Quotes

"Write is my World"

Minggu, 08 April 2012

Rooftop Prince ep 3


Tae Moo syok melihat siapa yg dibawa nenek turun. Gak menepuk2 nenek dan menjelaskan kalau nenek pasti salah orang. Tapi nenek memegang pipi Gak, bingung mengapa cucunya jadi aneh. Gak marah karna ada orang asing menyentuhnya (tdk ada yg boleh menyentuh raja/PM kecuali ortu/bini/anak/tabib). Gak menepis tangan nenek, Nenek memukul2 dada Gak karna putus asa cucunya tidak ingat dirinya. Gak mendorong nenek jatuh. Tae Moo marah dan mencengkram bajunya.  “Siapa kau sebenarnya!”
Sena ada di luar dg Ha. Sena tanya sedang apa Ha di sini? Ha bilang ia disuruh ibu bantu2 angkat barang. Sena tidak butuh bantuannya. Mereka berdebat dan tiba2 ada kibasan angina menghentikan. Rupanya anak buah langsung lari secepat angin masuk ke rumah setelah mendengar teriakan Gak. Young Sul melempar Tae Moo sampai jatuh kena lemari kaca yg pecah berantakan. Ha masuk dan tercengang dg perbuatan 4 cowo joseon itu. Ia pun membawa mereka pergi.
http://i1099.photobucket.com/albums/g391/deekutudrama/rooftop/rt03/051.jpg
Dimobil, waktu lampu merah Ha memarahi Gak habis2an karna selalu mengacau. Gak yg tidak terima dimarahin didpn anak buahnya (malu), marah balik “Diam atau kurobek mulutmu!” Ha bukan diam malah memajukan mulutnya “Ayo sobek kalau berani!” Gak jadi tak bisa berkutik, anak buah melihat pangeran mereka dg kasihan. “Lampu sudah hijau” kata Gak akhirnya.
Nenek  menyalahkan Tae Moo karna mengusir Tae Young. Sia2 Tae Moo meyakinkan kalo cowo tadi bukan Tae Young, Nenek tetap percaya kalo tadi itu Tae Young dan terjadi sesuatu sehingga Tae Young hilang ingatan. Nenek menyuruh Tae Moo mencari Tae Young lagi, tapi berubah pikiran, Tae Young muncul saat ada pindah2an barang, jadi ia mencari Sena yg bertugas memindahkan barang, meminta Sena mencari Tae Young. Sena rada bingung, tapi tetap menyanggupi permintaan nenek.
Ha dan 4 cowo joseon ke tempat penampungan barang bekas. Ha memberikan baju2 bekas u/anak buah karna baju warna warni tampak aneh. Pertama Young Sul yg diberikan, ragu2 diterima. Lalu Man Bo menolak, membuat Gak tersenyum puas, tapi mendadak Man bo berubah pikiran setelah dipuji Ha kalo baju yg baru akan membuatnya makin tampan. Chi San langsung ambil sendiri baju kuning bling2 dan komentar “Kayaknya hidup di jaman ini lebih enak drpd jaman joseon.” Gak dicuekin sama sekali.
Ha mencarikan sepatu yg layak. Tiba2 seperti ada salju yg bertebaran, dan ada suara berteriak “Cheona!Cheona!” Rupanya itu Chi San membawakan sepatu u/Gak dg memakai jaket sobek hingga kapasnya bertebaran. Chi San pikir memang modelnya seperti itu (eh, jadi ingat RM ep. 77,actor yg berperan jadi Raja Suk Jong di Dong Yi jadi slh 1 guest, waktu hide n seek, jaketnya tercabik ranting tajam hingga robek dan keluar kapas2 waktu lari^^ video bisa dilihat di sini)

 
Tae Moo ingat ttg Ha yg selalu muncul waktu Tae Young masih hidup. Sekarang muncul cowo mirip Tae Young dan ada Ha juga disana. Ia menyuruh orang menyelidiki Ha. Sementara itu Ha menyuruh 4 cowo ganti baju di toilet. Mereka mencari2 tapi tak menemukan tulisan ‘toilet’, mungkin tulisan toiletnya pake bahasa inggris (abc) ato Hangeul modern, ato cuma gambar aja jadi mereka ngga ngerti. Tiba2 pintu lift terbuka. Mereka kaget, Young Sul bersiap, tapi Man Bo dg tenang bilang kalo seperti mobil yg bisa jalan sendiri, pintu ini pun bisa gerak sendiri, kan jaman modern. Mereka pun masuk dan akan mengganti baju disana!Tiba2 pintu terbuka lagi pas mereka telanjang dada di ruangan Gym, cewe2 disana heboh. Pintu tertutup lagi dan mereka cepat2 ganti baju. Belum selesai, pintu terbuka lagi. Didepan mereka banya anak2 SMA. Ada yg memuji “Daebak!” ada yg bilang mesum, ada juga yg memotret (mungkin ntar masuk youtube hehe).

Ha mencari2 4 cowo, lalu tanya satpam apa lihat 4 cowo aneh, satpam tanpa banyak omong langsung tunjukin layar cctv dimana ada 4 cowo aneh ganti baju di lift. Ha muncul tepat saat mereka sudah pake baju. Mereka mendesah lega, tapi mendadak marah karna merasa dipermalukan. Gak dan Ha sama2 ngga mau ngalah. 3 anak buah mengikuti sikap Gak, marah pada Ha. Tapi toh mereka akhirnya ngalah, masuk ke mobil Ha. Mereka melewati istana, Gak minta turun tapi Ha bilang sibuk, tak peduli pada titah PM.

Gak mogok kerja(emangnya selama ini pernah kerja?) sementara lainnya ngepel. Ha menawarkan, kalo Gak kerja, mereka akan ke istana. Umpan diterima, kayu pel pun berada di tangan Gak. Anak buah mencegah Gak bekerja, tapi Gak tak mau berhenti dan rajin bersih2, sampai setetes darah menghentikannya. Saat mengelap rak, jarinya tergores dan luka. Dikit doang, tapi paniknya selangit. Man Bo menyuruhnya mengancungkan jari setinggi2nya agar tidak menetes. Ha mencibir, lalu menjelaskan cara menghentikan darah yg benar yaitu dg ditekan. Ha akan ke apotik depan u/beli plester. Ia menyuruh Gak tetap berdiri seperti itu sementara yg lain kerja. ia membeli plester sambil memperkenalkan toko baru di depan(rupanya toko yg dibersihkan tadi itu tokonya Ha). Diluar ia ketemu Tae Moo yg mengutak atik hp.
Rupanya Tae Moo emang udah ngikutin Ha sejak tadi, tapi pura2 memunculkan diri dekat apotik. Mereka ngobrol di café. Tae Moo menanyakan ttg cowo baju merah tadi dan setelah yakin kalo cowo tadi bkn sepupunya, Ha minta maaf atas kekacauan tadi. Tae Moo tak mempermasalahkan tapi keluarganya mempermasalahkan, jadi kalo ditanya ttg cowo baju merah tadi, bilang saja tak tau. Sebagai hadiah (tutup mulut), Tae Mo memberikan voucher belanja di mallnya.
Sena menjalankan tugas yg diberikan nenek. Ia menyuruh ibunya menghubungi Ha, tapi ibu tak mau karna hpnya rusak, tapi ngga ada yg mau belikan padahal bentar lagi ultahnya. Ibu menyuruh ia mengubungi sendiri. Sena ke toko Ha dan ketemu Gak yg mematung, tapi Sena ngga kenal cowo berbaju biru, ia hanya kenal cowo berbaju merah. Gak juga tak melihatnya. Sena ketemu Ha, tapi kecewa karna Ha bilang tidak kenal cowo baju merah itu dan tdk tau keberadaannya (mission by Tae Moo – completed!)
Sena ketemu Tae Moo dan mengeluh karna tak menemukan yg dicari nenek. Tae Moo bilang cuekin aja, dan mengajaknya ke inggris. “Untuk apa?” rupanya Sena ngaku2 ibunya adl dosen di inggris. Sena berkilah dan bilang ibunya akan pulang ke korea.
Ha memplester jari Gak. Ini adl cara terbaik menghentikan pendarahan dan jadi tidak sakit kalo digerakkan. Gak mempraktekan, tapi langsung teriak kesakitan, padahal sakitnya dikit banget!

Malamnya Ha mengajari mereka Hangeul modern. Besok paginya Ha menepati janjinya dg mengantar Gak ke istana sendirian. Gak mengenang hari2 indah bersama istrinya, juga kenangan pahit saat menemukan istrinya tewas di kolam. Ia menangis. Ha melihatnya dari jauh dan merasa kasihan, juga penasaran. Ia memberikan segelas kopi pada Gak. “Bleh… minuman apa ini? pahit sekali.” Ia menuduh pahitnya kopi yg mengeluarkan air matanya. Tiba2 Ha dapat telp dan menyeret Gak.
Gak terbengong2 di depan kereta besar. Ia ragu2 masuk dan harus diseret Ha. Ha memperingatkan Gak harus bicara yg sopan sama orang lain. Gak cuekin, tapi Ha mengancam akan menyebarkan ttg Gak yg nangis tadi. Gak ngeles bilang kalo kopi itu yg bikin. “Kau sudah menangis sebelum minum kopi.” Gak pun memohon agar berita itu jangan tersebar apalagi ke anak buahnya, malu. Mereka pun ke petugas restorasi yg membawa makanan. Dia harus bilang “Bolehkah saya membeli telur rebus dan soda?” Gak menirukan dg suara dan gaya yg sangat lembut spt cewek. Entah sengaja ato tidak, tapi tetap membuat Ha tertawa terpingkal2.

Ha turun dan melihat kebun stroberi. Mereka bisa dapat murah tapi cuma bisa dipetik sendiri. Ha cuma punya 2 tangan. Ia butuh bantuan tangan lain, yaitu Gak. Tapi Gak ngga mau dan pergi meninggalkan Ha walaupun diancam diusir dari rumah. Gak melihat sebuah pondok yg ada tulisan Hangeul kuno di papannya. Ia mau menyentuh papan itu tapi tiba2 papannya jatuh terbelah. Lalu ada 3 kepala beruban nongol.

Gak mengganti papan itu dg menulis yg baru. semua orang memperhatikannya menarikan kuas seperti lagi bikin kaligrafi. tulisannya sangat bagus, membuat semua orang memujinya, masih muda sudah mahir nulis hangeul kuno yg susah.



Gak kembali ke Ha yg marah2 dan menepis es lilin yg diberikan Gak. Lalu orang2 desa datang semua memuji  Gak dan mememetikkan stroberi u/ mereka. Dg sok kalem Gak menghabiskan es lilinnya dan memungut es lilin yg jatuh tadi u/dimakan (yek!).


Mereka jalan2 sambil makan kembang gula. Mereka berhenti di permainan menjepit boneka. Ha mencoba menjepit boneka lobak, tapi ngga dapat. Gak pun ikut coba, dan berhasil! mereka tertawa kegirangan sambil gandengan tangan, tiba2 mereka pun tersadar dan melepas gandengan^^


Gak menyinggung2 ttg stroberi yg mereka dapat, juga boneka lobak, semua itu karna dirinya. Ia menyombongkan diri, bikin Ha gerah. Lalu Ha bilang akan membelikan makanan manis,ternyata sebuah balon berisi angin. Gak disuruh menghisapnya. "Loh, kok ngga manis?" tiba2 suara Gak berubah cempreng. Ha sukses ngerjain Gak "Itulah hukuman u/mulutmu yg sombong!" Gak mau marah, tapi ngga berani buka suara, takut keluar suara cempreng lagi.


3 anak buah makan malam dg Mimi dan Becky (tetangga). Ternyata mereka pendatang di Korea dan tanya2 ttg Korea. Lalu Mimi menelpon Ha dg 3G, lalu menyuruh 3 anak buah ngobrol di telp. mereka melihat Gak di dalam sana, dipikir Gak terkurung di benda kecil itu. Mereka teriak "Cheona!!!" haha..


Ha dan Gak on the way pulang dg kereta. Ha kecapekan dan tertidur di bahu Gak. Gak mendorong kepala Ha, tapi tingkahnya dilihat dg sinis o/ kakek nenek di depan. akhirnya dia diam saja.


Besoknya Ha mengajak ibu belanja di mal dg vouchernya. Mereka ngga sengaja ketemu Sena dan Tae Moo. Tae Moo tanya ke Sena "Eh, dia kenalanmu kan?" tapi Sena menghilang. Ia pun menyapa Ha yg mau menggunakan voucher belanja bersama ibu. tapi ibunya juga menghilang. Rupanya Sena menyeret ibunya pergi. Akhirnya mereka bertiga minus Tae Moo berkumpul di cafe u/merayakan ultah ibu. Ibu merasa Ha terlalu banyak keluar duit, padahal tokonya belum selesai dan butuh modal. Ha menenangkan ibu karna ia sudah punya cek uang pinjaman. Ibu minta Ha mengantarkan ketoilet. Tak sengaja tas Ha tersenggol dan mengeluarkan kertas cek yg dilihat Sena. Di toilet, ibu mengatakan pesan dari nenek kalo nenek tdk akan menyuruh Ha mengganti kerusakan asal cowo baju merah diantarkan ke kantornya. Tiba2 Sena pamitan dg alasan pekerjaan (ih, dasar maling!)



Nenek merasa tak sehat sejak kehilangan cucunya dan tak mau dihibur siapapun. Tapi mendengar berita kalo cucunya ada di kantor, nenek langsung semangat. berita itu menyebar sampai ke telinga Tae Moo. Saat itu Sena lagi ngurusin fashion show, dan ia tak peduli. Tae Moo mau mengantarkan Gak keluar, tapi tante keburu datang membawanya ke nenek. Gak memperkenalkan diri dan menyatakan tujuannya ke Korea adl mencari putri mahkota. Ayah Tae Moo tak bisa menahan tawa. Nenek merasa sedih, karna cowo ini emang bukan cucunya. Ayah Tae Moo tanya apa yg dilakukan Gak 2 tahun ini? Gak teringat pesan Ha kalo ia tak boleh nyatakan asal usul aslinya karna takakan ada yg percaya. Ia pun bilang "Bagaimana aku bisa ingat apa yg kulakukan 2 tahun ini?" Ia disuguhi kopi tapi menolak, lalu disuguhi yogurt dan ia meminumny` sampai habis. Ia menyukai minuman itu dan tanya apa ini? Ayah Tae Moo lagi2 ketawa. Nenek menangis terisak. Gak jadi kasihan "Nek, aku bukanlah orang yg kau cari, jadi jangan sia2kan tenagamu." Nenek makin terisak dan minta Gak jadi cucunya. Tante dan Ayah Tae Moo menghibur nenek, jangan memberi beban pada Gak. Gak pun pulang. Sebelumnya Tae Moo mau memberikan uang (suap), tapi Gak menolak karna sudah dapat 'hadiah' yg ia suka, 1 pak yogurt^^

Tae Moo berjalan keluar dan melihat parade fashion show bikini yg modelnya bule2 seksi. Gak memalingkan muka, tapi lalu melihatnya juga (dasar cowo!). Tetapi model2 seksi itu terkalahkan o/ si pembawa acara, Sena. Gak langsung menerobos naik panggung dan memeluk Sena yg dikiranya putri mahkota. Sena kaget melihat orang gila memanggilnya 'putri mahkota', memeluknya pula! sekuriti datang menyeret Gak.

http://www.kutudrama.com/2012/04/sinopsis-rooftop-prince-episode-3.html
http://www.kutudrama.com/2012/04/sinopsis-rooftop-prince-episode-3-2.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar