Quotes

"Write is my World"

Jumat, 31 Oktober 2014

It's Okay, That's Love Episode 11

Hae Soo merasa tidak suka saat tahu kalau Jae Yul enggan memperkenalkan dirinya sebagai pacar di hadapan rekan kerja Jae Yul. “Kau tidak ingin capek2 menjelaskan, karena kau ingin putus denganku nantinya, kan? Jika kau tidak berencana menikahiku, maka kita akhirnya akan putus, kan?” Jae Yul kesal dan pergi, tetapi kemudian kembali lagi dan berkata bahwa Hae Soo hati-hati kalau bicara, jangan ngomongin masalah ‘putus’, karena dia tidak suka dengan kata2 itu. Kemudian rekannya memanggil mereka karena akan segera on air. Jae Yul pun mengajak Hae Soo pending dulu berantemnya setelah acara.
 
On Air
Jae Yul dan Hae Soo membicarakan tentang film serial “Before”. Di antara serial film itu, Hae Soo lebih suka “Before Midnight” yang menceritakan tentang kesedihan kisah cinta usia 40-an, dibanding “Before Sunrise” yang menceritakan cinta anak muda usia 20-an yang ceria, maupun “Before Sunset” yang menceritakan tentang cobaan cinta dan sakit hati pada cinta di usia 30-an.  Jae Yul pura2 tanya, apa Hae Soo sudah pernah menikah? Hae Soo terkekeh dan berkata kalau dia masih lajang. Hae Soo menulis di kertas, bahwa Jae Yul memang pandai berakting.
 
 Hae Soo menyukai ending film ini, yaitu saat pasangan menikah itu berbaring di ranjang dengan pakaian dalam, lalu saling memaki seolah2 mereka musuh bebuyutan, seperti dua orang yang belum pernah melihat satu sama lain. Menurut Hae Soo, saat itulah mereka berdua benar2 saling berhadapan. Jae Yul menulis “Seperti kita sekarang?” Hae Soo mencoretnya. 
HS: Tidak seperti film komedi romantis lain di mana tokoh utama jatuh cinta karena mereka semua begitu muda, lucu, dan memikat, melainkan karena siapa mereka sebenarnya. Karena apa yang kau lihat adalah apa yang kau dapatkan. Meskipun mereka kacau, tua dan kekurangan, terlepas dari semua itu mereka saling mencintai. Itulah yang kutemukan dan sangat mengesankan.
Kemudian Hae Soo berkata kalau Jae Yul mungkin tidak akan memahami hal tersebut, karena di matanya, Jae Yul masih seorang playboy yang tidak tertarik pada pernikahan dan semacamnya.
JY: Itu mengecewakan. Aku tidak tahu tentang orang lain, tetapi kau adalah psikiater, kupikir kau tidak memiliki pemikiran seperti itu.
HS: Meskipun sebagai manusia,  kita berpikir kalau kita bebas dan terus berubah, hal yang benar2 mengontrol kita adalah kebiasaan yang telah tertanam di dalam diri.
JY: jadi maksudmu, orang2 yg mengucapkan selamat tinggal tidak benar2 terpengaruh karena perpisahan?
HS: Tidak selalu, tetapi terkadang begitu.
JY: Atau mungkin sebaliknya, mendambakan untuk menikah dan mencari sesuatu yang lebih dalam dan bermakna karena membicarakan perpisahan mereka yang tak terhitung jumlahnya. Jujur, aku memiliki keinginan besar untuk berhenti berkelana dan menemukan sesuatu yang lebih bermakna.
 
Hae Soo menulis kalau kata2 Jae Yul kedengaran tulus, sampai dirinya hampir tertipu. Jae Yul hanya bisa menghela napas dan meng-cut rekaman sebentar. Dia mengaak Hae Soo berbalik. Jae Yul pun menjelaskan alasannya tidak ingin mengumbar hubungan mereka, karena dia tidak suka orang membicarakan tentang kehidupannya. Lagipula waktu di bandara, Hae Soo sendiri yang bilang kalau mereka tidak akan menikah. Hae Soo menertawakan alasan tersebut yang jadi pertimbangan Jae Yul, “Kau seperti pernah berpikir untuk menikah.” Jae Yul menganggap Hae Soo yang aneh karena tidak memiliki pikiran seperti itu. Mereka sudah 30-an, bukan remaja lagi. Tentu saja kalau mereka pacaran, pasti pikiran mereka sudah kearah sana. “Akhirnya bertemu dengan seseorang yang cukup berharga untuk membuatmu ingin melangkah lebih jauh dan bahkan satu langkah lebih lanjut ke pernikahan, apa kau tidak pernah berpikir begitu?” Tetapi Hae Soo sambil tersenyum berkata, bahwa dia bukan tipe orang yang berpikir tentang pernikahan. Meski begitu, mengetahui bahwa Jae Yul pernah mempertimbangkan dirinya sebagai pelabuhan melepas lajang, dia cukup senang. Jae Yul jadi bingung sendiri, Hae Soo seperti punya dua kepribadian (tadinya seperti wanita yang pengen dinikahi, sekarang nggak), “Mari kita tetap saling mencintai satu sama lain dan lanjutkan acara.”
 
Mereka berbalik kembali. On Air.
JY: Inilah yang kupikirkan. Jika Ethan Hawke tidak memiliki pengalaman dalam perceraian, dan Julie Delpy tidak punya pengalaman masa lalu disakiti,  maka mereka tidak akan pernah berdama di pantai Mediterania.
Hae Soo meletakan tangan di paha Jae Yul, minta digandeng. Mereka pun bergandengan tangan di bawah meja.
JY: Jadi maksudku adalah, kalian yang sudah melalui banyak perpisahan, termasuk aku sendiri, masih ada harapan untuk kita semua.
HS: ya, banyak orang yang mungkin berkata mereka sudah tidak ada pilihan lain untuk tinggal bersama karena mereka menikah dan memiliki anak bersama. Tapi menurutku adalah lebih dari apapun, ini karena memori tak terhitung  yang mereka miliki bersama, mereka mencoba menutupinya dan berdamai seperti yang mereka lakukan.
JY: Semua kenangan yang tak terhitung jumlahnya untuk berbagi bersama, aku juga ingin menemukan seseorang untuk membangun kenangan abadi.
 
Tae Yong ketemuan dengan Sang Sook yang menceritakan kalau pernah ada seorang pria yang mirip dengan Jae Yul melempari jendela kamarnya. Orang itu berbicara seperti ada orang lain di sampingnya dan beberapa kali menyebut nama Kang Woo. Tae Yong pun berusaha meyakinkan kalau orang itu bukan Jae Yul, karena Jae Yul lebih sering memakai jas daripada kemeja. Namun dalam hati, Tae Yong galau dan bingung kenapa sobatnya jadi begini??
Dong Min mengadakan sesi konsultasi berkelompok, Soo Kwang juga masuk di grup itu. Mereka saling curhat sambil marah-marah, ada pula yang menangis. Saat suasana jadi kacau, Dong Min membunyikan bel sehingga mereka semua jadi tenang. Dong Min menenangkan mereka yang marah2. Soo Kwang pun memegang tangan seorang bapak untuk menenangkan. Kemudian Dong Min pergi diantarkan oleh Tae Yong yang menjelaskan tentang keadaan Jae Yul, tapi tidak menyebutkan nama. Dong Min tidak bisa mendiagnosa hanya dari cerita, dia pun menyuruh Tae Yong untuk membawa orang itu ke RS saja.
Lalu Dong Min keluar dari mobil dan bertemu dengan Choi Ho yang lagi berusaha bicara dengan jaksa yang menangani Jae Bum. Jaksa tidak mau membicarakan masalah itu lagi dan pergi. Dong Min bertanya, apa yang terjadi dan mengomel karena sikap jaksa itu. Choi Ho pun menjelaskan, Jaksa sempat berkata bahwa kasus Jae Bum yang membuat Jaksa itu berhenti dari pengadilan dan memilih jadi guru. Menurut Jaksa, Jae Bum maupun Jae Yul tidak mungkin tega melakukannya. Pelaku sesungguhnya adalah orang lain (huh?).
Jae Yul dan Hae Soo belanja. Sambil belanja, lagi2 Jae Yul bertanya, apa Hae Soo benar2 tidak berpikir tentang pernikahan? Hae Soo malah menduga kalau Jae Yul selalu menanyakan hal ini pada cewek2 lain sebelumnya. Jae Yul kesal karena Hae Soo membicarakan masalah cewek lain. Hae Soo tentunya sudah tahu kalau dirinya bukanlah yang pertama bagi Jae Yul. Kalau Hae Soo ingin jadi yang pertama, maka cari aja cowok lain yang masih ‘ting-ting’. Hae Soo tertawa, lalu tiba2 mencium Jae Yul. Kali ini Jae Yul yang mundur karena malu dilihat orang2.
Jae Yul dan Hae Soo nyantai2 di taman sambil nyamil. Kali ini mereka membicarakan soal bayi. Hae Soo ingin punya satu, tapi Jae Yul mau punya tiga. Hae Soo tertawa, “Hei, memiliki tiga bayi adalah akhir dari kehidupan seorang wanita. Tidakkah kau berpikir bahwa kau terlalu egois? Sepertinya kau tidak akan membesarkan anak2.” Jae Yul pun berkata kalau dirinya dibesarkan tanpa ayah, maka dia bertekad membesarkan anak2nya sendiri. Dia bahkan sudah belajar merawat bayi dari internet. Tetapi bagi Hae Soo, tiga anak berarti selamat tinggal wanita karir. Jae Yul pun berkata kalau dia ingin istrinya berhenti bekerja dan jadi ibu rumah tangga. Hae Soo terdiam sambil menatapnya, bengong. Jae Yul pun menyadarkannya, kalau dia hanya bicara tentang pernikahan idamannya, bukan membicarakan Hae Soo.
Jae Yul ingin kerja di luar rumah, lalu saat pulang, istrinya sudah menyediakan nasi hangat. Lalu dia akan mencucikan piring. Hae Soo menggambarkan keadaan sang istri yang berwajah kelelahan sambil menggendong 3 anak yang masih harus menyusu, lalu menatap Jae Yul penuh kebencian. Jae Yul berkata kalau itu tak akan terjadi karena jarak 3 anak itu adalah 3 tahun, jadi 2 anak yg sudah besar akan main di kamar, sementara istri hanya menyusu 1 bayi. Hae Soo pun berpikir kalau hal itu tidak akan terjadi pada dirinya, karena dia sudah berusia 40 th saat melahirkan anak ke3.
Hae Soo sendiri membayangkan suami idamannya yang bekerja di rumah saja, sambil membantu pekerjaan rumah, sementara dia tetap bekerja diluar membantu perekonomian. Jae Yul pun menyuruh Hae Soo membayangkan si suami dengan celemeknya mengganggu Hae Soo untuk segera pulang karena makanan sudah siap. Bagaimanapun Hae Soo berusaha membayangkan suami idaman, pria idaman Hae Soo tetaplah Jae Yul yang sempurna. Lalu Hae Soo menyemprotkan air kepada Jae Yul. Mereka basah2an. Tiba2 Soo Kwang muncul dan ikut kena semprot. Mereka pun basah2an bertiga.
Jae Yul mengemasi semua barangnya. Sebelum pergi dia duduk2 sebentar di taman bersama Dong Min dan Soo Kwang. Dia tidak menemui Hae Soo untuk mengucapkan selamat tinggal. Lalu saat mau pergi, Soo Kwang yang membantu membawakan barang2nya. Dia menunjukkan sms So Nyeo yang mengajak Soo Kwang berkencan, bukan jadi selingkuhan, tapi cuman satu cowok saja. Soo Kwang berterima kasih atas bantuan Jae Yul. Soo Kwang pun bertanya perihal pepatah ‘yang lebih mencintai adalah yang lemah’, tetapi Jae Yul tidak setuju, “kau tidak menjadi lemah hanya karena mencintai. Kau lemah karena di hatimu tidak bebas. Tidak perlu khawatir untuk mendapatkan kembali sebanyak yang kau berikan, tapi tahu bahwa kemampuan untuk mencintai, sudah cukup baik-baik saja dan bahagia. Itulah arti bebas di hati.”
Dong Min melihat2 kamar Jae Yul, juga kamar mandinya.

Saat Jae Yul masuk ke mobil, ternyata Hae Soo sudah ada di dalam. Dia menunjukkan video di hape, “Apa yang harus dilakukan Jae Yul setelah pindah? 1. Bertemu Hae Soo tiap hari jumat. 2. Makan tepat waktu. 3. Tidak tidur di kursi, tapi di kamar mandi. Ini memalukan untuk diakui, tetapi kau pindah, aku sangat sedih dan ingin menangis. Jadi itu sebabnya aku memberitahu melalui pesan. Sampai jumpa.”
Hae Soo berkaca2, turun dari mobil dan berjalan pergi. Jae Yul mengikuti dari belakang. Saat mau belok, dia hampir bertabrakan dengan Kang Woo. Jae Yul banting setir, malah hampir nabrak Hae Soo. Jae Yul banting setir lagi dan menubruk tiang listrik. Hae Soo menjerit.
Tae Yong menyapu2 di rumah ibu Jae Yul, meskipun ibu sudah menyuruhnya berhenti, Tae Yong tetap menyapu.Lalu telepon berdering, Jae Bum menelepon ibu, mengatakan kalau dia ingin tinggal bersama ibu setelah bebas nanti. Ibu sangat bahagia, merasa kalau semua ini berkat sesi konsultasi Dong Min.
Tetapi yang sebenarnya adalah, Jae Bum malah tetap ingin membalas dendam pada Jae Yul dengan membuat Dong Min menjadi saksinya, bahwa dia menusuk Jae Yul karena keadaan 14 th lalu yang membuatnya stress, maka dia bisa diampuni (orang yang melakukan kejahatan karena gila/tidak sadar, tidak dihukum seperti ketika orang normal melakukannya).
Tae Yong mendatangi apt. Jae Yul, menekan bel tapi tidak dibukakan pintu. Dia pun akhirnya masuk dan menemukan Jae Yul lagi telepon2an sama Hae Soo. Jae Yul hanya luka ringan, mobilnya saja yang ringsek.Hae Soo juga luka ringan di lengan. Setelah menutup telepon, Tae Yong bertanya, apa Jae Yul lagi nelepon Kang Woo? Jae Yul pun bilang kalau Hae Soo yang telepon karena mereka sedang berkencan serius.

Sementara itu Hae Soo berdiskusi dengan dr. Lee tentang pasien suami istri yang melihat kecoak imajinasi.Lalu mereka mengadakan sesi konsultasi secara terpisah, hingga akhirnya mereka mendapatkan penyebabnya.Jadi si istri suka melewati jalan hutan untuk menjemput suami yang pulang kerja dengan bus.Suatu malam, si istri tidak datang menjemput, tetapi di rumah pun tidak ada.Suami mencarinya di hutan dan menemukan bahwa si istri telah menjadi korban perkosaan.Istri merasa dirinya jijik dan kotor, sedangkan suami merasa tidak becus menjaga istrinya dan ingin membunuh orang2 yang melakukan hal bejat ini.
 
Kembali ke Jae Yul, Tae Yong masih di dalam apt, menunggui Jae Yul yang lagi nulis.Dia mendesak Jae Yul untuk menghubungi Kang Woo.Akhirnya Jae Yul pun menelpon menggunakan hp Tae Yong.Teleponnya tersambung, Jae Yul ngobrol2 dengan Kang Woo. Tetapi yang didengar Tae Yong adalah “nomor yang anda tuju belum terdaftar…”
Tae Yong pun menelpon Dong Min sambil nangis2, dan Dong Min akhirnya mengajaknya ketemuan.Saat menutup hp, Dong Min melihat pandangan sinis Soo Kwang kepada So Nyeo. Ternyata So Nyeo masih berhubungan dengan cowok lain. Soo Kwang memberikan kopi super panas kepada Dong Min sebelum mendatangi So Nyeo. Dia melemparkan uang untuk clubbing So Nyeo dengan Sam.Mereka pun bertengkar.Soo Kwang berkata, kalau So Nyeo mau serius dengannya, putuskan semua pacar2nya.Dia memberikan 5 detik untuk So Nyeo berpikir.Akhirnya So Nyeo pun memutuskan untuk serius dengan Soo Kwang.
Yoon Chul dan Hye Jin mengunjungi Hae Soo untuk memperlihatkan foto ronsen bayi mereka. Hae Soo sangat senang karena mereka berhasil melewati semua cobaan dalam hidup mereka, dan berdoa untuk kebahagiaan mereka.
Choi Ho dan Dong Min akhirnya berhasil menemui Jaksa Kang.Jaksa menjelaskan kejanggalan dalam kasus Jae Bum.Dia membeberkan segala macam foto bukti dan senjata.Dari penyelidikannya ini, terbukti bahwa 2 saudara itu sebenarnya tidak bersalah.Pisau yang menusuk perut ayah tiri, tidak masuk terlalu dalam dan tidak ada jaringan yang rusak karenanya.Jadi saat itu harusnya ayah tiri masih hidup.Yang menyebabkannya mati adalah kebakaran rumah.Saat bukti ini ditemukan, ternyata mayatnya sudah dikremasi dan Jae Yul menuduh Jae Bum di dalam persidangan, sehingga Jae Bum pun dipenjara.Jadi pembunuh sebenarnya bukanlah yang menusuk, melainkan yang membakar rumah.

Pada hari jumat, seharusnya Jae Yul dan Hae Soo ketemuan.Tapi yang dilakukan Jae Yul adalan menulis seharian, sementara Hae Soo menungguinya sambil baca buku sampai ketiduran.Saat bangun, sudah pagi dan Hae Soo bersiap ke RS.Jae Yul tersadar dan minta maaf karena dia terlalu sibuk menulis.Hae Soo bisa mengerti dan dia pergi bukan karena marah, melainkan dia ada pekerjaan. Jae Yul mengejar Hae Soo beberapa detik setelah Hae Soo keluar dari rumahnya, tapi tidak keburu.Kembali ke rumah, dia baru menyadari kalau rumahnya berantakan oleh karena Hae Soo. Dia hanya bisa tersenyum geli.
Dong Min merenung sendiri di ruangannya, mengingat kembali kata2 Jaksa, “Pada saat kejadian, Jang Jae Bum membawa adiknya keluar, jadi hanya ada satu orang di dalam rumah, Ibu. Api dimulai setelah itu.” Nah loh, jadi pembunuh sebenarnya adalah ibu???Kemudian Tae Yong masuk ke ruangannya dengan keadaan kucel.Dia mulai menangis. Dong Min yang tadinya cengengesan, menjadi serius ketika melihat rekaman cctv tentang Jae Yul yang berantem sendiri.
Sementara itu Hae Soo telepon2an dengan Jae Yul.
HS: apa yang akan kau lakukan?
JY: Tidak ada. karena aku terjaga semalaman, mungkin aku akan tidur seharian. Kau sendiri?
HS: Entahlah, aku tidak perlu tidur, tapi karena aku tidak bisa bertemu pacarku di hari sabtu, mungkin aku juga akan tidur.
Hae Soo membuka pintu kamar istirahat dokter dan terkejut melihat Jae Yul sudah ada di dalam sana.
JY: Benarkah? Kalau begitu ayo kita tidur bersama.
Hae Soo langsung memeluknya bahagia.
Jae Yul dan Hae Soo naik mobil.Hae Soo tampak teler, berbaring di jok sementara Jae Yul yang menyetir. Tiba2 Jae Yul mengatakan sesuatu yang benar2 mengejutkan, “Ayo kita menikah.”



Notes:

Dugaan saya, Jae Yul mengidap schizophrenia, seperti film Beautiful Mind, di mana seseorang seperti punya teman khayalan. Awalnya memang nggak berbahaya, tapi lama2 bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Dalam Beautiful Mind, tokoh utama melihat orang jahat yang mau membahayakan keluarganya. ‘Orang jahat’ itu mau menyakiti anak istrinya, lalu dia mau memukul ‘orang itu’, yang terlihat adalah dia seperti mau memukul anak istrinya. Sementara Jae Yul tadi seperti melihat Kang Woo melintas sehingga dia membanting setir.Dia hampir saja menabrak Hae Soo karena itu, padahal seharusnya tidak ada siapa2 yang melintas di jalanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar