
Seo Hwa dan adik beserta pembantunya dibawa ke gibang untuk
menjadi gisaeng dan budak. Ayah mereka dihukum karena dituduh sebagai
pengkhianat. Tapi Seo Hwa tidak mau jadi gisaeng. Dia pun diikat dipohon dengan
setengah telanjang, hanya memakai rok dalam. Tanpa semua orang sadari, seorang
pria melihat semua itu.

Dia adalah siluman rubah, bernama Gu Wol Ryung. Dia galau,
antara menolong atau tidak, karena dia tidak boleh mencampuri urusan manusia,
kalau tidak dia bisa tertangkap dan dibunuh. Saat dia memutuskan untuk
menolong, So Jung, biksu pengembara temannya yang bisa mengontrol siluman,
menghadang.

Seo Hwa akhirnya dibawa masuk ke gibang. Setelah diancam
dengan menggunakan adiknya yang dipukuli, akhirnya dia mau jadi gisaeng. Dia
dimandikan, serta diberi tato. Dia akan dipersiapkan menjadi gisaeng. Untuk
menjadi gisaeng sejati, dia harus melepas keperawanannya dulu, dan yang sudah
memesannya adalah Jo Gwan Woong, pejabat yang sudah membunuh ayahnya. Saat dia
mengetahui hal itu, dia hampir bunuh diri. Lalu pembantunya datang dan bersedia
menggantikan, asal nggak ketahuan.

Seo Hwa dan adiknya melarikan diri, sedangkan pembantunya
diperkosa oleh Jo. Tapi akhirnya Jo tahu kalau dia dibohongi dan segera
menyuruh anak buah mencari Seo Hwa. Seo Hwa akhirnya mengajak adiknya
berpencar. Adiknya harus selamat. Dan saat Soo Hwa akan ditangkap, Wol Ryung
datang menolong. Semua anak buah Jo ketakutan melihat monster, lalu Soo Hwa
pingsan di pelukan Wol Ryung.

Sayangnya, usaha Seo Hwa menyelamatkan adiknya sia2. Sang
adik tertangkap dan disiksa, lalu digantung di muka umum. Pembantunya stress
dan bunuh diri. Sementara itu Seo Hwa terbangun di sebuah goa yang indah. Wol
Ryung tidak membuka identitas aslinya. Dia merawat dan menjaga Seo Hwa dengan
sangat baik, membuat Seo Hwa jadi jatuh cinta. Wol Ryung pun memang sudah cinta
dari awal. So Jung sudah melarang, tetapi akhirnya Wol Ryung dan Seo Hwa
menikah. Wol Ryung belajar cara menjadi manusia dari sebuah buku, dan berusaha
mengikuti semua petunjuknya. Mereka hidup bahagia………… sementara.


Jo memanggil seorang penangkap siluman, untuk menangkap
gumiho itu, sekalian menangkap Seo Hwa. Saat itu Seo Hwa sedang mencari rumput
untuk makan, sedangkan Wol Ryung mencari kayu bakar. Sebelumnya So Jung
memberikan sebuah pisau pada Wol Ryung. Cara termudah menjadi manusia adalah,
dengan mendapatkan kepercayaan dan cinta sejati dari manusia yang dicintai oleh
gumiho. Tetapi Jika Seo Hwa ternyata tidak bisa menerima bahwa suaminya seorang
gumiho, maka dia harus menusuk jantung Seo Hwa, kalau tidak dia akan mati.
Para pasukan dan penangkap siluman itu pergi ke hutan dan
mengejar Seo Hwa. Wol Ryung datang menolong, membuat dedaunan rambat untuk
menutupi keberadaan mereka.


Saat dirasa aman, dedaunan itu menghilang. Tetapi
ternyata si penangkap siluman masih di sana dan melihat semuanya. Wol Ryung
diikat dengan rantai dan dipukuli, sementara Seo Hwa dibawa pergi.


Wol Ryung
tidak tahan melihat wanitanya dibawa pergi, dia tidak bisa menahan kekuatan
monsternya. Dia menghancurkan rantai dan membunuh para pengawal. Dia berubah
menjadi monster di depan mata Seo Hwa yang ketakutan. Wol Ryung berteriak dan
semua orang tumbang, kecuali Seo Hwa yang masih syok. Wol Ryung mendekat dan
Seo Hwa menjerit, lalu pingsan.


Seo Hwa dibawa ke gua lagi. Saat sadar, Wol Ryung minta maaf
karena telah mengeluarkan sisi monsternya di hadapan Seo Hwa. Lalu Wol Ryung
pingsan. Seo Hwa tetap tidak percaya suaminya jadi monster. Dia takut dan
kabur, dia malah pergi ke perkemahan penangkap siluman. Dia akhirnya diberitahu
tentang kematian adik dan pembantunya. Dia shock, karena kata Wol Ryung dulu,
adik dan pembantunya berhasil kabur dan selamat. Jadi selain karena Wol Ryung
membohonginya atas jati diri sebenarnya, juga membohongi perihal adik dan
pembantunya. Dia pun marah dan membencinya.


Seo Hwa datang lagi ke hutan, kali ini bersama pengawal dan
penangkap siluman. Dia berusaha meyakinkan Seo Hwa dan mendapatkan kepercayaan
serta cinta sejatinya, tetapi Seo Hwa sudah menutup hatinya dengan kemarahan
dan ketakutan. Dia pun teringat kata2 So
Jung dan mengeluarkan pisaunya. Dia terbang menghalangi serangan, dan
menghampiri Seo Hwa. Tetapi penangkap siluman menusuk perutnya.

Dan ini kata-kata terakhir Wol Ryung yang sangat
menyedihkan, “Seo Hwa, kenapa kau melakukan ini padaku? Aku mencintaimu. Aku
sangat mencintaimu. Kenapa…” Seo Hwa juga menangis.

Lalu Wol Ryung berubah jadi
monster dan menancapkan kuku di bahu Seo Hwa. Penangkap siluman mendorongnya
dengan pedang masih tertusuk, lalu dadanya ditebas. Wol Ryung menghilang di
udara, menjadi debu bintang.


So Jung datang dan menangisi kematian sahabatnya. Padahal
Wol Ryung sebenarnya bukanlah gumiho yang jahat. Dia adalah pelindung hutan
yang tidak pernah mengganggu orang. Dia menyalahkan Seo Hwa yang membuat Wol
Ryung mencintainya, tapi kemudian mengkhianatinya. Padahal tinggal 10 hari lagi
Wol Ryung akan menjadi manusia, lalu hidup bahagia bersama Seo Hwa sampai kakek
nenek dan mati sebagai manusia.

Lalu Seo Hwa muntah2. Dia hamil. Tapi dia takut melahirkan
anak monster, jadi dia selalu berusaha bunuh diri, sampai semua orang harus
menjaganya ekstra. Sementara itu ternyata Wol Ryung tidak benar2 musnah. Dia
tertidur di dalam hutan untuk mengembalikan kekuatan.

Saat waktunya melahirkan tiba, Seo Hwa malah kabur dari
gibang dan pergi ke goa. Dia melahirkan di sana dan sudah menyiapkan pisau
untuk membunuh bayi monster itu. Tetapi ternyata yang lahir adalah bayi
manusia. So Jung datang karena mengira Wol Ryung telah kembali, tetapi yang
ditemukannya adalah Seo Hwa dengan anaknya Wol Ryung.

Di pinggir sungai, beberapa bangsawan sedang bersenang2
dengan gisaeng. Tiba2 mereka mendengar suara bayi. Seperti bayi musa, ada bayi
di dalam keranjang, terapung di sungai. Seorang bangsawan mengambil bayi itu.
So Jung datang dan mengaku2 bisa melihat masa depan. Dia meramalkan bangsawan
itu akan jadi kaya raya, sukses selalu, jika dia mengadopsi anak itu. Lalu anak
itu diberi nama Choi Kang Chi. Yang artinya anak yang dibuang ke sungai.


Notes:
Choi Kang Chi, Manusia setengah siluman rubah. Hampir-hampir
mirip sama Inuyasha, manusia setengah siluman anjing. Tapi jelas ceritanya
berbeda jauh, jadi bukan adaptasi, apalagi plagiat. Inuyasha tidak menceritakan
kisah orang tuanya. Seandainya ada yang bikin fanficnya, mungkin hasilnya kayak
Wol Ryung dan Seo Hwa, hehehe…


Dan kisah Wol Ryung-Seo Hwa ini memang benar-benar
mengenaskan, terutama si Wol Ryung-nya. Bikin mewek T.T Dan memang drama ini
berending sedih, meski mereka akan ketemu lagi di masa depan (menggantung).


Dan di drama ini memang bertebaran cowok-cowok ganteng, juga
cewek-cewek cantik (lebih banyak cowoknya sih).




Tidak ada komentar:
Posting Komentar