Kisah perjuangan dua orang yg ingin menyelamatkan orang2 yg
mereka cintai. Chae Yeon Hee, guru TK, single parent setelah suaminya
meninggal. Punya anak perempuan yg sakit jantung bawaan. Ia berusaha mencari
donor sambil berdoa(Kristen nih). Ia menemui makelar donor organ (ajushi City
Hunter), ia ditawari jantungnya orang imigran india yg masih hidup, tapi Yeon
Hee ragu n menolak.
Anaknya pengin datang ke konser girlband. Awalnya dilarang
karna sakit, tapi karena merasa kasian, ia pun mengijinkan dan menemani, tapi
karena namanya konser kan rame, si anak akhirnya pingsan dan semakin parah.
Saat itulah ia melihat seorang pasien ibu2 yg sekarat karna kanker hati, tapi
punya jantung yg bagus n cocok u/anaknya. Si ibu itu punya anak bernama Hee Do,
seorang berandalan yg punya utang banyak pada seorang pemilik rental mobil. ia
punya pacar mantan pelacur yg sekarang buka toko nail-art. Hee Do sering
memeras ibunya, minta uang gitu. Sebelum ibunya pingsan, mereka sempat ketemu.
ibunya ngasih uang u/terakhir kali sebelum pergi ke Amrik sama suami barunya.
Tetapi sebenarnya ibunya bohong, karna ibu ngga ingin Hee Do tau penyakitnya
(ke Amrik mungkin bisa diartikan ke Surga).

Kembali ke Yeon Hee, ia ingin mengambil jantung ibu itu. Ia
sudah bayar ke suami ibu itu. Tapi si suami curang, ia cuman ngasih sedikit ke
Hee Do. Awalnya Hee Do ngga tahu dan mengijinkan saja, toh ibunya udah ngga ada
harapan. Tapi suatu hari ia kerumah ibunya yg rupanya berada di gang kecil dan
rumahnya jelek banget. Dan dari teman ayah tirinya, ia pun tahu kalo selama ini
si suami memperlakukan ibunya dg sangat kasar dan suka memeras. Saat ibunya mau
dibawa Yeon Hee pake ambulance, Hee Do ikut masuk dan tanya berapa Yeon Hee
bayar ayah tirinya? Dibayar jutaan, tapi Hee Do cuman dapat dikit. Hee Do pun
ngga jadi memberikan jantung ibunya. Ia mengusir Yeon Hee dan membajak
ambulance itu ke rumah sakit milik kenalan pacarnya yg pernah punya hubungan
spesial dg seorang hostes dan punya anak dari hostes itu, jadi si dokter
diancam, kalo ngga selamatkan ibu, aibnya terbongkar.

Dari pemeriksaan, diketahui bahwa ibu pernah mendonorkan
ginjal pada seseorang, mungkin bisa donor hati yg cocok. Hee Do pun ke rumah
orang itu, eh rupanya si penerima donor adl ayah tirinya yg ternyata sudah
punya istri, jadi selama ini ibunya cuman jadi simpanan ato istri kedua. Hee Do
pun memaksanya ke RS u/donor (donor hati ngga bikin mati-menurut film ini).
tapi pria itu kabur setelah menendang ‘barang berharga’ Hee Do. Putus asa, ia
pergi ke RS tempat anak Yeon Hee dirawat u/minta hati anak Yeon Hee.
Sementara itu Yeon Hee ke tempat rental mobil dan nanyain
Hee Do, tapi pemilik rental ngga menggubris dan main game. Yeon Hee habis
kesabaran dan membanting game itu. Ia memecahkan gelas, menyakiti tangannya
sendiri u/mengancam pemilik rental. Akhirnya ia diberitau ttg toko nail-art
pacar Hee Do. Teman pacar Hee Do menelpon u/nanya pacar Hee Do di mana? Yeon
Hee pun segera ke RS itu, tapi Hee Do dan pacarnya udah pergi ke RS anaknya.
Yeon Hee juga sudah menghubungi makelar donor u/menculik ibu Hee Do. Yeon Hee
menelpon Hee Do (dokter ibu yg nelponkan) “Aku akan membawa ibumu.” Hee Do
langsung menggendong anak Yeon Hee. Pacarnya bingung apa yg dilakukannya, tapi
ia terpaksa mengikuti. Mereka ditinggal di dalam mobil sementara Hee Do masuk.
Ia langsung disergap makelar donor dan anak buahnya.
“Mana anakku!” jerit Yeon Hee.
“Kenapa kau begitu egois, kenapa hanya anakmu yg harus
hidup? Orang lain (ibuku) juga punya hak hidup!”
“Ibumu sudah sekarat, tdk ada harapan, jangan mengelak
kenyataan itu!”
“Aku akan mengambil hati anakmu u/ibuku”
Hee Do dipukuli, tapi ia berhasil melepaskan diri dan kabur,
membawa lari anak Yeon Hee ke sebuah garasi. Anak Yeon Hee merengek, Hee Do
marah2 “Apa ibumu itu gangster? Lihat, aku dipukuli sampai begini!” pacarnya
memukul kepalanya u/menyuruhnya diam, Hee Do menakuti anak itu.
Yeon Hee curhat ke ibu Hee Do yg masih koma, memohon
u/menyelamatkan anaknya. Anak Yeon Hee mengambil hp pacar Hee Do dan ngirim sms
ke ibunya, pas itu pacar Hee Do nyari2 hp dan miscall, untung pas sempat
disembunyikan anak Yeon Hee jadi ngga dicurigai. Yeon Hee segera mencari
anaknya. Sementara Hee Do menelpon teman2 u/kirimkan beberapa preman u/balas
dendam ke Yeon Hee, tapi ngga ada yg mau. Ia pun kembali ke garasi dan duduk di
mobil. di mobil depan ada pacarnya dan anak Yeon Hee nonton di tv kecil mobil.
“Sejak kapan kau sakit?”
“Molla, sejak lahir mungkin.”
“Ayahmu mana?”
“Di surga…” “aJushi, kau dalam masalah kalo melakukan
penculikan. Lepaskan aku sekarang, aku tdk akan melaporkan.” (pinter nih anak)
Hee Do diam saja. “Lukamu harus diobatin, biar ngga
infeksi,” kata pacarnya.
Anak Yeon Hee membuka kotak p3k dan oleskan obat.
“Wah, hebat sekali, siapa yg ngajarin?” tanya pacar Hee Do.
“Seumur hidup tinggal di RS, aku belajar dari perawat.
Ajushi, apa benar ibuku yg memukulimu? Tapi ia hanya wanita biasa… apa mungkin
karna aku? Harus ada yg mati agar aku dapat bertahan hidup…” kata anak Yeon Hee
berkaca2.
Oowww… tampaknya Hee Do mulai tersentuh. Tapi tanpa mereka
ketahui, boneka beruang milik anak Yeon Hee hidungnya menyala2, kayaknya bisa
merekam.

Besok paginya, anak Yeon Hee menghilang. Hee Do mencari2,
rupanya ia keluar dari garasi yg terbuka kecil. Saat Hee Do mengintip ke luar,
anak itu terkapar. Meraka pun segera membawa ke apotik. “Hei, dia harus dibawa
ke RS” kata apoteker, tapi Hee Do bilang tidak bisa. Sementara itu Yeon Hee
menyuruh ayah tiri Hee Do ketemuan. Pria itu masuk ke mobil dan langsung
disetrum dan diikat. Yeon Hee memfotonya dan kirimke Hee Do u/ancaman. Yeon Hee
menyuruh Hee Do mengembalikan anaknya, tapi Hee Do menyuruhnya u/datang
ketempatnya.
“Apa kau mau menunggu sampai anakmu mati?” kata Hee Do.
Yeon Hee datang ke garasi, ia menelp makelar u/membantu. Hee
Do dan pacarnya menggendong anak Yeon Hee ke garasi, dimasukin ke mobil. tapi
Pacar Hee Do melihat suami ibu keluar dari mobil dan semaput di jalan. Pacarnya
memanggil2 Hee Do. Ia merasa aneh dan pas masuk, Yeon Hee sudah mengetok2 kaca
mobil Hee Do, melihat anaknya yg sekarat. Ia memohon u/bw anaknya ke RS. Hee Do
tanya mana ibunya? Yeon Hee bilang masih di RS. Hee Do telp, ternyata udah
dibawa pergi. Pas itu mobil van datang. pas Hee Do berbalik, yeon Hee langsung
memukulnya dg sesuatu yg keras dan gede, seperti bemper mobil sampe berdarah2.
Kalo ngga dihentikan, Hee Do mungkin bisa mati. Mereka segera membawa anak Yeon
Hee dan ibu Hee Do ke RS.

Di RS, pas bawa anaknya ke ruang oprasi, anaknya sempat
bilang “Ibu… kenapa ibu jahat? Kenapa memukul ajushi? Dia bisa mati.. aku takut
pada ibu…” Yeon Hee pun syok. Ia duduk diruang tunggu sambil dengarkan rekaman
di boneka, “Ajushi bisa berbaikan dg ibu? Dia wanita malaikat berhati besar.Temanku
juga sakit sepertiku dan ia sudah kesurga. Mungkin sebentar lagi aku juga akan
ke surga. Kasihan ibuku, Jangan membencinya..” (suara anak Yeon Hee)
“Aku tidak membencinya. Aku hanya benci pada diriku sendiri
karna selama ini tdk pernah membahagiakan ibuku” (suara Hee Do)
Hee Do dtg ke RS dg berdarah2 dan membawa besi panjang. Ia
menghampiri Yeon Hee yg menangis. “Aku hanya ingin menyelamatkan anakku. Tapi
jika anakku mati, aku juga akan menyusulnya. Silakan ambil ibumu.”
Hee Do membuang besi itu dan menghampiri ibunya. Ia mengelap
darah2 diwajahnya. “Ibu… bangunlah! Katamu mau pergi ke Amrik, pergilah!” tiba2
tangan ibu bergerak dan membalik. Ada luka kecil disana, Hee Do memplesternya
dan tak lama kemudian ibunya meninggal. Hee Do menangis2, Yeon Hee juga.
dokter2 menangani, Hee Do menghampiri Yeon Hee dan melihat anaknya “Lakukan saja operasinya. Tidak usah
pedulikan aku, karna inilah yg diinginkan ibuku.”
Beberapa waktu kemudian, anak Yeon Hee sudah sembuh dan bisa
sekolah. Suatu malam, mereka jalan dg mobil, sepertinya mau pulang. Anaknya
bilang rindu perawat RS, yeon Hee menegurnya. Anaknya bilang merasa mobilnya
bersuara aneh, harus dicek. Yeon Hee tersenyum. Ia membawa mobilnya ke sebuah
bengkel yg ternyata milik Hee Do. Anak Yeon Hee langsung masuk menemui pacar
Hee Do yg sudah hamil (mereka udah nikah paling). Mungkin bengkel itu dibiayai
o/Yeon Hee sbg ucapan terima kasih. Hee Do mengajak mereka makan malam bersama.
Yeon Hee masuk dan melihat foto ibu Hee Do, dan berterima kasih.

End
picture from google

Tidak ada komentar:
Posting Komentar