Raja dan Yeon Woo jalan, tiba2 Raja berhenti, ingat sesuatu.
Ia sudah memberikan segalanya pada Yeon Woo, tapi belum mendapat balasan. Yeon
Woo tdk memiliki apa2.
Raja : aku ingin mencobanya… itu…
Yeon Woo mundur2, ia udah pikiran ngeres hahah. Rupanya Raja
ingin main permainan memukul kayu seperti Yeon Woo mainkan dg Yang Myung waktu
itu. Yeon woo pun mengajarnya, tapi Raja susah belajarnya dan lama2 baru bisa. Semua
bersorak gembira.
Di rumah Yang Myung, Yoon berusaha membujuknya melakukan
pemberontakan, maka Yang Myung akan mendapatkan Yeon Woo dan Jongmyo-sa. Tapi
ada yg mengganjal bagi Yang Myung, apakah Yoon tdk merasa sayang membuang
posisinya sbg Mertua Raja? Bukankah Yoon Cuma punya satu putri? Yoon tersenyum,”jika
perlu saya selalu bisa mendapatkan anak perempuan lagi.” (whoa…ayah yg
mengerikan). Yang Myung ragu, anaknya sendiri aja dibuang, bagaimana ia bisa
dipercaya? Yoon mengusulkan u/mengembalikan system Wonsangje, dimana raja dan
perdana mentri saling berbagi kekuasaan, jadi ngga perlu jodoh2an gitu, dan
Yang Myung pun bisa mengambil Yeon Woo jadi permaisuri.
Sementara itu Ratu
benar2 cemas kalo ayahnya akan merencanakan sesuatu yg bisa
menghancurkannya dan Raja. Ratu pun pergi ke kamar raja, tapi diluar ia
terhenti karena melihat Raja jalan bersama Yeon Woo dg mesra dan membantu Yeon
Woo turun tangga, lalu bergandengan tangan (eah… ketemu deh simpenannya). Ratu
marah dan pergi, ternyata kecemasannya tidak berarti.
Paginya orang2 ngumpul di depan papan pengumuman, ada 2
lembar. Tapi mereka ngga bisa baca, namanya jg orang miskin. Lalu ada seorang
pria yg membacakan. Lembar 1, Raja menyembunyikan seorang peramal di dekatnya. Lembar
2, Yoon dkk membunuh putri mahkota 8 th yg lalu. Orang2 jadi bingung, mana yg
bener nih? (dua2nya bener). Tiba2 Hong yg nyamar dg baju biasa berkata kalo ada
gossip putri mahkota yg mati itu hidup lagi. Mereka semua protes, mana ada org
mati hidup lagi? Pria yg membacakan tadi setuju, karena Yoon dkk sangat korup,
dan pasti hebat jika gossip itu benar. Hong pun menambahkan, kalo peramal yg
disimpan Raja itu bukan sembarang peramal, tapi ia adl Putri mahkota yg bangkit
dari kubur itu.Setelah nyebar gossip, Hong pun menyelinap pergi.
Di istana, Mentri2 ngomel karena gossip ttg pembunuhan putri
mahkota itu, Raja nyindir, “lalu bagaimana dg gosipku yg terpesona sama
peramal? Kenapa kalian cuek aja? Kecuali… kalianlah yg menyebar gossip itu.”
Menteri keuangan langsung tersedak, Raja tersenyum geli. Ratu ketemu ayahnya dan
berkata ia melihat Yeon Woo di istana. Ayahnya tetap mengira Ratu
berhalusinasi. Ratu marah, ia tdk gila, ia juga tidak melihat hantu. Anak itu,
jelas ada di dalam istana! Tapi Yoon berkata, “Anak itu hidup ato mati,
sekarang bukan masalah lagi” Ratu kaget, apa ayah merencanakan sesuatu? Yoon
pergi. Ratu nangis, sekarang ia sendirian, tanpa Raja, tanpa Ayah. Tidak ada
pilihan lain, ia harus melindungi posisinya sendirian. Ia menyuruh Jo memanggil
Gukmu sementara.
Sementara itu Raja dan Yeon Woo duduk di kamar rahasia
membaca bersama. Tapi kali ini Yeon woo tdk konsen dan ingat kata2 Nok Yung yg
terpaksa melakukan atas perintah Nenek Suri. Yeon Woo menatap Raja, Raja
menggoda, akhir2 ini Yeon Woo makin berani, nggak malu2 lagi melihat wajah raja.
Yeon Woo meminta sebuah permintaan. Dg semangat Raja akan mengabulkan, tapi
saat Yeon Woo bilang ingin ketemu Nok Yung, Raja kesal, “Dia udah hampir
membunuhmu, kau masih mau ketemu dia?” Tapi Yeon Woo bilang, gimanapun Nok Yung
juga orang yg menyelamatkannya. “Kapanpun aku melihat wajah Cheonha, aku merasa
sangat bersyukur aku masih hidup. Ini semua jasa Gukmu yg sudah menyelamatkan
saya. saya perlu menyelesaikan perasaan selama 8 th ini, makanya ingin bertemu.”
Gukmu Gwon menghadap ratu, ratu tanya apa Gwon pernah
bertemu anak spiritual Jung? Apa mungkin bisa menggunakan kekuatanmu
u/menyerangnya dg kekuatan gaib (lagi)? Gwon bilang bisa selama korbannya masih
di sekitar sini. Meskipun itu tidak akan menghasilkan kematian mendadak,
seperti saat terakhir Raja dimantrai… Ratu memotong, jadi itu perbuatanmu??
Gwon minta ampun, ia hanya disuruh Perdana Menteri. Ratu syok, ayahnya sendiri
yg menggagalkan malam pertamanya! Tapi kali ini Ratu mengampuni Gwon. Tapi mengirim
mantra itu butuh persembahan terbaik, jika mantra itu bisa digabungkan dg
keinginan kuat seorang gadis yg masih suci, itu akan menyebabkan kematian
mendadak. Ratu tersenyum misterius.
Nok Yung mengisi air suci, tiba2 airnya berubah jadi darah.
Jansil pun kaget. Nok Yung segera membuangnya. Seorang pria datang memberi
surat panggilan u/ke istana. Nok Yung berpesan agar Seol jangan ke rumah Yeom,
sepertinya ia punya firasat buruk (hiks). Nok Yung masuk ke kamar rahasia Yeon
Woo dan menghormat. Yeon Woo tanya kabar Seol dan Jansil, ia juga masih
memanggil Nok Yung Shinmu. Yeon Woo ingin tahu tentang teman Nok Yung yg
berpesan u/menyelamatkannya.
Nok Yung: saya hanya tahu sebelum anda dilahirkan, karena
kebaikan hati ibu anda, mereka bertemu karena takdir. Pada akhirnya penyelamat
anda bukanlah saya atau teman saya, melainkan ibu anda sendiri.
Yeon woo: Meskipun aku belum memaafkanmu, aku bisa mengerti.
Setelah tahu apa yg terjadi, aku juga diam. Tapi sebelum terlambat, aku benar2
ingin mengatakan ini… terima kasih. Terima kasih telah menyelamatkanku,
menampungku, membesarkanku, dan melindungiku selama 8 tahun. Terima kasih
menjadi ibuku…
Ratu Yoon mengenakan Hanbok merah hitam dan menemui Gwon yg
tanya mana gadis itu?
Ratu : aku… yang akan jadi persembahannya (dia masih perawan
ting ting).
Nok Yung berdoa. Sebelumnya ia sudah bilang ke Yeon Woo kalo
mala mini aka nada serangan gaib kepada Yeon Woo. Yeon woo takut kalo karena
dia, Raja juga kena. Nok Yung berusaha memblokir. Serangan gaib pun dimulai.
Nok Yung melukai tangan sendiri, darahnya menetes ke kertas jimat lalu dibakar.
Ada asap jahat keluar, Nok Yung menyuruh roh jahat itu kembali kepada
pengirimnya, akhirnya sihir berbalik menyerang Gwon. Nok Yung muntah darah.
Gwon mendelik, teriak dan tubuhnya terlempar. Ratu kaget. Tiba2 mata Gwon
terbuka dan bicara pada Ratu dg suara Nok Yung “Anda berpikir kalo anda tidak
bersalah, anda berpikir kalo anda adl korban. Tapi anda salah! Kesalahan karena
mengetahui dan tidak mengatakannya. Kesalahan karena hanya melihat saja saat ia
dibunuh, kesalahan karena rakus menginginkan posisi orang lain. Kesalahan karena
menipu raja dan menolak bertobat. Semua kesalahan Anda!!!”
Gwon terkapar lagi, kali ini ia mati.. Ratu ketakutan dan
memanggil Jo.
Ny. Heo ke kuil u/berdoa melepas Yeon Woo dan mendoakan
cucunya. Saat ibunya pergi, pelayan datang dan memberanikan diri memberitahu gossip
kalo Agassi meninggal karena keluarga Minhwa dan ada kabar kalo Agassi masih
hidup. Ia juga menceritakan ttg terbukanya kuburan Yeon Woo. Tiba2 anak panah
melesat dan ada suratnya “Uibin, apa anda tahu kalau adik anda tidak meninggal
karena penyakit? Anda harus tahu 8 tahun lalu, karena keinginan Minhwa akan
dirimu, dia terlibat dalam sebuah serangan gaib yg membunuh adik anda. Dan mendiang
raja menutupi kesalahannya.” Yeom bingung, ia ingat dulu saat Minhwa
mengejar2nya, lalu ingat Minhwa sering nangis minta2maaf. Ia pun sadar dan
masuk ke kamar Minhwa yg lagi menjahit baju bayi. Yeom menangis.
Yeom: Jadi… apa kau sudah mendapatkan yg kau inginkan
dariku? Apa yg kumiliki sampai kau melakukan hal seperti itu? Tolong katakana kalau
aku salah…
Minhwa pun sadar kalo Yeom sudah tau segalanya. Ia menangis
dan merosot ke lantai. Ia mengakui segalanya dan minta ampun. Ia ingin
mengatakanya, tapi saat melihat Yeom bahagia ttg bayi mereka, Minhwa tdk
sanggup. Ia takut kalau ia mengatakan semua, anak ini akan diambil darinya.
Yeom jatuh terduduk “Orang yg membunuh adikku bukan hanya kau, Gongju, tetapi
aku juga bersalah. Tanpa tahu itu aku mencintaimu dan hidup bahagia dgmu. Aku juga
pendosa besar, membuang adikku u/hidup dlm kemegahan dan kekayaan.”
Minhwa memegang tangan Yeom, memohon agar tdk menyalahkan
diri sendiri, bencilah Minhwa, tapi jangan benci diri sendiri. Yeom menepis
tangan Minhwa dan pergi.
Rupanya surat itu dari Yoon dkk, mereka menebak, mungkin
Yeom akan bunuh diri, tapi jika mereka mengaku dan melanjutkan hidup…
singkirkan saja.
Yeom merenung dikamar. Tiba2 ada suara diluar. Ia mengecek
dan ada pembunuh melompati tembok. Tiba2 Seol datang dg pedang “Saya akan
melindungi Tuan!” Seol menyerang dan berhasil membunuh 1 orang. Tapi akhirnya
perutnya ditusuk. Ia masih bertahan dan menyerang mereka. Ia ditikam berkali2. Saat
sekarat, Woon datang (kali ini telat bang) dan membunuh semuanya. Yeom memeluk
Seol. Kata2 terakhir Seol “Yeon Woo Agassi… dia masih hidup. Tuan muda, anda
berkata waktu itu kalau anda ingin saya melindungi Agassi, saya minta maaf. Sebenarnya
ingin melindungi Agassi sepanjang hidupnya, tapi saya harus pergi seperti ini. Saya
minta maaf.
Yeom menangis :Jangan bicara begitu. Kau selalu bersama Yeon
Woo kami. Untuk itu aku tidak bisa cukup berterima kasih padamu. Untuk seseorang
sekecil dirimu, aku minta maaf karena sudah memberimu beban yg sangat berat. Tolong
jangan katakana maaf.
Seol: saat saya pertama kali datang kerumah ini, saya tidak
pnya nama. Tuan memberi saya nama SEol. Mulai hari itu sampai sekarang, meski
saya tahu seharusnya tdk boleh, seorang serendah saya memiliki perasaan u/orang
yg berharga seperti Tuan. Saya selalu menyimpan ini dalam hati saya. untuk itu
saya selalu merasa sangat bersalah.
Seol berkata dalam hati: “Tuan muda, terima kasih karena
anda, saya menjadi seorang manusia. Saya menjadi seorang wanita. Saya menjadi
Seol. Meskipun saya berumur pendek, sekarang, dibandingkan dengan wanita
dimanapun didunia ini, saya merasa bahagai. Jadi saya mohon, tuan mudah juga
berbahagia.”
Seol mati.
Nok Yung terbangun dg dada sakit. Ia keluar dan melhat
Jansil menangis “Shinmu… Seol Unni.. dia sudah pergi… dia terus memintaku
u/hidup dg baik. dia juga minta aku mengatakn padamu terimakasih. Kalau dia
sangat bahagia saat ini, dia minta kita u/berbahagia juga…
Salju turun. Nok Yung melihat hujan salju dan menangis “Gadis
bodoh. Apa kau begitu bahagia bisa memeluk u/terakhir kalinya bunga apimu
(Yeom) sebelum pergi?
Roh Seol : Ya, aku sangat bahagia. Untuk pelayan wanita
spertiku, bukankah hidupku lumayan baik?
Woon lapor bahwa Gongju dan Uibin sudah diantar ke lokasi yg
aman. Raja menyesal, ia sedikit terlambat dan tanya apa ada korban tdk
bersalah? Woon melirik ke kamar rahasia, “gadis bernama Seol… terbunuh. Sepertinya
dia melindungi Uibin dan bertempur sendirian.”
Yeon Woo setengah mati menahan tangis dg menutup mulut. Ia terpukul,
sahabat sejak kecilnya mati.
Lalu Raja sadar, nenek suri dlm bahaya, ia segera menyuruh
Woon mengirim orang ke Onyang,tapi telat. Nenek sudah muntah darah minum racun.
Ia memaki2 Yoon disaat2 terakhir, lalu ia melihat bayangan Raja tapi mukanya
ngga kelihatan. Ia menyuruh bayangan raja mendekat,tapi bayangan itu tetap diam
dan pergi. Saat sekarat, ia ingat semua perbuatan jahatnya. Dan akhirnya ia
mati. Yoon dkk puas sudah membunuh rubah tua itu, tidak ada lagi yg bisa
menghalangi mereka. Tapi mereka rada cemas dg opini rakyat karena gossip aneh
itu. Lalu Yang myung muncul “Kalau gitu kita harus memajukan rencana besar
kita.” Yang Myung berkata ia pintar mengambil hati rakyat, seperti waktu dia di
Hwaliseo. Pada akhirnya, raja yg menyimpan peramal, mengabaikan cabinet dan
opini public, telah dilempar dari tahta o/seorang pahlawan rakyat.
Yeon Woo masih menahan tangisnya. Raja membuka pintu kamar
dan berkata Yeon Woo bisa menangis sepuasnya. Yeon Woo berkata tdk punya hak
menangis karena selama ini SEol selalu melindunginya tapi ia tak bisa
menyelamatkannya.
Raja : apa anak itu penting bagimu?’
Yeon Woo : sangat penting.
Ia teman saya, keluarga saya. tidak… lebih dari itu.
Yeon woo menyesal kenapa Seol harus mati, kenapa Orabeoni
dlm bahaya? apa itu kekuasaan? Apa itu status? Mengapa orang tdk bersalah harus
menumpahkan darah mereka.
Raja memeluknya dan berkata Yeon Woo kehilangan orang yg
penting dan sebagai Raja ia kehilangan rakyat yg setia. Jadi aku tidak akan
berhenti. Aku tidak akan membiarkan orang yg tidak bersalah jadi korban lagi. Aku
akan mengakhirnya.
Para bangsawan berkumpul dirumah Yang Myung, ada Yoon juga.
Mereka akan kudeta saat pameran kekuatan militer, yg akan diadakan diistana.
Yang Myung mengeluarkan buku dan orang2 yg mau bergabung hrs mencatatkan nama. Meski
ini hanya buku biasa, tapi setelah naik tahta, Yang Myung akan menjadikan orang
dalam catatan ini pengikut setia, daftar nama pahlawan. Yoon mencatatkan
namanya pertama. Yang Myung tersenyum.
Besoknya Raja rapat dg para mentri u/rencana pameran
perburuan. Raja tanya berapa pasukan yg akan ikut serta? Flashback, Menteri Han
berencana akan bilang 200, padahal aslinya 300, jadi pengawasan akan melemah.
Yang Myung akan ikut sbg keluarga Raja dan jalan dibelakangnya. Mentri
pertahanan harus memimpin pasukan masuk istana, bukannya dilokasi perburuan.
Kembali ke saat ini, Raja masuk kamar dan menyuruh Yeon Woo
siap2, ia akan diamankan. Yeon Woo berpesan agar Raja kembali dg selamat.
Yang Myung jalan dihalaman rumahnya dan melihat bulan “Coba
lihat, apa kataku? Bulan akan mengikutiku kemanapun aku pergi.”
Woon muncul dan juga melihat bulan.
Yang Myung : kau kesini u/perintah Raja atau sebagai teman?
Woon : sebagai teman.
Yang Myung : teman? Sekarang kau masih mengaggapku sbg
teman?
Woon: sejauh ini saya memang menganggapnya begitu dan akan
tetap sama dimasa depan
Yang Myung : jadi apapun yg sudah kuputuskan atau apapun yg
sudah kulakukan, apa kau masih akan menganggapku teman?
Besok paginya Raja dibantu para dayang bersiap mengikuti
acara. Setelah semua selesai, Hyung Sun berkata “Cheonha, saya merasa mendapat
kehormatan saat melayani di sisi Anda selama ini.
Raja : kenapa kau bicara seolah2 kau akan mati?
Hyung Sun memohon agar Raja kembali dg selamat.
Raja: jangan khawatir, aku tidak diam saja selama ini.
Woon-ah, kau siap?
Woon : selama ada perintah Raja, saya selalu siap, meskipun
kematian adl perintahnya.
Raja tiba di aula dan menatap langit “Sekarang saatnya…
waktu semua kembali ketempat semula.”
Hyung Sun mengumumkan u/berangkat, Yang Myung jalan
dibelakang Raja. Pintu gerbang terbuka dan masuklah pasukan2 pemberontak. Pasukan
yg ada diistana melingkar melindungi Raja. Raja dan Yang Myung saling beradu
punggung. Diam sesaat, tiba2 keduanya saling menghunus pedang, berbalik, dan
meletakkan di leher masing2 lawan. Woon menghunus pedang ke leher Yang Myung.
Para menteri mulai membunuh pengawal raja dan semuanya mengarahkan pedang
kearah Raja.
Yang Myung : Matahari ada dilangit, tapi langit sudah
membuang matahari. Saya datang u/mengatakan kalau takdir anda sudah berubah. Revolusi
dimulai…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar