
(awas, mulai di sini bakal meweks, karena kasihan ngelihat Jae
Yul. Kayaknya hawa guyon dari Soo Kwang nggak bakal kerasa lagi)

Hae Soo memeluk Jae Yul erat, tak ingin melepaskan barang
sedetikpun. Jae Yul melirik hpnya yang bergetar dengan nama Kang Woo di sana,
dan didekatnya ada tanggalan yang dilingkari, yaitu hari kebebasan Jae Bum. Di
ranjang, Jae Yul bertanya waktu Hae Soo menangis saat malam pertama mereka.
Waktu itu Hae Soo ingin bicara sesuatu tapi akan mengatakannya nanti. Hae Soo
pun mengatakannya sekarang.

Jadi waktu dia SMA, ayahnya anfal.Dia berharap
ayahnya mati, tapi tetap saja hidup.Waktu itu Presdir Kim sudah tidak
berhubungan dengan ibu lagi.Tapi Hae Soo yang kesal, meneleponnya untuk bertemu
dengan ibunya lagi, dan meminta uang.Hae Soo merasa dirinya egois, dengan
kebencian dan traumanya.Padahal dia juga butuh duitnya si presdir. Setelah
mendengar cerita itu, Jae Yul tetap mencintainya apa adanya.

Kemudian Hae Soo dan Jae Yul tidur bersama di ranjang.Untuk
pertama kali Jae Yul bisa tidur nyenyak.Hae Soo pergi ke kamar mandi, sementara
Jae Yul terbangun karena getar SMS dari Jae Bum yang ngajak ketemuan di rumah
lama. Lalu Kang Woo menelepon, dan Jae Yul mengerutkan kening sambil bertanya,
“untuk terakhir kalinya? Apa maksudmu?”

Kakak menelepon Hae Soo dan marah2 sambil menangis setelang
mendengar dari So Nyeo bahwa Jae Yul sakit scizo. Bagi orang awam, scizo dan
segala macam jenis penyakit mental sama dengan gila. Tentu saja keluarga Hae
Soo (dan semua keluarga didunia) tidak ingin punya anggota keluarga baru yang
gila.Soo Kwang menenangkan kakak dan berkata kalau Jae Yul tidak gila,
melainkan sakit.Kemudian Hae Soo menelepon dr. Lee agar mengirimkan
ambulans.Hae Soo menangis, mengatakan kalau ini pertama kalinya Jae Yul tidur
nyenyak di ranjang dan ingin lebih lama beberapa saat lagi.Lalu barulah Jae Yul
bisa dibawa dengan ambulans tanpa sepengetahuan, kalau perlu siapkan obat
penenang.

Saat Hae Soo keluar dari kamar mandi, Jae Yul sudah
mengilang.Semua orang panik. Jae Yul menuliskan pesan bahwa dia akan bertemu
dengan Kang Woo karena mengkhawatirkannya, karena Kang Woo mengatakan ingin
bertemu yang terakhir kali. Dan kakaknya juga dibebaskan hari ini.Lalu Hae Soo
melihat artikel tentang jl.Yangsuri yang ditujukan pada Kang Woo agar tidak
sering main kesana karena bahaya.

Jae Yul terus menghubungi Kang Woo tapi tidak bisa.Lalu Hae
Soo menghubunginya, menanyakan di mana dia?Tapi belum sempat dijawab, Jae Yul
sudah sampai di jalanan itu dan berusaha menghindari mobil2 yang datang kearahnya.Lalu
Jae Yul menghubungi Jae Bum, mengatakan kalau dia agak terlambat.Jae Bum
mengejek, bagaimana bisa terlambat, dia jalan kaki sedangkan Jae Yul naik
mobil, pasti karena Jae Yul takut.Lalu Kang Woo menghubungi Jae Yul jadi Jae
Yul memutuskan telepon dengan Jae Bum.

Kang Woo melihat ayahnya memukuli ibunya, lalu berbalik
dengan sepeda, “Aku sedang dalam perjalanan pulang sekolah. Ibuku sedang
mengepak baju, mempersiapkan untuk pindah. Jadi aku datang untuk membantu.”
Kang Woo melewati Jae Bum, “Selama ini aku benar2 bahagia
karena kau, tuan penulis. Kau selalu menjagaku, yang tidak berharga,
menyukaiku, ketika tidak ada orang lain di dunia ini yang melakukannya. Dengan
melakukan persaingan, seperti yang kau lakukan untuk ibumu, aku ingin melakukan
yang terbaik untuk ibuku. Tuan penulis, kau tahu, bahwa aku benar2 bersyukur.”

Jae Yul ketakutan karena Kang Woo mulai mengucapkan salam
perpisahan. Dia meminta maaf karena selama ini seperti mengabaikan Kang
Woo.Ketika anak itu berada di dalam kesulitan, terkadang dia membiarkan dan
mengacuhkan. Dia janji tidak akan melakukannya lagi. Lalu dia melihat Kang Woo
melintas di samping mobilnya. Ketika sudah berada di belakang mobil Jae Yul,
melalui spion, Jae Yul melihat Kang Woo ditabrak oleh mobil dan jatuh ke aspal
dengan bersimbah darah, beserta sepedanya yang hancur. “Andweeeeee!!!” Jae Yul
tiba2 putar balik dan akhirnya tertabrak oleh mobil yang menabrak Kang Woo itu.

Jae Bum berjalan dengan pandangan heran melihat mobil
adiknya yang kecelakaan.Jae Yul keluar dari mobil, berjalan menghampiri Kang
Woo yang sekarat.Dia terjatuh, saat ambulans, polisi, dan mobil Tae Yong
datang.Para medis segera mengamankan Jae Yul.Hae Soo datang memeluknya dan
menangis.Jae Yul hanya bicara bahwa Kang Woo sekarat dan butuh pertolongan.


Jae Yul diikat di ranjang RS.Dia seperti melihat Kang Woo
yang terluka parah di dalam penjara, batuk2 dan kejang.“Penyakit Lou Gehrig-nya adalah gangguan delusi yang diciptakan tanpa
sadar dan dibagi antara dia dan Han Kang Woo. ini adalah contoh yang
menunjukkan kelemahan pikiran dalam mengendalikan tubuh.” (penjelasan Dong Min).
Hae Soo berbaring ditemani Soo Kwang yang mencoba menghibur,
tapi Hae Soo tidak terpengaruh oleh guyonannya.Soo Kwang pun
menyemangatinya. Sementara Jae Yul mulai dirawat.
(penjelasan Dong Min) “Menyatukan
semua situasi sampai sekarang, uji realitas Jang Jae Yul benar2 pecah
berkeping2. Mungkin pasien Jang Jae Yul, segera setelah dia menerima luka
setelah pembebasan kakaknya tiga tahun lalu, tanpa sadar menyadari bahwa
kebencian kakaknya tidak akan pernah pudar kecuali dia mati. saat itulah dia
pertama kali berhalusinasi tentang Kang Woo. kemudian alam bawah sadarnya mulai
menulis scenario yang diinginkan, pada akhirnya menyebabkan kematian dengan
menggunakan Kang Woo. dia sekarat tapi tetap menyelamatkan Kang Woo. alam bawah
sadarnya memilih kecelakaan, bukan bunuh diri. Karena kecelakaan akan
menyebabkan sedikit rasa sakit untuk ibunya, yang dia cintai. Dan dia mungkin
berpikir bahwa akan menjadi cara terbaik untuk kompensasi kakak yang secara
tidak adil tinggal di penjara selama 14 th. selain itu, ini adalah scenario
yang sempurna untuk menjaga ibunya dalam keadaan terdisosiasi selamanya.”
Jaksa, dengan persetujuan Dong Min, membeberkan bukti
sebenarnya kepada Jae Bum, bahwa yang membunuh ayah tiri adalah ibunya.
Kemudian Jae Bum juga menerima kompensasi hartanya Jae Yul. Dengan santai dia
berkata pada Dong Min untuk menyuntikkan ibunya dengan Amytal sehingga dia
sadar akan perbuatannya. Tetapi amytal hanya untuk orang berbohong, sementara
untuk orang terdisosiasi, itu tidak bekerja. Jika Jae Bum benar2 ingin ibunya
menyadari perbuatannya, maka saran Dong Min adalah, Jae Bum silahkan
mengatakannya sendiri kepada ibu, dan menyiksanya terus, siapa tahu bisa ingat.
Adik terisolasi di RS karena scizo akibat rasa bersalah, dan ibu terus2
tersiksa, sementara si putra sulung jadi pengacau. Seharusnya putra sulung yang
menjadi kepala keluarga, bisa memutuskan yang terbaik dalam keadaan kacau ini.
Jae Bum pergi setelah hampir menghajar Dong Min. lalu Dong Min menyuruh Tae
Yong mendengarkan apa yang Jae Bum katakan kepada ibu, dan laporkan padanya. Di
luar, ibu menelepon, menanyakan Jae Bum ingin makan apa? Jae Bum ingin
melampiaskan kemarahan, seperti ingin mengatakan yang sebenarnya, tapi dia
tidak bisa. Dia hanya bisa menendang2 sampah.


Hae Soo masih bisa bekerja seperti biasa secara
professional.Meski begitu, dia tidak mau pulang, tidur di ruangannya agar bisa
tetap dekat dengan Jae Yul, meskipun belum boleh ketemu.

Sementara itu Jae Yul
ditunjukkan rekaman cctv saat dia berantem sendiri dan saat kecelakaan. Di sana
tidak ada Kang Woo. Dia juga ditunjukkan foto bukti2 kematian ayah tiri. Jae Yul
berkata kalau ibu tidak salah dan kakaknya sangat kasihan.

Dong Min bertanya, di mana Kang Woo sekarang? Jae Yul
melihatnya duduk di dekat jendela.

Dong Min pun berkata bahwa warga sipil tidak
bisa sembarangan masuk ke ruang isolasi. Lagipula Dong Min tidak bisa melihat,
dan dicctv juga tidak ada Kang Woo, apa Jae Yul tidak merasa aneh? Jae Yul
mengangguk bingung. Ketika Dong Min menyebut nama Hae Soo, Jae Yul sambil
menangis berkata ingin bertemu (kasihan).


Tetapi Jae Yul bersikeras berkata
kalau Kang Woo itu nyata. Kang Woo hanya memiliki dirinya, satu2nya yang peduli.
Dong Min pun mengambil kesimpulan, dulu waktu Jae Yul dan ibunya dipukuli,
tidak ada yang peduli pada mereka, termasuk Jae Bum juga tidak mau membelanya.
Jadi Kang Woo adalah wujud dirinya waktu kecil. Namun Jae Yul tetap bersikeras,
Kang Woo adalah Kang Woo, bukan gambaran Jae Yul.Dong Min menghela napas,
nampaknya sesi ini gagal.
Dari jauh Hae Soo melihat Jae Yul dibawa dengan kursi
roda. Dong Min dan dr. Lee menjelaskan kalau setelah meminum obat, Jae Yul jadi
jarang melihat Kang Woo. Tetapi dia tetap tidak sadar akan gangguannya.
Meskipun dia merasa aneh orang lain tidak bisa melihat Kang Woo, tetapi dia
tetap menganggapnya nyata. Meskipun tidak ada gangguan paranoia (ketakutan
berlebihan terhadap sesuatu yang tak nyata) yang sering dialami pasien scizo,
tapi gambaran tentang Kang Woo sangat kuat. Jadi Hae Soo masih belum bisa
bertemu dengannya.
Ibu menyuruh Jae Bum makan, tapi Jae Bum tidak mau.Sementara
itu Tae Yong mengawasi dari luar bersama manajer, makan malam.Karena ibu terus
memaksa, Jae Bum marah dan melempar piring makanan. Dia memarahi ibu yang
terus2an mengepel, lalu nonton tv lagi. Tae Yong masuk dan membantu
membersihkan lantai. Sementara itu Jae Yul duduk menatap bulan.
Soo Kwang makan di resto ibu Hae Soo (kayaknya enak, pakai
keju mozarela yang bisa memanjang2, kayak pizza). Ibu bertanya, apa Hae Soo
sudah putus dengan Jae Yul? Soo Kwang bilang iya. Ibu mengancam kalau Hae Soo
bohong, maka dia akan melihat ibu mati. Lalu kakak ipar berkata kalau dia tahu
Soo Kwang berbohong, sebaiknya beritahu yang sebenarnya saja.Merawat ayah sudah
sangat sulit, jangan ditambahi dengan pasien lagi di dalam anggota
keluarga.Lalu So Nyeo menelepon, minta duit kuliah.Soo Kwang nggak mau bayarin,
karena dia cuma pacar bukan sumber duit.Dia ingin agar mereka mengurusi
keuangan secara terpisah dan tetap saling mencintai. So Nyeo pun menerima itu
dan bekerja lagi. Kakak berkata bahwa dia akan berhenti kerja. So Nyeo
berceloteh tentang Hae Soo yang hebat mengobati Jae Yul, tapi kemudian sadar kalau
tidak tepat ngomongnya, dan diam.
Suster memberi obat kepada Jae Yul. Sebelum keluar, Jae Yul
bertanya, apa dia mirip orang yang sakit scizo? Suster bilang kalau dia sudah
lebih baik.Jae Yul ingat tentang Hye Jin yang scizo dan dinkahi oleh Yoon
Chul.Mereka tampak bahagia dan saling mencintai. Dia juga mengingat Hae Soo yang
menangisinya pada malam dia dibawa ke RS. Dia merindukannya.
Hwan memberikan sketsa gambar Hae Soo kepada Hae Soo.Dia
sudah normal kembali dan masuk sekolah. Dia berceloteh tentang kabar di
internet kalau penulis Jang Jae Yul masuk RS karena scizo. Hae Soo membenarkan,
dan dia mengatakan kalau Jae Yul adalah pacarnya. Hwan terdiam. Saat Hae Soo
akan pergi, Hwan menyemangatinya, bahwa Hae Soo harus ingat, banyak pasiennya
yang bisa sembuh. Jadi Jae Yul pasti bisa sembuh juga.

Setelah Hwan pergi, ibu datang. Dia berkata akan menunggu
sampai Hae Soo selesai. Kemudian ibu minum2 di rumah.Hae Soo mengatakan kalau
dia sudah putus dan malah ditampar oleh ibu.Hae Soo mengatakan yang sebenarnya
(karena dia tidak menemui Jae Yul beberapa waktu ini, anggap saja putus).Kakak
setia pada suami karena melihat ibu yang setia pada ayah, dan Hae Soo pun
begitu.Tetapi Ibu mengingatkan bahwa ibu juga selingkuh ketika sudah tidak
tahan lagi dengan keadaan ayah.Dia menjelaskan bagaimana tersiksanya mengurusi
suami seorang pasien, yang tidak mengenal istri dan anak2nya.Dia tak ingin Hae
Soo seperti dirinya, mengurusi Jae Yul sebagai suami yang pesakitan. Di dalam
kamar, ayah menangis. (kasian!!!)

Hae Soo bersikeras bertemu Jae Yul meski dilarang juniornya
yang lagi tugas jaga.

Dia masuk ke kamar Jae Yul, mereka melepas kerinduan yang
mendalam. Jae Yul kesulitan berkata2 dan berjalan karena obat. Dia juga tidak
yakin bisa memeluk Hae Soo karena dia tidak dalam keadaan seksi. Tapi Hae Soo
memeluknya erat(di sini pertahananku jebol >> mewek!).


Jae Yul ingin
pulang, karena dia tidak merasa seperti dirinya di sini.Dia merasa kecil dan
dia tidak suka.Jae Yul masih melihat Kang Woo duduk dekat jendela, “jika Kang
Woo adalah gangguan, maka aku akan menghilangkannya dengan pikiranku.”


Dia
takut Hae Soo pergi dan tidak kembali lagi, tetapi Hae Soo janji akan kembali
lagi, asal Jae Yul tidak mencarinya.


Di luar, dia memberitahu juniornya bahwa seharusnya memang
dia tidak bertemu dengan Jae Yul karena ada episode (kekambuhan) lain. Dia
menyuruh agar tidak menurunkan dosis obat dan memperpanjang masa perawatan. Hae
Soo berjalan pergi sambil menangis.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar