Hae Soo mengusir Jae Yeol karena dia tidak menyukainya dari awal. Jae Yeol tahu itu, itu sebabnya bukannya berterima kasih karena telah membantu Hae Soo waktu mengejar pasien, sampai bikin kepala Jae Yeol berdarah, sebaliknya Hae Soo pergi begitu saja setelah meninggalkan notes. Hae Soo menganggap Jae Yeol orang yang tidak normal, karena orang normal akan melupakan hal itu dan memutuskan hubungan dengan orang tersebut. Akan tetapi Jae Yeol malah mencari orang yang membuatnya jengkel, seperti pemburu mencari mangsa. Hae Soo menganggap Jae Yeol pasti selalu menjerat wanita sampai akhirnya mau tidur dengannya di ranjang (Hae Soo menunjuk ranjang Jae Yeol, yang diikuti dengan pandangan mata Soo Kwang dan Dong Min). Hae Soo mendiagnosa Jae Yeol punya Narcissistic personality disorder.
“Memangnya pemangsa peduli pesona mangsanya? Makan adalah
tujuannya!” kata Hae Soo.
“Aku tidak selapar itu.”
Hae Soo menuduh Jae Yeol melakukan pelecehan seksual lewat
kata2. Tapi menurut Dong Min, Hae Soo-lah yang mulai duluan, Soo Kwang pun
setuju.
“Kau tidak akan pernah bisa meniduriku di tempat tidur itu.”
Hae Soo menyuruh Jae Yeol segera cari rumah lain. Jae Yeol
menghentikan Hae Soo yang mau pergi. Dia minta maaf karena memberitahu soal
perselingkuhan pacar Hae Soo, sampai hubungan mereka hancur. Tetapi Jae Yeol
melakukannya karena tidak tahu kalau Hae Soo bakal semarah itu, dan dia tidak
ingin selalu disalahkan atas perbuatan brengsek Choi Ho. Jae Yeol benar2 tidak
tahu apa2/terlalu polos, sampai2 dia sendiri juga dikhianati sahabat dan
pacarnya juga.Hae Soo melengos dan melihat tulisan2 notes di dinding. Jae Yeol menuliskan kata2 yang pernah diucapkan orang terhadapnya, yang menurutnya membuat hatinya sakit. Jae Yeol berkata kalau dalam 4 hari dia akan angkat kaki dari rumah ini. Tetapi tidak hanya Jae Yeol yang pindah, semua penghuni juga harus pindah. Dong Min akan kehilangan ruang prakteknya, Soo Kwang akan kehilangan pekerjaannya di café. Karena rumah, ruang praktek, dan juga café, adalah miliknya Jae Yeol. Hahaha…
Choi Ho berdiri di depan pagar sambil berhujan2an, terus
membunyikan bel. Hae Soo hanya memandangnya dari monitor kamera. Saat itu Jae
Yeol baru masuk ke dalam rumah. Dong Min bertanya, siapa yang datang? Dari jauh
Jae Yeol berseru, “Penyelingkuh.” Dong Min menyuruh Hae Soo membuka pintu saja,
antara menyuruh masuk ataupun mengusir, apa saja asal dia tidak membunyikan bel
lagi. Hae Soo malah masuk kamar setelah mengancam Dong Min jangan sampai
membuka pintu. Sementara itu Soo Kwang masuk ke kamar Dong Min, mau tidur
bareng karena takut pada hujan (huh?)
Jae Yeol yang mau nulis jadi nggak konsen karena Ho terus
berteriak. Dia mau mengetuk pintu Hae Soo untuk mengusir Ho, tetapi tidak jadi.
Akhirnya Hae Soo keluar juga dengan membawa payung. Bukannya lancar menulis,
Jae Yeol malah makin nggak konsen. Dia pun melihat pasangan itu dari jendela.
Ho melimpahkan kesalahan pada selingkuhannya, menuduh wanita itu yang terus
menempel padanya dan menciumnya paksa pada waktu Jae Yeol memergoki mereka.
Tapi Hae Soo tidak percaya. Tiba2 Ho membuang payung Hae Soo, kemudian mencium
Hae Soo. Hae Soo menamparnya dan mendorongnya. Jae Yeol hanya geleng2 kepala
menonton sinetron live itu.Akhirnya Ho pun mengatakan kalau sebenarnya dia nggak tahan 300 hari tanpa tidur bersama dengan Hae Soo. Tiap kali mereka sewa hotel dan minum2, yang ada malah mereka tidur terpisah di dalam kamar hotel itu. Ho berusaha bersabar karena dia mencintai Hae Soo. Semua pasangan yang saling mencintai, pasti mau diajak tidur bareng (omo!), kecuali mereka. “Aku yang tidak normal, atau kau yang tidak normal?”
“Selama 30 tahun aku ingin lepas dari gangguan ini. Saat
pasienku membenci ibu mereka, lalu mereka kembali mencintai, dan memahami suami
yang mereka benci, saat mereka sudah terlepas dari gangguan mereka itu, dan
rasa sakit terobati, aku melihat wajah2 yang suram selama bertahun2 menjadi
bersinar, aku penasaran bagaimana rasanya. Aku sungguh ingin merasakannya
denganmu. Walau begitu, cuma 1 malam kau bersama Min Yong. tapi sekarang tiap
kali aku menciummu, aku akan melihat wajahnya. Sama seperti tiap kali aku
mengingat ibuku mencium ahjusi itu. Kau begitu sulit menunggu 300 hari? Aku menunggu
seluruh hidupku untuk hari itu. Hari ini terakhir kali aku melihatmu.”
Jae Yeol membuka lemarinya, ada banyak handuk di sana. Dia
pun keluar dari WC. Tapi kemudian masuk lagi. Hae Soo masih melihat keluar
jendela, ketika pintunya diketuk. Tidak ada siapapun kecuali tiga lembar handuk
warna-warni. Besoknya, Hae Soo dan Jae Yeol lari pagi. Mereka berpapasan. Hae
Soo terjatuh karena menoleh pada Jae Yeol.Masih malam, Jae Yeol mendengar bunyi alarm jam. Di luar dia melihat Hae Soo menyalakan lilin dan berdoa sambil terkantuk2. Paginya, Jae Yeol memasak sarapan yang nikmat (yum!). Dong Min mulai menjilat dengan kata2 manis agar Jae Yeol tidak mengusir mereka. Tapi perlakuan Hae Soo dan Soo Kwang masih kasar. Jae Yeol pun berkata kalau sarapan ini salam perpisahan. Soo Kwang memberi ide untuk urunan menyewa rumah baru 3 kamar, bahkan bisa membelinya. Dong Min marah2, “lalu kantorku di mana? Di balkon?” Hae Soo juga tidak bisa pinjam uang, karena utangnya masih banyak. Hae Soo pun memberi ide, memohon pada Jae Yeol seperti anjing. Salah satu di antara mereka, ditentukan dengan suit. “Gai bai bu!” Soo Kwang dan Dong Min batu, sementara Hae Soo gunting. “Yes!!!” seru 2 cowok itu. Hae Soo terpaksa menjilat ludah sendiri.
Bagai mendapat pencerahan, Hae Soo pun segera menjadwalkan konsultasi dengan Hwan. Dia pun jadi punya pandangan berbeda terhadap Hwan. Dia menerima gambar dirinya dengan alat kelamin, dengan sukacita. Lalu Hae Soo bertanya, kenapa Hwan menghisap lem dengan orang2 yg tidak dikenal? Hwan berkata agar dia tidak menggambar lagi, makanya sedot lem. Akhirnya Hwan pun mengungkapkan, dia jadi begini karena tak sengaja melihat ibunya ngeseks sama kekasiih ibu di kamar sebelah. Hae Soo teringat bahwa dia sendiri juga punya kejadian traumatic yang hampir sama dengan Hwan.
Woo masih mencoba menelepon Jae Yeol, tapi tidak mau diangkat. Woo tampak depresi di kamarnya. Jae Yeol turun ke café untuk membeli Americano. Kakak Hae Soo yang jadi manajer, mengajak Jae Yeol ngobrol, karena dia adalah Fans Jae Yeol. Dulu Hae Soo juga fansnya, tapi waktu Jae Yeol masih menulis roman. Kopinya pun tiba, diletakkan dengan kasar oleh Soo Kwang sampai tumpah ke tangan Jae Yeol. Sambil tersenyum, Jae Yeol menyuruh kakak Hae Soo memecat Soo Kwang. “Hei, kau pikir café cuman di sini doang?” teriak Soo Kwang. Jae Yeol mengancam akan menghajarnya kalau terus bicara.
Dong Min pun menemui Jae Beom. Lagi2 Jae Beom ngomong aneh2,
tentang gaya gravitasi, tentang perputaran bumi. Dong Min pun berkata kalau
sebenarnya dia datang bukan untuk membicarakan hal itu. Jae Beom dapat mengerti
kalau pembicaraannya sangat tidak berguna. Dia pun menyuruh Dong Min pulang
saja. “Saat pertama kali kau datang, kau memintaku untuk ngobrol seperti
seorang teman. Aku sudah berkata kalau aku ini putus SMP dan sudah mencoba
mengobrol santai dengan menanyakan hal2 memalukan itu, brengsek.” Dong Min pun
mengejarnya dan minta maaf, “Maafkan atas tindakan kepala besarku tadi. Aku
tidak tahu kalau kau sebodoh itu, kupikir tadi kau cuma bercanda. Sampai jumpa
lagi.”
Jae Yeol on air. Setelah menyelesaikan sebuah lagu
instrument, dia pun menjelaskan lagu tadi yang merupakan soundtrack film jadul,
One Flew Over Cuckoo Nest. Hae Soo mendengarnya saat naik bis. Penjelasannya
menarik, sbb: “tokoh utamanya saat pertama kali bertemu dengan pasien di RSJ,
berpikir kalau dia sangat berbeda dari mereka. Dia merendahkan dan menertawakan
mereka. Yang menonton juga berpikir sama, mereka gila dan kita normal. Tapi
seiring berjalannya waktu, kita jadi bingung,
merasa aneh dan kacau. Itu karena karakter yang kita pikir aneh dan
gila, mulai menjadi lucu, terluka, dan kasihan. Para pasien jiwa yang kita
rendahkan, setelah memahami situasi mereka, kita melihat keunikan dari rasa
sakit mereka. Para psikiater berkata, kita semua ‘sakit’. Layaknya demam yang
sudah umum, kita bisa tahu langsung, tapi sakit psikis tidak. Jadi mari kita
pahami rasa sakit semua orang, dengan begitu dunia akan jadi lebih indah.”Mereka mengejek Soo Kwang bodoh dan gila. Dong Min tidak terima. Sepertinya dia juga punya keanehan psikis kalau lagi marah. Tiba2 saja dia buka baju. Jae Yeol menghajar salah satu cowok yang mau memukul Soo Kwang, lalu menjelaskan kalau Soo Kwang itu punya penyakit psikis, bukannya gila.
Mereka akhirnya berantem sampai polisi datang. Mereka berempat kabur dan berpencar. Hae Soo heran, kenapa mereka harus lari? Bukankah orang2 itu yang mulai duluan? Jae Yeol pun menjelaskan (masih sambil lari), karena mereka terluka dan selain itu karena Jae Yeol orang terkenal, makanya jangan sampai ketangkap.
Sementara itu, Woo dipukuli ayahnya dan dia lari dari rumah.







































Tidak ada komentar:
Posting Komentar