Quotes

"Write is my World"

Selasa, 31 Juli 2012

The Moon That Embraces The Sun 17

Wol mengantarkan Yang Myung yg akan pulang. Setelah berpisah, Yang Myung berpapasan dg 3 orang berpedang. Perasaannya tak enak. Sementara Wol yg jalan kembali, tiba2 ada yg memanggilnya “Yeon Woo-ya…” Wol noleh dan terkejut. Raja di depannya berjalan mendekat
Wol :Apa ini kenyataan? Apa ini bukan ilusi? Apa ini benar2 anda, Cheonha?
Raja : Ini bukan ilusi, ini benar2 aku yang datang untuk mencarimu, Yeon Woo..Aku tidak mengenalimu, aku benar2 bodoh.
Mereka berpelukan dan menangis. Yang Myung yg kembali, menatap mereka dan patah hati (lagiT.T). Ia pergi sambil nangis lalu ketemu Woon, tapi Woon memberi tanda u/diam karena didekat mereka ada 3 orang berpedang tadi. Dg cepat Woon membunuh mereka. Lalu mereka lari ke Seohwalinseo, ternyata Raja dan Wol sudah terkepung. Mereka jalan mundur, Raja menggenggam tangan Wol. Woon datang tepat waktu dan mengamankan mereka. Yang Myung juga ikut menolong, tapi tangannya tergores pedang. Raja pun turun medan dan mengangguk pada Yang Myung, kode2 u/membawa Wol pergi. Setelah semua penjahat kalah, mereka segera ke pondok tmpt yg sudah disediakan u/sembunyi, tapi mereka ngga ada. Ia ke rumah Yang Myung, tapi mereka juga gak ada. Ia kesal dan kembali ke istana, Hyung Sun panic melihat darah di hanbok Raja, tapi Raja menenangkan. Ia geram pada Yoon dan hyungnim.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDn6bWVidL3DAT50R1tQfyOcoyGWH9Q89gKanjxxKnTSmiS1FdwsmmcYTU8_iMYfDtSgzlo7D3_N5iZxnlFBzm_q_7DDA_1ToFI-kmWa-4T73cr1qKq8rBeuvdsMu9Gy_bxJjNV1sqjzbT/s1600/tm17_1_8.JPG
Penjahat yg lolos lapor ke Yoon. Yoon marah, bagaimanapun gadis itu harus ditangkap, begitu juga Nok Yung. Sementara itu yg dicari2 lagi jalan sama Seol dan Jansil. Karena ia saksi satu2nya, ia harus diamankan atas perintah Raja. Dipersimpangan, Seol pergi. Jansil memanggil2, tapi Nok Yung bilang tidak apa2, ia akan kembali.
Kemanakah Yang Myung membawa Wol kabur? Rupanya ke kuil tempat tinggal ibunya. Ia langsung terkapar begitu sampai. Ibu cemas, tapi masih sempat mengenali Wol. Ia pernah melihat Yeon Woo remaja dan Bo Kyung menghormat pada Nenek Suri, Ibu Suri dan dirinya. Ibu merawat luka Yang Myung dibantu Wol. Ia baru bertanya apakah Wol adl putri Sarjana Heo? Wol membenarkan. Tiba2 raut wajah ibu jadi sedih, memandang Yang Myung,“kenapa..kenapa kau harus tenggelam dalam cinta yang akan membuatmu sakit hati?” Mereka duduk2 diluar, ibu cerita, dulu Yang Myung pernah bilang bersedia melepaskan segalanya, tapi hanya 1 yg tidak bisa. Wol menunduk, ia mengerti.
Ibu (nangis): mungkin ia ingin menunjukkan padaku wanita yang menggerakkan hatinya, dan orang seperti apa dia. hanya demi ibu yang seperti diriku, dia menyeret tubuhnya yang terluka untuk datang kesini.
Dari luar Woon melihat mereka, lalu pergi menghadap Raja, tapi Woon bohong bilang mereka tdk ada di kuil, tapi Raja tahu. Raja mengajaknya ke kamar mandi dan mengusir semua orang kecuali hyung Sun dan Woon. Raja minta pedang Woon, Woon memberikan, tiba2 raja menghunus pedang ke leher Woon. Hyung Sun ketakutan. Raja menyuruh Woon buka baju, Hyung Sun langsung menyilangkan tangan di dada. Raja berkata Woon benar2 ngga lucu, paling tidak ia harus menunjukkan raut takut, karena Raja hanya bercanda. Hyung Sun pun complain “Aigoo Cheonha, mengapa anda selalu seperti ini? Saya ketakutan setengah mati.”
Raja : Mencari mereka sepanjang malam yang dingin, pasti sangat melelahkan. Masuklah. Aku sudah menyiapkan ini khusus untukmu.
Woon menolak.
Raja : Cepat masuk. Ini perintah Kerajaan. Melanggar perintah Kerajaan berarti tidak setia. Menyebarkan bau badanmu padaku juga tidak setia ^^. Dan juga..tidak tegas diantara aku dan Kakak, adalah kejahatan.
Woon tertegun. Raja tahu ia bohong dan Raja kesal karena Woon sempat ragu dan berani berbohong demi Yang Myung-gun. Raja memberikan pedang Woon pada Hyung Sun, “jaga pedang Woon. Jika ia keluar dalam setengah jam, pakai pedang ini untuk menebasnya.”  Sebelum keluar, Raja berkata “Woon, meskipun aku tidak bisa memberimu posisi yang lebih tinggi, aku menyayangimu diatas yang lainnya. Jadi, jangan sampai susah. Karena apa yang menyusahkanmu, akan menimpaku.” (sweet)
Yang Myung sadar, sambil menahan sakit ia keluar mencari Wol, rupanya Wol dan ibu lagi bikin hiasan bareng. Yang Myung lega Wol masih didekatnya. Lalu mereka jalan2, Wol tanya sudah berapa lama Yang Myung tahu? Apa karena batu?”
Yang Myung : Kalau tidak tahu justru lebih aneh kan. Haewooseok adalah istilah ciptaanku, saat memberikan batu itu padamu. Jadi, satu-satunya yang tahu namanya adalah kau.
Yeon Woo heran, lalu kenapa pura2 tidak tahu?
Yang Myung menahan tangisnya: Selama mungkin, aku ingin berpura-pura tidak tahu. Melihatmu hidup, aku sangat bahagia. Tapi, jika aku mengakui yang sebenarnya.. semuanya akan lenyap seperti mimpi. Apa kau tahu rasanya? Kalau kau buka mata di pagi hari, ada tempat dimana kau bisa pergi..dimana ada hal yang bisa kau lakukan, orang2 yang membutuhkan aku dan bisa melihat orang yang sangat kurindukan. Aku sungguh sangat bahagia.
Yeon Woo : Saya juga ..sangat bahagia. Setiap kali jalanan tampak gelap dan dimana sepertinya tidak ada harapan, Yang Myung-gun selalu menjadi cahaya bagi saya. Karena anda, saya bisa menyingkirkan masalah saya untuk sementara dan tersenyum bahagia. Saat saya sebagai peramal Wol, atau saat saya sebagai Heo Yeon Woo, saya selalu merasa berterima kasih pada anda. Tapi juga, selalu merasa sangat sedih. Saya tetap tidak bisa memberikan pada Pangeran, jawaban yang anda inginkan. Bebaskanlah diri anda, temukan orang lain dan hidup bahagia.
Wol membungkuk pamit, Yang Myung menahan tangannya, “di kehidupan lalu, kau adalah milik Yang Mulia. Di kehidupan ni, apa kau tidak bisa tetap di sampingku?”
Wol tampak serba salah. Tiba2 terdengar seruan, “jelas tidak!” Raja dan Woon tiba. Yang Myung dan Wol tampak terkejut. Raja jalan mendekat dan langsung melepaskan tangan Yang Myung dari Wol. Ia memerintah Woon mengawal Wol kembali ke istana.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIxLBZenYc6lMJvAoiuhBgL53VDxQraIcpPBK2kvh_oAmz2rkGk7g6hyphenhyphenZeD8Z2_bmQpQzG2WIZYxKvrib7FLqU4dj3eVWmxKaW0Ln_vZ7q2db0OPli7hZNz4Ndkpj3ZnjqrlKke2pH0RgT/s1600/tm17_2_10.JPG
Raja : hyungnim, apa kau tahu apa yang baru saja kau lakukan? Melarikan diri dengan wanita milik Raja adalah kejahatan.
Raja melemparkan pedang ke arah Yang Myung. Yang Myung menangkap pedang itu, ia tertawa sinis: Apa anda ingin menghukum saya sebagai penghianat?
Raja : Jika aku ingin mengambil nyawamu, aku bisa menggunakan kekuatan dari hukum negara.
Yang Myung : Lalu ini apa?
Raja : Aku memberimu kesempatan untuk mengambil kepala Raja, hyungnim. Pedang di tanganmu..itu nyata. Jika kau mengambil kepalaku sekarang, kau akan menjadi Raja negeri ini, hyungnim.
Raja menghunus pedangnya. Yang Myung menahan air matanya dan menghunus pedangnya juga. Keduanya mulai bertarung. Mirip seperti dulu, saat mereka remaja. Saat itu Yang Myung mengarahkan tongkat ke leher PM Hwon. Saat inipun, Yang Myung juga lebih unggul dan mengarahkan pedang ke leher Raja.
Raja : Apa kau pikir dengan menjadi Raja maka kau akan mendapatkan semua keinginanmu?
Yang Myung : Jika saya menjadi Raja, paling tidak saya tidak akan dipanggil penghianat.
Raja : Lalu, dengan tanganmu sendiri...kenapa kau ragu-ragu? Aku berkata penggal kepalaku!
Yang Myung justru gemetaran. Airmata menggenang. Ia menarik pedangnya dan berbalik. Yang Myung tidak bisa melakukannya.
Raja : Hyungnim, Kau sudah menyia-nyiakan kesempatanmu hari ini. Kelak, jangan pernah berharap mendapatkan kesempatan lagi.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMBNyiOtURy8mPQtvAua7lN7SllFxg9pLI61YRlN_DEOa5h3koHLio6lnSUAywjdlHC7lHhyphenhyphend5QkkHU42OTF8PBj3_MiP8FU8x4PAZa9CU9mOabkG4_lu48DYkLzXXpTSME3HnhIkZOQk/s1600/moon17-00210.jpg
Raja kembali ke istana dan masuk kamar. Ia berdiri menghadap sekat.
Raja :Sudah beristirahat dg baik?”
Terdengar jawaban di balik sekat, “Ya, cheonha”
Raja : Apa kau merasa dibawa ke sini secara paksa?
Yeon Woo (karena udah kembali, namanya jg balik): Jika saya tidak bersedia, apa anda akan mengijinkan saya pergi? Hati saya sudah menjadi milik Yang Mulia sejak dulu. Jadi apa yang anda khawatirkan?
Raja : Apa aku boleh membuka pintunya?
Yeon Woo : Silahkan.
Raja memerintah pelayan membuka sekat. Yeon woo membuka pintu ruangan di belakang sekat. Yeon woo sudah ganti baju, sesuai dengan status bangsawan-nya. Sama persis bajunya seperti 8 th lalu. Raja tertegun melihat Yeon Woo. Raja minta Yeon woo mendekat. Yeon woo maju beberapa langkah. Raja : Lebih dekat lagi. Yeon woo maju sedikit. Raja tidak sabar, ia jalan mendekat dan langsung memeluk Yeon woo. Semua orang memalingkan wajahnya. Yeon woo merasa malu, tolong jangan seperti ini. Raja melihat ke arah Hyung sun dan dengan matanya, ia menyuruh Hyung Sun menyingkirkan semua orang. Hyung sun : Semuanya keluar. Woon dan yang lainnya mundur teratur. Tinggal Hyung sun yang memandang Raja dengan pandangan terharu campur senang, lalu ia menutup pintu. Raja memeluk Yeon woo dan memanggil namanya berkali-kali “Yeon Woo-ya”. Yeon Woo tersenyum dan terus menjawab, “Ye, Cheonha”.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJ76w38t3KbxDaJ1W4ODlcgyQAlVHWc3ku_vxLjevRENmqDjLwIWUhsEKVVGeGD2R1rS6iX0qOq7zd_UVrMGAhqL1coUJ8euG6McuDbb1PrstrAECPH0shORPi24-OifUwoWAAmOTNUlD8/s1600/tm17_2_22.JPG
Raja dan rombongannya jalan, ia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Pas noleh, rupanya rombongan juga senyum2. Mereka papasan dg Yoon yg tanya kabar apa Raja baik2 saja dan dengar2 Raja kemarin pergi dg menyamar. Raja pura2 heran, kayaknya yg tau hal itu Cuma penjahat2, kenapa Yoon bisa tahu? Lalu ia pura2 minta diajarin cara berburu yg baik, “pertama kau harus menentukan target, mengejarnya terus dan tidak menyerah, sampai akhirnya kau menangkap dan membunuh buruanmu. Baik, aku akan mengingat itu.”
Di dalam kamar, Raja ngga konsen baca laporan, lalu tanya Yeon Woo ngapain?
Yeon Woo : Membaca buku.
Raja : Saat aku tanya beberapa waktu lalu, bukankah kau juga mengatakan hal yang sama? Apa kau tidak bosan dengan itu?
Yeon Woo : Saya tidak bosan. Jadi Yang Mulia, tolong konsentrasi pada masalah negara saja.
Raja pun menyerah, ia melempar gulungan laporan, tiba2 ia punya ide. Yeon Woo yg masih asik baca, tiba2 kaget melihat Raja udah berdiri di depannya sambil membawa meja dan gulungan. Raja meletakan semua itu di hadapan Yeon Woo lalu membaca berhadapan.
Raja kesal: apa buku itu begitu menarik sampai kau tidak mendengar kalau aku datang.
Yeon Woo : Kapan anda datang?
Raja ngomel : tidak bertemu denganku selama 8 th dan aku bahkan tidak sebanding dengan Han Bi Ja (buku yg dibaca Yeon woo)?
Yeon woo heran, apa anda cemburu dengan Han Bi Ja?
Raja: ha, cemburu? Selama lebih dari 8 th ini, aku...tidak pernah mencintai orang lain, tidak sekalipun. Aku tinggal di istana yang penuh dengan 'bunga'. Demi menjaga kesucianku, apa kau tahu sebesar apa niat dan kekuatan fisik yang dibutuhkan?
Yeon Woo tidak percaya, Yang Mulia, anda berkata tidak pernah mencintai wanita lain. Itu bohong, kan?
Raja : Bohong? Kepada siapa aku memberikan perhatianku memangnya?
Yeon woo : Pada peramal Wol yang menjaga anda setiap malam, bukankah hati anda tergoda? bagaimanapun, hati anda tergerak pada Wol dan bukan saya. Jelas kalau hati anda tergoda.
Raja awalnya bingung menyangkalnya, tapi kemudian ia sadar. “Tidak tunggu dulu, bukankah Wol itu adalah kau?”
Raja tertawa geli, Yeon Woo cemburu pada dirinya sendiri^^ Yeon Woo salting dan menutup muka dg buku. Raja menyingkirkan meja, lalu menarik buku
Raja : benar2 lucu kalau kau cemburu dengan dirimu sendiri. Tapi, aku jatuh cinta untuk kedua kalinya pada wanita yang sama, ini bisa dikatakan tidak normal juga.
Tiba2 Raja mencium Yeon Woo, lalu kembali duduk baca dokumen seperti tdk terjadi apa2, sekarang Yeon Woo yg gak konsen dan terpesona memandangi Raja ^^
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuTM8SSayBbzthV3hasOcw_mSrK1DRyXTkeDZsknHNdzUAuA7mXbUisA0VM0nPQwFJI80hOjssCuxHTV2k3PhqVnvhNSeRCXLzH4IoPfrVDjnrEaK6TRLxluA7LOMF6jwP5EF-8XDe7Ak/s1600/6796026318_47e6d8633d_z.jpg
Yoon menghadap Nenek suri dan lapor kalo Heo Yeon Woo masih hidup. Mereka sadar ini pasti perbuatan Nok Yung, tapi aneh, kalo Raja tahu kenapa tetap diam? Yoon merasa Raja menunggu waktu ato masih kurang bukti, selama itu Yoon akan membereskan Yeon Woo dan Nok Yung, jadi kalo mereka mati, kebenaran akan terkubur selamanya. Sementara itu Raja dan Yeon Woo saling tersenyum. Hyung Sun diluar jg senyum2, tiba2 Nenek Suri datang. Hyung sun mengumumkan kedatangannya dg full volume shg sejoli didalam bisa dengar. Nenek Suri ngga tahan dg suara kenceng Hyung Sun. langsung memerintah membuka kamar. Pas masuk, ia kaget melihat Raja mengangkat meja, Raja pura2 olahraga angkat beban^^. Nenek Suri mengingatkan Raja waktu ia melepaskan Wol dari hukuman, Raja udah janji mau nurutin apapun yg nenek mau, Nenek ingin Raja menemukan Gukmu Jang dan Wol, lalu diserahkan padanya. Nenek juga ingin Raja menghentikan penyelidikan ttg kej 8 th lalu.
Nenek Suri : Ini semua demi kebaikan Yang Mulia. ini untuk melindungi Yang Mulia dan orang-orang yang anda sayangi. Saya ingin anda mempertimbangkannya, siapa yang paling ingin anda lindungi?
Raja : Tentu saja, saya akan memenuhi permintaan Nenek. Tapi akan membutuhkan waktu mencari mereka. Jika Nenek percaya dan menunggu dengan sabar, saya akan pastikan Nenek bertemu mereka lagi. Jadi jangan cemas,
Nenek Suri tersenyum. Sementara Raja berpikir, kalau mereka bertemu itu pasti di pengadilan. Sebagai Saksi (Nok Young), Korban (Yeon Woo) dan Nenek, akan jadi penjahatnya.
Yeon Woo mendengar semuanya dan ia mengerti, pasti kakaknya yang dimaksud Ibu suri. Yeon Woo tampak sedih, Orabeoni..
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj48wADsxsq6yvxZXNeB4I4PVe6vlTF2DV8mhpRN5DkN0AoMQ5ZaQAxD1qrspKzQnDAfoEU3qFETfeY9TWjg1wsGIDc3qZAjTGmK6ioai-4No0anFR3hEiwqv2bRrHKiYR8GYxQgeZVGdU/s1600/moon17-00373.jpg
Yeom lagi baca buku dan melihat pembatas buku hadiah Yeon Woo. Lalu ia ingat Hong Kyu Tae dan ingat waktu ayahnya mengasingkannya ke rumah paman padahal ia ingin berada disisi adiknya. Lalu ia mendengar sesuatu diluar. Rupanya Seol, tapi Yeom tdk mengenali.
Seol : Saya pelayan anda, Seol. Tuan Muda.
Yeom terkejut, Seol? Ah..kau anak yang melayani Yeon woo, ya kan?
Yeom heran kenapa sembunyi2, kenapa ngga masuk saja? Seol bilang ia Cuma mampir. Yeom menanyakan kabar.
Seol : Saya masih seorang budak, tapi saya memiliki majikan yang sangat baik. Saya hidup dengan baik, Tuan Muda.
Yeom minta Seol tidak memanggilnya Tuan Muda lagi, karena Seol bukan pelayan mereka lagi. Seol menatap Yeom dan dalam hati berkata, baginya, Yeom akan selalu menjadi Tuan Mudanya. Seperti saat anda memberi saya nama, Seol.
Yeom heran kenapa Seol menatapnya seperti itu, apa ada yang ingin kau katakan? Percakapan mereka terputus oleh panggilan Ny. Heo. Apa yang kau lakukan diluar Yeom? Yeom ingin menunjukkan Seol pada ibunya, tapi Seol sudah menghilang. Ny. Heo merasa P. Min Hwa sakit sejak pulang dari kuburan ayah Yeom. Ia ingin membawa Min Hwa ke istana untuk diperiksa oleh tabib. Yeom setuju. Yeom sebelum masuk menoleh sekali lagi mencari Seol.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9Z35qyVNTkl3-HYAwqnzKndlmp8cNDljUkO90i2TZI924GVqvO59WfZ9_82oSxxW-ZFEPSE-yiV5W3Mfy_Jkf6W1qtV-1PUvuiVj2qhGuYB9kyF7CyfSCJ9WhdhA9rp-mohc_hgE4Tqr6/s1600/tm17_3_15.JPG
Raja tidak bisa tidur, ia memikirkan kata2 Neneknya. Yeon woo memanggil Raja, panggilan kedua baru dijawab, “ya...maafkan aku. Aku sedang memikirkan sesuatu.”
Raja tahu Yeon Woo pasti bosan setengah mati di kamar mungil itu.
Yeon Woo : Tapi saya ada di dekat Yang Mulia. Saya hanya ingin berada di dekat anda. Jangankan di ruangan kecil seperti ini, meskipun ini neraka, saya akan bergegas pergi tanpa ragu. (ciyee)
Raja mengajak Yeon Woo jalan-jalan. Keduanya jalan keluar hanya ditemani Hyung Sun dan woon. Raja mengajak Yeon Woo ke Paviliun Bulan Tersembunyi. Raja ingin tahu kenapa waktu mereka bertemu terakhir kali disini, Yeon Woo tidak berkata kalau ia sudah ingat lagi.
Yeon Woo : Saya tidak sampai hati mengatakannya. Yang Mulia sudah memiliki Ratu disisi anda.
Ratu Yoon tiba2 terbangun dengan gelisah. Jo Sanggung bergegas masuk
Ratu : Ada sesuatu yang sangat aneh. Aku tidak tahu sejak kapan, tapi aku tidak mendengar lagi tangisan dari Paviliun Bulan Tersembunyi lagi.
Jo Sanggung : Ini..saya dengar peramal Seongsucheong sudah memasang jimat disana, mungkin rohnya sudah lenyap?
Ratu gemetaran, Ia mencengkeram selimutnya erat2 dan tampak ketakutan “tidak..kau salah. Pemilik Paviliun Bulan Tersembunyi sudah kembali untuk mengambilnya lagi. Heo Yeon Woo, anak itu...pasti ada di satu tempat di dalam istana.” (ini firasat istri yg suaminya main serong kali ya)
 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkJDEJQJ1cyeKOIUiFsuqh8f3TpFmYBVKK-M3m9myPhN2hYwjvYoAti8I0zlSv3OFCIsenaYwhlev2UZQk4efEE7NSDwmbqCj_Hc2HKCbmvjhLONWAA5BSvk2cZRNO5tc8eYeAUsi6RtB4/s1600/tm17_4_2.JPG
Yeon Woo menjelaskan, dia sudah dianggap meninggal dan sekarang ia hidup lagi, Yeon Woo menyadari pengaruh pada keluarga Raja dan Istana. Belum lagi, kebodohannya karena tidak bisa mengenali Raja. Bagaimana saya bisa dengan mudahnya mengatakan kalau ini adalah saya?
Raja : Omong kosong, ini salahku kau sudah banyak mengalami penderitaan. Kau sudah menahan kesakitan dan ketakutan akan kematian. Sementara aku tidak berdaya melakukan apapun, ini semua adalah salahku.
Yeon Woo : Bukan itu maksud saya. Karena Anda tidak melupakan gadis biasa seperti saya selama 8 th, saya tidak bisa meminta apa-apa lagi. Jadi, saya memutuskan untuk terus mengingat dan merindukan Yang Mulia, meskipun Yang Mulia melupakan saya.
Raja janji, ia tidak akan melupakan orang2 yang telah membuat Yeon woo menderita, ia pasti akan membuat mereka membayarnya dan akan mengampuni mereka yang tidak bersalah, dan akan mengembalikan semuanya pada tempat yang semestinya.
Yeon Woo yang tahu keterlibatan Min Hwa minta Raja melupakan semuanya, apa yang terjadi di masa lalu, lebih baik ditinggalkan di masa lalu. Jika Raja sebelumnya ingin menutupi kebenarannya, dia pasti punya alasannya sendiri. Raja memandang Yeon woo, ia heran.
Raja mengutip kata2 Yeon Woo, "saya percaya pada anda. Saya percaya anda akan mengungkapkan kebenaran." Bukankah kau pernah mengatakan itu padaku? Tapi mengapa..?
Yeon Woo : Saya percaya pada Yang Mulia, tapi..saya takut kalau kebenarannya hanya akan menyakiti anda. Saya hanya ingin tetap disisi anda, saya tidak bisa minta yang lain lagi..
Raja tidak percaya, apa Yeon Woo suka ada di ruangan kecil dengan cahaya yang minimalis seperti itu.
Yeon Woo menjawab, karena saya telah memiliki matahari disisinya, saya tidak membutuhkan sinar yang lain. (ciyee,pinter ngegombal ye)
Raja tersenyum dan menggandeng Yeon Woo pergi ke ruangan tahta
 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeFwahWiQPU38m7cLRlrlHkeVKKY7s5lzhXlC6hwnTxVX5ZeAnTIf6ceBwhGNEUFka27GpvrULd6Lu5qqZPz9dW7aWjf3BVD1I6fyDBOWRjxDHar0KnatKtszLH7yRaDDXfev9LiHaeDdt/s1600/tm17_4_7.JPG
Yeon Woo : Kenapa membawa orang seperti saya ke tempat sepenting ini?
Raja berkata saat pertama bertemu Yeon woo, Yeon woo mengingatkannya tentang kesalahan hukum negara dan kalau Raja negeri ini harus bermoral.
Yeon woo malu, ia merasa masih muda dan naif waktu itu.
Raja mengutip, dimata seorang anak, semua di dunia ini bisa menjadi masalah, dan semua di dunia ini juga bisa menjadi jawaban. Itu adalah pelajaran pertama yang diberikan gurunya, yaitu Yeom. Jadi, jika menurut seorang anak itu tidak masuk akal, berarti ada masalah. Jadi sebagai Raja, setiap kali aku harus membuat keputusan akan satu masalah, aku akan memikirkanmu dan juga guruku, dan apa yang telah kalian nasihatkan.
Yeon Woo terharu. Raja menunjuk lukisan Irworobongdo atau Irwoldo (Lukisan Matahari, Bulan dan Lima puncak di belakang takhta Raja). “Kau lihat itu? Saat aku masih sebagai Putra Mahkota, berdasar arti dibalik lukisan Matahari dan Bulan itu, aku menyuruh seorang seniman membuat binyeo wanita. Aku ingin memberikannya padamu saat aku memintamu menjadi Bulanku, sebagai tanda cintaku saat aku memintamu menikahiku.”
Raja mengeluarkan kantung merah dari balik jubahnya, dan memberikan binyeo phoenix itu kepada Yeon Woo. “Ini sebenarnya sepasang. Yang satunya lagi sudah kuberikan padamu. Aku menyimpan ini untuk diberikan padamu saat kau menjadi istriku. Aku ingin memberikan ini padamu.”
Yeon woo mengamati binyeo phoenix itu dengan terharu. Raja mengeluarkan kantung lain dari balik jubah, kali ini kantung hitam, Raja sudah memerintah untuk mengambil barang2 Yeon Woo dari Seohwalinseo dan ia menemukan binyeo phoenix yang satunya lagi. Raja memberikan binyeo itu pada Yeon woo. Sekarang di tangan Yeon woo ada sepasang binyeo phoenix rancangan Raja.
Raja : Hari ini..mereka berdua akhirnya menjadi satu.
Yeon Woo menangis. Raja mendekat dan mencium Yeon woo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar