Yang Myung dan Raja saling mengarahkan pedang dan menatap
tajam. Flashbackm Yoon ingin Yang Myung yg memenggal kepala Raja agar
meningkatkan semangat pasukan. “tanah Joseon ini didirikan di atas tanah yang
tercurah diantara para kakak-beradik (contohnya Princess Man^^). Kembali ke
medan pertempuran, Yoon teriak “Langit menginginkan kematian Raja ini agar
digantikan o/orang yg lebih pantas. Saat ini kami mematuhi perintah langit dan
menumbangkan raja yg tidak kompeten ini!” Yoon menyuruh Yang Myung u/segera
membunuh Raja.
Flashback lagi, waktu Raja dan Yang Myung beradu pedang, “Kenapa
ragu? Cepat potong leherku! Kau kehilangan kesempatanmu hari ini Hyung nim,
jadi jangan mencoba cari kesempatan lagi.” Yang Myung berbalik marah “Aku masih
punya kesempatan. Anda tidak akan tau apa yg akan kulakukan kalo waktuku tiba.
Katakan, apa yg anda rencanakan?”
Kembali, Raja dan Yang Myung menatap tajam, tiba2 Yang Myung
teriak membebaska diri dari perangkap pedang dan membunuh anak buah Yoon. Woon
juga langsung bergerak membunuh orang2 dan memberi jalan pada Yang Myung dan
Raja lari ke balkon istana. Yoon kaget, ini diluar ‘skenario’. Lalu gerbang
terbuka, pasukan Naegeumbu (Hong) datang mengepung Yoon dkk, lalu menutup
gerbang. Tidak ada yg bisa melarikan diri lagi. Posisi terbalik, kini Yoon dkk
yg terkepung dan harus dibunuh. Rupanya ini semua adl rencana Raja dan Yang
Myung.
Raja : Mereka semua yg berencana membunuh Yeon woo. Mereka menggunakan
kematiannya u/mendapatkan kekuasaan, mereka mengorbankan nyawa yg tdk bersalah.
Raja menduga, jika posisi mereka terancam, maka mereka akan
mencari Yang Myung, jadi Yang Myung pura2 setuju berontak dan mencatatkan nama2
siapa saja yg ikut konspirasi. Hancurkan semua, kalo tidak, Yeon woo akan
selalu dlm bahaya dan negeri Joseon pun akan hancur.
Yang Myung : Bagaimana Anda bisa percaya pada saya dan
mengatakan hal2 berbahaya ini?
Raja : aku bersedia memberikan nyawaku ditanganmu. Tentu saja,
keputusan ada di tanganmu, hyungnim
Jadi, Yang Myung bisa saja tadi langsung membunuh Raja dan
ambil alih tahta, tapi Yang Myung memilih u/tetap setia (I love u, Yang
Myung-gun!!!).
kembali ke masa sekarang, pasukan mengalahkan Yoon dkk dan
semua pemberontak. Di atas balkon juga siap pemanah2. Yang Myung dan Woon juga
turun ke medan perang, membantai para menteri.
Jo Sanggung lari mencari Ratu u/memberitahu ada pemberontakan,
tapi Ratu tdk ada dikamar. Ratu berjalan di halaman istana yg sepi sambil
menyeret selimut dan bicara dlm hati “Cheonha, Abeoji, apa kalian memutuskan
u/bertempur sampai akhir? Meski aku tdk tahu siapa yg akan menang, tapi aku
yakin posisi RAtu pasti diambil dariku. (ia ingat waktu PM Hwon main bola),
sejak pertama kali bertemu Cheonha, saya hanya menginginkan satu hal, yaitu
mendapatkan hati anda. Dan tetap menjadi Ratu sampai akhir. Aku akan mati
sebagai wanita Cheonha.”
Ratu mengikatkan selimut di pohon dan tersenyum…
Semua sudah mati, tinggal Yoon Dae Hyung (kau akan segera
menyusul anakmu, om).Ia memandangi rekan2nya yg sudah tewas dan memandang Raja yg
mengambil busur, membidik Yoon. Panah kena kakinya, tapi Yoon tetap berdiri dan
mengangkat pedang “Cheonhaaaa” Yoon lari kea rah Raja, Yang Myung menyambut dan
menebas pinggang Yoon. Ia terjatuh dan tewas. Yang Myung melihat Raja dan
tersenyum, Raja balas tersenyum, lalu ia melihat prajurit sekarat dibelakang
Yang Myung bangun. “Hyungnim!!!” teriak Raja. Yang Myung menoleh ke orang itu,
tapi tidak menghindar. Ia berkata dlm hati “Cheonha, tolong maafkan saya karena
keegoisan saya. hanya boleh ada 1 matahari di langit. Mulai sekarang, tidak akan
ada lagi kekacauan karena saya.”
Yang Myung menjatuhkan pedangnya dan membiarkan tombak
menusuk perutnya, tembus ke pinggang. Ia roboh. “HYUNGNIIIIIMMMM!!!” Raja lari menuju
Yang Myung.


Nok Yung dan Jansil menatap langit, melihat 2 matahari yg
kemudian bulan menutupi salah satunya. Mereka mengerti. Jansil menangis “Orabeoni…”
Raja berlutut disamping tubuh kakaknya. Woon memangku kepala
sobatnya. Mereka menangis. Yang myung muntah darah, tapi bisa tersenyum dan
berkata pada Woon “Ah, aku benar2 berbaring di lenganmu, rasanya sungguh
menyenangkan.”
Woon: mengapa? Mengapa anda melakukan ini?
Yang Myung: Hari2 ini aku lelah dg gaya hidup bebasku. Membosankan.
Kalaupun ada yg kusesali, aku tidk bisa melihat Yeom. (ia menoleh kea rah Raja)
Cheonha, bagaimana anda bisa meneteskan air mata u/hal sekecil ini? Jangan menangis.
Saya tdk apa2.
Yang Myung mengeluarkan buku catatan, “Ini daftar yg anda
minta”
Raja : Aku tahu… jangan bergerak, tabib istana sedang ke
sini. Bertahanlah!
Yang Myung : saya pernah kesal pada anda. Karena anda
memiliki segalanya. Kemudian saya memiliki pemikiran u/mengambil posisi anda. Tapi
disbanding dg posisi sbg raja… (Yang Myung melihat kea rah Woon) teman2 dan
adik saya jauh lebih berharga…
Raja menangis, Yang Myung mengulurkan tangan, Raja
menggenggamnya “Saya mohon, jadilah raja yg kuat. Lalu bersama anak itu (yeon
woo), lindungi rakyat biasa di negeri ini. Pelayan anda, akan melihat dan
melindungi anda dari tempat lain.”
Yang Myung berkata dlm hati “Abamama, saya putra anda, akan
datang menemuimu. Saya harap dikehidupan mendatang anda tdk akan menjadi raja
saya, tetapi hanya sebagai ayah biasa. Jadi saya bisa menunjukkan padamu
senyuman seorang anak. Penyesalanku satusatunya adl meninggalkan ibu yg
kesepian.”
Yang Myung ingat waktu remaja, Yeon Woo tanya mau kemana?
Yang Myung berkata aku datang karena aku ingin melihatmu sebelum pergi. Yang
Myung mengamati wajah Yeon Woo. Aku sudah melihatmu baik2. Sekarang aku pergi…
Yang Myung mati. Raja teriak “Hyungnim!!! Aku Cuma minta
daftar nama, aku ngga memintamu mati! Buka matamu, ini perintah kerajaan! Bagaimana
kau bisa tdk mematuhi perintah kerajaan!”
Yeon Woo diantar dg tandu sambil baca buku. Tandu berhenti
di suatu tempat, tukang tandu (Hong Kyu Tae) mengetuk jendela, sudah sampai.
Yeon woo masuk ke rumah itu, tiba2 seorang wanita jalan membawa baki berisi
bubur. Yeon woo tertegun, itu ibunya. “Eo… Eomeoni” Ny.Heo awalnya tdk
menyadari ada orang, saat melihat Yeon woo, ia terkejut dan menjatuhkan
bakinya. “Yeon Woo-ya, apa kau… benar2 Yeon woo anakku?” mereka berpelukan dan
menangis. Yeom keluar dan kaget melihat mereka. Yeon Woo memanggil Orabeoni.
Yeom merasa bersalah dan tdk berani melihat wajah adiknya. Ibunya dibawa
kekamar dan berbaring sambil terus memegang tangan putrinya. Yeom keluar kamar.
Ny. Heo tanya, dulu ia melihat orang yg mirip Yeon Woo dilempari batu, apa
benar itu? Kenapa bisa begitu? Yeon Woo menyuruh ibunya tidur aja, lain kali
aja cerita. Tapi ibu ngga mau tidur, ia takut saat membuka mata, Yeon Woo
menghilang lagi.
Yeon Woo : tidak ibu, saya tidak akan pergi tanpa ijin ibu.
Ibu : bagaimana ini bisa terjadi? Selama 8 th Gongju
mengambil alih posisimu disampingku, tapi dialah yg sebenarnya bertanggung
jawab atas kematianmu.aku tdk bisa percaya itu.
Yeon Woo kaget, apa kakak mengatakannya?
Ibu: meskipun ia melakukan kejahatan besar, tapi ia
mengandung darah daging keluarga kita. Bagiamana bisa seperti ini?
Yeon Woo keluar menemui Yeom. “Apa Orabeoni masih tidak mau
melihatku? Jika kau menyalahkan dirimu sendiri maka aku akan menyesal karena
tetap hidup. Apa kau ingin aku seperti itu?
Yeom pun berbalik dan berkata ia telah melakukan kesalahan
besar.Yeon Woo melarangnya menyalahkan diri sendiri. Ia ingin kakaknya bahagia,
toh ia juga masih hidup. Yeom Memeluk adiknya “Trima kasih karena tetap hidup.”
“Terima kasih juga, karena orabeoni tetap hidup.”
Min Hwa memandangi baju bayi buatanya. Ia mendengar ada yg
masuk dan mengira itu Min Sanggung. Ia ngga mau makan. Saat mendongak, ia
tertegun, ternyata Yeon Woo yg masuk bawa bubur. “Ini pertama kalinya kita
ketemu setelah 8 th. Mengapa tidak mau makan? Apa anda ingin meninggal bersama
anak anda?
Minhwa : aku… bukankah kau ingin aku mati?
Yeon Woo: tidak. Aku ingin kau tetap hidup. Meskipun anda
mencoba membunuh saya, tapi saya tetap hidup sekarang. Saya memang cukup
membenci anda dan ingin anda mati, tapi saya bersyukur, karena kebaikan anda,
ibu saya mendapatkan kebahagiaan dan kakak saya bisa mendapatkan anak.
Min Hwa : jangan munafik! Lebih baik kau teriak menginginkan
aku mati, merobek2 bajuku. Paling tdk aku bisa berlutut didepanmu memohon ampun
Yeon Woo: anda butuh pengampunan saya? baik, saya mengampuni
anda. Demi mereka yg sudah menderita karena anda. Cheonha dan kakak saya,
mereka meminta ampun demi anda. Karena anda, mereka menanggung rasa bersalah yg
tdk seharusnya mereka tanggung. Demi mereka, saya akan dengan senang hati mengampuni
anda. Jadi saya mohon teruslah hidup dg baik. serta menjalani hukuman anda
u/menebus semua kejahatan anda. Cheonha dan kakak saya seharusnya tdk perlu
merasa bersalah karena anda. Anda yg harus menanggungnya sendiri.
Minhwa menangis haru dan mulai makan.

Lady Park menangisi kematian Yang Myung (Woon yg bawa
mayatnya ke kuil). Ia belum menerima kematian anaknya, “Yang Myung Gun, tolong
jangan tidur lagi, buka matamu, lihatlah aku. Jangan bercanda seperti ini.” Ia
terus memanggil2 anaknya, Woon tak tahan dan keluar. Ia melihat langit malam,
kebiasaan Yang Myung. Roh Yang Myung tiba2 muncul “Coba lihat dia, hari ini
bahkan ahli pedang tanpa tanding woon juga terlihat lesu. Apa mungkin kau sudah
merindukanku?”
Woon : Yang Myung Gun, apa kau bahagia di sana?
Roh YM : Tentu saja aku bahagia, aku tdk perlu pura2
tersenyum. Dan aku tdk pernah benar2 suka minum, jadi sekarang aku tdk perlu
memaksa minum lagi. Aku tdk lagi menjad ancaman Cheonha dan paling penting, aku
bisa menyukai anak itu didlm hatiku. Apa kau tahu bahwa perasaan seperti itu
sangat menyenangkan?
Woon: apa saya boleh bertanya satu hal? Sampai sekarang… apa
anda masih menganggap saya sbg teman?
Roh YM: teman… kata teman selalu terdengar bagus. Tentu saja.
Selama in aku selalu begitu dan sampai kapanpun. Kau tetap menajdi temanku.
Jo sanggung dan dayang2 menangisi mayat Ratu Yoon yg matanya
masih terbuka. Raja menghampiri dan menutup mata ratu. Ia jalan keluar dan
melihat Yeon Woo yg mendekatinya. Ia tak tahan dan menangis. Dalam sehari ia
kehilangan 2 orang, kakak kandung dan istri (biarpun ia sama sekali ngga cinta,
tapi tetap merasa sedih). Yeon Woo memeluk dan
menepuk2 punggung Raja.

Raja menghadiri pertemuan cabinet baru. Ia memberikan
peraturan2 baru serta hukuman2 bagi yg bersalah kemarin. Minhwa Gongju yg
melakukan kejahatan percobaan pembunuhan dg sihir 8 th lalu, akan dihukum
kehilangan statusnya dan menjadi budak, dibuang ke luar ibukota. Hukuman dimulai
setelah melahirkan. Uibin dari Yang cheon, Heo Yeom, karena telah menikah dg
penjahat Minhwa, ia juga dihukum. Mereka harus bercerai dan gelar Uibin
dicopot. Semua harta disita. Dia kembali ke jabatannya dulu sebelum menikah. Dia
akan menjadi pejabat Negara tanpa penugasan. Gukmu Jang Nok Yung, karena
melakukan sihir, seharusnya dipenggal, tapi mempertimbangkan ia sudah
menyelamatkan Putri Mahkota, setelah upacara kematian selesai, maka hukumannya
akan dipertimbangkan lagi.
Nok Yung di seongsucheong, menyuruh anak buahnya siapkan
upacara. Ia akan menjalankan upacara sendiri. Jansil perasaannya ngga enak, ia
ingin ikut. Nok Yung melarangnya dan tetap melindungi tempat ini. Jansil ngga
mau sendirian. Seol Eonni sudah meninggal, Wol Eoni telah menjadi seseorang yg
sulit dilihat. Yang Myung Orabeoni juga meninggal. Jangan pergi, Shinmu…
Nok Yung memulai upacara dg menari2. Dalam hati : Seol,
Nenek suri, Ratu, Yang Myung gun, Kepala sarjana Heo, saya akan menuntung
kalian ke jalan menuju dunia lain. Langit, sebagai orang berdosa, saya berikan
sisahidup saya sbg persembahan bagimu. Saya mohon, bersihkan tanah ini dari
pendritaan dan udara jahat. Saya akan membawa semua kejahatan dari tanah ini
kedlm tubuh saya dan membawanya ke jalan kematian. Roh2 yg menderita, lepaskan
kemarahan kalian dan istirahat tenang. Hari ini, dilangit ada harapan dibawah
satu matahari dg satu bulan. Saya harap mereka bisa membuat semua rakyat negeri
ini bemandikan sinar terang mereka dan semua berbahagia.”
Jung Nok Yung mati. Jansil menangisinya
Raja dan Yeon Woo menikah. Dan pada malam pertama, dayang2
melakukan ritual, tapi lambat sekali, Raja udah ngga sabar dan mengusir mereka.
Tapi dayang2 bilang tdk bisa, karena harus menunggu sampai waktu yg baik bagi
pembuahan. Raja tetap menyuruh mereka pergi. Dayang itu mau membantu Raja
melepas jubah, tapi raja melarang. Ia mau Ratu yg melakukannya. Setelah semua
pergi, Raja minta Yeon Woo mengangkat wajahnya. Yeon Woo melihat Raja, Raja
mengulurkan tangan dan Yeon woo menyambutnya. Sreettt…Raja menarik Yeon woo
langsung ke pelukannya. ia membalik Yeon Woo seperti waktu pertama ketemu sbg
jimat hidup.
Raja :Siapa kau? Cepat katakana
Yeon woo : saya… adl wanita milik Cheonha dan ibu negeri
ini. Saya Heo Yeon Woo.

Beberapa tahun kmd, Putra Mahkota kecil bermain dg anaknya
Yeom, Heo Ui. Yeom (Ada kumisnya, lebih ganteng dari sebelumnya) dan Ratu Yeon
Woo mengawasi mereka. Ratu minta kakaknya mengampuni Minhwa. Dia sudah membayar
harga perbuatnnya. Raja juga sudah mengampuninya. Min Sanggung sudah meninggal,
jadi kasihan dia ngga ada yg ngurusin. Lebih dari itu, Ui butuh kasih ibu. Lalu
terdengar tangisan. PM jatuh. Ratu langsung menolong anaknya, lalu PM berhenti
nangis. Raja datang dg rombongan, PM memanggil abamama (beh, Kim Soo Hyun jadi
bapak hehe). PM lalu mengajak woon u/latihan pedang. “Anak ini, apa kau lebih
menyukai Woon daripada ayahmu?” Raja pun menyuruh Woon menemaninya. Ia tanya
kenapa Ui ngga ikut anaknya main pedang? Ui bilang lebih suka baca. Omo, anak
ini sangat mirip bokapnya (sesuai ramalan Jansil), sebaliknya PM malah bersemangat
dan caranya menyukai Woon, seperti Yang Myung Gun. Yeom: kakak beradik memang
mirip, jadi dia juga mirip anda, Cheonha. Saat pulang, Yeom tanya anaknya, apa
Ui iri tidak punya ibu seperti PM? Lalu Jansil lewat dan langsung mengenali
Yeom, padahal baru ketemu.
Jansil: anda kakak Ratu Heo? Apa anda mengenal Seol Eonni?
Seol Eonni tiap hari selau menanyakan pertanyaan yg sama. Apa anda bahagia? Apa
tuan muda bahagia? Dia harus bahagia.
Yeom tampak sedih.
Ratu dan Raja membaca bersama seperti biasanya. Ratu
memandang Raja dan berterima kasih telah mengampun Minhwa. Ratu bilang ia punya
hadiah. Tiba2 Raja ingat sesuatu, ia justru berdiri dan pergi dg alasan banyak
laporan yg harus diselesaikan. Dayang merasa aneh dan mulai nggosip, biasasanya
Raja ngga mau jauh2 dari Ratu, apa Raja udah bosan dan punya wanita lain yg
disembunyikan (kayak dulu). Raja masuk kamar dan bertanya pada seseorang
dibalik sekat “Sudah siap?” terdengar suara wanita mengiyakan (omo!). Raja
memintanya keluar… oh ternyata guru Gayageum yg disiapkan Hyung Sun u/ melatih
Raja memainkan Gayageum (jd ingat Heartstring). Ia ingin memainkan itu u/hari
ultah Ratu. Tapi malah ngga bisa2. Malah Hyung Sun yg lancar bermain dg baik,
padahal ngga pernah latihan. Sehari2 ia ngeliatin Raja latihan, lalu kadang
ngisi waktu kala bosan dg memainkannya. “Apa?bosan? berbalik!” hyung Sun
disetrap seperti dulu.
Yeom berjalan dg Ui, Minhwa ngintipin dari jauh dan
merindukan mereka. Mereka makin jauh dan Min Hwa jalan perlahan. Tiba2 mereka
udah nongol didepannya. Ia menjelaskan statusnya sudah kembali, tapi ia tdk
punya tujuan dan ingin melihat mereka terakhir kali karena rindu. Ui yg pintar
langsung mengerti kalo wanita itu adl ibunya. “Eomeoni?” Minhwa terkejut dan
hendak memeluk anaknya, tapi ngga jadi dan malah membungkuk minta maaf dan
pamit pergi. Yeom menahan tangis, lalu mengejar mantan istrinya dan memeluknya
dari belakang.
Minhwa: saya pikir anda tdk akan memaafkan saya
Yeom : aku tdk ingin memaafkanmu. Aku mencoba menghukum
diriku sendiri dg tdk memaafkanmu. Tapi sekarang aku ingin berbahagia… demi
anak kita, dan demi seseorang yg sudah meninggal tapi tetap berharap akan
kebahagiaanku. Demi mereka, orang2 malang itu.
Mereka bertiga berpelukan haru.
Menteri Hong Kyu Tae (idih, naik pangkat) bingung melihat
Raja menggerak2kan tangan di atas meja (latihan Gayageum), sambil bicarakan rencana acara ultah Ratu.Tapi
tampaknya Raja ngga konsen, Hong pun memanggil “Cheonha, apa ada yg mengganggu
anda?” “Bukan apa2” jawab Raja salting.
Hari ultah, Ratu melamun bosan di kamar. Lalu dayangnya
memanggil u/datang ke paviliun bulan tersembunyi. Di sana Raja sudah siap dg
Gayageumnya. Ratu duduk didepannya dan Raja mulai bermain. Penampilannya memukau.
Ratu menikmatinya.
Tiba2 senarnya putus dan Raja tampak kesakitan. Ratu
bergegas menghampiri. Tapi suara gayageum tetap terdengar. Uh oh, rupanya ada
orang lain yg memainkan, Raja Cuma sok aksi aja hahaha. Ratu mau mencari sumber
suara, tapi Raja menyuruhnya fokus hanya padanya saja.
Raja tanya apa Ratu
kecewa karena hadiahnya ngga bagus? Ratu tertawa geli, tidak ini menyenangkan.
Raja kesal, ia tdk ingin komentar menyenangkan dlm arti lucu, ia maunya romantic.
Gagal total!
Raja :Aku mau memberi hadiah lain…
Ratu: jangan bilang ada kelopak bunga jatuh dari atap
Raja : Hyung sun sudah terlalu tua u/memanjat atap.
Ratu : kalau
begitu ada kembang api dilangit.
Raja : Hanya
u/mengambil hati seorang wanita bagaimana mungkin aku membuang2 uang rakyat? Tapi
aku akan memberikan sesuatu yg lebih baik dari semuanya.
Raja mendekat dan
mencium Ratu. Semua dayang dan kasim memalingkan wajah. Dan dari jauh, Hyung
Sun memainkan Gayageum dg penuh penghayatan.
Finallyyyy...
Selesai juga recaps drama ini... beberapa kata2 dan gambar aku ambil dari http://kadorama-recaps.blogspot.com/2012/04/moon-that-embraces-sun-20-final.html karena aku kurang paham bahasa inggris di terjemahannya download drama itu, apalagi istilah2 jadul, hadeh, jadi tetap harus ngeliah blog itu yg emang lengkap buanget! semua aku ketik ulang. Memang dipertengahan ada rasa males, belum lagi ngga memungkinkan mengupload. ini kebetulan ada waktu dan memang bertekad menyelesaikannya, selesai juga. ngga suka ada utang2 sih..
Kesan2 terhadap drama ini... rasanya rada2 nggak mungkin terjadi di dunia nyata, apalagi pada jaman raja2 dimana raja2 tuh punya banyak istri(selir). rada ngga masuk akal sih ya, tapi tetap saja ratting drama ini sangat tinggi di Korsel sana, dan penonton Indonesia pun pasti ngefans sama drama ini. mungkin karena para pemainnya, khususnya Kim Soo Hyun dan Jung Il Woo hehehe... Akting mereka semuanya mantab2. Nangisnya apalagi, duh nontonnya itu berasa pingin ikutan nangis.
Di drama ini, awalnya aku kira Jung Il Woo (Yang Myung) bener2 mau berkhianat dan mati dg gelar pengkhianat, ternyata dia setia sampai akhir. Sayangnya, kenapa ia memilih u/mati? padahal ia bisa menyingkir, toh prajurit yg melempar tombak itu juga udah terhuyung2 gitu, anehnya kenapa tombaknya bisa pas nancep ya hehe. yah namanya juga film.
biasanya saya punya pemeran antagonis favorit di tiap drama, tapi kali ini nggak, awalnya aku pikir Yang Myung itu antagonis, rupanya nggak, dia adl second guy. Ratu Bo Kyung itu antagonis, tapi aku nggak suka, biasa aja, cuman pas berperan ketakutan itu aku suka, dia benar2 terlihat seperti orang gila. keren. Sedangkan Yoon Dae Hyung, sukses membuat para penonton pasti membencinya hehe.
Tentang Seol, aku ngga merasa kasihan dg kematiannya, karena ia mati dipelukan pria yg dicintainya, sempat nyatakan cinta pula. Yg kasihan sebenarnya Bo Kyung. Ia ditinggalkan semua orang (kec Jo Sanggung), bahkan ayahnya sendiri mengkhianatinya.

Sebenarnya sampai sekarang saya kurang mengerti, kenapa jabatan peramal itu merupakan jabatan rendahan? Dan jika ada anggota raja yg menyukainya, dilarang. apa karena pekerjaan itu dekat dg kematian dan konspirasi sana sini? Padahal Dayang Istana kan kata lain dari Budak/pembantu, itu boleh kok jadi istri Raja, kenapa peramal tidak?
Tapi untungnya Wol alias Yeon Woo bukan benar2 peramal, jadi dia bisa nikah sama Hwon dan happily ever after. duh, fairy tale banget sih...
Oh, satu lagi, saya favorit banget sama kasim hyung sun dan Hong Kyu Tae. Mereka memeriahkan drama yg sering menguras air mata di setiap episodnya ini. Apalagi Hyung Sun, dia benar2 kasim yg setia plus lucu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar