
Malam ini adalah malam pertama Raja dan Ratu. Pendeta Hye Gak
berdoa di satu tempat. Nok Young dan anak buahnya juga berdoa di Seongsucheong.
Tiba2 Nok Young terkejut. Jansil tercekik, ia jatuh. Sementara Raja Hwon
membanting Ratu ke atas kasur, ugh sakit banget soalnya kasurnya tipis dan
diatas lantai pula, sampai Ratu nangis. Tiba2 Raja merasa sesak dan pingsan
tapi Ratu mengira Raja pura2 sakit lagi, Tapi tak lama kemudian Ratu baru
menyadari kalau Raja benar2 pingsan. Ia berteriak memanggil Dayang Jo
u/memanggil tabib.
Sementara itu, Wol dan Yang Myung-gun masih bicara di halaman.
Wol berterima kasih karena Yang Myung-gun memperlakukan peramal rendahan
seperti dirinya seperti orang yang normal. Dan bahkan memberikan perasaannya
pada Wol. Wol berterima kasih, karena Yang Myung-gun bahkan bersedia
mengajaknya lari dari semua kekacauan ini. Yang Myung berkata ia tidak
mengatakan semua ini hanya untuk mendapatkan terima kasih. Tapi Wol berkata
cuma itu yang bisa ia berikan. Karena sebagai peramal, Wol tidak boleh memiliki
perasaan apapun.
Yang Myung : Jadi maksudmu, tidak ada seorangpun yang bisa
menyentuh hatimu?
Wol belum menjawab saat Jansil lari memanggilnya,“Yang Mulia
baru saja pingsan! Eonni! kau dipanggil ke kediaman Raja!” Wol terkejut dan
langsung lari bersama Jansil, bahkan tanpa menoleh ke arah Yang Myung.
Yang
Myung terluka, “bukankah kau berkata kau adalah alat tuhan dan tidak seharusnya
mencintai siapapun dan tidak bisa mencintai siapapun. Jika begitu, seharusnya kau
tidak memperlihatkan perasaanmu.”
Raja pingsan. Tabib istana dan perawat sibuk merawatnya. Tiga
Profesor kantor Astrologi juga hadir, mereka tampak ketakutan. Wol dibawa
masuk. Menteri Na langsung membentak Wol, “kau diperintah untuk tetap ada di
kediaman Raja selama proses malam pertama untuk berjaga-jaga, tapi kemana kau
pergi dan baru muncul sekarang?” Wol langsung berlutut di samping Raja.
Wajahnya tampak cemas. Wol menangis. Tiba-tiba terjadi perubahan pada Raja.
Raut wajahnya tampak tenang dan pernafasannya menjadi ringan lagi. Kondisi Raja
jadi stabil lagi. Tabib istana terkejut, ia menoleh ke arah tiga Profesor dan
mereka juga kebingungan. Wol duduk di samping Raja sampai bel berbunyi. Wol
ingin pergi, tapi Raja menahan tangannya. Lalu membuka mata. Raja sudah sadar.
Raja tanya apa Wol mencemaskannya dan apa yang dicemaskan Wol. Wol mencemaskan
semuanya.
Raja : tetaplah disisiku sampai pagi, aku bisa tidur nyenyak
kalau kau disisiku.
Kepala Naegeumbu marah, ia menyuruh Tabib istana dan 3 Prof itu
untuk mengaku, ini sebenarnya kesalahan siapa. Kenapa tanggal malam pertama
diajukan. Apa sebabnya? Para profesor berkata tidak masalah dengan tanggalnya.
Mereka menyalahkan Tabib istana. Tabib istana juga merasa tidak bersalah. Tabib
istana berani bersumpah, sebelum malam pertama, kondisi kesehatan Raja
baik-baik saja.
Kepala Naegeumbu : Tanggalnya tidak salah dan tubuh Yang Mulia
juga tidak apa-apa. Lalu mengapa Yang Mulia tiba2 pingsan?
Salah satu Prof berkata ia merasakan aura aneh semalam, di
sekitar jam 7-9 malam. Seperti ada kekuatan yang memasuki istana. Mereka
mengira ada yang sengaja menyerang Raja.
Nenek Suri ingin menemui Raja, ia bertemu Ibu Suri Han. Ibu Suri
Han berkata ia mendengar ada yang mencelakai Raja dan ia menjenguknya. Raja
sekarang istirahat. Ibu Suri Han minta Nenek Suri tidak menemui Raja dulu. Nenek
Suri mengerti dan akan menemui Ratu, dia juga pasti sangat terkejut. Nenek dan
Ibu Raja menemui Ratu Yoon, mereka tampak prihatin. Ratu Yoon minta maaf, ia
malu bertemu mereka. Kedua Ibu Suri merasa ini bukan salah Ratu.
Ratu Yoon : Ini salah saya, saya seharusnya melaporkannya lebih
awal. Ratu mengaku sehari sebelum malam pertamanya, ia mendapat mimpi aneh.
Seorang gadis berjubah putih mengatakan pada Ratu, mulai saat ini adalah
tugasnya berada di sisi tempat tidur Raja dan selama hidup, Ratu tidak akan
bisa bahkan hanya untuk berpikir mendapatkan keturunan.
Nenek Suri syok. Ratu Yoon sepertinya
ingin menyingkirkan peramal itu dan menggunakan 'hal2 mistis' untuk membuat Nenek
Suri percaya.
Ratu : Sejujurnya, bukankah ada jimat hidup yang menggunakan
kekuatan spiritual untuk memonopoli perhatian Yang Mulia? Mungkin ini karena
rumor..
Ibu suri Han minta Ratu tidak memikirkan hal ini. Bukankah Raja
tidak tahu keberadaan-nya.
Ratu : Maafkan saya, tapi Yang Mulia tahu tentang wanita yang
masuk dan keluar kamarnya.
Ratu melirik ke arah Nenek dan Ibu mertuanya, ingin melihat
ekspresi mereka.
Menteri Yoon juga berkumpul bersama sekutunya.
Menteri Yoon : Apa kebenarannya begitu penting? Memanfaatkan
yang sudah terjadi, itu intinya. Jimat hidup itu seharusnya masuk saat Raja
tidur, menyerap energi jahatnya dan keluar tanpa sepengetahuan Raja. Tapi Raja
saat tahu hal ini justru tetap ingin mempertahankan peramal itu memasuki
kamarnya.
Para menteri mulai berpikir, jika para pelajar tahu ini..mana
mungkin mereka membiarkannya saja?
Yoon : Tidak ada ruginya bagi kita. Jika Raja mengakuinya, maka
kita tidak perlu lagi melihat emosinya dan konsentrasi saja dengan urusan kita
sendiri. Bahkan jika dia tidak mengakuinya, semua akan tahu tentang peramal
yang memasuki kamarnya dan Raja harus membawa stigma itu sepanjang hidupnya.
Menteri Keuangan : kita harus mencari cara menjatuhkan
reputasi Raja. Setelah itu apa dia tidak akan jatuh? Bukankah ini politik itu?
Menteri Han menyimpulkan. Pertama, Raja jatuh cinta dengan peramal yang masuk
ke kamarnya. Kedua, Peramal itu yang telah menguasai Raja melepaskan kekuatan
jahat untuk menghalangi malam pertama Raja. Bagaimana?
Menteri Yoon tersenyum, "kita harus mengatakan
pada peramal itu jawaban apa yang seharusnya ia katakan saat pengakuan."
Wol mendengar gosip rekan2nya tentang malam pertama Raja dan
Ratu yang gagal lagi. Bukankah ini aneh? Ini karena Raja tidak bisa melupakan
cinta pertamanya. Raja sudah tinggal di 'taman bunga' selama 8 th, apa mungkin
ia masih setia pada cinta pertamanya? Peramal 1 berkata kalau ada rumor tentang
hantu Putri Mahkota yang mengganggu malam pertama. Peramal 2 merasa itu tidak
mungkin. Peramal 1 berkata kalau di tengah malam, terdengar suara isak tangis
di Paviliun Bulan tersembunyi tempat tinggal Putri Mahkota dulu. Sepertinya Putri
Mahkota mengalami ketidakadilan. Dalam waktu singkat, Putri Mahkota yang sehat
tiba-tiba meninggal dunia. Rumor mulai berkembang, kalau dia mungkin diracun
dan dibunuh.
Petugas Uigeumbu Hong Kyu Tae menemui tabib yang memeriksa Yeon
Woo. Ia tanya kondisi Yeon Woo saat itu dan tabib merasa heran, karena sama
sekali tidak ada tanda-tanda pembunuhan. Bahkan tidak ada jejak racun, itu sama
sekali bukan racun.
Hong : Apa ada gejala tertentu?
Tabib : Tidak, nadinya normal dan organ dalamnya sehat. Aku
sudah jadi tabib selama 30 th, tapi baru pertama kali ini aku melihat hal
semacam ini. Itu sebabnya aku mengingatnya dengan jelas. Kau apa benar
keluarganya?
Hong membenarkan. Tabib komen, ini aneh. Soalnya semua keluarga
Heo berwajah tampan. Gubrak! (hahaha)
Hong cuek, ia
tetap tanya apa ada yang meninggalkan kesan tertentu. Tabib itu berkata kalau
keluarganya sangat terpukul. “Ny. Heo memintaku datang dan berkeras mengatakan
kalau putrinya belum meninggal. Padahal jelas2 dia sudah meninggal. Ny. Heo bahkan
menangis memintaku memeriksa nadinya. Dan Kepala Sarjana juga, entah berapa
lama dia memeluk jenazah putrinya. Jenazah Nn Heo, yang sudah meninggal
beberapa lama, tetap hangat seperti masih hidup.” 
Hong Kyu Tae merenungkan
penjelasan tabib itu sambil jalan pergi. Ia tidak sadar sudah berpapasan dengan
Ny. Heo dan P. Min Hwa. Min Hwa ingin membeli tonik untuknya. Ia juga ingin
membelikan tonik untuk ibu mertuanya. Min Hwa dan Ny. Heo menemui tabib. Ny. Heo
mengamati tiang di pintu toko obat. Min Hwa berbisik dan menanyakan obat kuat
untuk pria pada tabib. Jika punya tolong diantar juga saat mengantar toniknya.
Tabib itu mengerti. Tabib itu melihat Ny. Heo diluar, apa Ny. melihat itu lagi?
Min Hwa keluar dan ikut melihat. Ternyata itu tanda ukuran tinggi tubuh Yeon
Woo. Ny. Heo selalu mengukurnya di tiang itu. Ny. Heo menunjukkan tinggi Yeon
Woo terakhir kali sebelum pemilihan Putri Mahkota. Ny. Heo ingin tahu, kalau
Yeon Woo masih hidup, setinggi apa dirinya sekarang. Min Hwa menunduk, wajahnya
tampak bersalah. Tabib itu jadi ingat Hong Kyu Tae. Ia mengatakan ada pria yang
datang dan bertanya tentang Agassi. Ny. Heo terkejut, siapa dia?
Tabib : Katanya dia adalah saudara jauh.
Ny. Heo tampak bingung.
Wol duduk di kamarnya dan menggabungkan semua info. Paviliun
Bulan Tersembunyi. Putri Mahkota..Putri Mahkota..Heo agassi.. Yeon Woo..Heo
Yeon Woo. Wol tiba-tiba mendengar suara PM Hwon, ayah ibu dan Yeom
memanggilnya, “Yeon Woo-ya!” berulang-ulang. Terdengar panggilan dari luar, “Peramal
Wol, keluar dan terima hukuman!” Wol keluar. Hong Kyu tae komen, “jadi kau yang
bernama Wol.” Wol mengiyakan dan tanya siapa Hong.
Hong : Aku? Aku pejabat dari Uigeumbu Hong Kyu Tae. Cepat
tangkap dia!
Prajurit menangkap Wol. Wol bingung, Seol dan Jansil jalan
pulang, mereka terkejut melihat Wol ditangkap petugas. Seol segera menghalangi
mereka, “Agassi. Apa yang kalian lakukan? Kenapa kau menangkap nona kami?”
Petugas membentak Seol dan berkata kalau Wol sudah terlibat kejahatan berat.
Seol bingung. Petugas itu membentaknya dan menyeret Wol pergi. Seol minta
Jansil melaporkan ini pada Nok Young. Ia akan mengikuti mereka. Jansil bingung karena Nok Yung sedang pergi.

Nok Young menemui Hye
Gak. Ia marah karena Hye Gak mencampuri urusan malam pertama Raja. “Apa kau
ingin menyebabkan pertumpahan darah?” Hye Gak ingin mencegah Ratu mengandung
keturunan Raja. Takdir itu bisa dipatahkan. Nok Young merasa mereka tidak bisa
mencegahnya. Hye Gak ingin kembali ke awal lagi, jika kesempatan ini gagal
mereka tidak bisa kembali lagi. Nok Young berkata semua sudah terlambat. Saat
aku menghianati hati nuraniku dan menggunakan sihir hitam, itu sudah terjadi
dan tidak bisa diperbaiki lagi.
Hye Gak : Tapi kau juga menyelamatkannya.
Nok Young : jika bukan karena A Ri,akusudah membunuh
anak itu.
Hye Gak : Aku tahu kalau kau tidak bermaksud melakukan itu. Itu
semua penting demi melindungi Seongsucheong dan juga anak itu.
Nok Young
berkata itu hanya alasan saja. Seongsucheong ada dalam kendali Nenek Suri dan
itu yang membuat mereka tetap bertahan sampai saat ini.
Seongsucheong tidak mematuhi langit dan masyarakat
untuk tunduk di depan keluarga Raja. Sejak saat itu, saat kita menurunkan
posisi dari pemegang otoritas menjadi alat politik, takdir berakhirnya
Seongsucheong sudah ditetapkan. Tapi aku tetap ingin mengubah kehendak langit.
Hye Gak berkata Nok Young masih bisa kembali. Tapi Nok Young
merasa sudah terlambat. Apa kau tidak sadar? Kejatuhan sudah dimulai.
Wol diinterogasi oleh Kepala Naegeumbu. Sementara Hong Kyu Tae
juga melihatnya. Wol ditanya kenapa meninggalkan kamar Raja. Apa alasannya.
Wol : Itu perintah Raja.
Kapten tanya lalu saat tubuh Raja dimasuki roh jahat, kau dimana
dan apa yang kau lakukan? Wol berkata ada di halaman Seongsucheong. Tapi Wol
tidak punya saksi, ia tidak ingin melibatkan P. Yang Myung. Kapten menarik baju
Wol, ingin memukulnya. Hong Kyu Tae menghentikannya. Menteri Yoon masuk, ia
ingin bicara dengan Wol. Yoon minta keduanya keluar. Jansil lapor pada Nok
Young kalau Wol ditangkap. “Mereka berkata kalau Eonni melepaskan kekuatan
jahat pada Yang Mulia.” Nok Young terkejut sekali.
Menteri Yoon berkata kalau
hukuman orang yang sudah melakukan sihir pada Raja adalah dipenggal. Wol tidak
merasa melakukannya. Yoon berkata tidak peduli siapa orangnya, harus ada yang
dijadikan kambing hitam, saat kau ada di lapangan penyiksaan, mereka akan
mendapatkan pengakuan darimu.tapi Yoon memberikan penawaran u/menyelamatkan nyawa Wol.
Wol : Apa yang sebenarnya anda ingin saya lakukan?
Yoon tersenyum, kau akhirnya mengerti. Yoon ingin Wol berkata
kalau Wol memiliki perasaan khusus pada Raja saat ia masuk ke istana Raja. Wol
terkejut, itu tidak benar. Bagaimana saya bisa berani memiliki perasaan pada
Yang Mulia?
Yoon : Itu bukan jawaban yang benar. Untuk memonopoli perhatian
Yang Mulia, kau meninggalkan kamar Raja saat malam pertama dan diam-diam
melepaskan kekuatan jahat untuk menghalangi malam pertama.
Wol menolaknya, ia tidak melepaskan kekuatan jahat. Yoon
memberikan Wol dua pilihan, tetap menyangkalinya dan dihukum sampai mati atau
mengakui punya perasaan pada Raja dan hanya diusir dari kota.
Seol mondar mandir di depan kantor Uigeumbu. Nok Young datang
dan menanyakan keadaannya. Nok Young minta Seol pergi dulu, ia akan menunggu.
Seol menolak. Nok Young memaksanya, lalu ia melihat Perdana Menteri Yoon. Nok
Young menarik Seol bersembunyi. Yoon berdiri di depan kantor dan merasa ia
pernah melihat Wol sebelumnya, wajahnya tidak asing tapi dimana. Yoon tidak
ingat. Wol dimasukkan ke tahanan. Nok Young menemuinya, ia menanyakan kondisi
Wol. Dalam hati Nok Young menyesal, “Agassi kenapa anda selalu harus menderita
seperti ini?” Wol justru menanyakan keadaan Raja. Nok Young tidak percaya, “nyawamu
diujung tanduk tapi kau masih memikirkan hal lainnya? Apa kau tidak tahu betapa
seriusnya tuduhan melakukan sihir?”
Wol tahu. Dia benar2 bersalah atau tidak
itu tidak penting bagi mereka. Wol hanyalah peramal rendahan yang cocok
dikorbankan untuk kepentingan politik. Wol juga tidak bisa lari dari sini. Tapi
Yang Mulia sudah menderita karena dirinya. Wol yakin mereka menggunakannya
sebagai alasan untuk menggoncang reputasi Raja. Wol ingin berkorban demi Raja.
Nok Young marah, “hentikan omong kosong ini, jika kau dihukum
secara tidak adil dan tidak benar, apa Yang Mulia bisa tenang?”
Wol sadar, Nok Young
benar. Raja bahkan menganggap dirinya yang adalah peramal rendahan sebagai
salah satu orangnya. Yang Mulia pasti sangat terluka. Karena dia tidak bisa
melindungiku, dia akan menyalahkan dirinya sendiri.
Wol : Lalu..apa yang harus kulakukan? Apa yang seharusnya
kulakukan untuk menyelamatkan Yang Mulia dan juga diriku?
Tabib istana memberikan tonik untuk memulihkan kesehatan Raja.
Dayang istana masuk dan melaporkan sesuatu pada Hyung Sun. Raja ingin tahu ada
apa. Hyung Sun berkata dengan terbata kalau Peramal Wol telah ditangkap dengan
tuduhan melakukan sihir. Mereka akan menyiksanya hari ini. Raja terkejut dan
tampak marah. Yang Myung-gun sibuk memilih baju mana yang akan dibawa untuk
perjalanan kali ini. Ia tidak ingin membawa banyak barang. Yang Myung menyuruh
pelayannya mengambil baju yang dibuat oleh perancang Kim Dong Su dan sepatu
yang disulam oleh Guru Park. Pelayannya ingin tahu ada apa sebenarnya, kenapa Yang
Myung-gun harus pergi lagi. Yang Myung berkata kalau tinggal di rumah
membuatnya resah dan ia merasa cocok menjadi pria yang seperti angin. Jika ia
pergi ke YongNam dan bertemu Uibin maka mungkin akan membutuhkan beberapa hari
lagi. Pelayannya minta Yang Myung segera pulang, karena jika pergi terlalu
lama, banyak orang akan merasa cemas. Yang Myung ketawa, ah aku ini orang yang
disayang banyak orang. Yang Myung-gun minta pelayannya membawa pot dari bambu
untuk membakar daging. Saat ia sendirian, wajah Yang Myung tampak sedih. Yang
Myung keluar dan bertemu Jansil. Ia heran ada apa Jansil kesini.
Jansil : Orabeoni, sesuatu yang serius telah terjadi. Jansil
lapor kalau Wol ..tapi Yang Myung memotongnya, ia harus segera pergi. Jansil
berkata kalau Wol dituduh melakukan sihir dan sekarang ditahan. Jansil memohon
Yang Myung menolong Wol sekali ini saja. Yang Myung jelas terlihat cemas, tapi
ia berkata tidak ada yang bisa ia lakukan. Yang Myung pergi. Jansil putus asa,
apa yang harus kulakukan?
Wol dibawa ke lapangan penyiksaan. Ia diikat di kursi. Wol hanya
menggenggam erat bajunya. Ia tampak ketakutan tapi tidak akan mengikuti kemauan
mereka. Yoon memandang Wol dan tetap merasa pernah melihat Wol disuatu tempat.
Menteri Keuangan mengenali Wol, ah gadis ini.. Ia ingat pernah berselisih paham
dengan Wol di pasar. Yoon tiba2 ingat, ia pernah melihat seorang pria bangsawan
yang mirip Raja menarik seorang gadis lari di pasar. Yoon sadar, mereka pasti
Raja dan Wol. Raja datang. Ia teriak marah, Apa yang kalian lakukan?! Semua
berdiri menghormat dan Yoon tersenyum tipis, ini memang yang ia harapkan. Raja
marah, melakukan penyiksaan tanpa minta ijin Raja, sebenarnya menggunakan hukum
negara yang mana itu? Wol memalingkan mukanya, sesuai hukum, ia tidak boleh
melihat wajah Raja. Yoon minta Raja tidak bicara disini, banyak yang melihat.
Yoon mengajak Raja pindah ke dalam. Raja melihat kaki Wol yang diikat. Raja
tampak geram sekali. Raja memprotes tindakan mereka yang menghukum orang tanpa
sepengetahuannya. Para menteri mengerti, tapi kejahatan sihir yang menghalangi
malam pertama Raja dan Ratu juga tindakan kejahatan besar. Raja tanya buktinya.
Mereka mengaku tidak ada bukti yang memberatkan gadis itu, tapi mereka juga
tidak menemukan bukti kalau gadis itu tidak bersalah. Mereka akan menyiksa Wol
untuk menemukan kebenarannya. Raja ingin memeriksa Wol sendiri, tapi para
menteri menghalanginya. Bagaimana Yang Mulia bisa berhadapan muka dengan wanita
berbahaya? Menteri Yoon minta Raja menahan diri dan mematuhi aturan, agar menjadi
contoh yang baik untuk rakyat. Saya mohon Yang Mulia, jangan menyusahkan diri
anda dengan masalah ini lagi. Jika anda terus seperti ini, maka para pelajar
akan meragukan anda.
Raja marah sekali, ia meneriakkan nama Yoon Dae Hyung
berkali-kali dan jalan pergi. Hyung Sun menahannya, anda mau kemana?
Raja : Ke lokasi penyiksaan.
Hyung Sun mencegahnya, anda tidak boleh melakukan itu. Raja tahu
Wol tidak akan berbohong demi menyelamatkan diri sendiri, jadi kau tahu apa
kesimpulannya.
Hyung Sun menangis, “Yang Mulia anda bukan hanya seorang pria,
tapi anda juga penguasa negeri ini. Apa anda tidak tahu tujuan mereka? Jangan
bilang kalau mereka hanya ingin membunuh peramal rendahan itu, tujuan mereka
adalah membuat anak buah anda yang anda pandang sebagai pilar negeri ini semua
pergi meninggalkan anda. Jika anda harus banyak menderita demi menyelamatkan
satu orang, anda akan kehilangan banyak orang. Anda harus..melepaskan satu
orang itu. Jika anda memasuki lapangan penyiksaan untuk membantunya, anda akan
kehilangan banyak pengikut anda, Dia gadis yang pintar. Percayalah padanya..dia
akan bisa melindungi dirinya sendiri. Kenapa anda tidak mempercayainya dan
menunggu dengan sabar. Ini satu-satunya cara menyelamatkannya dan negri anda.”
Raja menghela nafas, ia tahu Hyung Sun benar. Raja benar2
tertekan.

Wol disiksa, algojo memukul pangkuan Wol berkali-kali sampai
bersimbah darah. Hong Kyu Tae tampak ngeri melihatnya. Tiga Profesor astrologi
juga merasa kasihan pada Wol. Yoon berkata ia memberikan kesempatan untuk
mengaku. Apa alasan Wol melakukan sihir pada Raja.
Wol menantang Yoon, “tidak peduli berapa kali kau tanya, jawaban
saya tetap sama. Saya tidak pernah menggunakan sihir.”
Yoon kesal, aku sudah memberimu kesempatan. Ia memerintah algojo
terus menyiksa Wol sampai mengaku. Nok Young menghadap Nenek Suri, ia mohon nenek
Suri menyelamatkan Wol. Anak itu tidak memiliki kekuatan seperti itu.
Nenek Suri : Bagaimana aku bisa mempercayaimu? Yang Mulia telah
mengetahui keberadaan anak itu tapi kenapa kau belum melaporkan ini padaku?
Nok Young hanya berkata ia takut nenek Suri akan cemas untuk
hal-hal yang tidak perlu.
Nenek Suri : Karena keberadaan putri angkatmu sudah diketahui
kenapa kau tetap membiarkannya ada di samping Raja? Apa kau ingin membuat hati
Raja goyah? Lalu..dengan menggunakan putri angkatmu..kau mendapatkan kekuasaan?
Nok Young : Apa Yang Mulia tidak bisa mempercayai saya?
Nenek Suri sudah melihat tindakan Nok Young jadi bagaimana Nok
Young berharap nenek Suri akan mengerti apa yang direncanakannya.
Nok Young : Jika memang demikian, kenapa 8 th lalu, anda
mempercayai saya dan mengijinkan saya mengucapkan mantra. Bagaimana anda
memutuskan siapa yang akan menerima mantra itu? Mengapa anda mempercayai saya
untuk memberikan perintah seperti itu?
nenek Suri marah, beraninya kau mengancamku!
Nok Young : sudah lama saya setia dan mengabdi pada anda selama
bertahun-tahun, saya juga mengikuti perintah anda yang meminta anak angkatku
sebagai jimat. Jangan bilang anda tidak bersedia menyelamatkan nyawanya! Nyawa
anak angkat saya dalam bahaya, apa lagi yang harus saya takutkan? Saya bisa
saja mengakui kejahatan saya dan mengakhiri hidup saya bersama anak angkat
saya.
nenek Suri : Kurang ajar!
Nok Young : Tapi ..situasi Yang Mulia berbeda. Jika masalah 8 th
lalu..jika Yang Mulia mengetahuinya..
Tiba2 terdengar dayang mengumumkan, Yang Mulia..Baginda Raja
tiba.
nenek Suri dan Nok Young terkejut. Keduanya berdiri menyambut
Raja. Nok Young berlutut menyembah, Gukmu Seongsucheong, Jang Nok Young memberi
hormat pada Yang Mulia. Raja heran, bukankah Gukmu Seongsucheong adalah Ny.
Kwon? Nok Young berkata kalau Ny. Kwon adalah Gukmu sementara. Ia pernah
meninggalkan Seongsucheong untuk beberapa saat lalu kembali. Nok Young minta
maaf pada nenek Suri dan ia keluar dari kamar. nenek Suri tanya kenapa Raja
tiba-tiba menemuinya. Raja membungkuk, bersikap memohon. Nenek Suri terkejut,
kenapa Raja sampai seperti ini. Raja mohon neneknya menghentikan penyiksaan.
Ibu Suri terkejut, apa Raja takut gadis itu terluka, apa Raja punya perasaan
pada peramal rendahan.. Raja berkata ia juga seorang pria. Meskipun untuk
beberapa saat ia merasa bingung pada peramal itu, tapi jelas itu bukan cinta.
Sebagai Raja, bagaimana saya bisa memeluk peramal rendahan? Saya tidak sebodoh
itu. Neneknya tampak puas, tidak jelek. Yang Mulia tidak akan sembarangan saja
memberikan perhatian. Raja membujuk Nenek Suri, ia tidak ingin masalah ini jadi
membesar, ia hanya seorang pria yang terpesona pada harum bunga untuk beberapa
saat, tapi jika masalahnya menjadi besar hanya karena dia seorang peramal,
sebagai Raja negeri ini bagaimana saya akan menanggungnya? Raja memohon agar
ibu suri menyelamatkan martabat penguasa ini. Nenek Suri pura-pura tidak
berdaya, tapi aku hanya seorang wanita tua tanpa kekuatan, bagimana aku bisa
membantumu?
Raja : Anda salah, Nenek. Saya yang lebih tinggi daripada ribuan
orang, tapi untuk menggerakkan banyak orang siapa yang bisa selain anda?
Nenek Suri tampak puas dengan pengakuan Raja. Raja berkata dalam
hati, “jika harus mengorbankan satu orang demi menyelamatkan banyak orang,
kenapa tidak mengorbankan diriku sendiri? Untuk menyelamatkan satu orang itu.
Wol sudah luka parah. Ia juga sudah lemas sekali.”
Menteri Yoon mendekat dan mengangkat wajah Wol, kau ternyata
lebih tangguh dari yang kukira. Yoon tanya sekali lagi, dimana kau saat itu,
dengan siapa kau dan apa yang kau lakukan. Wol tetap berkata ia sendirian di
Seongsucheong. Menteri Yoon memerintah untuk menyiksa Wol lagi. Yang Myung-gun
muncul. “Aku datang untuk membuktikan kalau dia tidak bersalah!” Yoon terkejut.
Yang Myung : Saat Yang Mulia diserang dengan roh jahat, ia
bersama denganku. Di dalam Seongsucheong.
Wol terkejut.
Menteri Yoon juga, “Apa anda tidak tahu bahaya apa yang akan
mengancam anda?”
Yang Myung ketawa sinis, bahaya apa?
Yoon : Anggota Keluarga Raja bersama seorang peramal..anda
bersama dengannya di Seongsucheong bisa menimbulkan kecurigaan sebuah
pemberontakan. Ini sungguh berbahaya.
Yang Myung: Kenapa kau pura2 tidak mengerti? Seorang pria dan
wanita bertemu dibawah sinar bulan untuk merencanakan pemberontakan, apa itu
tidak menyia-nyiakan masa mudamu?(wkwkw)
Yoon tanya, lalu sebagai anggota keluarga Raja, mengapa anda
berada di Seongsucheong?
Yang Myung : Alasannya sangat jelas. Aku...dan dia..
Wol memotong perkataan Yang Myung, “saya yang sudah
mengundangnya. Dia..adalah orang yang membantu saya saat saya dalam situasi
berbahaya sebelumnya. Penyelamat saya. Hidup sebagai peramal rendahan membuat
saya lelah dan saya ingin melarikan diri. Jadi saya memintanya datang untuk
membantu saya lari. Tapi saya tidak tahu kalau dia adalah anggota keluarga
Raja, kalau tahu saya tidak akan berani memintanya datang. Jadi, dia tidak
melakukan sesuatu yang salah.”
Yang Myung terkejut, ia berseru: “cukup. Sekarang dia terbukti tidak bersalah. Jadi, segera lepaskan dia.
Yang Myung terkejut, ia berseru: “cukup. Sekarang dia terbukti tidak bersalah. Jadi, segera lepaskan dia.
Yoon belum sempat memutuskan. Ada seseorang yang datang dan
berbisik pada Yoon. Yoon tampak terkejut. Yoon menghadap Nenek Suri dan tanya
kenapa Ibu Suri memerintahnya untuk berhenti menyiksa Wol. Ibu Suri berkata
menurut Jang Nok Young, Wol tidak punya kekuatan untuk mengerahkan ilmu sihir.
Lagipula Yang Myung-gun sudah mengorbankan diri sendiri untuk membuktikan kalau
gadis itu tidak bersalah. Jadi kenapa kita tidak ampuni saja dia. Yoon masih
merasa Wol terlibat kejahatan karena menggoda anggota keluarga Raja. Ibu Suri
hanya ingin menyingkirkan wol dari sisi Raja, kita akan bisa menekan kemarahan
Raja. Dan bukan hanya itu, kita juga memiliki kartu as yang akan bisa kita
gunakan di masa mendatang.
Yoon : Kartu as apa yang anda maksud?
Ibu Suri : Kisah cinta antara Pangeran dan peramal. Apa kau
tidak memikirkan alasan saat kita menyingkirkan P. Uiseong? Sekarang, kekuasaan
untuk menentukan nasib P. Yang Myung, yang mengancam keamanan Yang Mulia juga
ada di tangan kita.
Yoon Dae Hyung tersenyum.
Wol duduk sendiri di penjara, ia kehabisan energi karena
penyiksaan. Yang Myung-gun datang menemuinya. Yang Myung tampak menderita
melihat kondisi Wol. Wol tanya kenapa Yang Myung datang lagi kesini lagi? Yang
Myung menawarkan solusi, katakan pada mereka bukan kau yang merayuku, tapi aku
yang merayumu. Meskipun tidak akan membuatmu terbebas dari tuduhan, ini bisa
mengurangi hukumanmu. Aku akan mengurus masalah setelah itu.
Wol tidak bisa menerimanya. Yang Myung terkejut, kalau begitu
kenapa kau tadi berbohong saat disiksa?
Wol : Tidak ada yang salah saat mengatakan itu. Saya akan
mencari jalan keluar saya sendiri, jadi anda tidak perlu menyusahkan diri
karena saya lagi.
Yang Myung : Tidak, aku tidak bisa. Aku masih Pangeran negeri
ini, aku tidak bisa berhutang budi pada peramal. Tadi kau berbohong demi aku,
kali ini aku..
Wol : Apa anda pikir saya berbohong demi anda?
Yang Myung : Memangnya tidak?
Wol : Saya hanya memanfaatkan anda agar saya bisa bertahan, jika
anda berpikir itu demi anda, maka itu hanya khayalan anda.
Yang Myung menahan perasaannya, jangan khawatir. Aku juga tidak
melakukan ini demi dirimu. Karena aku tidak bisa menahan perasaan tidak senang,
itu saja. Aku ingin menyelamatkanmu apapun yang terjadi. Jika kau tidak suka
cara ini, aku akan cari cara lain.
Setelah Yang Myung-gun pergi, Wol menangis. Ia tidak ingin Yang
Myung terlibat kesulitan karena dirinya.
Raja tidak percaya, “Hyungnim masuk ke ruang interogasi demi
dirinya? Jadi..dengan kata lain, Hyungnim juga mengenalinya.”
Raja menoleh ke Kim Chae Woon, ingin jawaban. Woon hanya diam.
Raja tahu dari ekspresinya kalau Woon sudah lama tahu. Hyung sun minta ijin
masuk, ia berkata Yang Myung-gun ingin menghadap Raja. Yang Myung-gun
membungkuk, wajahnya terlihat menahan marah. Yang Myung menanyakan kondisi
kesehatan Raja. Kakak-beradik itu berpandangan.
Wol menangis di penjara, ia berkata dalam hati, “aku minta maaf
karena menyakitimu. Tapi jika aku tidak membuat keputusan ini, baik Yang Mulia
ataupun dirimu akan ada dalam bahaya. Seseorang seperti diriku yang hanya bisa
melakukan ini..kumohon jangan memaafkan aku.”
Raja dan Yang Myung-gun duduk. Raja minum dan tanya kenapa Yang
Myung masuk istana malam2 seperti ini.
Yang Myung : Saya selalu membuang waktu untuk kegiatan yang
tidak perlu.
Raja berkata sudah mendengar tentang Yang Myung yang memberikan
kesaksian di lokasi penyiksaan. Raja tidak percaya Yang Myung bersedia melalui
banyak kesulitan hanya karena peramal rendahan. Itu benar2 bukan gayamu.
Yang Myung : Sepertinya Yang Mulia masih tidak mengerti saya,
saya berbeda dengan anda. Untuk mendapatkan sesuatu yang berharga, saya bisa
melepaskan segalanya. Saya selalu melakukan yang saya inginkan.
Raja : Jadi demi keinginanku mendapatkan segalanya, aku tidak
menyadari nilai dari satu hal. Apa itu yang ingin kau katakan?
Yang Myung : Itu wajar untuk seorang Penguasa negri. Jadi saya
..datang untuk meminta sesuatu yang tidak penting pada Yang Mulia. Tolong
ijinkan saya memilikinya. (Yang Myung menginginkan Wol)
Raja : Tidak.
Yang Myung : Kenapa Tidak?
Raja berkata kalau reputasi Yang Myung juga adalah reputasi
Keluarga Raja.
Yang Myung : Yang saya miliki hanya gelar Pangeran, hal lain
hanya formalitas saja. Bagaimana orang seperti saya bisa memiliki sesuatu
seperti Reputasi sebagai anggota Keluarga Raja? Dengan ijin Yang Mulia, saya
bisa melepaskan itu semua, sebagai ganti dirinya..
Raja membentaknya, Tidak, aku bilang tidak bisa! Saat aku masih
menjadi Putra Mahkota, kau pernah berkata jika itu kau, kau akan menolongnya.
Meskipun kau kehilangan segalanya dan membahayakan nyawamu..kau akan tetap
bertahan. Apa kau pikir Keluarga Raja itu berbeda? Dengan berada disisinya,
bagaimana dia (Wol) bisa selamat? Tolong pikirkan lagi apa yang harus dilakukan
untuk melindunginya.
Yang Myung-gun jalan meninggalkan kamar Raja dengan perasaan
marah, apapun yang kuinginkan, siapapun yang kuinginkan, kau selalu
mendapatkannya dengan mudah, Yang Mulia. Kau bahkan tidak mengijinkan saya
memiliki satu2nya yang saya inginkan.
Raja menghela nafas, ia tanya pada Woon, apa kau pikir aku
terlalu kejam pada Kakak? Apa kau pikir aku telah melukai hatinya?
Woon : Bukankah anda yang sebenarnya terluka, Yang Mulia?
Raja : Woon-ah..aku tidak ingin kehilangan...mereka yang
berharga bagiku. Tapi sekarang, sepertinya Hyungnim tidak aman lagi. Perdana
Menteri pasti akan mencari cara menyerangku. Menggunakan cinta Hyungnim untuk
peramal dan mengubahnya menjadi sesuatu yang mengerikan agar bisa mencabut
nyawa mereka. Itu benar2 membuatku sedih. Pada akhirnya, orang yang paling
menderita adalah dia yang terperangkap di tengah-tengah. Yaitu..Wol.
cukup lama vakum menulis sinopsis. ada rasa bosan n males, lagipula sudah banyak sinopsis yg dibuat o/blog2 lain... hmmm... eotteoke? tapi aku cinta banget ama drama ini... selanjutnya... secara singkat aja kali ya? kalo mau baca lengkapnya, di link yg aku kasih aja...mianhaeyo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar