
Malam semakin larut dan Raja siap tidur, ia tanya, “berbaring
bersama seperti ini rasanya menyenangkan, ya kan?”
Yeon Woo berbaring di samping Raja, “Ye Cheonha”.
Raja : Tapi apa ini tidak keterlaluan Hyung Sun?
Hyung Sun duduk dengan mata tertutup kain diantara Raja dan Yeon
Woo hahaha..ia bertugas memastikan tidak akan terjadi 'insiden' diantara
keduanya.
Raja kesal, apa kau pikir aku akan...sebelum menikah, kau tidak
mempercayaiku?!
Hyung Sun percaya pada Raja, tapi ia tidak percaya pada sesuatu
didalam Raja, hasrat pria muda yang sudah disembunyikan selama bertahun-tahun.
Raja kesal sekali dan menendang-nendang selimutnya, “tapi kalau
seperti ini, bagaimana aku bisa tidur!”
Hyung sun membuka tutup matanya dan ia minta Raja membuat
kesepakatan. “Bagaimanapun...tidak boleh..sama sekali tidak boleh menyerah pada
insting anda. Jangan menyentuh sehelai saja rambut Agassi.”
Raja marah dan teriak, “kau ini benar2 semakin lama semakin
keterlaluan!”
Yeon Woo akhirnya duduk dan memanggil Hyung Sun. Hyung Sun
menoleh, tapi ia menutup matanya karena dilarang melihat langsung wanita milik
Raja. Yeon Woo membujuk, “Yang Mulia dan saya sudah terpisah selama 8 th. Coba
pikirkan hari2 itu saat kami terpisah. Benar2 berharap tidak akan terpisah lagi
dan memikirkan Yang Mulia setiap detik, setiap menit. Saya mohon, paling tidak,
disini di kegelapan malam, ijinkan saya melihat Yang Mulia.”
Hyung sun melunak, Saya akan menganggap ini permintaan dari
seorang anak pada ayahnya, saya menyarankan anda untuk saling memandang satu
sama lain sebanyak yang anda inginkan. Hyung Sun berusaha berdiri, sedikit
terpeleset, lalu membungkuk pada Raja dan jalan keluar.
Raja mendengus, ia ngomel. “Orang itu melayaniku selama hampir
20 th, tapi dia justru lebih mendengarkan permintaanmu.” Raja berbaring dan
berkata ia akan mengikuti kemauan Hyung sun yang menyebalkan itu. Dia bisa
tenang karena aku tidak akan menyentuh selembar rambutmu pun!
Yeon woo tersenyum dan berbaring menatap Raja : Apa anda serius?
(eh, ngegodain)
Raja kesal, tentu saja! Pria sejati tidak akan menarik kembali
kata2nya.
Yeon Woo menyentuh tangan Raja. Raja tertegun. Yeon woo tanya,
apa Raja akan mengusirnya keluar karena berani menyentuh tangannya tanpa ijin?
Raja senyum : Tidak mungkin. Bagaimana aku bisa?
Yeon Woo memberi petunjuk : Yang Mulia, bukan anda yang
menyentuh saya. (Yeon Woo yang menyentuh Raja, jadi ini bukan salah Raja). Keduanya
tidur sambil berpegangan tangan dan bahagia.
Sebaliknya, Ratu Yoon tampak pucat dan tdk bisa tidur. Jo
melapor kalo dayang2 diganti. Ratu merasa ada sesuatu yg disembunyikan (insting
istri yg suaminya serong). Paginya, Minhwa lari2 di istana, Ny. Heo dan Min
sanggung menyuruh tidak boleh lari. Minhwa berhenti dan minta maaf, ia terlalu
senang n ngga sabar membertahu kabar baik. Tapi Minhwa harus hati2. Lalu mereka
papasan dg Hong yg memberi salam hormat dan memperkenalkan diri. Setelah rombongan
pergi, Hong menatap Minhwa tajam. sebelumnya ia sudah lapor ke Raja, kalo
mendiang Raja mengeluarkan perintah u/menghentikan penyelidikan dan sering
sekali mengunjungi kediaman Putri Minhwa. Sebenarnya bukan hal aneh karena
Abamama emang sayang banget ama Minhwa. Info lainnya, ttg mantra, medianya bisa
pake boneka jerami (nyantetnya sama kayak dukun Indonesia ya), bisa juga boneka
diganti dg manusia, maka mantranya
makin manjur. Raja pun ingat kata2 neneknya bahwa ia melakukan ini demi
kebaikan keluarga Raja, juga kata2 Yeon Woo yg bilang kalo pasti ada alasan
masalah ini disembunyikan. Raja pun sadar, jangan2 Minhwa ada hub dg masalah
ini.
Minhwa sedang menghadap ibu suri, mengabarkan kalo ia hamil. Lalu
ia mau pulang duluan u/memberitahu Yeom, tapi sebelumnya harus menghadap Raja
dulu. Dikamar, Raja ingat kata2 Abamama saat ia masih remaja, Abamama minta
maaf
Abamama : Karena ayahmu tidak mampu melindungi gadis itu. Putra
Mahkota, kau sangat pintar dan cerdas. Akan tiba saatnya kau akan mengerti arti
kata2 ini, Kau harus ingat apa yang akan kukatakan.
PM Hwon : Katakan pada saya.
Abamama minta Hwon memaafkan semua orang yang coba ia lindungi.
Tolong lindungi mereka semua. jika Hwon tidak bisa melakukannya, maka orang
pertama yang tidak boleh dimaafkan adalah Abamama.
PM Hwon : Tolong ampuni kebodohan saya, tapi saya tidak mengerti
maksud AbaMama.
Abamama: Putra Mahkota..takhta Raja adalah tempat yang sangat
sepi. Ada orang2 dimana-mana yang akan menjadi musuhmu. Tidak mustahil bagi
siapapun untuk jadi musuhmu. Kadang, kau tidak punya pilihan selain membuat
keputusan yang berlawanan dengan hati nuranimu. Kadang, musuh itu..mungkin adalah keluarga dekatmu. Harapanku
hanyalah kau akan mampu paling tidak mengampuni ...anggota keluargamu itu.
PM Hwon tanya, orang yang harus kumaafkan dan kulindungi, siapa
mereka?
Raja ingat saat ia belajar dengan Guru Yeom dan mendadak Min Hwa
masuk sambil menangis, karena PM Hwon berkata kalau dirinya tidak pintar di
depan Yeom.
Yeon Woo memanggilnya,
Raja : Kau sudah tahu kan..itulah mengapa, kau tidak mengatakan
padaku kalau kau sudah ingat kembali?
Raja berdiri dan keluar kamar. Ia pergi ke ruangan pertemuan.
Raja teringat lagi saat ia masih remaja. Raja melihat PM Hwon berlutut di depan
mendiang Raja.
PM Hwon memohon : Yang Mulia, tolong tarik kembali perintah anda
untuk membuat Heo Yeom sebagai uibin.
PM Hwon tidak ingin Raja menghentikan seseorang dengan bakat
sebesar Yeom tanpa memberikan jabatan resmi apapun. Kalau begitu, Yang Mulia
sebaiknya memberi perintah untuk mengeksekusinya saja.
Abamama : Apa bukannya suatu kehormatan untuk menjadi anggota
Keluarga Raja? Bagaimana kau bisa membandingkan-nya dengan hukuman mati?
PM Hwon : Apa kehilangan nyawa satu-satunya hal yang dianggap
kematian? Saya akan mengikuti perintah anda. Sesuai perintah, saya akan menikah
dengan putri Menteri. Tapi saya mohon, Yang Mulia, tarik kembali perintah anda
menunjuk Sarjana Heo sebagai Uibin.
Abamama jalan keluar, melewati Raja Hwon dewasa. PM Hwon
mengikuti Abamamabersama Hyung Sun. Raja Hwon dewasa mengikuti mereka.
Abamama marah pada PM Hwon, anak tidak berguna. Apa kau tahu
bencana apa yang hampir saja kau perbuat?
PM Hwon hanya ingin melindungi Sarjana Heo Yeom.
Tapi Raja berkata kalau caranya seperti itu, dengan
memperlihatkan perasaan asli PM pada mereka, Heo Yeom dan ayahnya, akan menjadi
target politik. Itu baru dua orang. Lalu, mereka akan mulai mempertanyakan
kemampuanmu menjadi Raja berikutnya. Itu berarti tiga orang. Karena kau, semua
anak buahmu akan bertanggung jawab dan rakyat Joseon juga kelak akan menderita
dibawah pemerintahanmu. Jika kau menjumlahkan mereka semua, cukup untuk
menghancurkan seluruh Joseon. Jika kau membiarkan perasaan pribadimu mempengaruhi keputusanmu, siapa yang bisa kau
lindungi?
PM Hwon marah, lalu, apa Abamama ingin saya diam saja? Jika saya
tidak melakukan apapun, tidak mengubah apapun, tidak melindungi apapun, dan
hanya mengikuti kebiasaan saja, menjadi tanpa kekuatan dan lemah, apa seperti
itu yang Abamana inginkan? Menjadi Raja seperti itu. jangan bilang kalau hanya
itu yang bisa dilakukan.
Abamama : Semakin kau ingin melindungi, semakin kau akan
terluka. Semakin kau ingin mendapatkan hal yang kau inginkan, semakin kau akan
kehilangan. Ini akan menjadi takdirmu saat kau duduk di takhta suatu hari
nanti. Jika kau benar2 ingin melindungi, kau tidak boleh memperlihatkan
kelemahan. Kau harus kehilangan satu untuk mendapatkan satu, ini..adalah
politik.
PM Hwon : Kalau begitu, Chon Na, apa yang sudah anda pilih? Apa
yang anda dapatkan, dan apa yang anda lepaskan?
Abamama hanya berpikir dalam hati, “aku kehilangan anak buah
yang setia, tapi bisa menjamin keselamatannya. Aku kehilangan Yang Myung-gun
tapi bisa melindungimu. Aku kehilangan Putri Mahkota, tapi bisa menyelamatkan
adikmu, Min Hwa. “
PM Hwon : Saya..tidak akan melakukan hal yang sama. Saya hanya
ingin melakukan yang benar. Meskipun saya harus mempertaruhkan semuanya, saya
tetap akan memilih untuk melindunginya. Jika
ada yang salah, saya tidak akan membelanya. Joseon saya akan seperti ini.
PM Hwon membungkuk pada Abamama lalu jalan keluar. Ia membuka
pintu dan berhadapan dengan Raja Hwon dewasa. Keduanya bertatapan. PM Hwon
marah, “apa kau sudah lupa dengan keputusanmu untuk mengubah bagaimana mengurus
urusan negara? Apa ini yang kau sebut politik? Jangan bilang kau sudah
melupakannya? biarkan semua hal dan
semua orang kembali ke posisinya yang semula. Turunkan orang yang tidak
berhak menduduki posisinya dan kembalikan mereka yang seharusnya menduduki
posisi itu. Ini adalah tugas dari Raja. Ini adalah jalan yang seharusnya kau
ikuti. Jangan bilang kau sudah melupakannya?”
Saat Minhwa di depan kamar Raja, Raja baru kembali dg muram. Mereka
duduk berhadapan. Minhwa masih tampak ceria, lalu Raja tanya apa Min Hwa memang
begitu menginginkan Guru Heo.
Min Hwa tidak mengerti, apa maksudnya.
Raja : “itukah sebabnya kau melakukan hal sekejam itu?
Min Hwa mulai bisa
mengerti maksud kakaknya, tapi ia pura2 tidak mengerti.
Raja marah: adik Guru Heo! mengapa kau melakukannya? Mengapa kau
terlibat dalam prosesi membunuh Putri Mahkota dengan mantra? mengapa kau bisa?
Min Hwa menangis, ia membungkuk “saya mohon, demi suami saya dan
keluarganya tolong rahasiakan ini. Saya minta maaf untuk semua kejahatan yang
saya lakukan, tapi..suami saya dan keluarganya..”
Raja minta Min Hwa
mengangkat wajahnya, Raja membentaknya, apa kau tahu bencana seperti apa yang
telah kau perbuat?
Min Hwa semakin keras menangis: dengan mata, suara, dan juga
dengan kata2 yang sama, Abamama mengatakan itu juga pada saya.
Yeon Woo juga menangis mendengarnya. Ia merasa serba salah,
karena Min Hwa sekarang adalah kakak iparnya.
Flashback, Min Hwa remaja, berlutut dan menangis di depan Abamama,
ia mohon agar diselamatkan. Ayahnya murka, apa kau tahu bencana seperti apa
yang sudah kau perbuat!
Min Hwa menangis, saya tidak tahu..saya benar-benar tidak tahu.
Nenek yang menyuruh saya untuk duduk saja di sana, dia berkata kalau saya
melakukan itu, maka saya bisa menikah dengan guru Heo. Saya benar2 tidak tahu
kalau itu akan membunuh Yeon Woo..
Abamama menyingkirkan meja dan memegang kedua lengan Min Hwa,
dengarkan aku baik-baik. Masalah ini, tidak boleh diketahui oleh siapapun.
Sampai kau mati, kau tidak boleh mengatakan sepatah katapun. Kau mengerti?
Min Hwa dewasa menangis
dan berkata, kalau saat itu, dia hanya bisa menjawab tidak tahu. Karena saya benar2
tidak tahu. Setelah itu, melihat suami saya duduk di kamar adiknya, menangis
dengan air mata darah, saya..saya menyadari akibat yang sudah saya perbuat.
Raja juga menangis, ia marah tapi tidak berdaya, kau sudah
melakukan kesalahan besar pada mendiang Abamama kita. Kau melakukan dosa besar
pada mendiang Kepala Sarjana dan padaku serta Yeon woo. Semua kesalahan itu,
bagaimana kau akan membayarnya?
Min Hwa : Meskipun saya kembali ke waktu itu, saya..saya akan tetap memilih suami saya.
Meskipun ada konsekuensinya nanti, meskipun saya harus dibakar dalam api neraka
setelah saya mati, pilihan yang sudah saya ambil, tidak akan saya sesali.
Raja : Aku akan membuangmu. Hanya dengan membuangmu, hanya
dengan cara ini, orang lain yang terlibat akan bisa dihukum. Tapi kau..
Min Hwa : Saya akan dengan senang hati menerima hukuman saya.
Tapi, suami saya dan di dalam rahim saya.. ada anak suami saya. Tolong jangan
buang mereka.
Raja syok, tadi barusan, apa yang kau katakan?
Min Hwa menghapus air matanya, membungkuk dan keluar. Raja hanya
menangis dan teriak stress.
Yeom mondar mandir di depan rumah. Minhwa pulang dan Yeom
menyambutnya dg cemas, apalagi muka Minhwa sangat suram, dipikirnya kena
penyakit parah. Tapi Minhwa bilang kalo ada anak Yeom diperutnya. Yeom senang
sekali, ia janji akan semakin baik pada istrinya, agar nanti bisa menghadap
ayah dg bangga. Minhwa semakin sedih dan nangis. Yeom pun bingung menenangkan
istrinya. Seol mengamati pasangan itu dari luar dg sedih. Ia kembali dan
melihat Jansil main batu. Tiba2 ia dapat penglihatan, kalo anak Yeom adl laki2
seperti ayahnya, akan pintar, bijak, terhormat. Seol duduk dan menangis keras.
Jansil terkejut “Eonni? Omo, apa aku salah bicara lagi?” (dia masih belum bisa
mengendalikan kekuatan ramalnya). Nok Yung membuka pintu “sudah kubilang jangan
kesana lagi.
Seol :Sungguh malang Tuan Mudaku. Wanita yg membunuh adiknya sekarang mengandung anaknya. Nona dan
Tuan muda kami sungguh malang… otteoke???
Nok Yung Cuma bisa menghela napas.
Raja masih duduk diam. Yeon woo memanggilnya, apa ia boleh
masuk? Raja melarang, ia tak sanggup melihat wajah Yeon Woo
“Aku bersumpah untuk menemukan orang-orang yang telah melakukan
ini padamu, dan kemudian menghukum mereka. Tapi.. mereka yang bertanggung jawab
ternyata adalah darah dagingku sendiri.
Mereka yang mengirim mantra, mereka yang membunuhmu, dan mereka yang menutupi
kebenaran tentang kematianmu, semuanya adalah darah dan dagingku. Apa hakku
melihatmu?”
Raja menunduk dan
menangis sedih. Yeon Woo keluar dan duduk di depan Raja. Inilah yg Yeon Woo
takutkan, makanya ia tdk mengatakan kalo ia sudah ingat, karena Raja akan
menyalahkan diri sendiri.
Raja : Lalu apa yang harus kulakukan?
Yeon Woo minta Raja tetap merahasiakannya. Jika kakaknya tahu
kebenarannya, ini akan sangat berat baginya. Raja tidak mengerti, apa Yeon Woo
tidak merasa sakit hati karena harus bersembunyi selama 8 th ini, apa kau tidak
merasa terluka karena harus menderita selama itu?
Yeon Woo berkata tidak ingin membagi semua penderitaan dan
kemarahannya pada kakaknya.
Raja: apa kau cuma tahu memikirkan kakakmu? Apa kau tidak merasa
kasihan padaku? Jika kau bukan Ratu, aku harus memeluk wanita lain. Apa kau
tidak merasa kasihan padaku? Bagaimana dengan dirimu sendiri?
Keduanya menangis putus asa.
Paginya, Raja menemui Nenek Suri dan memintanya pergi ke istana
Onyang (Istana khusus untuk liburan keluarga Raja dan ada pemandian air
panasnya). Neneknya terkejut. Raja berkata meskipun musim semi sudah mulai
mendekat, tapi udara masih terasa dingin dan dibandingkan istana ini, tempat
itu lebih cocok untuk Nenek Suri.
Nenek Suri : Apa benar hanya untuk alasan kesehatan anda ingin
saya pergi ke istana Onyang atau..
Raja tidak basa basi lagi, ia membenarkan. Sudah waktunya bagi Nenek
Suri untuk melepaskan kekuatan politiknya. Dan Raja ingin Nenek Suri istirahat
saja dengan nyaman.
Nenek Suri marah, ini tidak mungkin, Yang Mulia. Tidak ada orang
yang bisa menyingkirkan saya dari posisi ini.
Raja memberikan pilihan, Pergi ke Istana Onyang sesuai nasihat
saya, atau pergi ke ruang interogasi dan menghadapi pengadilan.
Ibu suri tidak percaya, Ruang Pemeriksaan? Pengadilan? Kesalahan
apa yang sudah saya lakukan sehingga anda mengatakan hal seperti ini?
Raja : 8 th lalu..kejahatan karena membunuh Putri Mahkota yang
tidak bersalah menggunakan mantra. Juga, menggunakan cucu anda dalam mantra
untuk melakukan pembunuhan itu.
Nenek Suri : Tolong berikan bukti.
Raja teriak : Jangan menyamakan saya dengan Abamama. Untuk
menentukan siapa yang bersalah dalam masalah ini, saya tidak akan membuat pengecualian hanya karena hubungan keluarga.
Jadi, saya minta Nenek menyingkirkan semuanya dan pergi ke istana Onyang.
Ini..adalah konspirasi yang bisa saya tawarkan sebagai cucu Nenek.
Nenek Suri : Anda tidak tahu kalau ada waktunya anda masih
membutuhkan saya.
Raja : Anda berkata akan ada hukuman untuk orang yang berbuat
kejahatan, itu adalah hal yang wajar. Jadi, kita hanya bisa melakukan sesuai
aturan yang berlaku. Nenek harus mematuhinya sesuai dengan faktanya. Saya
berniat untuk segera meluruskan semua hal yang salah. Lalu..saya akan mengembalikan semua ke tempatnya
yang semula.
Nenek Suri marah, Yang Mulia anda tidak bisa memperlakukan saya
seperti ini.
Raja hanya berkata ia tidak bisa mengantar Neneknya berangkat
besok pagi, jaga kesehatan Nenek.
Raja pergi. Nenek Suri teriak, “Yang Mulia! takhta yang anda
duduki saat ini, jangan bilang anda tidak tahu siapa yang membuatnya mungkin?
Saya! Saya! Nenek anda! demi Yang Mulia..saya membiarkan tangan saya berlumuran
darah demi mengamankan posisi anda! sekarang, anda ingin saya pergi ke istana
Onyang? Bagaimana anda bisa meminta saya melepaskan posisi saya? Ini tidak
mungkin! Andoe! Andoe!!! “Nenek Suri emosi dan pingsan, (mati aje lo!) Bak
Sanggung terkejut dan segera memanggil tabib istana. Raja cuek, bahkan
menolehpun tidak.
Para menteri gelisah karena Nenek Suri sudah dimundurkan dari
politik. Mereka pun akan mempertahankan posisi dg… mengganti kepala alias mengganti raja.
Yang Myung Gun sudah sembuh dan mau pergi. Ibunya ajak jalan2
dulu.
Ibu : Mulai sekarang, kau harus mengikuti hatimu dan pikiranmu
sendiri, Yang Myung-gun. Dan hiduplah
sesuai kata hatimu.
Yang Myung : Apa ibu serius?
Ibu : Karena aku
mempercayaimu, Yang Myung-gun. Karena aku percaya kau akan membuat
keputusan yang benar.
Yang Myung : Percaya. Apa ibu tahu betapa menakutkannya kata
itu?
Ibu : Yang Myung-gun, segalanya akan berlalu. Seperti berlalunya
waktu, musim juga akan berubah. Satu hari, kesedihan juga akan lenyap. Lebih
jauh lagi, pernikahan yang lebih baik, yang ditentukan oleh takdir, sedang
menantimu. Apapun yang akan kau hadapi di masa mendatang, Yang Myung-gun,
pilihan apapun yang kau buat dalam hidupmu, sebagai ibumu, aku sungguh percaya
padamu Yang Myung-gun.
Sampai dirumah, para bangsawan sudah menunggu dg bingkisan dan
sambutan. Yang Myung mendekat dan mengajak mereka masuk. Mereka semua gembira. Mereka
berkata mulai resah karena Raja tdk memiliki keturunan, bahkan tdk melakukan
malam pertama. Mereka mulai menyinggung apa Yang Myung tidak merasa dilangkahi
oleh adiknya. Karena Yang myung adalah putra tertua Raja, bahkan sebenarnya,
untuk menjadi penguasa anda lebih dari mampu.
Yang Myung memancing, jadi apa yang harus kulakukan?
Meninggalkan Raja dan mengikuti kalian?
Yang Myung menarik keluar pedangnya, mereka semua kaget: Pedang
ini indah, ya kan? sayang sekali, pedang berharga ini harus ternoda oleh darah
kotor dari lalat2 menyebalkan.
Lalu Yang Myung mengarahkan pedang ke leher bangsawan itu. “Leher
siapa yang harus kupotong lebih dulu? Jika aku membawa lehermu pada Raja,
berapa yang akan kudapatkan?”
Mereka ketakutan, bagaimana anda bisa menyebut kami penghianat?
Kapan kami..anda salah paham.
Yang Myung mengancam akan memotong lidah mereka dulu. Mereka
berkata hanya mencemaskan negeri ini saja, lalu mereka buru-buru pergi. Kecuali
satu bangsawan yang ditahan Yang Myung. tanya siapa yang ada di belakang mereka
dan minta orang itu datang langsung
menemuinya kalau ada yang ingin ia katakan.
Pria itu akhirnya dilepaskan dan menghadap Yoon. Ia berkata
percuma saja membujuk Yang Myung-gun. Saya pikir dia tertarik dengan usul kami
saat mengundang kami masuk ke dalam rumahnya, tapi saya hampir kehilangan
kepala. Yoon berkata akan membosankan jika Yang Myung menyerah dengan mudah. Mentri
lain tidak mengerti kenapa harus Yang Myung, orang itu kan setia pada Raja.
Tapi Yoon bilang, Yang Myung berani mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan
seorang gadis, tapi gadis itu diambil Raja. Jadi selalu ada motif yg membuatnya
melawan Raja. Lagipula Yang Myung adl calon paling pas.
Paginya Ratu melihat ibunya dengan seorang gadis remaja, ada
Yoon juga. Ibu membawanya u/jadi teman Ratu agar ngga stress terus. Yoon tanya
siapa nama gadis itu dan tanya mau ngga tinggal di sini? Ratu ingat ayahnya
pernah tanya hal yg sama sebelum ia ikut pemilihan putri mahkota. Ibunya
menyapa, tapi ayah cuek dan pergi.
Ratu berkata kalau ayahnya mungkin akan membuangnya.
Ny. Yoon tidak percaya, bagaimana mungkin ayahnya akan membuang
Ratu.
Ratu : Jika itu Ayah, ia sanggup melakukannya, jika ia tidak
membutuhkan aku, meskipun aku putrinya sendiri, dia bisa membuangku tanpa ragu.
Ny. Yoon : Lalu siapa yang akan menggantikan posisi anda sebagai
Ratu?
Ratu melihat ke arah Su Yeong (anak itu). Ny. Yoon tampak
terkejut, ia memanggil Jo Sanggung untuk mengajak Su Yeong keluar untuk minum
teh.
Setelah hanya berdua saja, Ny. Yoon berkata meskipun mungkin
Ratu benar, tapi anak itu dibawa masuk ke istana sebagai anak angkat, dia hanya
bisa menjadi selir. Lagipula, Yang Mulia tidak akan tertarik pada gadis muda.
Ratu : Jika orang yang
duduk di takhta berubah, situasinya akan menjadi lain.
Ny. Yoon terkejut, Orang yang duduk di takhta bagaimana bisa
berubah?
Ratu : Jika itu ayah,
semuanya mungkin.
Yoon datang kerumah Yang Myung. Singkat cerita, Yoon ingin Yang
Myung mengambil alih kerajaan.
Yoon : Apa anda ingin selamanya tinggal di bawah bayangan Yang
Mulia sepanjang hidup?
Yang Myung berkata meskipun ia punya motivasi dan kualifikasi,
diperlukan pembenaran untuk mengadakan pemberontakan.
Yoon berkata kalau masalah pembenaran itu mudah. Misalnya,
menghindari tanggung jawab memberikan keturunan untuk negeri ini, Raja sudah
membuat negara goyah dan membuatnya menjadi Raja tidak bertanggung jawab. Dua,
di negeri yang menganut paham Confusianism, dia menginginkan seorang peramal dan menyembunyikannya di dalam
kamarnya. Raja yang tidak jelas. Tidak mendengarkan nasihat para senior,
Raja yang tidak berguna. Ini seharusnya cukup.
Yang Myung tampak marah, peramal itu bukan peramal biasa. Dia
adalah Putri Mahkota yang meninggal 8 th lalu dan hidup kembali. Beraninya kau
menghinanya seperti itu. (pancingan Yoon kena)
Yoon : Jadi, anda sudah tahu, tapi tetap saja menginginkan
wanita milik Raja. Anda pasti tahu kalau ini terlalu serakah.
Raja bertemu Hong dan berterimakasih atas semua investigasi
rahasia itu. Raja memberi tugas terakhir. Ia memberi kertas dan isinya harus
dihapal, lalu kertas itu harus dihancurkan. Hong mengerti dan pergi.
Raja bicara pada Yeon woo di balik tirai, “karena aku sudah siap
menuduh mereka, maka mereka pasti akan mencoba menyerang balik. Mereka pasti
akan menyebarkan rumor untuk menjelekkan namaku.”
Yeon Woo : Saya takut, kehadiran saya telah menyulitkan Yang
Mulia.
Raja : Apa kau berpkir aku akan membiarkan mereka menyerangku.
Tunggu dan lihat saja. Akan ada cerita yang menarik yang akan menyebar diantara
rakyat.
Raja mengajak Yeon Woo jalan-jalan ke paviliun Bulan
Tersembunyi. Raja sudah menyiapkan hadiah dan Yeon Woo harus nyari. Yeon Woo
mencari2. “Apa bendanya kecil” “Tidak” Yeon Woo pikir, Raja memberikan
paviliun, “Terlalu besar. Didunia hanya ada satu, semua wanita menginginkannya.
Satu2nya.” Yeon Woo curiga, apa mungkin…
Raja : Benar, itu aku.
Yeon Woo tertawa
Raja : Kenapa kau tertawa seperti itu? Jangan bilang kalau kau
berpikir ini lucu.
Yeon Woo : Bagaimana saya berani tidak menghormati Yang Mulia?
Ini karena saya bahagia.
Raja memeluk Yeon Woo, “kau sudah memberikan hatimu padaku. Aku
akan memberikan kepadamu segalanya yang kumiliki.”
Yoon tanya apa Yang Myung sudah melepaskan peramal itu. Raja
akan membuat peramal itu menjadi selirnya. Lagipula, bukankah mendiang Raja
memperlakukan anda dan Raja sekarang dengan cara berbeda. Bukankah dia tidak
memperhatikan anda, Yang Myung-gun? Apa mungkin anda sudah dilupakan?
Yang Myung : Perdana Menteri Yoon, kau salah. Apa kau berpikir
kalau aku, Yang Myung, karena kecemburuan pada Yang Mulia, akan merebut takhta?
Aku tidak punya keinginan menjadi Raja. Aku tidak ingin berkonspirasi melawan
Raja..demi kekayaan, terkenal ataupun kekuatan. Aku tidak membutuhkannya.
Yoon merasa kecewa karena Yang Myung tidak sesuai dengan
perkiraannya. Diam-diam ia menyentuh pedangnya di bawah meja dan berkata dalam
hati, tanpa ambisi ataupun aspirasi, ini sangat mengecewakan. Ini membuatku
tidak punya pilihan. Bidak catur yang tidak berguna hanya bisa disingkirkan.
Yang Myung-gun mendekatkan tubuhnya, “Yang kuinginkan...adalah Memimpin Upacara ritual di Kuil Jongmyo (Kuil Khusus yang ada di makam Raja2, Dengan
kata lain, untuk bisa jadi pemimpin Upacara ritual di Kuil Kerajaan, Yang Myung
harus menjadi Raja. Yang Myung sebenarnya adalah putra tertua Raja dan
seharusnya dia yang menjadi pemimpin upacara ritual di Jongmyo. Tapi karena
Ratu juga punya anak laki, PM Hwon. Maka Yang Myung kehilangan haknya sebagai
penerus takhta. Yang Myung ingin jadi pemimpin upacara ritual demi diakui
sebagai putra tertua Raja. Yang Myung hanya membutuhkan pengakuan.)… dan..Heo Yeon woo. Hanya dua hal itu.”
Kadorama-recaps.blogspot.com http://kadorama-recaps.blogspot.com/2012/03/moon-that-embraces-sun-18.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar