Quotes

"Write is my World"

Jumat, 31 Oktober 2014

It’s Okay, That's Love Episode 13

Dong Min dan dr. Lee memberitahu Hae Soo bahwa Jae Yul kena schizophrenia.Lalu Tae Yong datang bergabung.Mereka mengatakan kalau Jae Yul yang mengatakan berteman dengan Kang Woo, sebenarnya Kang Woo tidak pernah ada. Hae Soo juga diperlihatkan video cctv. 
Lalu Jae Yul menelepon, menanyakan perihal sms balasan Hae Soo.Hae Soo berusaha menahan diri, berpura2 biasa saja dan berkata kalau dia lagi rapat.2 dokter menyarankan agar Jae Yul segera dirawat, karena ini bisa membahayakan dirinya sendiri dan orang lain karena melindungi Kang Woo yang sebenarnya halusinasi. Tapi Hae Soo masih bersikeras untuk memeriksanya terlebih dahulu.
 
Meski Hae Soo tahu beberapa kali Jae Yul bertingkah yang membahayakan, tapi Hae Soo bilang kalau selain rekaman cctv itu, Jae Yul tidak pernah bertingkah aneh. Namun dr. Lee dan Dong Min tahu bahwa Hae Soo berbohong. Mereka memutuskan mengeluarkan Hae Soo dari perawatan terhadap Jae Yul, karena dia tidak bisa jadi dokter professional untuk kekasihnya sendiri. Bahkan Hae Soo tidak boleh berada di dekat Jae Yul demi keselamatan mereka berdua. Tae Yong ingin mengatakan kepada Jae Yul bahwa Kang Woo tak nyata, namun dilarang karena akan lebih berbahaya jika dikatakan langsung. Tae Yong hanya harus tinggal di dekat Jae Yul untuk melindunginya dari bahaya. “puncak tertinggi untuk halusinasi wujud adalah… bunuh diri.”
 
Hae Soo menelepon Jae Yul, hendak mencari naskah novel yang katanya diberikan oleh Kang Woo dan ada di rumah Hae Soo.Jae Yul pun mengingat2 letaknya, dari waktu Hae Soo masuk ke kamarnya untuk memohon agar tidak diusir dari rumah.Ternyata waktu itu Hae Soo melihat Jae Yul menelepon sambil seperti memegang sesuatu di tangan kanan, dan saat menutup telepon, dia seperti membuang sesuatu.Waktu itu Hae Soo tidak menggubrisnya, dan sekarang dia baru sadar.Jae Yul berkata kalau setelah membuang, naskah itu diambil kembali dan diletakkan di laci paling atas.Dan tentu saja tidak ada.Hae Soo berkata kalau mungkin Jae Yul salah ingat.
 
Saat Hae Soo minum air dengan perasaan galau, Dong Min menghampirinya, menyuruhnya untuk mundur dari kasus ini.Hae Soo tetap pada pendiriannya untuk memeriksa lebih lanjut, tidak yakin kalau ini scizo, mungkin saja sakit saraf biasa, atau tumor, atau apalah, yang pasti bukan scizo.Saat Hae Soo pergi, ternyata So Nyeo dan Soo Kwang mendengar semuanya.Dong Min pergi dengan gontai.So Nyeo yang tidak sadar keadaan, malah mengoceh kalau dia pernah praktek kerja kelompok tentang scizo.Tapi kemudian dia sadar dan disuruh pulang oleh Soo Kwang.Soo Kwang tampak terkejut dan juga sedih. Dia pun ingat waktu melihat Jae Yul ngomong sendiri di depan café. Soo Kwang menemui Hae Soo yang sedang menyalakan lilin, mengingatkan bahwa Hae Soo sering berkata kepada pasien scizo dan walinya, bahwa scizo dapat disembuhkan dengan terapi dan obat farmasi.Dia berusaha menghibur Hae Soo bahwa Jae Yul bisa sembuh. 
Lalu Soo Kwang pergi ke rumah Jae Yul, menginap di sana untuk menjaganya. Tapi dia beralasan bahwa dia bosan tinggal di rumah dan merindukan Jae Yul, juga berterima kasih karena dia bisa jadian sama So Nyeo berkat Jae Yul. Sementara itu Hae Soo merenungkan kata2 Dong Min, bahwa jika Hae Soo selalu di dekat Jae Yul dan tiap kali Jae Yul merasa bahagia, maka dia akan melakukan hal berbahaya. Hae Soo teringat, beberapa kali Jae Yul merasa sangat bahagia, setelahnya dia melakukan hal gila sampai terluka.
 
Paginya, Dong Min akan membuat sarapan. Dia telat bangun.Tapi Hae Soo yang dipanggil2 untuk sarapan dan membawa bekal telur rebus bikinan Soo Kwang kemarin, melengos keluar tanpa kata2.Dong Min menghela napas sambil memecahkan telur rebus di kepala. Plok! Pyar! Ternyata telurnya belum direbus, hahaha… (jadi ingat Kwang Soo yang selalu sial saat main game telur di RM, kena telur mentah).
 
Dr. Lee dan tim menganalisis seorang pasien scizo yang menurut mereka sudah mulai membaik. Timnya hendak mengurangi dosis obat, tapi dr. Lee melarang karena bisa kambuh lagi.Dilihat dulu perkembangannya seminggu lagi.Lalu ada seorang ibu yang minta diresepkan obat untuk anaknya, padahal anaknya normal2 saja.Hanya saja jika anak itu diberi obat, maka dia baru bisa fokus belajar.Hae Soo marah2 bahkan berkata kasar. Ibu itu pun bilang kalau dia akan ke RS lain untuk minta obat. Dr. Lee pun menghampirinya, berkata kalau akan menggugat RS lain itu kalau berani2nya memberikan obat pada anak sehat. Kemudian dr. Lee menyusul Hae Soo yang habis menelepon. Hae Soo akan menemui ibu Jae Yul. Dr. Lee menyuruh agar Dong Min juga ikut, Karena Hae Soo berada di dalam keadaan simpati. “Ketika kau meminta bantuan kami, barulah kau normal.”
 
Soo Kwang membuatkan sarapan dan memaksa Jae Yul makan, bahkan mematikan laptop Jae Yul.Tapi saat satu suapan, Jae Yul muntah. Dia melarang Soo Kwang memberitahu Hae Soo, tapi diam2 Soo Kwang mengirim sms, bahwa semalaman Jae Yul tidak tidur, dia tidak bisa makan dan muntah.
Lalu mereka main basket dan Jae Yul yang menang. Soo Kwang memberikan sebuah puzzle dengan gambar foto Jae Yul dan Hae Soo. lalu Soo Kwang menghancurkan puzzle itu, menyusunnya kembali sambil membicarakan tentang penyakit jiwa scizo. Ketika meletakkan potongan2 terakhir, dia berkata kalau pasien bisa sembuh kalau mau bekerja sama dengan dokternya. Saat Soo Kwang pulang, Jae Yul mencium foto itu lalu main basket lagi.Foto puzzle itu diambil oleh seseorang, Kang Woo. Dia mengambil salah satu potongan sambil menatap Jae Yul.
 
Jae Bum membuat bunga clay yang katanya untuk ibu, karena sepeninggal Jae Yul nanti, ibu pasti akan sedih. Jadi setidaknya bunga ini untuk menghiburnya. Tiba2 Jae Bum teringat saat Jae Yul yang melindunginya waktu dia menghajar Jae Yul di salon, agar tidak tertangkap polisi, bahkan dia mengganti rugi salon itu. Jae Bum pun berusaha menghilangkan ingatan itu yang sepertinya menumbuhkan sebuah simpati terhadap adiknya. Sementara itubIbu datang ke rumah Hae Soo.Dia bercerita dengan senang.Lalu Dong Min dan Tae Yong datang.Tiba2 Tae Yong memeluknya sambil menangis.Dong Min menyuruh Hae Soo meninggalkan mereka, lalu Dong Min pun mengatakan bahwa Jae Yul sakit (mental).
 
So Nyeo ingin jadi dokter psikiater seperti Hae Soo yang akan menyembuhkan Jae Yul, dan Soo Kwang tidak percaya kalau So Nyeo mampu. Dia membentak So Nyeo yang terus mengganggu, menyuruhnya agar ikut simpati atas keadaan Jae Yul. So Nyeo pun berkata kalau dia juga simpati dan merasa iba, tapi bukan berarti dia ikut bertampang sedih seperti Hae Soo dan Soo Kwang. Dia berusaha membuat mereka semua tetap tertawa di balik kesedihan.Dan Soo Kwang merasa senang karena So Nyeo sudah bisa lebih dewasa pemikirannya. “Saranghae,” kata Soo Kwang.
 
Ternyata Dong Min hanya menjelaskan kalau penyakit mental Jae Yul hanya karena stress menulis, bukan karena dia melihat ibu membakar rumah.Hae Soo menghampiri ibu, menenangkannya.Ibu tampak baik2 saja, tetapi ketika di dalam mobil bersama Tae Yong, ibu menangis keras. 
Sementara itu Hae Soo mau ke rumah Jae Yul, tetapi Dong Min datang dan bertanya, apa yang akan Hae Soo katakan kalau ketemu Jae Yul? Hae Soo menangis, tidak tahu apa yang harus dia katakan dan perbuat. Lalu mereka ngobrol sambil duduk, Hae Soo merasa tidak becus sebagai dokter maupun kekasih.Tiap kali Jae Yul menceritakan masa lalu yang pahit, OCD-nya, juga mimpi buruknya, Hae Soo biasa saja saat mendengarkannya.
 
Ibu menelepon Jae Yul, menyuruhnya berhenti menulis dan tinggal dengan ibu.Lalu Hae Soo datang. Jae Yul dengan tenang meredakan kekesalan ibu karena dia tidak mau menginap di sana. Dan selama menelepon, Jae Yul batuk2.Beberapa kali dia mengibaskan tangannya yang keram.Hae Soo teringat saat Jae Yul bilang kalau Kang Woo batuk2 dan tangannya keram.Sementara itu Tae Yong memberikan buah untuk ibu, tapi ibu menolak dan menyuruh Tae Yong pergi kepada Jae Yul saja.Tae Yong bersikeras, dia tidak mau menemui Jae Yul kalau tidak melihat ibu makan.Ibu pun memakan buahnya dengan mulut penuh sambil menangis. (aigoo seandainya ibu tahu yg sebenarnya, kalau Jae Yul begini karena dia, mungkin udah bunuh diri)
 
Jae Yul ingin memotret tangan dan kaki Hae Soo.Lalu sambil memotret, Hae Soo mengingat kondisi Jae Yul yang dijelaskan dr. Lee. Hae Soo melihat topi Jae Yul, “Apa kau tahu pemain Yankees no.4, Henry Lou Gehrig?
JY: Tahu. Dia adalah orang pertama yang didiagnosis penyakit Lou Gehrig
Jae Yul mengetahuinya dari buku.
 
Kemudian setelah mencetak foto tangan dan kaki, plus dikasih notes dan dipajang, Hae Soo mencukurkan kumis Jae Yul (padahal menurut gue, cakepan dia berkumis loh, lebih macho).  Hae Soo bertanya, bagaimana jika suatu saat Jae Yul masuk RS, apa yang paling ditakutkan? Jae Yul berkata, dia takut tidak bisa menulis.Kemudian Hae Soo menanyakan kabar Kang Woo.ternyata akhir2 ini Kang Woo tidak bisa dihubungi. Jae Yul merasa Kang Woo seperti mau mati. Dia tidak punya masa depan dan juga sakit. Jae Yul menduga Kang Woo mengidap Lou Gehrig, karena dia melihat ekspresi Kang Woo di depan RS. Hae Soo pun bertanya, apa waktu itu Jae Yul bersamanya? Jae Yul berkata tidak, karena dia sedang bersama Hae Soo.Kemudian dia sadar, mengapa dia bisa melihat Kang Woo ketika anak itu sedang benar2 sendirian (nggak ketemu langsung).Hae Soo mengalihkan pembicaraan.
 
Sebelum Hae Soo pulang, dia mengcopy data dari laptop Jae Yul dan janjian dengan Tae Yong.Saat Jae Yul keluar dari kamar mandi, Hae Soo sudah tidak ada.Lalu Kang Woo menelpon. Jae Yul berkata, “jangan pernah berpikir kau sendirian, karena aku selalu ada untukmu…”
 
Ternyata Hae Soo mengcopy novel Jae Yul yang baru, dan ternyata isinya persis dengan novel2 sebelumnya. Dia tidak mengeluarkan ide baru, tetapi mencomot dari novel karyanya sebelumnya. Menurut Tae Yong, Jae Yul sudah aneh sejak ditusuk Jae Bum, karena produktifitasnya menurun. 
Besoknya Hae Soo diskusi dengan dr. Lee tentang keadaan Jae Yul. Sepertinya Jae Yul mengarah kepada bunuh diri. Dia selalu merasa baik2 saja meski sebenarnya terluka, karena dia mengalihkan luka itu kepada Kang Woo.Sakit batuk yang diduga Lou Gehrig itu sebenarnya diidap oleh dirinya, namun dia mengatakan kalau Kang Woo yang sakit. Juga produktifitas menulis yang menurun pun, dialihkan kepada Kang Woo yang dianggap nggak mampu menulis. Karena dia selalu merasa baik2 saja, agak sulit meminta persetujuan untuk dirawat. Jadi terpaksa mereka akan memaksanya.
 
Semua persiapan perawatan sudah disiapkan. Acara radio Jae Yul sudah dihentikan.Kamar juga sudah disiapkan, dilihat oleh ibu.Ibu khawatir karena tidak ada kamar mandi di kamar, karena Jae Yul hanya bisa tidur di kamar mandi. Namun Dong Min berkata kalau Jae Yul bisa tidur dikasur setelah diresepkan obat. Dan waktu perawatan diperkirakan sekitar 1-2 bulan. Kemudian setelah itu, Dong Min rapat dengan dokter2 senior lain untuk membahas tentang Jae Yul.
Sementara itu Jae Bum sudah keluar dari penjara.Dari atas jembatan, dia mengingat waktu Jae Yul dan ibu mandi bareng di sungai.Kang Woo melihat Jae Bum dari jauh.
 
Setelah selesai mandi, Jae Yul terkejut karena Hae Soo sudah nangkring di atas sofanya.Lalu dr. Lee menelepon, bahwa ambulans sudah siap. Hae Soo berkata akan menelepon lagi nanti. Mereka berpelukan, Hae Soo ingin tetap seperti ini dalam waktu yang lama…
 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar