menyerang mereka. Ia ditikam berkali2. Saat sekarat, Woon datang (kali ini telat bang) dan membunuh semuanya. Yeom memeluk Seol. Kata2 terakhir Seol “Yeon Woo Agassi… dia masih hidup. Tuan muda, anda berkata waktu itu kalau anda ingin saya melindungi Agassi, saya minta maaf. Sebenarnya ingin melindungi Agassi sepanjang hidupnya, tapi saya harus pergi seperti ini. Saya minta maaf.
Yeom menangis :Jangan bicara begitu. Kau selalu bersama Yeon Woo kami. Untuk itu aku tidak bisa cukup berterima kasih padamu. Untuk seseorang sekecil dirimu, aku minta maaf karena sudah memberimu beban yg sangat berat. Tolong jangan katakana maaf.
Seol: saat saya pertama kali datang kerumah ini, saya tidak pnya nama. Tuan memberi saya nama SEol. Mulai hari itu sampai sekarang, meski saya tahu seharusnya tdk boleh, seorang serendah saya memiliki perasaan u/orang yg berharga seperti Tuan. Saya selalu menyimpan ini dalam hati saya. untuk itu saya selalu merasa sangat bersalah.
Seol berkata dalam hati: “Tuan muda, terima kasih karena anda, saya menjadi seorang manusia. Saya menjadi seorang wanita. Saya menjadi Seol. Meskipun saya berumur pendek, sekarang, dibandingkan dengan wanita dimanapun didunia ini, saya merasa bahagai. Jadi saya mohon, tuan mudah juga berbahagia.”
Seol mati.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjb9CgPcc2qKKup4TJYOAKYo2oaq8VA8jYHmEFh-cPKvVUir2Ia1ZrFi9zZFQhO4i2PRQB55iZvSmoQQ9aAcAQNNQrqYb9IlD6kQOE_bFbdBFa0dXFCqzQs9OftNPHGCw5sIilMH3xIKEjT/s1600/tm19_4_5.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtCFigI6TvIpyFSw0Z_89QhUXNOc2CQG2JdRAGK1pzapPdDZkm52NDVisR6LimiAzy6SSnaA8V3930Bx6xyDKZtEjAO25nPx_Ftl4wSzl958j-yl9xS-SO71lLzSHccPnph5XUElX9nxUC/s1600/tm19_4_12.JPG
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg94h6PbNtaQSm-GbrQQf0ICDF47y1bwBhwh8nf6GEkiaCgpeAJXpTjFDsUgbAXuTY-6cngdPrd8y3zXpDFbWvrYm7Y6EgPLU0nkMbkalP-RsKwdPr0KMLGt3Xb8mIJwNap7vbOqahn7N9k/s1600/tm19_4_11.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlCIFa-Fwq6YE_gWLwNvd-ADntg5G8oj5HZpE5ByJiLi5SM18BcCHBKsvCIxI4GZ1ALoz8EArHrihvqgKZCvLpwZknaj9wYbR5XkXXO0vpG5DVNLizR0qyGrQJCCXZ70_AixOurj7H2Lov/s1600/tm19_4_12a.JPG
Nok Yung terbangun dg dada sakit. Ia keluar dan melhat Jansil menangis “Shinmu… Seol Unni.. dia sudah pergi… dia terus memintaku u/hidup dg baik. dia juga minta aku mengatakn padamu terimakasih. Kalau dia sangat bahagia saat ini, dia minta kita u/berbahagia juga…
Salju turun. Nok Yung melihat hujan salju dan menangis “Gadis bodoh. Apa kau begitu bahagia bisa memeluk u/terakhir kalinya bunga apimu (Yeom) sebelum pergi?
Roh Seol : Ya, aku sangat bahagia. Untuk pelayan wanita spertiku, bukankah hidupku lumayan baik?
Woon lapor bahwa Gongju dan Uibin sudah diantar ke lokasi yg aman. Raja menyesal, ia sedikit terlambat dan tanya apa ada korban tdk bersalah? Woon melirik ke kamar rahasia, “gadis bernama Seol… terbunuh. Sepertinya dia melindungi Uibin dan bertempur sendirian.”
Yeon Woo setengah mati menahan tangis dg menutup mulut. Ia terpukul, sahabat sejak kecilnya mati.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHiv7eU0RErpDGcGhpHgiGXrNrbtqYIjKf2o5jBEoU8oE7tnvgzlIjVBNOPf3ExMBFbKD-Xa1ESWJAz9kKVytdAK50Qswp76VmsLf3A1_0hepXewSAjWj5zfp3EH4eVMxYcVLPW7kfgeMc/s1600/tm19_4_14b.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-iwxqnLxR-sbFvUWPLWCwd709aCR8ohvIgfYaqh3NjIXIhK29SUWi3a6LE90NVQ5oIZawI2qTQC8cFj2sQPbhyphenhypheneIwBqPahmUZGgwBi4aLw6geojakgBIrgOMvj8-9bFaYMbDVXf2xelyP/s1600/tm19_4_15.JPG
Lalu Raja sadar, nenek suri dlm bahaya, ia segera menyuruh Woon mengirim orang ke Onyang,tapi telat. Nenek sudah muntah darah minum racun. Ia memaki2 Yoon disaat2 terakhir, lalu ia melihat bayangan Raja tapi mukanya ngga kelihatan. Ia menyuruh bayangan raja mendekat,tapi bayangan itu tetap diam dan pergi. Saat sekarat, ia ingat semua perbuatan jahatnya. Dan akhirnya ia mati. Yoon dkk puas sudah membunuh rubah tua itu, tidak ada lagi yg bisa menghalangi mereka. Tapi mereka rada cemas dg opini rakyat karena gossip aneh itu. Lalu Yang myung muncul “Kalau gitu kita harus memajukan rencana besar kita.” Yang Myung berkata ia pintar mengambil hati rakyat, seperti waktu dia di Hwaliseo. Pada akhirnya, raja yg menyimpan peramal, mengabaikan cabinet dan opini public, telah dilempar dari tahta o/seorang pahlawan rakyat.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhs8xuCVymujo7LI08dAZCfYvjmdk8hBamH0GKi70VslqAs6aYK1kQVLetjx-DxXJ4nVS1iCHI78J_ef_GPys6bMgsL29eSyLOnLOdhjybS8c6F17qsYgNaevXt55ZMKSzupgWOPlGVQeTP/s1600/tm19_4_20.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhG7Pe_xFxey99sBpDYGREM5etAJQ2lelCkEnMuj1UUs5maywhAbOkuFmOBHzXoSeXlJahK_aJbswN25Bo0oRNNohXhZFXoV4BZASYq6fIx4pkKPgJaHQR-VBt_miUGVTX87N4eFQ-71kA2/s1600/tm19_5_5.JPG
Yeon Woo masih menahan tangisnya. Raja membuka pintu kamar dan berkata Yeon Woo bisa menangis sepuasnya. Yeon Woo berkata tdk punya hak menangis karena selama ini SEol selalu melindunginya tapi ia tak bisa menyelamatkannya.
Raja : apa anak itu penting bagimu?’
Yeon Woo : sangat penting.  Ia teman saya, keluarga saya. tidak… lebih dari itu.
Yeon woo menyesal kenapa Seol harus mati, kenapa Orabeoni dlm bahaya? apa itu kekuasaan? Apa itu status? Mengapa orang tdk bersalah harus menumpahkan darah mereka.
Raja memeluknya dan berkata Yeon Woo kehilangan orang yg penting dan sebagai Raja ia kehilangan rakyat yg setia. Jadi aku tidak akan berhenti. Aku tidak akan membiarkan orang yg tidak bersalah jadi korban lagi. Aku akan mengakhirnya.
Para bangsawan berkumpul dirumah Yang Myung, ada Yoon juga. Mereka akan kudeta saat pameran kekuatan militer, yg akan diadakan diistana. Yang Myung mengeluarkan buku dan orang2 yg mau bergabung hrs mencatatkan nama. Meski ini hanya buku biasa, tapi setelah naik tahta, Yang Myung akan menjadikan orang dalam catatan ini pengikut setia, daftar nama pahlawan. Yoon mencatatkan namanya pertama. Yang Myung tersenyum.
Besoknya Raja rapat dg para mentri u/rencana pameran perburuan. Raja tanya berapa pasukan yg akan ikut serta? Flashback, Menteri Han berencana akan bilang 200, padahal aslinya 300, jadi pengawasan akan melemah. Yang Myung akan ikut sbg keluarga Raja dan jalan dibelakangnya. Mentri pertahanan harus memimpin pasukan masuk istana, bukannya dilokasi perburuan.
Kembali ke saat ini, Raja masuk kamar dan menyuruh Yeon Woo siap2, ia akan diamankan. Yeon Woo berpesan agar Raja kembali dg selamat.
Yang Myung jalan dihalaman rumahnya dan melihat bulan “Coba lihat, apa kataku? Bulan akan mengikutiku kemanapun aku pergi.”
Woon muncul dan juga melihat bulan.
Yang Myung : kau kesini u/perintah Raja atau sebagai teman?
Woon : sebagai teman.
Yang Myung : teman? Sekarang kau masih mengaggapku sbg teman?
Woon: sejauh ini saya memang menganggapnya begitu dan akan tetap sama dimasa depan
Yang Myung : jadi apapun yg sudah kuputuskan atau apapun yg sudah kulakukan, apa kau masih akan menganggapku teman?
Besok paginya Raja dibantu para dayang bersiap mengikuti acara. Setelah semua selesai, Hyung Sun berkata “Cheonha, saya merasa mendapat kehormatan saat melayani di sisi Anda selama ini.
Raja : kenapa kau bicara seolah2 kau akan mati?
Hyung Sun memohon agar Raja kembali dg selamat.
Raja: jangan khawatir, aku tidak diam saja selama ini. Woon-ah, kau siap?
Woon : selama ada perintah Raja, saya selalu siap, meskipun kematian adl perintahnya.
Raja tiba di aula dan menatap langit “Sekarang saatnya… waktu semua kembali ketempat semula.”
Hyung Sun mengumumkan u/berangkat, Yang Myung jalan dibelakang Raja. Pintu gerbang terbuka dan masuklah pasukan2 pemberontak. Pasukan yg ada diistana melingkar melindungi Raja. Raja dan Yang Myung saling beradu punggung. Diam sesaat, tiba2 keduanya saling menghunus pedang, berbalik, dan meletakkan di leher masing2 lawan. Woon menghunus pedang ke leher Yang Myung. Para menteri mulai membunuh pengawal raja dan semuanya mengarahkan pedang kearah Raja.
Yang Myung : Matahari ada dilangit, tapi langit sudah membuang matahari. Saya datang u/mengatakan kalau takdir anda sudah berubah. Revolusi dimulai…
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhycGjKqlEhYk_6iHjOv90EehKAQt7DTTzJ23Xb7nrypBwLHCXg49F41JjonXCAwT9SA2thkMul3mB4tFlOcFy9AGu6bsnQHQbPNefFLEAs2eW1QJc3NeRXtGtpI79XLZM37x5Jnxc1h2BS/s1600/tm19_6_17.JPG
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar