
Wol mengantarkan Yang Myung yg akan pulang. Setelah berpisah,
Yang Myung berpapasan dg 3 orang berpedang. Perasaannya tak enak. Sementara Wol
yg jalan kembali, tiba2 ada yg memanggilnya “Yeon Woo-ya…” Wol noleh dan
terkejut. Raja di depannya berjalan mendekat
Wol :Apa ini kenyataan? Apa ini bukan ilusi? Apa ini benar2
anda, Cheonha?
Raja : Ini bukan ilusi, ini benar2 aku yang datang untuk
mencarimu, Yeon Woo..Aku tidak mengenalimu, aku benar2 bodoh.
Mereka berpelukan dan menangis. Yang Myung yg kembali, menatap
mereka dan patah hati (lagiT.T). Ia pergi sambil nangis lalu ketemu Woon, tapi
Woon memberi tanda u/diam karena didekat mereka ada 3 orang berpedang tadi. Dg
cepat Woon membunuh mereka. Lalu mereka lari ke Seohwalinseo, ternyata Raja dan
Wol sudah terkepung. Mereka jalan mundur, Raja menggenggam tangan Wol. Woon
datang tepat waktu dan mengamankan mereka. Yang Myung juga ikut menolong, tapi
tangannya tergores pedang. Raja pun turun medan dan mengangguk pada Yang Myung,
kode2 u/membawa Wol pergi. Setelah semua penjahat kalah, mereka segera ke
pondok tmpt yg sudah disediakan u/sembunyi, tapi mereka ngga ada. Ia ke rumah
Yang Myung, tapi mereka juga gak ada. Ia kesal dan kembali ke istana, Hyung Sun
panic melihat darah di hanbok Raja, tapi Raja menenangkan. Ia geram pada Yoon
dan hyungnim.
Penjahat yg lolos lapor ke Yoon. Yoon marah, bagaimanapun gadis
itu harus ditangkap, begitu juga Nok Yung. Sementara itu yg dicari2 lagi jalan
sama Seol dan Jansil. Karena ia saksi satu2nya, ia harus diamankan atas
perintah Raja. Dipersimpangan, Seol pergi. Jansil memanggil2, tapi Nok Yung
bilang tidak apa2, ia akan kembali.
Kemanakah Yang Myung membawa Wol kabur? Rupanya ke kuil tempat
tinggal ibunya. Ia langsung terkapar begitu sampai. Ibu cemas, tapi masih
sempat mengenali Wol. Ia pernah melihat Yeon Woo remaja dan Bo Kyung menghormat
pada Nenek Suri, Ibu Suri dan dirinya. Ibu merawat luka Yang Myung dibantu Wol.
Ia baru bertanya apakah Wol adl putri Sarjana Heo? Wol membenarkan. Tiba2 raut
wajah ibu jadi sedih, memandang Yang Myung,“kenapa..kenapa kau harus tenggelam
dalam cinta yang akan membuatmu sakit hati?” Mereka duduk2 diluar, ibu cerita,
dulu Yang Myung pernah bilang bersedia melepaskan segalanya, tapi hanya 1 yg tidak bisa. Wol
menunduk, ia mengerti.
Ibu (nangis): mungkin ia ingin menunjukkan padaku wanita yang
menggerakkan hatinya, dan orang seperti apa dia. hanya demi ibu yang seperti
diriku, dia menyeret tubuhnya yang terluka untuk datang kesini.

Dari luar Woon melihat mereka, lalu pergi menghadap Raja, tapi
Woon bohong bilang mereka tdk ada di kuil, tapi Raja tahu. Raja mengajaknya ke
kamar mandi dan mengusir semua orang kecuali hyung Sun dan Woon. Raja minta
pedang Woon, Woon memberikan, tiba2 raja menghunus pedang ke leher Woon. Hyung
Sun ketakutan. Raja menyuruh Woon buka baju, Hyung Sun langsung menyilangkan
tangan di dada. Raja berkata Woon benar2 ngga lucu, paling tidak ia harus
menunjukkan raut takut, karena Raja hanya bercanda. Hyung Sun pun complain
“Aigoo Cheonha, mengapa anda selalu seperti ini? Saya ketakutan setengah mati.”
Raja : Mencari mereka sepanjang malam yang dingin, pasti sangat
melelahkan. Masuklah. Aku sudah menyiapkan ini khusus untukmu.
Woon menolak.
Raja : Cepat masuk. Ini perintah Kerajaan. Melanggar perintah
Kerajaan berarti tidak setia. Menyebarkan bau badanmu padaku juga tidak setia
^^. Dan juga..tidak tegas diantara aku
dan Kakak, adalah kejahatan.
Woon tertegun. Raja tahu ia bohong dan Raja kesal karena Woon
sempat ragu dan berani berbohong demi Yang Myung-gun. Raja memberikan pedang
Woon pada Hyung Sun, “jaga pedang Woon. Jika ia keluar dalam setengah jam,
pakai pedang ini untuk menebasnya.” Sebelum keluar, Raja berkata “Woon, meskipun
aku tidak bisa memberimu posisi yang lebih tinggi, aku menyayangimu diatas yang
lainnya. Jadi, jangan sampai susah. Karena apa yang menyusahkanmu, akan
menimpaku.” (sweet)
Yang Myung sadar, sambil menahan sakit ia keluar mencari Wol,
rupanya Wol dan ibu lagi bikin hiasan bareng. Yang Myung lega Wol masih
didekatnya. Lalu mereka jalan2, Wol tanya sudah berapa lama Yang Myung tahu?
Apa karena batu?”
Yang Myung : Kalau tidak tahu justru lebih aneh kan. Haewooseok
adalah istilah ciptaanku, saat memberikan batu itu padamu. Jadi, satu-satunya
yang tahu namanya adalah kau.
Yeon Woo heran, lalu kenapa pura2 tidak tahu?
Yang Myung menahan tangisnya: Selama mungkin, aku ingin
berpura-pura tidak tahu. Melihatmu hidup, aku sangat bahagia. Tapi, jika aku
mengakui yang sebenarnya.. semuanya akan lenyap seperti mimpi. Apa kau tahu
rasanya? Kalau kau buka mata di pagi hari, ada tempat dimana kau bisa
pergi..dimana ada hal yang bisa kau lakukan, orang2 yang membutuhkan aku dan
bisa melihat orang yang sangat kurindukan. Aku sungguh sangat bahagia.
Yeon Woo : Saya juga ..sangat bahagia. Setiap kali jalanan
tampak gelap dan dimana sepertinya tidak ada harapan, Yang Myung-gun selalu
menjadi cahaya bagi saya. Karena anda, saya bisa menyingkirkan masalah saya
untuk sementara dan tersenyum bahagia. Saat saya sebagai peramal Wol, atau saat
saya sebagai Heo Yeon Woo, saya selalu merasa berterima kasih pada anda. Tapi
juga, selalu merasa sangat sedih. Saya tetap tidak bisa memberikan pada
Pangeran, jawaban yang anda inginkan. Bebaskanlah diri anda, temukan orang lain
dan hidup bahagia.
Wol membungkuk pamit, Yang Myung menahan tangannya, “di
kehidupan lalu, kau adalah milik Yang Mulia. Di kehidupan ni, apa kau tidak
bisa tetap di sampingku?”
Wol tampak serba salah. Tiba2 terdengar seruan, “jelas tidak!” Raja dan Woon tiba. Yang
Myung dan Wol tampak terkejut. Raja jalan mendekat dan langsung melepaskan
tangan Yang Myung dari Wol. Ia memerintah Woon mengawal Wol kembali ke istana.
Raja : hyungnim, apa kau tahu apa yang baru saja kau lakukan?
Melarikan diri dengan wanita milik Raja adalah kejahatan.
Raja melemparkan pedang ke arah Yang Myung. Yang Myung menangkap
pedang itu, ia tertawa sinis: Apa anda ingin menghukum saya sebagai penghianat?
Raja : Jika aku ingin mengambil nyawamu, aku bisa menggunakan
kekuatan dari hukum negara.
Yang Myung : Lalu ini apa?
Raja : Aku memberimu kesempatan untuk mengambil kepala Raja,
hyungnim. Pedang di tanganmu..itu nyata. Jika kau mengambil kepalaku sekarang,
kau akan menjadi Raja negeri ini, hyungnim.
Raja menghunus pedangnya. Yang Myung menahan air matanya dan
menghunus pedangnya juga. Keduanya mulai bertarung. Mirip seperti dulu, saat
mereka remaja. Saat itu Yang Myung mengarahkan tongkat ke leher PM Hwon. Saat
inipun, Yang Myung juga lebih unggul dan mengarahkan pedang ke leher Raja.
Raja : Apa kau pikir dengan menjadi Raja maka kau akan
mendapatkan semua keinginanmu?
Yang Myung : Jika saya menjadi Raja, paling tidak saya tidak
akan dipanggil penghianat.
Raja : Lalu, dengan tanganmu sendiri...kenapa kau ragu-ragu? Aku
berkata penggal kepalaku!
Yang Myung justru gemetaran. Airmata menggenang. Ia menarik
pedangnya dan berbalik. Yang Myung tidak bisa melakukannya.
Raja : Hyungnim, Kau sudah menyia-nyiakan kesempatanmu hari ini.
Kelak, jangan pernah berharap mendapatkan kesempatan lagi.

Raja kembali ke istana dan masuk kamar. Ia berdiri menghadap
sekat.
Raja :Sudah beristirahat dg baik?”
Terdengar jawaban di balik sekat, “Ya, cheonha”
Raja : Apa kau merasa dibawa ke sini secara paksa?
Yeon Woo (karena udah kembali, namanya jg balik): Jika saya
tidak bersedia, apa anda akan mengijinkan saya pergi? Hati saya sudah menjadi
milik Yang Mulia sejak dulu. Jadi apa yang anda khawatirkan?
Raja : Apa aku boleh membuka pintunya?
Yeon Woo : Silahkan.
Raja memerintah pelayan membuka sekat. Yeon woo membuka pintu
ruangan di belakang sekat. Yeon woo sudah ganti baju, sesuai dengan status
bangsawan-nya. Sama persis bajunya seperti 8 th lalu. Raja tertegun melihat
Yeon Woo. Raja minta Yeon woo mendekat. Yeon woo maju beberapa langkah. Raja :
Lebih dekat lagi. Yeon woo maju sedikit. Raja tidak sabar, ia jalan mendekat
dan langsung memeluk Yeon woo. Semua orang memalingkan wajahnya. Yeon woo
merasa malu, tolong jangan seperti ini. Raja melihat ke arah Hyung sun dan
dengan matanya, ia menyuruh Hyung Sun menyingkirkan semua orang. Hyung sun :
Semuanya keluar. Woon dan yang lainnya mundur teratur. Tinggal Hyung sun yang
memandang Raja dengan pandangan terharu campur senang, lalu ia menutup pintu. Raja
memeluk Yeon woo dan memanggil namanya berkali-kali “Yeon Woo-ya”. Yeon Woo
tersenyum dan terus menjawab, “Ye, Cheonha”.
Raja dan rombongannya jalan, ia tidak bisa menyembunyikan rasa
bahagianya. Pas noleh, rupanya rombongan juga senyum2. Mereka papasan dg Yoon
yg tanya kabar apa Raja baik2 saja dan dengar2 Raja kemarin pergi dg menyamar.
Raja pura2 heran, kayaknya yg tau hal itu Cuma penjahat2, kenapa Yoon bisa
tahu? Lalu ia pura2 minta diajarin cara berburu yg baik, “pertama kau harus menentukan
target, mengejarnya terus dan tidak menyerah, sampai akhirnya kau menangkap dan
membunuh buruanmu. Baik, aku akan mengingat itu.”
Di dalam kamar, Raja ngga konsen baca laporan, lalu tanya Yeon
Woo ngapain?
Yeon Woo : Membaca buku.
Raja : Saat aku tanya beberapa waktu lalu, bukankah kau juga
mengatakan hal yang sama? Apa kau tidak bosan dengan itu?
Yeon Woo : Saya tidak bosan. Jadi Yang Mulia, tolong konsentrasi
pada masalah negara saja.
Raja pun menyerah, ia melempar gulungan laporan, tiba2 ia punya
ide. Yeon Woo yg masih asik baca, tiba2 kaget melihat Raja udah berdiri di depannya
sambil membawa meja dan gulungan. Raja meletakan semua itu di hadapan Yeon Woo
lalu membaca berhadapan.

Raja kesal: apa buku itu begitu menarik sampai kau tidak
mendengar kalau aku datang.
Yeon Woo : Kapan anda datang?
Raja ngomel : tidak bertemu denganku selama 8 th dan aku bahkan
tidak sebanding dengan Han Bi Ja (buku yg dibaca Yeon woo)?
Yeon woo heran, apa anda cemburu dengan Han Bi Ja?
Raja: ha, cemburu? Selama lebih dari 8 th ini, aku...tidak
pernah mencintai orang lain, tidak sekalipun. Aku tinggal di istana yang penuh
dengan 'bunga'. Demi menjaga kesucianku, apa kau tahu sebesar apa niat dan
kekuatan fisik yang dibutuhkan?
Yeon Woo tidak percaya, Yang Mulia, anda berkata tidak pernah
mencintai wanita lain. Itu bohong, kan?
Raja : Bohong? Kepada siapa aku memberikan perhatianku
memangnya?
Yeon woo : Pada peramal Wol yang menjaga anda setiap malam,
bukankah hati anda tergoda? bagaimanapun, hati anda tergerak pada Wol dan bukan
saya. Jelas kalau hati anda tergoda.
Raja awalnya bingung menyangkalnya, tapi kemudian ia sadar. “Tidak
tunggu dulu, bukankah Wol itu adalah kau?”
Raja tertawa geli, Yeon Woo cemburu
pada dirinya sendiri^^ Yeon Woo salting dan menutup muka dg buku. Raja
menyingkirkan meja, lalu menarik buku
Raja : benar2 lucu kalau kau cemburu dengan dirimu sendiri.
Tapi, aku jatuh cinta untuk kedua kalinya pada wanita yang sama, ini bisa
dikatakan tidak normal juga.
Tiba2 Raja mencium Yeon Woo, lalu kembali duduk baca dokumen
seperti tdk terjadi apa2, sekarang Yeon Woo yg gak konsen dan terpesona memandangi
Raja ^^

Yoon menghadap Nenek suri dan lapor kalo Heo Yeon Woo masih
hidup. Mereka sadar ini pasti perbuatan Nok Yung, tapi aneh, kalo Raja tahu
kenapa tetap diam? Yoon merasa Raja menunggu waktu ato masih kurang bukti,
selama itu Yoon akan membereskan Yeon Woo dan Nok Yung, jadi kalo mereka mati,
kebenaran akan terkubur selamanya. Sementara itu Raja dan Yeon Woo saling
tersenyum. Hyung Sun diluar jg senyum2, tiba2 Nenek Suri datang. Hyung sun
mengumumkan kedatangannya dg full volume shg sejoli didalam bisa dengar. Nenek
Suri ngga tahan dg suara kenceng Hyung Sun. langsung memerintah membuka kamar. Pas
masuk, ia kaget melihat Raja mengangkat meja, Raja pura2 olahraga angkat
beban^^. Nenek Suri mengingatkan Raja waktu ia melepaskan Wol dari hukuman,
Raja udah janji mau nurutin apapun yg nenek mau, Nenek ingin Raja menemukan
Gukmu Jang dan Wol, lalu diserahkan padanya. Nenek juga ingin Raja menghentikan
penyelidikan ttg kej 8 th lalu.
Nenek Suri : Ini semua demi kebaikan Yang Mulia. ini untuk melindungi Yang Mulia dan orang-orang
yang anda sayangi. Saya ingin anda mempertimbangkannya, siapa yang paling ingin
anda lindungi?
Raja : Tentu saja, saya akan memenuhi permintaan Nenek. Tapi
akan membutuhkan waktu mencari mereka. Jika Nenek percaya dan menunggu dengan
sabar, saya akan pastikan Nenek bertemu mereka lagi. Jadi jangan cemas,
Nenek Suri tersenyum. Sementara Raja berpikir, kalau mereka
bertemu itu pasti di pengadilan. Sebagai Saksi (Nok Young), Korban (Yeon Woo)
dan Nenek, akan jadi penjahatnya.
Yeon Woo mendengar semuanya dan ia mengerti, pasti kakaknya yang
dimaksud Ibu suri. Yeon Woo tampak sedih, Orabeoni..

Yeom lagi baca buku dan melihat pembatas buku hadiah Yeon Woo. Lalu
ia ingat Hong Kyu Tae dan ingat waktu ayahnya mengasingkannya ke rumah paman
padahal ia ingin berada disisi adiknya. Lalu ia mendengar sesuatu diluar. Rupanya
Seol, tapi Yeom tdk mengenali.
Seol : Saya pelayan anda, Seol. Tuan Muda.
Yeom terkejut, Seol? Ah..kau anak yang melayani Yeon woo, ya
kan?
Yeom heran kenapa sembunyi2, kenapa ngga masuk saja? Seol bilang
ia Cuma mampir. Yeom menanyakan kabar.
Seol : Saya masih seorang budak, tapi saya memiliki majikan yang sangat baik. Saya hidup
dengan baik, Tuan Muda.
Yeom minta Seol tidak memanggilnya Tuan Muda lagi, karena Seol
bukan pelayan mereka lagi. Seol menatap Yeom dan dalam hati berkata, baginya,
Yeom akan selalu menjadi Tuan Mudanya. Seperti saat anda memberi saya nama,
Seol.
Yeom heran kenapa Seol menatapnya seperti itu, apa ada yang
ingin kau katakan? Percakapan mereka terputus oleh panggilan Ny. Heo. Apa yang
kau lakukan diluar Yeom? Yeom ingin menunjukkan Seol pada ibunya, tapi Seol
sudah menghilang. Ny. Heo merasa P. Min Hwa sakit sejak pulang dari kuburan
ayah Yeom. Ia ingin membawa Min Hwa ke istana untuk diperiksa oleh tabib. Yeom
setuju. Yeom sebelum masuk menoleh sekali lagi mencari Seol.
Raja tidak bisa tidur, ia memikirkan kata2 Neneknya. Yeon woo
memanggil Raja, panggilan kedua baru dijawab, “ya...maafkan aku. Aku sedang
memikirkan sesuatu.”
Raja tahu Yeon Woo pasti bosan setengah mati di kamar mungil
itu.
Yeon Woo : Tapi saya ada di dekat Yang Mulia. Saya hanya ingin
berada di dekat anda. Jangankan di ruangan kecil seperti ini, meskipun ini
neraka, saya akan bergegas pergi tanpa ragu. (ciyee)
Raja mengajak Yeon Woo jalan-jalan. Keduanya jalan keluar hanya
ditemani Hyung Sun dan woon. Raja mengajak Yeon Woo ke Paviliun Bulan
Tersembunyi. Raja ingin tahu kenapa waktu mereka bertemu terakhir kali disini,
Yeon Woo tidak berkata kalau ia sudah ingat lagi.
Yeon Woo : Saya tidak sampai hati mengatakannya. Yang Mulia
sudah memiliki Ratu disisi anda.
Ratu Yoon tiba2 terbangun dengan gelisah. Jo Sanggung bergegas
masuk
Ratu : Ada sesuatu yang sangat aneh. Aku tidak tahu sejak kapan,
tapi aku tidak mendengar lagi tangisan dari Paviliun Bulan Tersembunyi lagi.
Jo Sanggung : Ini..saya dengar peramal Seongsucheong sudah
memasang jimat disana, mungkin rohnya sudah lenyap?
Ratu gemetaran, Ia mencengkeram selimutnya erat2 dan tampak
ketakutan “tidak..kau salah. Pemilik
Paviliun Bulan Tersembunyi sudah kembali untuk mengambilnya lagi. Heo Yeon
Woo, anak itu...pasti ada di satu tempat di dalam istana.” (ini firasat istri
yg suaminya main serong kali ya)

Yeon Woo menjelaskan, dia sudah dianggap meninggal dan sekarang
ia hidup lagi, Yeon Woo menyadari pengaruh pada keluarga Raja dan Istana. Belum
lagi, kebodohannya karena tidak bisa mengenali Raja. Bagaimana saya bisa dengan
mudahnya mengatakan kalau ini adalah saya?
Raja : Omong kosong, ini salahku kau sudah banyak mengalami
penderitaan. Kau sudah menahan kesakitan dan ketakutan akan kematian. Sementara
aku tidak berdaya melakukan apapun, ini semua adalah salahku.
Yeon Woo : Bukan itu maksud saya. Karena Anda tidak melupakan
gadis biasa seperti saya selama 8 th, saya tidak bisa meminta apa-apa lagi.
Jadi, saya memutuskan untuk terus mengingat dan merindukan Yang Mulia, meskipun
Yang Mulia melupakan saya.
Raja janji, ia tidak akan melupakan orang2 yang telah membuat
Yeon woo menderita, ia pasti akan membuat mereka membayarnya dan akan
mengampuni mereka yang tidak bersalah, dan akan mengembalikan semuanya pada tempat
yang semestinya.
Yeon Woo yang tahu keterlibatan Min Hwa minta Raja melupakan
semuanya, apa yang terjadi di masa lalu, lebih baik ditinggalkan di masa lalu.
Jika Raja sebelumnya ingin menutupi kebenarannya, dia pasti punya alasannya
sendiri. Raja memandang Yeon woo, ia heran.
Raja mengutip kata2 Yeon Woo, "saya percaya pada anda. Saya
percaya anda akan mengungkapkan kebenaran." Bukankah kau pernah mengatakan
itu padaku? Tapi mengapa..?
Yeon Woo : Saya percaya pada Yang Mulia, tapi..saya takut kalau
kebenarannya hanya akan menyakiti anda. Saya hanya ingin tetap disisi anda,
saya tidak bisa minta yang lain lagi..
Raja tidak percaya, apa Yeon Woo suka ada di ruangan kecil
dengan cahaya yang minimalis seperti itu.
Yeon Woo menjawab, karena saya
telah memiliki matahari disisinya, saya tidak membutuhkan sinar yang lain. (ciyee,pinter
ngegombal ye)
Yeon Woo : Kenapa membawa orang seperti saya ke tempat sepenting
ini?
Raja berkata saat pertama bertemu Yeon woo, Yeon woo
mengingatkannya tentang kesalahan hukum negara dan kalau Raja negeri ini harus
bermoral.
Yeon woo malu, ia merasa masih muda dan naif waktu itu.
Yeon Woo terharu. Raja menunjuk lukisan Irworobongdo atau
Irwoldo (Lukisan Matahari, Bulan dan Lima puncak di belakang takhta Raja). “Kau
lihat itu? Saat aku masih sebagai Putra Mahkota, berdasar arti dibalik lukisan
Matahari dan Bulan itu, aku menyuruh seorang seniman membuat binyeo wanita. Aku ingin memberikannya padamu saat aku
memintamu menjadi Bulanku, sebagai
tanda cintaku saat aku memintamu menikahiku.”
Raja mengeluarkan kantung merah dari balik jubahnya, dan
memberikan binyeo phoenix itu kepada Yeon Woo. “Ini sebenarnya sepasang. Yang
satunya lagi sudah kuberikan padamu. Aku menyimpan ini untuk diberikan padamu
saat kau menjadi istriku. Aku ingin memberikan ini padamu.”
Yeon woo mengamati binyeo phoenix itu dengan terharu. Raja
mengeluarkan kantung lain dari balik jubah, kali ini kantung hitam, Raja sudah
memerintah untuk mengambil barang2 Yeon Woo dari Seohwalinseo dan ia menemukan
binyeo phoenix yang satunya lagi. Raja memberikan binyeo itu pada Yeon woo.
Sekarang di tangan Yeon woo ada sepasang binyeo phoenix rancangan Raja.
Raja : Hari ini..mereka
berdua akhirnya menjadi satu.
Yeon Woo menangis. Raja mendekat dan mencium Yeon woo
Kadorama-recaps.blogspot.com http://kadorama-recaps.blogspot.com/2012/03/moon-that-embraces-sun-17.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar