Quotes

"Write is my World"

Jumat, 03 Oktober 2014

It's Okay, That's Love Episode 3

 Hae Soo menyiram Jae Yeol dengan anggur, lalu dibalas oleh Jae Yeol. Perang dimulai. Hae Soo membunyikan alarm emergency dan lonceng, mengagetkan semua orang.  Dia mendatangi Jae Yeol yang sedang menulis di papan tulis kamarnya. Soo Kwang dan Dong Min datang, ingin tahu apa yang terjadi sampai Hae Soo bersikeras untuk mengusir Jae Yeol. Jae Yeol mau bicara berdua saja dengan Hae Soo, tapi Dong Min dan Soo Kwang tidak mau keluar dari kamar Jae Yeol, karena mereka tetap mau tahu duduk permasalahannya. Mereka duduk di ranjang Jae Yeol, tapi Jae Yeol memarahi mereka, nggak boleh duduk di sana.

 Hae Soo mengusir Jae Yeol karena dia tidak menyukainya dari awal. Jae Yeol tahu itu, itu sebabnya bukannya berterima kasih karena telah membantu Hae Soo waktu mengejar pasien, sampai bikin kepala Jae Yeol berdarah, sebaliknya Hae Soo pergi begitu saja setelah meninggalkan notes. Hae Soo menganggap Jae Yeol orang yang tidak normal, karena orang normal akan melupakan hal itu dan memutuskan hubungan dengan orang tersebut. Akan tetapi Jae Yeol malah mencari orang yang membuatnya jengkel, seperti pemburu mencari mangsa. Hae Soo menganggap Jae Yeol pasti selalu menjerat wanita sampai akhirnya mau tidur dengannya di ranjang (Hae Soo menunjuk ranjang Jae Yeol, yang diikuti dengan pandangan mata Soo Kwang dan Dong Min). Hae Soo mendiagnosa Jae Yeol punya Narcissistic personality disorder.
 Jae Yeol membalas, “Apa itu berarti aku berhasil menjeratmu? Kau pikir, kau segitu menariknya?” Dong Min tersenyum.
“Memangnya pemangsa peduli pesona mangsanya? Makan adalah tujuannya!” kata Hae Soo.
“Aku tidak selapar itu.”
Hae Soo menuduh Jae Yeol melakukan pelecehan seksual lewat kata2. Tapi menurut Dong Min, Hae Soo-lah yang mulai duluan, Soo Kwang pun setuju.
“Kau tidak akan pernah bisa meniduriku di tempat tidur itu.”
 Hae Soo menyuruh Jae Yeol segera cari rumah lain. Jae Yeol menghentikan Hae Soo yang mau pergi. Dia minta maaf karena memberitahu soal perselingkuhan pacar Hae Soo, sampai hubungan mereka hancur. Tetapi Jae Yeol melakukannya karena tidak tahu kalau Hae Soo bakal semarah itu, dan dia tidak ingin selalu disalahkan atas perbuatan brengsek Choi Ho. Jae Yeol benar2 tidak tahu apa2/terlalu polos, sampai2 dia sendiri juga dikhianati sahabat dan pacarnya juga.


 Hae Soo melengos dan melihat tulisan2 notes di dinding. Jae Yeol menuliskan kata2 yang pernah diucapkan orang terhadapnya, yang menurutnya membuat hatinya sakit. Jae Yeol berkata kalau dalam 4 hari dia akan angkat kaki dari rumah ini. Tetapi tidak hanya Jae Yeol yang pindah, semua penghuni juga harus pindah. Dong Min akan kehilangan ruang prakteknya, Soo Kwang akan kehilangan pekerjaannya di café. Karena rumah, ruang praktek, dan juga café, adalah miliknya Jae Yeol. Hahaha…
 3 orang itu pun jadi galau. Jae Yeol keluar rumah dengan membawa payung. Dia berpesan pada 3 penghuni u/mengambil jemuran karena akan hujan. Hae Soo meledek, tiba2 guntur berbunyi dan hujan deras turun. Mereka pun jadi kaget. Dong Min menyalahkan Hae Soo yang tidak bisa mengendalikan emosi. Kontrak sewa mereka tinggal 4 bulan lagi. Hae Soo menyuruh Dong Min menelepon kakaknya yang orang kaya. Tetapi kakak Dong Min marah2 sebelum Dong Min bicara apapun. Hae Soo sendiri banyak utang. Soo Kwang bilang punya uang, tapi ternyata sudah habis buat pacaran. Hae Soo menyuruh mereka tenang karena pasti akan bisa mencari jalan keluarnya. Soo Kwang salah dengar, “jari tengah?” Dong Min memukulnya.
 Jae Yeol beli notes di minimarket. Saat mau pulang, ada cewek, anak sekolahan, menyuruhnya membeli rokok. Kembaliannya untuk Jae Yeol membeli susu. Jae Yeol pun kembali ke minimarket dan keluar membawa kresek. Jae Yeol memberikan kresek itu sambil memuji cewek itu yang cantik. Saat membuka kreseknya, cewek itu kesal, karena isinya susu semua.

Choi Ho berdiri di depan pagar sambil berhujan2an, terus membunyikan bel. Hae Soo hanya memandangnya dari monitor kamera. Saat itu Jae Yeol baru masuk ke dalam rumah. Dong Min bertanya, siapa yang datang? Dari jauh Jae Yeol berseru, “Penyelingkuh.” Dong Min menyuruh Hae Soo membuka pintu saja, antara menyuruh masuk ataupun mengusir, apa saja asal dia tidak membunyikan bel lagi. Hae Soo malah masuk kamar setelah mengancam Dong Min jangan sampai membuka pintu. Sementara itu Soo Kwang masuk ke kamar Dong Min, mau tidur bareng karena takut pada hujan (huh?)
 Jae Yeol yang mau nulis jadi nggak konsen karena Ho terus berteriak. Dia mau mengetuk pintu Hae Soo untuk mengusir Ho, tetapi tidak jadi. Akhirnya Hae Soo keluar juga dengan membawa payung. Bukannya lancar menulis, Jae Yeol malah makin nggak konsen. Dia pun melihat pasangan itu dari jendela. Ho melimpahkan kesalahan pada selingkuhannya, menuduh wanita itu yang terus menempel padanya dan menciumnya paksa pada waktu Jae Yeol memergoki mereka. Tapi Hae Soo tidak percaya. Tiba2 Ho membuang payung Hae Soo, kemudian mencium Hae Soo. Hae Soo menamparnya dan mendorongnya. Jae Yeol hanya geleng2 kepala menonton sinetron live itu.

 Akhirnya Ho pun mengatakan kalau sebenarnya dia nggak tahan 300 hari tanpa tidur bersama dengan Hae Soo. Tiap kali mereka sewa hotel dan minum2, yang ada malah mereka tidur terpisah di dalam kamar hotel itu. Ho berusaha bersabar karena dia mencintai Hae Soo. Semua pasangan yang saling mencintai, pasti mau diajak tidur bareng (omo!), kecuali mereka. “Aku yang tidak normal, atau kau yang tidak normal?”
 “Aku yang tidak normal! Sejak aku melihat ibuku selingkuh dengan pria lain lebih dari 20 th, aku punya gangguan aneh, dimana aku melihat hubungan seks itu hal yang buruk. Orang lain bahagia saat mereka jatuh cinta, tapi aku benci dengan semua itu sampai mau muntah. Aku baru bisa menciummu setelah meyakinkan diriku berkali-kali. Aku mau menciummu, tapi tak mau berhubungan seks denganmu. Bahkan sekarang saat memikirkan seks, aku ketakutan sampai gemetaran. Aku ingin kau memahaminya, bahkan meski sulit, aku harap kau memahamiku. Aku ingin lepas dari gangguan ini agar bisa menjadi ‘kotor’. Aku pernah mengakui ini padamu sampai menangis, kan?”
 Ho berlutut minta maaf. Jae Yeol memandang iba sambil menutup jendela. Dong Min dan Soo Kwang ternyata menguping dari balik jendela kamar Dong Min. Soo Kwang mengatai Ho ‘brengsek’, Dong Min berkata, ‘kita dengarkan saja.’
“Selama 30 tahun aku ingin lepas dari gangguan ini. Saat pasienku membenci ibu mereka, lalu mereka kembali mencintai, dan memahami suami yang mereka benci, saat mereka sudah terlepas dari gangguan mereka itu, dan rasa sakit terobati, aku melihat wajah2 yang suram selama bertahun2 menjadi bersinar, aku penasaran bagaimana rasanya. Aku sungguh ingin merasakannya denganmu. Walau begitu, cuma 1 malam kau bersama Min Yong. tapi sekarang tiap kali aku menciummu, aku akan melihat wajahnya. Sama seperti tiap kali aku mengingat ibuku mencium ahjusi itu. Kau begitu sulit menunggu 300 hari? Aku menunggu seluruh hidupku untuk hari itu. Hari ini terakhir kali aku melihatmu.”
 Jae Yeol membuka lemarinya, ada banyak handuk di sana. Dia pun keluar dari WC. Tapi kemudian masuk lagi. Hae Soo masih melihat keluar jendela, ketika pintunya diketuk. Tidak ada siapapun kecuali tiga lembar handuk warna-warni. Besoknya, Hae Soo dan Jae Yeol lari pagi. Mereka berpapasan. Hae Soo terjatuh karena menoleh pada Jae Yeol.
 Di RS, Hae Soo melihat pasiennya yang diterapi listrik. Lalu dia melihat Hwan, pasien yang menggambar alat kelamin. Hwan berkata kalau dia menggambar Hae Soo. Hae Soo pun tersinggung dan menegurnya “Apa kau tidak kasihan, ibumu bekerja sangat keras untuk biaya RSmu?” Hwan tidak peduli. Jae Yeol baru mau membuka pagar saat Woo memanggilnya, berkata bahwa dia sudah menaruh contoh naskahnya dan berharap Jae Yeol membacanya. Dia menyemangati Jae Yeol untuk membuat novel baru lagi yang lebih bagus dan kalahkan Pul Ip.

 Masih malam, Jae Yeol mendengar bunyi alarm jam. Di luar dia melihat Hae Soo menyalakan lilin dan berdoa sambil terkantuk2. Paginya, Jae Yeol memasak sarapan yang nikmat (yum!). Dong Min mulai menjilat dengan kata2 manis agar Jae Yeol tidak mengusir mereka. Tapi perlakuan Hae Soo dan Soo Kwang masih kasar. Jae Yeol pun berkata kalau sarapan ini salam perpisahan. Soo Kwang memberi ide untuk urunan menyewa rumah baru 3 kamar, bahkan bisa membelinya. Dong Min marah2, “lalu kantorku di mana? Di balkon?” Hae Soo juga tidak bisa pinjam uang, karena utangnya masih banyak. Hae Soo pun memberi ide, memohon pada Jae Yeol seperti anjing. Salah satu di antara mereka, ditentukan dengan suit. “Gai bai bu!” Soo Kwang dan Dong Min batu, sementara Hae Soo gunting. “Yes!!!” seru 2 cowok itu. Hae Soo terpaksa menjilat ludah sendiri.
 Dia mengunjungi kamar Jae Yeol, mau memohon. Saat itu Woo menelpon Jae Yeol, menanyakan bagaimana naskahnya? Jae Yeol marah2, karena yang ditulis Woo bukanlah novel, melainkan rekapan berita tentang Jae Beom. Belum lagi Woo menulis bahwa yang jadi pembunuh sebenarnya adalah Jae Yeol. Setelah itu, Hae Soo tidak tahu mau ngomong apa karena harga dirinya sangat tinggi. Dia pun mengalihkan membicarakan pasiennya yang suka gambar alat kelamin dan minta pendapat Jae Yeol. Menurutnya, itu cuma gambar, tidak menyakiti atau melukai orang lain. Ada seorang pelukis yang juga menggambar alat kelamin dengan sangat detil, lalu berakhir dengan tragis.

 Bagai mendapat pencerahan, Hae Soo pun segera menjadwalkan konsultasi dengan Hwan. Dia pun jadi punya pandangan berbeda terhadap Hwan. Dia menerima gambar dirinya dengan alat kelamin, dengan sukacita. Lalu Hae Soo bertanya, kenapa Hwan menghisap lem dengan orang2 yg tidak dikenal? Hwan berkata agar dia tidak menggambar lagi, makanya sedot lem. Akhirnya Hwan pun mengungkapkan, dia jadi begini karena tak sengaja melihat ibunya ngeseks sama kekasiih ibu di kamar sebelah. Hae Soo teringat bahwa dia sendiri juga punya kejadian traumatic yang hampir sama dengan Hwan.

 Woo masih mencoba menelepon Jae Yeol, tapi tidak mau diangkat. Woo tampak depresi di kamarnya. Jae Yeol turun ke café untuk membeli Americano. Kakak Hae Soo yang jadi manajer, mengajak Jae Yeol ngobrol, karena dia adalah Fans Jae Yeol. Dulu Hae Soo juga fansnya, tapi waktu Jae Yeol masih menulis roman. Kopinya pun tiba, diletakkan dengan kasar oleh Soo Kwang sampai tumpah ke tangan Jae Yeol. Sambil tersenyum, Jae Yeol menyuruh kakak Hae Soo memecat Soo Kwang. “Hei, kau pikir café cuman di sini doang?” teriak Soo Kwang. Jae Yeol mengancam akan menghajarnya kalau terus bicara.
 Di luar, Jae Yeol dicegat oleh Tae Yong yang meminta maaf. Tae Yong menyesal telah mengkhianati Jae Yeol. Dia sudah dibodohi oleh Pul Ip yang kini malah ke Amrik untuk menulis. Jae Yeol pun memarahi Tae Yong yang bodoh karena maunya dimanfaatkan sama Pul Ip. “Dia bukan penulis, dia itu selebriti dan plagiat. Dia cuma mau uang dan popularitas!” Tae Yong tetap tidak menyerah untuk mendapatkan maaf dari Jae Yeol.
 Tae Yong pun memohon pada Dong Min untuk tetap melakukan konsultasi pada Jae Beom. Dong Min sebenarnya malas ngurusin napi aneh itu. “Kau pernah ke bali? Apa benar pohon kelapa tumbuh di atas pohon palem? Dia selalu bicara begitu. Dia sulit diobati.” Dong Min heran, kenapa Tae Yong bersikeras? Jang Jae Beom – Jang Jae Yeol, Dong Min pun jadi curiga, jangan2… Tapi Tae Yong segera bilang kalau cuman kebetulan aja nama mereka mirip.

Dong Min pun menemui Jae Beom. Lagi2 Jae Beom ngomong aneh2, tentang gaya gravitasi, tentang perputaran bumi. Dong Min pun berkata kalau sebenarnya dia datang bukan untuk membicarakan hal itu. Jae Beom dapat mengerti kalau pembicaraannya sangat tidak berguna. Dia pun menyuruh Dong Min pulang saja. “Saat pertama kali kau datang, kau memintaku untuk ngobrol seperti seorang teman. Aku sudah berkata kalau aku ini putus SMP dan sudah mencoba mengobrol santai dengan menanyakan hal2 memalukan itu, brengsek.” Dong Min pun mengejarnya dan minta maaf, “Maafkan atas tindakan kepala besarku tadi. Aku tidak tahu kalau kau sebodoh itu, kupikir tadi kau cuma bercanda. Sampai jumpa lagi.”
 Jae Yeol on air. Setelah menyelesaikan sebuah lagu instrument, dia pun menjelaskan lagu tadi yang merupakan soundtrack film jadul, One Flew Over Cuckoo Nest. Hae Soo mendengarnya saat naik bis. Penjelasannya menarik, sbb: “tokoh utamanya saat pertama kali bertemu dengan pasien di RSJ, berpikir kalau dia sangat berbeda dari mereka. Dia merendahkan dan menertawakan mereka. Yang menonton juga berpikir sama, mereka gila dan kita normal. Tapi seiring berjalannya waktu, kita jadi bingung,  merasa aneh dan kacau. Itu karena karakter yang kita pikir aneh dan gila, mulai menjadi lucu, terluka, dan kasihan. Para pasien jiwa yang kita rendahkan, setelah memahami situasi mereka, kita melihat keunikan dari rasa sakit mereka. Para psikiater berkata, kita semua ‘sakit’. Layaknya demam yang sudah umum, kita bisa tahu langsung, tapi sakit psikis tidak. Jadi mari kita pahami rasa sakit semua orang, dengan begitu dunia akan jadi lebih indah.”
 Dong Min men-sms (pake Kakao Talk) Hae Soo, menanyakan soal rumah. Hae Soo pun mengajak Jae Yeol minum2 di luar, dan Jae Yeol setuju. Ternyata mereka nggak berdua saja. Ada Dong Min dan akan disusul oleh Soo Kwang nanti. Jae Yeol heran, kalau mereka semuanya minum bareng, siapa yang akan mencari rumah baru? Hae Soo pun berkata kalau mereka tidak perlu cari rumah. silahkan Jae Yeol menggugat, mereka tidak akan pindah. Jae Yeol benar2 menelpon pengacaranya. Hae Soo pun segera merebut hp Jae Yeol. “Minta maaf dengan tulus, lalu bayarin minumannya,” kata Jae Yeol. Dong Min menunduk 90 derajat, lalu menyerahkan semuanya pada Hae Soo. Hae Soo pun minta maaf. Dan akhirnya mereka pun berdamai.
 4 penghuni minum2 bareng sambil ngobrol2 soal seks dengan santai. Soo Kwang selalu dikatai cabul sama mantan2nya, hanya karena dia pengin ‘begituan’ di dalam mobil. Dan menurut 2 psikiater, plus 1 novelis thriller, mereka setuju kalau itu bukan suatu yang cabul. Lalu Hae Soo menceritakan film yang baru ditontonnya tentang seks yang pakai borgol, sabuk, dll di ranjang. Menurut Dong Min, selama itu tidak menyakiti pasangannya, itu bukan cabul, melainkan sensasi liar. Ada pula seks aneh, di mana mereka harus membersihkan diri dulu baru naik ranjang, dalam posisi yang sama, tidak bicara, dan sangat berhati2, seperti OCD (istilah penyakit psikis). Menurut Jae Yeol, mengapa sebuah penyakit psikis hanya dilihat berdasarkan cara dan lokasi seks? Intinya adalah, sebelum lelaki berhubungan seks, dia akan menyetujui kesepakatan dengan wanitanya, boleh pakai sabuk? Boleh pakai borgol? Kalau wanitanya menolak, maka dia tidak akan menggunakannya. Tapi kalau sudah ditolak lantas dipaksa, itu baru namanya cabul. Hanya karena tidak memukulnya, bukan berarti tidak cabul.
 Lagi-lagi, bagai dapat pencerahan, Hae Soo segera menelepon salah satu pasiennya yang kena KDRT. Dia pun bertanya, apa waktu suami pasien mau ngeseks pakai alat2 menyakitkan itu, dia minta ijin dulu? Ternyata tidak. Maka Hae Soo pun meminta agar si pasien datang dengan suaminya untuk konsultasi. Sementara itu, Soo Kwang ngajak cewek kenalan, minta nomor HP. Saat kembali ke bangkunya, tiba2 kakak cewek itu datang dan marah2, memukuli Soo Kwang. Penyakit Soo Kwang kambuh dan Dong Min berusaha menterapinya.

 Mereka mengejek Soo Kwang bodoh dan gila. Dong Min tidak terima. Sepertinya dia juga punya keanehan psikis kalau lagi marah. Tiba2 saja dia buka baju. Jae Yeol menghajar salah satu cowok yang mau memukul Soo Kwang, lalu menjelaskan kalau Soo Kwang itu punya penyakit psikis, bukannya gila.
 Mereka akhirnya berantem sampai polisi datang. Mereka berempat kabur dan berpencar. Hae Soo heran, kenapa mereka harus lari? Bukankah orang2 itu yang mulai duluan? Jae Yeol pun menjelaskan (masih sambil lari), karena mereka terluka dan selain itu karena Jae Yeol orang terkenal, makanya jangan sampai ketangkap.

 Sementara itu, Woo dipukuli ayahnya dan dia lari dari rumah.
 Jae Yeol dan Hae Soo selamat dari kejaran. Mereka ke apartemen Jae Yeol. Saat mau masuk, Hae Soo rada ragu, takut Jae Yeol macam2. Hae Soo masuk dan mengagumi interior Jae Yeol yang sama persis seperti di rumah sewa. Jae Yeol pun mengaku kalau dia memang aneh dalam hal ini, seperti kata Hae Soo tadi, OCD.
 Jae Yeol pun bertanya perihal trauma Hae Soo terhadap seks. Hae Soo berkata, kalau sekarang sih sudah mendingan, dulu lebih parah lagi karena dia tidak bisa memikirkan ciuman dan tidur bersama. Jantungnya akan berdetak kencang dan tidak bisa bernapas, sampai sakit kepala dan harus minum obat. Kini dia mengobati dirinya sendiri, dengan membayangkan seks dan meyakinkan kalau itu bukan mengerikan, melainkan menyenangkan. “Jika aku benar2 jatuh cinta nanti, aku mungkin akan punya hubungan cinta yang luar biasa.”
 Jae Yeol bertanya, kenapa Hae Soo harus hanya membayangkannya saja dan menyakiti diri sendiri? “Lakukan saja, dengan santai.” Hae Soo bertanya, bagaimana bisa? Tiba2 Jae Yeol menciumnya. OMO!!!
gambar: http://www.dramabeans.com/2014/08/its-okay-its-love-episode-3/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar