Quotes

"Write is my World"

Jumat, 31 Oktober 2014

It’s Okay, That’s Love: Episode 12

Jae Yul mengajak Hae Soo menikah, tetapi Hae Soo bersikeras menolaknya dengan berbagai alasan, pekerjaan, traveling, kebebasan, dll.Tapi Jae Yul tidak menyerah.Dalam berbagai kesempatan, dia menyatakan hal itu lagi. Hae Soo pun bertanya, apa alasan Jae Yul bersikeras ingin menikahi dirinya? 
Awalnya aku mengira jawaban Jae Yul basi seperti pasangan2 biasanya, yaitu “karena aku mencintaimu.” Akan tetapi jawaban Jae Yul adalah, “Aku tidur di kamar mandi, bukan di kasur. Ibuku tidur di ruang tamu meski udara dingin.Kakakku dipenjara 14 tahun. Aku tidak punya keberanian untuk mengatakan semua ini kepada wanita lain selain dirimu. Bahkan setelah mendengar dan melihat semua tentangku, menurutmu apakah ada wanita lain di luar sana yang bisa tenang mendengakan semua itu, sepertimu? Kurasa tidak. Hae Soo, jika ada wanita lain seperti itu, tolong katakana padaku.  Jadi aku tidak akan terlalu bergantung padamu.” Hati Hae Soo jadi nggak enak dan galau setelah mendengarnya.Tetapi Hae Soo tetap pada pendirian untuk tidak menikah.Dan mereka tetap berhubungan seperti biasa, saling mencintai.Jae Yul tidak mempermasalahkan penolakan Hae Soo, karena dia mencintai Hae Soo.
 
Paginya Dong Min menyalakan lilin.Hae Soo yang baru bangun menyapanya.Dia mengatakan pada Dong Min kalau Jae Yul semalam melamarnya, tetapi dia menolak.Dong Min berkata kalau itu sudah tepat (mengingat penyakit mental Jae Yul).
Lalu 3 penghuni berkumpul di dapur untuk sarapan.Soo Kwang bertanya kenapa Hae Soo tidak suka menikah? Kalau tidak mau menikah, tinggal bersama saja. Hae Soo pun tidak mau tinggal bersama, baginya hidup mereka sekarang ini sudah cukup. Hidup bersama pria di rumah yang sama setiap hari, tidak ada privasi. Soo Kwang pun setuju.Saat sarapan, Soo Kwang berkata kalau siang ini dia mengajak ortunya makan di café sambil memperkenalkan So Nyeo. Ortunya selama ini selalu khawatir kalau Soo Kwang bakal  mati sebagai bujangan karena penyakitnya, jadi dia ingin menunjukkan kalau kekhawatiran ortunya tidak benar. Tetapi Dong Min melarangnya melakukan itu. Soo Kwang mengomel, bahkan mengungkit nama dr. Lee. Dong Min jadi marah2 dan merembet ke masalah nasi yang tidak matang.Dia merasa tidak napsu makan dan pergi. Hae Soo mengejek, “tidak napsu bagaimana, sudah mau habis begitu?” Mereka mengejek Dong Min yang mungkin sudah masuk masa menopause laki2.Soo Kwang pun menduga, mungkin mood Dong Min jelek karena bertemu Tae Yong.Soo Kwang sempat melihat Tae Yong yang menangis keras di ruangan Dong Min, saat dia masuk untuk ngajak mereka main.
 
Dong Min diantarkan Tae Yong menuju rumah lama Jae Yul.Mereka membahas soal Jae Yul dan Kang Woo. Tae Yong menceritakan kalau Jae Yul mulai ‘melihat’ Kang Woo 3 th lalu saat ditusuk Jae Bum dengan garpu. Saat itu Jae Yul berkata kalau ada anak sekolahan yang menangisinya, tapi Tae Yong tidak melihatnya.Waktu itu Tae Yong tidak ambil pusing, karena dipikir dia tidak melihat karena terlalu panik.Jae Yul jarang membicarakan Kang Woo, hanya akhir2 ini saja jadi sering ngomong. 
Sementara itu Ortu Soo Kwang datang ke café.Ayahnya pasang tampang kesal, apalagi saat Soo Kwang menyebutkan bahwa pacarnya bekerja di café juga. Saat itu So Nyeo ada di dekat sana, hanya diam saja. 
Ayah mengungkit masalah penyakit Soo Kwang yang nggak sembuh2.Soo Kwang marah, karena dia sendiri pun tidak ingin sakit terus2an.Dia menyalahkan ayahnya, di mana saat gejala yang muncul saat masih kecil hanya dianggap bersin dan batuk.Kalau ditangani sejak dini, mungkin Soo Kwang sudah sembuh.Ayahnya pergi dengan sedih.Ibunya menjelaskan kalau ayah bukan marah, melainkan sedih karena selalu berpikir bahwa semua ini kesalahannya.Soo Kwang pun mengejar ayahnya dan minta maaf.
 
Dong Min sampai di rumah lama Jae Yul, melihat2 sambil membayangkan apa yang terjadi sekian tahun lalu itu: Jae Bum dipukuli ayah, Jae Yul mengambil pisau. Jae Bum mendorong ayah dan mengenai pisau Jae Yul.Jae Yul pingsan, Jae Bum menarik pisau dari perut ayah, ibu datang dan kaget melihatnya. Jae Bum memasukkan pisau di kresek, menyuruh ibu membuangnya, sementara dia akan membawa Jae Yul ke RS. Dia berpesan pada ibu untuk memanggil polisi dan mengatakan kalau dirinya yang menusuk, bukan Jae Yul. 
Lalu kaki Jae Bum terpeleset di depan pintu, sehingga dia dan Jae Yul yang digendongnya jatuh. Sementara itu ibu mengambil kresek pisau dan bangkit, tiba2 ayah masih sadar dan menarik kaki ibu sehingga ibu terjatuh. Di dekatnya ada pemantik. 
Dan saat Dong Min berbalik, dia melihat sebuah cermin, lalu dia pun sadar akan suatu hal. Saat ibu menyalakan api dan membakar rumah, Jae Bum sibuk mengangkat tubuh Jae Yul ke punggungnya dan pergi sambil menunduk, sementara itu Jae Yul sadar dan melihat dari cermin, semua perbuatan ibunya. Dan ketika jaksa mengatakan bahwa penyebab kematian ayah tiri bukan ditusuk, melainkan kebakaran, Jae Yul bukannya mengatakan kalau ibunya yang membakar rumah, melainkan menuduh kakaknya.

Jae Yul dan Hae Soo telepon2an. Lagi2 Jae Yul melamarnya.Dia mengajak menikah, bukan sekarang, tetapi setahun lagi setelah Hae Soo mengambil cuti untuk traveling. “Kita ini orang2 yg berencana ke depan dan bekerja menuju tujuan kita. Jadi tempatkan aku dalam jadwal hidupmu.Dalam jadwal hidupku, aku sudah menempatkanmu di dalamnya. Aku hidup sesuka hatiku, tapi aku mencoba untuk menyesuaikan dengan cara hidupmu.”
 
Hae Soo datang mengunjungi kedai ibu. Ibu lagi galau karena presdir kim akan pindah ke desa bersama istrinya yang sakit kanker. Hari ini adalah telepon perpisahan.Kakak menyuruh Hae Soo untuk tidak mengganggu ibu dengan marah2nya seperti biasa.Dia menyuruh Hae Soo untuk memahami ibu.Dia pun menemani ibu, berbaring di sampingnya sambil makan kerupuk.Dia mengajak ibu jalan2 dan belanja.Ibu menyuruh Hae Soo untuk menikah begitu Jae Yul melamarnya (eh, udah di lamar bu, tapi ditolak!)
 
Sementara itu Dong Min mengajak Jae Yul minum2 di siang hari.Awalnya Jae Yul menolak minum karena dia harus menulis, tapi akhirnya dia minum juga dan mereka mabok siang bolong.Setelah cerita2 tentang pasiennya, Dong Min akhirnya bertanya tentang Kang Woo.Awalnya dia menanyakan kabar Kang Woo yang dulu katanya sakit batuk2. Lalu dia bertanya, kapan Jae Yul mulai bertemu dengannya? Jae Yul berkata dulu jarang bertemu, tetapi akhir2 ini jadi sering ketemu setelah dia mengenal Hae Soo.Dong Min bertanya, apakah Jae Yul selalu berkepribadian ceria begini? Ternyata tidak, Jae Yul waktu muda, naïf dan penakut. Lalu setelah kejadian itu, Jae Yul berusaha berubah hidup optimis dan kuat demi ibunya.Dia berlatih tersenyum, lelucon, bahkan macho.
 
Jae Yul menceritakan kisah tentang unta padang pasir yang malamnya diikat dan siangnya di lepas, tapi dia tetap di dekat pohon. Jae Yul membenci unta itu, yang seharusnya sadar bahwa hari sudah pagi dan dia bisa lari. Jae Yul mencoba mengendalikan pikiran, “masa lalu adalah masa lalu, tidak ada lagi. aku bebas, aku kuat. Seperti matahari yang mendorong kegelapan, cerah dan bersemangat. Seperti cahaya yang menelan kegelapan, sangat2 terang dan kuat.” Jae Yul menganggap kakaknya lemah dan merasa kasihan.Meskipun Jae Yul berencanya memberinya seluruh hartanya, dia tetap merasa kurang untuk membuat kakaknya kembali seperti dulu lagi.Tiba2 Jae Yul memperlihatkan hp, mengatakan kalau Kang Woo menelepon, lalu mengangkatnya, padahal hpnya mati.Dong Min hanya bisa menatapnya.Kang Woo mengatakan kalau dia gagal tes PNS.Jae Yul berkata kalau meskipun semua orang kecewa pada Kang Woo, tapi dirinya tidak.Dia mengajak Kang Woo bergabung minum2, tapi Kang Woo menolak karena sudah janjian makan dengan ibunya.Waktu menutup telepon, tiba2 ada klakson berbunyi dan Kang Woo terkejut. Tabrakan??
 
Dong Min dan Jae Yul sudah mabok berat, mereka masih di luar.Jae Yul tidak mau diajak masuk karena malu Hae Soo melihat tingkah mabuknya.Hae Soo keluar dan memapahnya masuk. Hae Soo melaporkan kalau Soo Kwang lagi galau karena dia bertengkar dengan ayahnya di depan So Nyeo. Saat di dalam, Jae Yul ingin melihat Soo Kwang dulu karena khawatir.Lalu kebetulan Soo Kwang keluar kamar. Dia bertanya, So Nyeo sms ingin bertemu, jadi apa yang harus dia lakukan? Jae Yul pun menyuruhnya untuk menemuinya, jadi Soo Kwang menyuruh So Nyeo yang sudah di depan pagar untuk masuk. Sebelum menemuinya, Soo Kwang bertanya lagi, bagaimana jika So Nyeo jadi mengabaikannya setelah melihat kekacauan keluarganya? “Jangan bertemu seorang wanita yang mengabaikanmu. Dan jangan bergantung pada mereka dan mempermalukan diri sendiri,” advice dari pakar cinta, Jae Yul.
 
Soo Kwang menemui So Nyeo yang asik mendengarkan musik di headphone, di halaman rumah.Soo Kwang melepaskan headphone dan bertanya kenapa ke mari? So Nyeo berkata bahwa dia hanya ingin melihat Soo Kwang.Suasana masih dingin, So Nyeo berusaha melucu dan mengatakan bahwa ayahnya tidak lagi mengumpulkan sampah di rumah melainkan menjualnya.Soo Kwang akhirnya menceritakan bahwa ayahnya tidak malu atau membencinya, dia hanya sedih.Jika So Nyeo hendak mengabaikannya karena keluarganya, maka sebaiknya So Nyeo pergi.Tiba2 So Nyeo mencium Soo Kwang. Karena kaget dicium duluan sama cewek, tourete-nya Soo Kwang kambuh. Dia berusaha menahan kambuhnya. Tapi So Nyeo tidak takut ataupun pergi. Dia memakaikan headphone ke telinga Soo Kwang hingga Soo Kwang tenang. Setelah tenang, Soo Kwang bisa mencium So Nyeo dengan santai. 
Dong Min mengintip dari jendela dan tersenyum lega. Seperti Hae Soo, Soo Kwang akhirnya bisa menyembuhkan penyakit jiwanya sendiri.Hae Soo dan Jae Yul juga mengintip mereka dari atas dan tersenyum bahagia untuk mereka.
 
Dong Min menelepon dr. Lee untuk janjian besok. Sementara itu sebelum pulang Jae Yul menempelkan memo post-it di pintu kamar Soo Kwang “dari semua orang, kaulah yang paling macho, Park Soo Kwang.” Hae Soo datang dan merasa iri karena yang diberi memo cuman Soo Kwang.Jae Yul berpamitan dan Hae Soo memberi beberapa nasehat standar untuk jaga kesehatan dan bercukur.
Di taksi, Jae Bum menelepon Jae Yul.Dia mengajak Jae Yul ketemuan berdua ketika keluar dari penjara nanti, untuk ngobrolin masalah siapa yang menusuk sebenarnya.Jae Yul hanya terkekeh sambil mengingat ibunya yang membakar rumah.Setelah menutup teleopn dari kakaknya, Jae Yul mau menghubungi Kang Woo tapi tidak tersambung.
 
Di RS ada pasien baru, bule bernama Natasha.Dia mengalami ilusi kehamilan, jadi dia merasa sedang hamil padahal tidak.Setelah melihat pasien2, Hae Soo mencurhatkan kegalauannya dilamar Jae Yul kepada dr. Lee. “Jika kau berpikir akan kehilangan segala sesuatu, kau tidak perlu menikah. Di sisi lain, jika kau berpikir kau mungkin mendapatkan banyak hal, kau harus menikah dengannya. Berbicara dari pengalaman, aku menyesal tentang menjadi begitu sendiri.Mengapa aku membandingkan aku mencintai suami dan anak untuk karirku?Apa yang aku dapatkan dari itu?meski sekarang menjadi professor, jika aku punya anak, aku akan menjadi dokter yang lebih baik,” kata dr. Lee.
 
Lalu Dong Min muncul karena sudah janjian sama dr. Lee.  Sebelum Hae Soo menyingkir, Dong Min bertanya, “Hae Soo, kau kuat kan?” Hae Soo heran dengan ekspresi wajah Dong Min, tapi mengabaikannya.Setelah Hae Soo pergi, Dong Min pun mengungkapkan bahwa Jae Yul punya penyakit jiwa.Dr. Lee sangat terkejut. Dan mereka pun pindah tempat konsultasi ke klinik Dong Min. Di sana dr. Lee melihat rekaman cctv.
 
Dan berikut ini adalah analisis mereka:
Sepertinya dia merasa bersalah tentang apa yang terjadi pada kakaknya. Itu untuk ibunya, tapi setelah menyalahkan kakaknya, itu akan menjadi sulit bagi pria 16 tahun untuk mental dewasa normal. ‘Aku tidak punya pilihan lain selain mengorbankan kakakku untuk ibuku yang hidup di bawah hubungan yang kasar. Aku harus menolong ibuku.Aku tidak bersalah.Masalahnya adalah situasi, bukan aku. Bagaimana bisa itu kejahatan.’ Jae Yul seharusnya berbicara dirinya dari rasa bersalah.Tapi dia terlalu baik untuk memaafkan dirinya sendiri.Jadi itu sebabnya dia menciptakan Kang Woo, seseorang yang menyerupai dirinya, sehingga dia bisa melindunginya. Sang ibu mungkin alasan terbesarnya. Jika mereka tahu yang sebenarnya, ibunya tidak akan hidup. Dia mungkin ingin meninggalkan ibunya dalam keadaan disosiasi (tidak sadar), yang mungkin menekannya untuk tetap tenang bahkan lebih.Masalahnya adalah realitasnya sudah tidak jelas selama 3 tahun.Ini adalah kasus terburuk. Karena halusinasinya terlalu realistis, akan sulit bagi Jae Yul untuk menerima kenyataan bahwa Kang Woo tidak nyata.
 
dr. Lee menyarankan untuk segera memberitahu Hae Soo. video itu sudah cukup menjadi bukti untuk rawat inapnya. Dia bisa menjadi berbahaya karena berusaha melindungi Kang Woo. Hae Soo mungkin bisa saja akan terluka juga. Dong Min pun segera menelepon Hae Soo untuk segera datang ke klinik.
 
Hae Soo di bus sambil mendengarkan rekaman percakapannya dengan Jae Yul di acara radio. Setelah telepon2an ala orang pacaran, Hae Soo menerima mms dari Jae Yul, foto2 keadaan rumah Jae Yul yang berantakan waktu Hae Soo menginap, dan ada notesnya, ‘aku memiliki OCD dan aku merindukanmu.  Aku belum membersihkan jejakmu dan hanya mennggalkannya di sana. Aku berharap bahwa ini menjadi kebiasaan rutin bahkan jika kita tidak menikah. Saranghae, Ji Hae Soo.’ Hae Soo membalas ‘aku sudah lebih dari 51%
 

Ketika Hae Soo datang ke klinik, suasananya sudah suram.Hae Soo hanya tampak bingung melihat Dong Min dan dr. Lee yang terdiam, tapi seperti hendak mengatakan sesuatu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar