Tae Moo syok melihat siapa yg dibawa nenek turun. Gak
menepuk2 nenek dan menjelaskan kalau nenek pasti salah orang. Tapi nenek
memegang pipi Gak, bingung mengapa cucunya jadi aneh. Gak marah karna ada orang
asing menyentuhnya (tdk ada yg boleh menyentuh raja/PM kecuali
ortu/bini/anak/tabib). Gak menepis tangan nenek, Nenek memukul2 dada Gak karna
putus asa cucunya tidak ingat dirinya. Gak mendorong nenek jatuh. Tae Moo marah
dan mencengkram bajunya. “Siapa kau
sebenarnya!”
Sena ada di luar dg Ha. Sena tanya sedang apa Ha di sini? Ha
bilang ia disuruh ibu bantu2 angkat barang. Sena tidak butuh bantuannya. Mereka
berdebat dan tiba2 ada kibasan angina menghentikan. Rupanya anak buah langsung
lari secepat angin masuk ke rumah setelah mendengar teriakan Gak. Young Sul
melempar Tae Moo sampai jatuh kena lemari kaca yg pecah berantakan. Ha masuk
dan tercengang dg perbuatan 4 cowo joseon itu. Ia pun membawa mereka pergi.

Dimobil, waktu lampu merah Ha memarahi Gak habis2an karna
selalu mengacau. Gak yg tidak terima dimarahin didpn anak buahnya (malu), marah
balik “Diam atau kurobek mulutmu!” Ha bukan diam malah memajukan mulutnya “Ayo
sobek kalau berani!” Gak jadi tak bisa berkutik, anak buah melihat pangeran
mereka dg kasihan. “Lampu sudah hijau” kata Gak akhirnya.
Nenek menyalahkan Tae
Moo karna mengusir Tae Young. Sia2 Tae Moo meyakinkan kalo cowo tadi bukan Tae
Young, Nenek tetap percaya kalo tadi itu Tae Young dan terjadi sesuatu sehingga
Tae Young hilang ingatan. Nenek menyuruh Tae Moo mencari Tae Young lagi, tapi
berubah pikiran, Tae Young muncul saat ada pindah2an barang, jadi ia mencari
Sena yg bertugas memindahkan barang, meminta Sena mencari Tae Young. Sena rada
bingung, tapi tetap menyanggupi permintaan nenek.
Ha dan 4 cowo joseon ke tempat penampungan barang bekas. Ha
memberikan baju2 bekas u/anak buah karna baju warna warni tampak aneh. Pertama
Young Sul yg diberikan, ragu2 diterima. Lalu Man Bo menolak, membuat Gak
tersenyum puas, tapi mendadak Man bo berubah pikiran setelah dipuji Ha kalo
baju yg baru akan membuatnya makin tampan. Chi San langsung ambil sendiri baju
kuning bling2 dan komentar “Kayaknya hidup di jaman ini lebih enak drpd jaman
joseon.” Gak dicuekin sama sekali.
Ha mencarikan sepatu yg layak. Tiba2 seperti ada salju yg
bertebaran, dan ada suara berteriak “Cheona!Cheona!” Rupanya itu Chi San
membawakan sepatu u/Gak dg memakai jaket sobek hingga kapasnya bertebaran. Chi
San pikir memang modelnya seperti itu (eh, jadi ingat RM ep. 77,actor yg
berperan jadi Raja Suk Jong di Dong Yi jadi slh 1 guest, waktu hide n seek,
jaketnya tercabik ranting tajam hingga robek dan keluar kapas2 waktu lari^^ video bisa dilihat di sini)

Ha mencari2 4 cowo, lalu tanya satpam apa lihat 4 cowo aneh, satpam tanpa banyak omong langsung tunjukin layar cctv dimana ada 4 cowo aneh ganti baju di lift. Ha muncul tepat saat mereka sudah pake baju. Mereka mendesah lega, tapi mendadak marah karna merasa dipermalukan. Gak dan Ha sama2 ngga mau ngalah. 3 anak buah mengikuti sikap Gak, marah pada Ha. Tapi toh mereka akhirnya ngalah, masuk ke mobil Ha. Mereka melewati istana, Gak minta turun tapi Ha bilang sibuk, tak peduli pada titah PM.
Gak mogok kerja(emangnya selama ini pernah kerja?) sementara lainnya ngepel. Ha menawarkan, kalo Gak kerja, mereka akan ke istana. Umpan diterima, kayu pel pun berada di tangan Gak. Anak buah mencegah Gak bekerja, tapi Gak tak mau berhenti dan rajin bersih2, sampai setetes darah menghentikannya. Saat mengelap rak, jarinya tergores dan luka. Dikit doang, tapi paniknya selangit. Man Bo menyuruhnya mengancungkan jari setinggi2nya agar tidak menetes. Ha mencibir, lalu menjelaskan cara menghentikan darah yg benar yaitu dg ditekan. Ha akan ke apotik depan u/beli plester. Ia menyuruh Gak tetap berdiri seperti itu sementara yg lain kerja. ia membeli plester sambil memperkenalkan toko baru di depan(rupanya toko yg dibersihkan tadi itu tokonya Ha). Diluar ia ketemu Tae Moo yg mengutak atik hp.
Rupanya Tae Moo emang udah ngikutin Ha sejak tadi, tapi
pura2 memunculkan diri dekat apotik. Mereka ngobrol di café. Tae Moo menanyakan
ttg cowo baju merah tadi dan setelah yakin kalo cowo tadi bkn sepupunya, Ha
minta maaf atas kekacauan tadi. Tae Moo tak mempermasalahkan tapi keluarganya
mempermasalahkan, jadi kalo ditanya ttg cowo baju merah tadi, bilang saja tak
tau. Sebagai hadiah (tutup mulut), Tae Mo memberikan voucher belanja di
mallnya.
Sena menjalankan tugas yg diberikan nenek. Ia menyuruh
ibunya menghubungi Ha, tapi ibu tak mau karna hpnya rusak, tapi ngga ada yg mau
belikan padahal bentar lagi ultahnya. Ibu menyuruh ia mengubungi sendiri. Sena
ke toko Ha dan ketemu Gak yg mematung, tapi Sena ngga kenal cowo berbaju biru,
ia hanya kenal cowo berbaju merah. Gak juga tak melihatnya. Sena ketemu Ha,
tapi kecewa karna Ha bilang tidak kenal cowo baju merah itu dan tdk tau
keberadaannya (mission by Tae Moo – completed!)
Sena ketemu Tae Moo dan mengeluh karna tak menemukan yg
dicari nenek. Tae Moo bilang cuekin aja, dan mengajaknya ke inggris. “Untuk
apa?” rupanya Sena ngaku2 ibunya adl dosen di inggris. Sena berkilah dan bilang
ibunya akan pulang ke korea.
Ha memplester jari Gak. Ini adl cara terbaik menghentikan
pendarahan dan jadi tidak sakit kalo digerakkan. Gak mempraktekan, tapi
langsung teriak kesakitan, padahal sakitnya dikit banget!
Malamnya Ha mengajari mereka Hangeul modern. Besok paginya Ha menepati janjinya dg mengantar Gak ke istana sendirian. Gak mengenang hari2 indah bersama istrinya, juga kenangan pahit saat menemukan istrinya tewas di kolam. Ia menangis. Ha melihatnya dari jauh dan merasa kasihan, juga penasaran. Ia memberikan segelas kopi pada Gak. “Bleh… minuman apa ini? pahit sekali.” Ia menuduh pahitnya kopi yg mengeluarkan air matanya. Tiba2 Ha dapat telp dan menyeret Gak.
Malamnya Ha mengajari mereka Hangeul modern. Besok paginya Ha menepati janjinya dg mengantar Gak ke istana sendirian. Gak mengenang hari2 indah bersama istrinya, juga kenangan pahit saat menemukan istrinya tewas di kolam. Ia menangis. Ha melihatnya dari jauh dan merasa kasihan, juga penasaran. Ia memberikan segelas kopi pada Gak. “Bleh… minuman apa ini? pahit sekali.” Ia menuduh pahitnya kopi yg mengeluarkan air matanya. Tiba2 Ha dapat telp dan menyeret Gak.
Gak terbengong2 di depan kereta besar. Ia ragu2 masuk dan
harus diseret Ha. Ha memperingatkan Gak harus bicara yg sopan sama orang lain.
Gak cuekin, tapi Ha mengancam akan menyebarkan ttg Gak yg nangis tadi. Gak
ngeles bilang kalo kopi itu yg bikin. “Kau sudah menangis sebelum minum kopi.”
Gak pun memohon agar berita itu jangan tersebar apalagi ke anak buahnya, malu.
Mereka pun ke petugas restorasi yg membawa makanan. Dia harus bilang “Bolehkah saya
membeli telur rebus dan soda?” Gak menirukan dg suara dan gaya yg sangat lembut
spt cewek. Entah sengaja ato tidak, tapi tetap membuat Ha tertawa terpingkal2.
Ha turun dan melihat kebun stroberi. Mereka bisa dapat murah
tapi cuma bisa dipetik sendiri. Ha cuma punya 2 tangan. Ia butuh bantuan tangan
lain, yaitu Gak. Tapi Gak ngga mau dan pergi meninggalkan Ha walaupun diancam
diusir dari rumah. Gak melihat sebuah pondok yg ada tulisan Hangeul kuno di
papannya. Ia mau menyentuh papan itu tapi tiba2 papannya jatuh terbelah. Lalu ada
3 kepala beruban nongol.
Ha dan Gak on the way pulang dg kereta. Ha kecapekan dan tertidur di bahu Gak. Gak mendorong kepala Ha, tapi tingkahnya dilihat dg sinis o/ kakek nenek di depan. akhirnya dia diam saja.
http://www.kutudrama.com/2012/04/sinopsis-rooftop-prince-episode-3.html
http://www.kutudrama.com/2012/04/sinopsis-rooftop-prince-episode-3-2.html

















































Tidak ada komentar:
Posting Komentar