Quotes

"Write is my World"
Tampilkan postingan dengan label About Korea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About Korea. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Mei 2014

Stasiun TV Korea Selatan

Sekian tahun kita menonton berpuluh-puluh drama Korea, yang ditayangkan oleh TV lokal kita, dari DVD, maupun download. Semua drama itu tentu tayang lebih dulu di Korsel sana di TV-TV lokal mereka. Di Korsel, ada tiga stasiun TV besar dan terkenal, yang melahirkan puluhan bahkan ratusan drama yang bagus. Dan seakan begitu ‘mengenal’ karakter drama yang ditayangkan oleh stasiun2 TV itu, mari kita bahas sedikit sejarah singkat stasiun TV itu, juga tayangan drama yang khas ditayangkan oleh mereka.

KBS (Korean Broadcasting System)
KBS 현.png
KBS merupakan stasiun TV milik pemerintah. Kalau di Indonesia kayak TVRI. Kantor pusat KBS berada di YeouidoYeongdeungpo-guSeoul. (Sumber: Wikipedia)

KBS awalnya didirikan oleh pemerintah Jepang di Korea pada 16 Februari 1927 dengan nama Kyeongseong Broadcasting Corporation (JODK) dengan hanya siaran radio. Sampai pada akhirnya JODK ganti nama jadi Seoul Central Broadcasting Station setelah radio ini berhasil mengudara di tahun 1961. Siaran televisi KBS sendiri mulai mengudara di tanggal 3 Maret 1961. Kalo perusahaan penyiaran pemerintah tidak menerima pendapatan dari iklan, lain lagi sama KBS. KBS mulai menerima pemasangan iklan sejak tahun 1980 dan tetap mendapatkan penghasilan dari iuran televisi yang dikucurkan pemerintahnya.

KBS ada dua macam siaran:
·         KBS 1 TV: isinya program berita, pendidikan, budaya, dan TANPA IKLAN
·         KBS 2 TV: isinya lebih mengarah ke entertainment seperti drama, olahraga, music,  talkshow, dll. Cuma di channel ini yang ada iklannya
 
Drama-drama yang ditayangkan oleh KBS2 kebanyakan bertema mellow, entah itu yang berending tragis ataupun yang happy ending namun melalu perjalanan panjang yang tragis, seperti : Drama 4 musim (Autumn Tale/Endless Love, Winter Sonata, Summer Scent, Spring Waltz), Hwang Jin Yi, Nice Guy, Princess’ Man, Baker King Kim Tak Goo, Good Doctor, Love Rain, dll.
 
Tetapi KBS juga menampilkan drama yang ceria seperti, Full House, Sassy Girl Chun Hyang, BBF, Future Choice, Pretty Man, Prime Minister and I, Dream High, dll.
 

MBC (Munhwa Broadcasting Corporation)
Munhwa Broadcasting Company.svg
Munhwa Broadcasting Corporation (MBC, bahasa Korea: 문화방송주식회사, 文化放送株式會社) adalah stasiun televisi dan stasiun radio penyiaran publik Korea Selatan. Dalam bahasa Korea, munhwa berarti budaya. MBC termasuk salah satu dari empat jaringan televisi dan radio terbesar di Korea Selatan bersama-sama dengan KBSEBS, dan SBS. Kantor pusat MBC berada di YeouidoYeongdeungpo-guSeoul.
Empress Ki 05
MBC adalah jaringan televisi terestrial yang mengudara pada saluran 11 VHF di 19 stasiun televisi lokal. Pemegang saham terbesarnya (70%) adalah organisasi nirlaba Foundation for Broadcast Culture. Saham sisanya dipegang oleh The Jeongsu Scholarship Foundation (30%). Sebagai lembaga penyiaran publik, MBC juga menerima pendapatan dari pemasang iklan.
Stasiun televisi MBC TV (HLKV-TV) mulai mengudara dalam format hitam putih pada 19 September 1969. Sebelumnya, radio AM MBC mulai mengudara di gelombang 900kHz pada 12 Desember 1961.[3] Pada 19 September 1971, stasiun radio MBC (HLKV-FM) mulai mengudara di gelombang FM 91.9MHz.
Pada tahun 1974, sesuai perintah Presiden Park Chung Hee, MBC merger dengan surat kabar harian Kyunghyang. Pada tahun 1981, MBC memulai tayangan berwarna. Pada tahun yang sama, harian Kyunghyang memisahkan diri dari MBC
 (sumber: Wikipedia)
 
MBC paling brilian menayangkan drama-drama Saeguk, alias film kolosal jaman balaheula: Dae Jang Geum, Princess Hours, Jumong, Queen Seon Deok, Yi San, Dong Yi, The Moon That Embraces The Sun, King 2 Heart, Goddess of Fire, Time Slip dr. Jin, Arang and The Magistrate, Emperess Ki, Gu Family Book, dll.
 
Tetapi drama modernnya juga lumayan, seperti: Hotel King, I Miss You, When A Man Loves, My Lovely Sam Soon, All About Eve, Hotelier, 7th Grade Civil Servant, dll.
 

SBS (Seoul Broadcasting System)
Seoul Broadcasting System logo.svg
SBS adalah perusahaan TV dan radio nasional. SBS adalah perusahaan penyiaran privat komersil satu-satunya dengan jaringan regional yang luas di Korea, bukan milik pemerintah Korea seperti KBS. SBS TV mengudara di Channel 6 untuk analog dan Channel 16 untuk digital.
Perusahaan siaran ini dibentuk pada tahun 1990. Jauh sesudah MBC dan KBS yang berdiri di tahun 60-an. Tapi SBS bisa jadi perusahaan siaran terdepan sejak saat itu. SBS juga jadi pelopor siaran HD di tv-tv Korea.
Pada tanggal 17 Maret 2009, perusahaan ini resmi berganti nama jadi SBS atau 에스비에스 [Eseubieseu], nama sebelumnya adalah Seoul Broadcasting System atau Seoul Bangsong. Tapi nama lama tersebut masih tetap dipakai sampai sekarang. SBS juga punya kantor yang tersebar di berbagai belahan dunia seperti Washington, New York, LA, Tokyo, Beijing, Paris, dan Kairo.
 
Menurutku, drama-drama yang ditayangkan oleh SBS ini paling keren. Segala jenis genre bagus-bagus semua dan modern banget. Tetapi untuk drama genre Saeguk, memang masih menang MBC. Karena terlalu modern, Saeguk-nya SBS pun jadi kesannya modern pula, nggak ada feel jaman dahulunya.  
 
Drama bergenre fantasi: My Girlfriend is a Gumiho, You Who Come From The Star, The Master’s Sun, Secret Garden, I Can Hear Your Voice, Rooftop Prince, Faith, dll
 
Drama bergenre action: City Hunter, You Are All Surrounded, Three Days, God’s Give 14 Days, The Chaser, Athena, dll.
 
Drama bergenre komedi romantis: A Gentleman Dignity, Lie To Me, The Heirs, Protect The Boss, Cheongdamdong Alice, Style, Briliant Legacy, Lover in Paris, Fashion King, My Fair Lady, dll (sudah termasuk sama yang di genre fantasi, ada campuran sama komedi romantisnya).
 
Drama bergenre mellow: Angel Eyes, That Winter The Wind Blows, 49 days, Bad Guy, Starway To Heaven, Memories of Bali, Incranation of Money, Scent of a Woman, A Thousand Days Promise, dll.
 
Dan… tentu saja, selain drama, SBS juga surganya Variety Show. Running Man adalah variety show terbaik milik SBS. Kemudian ada Barefoot Friend, Strong Heart, Family Outing, dll.
 

Logo tvN.svgSelain tiga stasiun TV terbesar, ada pula TVN (Total Variety Network) yang masih baru diluncurkan tahun 2006. Tetapi meski masih baru, drama-dramanya juga lumayan bagus dan patut diperhitungkan. Genrenya masih di seputar drama romantis dan komedi romantis yang ada judul di tiap episode, seperti sitcom tapi bukan sitcom. Drama-dramanya: Queen In Hyun’s Man, Nine Times Time Travel, Who Are You (ada horornya), Reply 1997 dan 1994, Let’s Eat, Emergency Couple.
 



Selain 4 TV itu, ada tv-tv lain yang tidak terlalu terkenal, mungkin tv kabel. Saya tidak tahu nama-namanya, karena tidak terkenal. Yang baru kutahu, tv yang menayangkan Bride of the Century, drama barunya Lee Hong Ki (FT Island).

Kamis, 11 Juli 2013

Suk Jong's Women

joj_w
Dari sekian banyak Raja yang pernah memerintah di Korea pada masa lalu (3 kerajaan, Goryeo, Joseon), sepertinya hanya 3 istri Raja Suk Jong yang paling terkenal, bahkan sepertinya lebih terkenal daripada rajanya, hehehe... Yah, karena saya bukan orang Korea asli, saya sih ngelihat ini dari drama-drama saeguk yang tayang, kebanyakan menceritakan kehidupan 3 wanita itu, terutama Jang Hee Bin, padahal karakternya antagonis. Sedangkan drama2 saeguk selain Suk Jong, para permaisurinya tidak diperkenalkan, sehingga penonton tidak kenal. Misal Raja yg paling terkenal yaitu Sejong, siapa permaisurinya? Saya tidak tahu.
Kenapa hanya 3 istri Suk Jong saja yang paling sering di sorot? Apa karena konflik yang ada di dalam kehidupan mereka? Perebutan tahta permaisuri? Sepertinya permaisuri yang lainnya juga melakukan hal yang sama. Siapa yang nggak mau jadi Permaisuri yang akhirnya jadi Ibu Suri?
Jawaban dari pertanyaan ini, hanya warga Korea saja yang tahu, terutama para ahli sejarahnya, hehehe (geje)
Okeh, kini saya hanya ingin sedikit menuliskan tentang kehidupan Raja Suk Jong beserta para wanitanya yang terkenal itu, plus drama-drama yang diangkat dari kisah 3 wanita itu. (dari Wikipedia)

Raja Suk Jong
Raja Sukjong dilahirkan pada tanggal 15 Agustus 1661, putra Raja Hyeonjong dan Ratu Myeongseong di Istana Changdeok. Namanya adalah Yi Sun. Ia menjadi Putra Mahkota pada tahun 1667 pada usia 7 tahun dan pada tahun 1674, pada usia 14 tahun, ia menjadi raja Dinasti Joseon yang ke-19.
Raja Sukjong merupakan seorang politisi yang cerdas, namun pemerintahannya ditandai oleh pertengkaran intens beberapa fraksi di dalam Dinasti Joseon. Sukjong sering mengganti fraksi yang berkuasa dengan yang lainnya untuk menguatkan otoritas kerajaan. Dengan pergantian tersebut, yang disebut dengan hwanguk (환국 換局), dibaca pergantian negara, fraksi yang kalah disingkirkan seluruhnya dari politik dengan eksekusi dan diasingkan. Walaupun demikian, pergantian yang semrawut itu tidak memengaruhi populasi umum secara signifikan, dan pemerintahannya dianggap sebagai salah satu dari masa kemakmuran.
Di awal tahun pemerintahan Sukjong, fraksi Selatan dan Barat berselisih tentang upacara Pemakaman Kerajaan, masalah yang kelihatannya kecil mengenai periode berkabung untuk Ratu Insun. Fraksi Selatan menuntut bahwa periode berkabung harus dilakukan selama satu tahun dan sebaliknya fraksi Barat membantah bahwa periode berkabung selama sembilan bulan. Satu tahun masa berkabung berarti Hyojong dianggap sebagai putra tertua dan periode sembilan bulan menandakan bahwa Hyojong tidak dianggap sebagai putra tertua, diikuti dengan peraturan yang memerintah di dalam kelas Yangban. Dengan kata lain, fraksi Barat melihat keluarga kerajaan sebagai kelas yangban yang pertama daripada kelas yang terpisah dimana peraturan lainnya diterapkan. Kedua fraksi tersebut juga berada di dalam konflik dengan isu memerangi Dinasti Qing, yang dianggap sebagai negara barbar (yang beda dengan Dinasti Ming) yang mengancam keamanan nasional Joseon. Fraksi Selatan yang dipimpin oleh Huh Jeok dan Yoon Hyu, mendukung perang melawan Qing dan fraksi Barat pertama-tama ingin fokus di dalam mengembangkan kondisi domestik.
[Resim: 64951146438332066537100.jpg]
Sukjong mulanya berpihak pada fraksi Selatan, namun pada tahun 1680, Huh Jeok dituduh berkhianat oleh fraksi Barat, yang mengakibatkan Huh Jeok dan Yoon Hyu di eksekusi dan pemberantasan dari fraksi Selatan. Insiden ini disebut Kyungshin hwanguk (경신환국). Sekarang yang berkuasa, fraksi Barat dipisah menjadi fraksi Noron (Pelajaran Lama) yang dipimpin oleh Song Siyeol, dan fraksi Soron (Pelajaran Baru), yang dipimpin oleh Yoon Jeung. Setelah 9 tahun berkuasa, Noron ambruk ketika Sukjong menggulingkan Ratu Inhyeon, yang di dukung oleh fraksi Barat, dan menunjuk Selir Hee dari klan Jang (atau Selir Jang) sebagai ratu yang baru. Fraksi Barat membuat geram Sukjong ketika mereka menentang pelantikan putra Selir Jang sebagai putra mahkota. Fraksi Selatan, yang mendukung Selir Jang dan putranya, mendapatkan kembali kekuasaan dan menyingkirkan fraksi Barat, mengeksekusi Song Siyeol sebagai tindakan balas dendam. Ini dinamakan Gisa hwangguk (기사환국).
[Resim: 47038146437735399930100.jpg]
Lima tahun kemudian pada tahun 1694, fraksi Selatan merencakan pemberantasan lainnya terhadap fraksi Barat, menuduh mereka berkonspirasi untuk menempatkan kembali Ratu Inhyeon yang diasingkan, ketika Sukjong mulai menyesal telah mengasingkan Ratu Inhyeon dan menyayangi Selir Suk dari klan Choi (Selir Choi), sekutu Ratu Inhyeon dan fraksi Noron. Marah dengan usaha fraksi Selatan yang memberantas fraksi Barat, Sukjong tiba-tiba berbalik memberantas faksi Selatan dan membawa fraksi Barat kembali berkuasa. Fraksi Selatan tidak pernah pulih dari pukulan ini, juga disebut Gapsul hwanguk (갑술환국). Sukjong menurunkan gelar Ratu Jang menjadi Selir Jang dan menempatkan kembali Ratu Inhyeon. Selir Jang akhirnya dieksekusi dengan minum racun karena mengutuk Ratu Inhyeon setelah kemudian wafat. Fraksi Soron mendukung Putra Mahkota, putra Selir Jang, dan fraksi Noron mendukung putra Selir Choi, Yeonying-gun (kemudian menjadi Yeongjo). Mendiang Ratu Inhyeon dan Ratu yang baru Inwon tidak memiliki keturunan.
Pada tahun 1718, Sukjong membiarkan putra mahkota, yang bakal menjadi Gyeongjong, memerintah negara sebagai seorang wali raja. Ia wafat pada tahun 1720 konon setelah memberitahu Yi Yi-myoung untuk menunjuk Yeonying-gun sebagai pewaris Kyungjong, namun tanpa kehadiran pencatat sejarah atau diari kerajaan. Wasiat ini mengakibatkan pemberantasan lain yang mengakibatkan 4 pemimpin Noron di eksekusi pada tahun 1721, diikuti oleh pemberantasan lainnya dengan eksekusi 8 anggota Noron pada tahun 1722.
Sukjong mereformasi sistem pajak dan mengijinkan kelas menengah dan anak-anak selir untuk maju ke posisi pemerintah yang lebih tinggi di propinsi-propinsi. Pada tahun 1712, pemerintahan Sukjong bekerja dengan Dinasti Qing, Cina untuk menetapkan perbatasan nasional antara dua negara di Sungai Yalu dan Tumen. Pemerintah Jepang mengakui Pulau Ulleung dan Batu Liancourt sebagai wilayah Joseon pada tahun 1696. Pemerintahan Sukjong juga menyaksikan perkembangan pertanian dari propinsi jauh dan meningkatnya aktivitas budaya termasuk publikasi-publikasi.
Raja Sukjong wafat setelah 46 tahun memerintah pada tahun 1720 pada usia 60 tahun. Ia dimakamkan di Myeongreung (명릉) di propinsi Gyeonggi, Kota Goyang di dalam Pemakaman Lima Kerajaan Barat (西五陵 서오릉 seooreung).
Aktor-aktor yang pernah berperan sebagai Suk Jong:
- Ji Jin Hee (Dong Yi)

- Yoo Ah In (Jang Ok Jung)

His Women:
1. Queen In Hyeon (1667–1701)
Putri Min Yoo-jung dan Lady Song, ia menjadi Permaisuri Sukjong dengan pernikahan pada tahun 1681. Ia mungkin dikenal sebagai salah satu Ratu yang terbaik di dalam Dinasti Joseon. Kehidupannya digambarkan di dalam banyak drama sejarah Korea. Ketika so-ui Jang Ok-jeong melahirkan seorang putra pada tahun 1688, terjadi perselisihan berdarah yang disebut Gisa Sahwa (기사사화). Selama ini, Sukjong ingin memberikan putra tertuanya (gelar wonja (元子 원자)) gelar "Putra Mahkota" (王世子 왕세자 wangseja) dan ingin mempromosikan Lady Jang dari status So-ui ke status Hui-bin. Aksi ini ditentang oleh fraksi Noron (dipimpin oleh Song Si-yeol, dengan Min Yoo-jung (ayah Inhyeon) sebagai anggotanya), dan ini didukung oleh fraksi Soron(dimana Jang Hui-jae (kemudian) abang Jang so-ui adalah salah seorang anggotanya). Sukjong menjadi marah dengan oposisi tersebut, dan banyak yang dibunuh termasuk Song Si-yeol. Banyak anggota termasuk Inhyeon dan keluarganya, dipaksa dibuang ke pengasingan. Ratu Inhyeon digulingkan dan Jang so-ui menjadi Jang hui-bin, dan kemudian menjadi Permaisuri Ketiga.
Kemudian pada tahun 1694, Sukjong, merasa menyesal atas sikap temperamennya, dan menyerah kepada penempatan kembali Inhyeon, yang dipimpin oleh Soron (kejadian ini disebut Gapsul Hwanguk (갑술환국)) Ia dibawa kembali ke istana dan dikembalikan statusnya sebagai Permaisuri, dengan Lady Jang diturunkan ke status hui-bin. Pada tahun 1701 di usia 34 tahun, ia jatuh sakit dan meninggal, penyebab penyakit tersebut tidak diketahui.
Konon ketika Sukjong sedang berkabung atas kematian Inhyeon, memimpikannya mengenakan pakaian sobok yang penuh bersimbahan darah. Sukjong bertanya pada Inhyeon bagaimana ia mati, yang kemudian menunjuk ke arah kamar Jang Hui-bin (tanpa berkata apa-apa). Sukjong terbangun dari mimpinya dan pergi ke kamar Jang. Ketika mendekat, ia mendengar musik dan suara tertawa. Dengan menguping ia melihat Jang Hui-bin dengan seorang Shaman di dalam kamarnya, sedang berdoa untuk kematian Ratu, dan menusuk sebuah boneka dengan panah. Ketika hal tersebut dipergoki oleh Sukjong, iashe (bersama dengan abangnya) dieksekusi atas perbuatannya (dengan meminum racun/sayak).
Salah satu pelayan Ratu menulis sebuah buku yang disebut Inhyeon Wanghu Jeon (仁顯王后傳 인현왕후전 Kisah Ratu Inhyeon), yang masih ada sampai sekarang. Ia dimakamkan di Myeongreung (명릉) Propinsi Gyeonggi, dan Sukjong kemudian dimakamkan dekat dengannya di area yang sama. Ia tidak memiliki keturunan dengan Sukjong.
Ia diberikan gelar anumerta "Ratu Inhyeon, Hyogyeong Sukseong Jangsun Wonhwa Uiyeol Jeongmok" (효경숙성장순원화의열정목인현왕후 孝敬淑聖莊純元化懿烈貞穆仁顯王后).

2. Jang Hee Bin / Jang Hui Bin (1659–1701)
Ia hanya diketahui sebagai seorang keponakan yang pernah disingkirkan seorang pedagang yang bernama Jang Hyeon (장현) dan tidak ada catatan tentang siapa ayahnya. Namun, konon menurut sebuah isu, ayahnya adalah Jo Sa-seok (조사석; keponakan kedua Ibu Suri Jangryeol), karena ibu Ok-jeong (Nyonya Yoon) merupakan gundiknya yang terkenal.
Ok-jeong menjadi Ibu Suri Jangryeol pelayan istana (ratu kedua Injo) dengan rekomendasi Pangeran Dongpyeong (keponakan pertama Sukjong yang pernah disingkirkan). Kemudian pada tahun 1686, Sukjong bertemu dengannya setelah sebuah kunjungan dengan nenek buyut tirinya (Ibu Suri Jangryeol) dan menjadikannya selir dan memberinya gelar suk-won. Pada tahun 1688, ia dipromosikan ke so-ui, dan pada tahun 1688 ia melahirkan seorang putra, dan menjadi hui-bin. Ketika Inhyeon digulingkan dan dibuang ke pengasingan di bulan Mei 1688, ia menjadi Permaisuri Ketiga yang di dukung oleh fraksi Soron, dan putranya dijadikan Putra Mahkota, memberi ruangan untuk Gisa Hwanguk.
Kemudian pada tahun 1694, dengan penempatan kembali Inhyeon, Permaisuri dikembalikan statusnya menjadi hui-bin. Pada tahun 1701, Inhyeon meninggal oleh sebuah penyakit yang tidak diketahui. Konon Sukjong memergoki Jang hui-bin, abangnya Jang Hui-jae dan seorang Shaman menjampi-jampi kematian Inhyeon (ketika menusuk sebuah boneka dengan panah). Jang hui-bin, abangnya, dan orang yang terlibat ditahan dan di hukum mati dengan meminum racun. Ia berusia 42 tahun dan memiliki dua anak: Gyeongjong dan Pangeran Seongsu.
Setelah ini, Sukjong membuat hukum yang melarang selir-selir diijinkan menjadi Permaisuri di kemudian hari. Jang hui-bin meninggalkan banyak cerita-cerita rakyat termasuk kehausannya akan kekuasaan, dan sebuah cerita tentang kejadian sebelum kematiannya dengan putranya (kemudian Putra Mahkota (bakal Gyeongjong).
Walaupun demikian, karena ia merupakan ibu dari Putra Mahkota, ia diberikan gelar anumerta "Lady Oksan, Selir Istana yang Agung; Selir Prefektur yang Agung klan Indong Jang" (대빈궁옥산부대빈장씨 大嬪宮玉山府大嬪張氏).

3. Choi Suk Bin (1670-1718)
Tidak ada catatan tentang kehidupannya sebelum ia menjadi selir Sukjong. Ia adalah seorang pelayan air di dalam istana, dibawah Ratu Inhyeon. Di suatu malam, ia berdoa di dalam kamarnya untuk kesehatan Inhyeon, ketika Sukjong yang lewat di depannya setelah bepergian dari luar istana mendengarnya dan tersentuh akan ketukusan hatinya (Sukjong yang sedang menyesal pada sat itu), menjadikannya sebagai selirnya. Ia menjadi suk-ui setelah melahirkan seorang putra pada tahun 1694. Selain anak ini, ia memiliki 2 orang putra lainnya. 

Dia tidak pernah naik jadi permaisuri/ratu, tetapi dia adalah istri kesayangan Suk Jong. Dalam drama Dong Yi, dia sebenarnya sudah mau dilantik saat In Hyeon sudah mangkat dan Hee Bin diracun, tetapi ia menolaknya sehingga Suk Jong mengambil istri baru untuk menduduki tahta permaisuri.
Setelah Pangeran Yeoning (Yeongjo) lahir pada tahun 1694, ia dipromosikan menjadi "suk bin" Ia diberikan gelar anumerta "Lady Hwagyeong, Selir Suk dari klan Choi" (화경숙빈최씨 和瓊淑嬪崔氏). (lebih lengkapnya di drama Dong Yi)
Istri-istri Suk Jong yang lain, tetapi tidak terlalu terkenal:

Ratu Ingyeong (1661–1680)

Putri Kim Man-gi dan Lady Han. Ia menikah di usia 10 tahun dengan Sukjong (yang ketika itu masih sebagai Putra Mahkota (王世子 왕세자 wangseja), gelarnya adalah Puteri Istri Putra Mahkota (王世子嬪 왕세자빈 wangsejabin). Pada tahun 1674, bersama dengan kenaikan tahta suaminya, ia menjadi Permaisuri Joseon. Di bulan Oktober 1680 (usia 19 tahun), ia sakit cacar dan wafat 8 hari kemudian di Istana Changdeok. Ia dimakamkan di Ikneung (익릉) di Propinsi Gyeonggi. Ia memiliki 2 putri, yang mati pada saat lahir.

Ia diberikan gelar anumerta "Ratu Ingyeong, Gwangryeol Hyojang Myeonghyeon Seonmok Hyeseong Sunui" (광렬효장명현선목혜성순의인경왕후 光烈孝莊明顯宣穆惠聖純懿仁敬王后).

Ratu Inwon (1687–1757)

Putri Gim Joo-shin dan Lady Jo dari klan Imcheon Jo, ia menikah dan menjadi Permaisuri Ketiga Sukjong diusia 15 tahun, pada tahun 1702, setelah kematian Inhyeon pada tahun 1701. Ia selamat dari penyakit cacar pada tahun 1711. Ia menjadi Ibu Suri (大妃 대비 daebi) setelah Sukjong wafat dan anak tirinya (oleh Jang hui-bin) menjadi raja, dan Ibu Suri yang Agung (大王大妃 대왕대비 daewangdaebi) pada tahun 1724 setelah Gyeongjong (anak tirinya oleh Jang hui-bin) wafat dan Yeongjo (anak tiri lainnya oleh Choi suk-bin), yang ia sayangi, menjadi raja. Ia tidak memiliki keturunan, dan wafat pada tahun 1757 di usia 70 tahun, dan dimakamkan dekat dengan Sukjong dan Inhyeon di Propinsi Gyeonggi.

Ia diberikan gelar anumerta "Ratu Inwon, Hyesun Jagyeong Heonryeol Gwangseon Hyeonik Kangseong Jeongdeok Suchang Yeongbok Yunghwa Hwijeong Jeongwoon Jeongui Jangmok Inwon Wanghu" (혜순자경헌렬광선현익강성정덕수창영복융화휘정정운정의장목인원왕후 惠順慈敬獻烈光宣顯翼康聖貞德壽昌永福隆化徽精正運定懿章穆仁元王后).

Park myeong-bin

Tidak ada catatan hanya sebuah kenyataan bahwa ia merupakan putri dari seorang Yangban. Ia memiliki satu orang putra, Pangeran Yeonryeong.


Drama:
Dong Yi, Jewel In The Crown
Di drama 60 episode ini yang paling lengkap menceritakan kisah Suk Jong dengan 3 wanita itu, tetapi drama ini lebih menyoroti Dong Yi atau Choi Suk Bin yang diperankan oleh Han Hyo Joo, digambarkan sebagai seorang wanita yang baik hati, polos, lemah lembut sehingga dia sangat dicintai oleh Suk Jong. Dia awalnya memihak pada Jang Hee Bin dan hampir jadi dayang kepercayaan Hee Bin, tetapi suatu hari, mereka jadi rival karena Dong Yi kurang suka dengan cara Hee Bin yang ingin merebut tahta permaisuri. Dong Yi pun berbalik mendukung Queen In Hyeon. Mereka pun jadi musuh, apalagi setelah Suk Jong menaruh hati pada Dong Yi. Endingnya, ketika Hee Bin meninggal karena dihukum sayak, Dong Yi akan diangkat jadi permaisuri, tetapi ia menolaknya, hingga Suk Jong menikahi In Won yang menjadi permaisuri. Tetapi hati Suk Jong tetap tertuju pada Dong Yi.

Judulnya sih seperti akan menceritakan kehidupan In Hyeon, tetapi ternyata bukan. Drama ini berlatar kisah In Hyeon waktu diasingkan dan nyawanya selalu terancam oleh orang-orang yang memihak pada Hee Bin. Tetapi dengan bantuan Kim Bung Do, pejabat yang memihaknya, ia pun selalu selamat dan akhirnya Suk Jong mengangkatnya kembali jadi Ratu. Hanya segitu saja kisahnya di drama ini, karena fokus drama ini ada pada kisah cinta si pejabat dengan wanita di masa 300 tahun kemudian yang memainkan peran sebagai Ratu In Hyeon pada sebuah drama saeguk.

Jang Ok Jung, Living In Love
Drama ini belum kutonton, masih fresh from the oven, alias baru banget. Tetapi dari judul dan sekilas sinopsis yang kubaca, drama ini menceritakan kisah kehidupan Jang Hee Bin sebelum jadi selir yang ambisius. Dulunya dia hanya pelayan biasa yang selalu tertindas dengan hidup yang ruwet dan ibunya seorang budak. Drama ini berbeda dari drama tentang wanita Suk Jong sebelum2nya, karena di sini, Ratu In Hyeon yang biasanya kalem dan baik hati, digambarkan rada ambisius, terlihat dari wajah aktrisnya (yg jadi putri di Princess Man) hehehe. Suk Bin-nya juga kelihatan antagonis. Ceritanya bagaimana? Bentar lagi gue beli dulu dvdnya.. Demi Yoo Ah In yang jadi rajanya, wakakakak....