
Jae Yul mengajak Hae Soo menikah, tetapi Hae Soo bersikeras
menolaknya dengan berbagai alasan, pekerjaan, traveling, kebebasan, dll.Tapi
Jae Yul tidak menyerah.Dalam berbagai kesempatan, dia menyatakan hal itu lagi.
Hae Soo pun bertanya, apa alasan Jae Yul bersikeras ingin menikahi dirinya?

Awalnya aku mengira jawaban Jae Yul basi seperti pasangan2 biasanya, yaitu
“karena aku mencintaimu.” Akan tetapi jawaban Jae Yul adalah, “Aku tidur di
kamar mandi, bukan di kasur. Ibuku tidur di ruang tamu meski udara
dingin.Kakakku dipenjara 14 tahun. Aku tidak punya keberanian untuk mengatakan
semua ini kepada wanita lain selain dirimu. Bahkan setelah mendengar dan
melihat semua tentangku, menurutmu apakah ada wanita lain di luar sana yang
bisa tenang mendengakan semua itu, sepertimu? Kurasa tidak. Hae Soo, jika ada
wanita lain seperti itu, tolong katakana padaku. Jadi aku tidak akan terlalu bergantung
padamu.” Hati Hae Soo jadi nggak enak dan galau setelah mendengarnya.Tetapi Hae
Soo tetap pada pendirian untuk tidak menikah.Dan mereka tetap berhubungan
seperti biasa, saling mencintai.Jae Yul tidak mempermasalahkan penolakan Hae
Soo, karena dia mencintai Hae Soo.


Paginya Dong Min menyalakan lilin.Hae Soo yang baru bangun
menyapanya.Dia mengatakan pada Dong Min kalau Jae Yul semalam melamarnya,
tetapi dia menolak.Dong Min berkata kalau itu sudah tepat (mengingat penyakit
mental Jae Yul).

Lalu 3 penghuni berkumpul di dapur untuk sarapan.Soo Kwang
bertanya kenapa Hae Soo tidak suka menikah? Kalau tidak mau menikah, tinggal
bersama saja. Hae Soo pun tidak mau tinggal bersama, baginya hidup mereka
sekarang ini sudah cukup. Hidup bersama pria di rumah yang sama setiap hari,
tidak ada privasi. Soo Kwang pun setuju.Saat sarapan, Soo Kwang berkata kalau
siang ini dia mengajak ortunya makan di café sambil memperkenalkan So Nyeo.
Ortunya selama ini selalu khawatir kalau Soo Kwang bakal mati sebagai bujangan karena penyakitnya,
jadi dia ingin menunjukkan kalau kekhawatiran ortunya tidak benar. Tetapi Dong
Min melarangnya melakukan itu. Soo Kwang mengomel, bahkan mengungkit nama dr.
Lee. Dong Min jadi marah2 dan merembet ke masalah nasi yang tidak matang.Dia
merasa tidak napsu makan dan pergi. Hae Soo mengejek, “tidak napsu bagaimana,
sudah mau habis begitu?” Mereka mengejek Dong Min yang mungkin sudah masuk masa
menopause laki2.Soo Kwang pun menduga, mungkin mood Dong Min jelek karena
bertemu Tae Yong.Soo Kwang sempat melihat Tae Yong yang menangis keras di
ruangan Dong Min, saat dia masuk untuk ngajak mereka main.


Dong Min diantarkan Tae Yong menuju rumah lama Jae
Yul.Mereka membahas soal Jae Yul dan Kang Woo. Tae Yong menceritakan kalau Jae
Yul mulai ‘melihat’ Kang Woo 3 th lalu saat ditusuk Jae Bum dengan garpu. Saat
itu Jae Yul berkata kalau ada anak sekolahan yang menangisinya, tapi Tae Yong
tidak melihatnya.Waktu itu Tae Yong tidak ambil pusing, karena dipikir dia
tidak melihat karena terlalu panik.Jae Yul jarang membicarakan Kang Woo, hanya
akhir2 ini saja jadi sering ngomong.

Sementara itu Ortu Soo Kwang datang ke café.Ayahnya pasang tampang kesal,
apalagi saat Soo Kwang menyebutkan bahwa pacarnya bekerja di café juga. Saat
itu So Nyeo ada di dekat sana, hanya diam saja.

Ayah mengungkit masalah
penyakit Soo Kwang yang nggak sembuh2.Soo Kwang marah, karena dia sendiri pun
tidak ingin sakit terus2an.Dia menyalahkan ayahnya, di mana saat gejala yang
muncul saat masih kecil hanya dianggap bersin dan batuk.Kalau ditangani sejak
dini, mungkin Soo Kwang sudah sembuh.Ayahnya pergi dengan sedih.Ibunya
menjelaskan kalau ayah bukan marah, melainkan sedih karena selalu berpikir bahwa
semua ini kesalahannya.Soo Kwang pun mengejar ayahnya dan minta maaf.

Dong Min sampai di rumah lama Jae Yul, melihat2 sambil
membayangkan apa yang terjadi sekian tahun lalu itu: Jae Bum dipukuli ayah, Jae
Yul mengambil pisau. Jae Bum mendorong ayah dan mengenai pisau Jae Yul.Jae Yul
pingsan, Jae Bum menarik pisau dari perut ayah, ibu datang dan kaget
melihatnya. Jae Bum memasukkan pisau di kresek, menyuruh ibu membuangnya,
sementara dia akan membawa Jae Yul ke RS. Dia berpesan pada ibu untuk memanggil
polisi dan mengatakan kalau dirinya yang menusuk, bukan Jae Yul.

Lalu kaki Jae
Bum terpeleset di depan pintu, sehingga dia dan Jae Yul yang digendongnya
jatuh. Sementara itu ibu mengambil kresek pisau dan bangkit, tiba2 ayah masih
sadar dan menarik kaki ibu sehingga ibu terjatuh. Di dekatnya ada pemantik.

Dan
saat Dong Min berbalik, dia melihat sebuah cermin, lalu dia pun sadar akan
suatu hal. Saat ibu menyalakan api dan membakar rumah, Jae Bum sibuk mengangkat
tubuh Jae Yul ke punggungnya dan pergi sambil menunduk, sementara itu Jae Yul
sadar dan melihat dari cermin, semua perbuatan ibunya. Dan ketika jaksa
mengatakan bahwa penyebab kematian ayah tiri bukan ditusuk, melainkan
kebakaran, Jae Yul bukannya mengatakan kalau ibunya yang membakar rumah,
melainkan menuduh kakaknya.
Jae Yul dan Hae Soo telepon2an. Lagi2 Jae Yul melamarnya.Dia
mengajak menikah, bukan sekarang, tetapi setahun lagi setelah Hae Soo mengambil
cuti untuk traveling. “Kita ini orang2 yg berencana ke depan dan bekerja menuju
tujuan kita. Jadi tempatkan aku dalam jadwal hidupmu.Dalam jadwal hidupku, aku
sudah menempatkanmu di dalamnya. Aku hidup sesuka hatiku, tapi aku mencoba
untuk menyesuaikan dengan cara hidupmu.”


Hae Soo datang mengunjungi kedai ibu. Ibu lagi galau karena
presdir kim akan pindah ke desa bersama istrinya yang sakit kanker. Hari ini
adalah telepon perpisahan.Kakak menyuruh Hae Soo untuk tidak mengganggu ibu
dengan marah2nya seperti biasa.Dia menyuruh Hae Soo untuk memahami ibu.Dia pun
menemani ibu, berbaring di sampingnya sambil makan kerupuk.Dia mengajak ibu
jalan2 dan belanja.Ibu menyuruh Hae Soo untuk menikah begitu Jae Yul melamarnya
(eh, udah di lamar bu, tapi ditolak!)

Sementara itu Dong Min mengajak Jae Yul minum2 di siang
hari.Awalnya Jae Yul menolak minum karena dia harus menulis, tapi akhirnya dia
minum juga dan mereka mabok siang bolong.Setelah cerita2 tentang pasiennya,
Dong Min akhirnya bertanya tentang Kang Woo.Awalnya dia menanyakan kabar Kang
Woo yang dulu katanya sakit batuk2. Lalu dia bertanya, kapan Jae Yul mulai
bertemu dengannya? Jae Yul berkata dulu jarang bertemu, tetapi akhir2 ini jadi
sering ketemu setelah dia mengenal Hae Soo.Dong Min bertanya, apakah Jae Yul
selalu berkepribadian ceria begini? Ternyata tidak, Jae Yul waktu muda, naïf dan
penakut. Lalu setelah kejadian itu, Jae Yul berusaha berubah hidup optimis dan
kuat demi ibunya.Dia berlatih tersenyum, lelucon, bahkan macho.


Jae Yul menceritakan kisah tentang unta padang pasir yang
malamnya diikat dan siangnya di lepas, tapi dia tetap di dekat pohon. Jae Yul
membenci unta itu, yang seharusnya sadar bahwa hari sudah pagi dan dia bisa
lari. Jae Yul mencoba mengendalikan pikiran, “masa lalu adalah masa lalu, tidak
ada lagi. aku bebas, aku kuat. Seperti matahari yang mendorong kegelapan, cerah
dan bersemangat. Seperti cahaya yang menelan kegelapan, sangat2 terang dan
kuat.” Jae Yul menganggap kakaknya lemah dan merasa kasihan.Meskipun Jae Yul
berencanya memberinya seluruh hartanya, dia tetap merasa kurang untuk membuat
kakaknya kembali seperti dulu lagi.Tiba2 Jae Yul memperlihatkan hp, mengatakan
kalau Kang Woo menelepon, lalu mengangkatnya, padahal hpnya mati.Dong Min hanya
bisa menatapnya.Kang Woo mengatakan kalau dia gagal tes PNS.Jae Yul berkata
kalau meskipun semua orang kecewa pada Kang Woo, tapi dirinya tidak.Dia
mengajak Kang Woo bergabung minum2, tapi Kang Woo menolak karena sudah janjian
makan dengan ibunya.Waktu menutup telepon, tiba2 ada klakson berbunyi dan Kang
Woo terkejut. Tabrakan??


Dong Min dan Jae Yul sudah mabok berat, mereka masih di luar.Jae
Yul tidak mau diajak masuk karena malu Hae Soo melihat tingkah mabuknya.Hae Soo
keluar dan memapahnya masuk. Hae Soo melaporkan kalau Soo Kwang lagi galau
karena dia bertengkar dengan ayahnya di depan So Nyeo. Saat di dalam, Jae Yul
ingin melihat Soo Kwang dulu karena khawatir.Lalu kebetulan Soo Kwang keluar
kamar. Dia bertanya, So Nyeo sms ingin bertemu, jadi apa yang harus dia
lakukan? Jae Yul pun menyuruhnya untuk menemuinya, jadi Soo Kwang menyuruh So
Nyeo yang sudah di depan pagar untuk masuk. Sebelum menemuinya, Soo Kwang
bertanya lagi, bagaimana jika So Nyeo jadi mengabaikannya setelah melihat
kekacauan keluarganya? “Jangan bertemu seorang wanita yang mengabaikanmu. Dan
jangan bergantung pada mereka dan mempermalukan diri sendiri,” advice dari pakar
cinta, Jae Yul.

Soo Kwang menemui So Nyeo yang asik mendengarkan musik di
headphone, di halaman rumah.Soo Kwang melepaskan headphone dan bertanya kenapa
ke mari? So Nyeo berkata bahwa dia hanya ingin melihat Soo Kwang.Suasana masih
dingin, So Nyeo berusaha melucu dan mengatakan bahwa ayahnya tidak lagi
mengumpulkan sampah di rumah melainkan menjualnya.Soo Kwang akhirnya
menceritakan bahwa ayahnya tidak malu atau membencinya, dia hanya sedih.Jika So
Nyeo hendak mengabaikannya karena keluarganya, maka sebaiknya So Nyeo
pergi.Tiba2 So Nyeo mencium Soo Kwang. Karena kaget dicium duluan sama cewek,
tourete-nya Soo Kwang kambuh. Dia berusaha menahan kambuhnya. Tapi So Nyeo tidak
takut ataupun pergi. Dia memakaikan headphone ke telinga Soo Kwang hingga Soo
Kwang tenang. Setelah tenang, Soo Kwang bisa mencium So Nyeo dengan santai.


Dong
Min mengintip dari jendela dan tersenyum lega. Seperti Hae Soo, Soo Kwang
akhirnya bisa menyembuhkan penyakit jiwanya sendiri.Hae Soo dan Jae Yul juga
mengintip mereka dari atas dan tersenyum bahagia untuk mereka.

Dong Min menelepon dr. Lee untuk janjian besok. Sementara
itu sebelum pulang Jae Yul menempelkan memo post-it di pintu kamar Soo Kwang
“dari semua orang, kaulah yang paling macho, Park Soo Kwang.” Hae Soo datang
dan merasa iri karena yang diberi memo cuman Soo Kwang.Jae Yul berpamitan dan
Hae Soo memberi beberapa nasehat standar untuk jaga kesehatan dan bercukur.

Di
taksi, Jae Bum menelepon Jae Yul.Dia mengajak Jae Yul ketemuan berdua ketika
keluar dari penjara nanti, untuk ngobrolin masalah siapa yang menusuk
sebenarnya.Jae Yul hanya terkekeh sambil mengingat ibunya yang membakar
rumah.Setelah menutup teleopn dari kakaknya, Jae Yul mau menghubungi Kang Woo
tapi tidak tersambung.

Di RS ada pasien baru, bule bernama Natasha.Dia mengalami
ilusi kehamilan, jadi dia merasa sedang hamil padahal tidak.Setelah melihat
pasien2, Hae Soo mencurhatkan kegalauannya dilamar Jae Yul kepada dr. Lee.
“Jika kau berpikir akan kehilangan segala sesuatu, kau tidak perlu menikah. Di
sisi lain, jika kau berpikir kau mungkin mendapatkan banyak hal, kau harus
menikah dengannya. Berbicara dari pengalaman, aku menyesal tentang menjadi
begitu sendiri.Mengapa aku membandingkan aku mencintai suami dan anak untuk
karirku?Apa yang aku dapatkan dari itu?meski sekarang menjadi professor, jika
aku punya anak, aku akan menjadi dokter yang lebih baik,” kata dr. Lee.

Lalu Dong Min muncul karena sudah janjian sama dr. Lee. Sebelum Hae Soo menyingkir, Dong Min
bertanya, “Hae Soo, kau kuat kan?” Hae Soo heran dengan ekspresi wajah Dong
Min, tapi mengabaikannya.Setelah Hae Soo pergi, Dong Min pun mengungkapkan
bahwa Jae Yul punya penyakit jiwa.Dr. Lee sangat terkejut. Dan mereka pun
pindah tempat konsultasi ke klinik Dong Min. Di sana dr. Lee melihat rekaman
cctv.

Dan berikut ini adalah analisis mereka:
Sepertinya dia merasa bersalah tentang apa yang terjadi pada
kakaknya. Itu untuk ibunya, tapi setelah menyalahkan kakaknya, itu akan menjadi
sulit bagi pria 16 tahun untuk mental dewasa normal. ‘Aku tidak punya pilihan
lain selain mengorbankan kakakku untuk ibuku yang hidup di bawah hubungan yang
kasar. Aku harus menolong ibuku.Aku tidak bersalah.Masalahnya adalah situasi,
bukan aku. Bagaimana bisa itu kejahatan.’ Jae Yul seharusnya berbicara dirinya
dari rasa bersalah.Tapi dia terlalu baik untuk memaafkan dirinya sendiri.Jadi
itu sebabnya dia menciptakan Kang Woo, seseorang yang menyerupai dirinya,
sehingga dia bisa melindunginya. Sang ibu mungkin alasan terbesarnya. Jika
mereka tahu yang sebenarnya, ibunya tidak akan hidup. Dia mungkin ingin
meninggalkan ibunya dalam keadaan disosiasi (tidak sadar), yang mungkin
menekannya untuk tetap tenang bahkan lebih.Masalahnya adalah realitasnya sudah
tidak jelas selama 3 tahun.Ini adalah kasus terburuk. Karena halusinasinya terlalu
realistis, akan sulit bagi Jae Yul untuk menerima kenyataan bahwa Kang Woo
tidak nyata.

dr. Lee menyarankan untuk segera memberitahu Hae Soo. video
itu sudah cukup menjadi bukti untuk rawat inapnya. Dia bisa menjadi berbahaya
karena berusaha melindungi Kang Woo. Hae Soo mungkin bisa saja akan terluka
juga. Dong Min pun segera menelepon Hae Soo untuk segera datang ke klinik.

Hae Soo di bus sambil mendengarkan rekaman percakapannya
dengan Jae Yul di acara radio. Setelah telepon2an ala orang pacaran, Hae Soo
menerima mms dari Jae Yul, foto2 keadaan rumah Jae Yul yang berantakan waktu
Hae Soo menginap, dan ada notesnya, ‘aku memiliki OCD dan aku
merindukanmu. Aku belum membersihkan
jejakmu dan hanya mennggalkannya di sana. Aku berharap bahwa ini menjadi kebiasaan
rutin bahkan jika kita tidak menikah. Saranghae, Ji Hae Soo.’ Hae Soo membalas
‘aku sudah lebih dari 51%


Ketika Hae Soo datang ke klinik, suasananya sudah suram.Hae
Soo hanya tampak bingung melihat Dong Min dan dr. Lee yang terdiam, tapi
seperti hendak mengatakan sesuatu.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar