
“Tuan penulis, apa kau benar2 tidak ingin melihatku lagi?”
Jae Yul mengucapkan terima kasih kepada Kang Woo karena selama ini sudah menemani hari2nya. Jika tidak ada Kang Woo, mungkin ia tidak akan bias hidup selama ini karena rasa bersalah. Dengan merawat Kang Woo seperti ini, sebenarnya dia merawat dirinya sendiri. “setelah bertemu denganmu, aku menyadari, meskipun aku mungkin terlihat kuat, semua yang kudapat dari ayah dan kakakku benar2 menakutiku dan melukaiku. Bahkan saat melihat ibuku dipukuli, aku tidak dapat berbuat apa2. Anak kecil yang lemah dulu, aku tidak menyadari sampai sekarang betapa aku membencinya. Setiap kali aku melarikan diri tanpa alas kaki, meskipun aku tidak menangis, aku menyadari bahwa aku sebenarnya sangat ketakutan.”
“Itu semua hanyalah masa lalu,” kata Kang Woo.
“Dulu aku hanya anak muda dan semua itu hanyalah masa
lalu. Tapi entah kenapa aku tumbuh menjadi orang dewasa yang cukup baik. Itulah
apa yang kusadari,” kata Jae Yul.
“Bahkan jika aku dating kembali, abaikan saja aku, oke? Tapi
jika sesekali kau berpikir tentang diriku dan merindukanku, lihat saja di depan
cermin. Karena kau adalah diriku. Ini.. saatnya aku pergi”
Mereka berpelukan sambil menangis.
“Selamat tinggal, Han Kang Woo…” kata Kang Woo.
“Selamat tinggal, Jang Jae Yul…” kata Jae Yul.
Dan Kang Woo menghilang, meninggalkan sepatunya, dan Jae
Yul melihat bayangan wajahnya sendiri dari pantulan kaca jendela.


Dari luar, Hae Soo melihat kekasihnya menangis. Dia pun
masuk perlahan, mencium kening Jae Yul dan meletakkan kepala Jae Yul di dalam
pelukannya.

Dong Min yang sedang makan bersama Soo Kwang dan So Nyeo,
mendengar kabar bahwa Hae Soo sudah sukses menyembuhkan Jae Yul. Soo Kwang
bukannya senang, malah kesal karena Jae Yul yang baru sakit udah sembuh,
sedangkan dirinya nggak sembuh2. Dia memukuli diri sendiri. Dong Min marah dan
memukulinya, So Nyeo mencubit Dong Min untuk menghentikannya. Soo Kwang dan So
Nyeo tampak mesra di depan mata Dong Min. Mereka makan selembar mie berdua (yg
dari ujung ke ujung lalu ketemu di tengah). Tapi sebelum ketemu di tengah, Dong
Min memotong mie itu dengan sumpit. Hahaha… ngiri dia!`

Jae Yul berjalan2 di RS dengan pasien lain dan para
penjaga. Dia berpapasan dengan seorang anak sekolah yg seragamnya sama dengan
Kang Woo. Tapi bukan Kang Woo. Lalu dia juga berpapasan dengan Hae Soo. Mereka pura2
tidak kenal, tetapi tangan mereka saling bersentuhan. Jae Yul sudah lebih baik sekarang dan dokter berpikir
untuk mengurangi dosis obatnya. Sementara itu ibu Hae Soo dating dan berkata
tidak jadi menjual resto, namun kakak mau memberikan uang simpanannya agar Hae
Soo bisa tamasya dan studi di luar negeri. Hae Soo pun mengajak ibunya bicara
di rumah saja. Saat Hae Soo dan ibunya naik taksi, Yoon Chul dan Hye Jin datang.
Mereka menjenguk Jae Yul. Mereka memberikan advice sebagai pasangan scizo,
bahwa jangan melarikan diri dan jangan mengkhawatirkan Hae Soo. Jae Yul juga
berhak bahagia. Asalkan mereka saling mencintai dengan tulus. Di kamar, Jae Yul
menelepon ibu Hae Soo, meminta agar bisa bertemu Hae Soo agar dia bisa
meyakinkan Hae Soo untuk pergi.

Ibu pun menyuruh Hae Soo menemui Jae Yul, baru mereka
akan bicara lagi.

Jae Yul memperlihatkan berita di internet bahwa penjualan
bukunya meroket setelah berita tentang dirinya kena scizo menyebar. Dia pun
diundang lagi untuk siaran di radio. Kemudian barulah Jae Yul mengungkapkan
bahwa Hae Soo harus pergi seperti yang diingkan ibu. Meskipun selama ini Hae
Soo member ibu uang, tetapi Hae Soo tidak pernah berbuat yang baik ataupun
nurut sama perintah ibu. Kali ini Hae Soo harus nurut dan menyenangkan hati
ibu. “Cinta bukan berarti memberikan sesuatu untuk orang lain. Tapi itu berarti
untuk mencapai sesuatu. Jangan menyerah pada rencana kehidupan yang penting
yang telah kau rencanakan, hanya untukku. Dengan kebebasanmu, pergilah sesuai
rencanamu.

“Lakukan segala sesuatu untuk melupakanku hingga tahun
depan. Tetapi jika kau masih belum bisa melupakanku, kembalilah padaku. Jangan meneleponku.
Seperti yang kau tahu, aku tidak akan menjawab bahkan jika kau meneleponku. Sampai
hari ini aku akan menolak kunjungan darimu. Dan jika kau mencoba untuk
melanggar otoritasmu sebagai dokter untuk menemuiku, aku akan pindah rumah
sakit,” kata Jae Yul.
“Apakah semudah ini kau mengusirku?” Tanya Hae Soo sambil
menangis.
“Tidak. Ini sulit. Tapi aku harus menahan kesulitan ini
jika aku bisa menghadapi dan memberitahu keluargamu di masa depan bahwa aku
telah melakukan segala sesuatu yang aku bisa dengan percaya diri dan tidak tahu
malu.”


“Bagaimana jika aku pergi dan bertemu dengan pria lain?”
“Aku sempurna untukmu. Tapi jika itu terjadi, aku akan
menyadari bahwa aku pasti sudah keliru. Dan berharap kau bahagia dalam hidupmu.
Aku tidak akan menyerah, sama seperti bagaimana aku menyadari kebenaran tentang
Kang Woo dengan bantuanmu, kau akan terus melakukannya dengan bantuanku dan
kembali lebih kuat, lebih bijaksana.”
Jae Yul mengusap air mata Hae Soo dan mencium bibirnya.
Dan Hae Soo pun pergi. Jae Yul memperhatikannya dari jendela kamarnya.

Hae Soo mencium ayahnya, lalu berpamitan dengan ibunya.

Besoknya, Soo Kwang membawa koper Hae Soo dan
memberikannya kepada Choi Ho untuk di bawa masuk ke mobil. Sementara Dong Min
berjemur dengan kaca mata hitam di matanya. Hae Soo heran, kenapa ada Choi Ho?
Soo Kwang yang meneleponnya, karena dia punya mobil untuk mengantarkan Hae Soo.
“Kita harus memanfaatkannya sebanyak yang kita bisa untuk semua hal buruk yang
telah dilakukannya.” Hae Soo berpamitan dengan 2 teman serumahnya. Kemudian dia
pergi ke bandara diantarkan Choi Ho.

Jae Yul pergi siaran radio mala mini. Para penggemarnya
mengerumuni begitu dia datang. Beberapa penggemar berkata kalau Jae Yul sama
sekali tidak seperti orang sakit mental. Dan beberapa berkata kalau mungkin Jae
Yul berbohong perihal sakitnya, supaya bukunya terjual.

Jae Yul melakukan siarannya dengan baik. Dan di akhir
siaran, penyiar utama menyuruhnya untuk mengucapkan kata2 penutup, seperti yang
biasa Jae Yul lakukan dulu. Saat itu, Hae Soo sudah di pesawat. Tidak hanya Hae
Soo yang mendengarnya, kakak, ibu, dan semua teman Jae Yul mendengarnya. “Halo,
ini Jang Jae Yul. Mungkin banyak dari kalian sudah tahu aku menderita sakit
mental. Para dokter mengatakan bahwa penyakitku tidak umum dengan sekitar satu
dari setiap ratus orang yang menderita itu. Dan bahwa itu bukan penyakit
terminal, bahwa penyakit itu di mana obatnya sangat dimungkinkan. Aku percaya
pada dokter ini, dan aku berencana untuk melakukan yang terbaik untuk mengatasi
hal ini. Karena aku percaya bahwa hal terbaik yang bisa kulakukan untuk orang2
yang kucintai adalah untuk tidak pernah putus asa tidak peduli apapun yang
menggangguku. Dan untuk ucapan selamat malamku, aku ingin mengatakan pada
diriku sendiri, bukan untuk pendengarku di luar sana. Meskipun aku selalu
bertanya bagaimana keadaan semua orang dan mengucapkan selamat malam yang sudah
tak terhitung jumlahnya, untuk pendengarku selama bertahun2, aku menyadari
bahwa aku belum pernah mengatakan satu katapun untuk diriku sendiri. Untuk mala
mini daripada bertanya itu dari orang lain, beralih ke dirimu sendiri dan
bertanya, ‘apakah kau benar2 baik2 saja?’ Tanyakan itu pada dirimu sendiri. Ucapkan
untuk dirimu sendiri, ucapkan selamat malam yang hangat dan nyaman. Jadi untuk malam
ini, selamat malam, Jang Jae Yul.”

Dan semua orang yang mendengar siaran itu, melakukan
seperti yang Jae Yul lakukan. Soo Kwang berkaca dan mengatakan, “Selamat malam,
Park Soo Kwang.” Soo Kwang menciumi cermin (hahaha). Dong Min pun melakukannya.
Dan Hae Soo juga.


Jae Yul meminum obatnya, sambil mulai produktif menulis
lagi. Hapenya berbunyi, tetapi tidak diangkat. Dr. Lee melihatnya dari luar
kamar. Kemudian dr. Lee dan Dong Min melihat rekaman wawancara dengan Jae Yul,
menganalisis bahwa Jae Yul sudah lebih baik. Kemudian Soo Kwang, Dong Min dan
Jae Yul duduk2 di taman RS sambil melihat foto2 Hae Soo yang lagi tamasya. Tapi
Jae Yul tidak mau melihat fotonya.

Setahun kemudian.
Keluarga Jae Yul berkumpul plus Tae Yong sambil makan
semangka. Rambut Jae Bum sudah menghitam kembali. Sementara Soo Kwang masih
berkencan dengan So Nyeo.


Soo Kwang mengirim pesan kepada Hae Soo, mengabarkan
mereka semua. Jae Yul sudah lebih baik. Dia tidak pernah melihat Kang Woo lagi
dan pengobatannya Cuma seminggu sekali. Dia juga ikut sesi konsultasi
berkelompok dengan Dong Min. Jae Bum juga ikut sesi konsultasi kelompok dengan
dr. Lee, dan tampaknya dia benar2 menyukai dr. Lee. Ibu Jae Yul dan ayah Soo
Kwang juga ikut konsultasi kelompok dengan Dong Min. Yoon Chul dan Hye Jin sudah
punya anak cowok. Dan di rumah, semua orang berkumpul berpasang2an. Istri Dong
Min sudah pulang ke Korea, dan Dr. Lee juga sudah punya pasangan. Mereka nonton
bareng.

Hae Soo mengakhiri perjalanannya ke Okinawa, menghabiskan
satu hari di pantai tempatnya dengan Jae Yul malam pertama, dan tempat2 di mana
mereka jalan2 dulu, mengenang masa lalu. Dia belum bisa melupakan Jae Yul, maka
sepulangnya besok, dia akan kembali kepada Jae Yul.

Hae Soo sampai di rumah, hendak mengejutkan Dong Min dan
Soo Kwang, tetapi mereka berdua tidak surprise, malah sibuk sendiri menyusun
sesuatu. Hae Soo kesal karena dia tidak diperhatikan, mereka seperti merasa Hae
Soo Cuma pergi sebentar saja. Belum lagi dapur berantakan (namanya juga Cuma ditinggali
orang laki).

Saat Hae Soo mau minum, Jae Yul merebut gelasnya. Hae Soo
tersenyum bahagia penuh kerinduan, tetapi balasan Jae Yul dingin, seperti Cuma terpisah
sehari saja, “Oh, kau sudah kembali. Wow, kau tambah cantik.” Lalu pergi.

Hae Soo masuk ke kamar Jae Yul, kesal karena Jae Yul
tampak seperti tidak terpengaruh melihatnya kembali setelah sekian lama pergi,
dikiranya Jae Yul sudah melupakannya. “Entah, apa mungkin karena aku
memikirkanmu tiap hari. Tapi aku merasa seperti aku bertemu denganmu lagi setelah
melihatmu kemarin.” Jae Yul berdiri di depannya dan berkata, “aku merindukanmu.”
Lalu mereka berciuman.
Tiba2 Dong Min dan Soo Kwang masuk sambil membawa
tulisan, yang tadinya mereka susun bersama itu, ‘Hae Soo kami tercinta, Jae Yul
telah menunggumu’. Tidak ingin mengganggu, tetapi tidak ingin keluar. Mereka duduk
di kasur Jae Yul, nonton. Jae Yul mengusir mereka. Mereka pun pergi pelan2
sambil terus melihat mereka.

Hae Soo berdiri di kamar mandi sambil memegang testpack. Omo,
dua garis!!! Bukannya senang, dia tampak kesal. Dia berbaring di samping Jae Yul
yang masih tidur. Jae Yul mengulet dan berbaring di atas perut Hae Soo. Hae Soo
mengusir kepala Jae Yul dari perutnya. Jae Yul pun berbaring setengah duduk
seperti Hae Soo, bertanya apa dia sedang dalam masalah pagi ini. Hae Soo
memperlihatkan testpack.
HS: ini masalahnya.
JY: apa ini?
HS: lima minggu yang lalu aku bilang untuk tidak
melakukannya jika kau tidak punya kondom, kan? Tapi kau terus mengemis sampai
aku menyerah, kan?
Jae Yul hanya menatap benda itu tanpa ekspresi, lalu
berdiri dan keluar dari kamar. Hae Soo memanggilnya, “Yeobo-ya!” dia bangkit
dari tidurnya. Tampak foto pernikahan, wow, mereka sudah menikah rupanya.

Jae Yul menghampiri Dong Min dan Soo Kwang yang lagi
santai di bawah matahari, meletakkan test pack di meja. “Aku akan jadi ayah.”
Soo Kwang tersedak, Dong Min tertawa. Mereka semua tertawa. Hae Soo datang
sambil berkacak pinggang dengan kesal.

Hae Soo yang kesal menyiram 3 cowok dengan air. Mereka main
air bersama. Kemudian Jae Yul ke rumah mertua, merawat ayah Hae Soo, sambil
memberitahu mereka semua kabar gembira ini.

Para pasangan berkumpul di rumah. Dong Min dan dr. Lee
berantem lagi seperti biasa, karena Dong Min menjelekkan pacar dr. Lee yang
gagal bisnis. Dan gara2 itu semuanya jadi pada berantem dengan pasangan
masing2.

Jae Yul, Hae Soo, Dong Min, dr. Lee, Soo Kwang dan So
Nyeo, mereka semua melakukan sebuah program untuk menghilangkan stress dengan
saling lempar tomat kepada pasangan masing2. Dan mereka semua melakukannya
dengan gembira.

Jae
Yul dan Hae Soo menyalakan lilin bersama, dan berdoa.

Dalam siarannya, Jae Yul menceritakan tentang lilin dalam
gelas di rumah mereka yang tidak pernah padam. Mengartikan bawa siapapun yang
ada di luar gelas itu, tidak akan merasa sendirian. Karena siapapun pasti akan
datang membantu dan menemani mereka. Dan sekarang Jae Yul mengakhiri siaran
dengan kata2 “good night, Jang Jae yul.” Setelah siaran, Jae Yul dan Hae Soo
makan es krim. Di tengah jalan, ada penggemar Jae Yul yang mau minta tanda
tangan (cameo: Go Hara – KARA). Tetapi Jae Yul menolak karena dia sedang dalam
waktu pribadi dengan istri, jadi kalau mau tanda tangan waktu ada acara tanda
tangan saja. Para fans tampak kesal.


Lalu
Hae soo bertanya, bagaimana jika hilang gara2 tadi? “Tidak kehilangan dirimu
adalah yang terpenting,” gombal Jae Yul.

TAMAT
Notes:
Awalnya aku rada sangsi untuk menonton drama ini setelah mengetahui kalau penulis/sutradaranya sama dengan yang bikin That Winter, The Wind Has Blown yang ceritanya membosankan di tengah. Tapi karena melihat status di FB oleh seorang 'maniak' drakor, hampir tiap hari menceritakan keseruan cerita ini, aku pun penasaran dan menonton episode pertama. Ternyata memang seru, nggak putus seru dan lucunya hingga akhir. Apalagi mengangkat tema psikologis, tema cerita/film yang kusukai. Tema seperti ini sangat jarang ada di drama korea, biasanya cuman sekedar cinta beda status yang dilarang ortu, ataupun cinta segitiga/segiempat.
Dan aku paling suka akting Jo In Sung dalam drama ini dibanding drama2 sebelumnya. Dia di sini memang jadi playboy dan badboy seperti drama2 sebelumnya, tetapi ada sisi lain di mana saya sebagai penonton berjenis kelamin perempuan, sangat ingin melindunginya, seperti yang dilakukan Gong Hyo Jin di sini. Chemistry di antara mereka juga dapet banget, meskipun tidak berlebihan mengumbar kemesraan. Mereka tampil sebagai pasangan yang dewasa, tidak saling mengikat namun saling melindungi satu sama lain.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar