
Hae Soo merasa tidak suka saat tahu kalau Jae Yul enggan
memperkenalkan dirinya sebagai pacar di hadapan rekan kerja Jae Yul. “Kau tidak
ingin capek2 menjelaskan, karena kau ingin putus denganku nantinya, kan? Jika
kau tidak berencana menikahiku, maka kita akhirnya akan putus, kan?” Jae Yul
kesal dan pergi, tetapi kemudian kembali lagi dan berkata bahwa Hae Soo
hati-hati kalau bicara, jangan ngomongin masalah ‘putus’, karena dia tidak suka
dengan kata2 itu. Kemudian rekannya memanggil mereka karena akan segera on air.
Jae Yul pun mengajak Hae Soo pending dulu berantemnya setelah acara.

On Air
Jae Yul dan Hae Soo membicarakan tentang film serial
“Before”. Di antara serial film itu, Hae Soo lebih suka “Before Midnight” yang
menceritakan tentang kesedihan kisah cinta usia 40-an, dibanding “Before
Sunrise” yang menceritakan cinta anak muda usia 20-an yang ceria, maupun
“Before Sunset” yang menceritakan tentang cobaan cinta dan sakit hati pada
cinta di usia 30-an. Jae Yul pura2
tanya, apa Hae Soo sudah pernah menikah? Hae Soo terkekeh dan berkata kalau dia
masih lajang. Hae Soo menulis di kertas, bahwa Jae Yul memang pandai berakting.
Hae Soo menyukai
ending film ini, yaitu saat pasangan menikah itu berbaring di ranjang dengan
pakaian dalam, lalu saling memaki seolah2 mereka musuh bebuyutan, seperti dua
orang yang belum pernah melihat satu sama lain. Menurut Hae Soo, saat itulah
mereka berdua benar2 saling berhadapan. Jae Yul menulis “Seperti kita
sekarang?” Hae Soo mencoretnya.
HS: Tidak seperti film komedi romantis lain di mana tokoh
utama jatuh cinta karena mereka semua begitu muda, lucu, dan memikat, melainkan
karena siapa mereka sebenarnya. Karena apa yang kau lihat adalah apa yang kau
dapatkan. Meskipun mereka kacau, tua dan kekurangan, terlepas dari semua itu
mereka saling mencintai. Itulah yang kutemukan dan sangat mengesankan.
Kemudian Hae Soo berkata kalau Jae Yul mungkin tidak akan
memahami hal tersebut, karena di matanya, Jae Yul masih seorang playboy yang
tidak tertarik pada pernikahan dan semacamnya.
JY: Itu mengecewakan. Aku tidak tahu tentang orang lain,
tetapi kau adalah psikiater, kupikir kau tidak memiliki pemikiran seperti itu.
HS: Meskipun sebagai manusia, kita berpikir kalau kita bebas dan terus
berubah, hal yang benar2 mengontrol kita adalah kebiasaan yang telah tertanam
di dalam diri.
JY: jadi maksudmu, orang2 yg mengucapkan selamat tinggal
tidak benar2 terpengaruh karena perpisahan?
HS: Tidak selalu, tetapi terkadang begitu.
JY: Atau mungkin sebaliknya, mendambakan untuk menikah dan mencari
sesuatu yang lebih dalam dan bermakna karena membicarakan perpisahan mereka
yang tak terhitung jumlahnya. Jujur, aku memiliki keinginan besar untuk
berhenti berkelana dan menemukan sesuatu yang lebih bermakna.
Hae Soo menulis kalau kata2 Jae Yul kedengaran tulus, sampai
dirinya hampir tertipu. Jae Yul hanya bisa menghela napas dan meng-cut rekaman
sebentar. Dia mengaak Hae Soo berbalik. Jae Yul pun menjelaskan alasannya tidak
ingin mengumbar hubungan mereka, karena dia tidak suka orang membicarakan
tentang kehidupannya. Lagipula waktu di bandara, Hae Soo sendiri yang bilang
kalau mereka tidak akan menikah. Hae Soo menertawakan alasan tersebut yang jadi
pertimbangan Jae Yul, “Kau seperti pernah berpikir untuk menikah.” Jae Yul
menganggap Hae Soo yang aneh karena tidak memiliki pikiran seperti itu. Mereka
sudah 30-an, bukan remaja lagi. Tentu saja kalau mereka pacaran, pasti pikiran
mereka sudah kearah sana. “Akhirnya bertemu dengan seseorang yang cukup
berharga untuk membuatmu ingin melangkah lebih jauh dan bahkan satu langkah
lebih lanjut ke pernikahan, apa kau tidak pernah berpikir begitu?” Tetapi Hae
Soo sambil tersenyum berkata, bahwa dia bukan tipe orang yang berpikir tentang
pernikahan. Meski begitu, mengetahui bahwa Jae Yul pernah mempertimbangkan
dirinya sebagai pelabuhan melepas lajang, dia cukup senang. Jae Yul jadi
bingung sendiri, Hae Soo seperti punya dua kepribadian (tadinya seperti wanita
yang pengen dinikahi, sekarang nggak), “Mari kita tetap saling mencintai satu
sama lain dan lanjutkan acara.”
Mereka berbalik kembali. On Air.
JY: Inilah yang kupikirkan. Jika Ethan Hawke tidak memiliki
pengalaman dalam perceraian, dan Julie Delpy tidak punya pengalaman masa lalu
disakiti, maka mereka tidak akan pernah
berdama di pantai Mediterania.
Hae Soo meletakan tangan di paha Jae Yul, minta digandeng.
Mereka pun bergandengan tangan di bawah meja.
JY: Jadi maksudku adalah, kalian yang sudah melalui banyak
perpisahan, termasuk aku sendiri, masih ada harapan untuk kita semua.
HS: ya, banyak orang yang mungkin berkata mereka sudah tidak
ada pilihan lain untuk tinggal bersama karena mereka menikah dan memiliki anak
bersama. Tapi menurutku adalah lebih dari apapun, ini karena memori tak
terhitung yang mereka miliki bersama,
mereka mencoba menutupinya dan berdamai seperti yang mereka lakukan.
JY: Semua kenangan yang tak terhitung jumlahnya untuk
berbagi bersama, aku juga ingin menemukan seseorang untuk membangun kenangan
abadi.

Tae Yong ketemuan dengan Sang Sook yang menceritakan kalau
pernah ada seorang pria yang mirip dengan Jae Yul melempari jendela kamarnya.
Orang itu berbicara seperti ada orang lain di sampingnya dan beberapa kali
menyebut nama Kang Woo. Tae Yong pun berusaha meyakinkan kalau orang itu bukan
Jae Yul, karena Jae Yul lebih sering memakai jas daripada kemeja. Namun dalam
hati, Tae Yong galau dan bingung kenapa sobatnya jadi begini??


Dong Min mengadakan sesi konsultasi berkelompok, Soo Kwang
juga masuk di grup itu. Mereka saling curhat sambil marah-marah, ada pula yang
menangis. Saat suasana jadi kacau, Dong Min membunyikan bel sehingga mereka
semua jadi tenang. Dong Min menenangkan mereka yang marah2. Soo Kwang pun
memegang tangan seorang bapak untuk menenangkan. Kemudian Dong Min pergi
diantarkan oleh Tae Yong yang menjelaskan tentang keadaan Jae Yul, tapi tidak
menyebutkan nama. Dong Min tidak bisa mendiagnosa hanya dari cerita, dia pun
menyuruh Tae Yong untuk membawa orang itu ke RS saja.
Lalu Dong Min keluar dari mobil dan bertemu dengan Choi Ho yang lagi berusaha bicara dengan jaksa yang menangani Jae Bum. Jaksa tidak mau membicarakan masalah itu lagi dan pergi. Dong Min bertanya, apa yang terjadi dan mengomel karena sikap jaksa itu. Choi Ho pun menjelaskan, Jaksa sempat berkata bahwa kasus Jae Bum yang membuat Jaksa itu berhenti dari pengadilan dan memilih jadi guru. Menurut Jaksa, Jae Bum maupun Jae Yul tidak mungkin tega melakukannya. Pelaku sesungguhnya adalah orang lain (huh?).
Lalu Dong Min keluar dari mobil dan bertemu dengan Choi Ho yang lagi berusaha bicara dengan jaksa yang menangani Jae Bum. Jaksa tidak mau membicarakan masalah itu lagi dan pergi. Dong Min bertanya, apa yang terjadi dan mengomel karena sikap jaksa itu. Choi Ho pun menjelaskan, Jaksa sempat berkata bahwa kasus Jae Bum yang membuat Jaksa itu berhenti dari pengadilan dan memilih jadi guru. Menurut Jaksa, Jae Bum maupun Jae Yul tidak mungkin tega melakukannya. Pelaku sesungguhnya adalah orang lain (huh?).

Jae Yul dan Hae Soo belanja. Sambil belanja, lagi2 Jae Yul
bertanya, apa Hae Soo benar2 tidak berpikir tentang pernikahan? Hae Soo malah
menduga kalau Jae Yul selalu menanyakan hal ini pada cewek2 lain sebelumnya.
Jae Yul kesal karena Hae Soo membicarakan masalah cewek lain. Hae Soo tentunya
sudah tahu kalau dirinya bukanlah yang pertama bagi Jae Yul. Kalau Hae Soo
ingin jadi yang pertama, maka cari aja cowok lain yang masih ‘ting-ting’. Hae
Soo tertawa, lalu tiba2 mencium Jae Yul. Kali ini Jae Yul yang mundur karena
malu dilihat orang2.

Jae Yul dan Hae Soo nyantai2 di taman sambil nyamil. Kali
ini mereka membicarakan soal bayi. Hae Soo ingin punya satu, tapi Jae Yul mau
punya tiga. Hae Soo tertawa, “Hei, memiliki tiga bayi adalah akhir dari
kehidupan seorang wanita. Tidakkah kau berpikir bahwa kau terlalu egois?
Sepertinya kau tidak akan membesarkan anak2.” Jae Yul pun berkata kalau dirinya
dibesarkan tanpa ayah, maka dia bertekad membesarkan anak2nya sendiri. Dia
bahkan sudah belajar merawat bayi dari internet. Tetapi bagi Hae Soo, tiga anak
berarti selamat tinggal wanita karir. Jae Yul pun berkata kalau dia ingin
istrinya berhenti bekerja dan jadi ibu rumah tangga. Hae Soo terdiam sambil
menatapnya, bengong. Jae Yul pun menyadarkannya, kalau dia hanya bicara tentang
pernikahan idamannya, bukan membicarakan Hae Soo.

Jae Yul ingin kerja di luar rumah, lalu saat pulang,
istrinya sudah menyediakan nasi hangat. Lalu dia akan mencucikan piring. Hae
Soo menggambarkan keadaan sang istri yang berwajah kelelahan sambil menggendong
3 anak yang masih harus menyusu, lalu menatap Jae Yul penuh kebencian. Jae Yul
berkata kalau itu tak akan terjadi karena jarak 3 anak itu adalah 3 tahun, jadi
2 anak yg sudah besar akan main di kamar, sementara istri hanya menyusu 1 bayi.
Hae Soo pun berpikir kalau hal itu tidak akan terjadi pada dirinya, karena dia
sudah berusia 40 th saat melahirkan anak ke3.
Hae Soo sendiri membayangkan
suami idamannya yang bekerja di rumah saja, sambil membantu pekerjaan rumah,
sementara dia tetap bekerja diluar membantu perekonomian. Jae Yul pun menyuruh
Hae Soo membayangkan si suami dengan celemeknya mengganggu Hae Soo untuk segera
pulang karena makanan sudah siap. Bagaimanapun Hae Soo berusaha membayangkan
suami idaman, pria idaman Hae Soo tetaplah Jae Yul yang sempurna. Lalu Hae Soo
menyemprotkan air kepada Jae Yul. Mereka basah2an. Tiba2 Soo Kwang muncul dan
ikut kena semprot. Mereka pun basah2an bertiga.


Jae Yul mengemasi semua barangnya. Sebelum pergi dia duduk2
sebentar di taman bersama Dong Min dan Soo Kwang. Dia tidak menemui Hae Soo
untuk mengucapkan selamat tinggal. Lalu saat mau pergi, Soo Kwang yang membantu
membawakan barang2nya. Dia menunjukkan sms So Nyeo yang mengajak Soo Kwang
berkencan, bukan jadi selingkuhan, tapi cuman satu cowok saja. Soo Kwang
berterima kasih atas bantuan Jae Yul. Soo Kwang pun bertanya perihal pepatah
‘yang lebih mencintai adalah yang lemah’, tetapi Jae Yul tidak setuju, “kau
tidak menjadi lemah hanya karena mencintai. Kau lemah karena di hatimu tidak
bebas. Tidak perlu khawatir untuk mendapatkan kembali sebanyak yang kau
berikan, tapi tahu bahwa kemampuan untuk mencintai, sudah cukup baik-baik saja
dan bahagia. Itulah arti bebas di hati.”

Dong Min melihat2 kamar Jae Yul, juga kamar mandinya.
Saat Jae Yul masuk ke mobil, ternyata Hae Soo sudah ada di dalam. Dia menunjukkan video di hape, “Apa yang harus dilakukan Jae Yul setelah pindah? 1. Bertemu Hae Soo tiap hari jumat. 2. Makan tepat waktu. 3. Tidak tidur di kursi, tapi di kamar mandi. Ini memalukan untuk diakui, tetapi kau pindah, aku sangat sedih dan ingin menangis. Jadi itu sebabnya aku memberitahu melalui pesan. Sampai jumpa.”
Saat Jae Yul masuk ke mobil, ternyata Hae Soo sudah ada di dalam. Dia menunjukkan video di hape, “Apa yang harus dilakukan Jae Yul setelah pindah? 1. Bertemu Hae Soo tiap hari jumat. 2. Makan tepat waktu. 3. Tidak tidur di kursi, tapi di kamar mandi. Ini memalukan untuk diakui, tetapi kau pindah, aku sangat sedih dan ingin menangis. Jadi itu sebabnya aku memberitahu melalui pesan. Sampai jumpa.”


Hae Soo berkaca2, turun dari mobil dan berjalan pergi. Jae
Yul mengikuti dari belakang. Saat mau belok, dia hampir bertabrakan dengan Kang
Woo. Jae Yul banting setir, malah hampir nabrak Hae Soo. Jae Yul banting setir
lagi dan menubruk tiang listrik. Hae Soo menjerit.


Tae Yong menyapu2 di rumah ibu Jae Yul, meskipun ibu sudah
menyuruhnya berhenti, Tae Yong tetap menyapu.Lalu telepon berdering, Jae Bum
menelepon ibu, mengatakan kalau dia ingin tinggal bersama ibu setelah bebas
nanti. Ibu sangat bahagia, merasa kalau semua ini berkat sesi konsultasi Dong
Min.
Tetapi yang sebenarnya adalah, Jae Bum malah tetap ingin membalas dendam
pada Jae Yul dengan membuat Dong Min menjadi saksinya, bahwa dia menusuk Jae
Yul karena keadaan 14 th lalu yang membuatnya stress, maka dia bisa diampuni
(orang yang melakukan kejahatan karena gila/tidak sadar, tidak dihukum seperti
ketika orang normal melakukannya).



Tae Yong mendatangi apt. Jae Yul, menekan bel tapi tidak
dibukakan pintu. Dia pun akhirnya masuk dan menemukan Jae Yul lagi telepon2an
sama Hae Soo. Jae Yul hanya luka ringan, mobilnya saja yang ringsek.Hae Soo
juga luka ringan di lengan. Setelah menutup telepon, Tae Yong bertanya, apa Jae
Yul lagi nelepon Kang Woo? Jae Yul pun bilang kalau Hae Soo yang telepon karena
mereka sedang berkencan serius.
Sementara itu Hae Soo berdiskusi dengan dr. Lee tentang
pasien suami istri yang melihat kecoak imajinasi.Lalu mereka mengadakan sesi
konsultasi secara terpisah, hingga akhirnya mereka mendapatkan penyebabnya.Jadi
si istri suka melewati jalan hutan untuk menjemput suami yang pulang kerja
dengan bus.Suatu malam, si istri tidak datang menjemput, tetapi di rumah pun
tidak ada.Suami mencarinya di hutan dan menemukan bahwa si istri telah menjadi
korban perkosaan.Istri merasa dirinya jijik dan kotor, sedangkan suami merasa
tidak becus menjaga istrinya dan ingin membunuh orang2 yang melakukan hal bejat
ini.



Kembali ke Jae Yul, Tae Yong masih di dalam apt, menunggui
Jae Yul yang lagi nulis.Dia mendesak Jae Yul untuk menghubungi Kang
Woo.Akhirnya Jae Yul pun menelpon menggunakan hp Tae Yong.Teleponnya
tersambung, Jae Yul ngobrol2 dengan Kang Woo. Tetapi yang didengar Tae Yong
adalah “nomor yang anda tuju belum terdaftar…”


Tae Yong pun menelpon Dong Min sambil nangis2, dan Dong Min
akhirnya mengajaknya ketemuan.Saat menutup hp, Dong Min melihat pandangan sinis
Soo Kwang kepada So Nyeo. Ternyata So Nyeo masih berhubungan dengan cowok lain.
Soo Kwang memberikan kopi super panas kepada Dong Min sebelum mendatangi So
Nyeo. Dia melemparkan uang untuk clubbing So Nyeo dengan Sam.Mereka pun
bertengkar.Soo Kwang berkata, kalau So Nyeo mau serius dengannya, putuskan
semua pacar2nya.Dia memberikan 5 detik untuk So Nyeo berpikir.Akhirnya So Nyeo
pun memutuskan untuk serius dengan Soo Kwang.

Yoon Chul dan Hye Jin mengunjungi Hae Soo untuk memperlihatkan foto ronsen bayi mereka. Hae Soo sangat senang karena mereka berhasil melewati semua cobaan dalam hidup mereka, dan berdoa untuk kebahagiaan mereka.

Choi Ho dan Dong Min akhirnya berhasil menemui Jaksa
Kang.Jaksa menjelaskan kejanggalan dalam kasus Jae Bum.Dia membeberkan segala
macam foto bukti dan senjata.Dari penyelidikannya ini, terbukti bahwa 2 saudara
itu sebenarnya tidak bersalah.Pisau yang menusuk perut ayah tiri, tidak masuk
terlalu dalam dan tidak ada jaringan yang rusak karenanya.Jadi saat itu
harusnya ayah tiri masih hidup.Yang menyebabkannya mati adalah kebakaran
rumah.Saat bukti ini ditemukan, ternyata mayatnya sudah dikremasi dan Jae Yul
menuduh Jae Bum di dalam persidangan, sehingga Jae Bum pun dipenjara.Jadi
pembunuh sebenarnya bukanlah yang menusuk, melainkan yang membakar rumah.

Pada hari jumat, seharusnya Jae Yul dan Hae Soo
ketemuan.Tapi yang dilakukan Jae Yul adalan menulis seharian, sementara Hae Soo
menungguinya sambil baca buku sampai ketiduran.Saat bangun, sudah pagi dan Hae
Soo bersiap ke RS.Jae Yul tersadar dan minta maaf karena dia terlalu sibuk
menulis.Hae Soo bisa mengerti dan dia pergi bukan karena marah, melainkan dia
ada pekerjaan. Jae Yul mengejar Hae Soo beberapa detik setelah Hae Soo keluar
dari rumahnya, tapi tidak keburu.Kembali ke rumah, dia baru menyadari kalau
rumahnya berantakan oleh karena Hae Soo. Dia hanya bisa tersenyum geli.


Dong Min merenung sendiri di ruangannya, mengingat kembali
kata2 Jaksa, “Pada saat kejadian, Jang Jae Bum membawa adiknya keluar, jadi
hanya ada satu orang di dalam rumah, Ibu. Api dimulai setelah itu.” Nah loh,
jadi pembunuh sebenarnya adalah ibu???Kemudian Tae Yong masuk ke ruangannya
dengan keadaan kucel.Dia mulai menangis. Dong Min yang tadinya cengengesan,
menjadi serius ketika melihat rekaman cctv tentang Jae Yul yang berantem
sendiri.


Sementara itu Hae Soo telepon2an dengan Jae Yul.
HS: apa yang akan kau lakukan?
JY: Tidak ada. karena aku terjaga semalaman, mungkin aku
akan tidur seharian. Kau sendiri?
HS: Entahlah, aku tidak perlu tidur, tapi karena aku tidak
bisa bertemu pacarku di hari sabtu, mungkin aku juga akan tidur.
Hae Soo membuka pintu kamar istirahat dokter dan terkejut
melihat Jae Yul sudah ada di dalam sana.
JY: Benarkah? Kalau begitu ayo kita tidur bersama.
Hae Soo langsung memeluknya bahagia.


Jae Yul dan Hae Soo naik mobil.Hae Soo tampak teler,
berbaring di jok sementara Jae Yul yang menyetir. Tiba2 Jae Yul mengatakan
sesuatu yang benar2 mengejutkan, “Ayo kita menikah.”

Notes:
Dugaan saya, Jae Yul mengidap schizophrenia, seperti film
Beautiful Mind, di mana seseorang seperti punya teman khayalan. Awalnya memang
nggak berbahaya, tapi lama2 bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Dalam Beautiful Mind, tokoh utama melihat orang jahat yang mau membahayakan
keluarganya. ‘Orang jahat’ itu mau menyakiti anak istrinya, lalu dia mau
memukul ‘orang itu’, yang terlihat adalah dia seperti mau memukul anak
istrinya. Sementara Jae Yul tadi seperti melihat Kang Woo melintas sehingga dia
membanting setir.Dia hampir saja menabrak Hae Soo karena itu, padahal
seharusnya tidak ada siapa2 yang melintas di jalanan.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar