Quotes

"Write is my World"

Selasa, 31 Juli 2012

The Moon That Embraces the Sun18

Malam semakin larut dan Raja siap tidur, ia tanya, “berbaring bersama seperti ini rasanya menyenangkan, ya kan?”
Yeon Woo berbaring di samping Raja, “Ye Cheonha”.
Raja : Tapi apa ini tidak keterlaluan Hyung Sun?
Hyung Sun duduk dengan mata tertutup kain diantara Raja dan Yeon Woo hahaha..ia bertugas memastikan tidak akan terjadi 'insiden' diantara keduanya.
Raja kesal, apa kau pikir aku akan...sebelum menikah, kau tidak mempercayaiku?!
Hyung Sun percaya pada Raja, tapi ia tidak percaya pada sesuatu didalam Raja, hasrat pria muda yang sudah disembunyikan selama bertahun-tahun.
Raja kesal sekali dan menendang-nendang selimutnya, “tapi kalau seperti ini, bagaimana aku bisa tidur!”
Hyung sun membuka tutup matanya dan ia minta Raja membuat kesepakatan. “Bagaimanapun...tidak boleh..sama sekali tidak boleh menyerah pada insting anda. Jangan menyentuh sehelai saja rambut Agassi.”
Raja marah dan teriak, “kau ini benar2 semakin lama semakin keterlaluan!”
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEJ8CpoWFW8GF8z5zP-CWORMvfY50Qp7FCsUL9xajCAVk-Ykky1sd1_SjP2InZQgacDmF-Km4aTvOwLzAAYhhERMEu2J-ohmKfuQO38R99nXyCp2wSTJqDx-ney9b-2mteX30WUc4MX5QV/s1600/tm18_1_3.JPG
Yeon Woo akhirnya duduk dan memanggil Hyung Sun. Hyung Sun menoleh, tapi ia menutup matanya karena dilarang melihat langsung wanita milik Raja. Yeon Woo membujuk, “Yang Mulia dan saya sudah terpisah selama 8 th. Coba pikirkan hari2 itu saat kami terpisah. Benar2 berharap tidak akan terpisah lagi dan memikirkan Yang Mulia setiap detik, setiap menit. Saya mohon, paling tidak, disini di kegelapan malam, ijinkan saya melihat Yang Mulia.”
Hyung sun melunak, Saya akan menganggap ini permintaan dari seorang anak pada ayahnya, saya menyarankan anda untuk saling memandang satu sama lain sebanyak yang anda inginkan. Hyung Sun berusaha berdiri, sedikit terpeleset, lalu membungkuk pada Raja dan jalan keluar.
Raja mendengus, ia ngomel. “Orang itu melayaniku selama hampir 20 th, tapi dia justru lebih mendengarkan permintaanmu.” Raja berbaring dan berkata ia akan mengikuti kemauan Hyung sun yang menyebalkan itu. Dia bisa tenang karena aku tidak akan menyentuh selembar rambutmu pun!
Yeon woo tersenyum dan berbaring menatap Raja : Apa anda serius? (eh, ngegodain)
Raja kesal, tentu saja! Pria sejati tidak akan menarik kembali kata2nya.
Yeon Woo menyentuh tangan Raja. Raja tertegun. Yeon woo tanya, apa Raja akan mengusirnya keluar karena berani menyentuh tangannya tanpa ijin?
Raja senyum : Tidak mungkin. Bagaimana aku bisa?
Yeon Woo memberi petunjuk : Yang Mulia, bukan anda yang menyentuh saya. (Yeon Woo yang menyentuh Raja, jadi ini bukan salah Raja). Keduanya tidur sambil berpegangan tangan dan bahagia.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgkcDAcyVVg_ilDSnNveViGKtjq7UzFwKOlDQ3gOUmjkVH6xH4tfn28fJCwO6MevRGoFRlLjcW9GC4_uydrDmvnULPnbbre3b6AWYqbVMSVSJTWkM5IwWTcSOTErCSLJrXQ3HHWopWoMk4/s1600/tm18_1_8.JPG
Sebaliknya, Ratu Yoon tampak pucat dan tdk bisa tidur. Jo melapor kalo dayang2 diganti. Ratu merasa ada sesuatu yg disembunyikan (insting istri yg suaminya serong). Paginya, Minhwa lari2 di istana, Ny. Heo dan Min sanggung menyuruh tidak boleh lari. Minhwa berhenti dan minta maaf, ia terlalu senang n ngga sabar membertahu kabar baik. Tapi Minhwa harus hati2. Lalu mereka papasan dg Hong yg memberi salam hormat dan memperkenalkan diri. Setelah rombongan pergi, Hong menatap Minhwa tajam. sebelumnya ia sudah lapor ke Raja, kalo mendiang Raja mengeluarkan perintah u/menghentikan penyelidikan dan sering sekali mengunjungi kediaman Putri Minhwa. Sebenarnya bukan hal aneh karena Abamama emang sayang banget ama Minhwa. Info lainnya, ttg mantra, medianya bisa pake boneka jerami (nyantetnya sama kayak dukun Indonesia ya), bisa juga boneka diganti dg manusia, maka mantranya makin manjur. Raja pun ingat kata2 neneknya bahwa ia melakukan ini demi kebaikan keluarga Raja, juga kata2 Yeon Woo yg bilang kalo pasti ada alasan masalah ini disembunyikan. Raja pun sadar, jangan2 Minhwa ada hub dg masalah ini.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMlL2jn0R1xtIuUVnMil8apff3WODRg4yC7tsdwdv3ydi7PN8kZOHecc_E0yI6tKfAKelSdHLY6qTw5dYozLg4JLcWueii2si57kaOzCDQxJvKmagZfdmRLLmt154WLYkCJCkRch4eDWPx/s1600/tm18_1_11.JPG
Minhwa sedang menghadap ibu suri, mengabarkan kalo ia hamil. Lalu ia mau pulang duluan u/memberitahu Yeom, tapi sebelumnya harus menghadap Raja dulu. Dikamar, Raja ingat kata2 Abamama saat ia masih remaja, Abamama minta maaf
Abamama : Karena ayahmu tidak mampu melindungi gadis itu. Putra Mahkota, kau sangat pintar dan cerdas. Akan tiba saatnya kau akan mengerti arti kata2 ini, Kau harus ingat apa yang akan kukatakan.
PM Hwon : Katakan pada saya.
Abamama minta Hwon memaafkan semua orang yang coba ia lindungi. Tolong lindungi mereka semua. jika Hwon tidak bisa melakukannya, maka orang pertama yang tidak boleh dimaafkan adalah Abamama.
PM Hwon : Tolong ampuni kebodohan saya, tapi saya tidak mengerti maksud AbaMama.
Abamama: Putra Mahkota..takhta Raja adalah tempat yang sangat sepi. Ada orang2 dimana-mana yang akan menjadi musuhmu. Tidak mustahil bagi siapapun untuk jadi musuhmu. Kadang, kau tidak punya pilihan selain membuat keputusan yang berlawanan dengan hati nuranimu. Kadang, musuh itu..mungkin adalah keluarga dekatmu. Harapanku hanyalah kau akan mampu paling tidak mengampuni ...anggota keluargamu itu.
PM Hwon tanya, orang yang harus kumaafkan dan kulindungi, siapa mereka?
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW5qKnZpNSFUOTONTpAtZiR2dX06g7unmbDpFNACj2D-qKExi0y5h-Ng57SGtJwVgk5awjl4lUjYo_KV_BZKb6g8deqY9tEBOd0M-8Clu8AuF826nE-1Cckeuhv6MKc2j1ZzmZ_QXEHIG3/s1600/tm18_2_1.JPG
Raja ingat saat ia belajar dengan Guru Yeom dan mendadak Min Hwa masuk sambil menangis, karena PM Hwon berkata kalau dirinya tidak pintar di depan Yeom.
Yeon Woo memanggilnya,
Raja : Kau sudah tahu kan..itulah mengapa, kau tidak mengatakan padaku kalau kau sudah ingat kembali?
Raja berdiri dan keluar kamar. Ia pergi ke ruangan pertemuan. Raja teringat lagi saat ia masih remaja. Raja melihat PM Hwon berlutut di depan mendiang Raja.
PM Hwon memohon : Yang Mulia, tolong tarik kembali perintah anda untuk membuat Heo Yeom sebagai uibin.
PM Hwon tidak ingin Raja menghentikan seseorang dengan bakat sebesar Yeom tanpa memberikan jabatan resmi apapun. Kalau begitu, Yang Mulia sebaiknya memberi perintah untuk mengeksekusinya saja.
Abamama : Apa bukannya suatu kehormatan untuk menjadi anggota Keluarga Raja? Bagaimana kau bisa membandingkan-nya dengan hukuman mati?
PM Hwon : Apa kehilangan nyawa satu-satunya hal yang dianggap kematian? Saya akan mengikuti perintah anda. Sesuai perintah, saya akan menikah dengan putri Menteri. Tapi saya mohon, Yang Mulia, tarik kembali perintah anda menunjuk Sarjana Heo sebagai Uibin.
Abamama jalan keluar, melewati Raja Hwon dewasa. PM Hwon mengikuti Abamamabersama Hyung Sun. Raja Hwon dewasa mengikuti mereka.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSLA6prYqfyGwr_myOXbg3e8VzoAc0nuqVOEWaP_k7QyjkVds5AlbZc2S8YYuDqISM9qbwdA1ulKrouACWUs0QG0ItaeNk_zB0DkcoEnthrbIgfr5Ud49kCiTtAoQE8C3H7THqsua_h5e7/s1600/tm18_2_7.JPG
Abamama marah pada PM Hwon, anak tidak berguna. Apa kau tahu bencana apa yang hampir saja kau perbuat?
PM Hwon hanya ingin melindungi Sarjana Heo Yeom.
Tapi Raja berkata kalau caranya seperti itu, dengan memperlihatkan perasaan asli PM pada mereka, Heo Yeom dan ayahnya, akan menjadi target politik. Itu baru dua orang. Lalu, mereka akan mulai mempertanyakan kemampuanmu menjadi Raja berikutnya. Itu berarti tiga orang. Karena kau, semua anak buahmu akan bertanggung jawab dan rakyat Joseon juga kelak akan menderita dibawah pemerintahanmu. Jika kau menjumlahkan mereka semua, cukup untuk menghancurkan seluruh Joseon. Jika kau membiarkan perasaan pribadimu mempengaruhi keputusanmu, siapa yang bisa kau lindungi?
PM Hwon marah, lalu, apa Abamama ingin saya diam saja? Jika saya tidak melakukan apapun, tidak mengubah apapun, tidak melindungi apapun, dan hanya mengikuti kebiasaan saja, menjadi tanpa kekuatan dan lemah, apa seperti itu yang Abamana inginkan? Menjadi Raja seperti itu. jangan bilang kalau hanya itu yang bisa dilakukan.
Abamama : Semakin kau ingin melindungi, semakin kau akan terluka. Semakin kau ingin mendapatkan hal yang kau inginkan, semakin kau akan kehilangan. Ini akan menjadi takdirmu saat kau duduk di takhta suatu hari nanti. Jika kau benar2 ingin melindungi, kau tidak boleh memperlihatkan kelemahan. Kau harus kehilangan satu untuk mendapatkan satu, ini..adalah politik.
PM Hwon : Kalau begitu, Chon Na, apa yang sudah anda pilih? Apa yang anda dapatkan, dan apa yang anda lepaskan?
Abamama hanya berpikir dalam hati, “aku kehilangan anak buah yang setia, tapi bisa menjamin keselamatannya. Aku kehilangan Yang Myung-gun tapi bisa melindungimu. Aku kehilangan Putri Mahkota, tapi bisa menyelamatkan adikmu, Min Hwa. “
PM Hwon : Saya..tidak akan melakukan hal yang sama. Saya hanya ingin melakukan yang benar. Meskipun saya harus mempertaruhkan semuanya, saya tetap akan memilih untuk melindunginya. Jika ada yang salah, saya tidak akan membelanya. Joseon saya akan seperti ini.
PM Hwon membungkuk pada Abamama lalu jalan keluar. Ia membuka pintu dan berhadapan dengan Raja Hwon dewasa. Keduanya bertatapan. PM Hwon marah, “apa kau sudah lupa dengan keputusanmu untuk mengubah bagaimana mengurus urusan negara? Apa ini yang kau sebut politik? Jangan bilang kau sudah melupakannya? biarkan semua hal dan semua orang kembali ke posisinya yang semula. Turunkan orang yang tidak berhak menduduki posisinya dan kembalikan mereka yang seharusnya menduduki posisi itu. Ini adalah tugas dari Raja. Ini adalah jalan yang seharusnya kau ikuti. Jangan bilang kau sudah melupakannya?”
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihnruS6DtAKK4QY7yQxhYicOTvg85NToYC0PGBmUJbBTYSDRQT93GrNtuKewyWPzmrO-LIjtFFhC5StSpQxKPtY609H11lCE3tz2qOHuGKJ-JuECPo0B8orj-EIR0WpFZz5d0oWerl4AnV/s1600/tm18_2_14.JPG
Saat Minhwa di depan kamar Raja, Raja baru kembali dg muram. Mereka duduk berhadapan. Minhwa masih tampak ceria, lalu Raja tanya apa Min Hwa memang begitu menginginkan Guru Heo.
Min Hwa tidak mengerti, apa maksudnya.
Raja : “itukah sebabnya kau melakukan hal sekejam itu?
 Min Hwa mulai bisa mengerti maksud kakaknya, tapi ia pura2 tidak mengerti.
Raja marah: adik Guru Heo! mengapa kau melakukannya? Mengapa kau terlibat dalam prosesi membunuh Putri Mahkota dengan mantra? mengapa kau bisa?
Min Hwa menangis, ia membungkuk “saya mohon, demi suami saya dan keluarganya tolong rahasiakan ini. Saya minta maaf untuk semua kejahatan yang saya lakukan, tapi..suami saya dan keluarganya..”
 Raja minta Min Hwa mengangkat wajahnya, Raja membentaknya, apa kau tahu bencana seperti apa yang telah kau perbuat?
Min Hwa semakin keras menangis: dengan mata, suara, dan juga dengan kata2 yang sama, Abamama mengatakan itu juga pada saya.
Yeon Woo juga menangis mendengarnya. Ia merasa serba salah, karena Min Hwa sekarang adalah kakak iparnya.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifS94ckBdJH9tnrbIwBwkgJis7h3ZHN4wOOWvISycGGfnvfDswYnUkovzYM0oDnQekFNKQdlZ2QztZe6_sGPcCEglGcHgS5hWk7wtQD3ESz3linYuAVTSgnmqa2jTyRw6pr40kQIiW_ZSj/s1600/tm18_3_1.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDmr2Xohu5ompFqd6XM6pKyr__zrxT43D7uQDiSSzgfDQr-o3CTVkG6zhHoPQldx8FvHHufXwTlpoaJVYg2ExedN53eHVEWYx5OXLJ4G-V0oPBvKi4cm-OeYwyd69QLKAL3OpdYBCHUH74/s1600/tm18_3_2.JPG
Flashback, Min Hwa remaja, berlutut dan menangis di depan Abamama, ia mohon agar diselamatkan. Ayahnya murka, apa kau tahu bencana seperti apa yang sudah kau perbuat!
Min Hwa menangis, saya tidak tahu..saya benar-benar tidak tahu. Nenek yang menyuruh saya untuk duduk saja di sana, dia berkata kalau saya melakukan itu, maka saya bisa menikah dengan guru Heo. Saya benar2 tidak tahu kalau itu akan membunuh Yeon Woo..
Abamama menyingkirkan meja dan memegang kedua lengan Min Hwa, dengarkan aku baik-baik. Masalah ini, tidak boleh diketahui oleh siapapun. Sampai kau mati, kau tidak boleh mengatakan sepatah katapun. Kau mengerti?
 Min Hwa dewasa menangis dan berkata, kalau saat itu, dia hanya bisa menjawab tidak tahu. Karena saya benar2 tidak tahu. Setelah itu, melihat suami saya duduk di kamar adiknya, menangis dengan air mata darah, saya..saya menyadari akibat yang sudah saya perbuat.
Raja juga menangis, ia marah tapi tidak berdaya, kau sudah melakukan kesalahan besar pada mendiang Abamama kita. Kau melakukan dosa besar pada mendiang Kepala Sarjana dan padaku serta Yeon woo. Semua kesalahan itu, bagaimana kau akan membayarnya?
Min Hwa : Meskipun saya kembali ke waktu itu, saya..saya akan tetap memilih suami saya. Meskipun ada konsekuensinya nanti, meskipun saya harus dibakar dalam api neraka setelah saya mati, pilihan yang sudah saya ambil, tidak akan saya sesali.
Raja : Aku akan membuangmu. Hanya dengan membuangmu, hanya dengan cara ini, orang lain yang terlibat akan bisa dihukum. Tapi kau..
Min Hwa : Saya akan dengan senang hati menerima hukuman saya. Tapi, suami saya dan di dalam rahim saya.. ada anak suami saya. Tolong jangan buang mereka.
Raja syok, tadi barusan, apa yang kau katakan?
Min Hwa menghapus air matanya, membungkuk dan keluar. Raja hanya menangis dan teriak stress.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZCG8uvG0H_KBSaq-YmB7ZO_QgODPeGybpH9LYv9iVzETtcIQSGwKetDqOSnum_LKgCIss2ZE4LjerXEBylDT1muLRGEVlS2HkVguGQOOk1dTRBpYfH89ql_uVptzZ8uZgaBpq63qFuYAF/s1600/tm18_3_3.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfwuCGw-sfc5P0kbeyi9GEX2PfXXF7wjznhfQqxNqt2cjGLZchTgA2mgaeC8kAC9rUdwtCUzZTpbyplRN_ln8PVvcDa8Vw5M_PPi3aADFA11kKylaeAyyrHuqlVN00MEECOlyAsvvzqgUy/s1600/tm18_3_7.JPG
Yeom mondar mandir di depan rumah. Minhwa pulang dan Yeom menyambutnya dg cemas, apalagi muka Minhwa sangat suram, dipikirnya kena penyakit parah. Tapi Minhwa bilang kalo ada anak Yeom diperutnya. Yeom senang sekali, ia janji akan semakin baik pada istrinya, agar nanti bisa menghadap ayah dg bangga. Minhwa semakin sedih dan nangis. Yeom pun bingung menenangkan istrinya. Seol mengamati pasangan itu dari luar dg sedih. Ia kembali dan melihat Jansil main batu. Tiba2 ia dapat penglihatan, kalo anak Yeom adl laki2 seperti ayahnya, akan pintar, bijak, terhormat. Seol duduk dan menangis keras. Jansil terkejut “Eonni? Omo, apa aku salah bicara lagi?” (dia masih belum bisa mengendalikan kekuatan ramalnya). Nok Yung membuka pintu “sudah kubilang jangan kesana lagi.
Seol :Sungguh malang Tuan Mudaku. Wanita yg membunuh adiknya sekarang mengandung anaknya. Nona dan Tuan muda kami sungguh malang… otteoke???
Nok Yung Cuma bisa menghela napas.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioE0Y5uCDL8Xjd-lITbbsUjHAvcYkuH8WKdlY9g9pydv_nWkOtuTKwC9CxdNVUhx0SlspQ_HY9BzaZpRsR0C4YJxwP0Z11-4nBaPJ8qtZuuq88GfLBan48hZCDzofNckClapwt7mXatk9P/s1600/tm18_3_8.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGgQw_fbK7zl2QFEBk_aV4kLpHQG7vIuNvzJWE4qW6DZhrR6laoCCO0ABPUIvVLbTjlfWpaeC2pBSnjrrjqlPeohyphenhyphenAkwEkaC1uB369gm2OLl5QnnQkyWxcpLD6tyZIFSSJjZjYk1MNikUl/s1600/tm18_3_10.JPG
Raja masih duduk diam. Yeon woo memanggilnya, apa ia boleh masuk? Raja melarang, ia tak sanggup melihat wajah Yeon Woo
“Aku bersumpah untuk menemukan orang-orang yang telah melakukan ini padamu, dan kemudian menghukum mereka. Tapi.. mereka yang bertanggung jawab ternyata adalah darah dagingku sendiri. Mereka yang mengirim mantra, mereka yang membunuhmu, dan mereka yang menutupi kebenaran tentang kematianmu, semuanya adalah darah dan dagingku. Apa hakku melihatmu?”
 Raja menunduk dan menangis sedih. Yeon Woo keluar dan duduk di depan Raja. Inilah yg Yeon Woo takutkan, makanya ia tdk mengatakan kalo ia sudah ingat, karena Raja akan menyalahkan diri sendiri.
Raja : Lalu apa yang harus kulakukan?
Yeon Woo minta Raja tetap merahasiakannya. Jika kakaknya tahu kebenarannya, ini akan sangat berat baginya. Raja tidak mengerti, apa Yeon Woo tidak merasa sakit hati karena harus bersembunyi selama 8 th ini, apa kau tidak merasa terluka karena harus menderita selama itu?
Yeon Woo berkata tidak ingin membagi semua penderitaan dan kemarahannya pada kakaknya.
Raja: apa kau cuma tahu memikirkan kakakmu? Apa kau tidak merasa kasihan padaku? Jika kau bukan Ratu, aku harus memeluk wanita lain. Apa kau tidak merasa kasihan padaku? Bagaimana dengan dirimu sendiri?
Keduanya menangis putus asa.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWigDFJhusZjPyD9vLWE3NUjF4fduAfV9AV23p62zSaCpCCTr7Rc5fLjjPIzjAv118Io8431KDH3ZEwyu2-mkZbEud93-r8nrR-2JkAUKsmUo8aVXmn6oYOSMcqcjs40c6gvRZKNIRV-lu/s1600/tm18_4_4.JPG
Paginya, Raja menemui Nenek Suri dan memintanya pergi ke istana Onyang (Istana khusus untuk liburan keluarga Raja dan ada pemandian air panasnya). Neneknya terkejut. Raja berkata meskipun musim semi sudah mulai mendekat, tapi udara masih terasa dingin dan dibandingkan istana ini, tempat itu lebih cocok untuk Nenek Suri.
Nenek Suri : Apa benar hanya untuk alasan kesehatan anda ingin saya pergi ke istana Onyang atau..
Raja tidak basa basi lagi, ia membenarkan. Sudah waktunya bagi Nenek Suri untuk melepaskan kekuatan politiknya. Dan Raja ingin Nenek Suri istirahat saja dengan nyaman.
Nenek Suri marah, ini tidak mungkin, Yang Mulia. Tidak ada orang yang bisa menyingkirkan saya dari posisi ini.
Raja memberikan pilihan, Pergi ke Istana Onyang sesuai nasihat saya, atau pergi ke ruang interogasi dan menghadapi pengadilan.
Ibu suri tidak percaya, Ruang Pemeriksaan? Pengadilan? Kesalahan apa yang sudah saya lakukan sehingga anda mengatakan hal seperti ini?
Raja : 8 th lalu..kejahatan karena membunuh Putri Mahkota yang tidak bersalah menggunakan mantra. Juga, menggunakan cucu anda dalam mantra untuk melakukan pembunuhan itu.
Nenek Suri : Tolong berikan bukti.
Raja teriak : Jangan menyamakan saya dengan Abamama. Untuk menentukan siapa yang bersalah dalam masalah ini, saya tidak akan membuat pengecualian hanya karena hubungan keluarga. Jadi, saya minta Nenek menyingkirkan semuanya dan pergi ke istana Onyang. Ini..adalah konspirasi yang bisa saya tawarkan sebagai cucu Nenek.
Nenek Suri : Anda tidak tahu kalau ada waktunya anda masih membutuhkan saya.
Raja : Anda berkata akan ada hukuman untuk orang yang berbuat kejahatan, itu adalah hal yang wajar. Jadi, kita hanya bisa melakukan sesuai aturan yang berlaku. Nenek harus mematuhinya sesuai dengan faktanya. Saya berniat untuk segera meluruskan semua hal yang salah. Lalu..saya akan mengembalikan semua ke tempatnya yang semula.
Nenek Suri marah, Yang Mulia anda tidak bisa memperlakukan saya seperti ini.
Raja hanya berkata ia tidak bisa mengantar Neneknya berangkat besok pagi, jaga kesehatan Nenek.
Raja pergi. Nenek Suri teriak, “Yang Mulia! takhta yang anda duduki saat ini, jangan bilang anda tidak tahu siapa yang membuatnya mungkin? Saya! Saya! Nenek anda! demi Yang Mulia..saya membiarkan tangan saya berlumuran darah demi mengamankan posisi anda! sekarang, anda ingin saya pergi ke istana Onyang? Bagaimana anda bisa meminta saya melepaskan posisi saya? Ini tidak mungkin! Andoe! Andoe!!! “Nenek Suri emosi dan pingsan, (mati aje lo!) Bak Sanggung terkejut dan segera memanggil tabib istana. Raja cuek, bahkan menolehpun tidak.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMgGbjnGI9niNZqWMuTsYLLmYJrTVg0BPlE9dFN4noV3AoCln1ZuUl1o5tdjIvHEbxv-1EpNSKqCrKw-bkU5HUJvS62LFh5eFlDzJ9xzFM5XWJMDqnKLPTzWn7SSUhASw8WFT8fFqN_gE_/s1600/tm18_4_4b.JPG
Para menteri gelisah karena Nenek Suri sudah dimundurkan dari politik. Mereka pun akan mempertahankan posisi dg… mengganti kepala alias mengganti raja.
Yang Myung Gun sudah sembuh dan mau pergi. Ibunya ajak jalan2 dulu.
Ibu : Mulai sekarang, kau harus mengikuti hatimu dan pikiranmu sendiri, Yang Myung-gun. Dan hiduplah sesuai kata hatimu.
Yang Myung : Apa ibu serius?
Ibu : Karena aku mempercayaimu, Yang Myung-gun. Karena aku percaya kau akan membuat keputusan yang benar.
Yang Myung : Percaya. Apa ibu tahu betapa menakutkannya kata itu?
Ibu : Yang Myung-gun, segalanya akan berlalu. Seperti berlalunya waktu, musim juga akan berubah. Satu hari, kesedihan juga akan lenyap. Lebih jauh lagi, pernikahan yang lebih baik, yang ditentukan oleh takdir, sedang menantimu. Apapun yang akan kau hadapi di masa mendatang, Yang Myung-gun, pilihan apapun yang kau buat dalam hidupmu, sebagai ibumu, aku sungguh percaya padamu Yang Myung-gun.
Sampai dirumah, para bangsawan sudah menunggu dg bingkisan dan sambutan. Yang Myung mendekat dan mengajak mereka masuk. Mereka semua gembira. Mereka berkata mulai resah karena Raja tdk memiliki keturunan, bahkan tdk melakukan malam pertama. Mereka mulai menyinggung apa Yang Myung tidak merasa dilangkahi oleh adiknya. Karena Yang myung adalah putra tertua Raja, bahkan sebenarnya, untuk menjadi penguasa anda lebih dari mampu.
Yang Myung memancing, jadi apa yang harus kulakukan? Meninggalkan Raja dan mengikuti kalian?
Yang Myung menarik keluar pedangnya, mereka semua kaget: Pedang ini indah, ya kan? sayang sekali, pedang berharga ini harus ternoda oleh darah kotor dari lalat2 menyebalkan.
Lalu Yang Myung mengarahkan pedang ke leher bangsawan itu. “Leher siapa yang harus kupotong lebih dulu? Jika aku membawa lehermu pada Raja, berapa yang akan kudapatkan?”
Mereka ketakutan, bagaimana anda bisa menyebut kami penghianat? Kapan kami..anda salah paham.
Yang Myung mengancam akan memotong lidah mereka dulu. Mereka berkata hanya mencemaskan negeri ini saja, lalu mereka buru-buru pergi. Kecuali satu bangsawan yang ditahan Yang Myung. tanya siapa yang ada di belakang mereka dan minta orang itu datang langsung menemuinya kalau ada yang ingin ia katakan.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8kbXpCJ66V_PSTlCpkJN12kySX4id6jwGSNmWLBrnuPbS98rbV4waHb0lRAbVNF2FpB-7bc0CxFoiybiJypR4Ko4x6tu77xDD5HIMYvHqXqROS_UoSxLqW984iKah8Pg8FTP-E_6BYjKO/s1600/tm18_5_3.JPG
Pria itu akhirnya dilepaskan dan menghadap Yoon. Ia berkata percuma saja membujuk Yang Myung-gun. Saya pikir dia tertarik dengan usul kami saat mengundang kami masuk ke dalam rumahnya, tapi saya hampir kehilangan kepala. Yoon berkata akan membosankan jika Yang Myung menyerah dengan mudah. Mentri lain tidak mengerti kenapa harus Yang Myung, orang itu kan setia pada Raja. Tapi Yoon bilang, Yang Myung berani mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan seorang gadis, tapi gadis itu diambil Raja. Jadi selalu ada motif yg membuatnya melawan Raja. Lagipula Yang Myung adl calon paling pas.
Paginya Ratu melihat ibunya dengan seorang gadis remaja, ada Yoon juga. Ibu membawanya u/jadi teman Ratu agar ngga stress terus. Yoon tanya siapa nama gadis itu dan tanya mau ngga tinggal di sini? Ratu ingat ayahnya pernah tanya hal yg sama sebelum ia ikut pemilihan putri mahkota. Ibunya menyapa, tapi ayah cuek dan pergi.
Ratu berkata kalau ayahnya mungkin akan membuangnya.
Ny. Yoon tidak percaya, bagaimana mungkin ayahnya akan membuang Ratu.
Ratu : Jika itu Ayah, ia sanggup melakukannya, jika ia tidak membutuhkan aku, meskipun aku putrinya sendiri, dia bisa membuangku tanpa ragu.
Ny. Yoon : Lalu siapa yang akan menggantikan posisi anda sebagai Ratu?
Ratu melihat ke arah Su Yeong (anak itu). Ny. Yoon tampak terkejut, ia memanggil Jo Sanggung untuk mengajak Su Yeong keluar untuk minum teh.
Setelah hanya berdua saja, Ny. Yoon berkata meskipun mungkin Ratu benar, tapi anak itu dibawa masuk ke istana sebagai anak angkat, dia hanya bisa menjadi selir. Lagipula, Yang Mulia tidak akan tertarik pada gadis muda.
Ratu : Jika orang yang duduk di takhta berubah, situasinya akan menjadi lain.
Ny. Yoon terkejut, Orang yang duduk di takhta bagaimana bisa berubah?
Ratu : Jika itu ayah, semuanya mungkin.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgT6IyrCdAm-7pitLOANptwKFVQ4oZgSZg2ViM9J2gYrcpsaCsOBbMcgDxcMz036RLB1Me5DMTPV3ZS2Q8_eYUbq1Q8YxvErHjF8in6nTyGMTMLcUVnl8GROAjoCcxzbuJLvBd3bVevDhBP/s1600/tm18_5_7.JPG
Yoon datang kerumah Yang Myung. Singkat cerita, Yoon ingin Yang Myung mengambil alih kerajaan.
Yoon : Apa anda ingin selamanya tinggal di bawah bayangan Yang Mulia sepanjang hidup?
Yang Myung berkata meskipun ia punya motivasi dan kualifikasi, diperlukan pembenaran untuk mengadakan pemberontakan.
Yoon berkata kalau masalah pembenaran itu mudah. Misalnya, menghindari tanggung jawab memberikan keturunan untuk negeri ini, Raja sudah membuat negara goyah dan membuatnya menjadi Raja tidak bertanggung jawab. Dua, di negeri yang menganut paham Confusianism, dia menginginkan seorang peramal dan menyembunyikannya di dalam kamarnya. Raja yang tidak jelas. Tidak mendengarkan nasihat para senior, Raja yang tidak berguna. Ini seharusnya cukup.
Yang Myung tampak marah, peramal itu bukan peramal biasa. Dia adalah Putri Mahkota yang meninggal 8 th lalu dan hidup kembali. Beraninya kau menghinanya seperti itu. (pancingan Yoon kena)
Yoon : Jadi, anda sudah tahu, tapi tetap saja menginginkan wanita milik Raja. Anda pasti tahu kalau ini terlalu serakah.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAsr7yv-WvhJAhf5-VbALMDcOvVFDk1ZUYpcY4og9MD3Blx6BpSsqFmh2jk80Of5HgyG1ammUcwsA4UOPmIWJm5LmU5qJGDe8KgdTm6KsVc9kY5xxRhMxLtxdcfCSpJl-u5Cr5AV46rpMv/s1600/tm18_6_3.JPG
Raja bertemu Hong dan berterimakasih atas semua investigasi rahasia itu. Raja memberi tugas terakhir. Ia memberi kertas dan isinya harus dihapal, lalu kertas itu harus dihancurkan. Hong mengerti dan pergi.
Raja bicara pada Yeon woo di balik tirai, “karena aku sudah siap menuduh mereka, maka mereka pasti akan mencoba menyerang balik. Mereka pasti akan menyebarkan rumor untuk menjelekkan namaku.”
Yeon Woo : Saya takut, kehadiran saya telah menyulitkan Yang Mulia.
Raja : Apa kau berpkir aku akan membiarkan mereka menyerangku. Tunggu dan lihat saja. Akan ada cerita yang menarik yang akan menyebar diantara rakyat.
Raja mengajak Yeon Woo jalan-jalan ke paviliun Bulan Tersembunyi. Raja sudah menyiapkan hadiah dan Yeon Woo harus nyari. Yeon Woo mencari2. “Apa bendanya kecil” “Tidak” Yeon Woo pikir, Raja memberikan paviliun, “Terlalu besar. Didunia hanya ada satu, semua wanita menginginkannya. Satu2nya.” Yeon Woo curiga, apa mungkin…
Raja : Benar, itu aku.
Yeon Woo tertawa
Raja : Kenapa kau tertawa seperti itu? Jangan bilang kalau kau berpikir ini lucu.
Yeon Woo : Bagaimana saya berani tidak menghormati Yang Mulia? Ini karena saya bahagia.
Raja memeluk Yeon Woo, “kau sudah memberikan hatimu padaku. Aku akan memberikan kepadamu segalanya yang kumiliki.”
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6BBA4_hLaRvaQS8gNDsqnl0gKOw4WoRCW7d2UawihEdwGXVlJ51uY1sii40USpXOtYzPJU49oNury2EOLyydARqbRCsZQ828BVjY6gcurzGOVb9UFe2V7zT23LCS-C3RVKxySSocoMMoB/s1600/tm18_6_10.JPG
Yoon tanya apa Yang Myung sudah melepaskan peramal itu. Raja akan membuat peramal itu menjadi selirnya. Lagipula, bukankah mendiang Raja memperlakukan anda dan Raja sekarang dengan cara berbeda. Bukankah dia tidak memperhatikan anda, Yang Myung-gun? Apa mungkin anda sudah dilupakan?
Yang Myung : Perdana Menteri Yoon, kau salah. Apa kau berpikir kalau aku, Yang Myung, karena kecemburuan pada Yang Mulia, akan merebut takhta? Aku tidak punya keinginan menjadi Raja. Aku tidak ingin berkonspirasi melawan Raja..demi kekayaan, terkenal ataupun kekuatan. Aku tidak membutuhkannya.
Yoon merasa kecewa karena Yang Myung tidak sesuai dengan perkiraannya. Diam-diam ia menyentuh pedangnya di bawah meja dan berkata dalam hati, tanpa ambisi ataupun aspirasi, ini sangat mengecewakan. Ini membuatku tidak punya pilihan. Bidak catur yang tidak berguna hanya bisa disingkirkan.
Yang Myung-gun mendekatkan tubuhnya, “Yang kuinginkan...adalah Memimpin Upacara ritual di Kuil Jongmyo (Kuil Khusus yang ada di makam Raja2, Dengan kata lain, untuk bisa jadi pemimpin Upacara ritual di Kuil Kerajaan, Yang Myung harus menjadi Raja. Yang Myung sebenarnya adalah putra tertua Raja dan seharusnya dia yang menjadi pemimpin upacara ritual di Jongmyo. Tapi karena Ratu juga punya anak laki, PM Hwon. Maka Yang Myung kehilangan haknya sebagai penerus takhta. Yang Myung ingin jadi pemimpin upacara ritual demi diakui sebagai putra tertua Raja. Yang Myung hanya membutuhkan pengakuan.)… dan..Heo Yeon woo. Hanya dua hal itu.”
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaVte-BZslnTLuPfP4wzXcMgRsy4nHJjwdUun_atL7VuaFxSFQXv7DL-1PnUWZybkaxT0W1D2mcPiF8_GqxYEbRwiCH_C7QRb1XkU2fuTI6jUe7KWsUBpXZAjLBdIFm2Y7Ty1id4pYRT7f/s1600/tm18_6_12.JPG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar