Quotes

"Write is my World"

Sabtu, 01 November 2014

It's Okay, That's Love Episode 16-END

“Tuan penulis, apa kau benar2 tidak ingin melihatku lagi?”
Jae Yul mengucapkan terima kasih kepada Kang Woo karena selama ini sudah menemani hari2nya. Jika tidak ada Kang Woo, mungkin ia tidak akan bias hidup selama ini karena rasa bersalah. Dengan merawat Kang Woo seperti ini, sebenarnya dia merawat dirinya sendiri. “setelah bertemu denganmu, aku menyadari, meskipun aku mungkin terlihat kuat, semua yang kudapat dari ayah dan kakakku benar2 menakutiku dan melukaiku. Bahkan saat melihat ibuku dipukuli, aku tidak dapat berbuat apa2. Anak kecil yang lemah dulu, aku tidak menyadari sampai sekarang betapa aku membencinya. Setiap kali aku melarikan diri tanpa alas kaki, meskipun aku tidak menangis, aku menyadari bahwa aku sebenarnya sangat ketakutan.”
“Itu semua hanyalah masa lalu,” kata Kang Woo.
“Dulu aku hanya anak muda dan semua itu hanyalah masa lalu. Tapi entah kenapa aku tumbuh menjadi orang dewasa yang cukup baik. Itulah apa yang kusadari,” kata Jae Yul.
“Bahkan jika aku dating kembali, abaikan saja aku, oke? Tapi jika sesekali kau berpikir tentang diriku dan merindukanku, lihat saja di depan cermin. Karena kau adalah diriku. Ini.. saatnya aku pergi”
Mereka berpelukan sambil menangis.
“Selamat tinggal, Han Kang Woo…” kata Kang Woo.
“Selamat tinggal, Jang Jae Yul…” kata Jae Yul.
Dan Kang Woo menghilang, meninggalkan sepatunya, dan Jae Yul melihat bayangan wajahnya sendiri dari pantulan kaca jendela.
 
Dari luar, Hae Soo melihat kekasihnya menangis. Dia pun masuk perlahan, mencium kening Jae Yul dan meletakkan kepala Jae Yul di dalam pelukannya.
 
Dong Min yang sedang makan bersama Soo Kwang dan So Nyeo, mendengar kabar bahwa Hae Soo sudah sukses menyembuhkan Jae Yul. Soo Kwang bukannya senang, malah kesal karena Jae Yul yang baru sakit udah sembuh, sedangkan dirinya nggak sembuh2. Dia memukuli diri sendiri. Dong Min marah dan memukulinya, So Nyeo mencubit Dong Min untuk menghentikannya. Soo Kwang dan So Nyeo tampak mesra di depan mata Dong Min. Mereka makan selembar mie berdua (yg dari ujung ke ujung lalu ketemu di tengah). Tapi sebelum ketemu di tengah, Dong Min memotong mie itu dengan sumpit. Hahaha… ngiri dia!`

 
Jae Yul berjalan2 di RS dengan pasien lain dan para penjaga. Dia berpapasan dengan seorang anak sekolah yg seragamnya sama dengan Kang Woo. Tapi bukan Kang Woo. Lalu dia juga berpapasan dengan Hae Soo. Mereka pura2 tidak kenal, tetapi tangan mereka saling bersentuhan. Jae Yul sudah lebih baik sekarang dan dokter berpikir untuk mengurangi dosis obatnya. Sementara itu ibu Hae Soo dating dan berkata tidak jadi menjual resto, namun kakak mau memberikan uang simpanannya agar Hae Soo bisa tamasya dan studi di luar negeri. Hae Soo pun mengajak ibunya bicara di rumah saja. Saat Hae Soo dan ibunya naik taksi, Yoon Chul dan Hye Jin datang. Mereka menjenguk Jae Yul. Mereka memberikan advice sebagai pasangan scizo, bahwa jangan melarikan diri dan jangan mengkhawatirkan Hae Soo. Jae Yul juga berhak bahagia. Asalkan mereka saling mencintai dengan tulus. Di kamar, Jae Yul menelepon ibu Hae Soo, meminta agar bisa bertemu Hae Soo agar dia bisa meyakinkan Hae Soo untuk pergi.


Ibu pun menyuruh Hae Soo menemui Jae Yul, baru mereka akan bicara lagi.

Jae Yul memperlihatkan berita di internet bahwa penjualan bukunya meroket setelah berita tentang dirinya kena scizo menyebar. Dia pun diundang lagi untuk siaran di radio. Kemudian barulah Jae Yul mengungkapkan bahwa Hae Soo harus pergi seperti yang diingkan ibu. Meskipun selama ini Hae Soo member ibu uang, tetapi Hae Soo tidak pernah berbuat yang baik ataupun nurut sama perintah ibu. Kali ini Hae Soo harus nurut dan menyenangkan hati ibu. “Cinta bukan berarti memberikan sesuatu untuk orang lain. Tapi itu berarti untuk mencapai sesuatu. Jangan menyerah pada rencana kehidupan yang penting yang telah kau rencanakan, hanya untukku. Dengan kebebasanmu, pergilah sesuai rencanamu.

“Lakukan segala sesuatu untuk melupakanku hingga tahun depan. Tetapi jika kau masih belum bisa melupakanku, kembalilah padaku. Jangan meneleponku. Seperti yang kau tahu, aku tidak akan menjawab bahkan jika kau meneleponku. Sampai hari ini aku akan menolak kunjungan darimu. Dan jika kau mencoba untuk melanggar otoritasmu sebagai dokter untuk menemuiku, aku akan pindah rumah sakit,” kata Jae Yul.
“Apakah semudah ini kau mengusirku?” Tanya Hae Soo sambil menangis.

“Tidak. Ini sulit. Tapi aku harus menahan kesulitan ini jika aku bisa menghadapi dan memberitahu keluargamu di masa depan bahwa aku telah melakukan segala sesuatu yang aku bisa dengan percaya diri dan tidak tahu malu.”

“Bagaimana jika aku pergi dan bertemu dengan pria lain?”
“Aku sempurna untukmu. Tapi jika itu terjadi, aku akan menyadari bahwa aku pasti sudah keliru. Dan berharap kau bahagia dalam hidupmu. Aku tidak akan menyerah, sama seperti bagaimana aku menyadari kebenaran tentang Kang Woo dengan bantuanmu, kau akan terus melakukannya dengan bantuanku dan kembali lebih kuat, lebih bijaksana.”

Jae Yul mengusap air mata Hae Soo dan mencium bibirnya. Dan Hae Soo pun pergi. Jae Yul memperhatikannya dari jendela kamarnya.

Hae Soo mencium ayahnya, lalu berpamitan dengan ibunya.

Besoknya, Soo Kwang membawa koper Hae Soo dan memberikannya kepada Choi Ho untuk di bawa masuk ke mobil. Sementara Dong Min berjemur dengan kaca mata hitam di matanya. Hae Soo heran, kenapa ada Choi Ho? Soo Kwang yang meneleponnya, karena dia punya mobil untuk mengantarkan Hae Soo. “Kita harus memanfaatkannya sebanyak yang kita bisa untuk semua hal buruk yang telah dilakukannya.” Hae Soo berpamitan dengan 2 teman serumahnya. Kemudian dia pergi ke bandara diantarkan Choi Ho.

Jae Yul pergi siaran radio mala mini. Para penggemarnya mengerumuni begitu dia datang. Beberapa penggemar berkata kalau Jae Yul sama sekali tidak seperti orang sakit mental. Dan beberapa berkata kalau mungkin Jae Yul berbohong perihal sakitnya, supaya bukunya terjual.

Jae Yul melakukan siarannya dengan baik. Dan di akhir siaran, penyiar utama menyuruhnya untuk mengucapkan kata2 penutup, seperti yang biasa Jae Yul lakukan dulu. Saat itu, Hae Soo sudah di pesawat. Tidak hanya Hae Soo yang mendengarnya, kakak, ibu, dan semua teman Jae Yul mendengarnya. “Halo, ini Jang Jae Yul. Mungkin banyak dari kalian sudah tahu aku menderita sakit mental. Para dokter mengatakan bahwa penyakitku tidak umum dengan sekitar satu dari setiap ratus orang yang menderita itu. Dan bahwa itu bukan penyakit terminal, bahwa penyakit itu di mana obatnya sangat dimungkinkan. Aku percaya pada dokter ini, dan aku berencana untuk melakukan yang terbaik untuk mengatasi hal ini. Karena aku percaya bahwa hal terbaik yang bisa kulakukan untuk orang2 yang kucintai adalah untuk tidak pernah putus asa tidak peduli apapun yang menggangguku. Dan untuk ucapan selamat malamku, aku ingin mengatakan pada diriku sendiri, bukan untuk pendengarku di luar sana. Meskipun aku selalu bertanya bagaimana keadaan semua orang dan mengucapkan selamat malam yang sudah tak terhitung jumlahnya, untuk pendengarku selama bertahun2, aku menyadari bahwa aku belum pernah mengatakan satu katapun untuk diriku sendiri. Untuk mala mini daripada bertanya itu dari orang lain, beralih ke dirimu sendiri dan bertanya, ‘apakah kau benar2 baik2 saja?’ Tanyakan itu pada dirimu sendiri. Ucapkan untuk dirimu sendiri, ucapkan selamat malam yang hangat dan nyaman. Jadi untuk malam ini, selamat malam, Jang Jae Yul.”

Dan semua orang yang mendengar siaran itu, melakukan seperti yang Jae Yul lakukan. Soo Kwang berkaca dan mengatakan, “Selamat malam, Park Soo Kwang.” Soo Kwang menciumi cermin (hahaha). Dong Min pun melakukannya. Dan Hae Soo juga.

Jae Yul meminum obatnya, sambil mulai produktif menulis lagi. Hapenya berbunyi, tetapi tidak diangkat. Dr. Lee melihatnya dari luar kamar. Kemudian dr. Lee dan Dong Min melihat rekaman wawancara dengan Jae Yul, menganalisis bahwa Jae Yul sudah lebih baik. Kemudian Soo Kwang, Dong Min dan Jae Yul duduk2 di taman RS sambil melihat foto2 Hae Soo yang lagi tamasya. Tapi Jae Yul tidak mau melihat fotonya.

Setahun kemudian.

Keluarga Jae Yul berkumpul plus Tae Yong sambil makan semangka. Rambut Jae Bum sudah menghitam kembali. Sementara Soo Kwang masih berkencan dengan So Nyeo.

Soo Kwang mengirim pesan kepada Hae Soo, mengabarkan mereka semua. Jae Yul sudah lebih baik. Dia tidak pernah melihat Kang Woo lagi dan pengobatannya Cuma seminggu sekali. Dia juga ikut sesi konsultasi berkelompok dengan Dong Min. Jae Bum juga ikut sesi konsultasi kelompok dengan dr. Lee, dan tampaknya dia benar2 menyukai dr. Lee. Ibu Jae Yul dan ayah Soo Kwang juga ikut konsultasi kelompok dengan Dong Min. Yoon Chul dan Hye Jin sudah punya anak cowok. Dan di rumah, semua orang berkumpul berpasang2an. Istri Dong Min sudah pulang ke Korea, dan Dr. Lee juga sudah punya pasangan. Mereka nonton bareng.

Hae Soo mengakhiri perjalanannya ke Okinawa, menghabiskan satu hari di pantai tempatnya dengan Jae Yul malam pertama, dan tempat2 di mana mereka jalan2 dulu, mengenang masa lalu. Dia belum bisa melupakan Jae Yul, maka sepulangnya besok, dia akan kembali kepada Jae Yul.

Hae Soo sampai di rumah, hendak mengejutkan Dong Min dan Soo Kwang, tetapi mereka berdua tidak surprise, malah sibuk sendiri menyusun sesuatu. Hae Soo kesal karena dia tidak diperhatikan, mereka seperti merasa Hae Soo Cuma pergi sebentar saja. Belum lagi dapur berantakan (namanya juga Cuma ditinggali orang laki). 

Saat Hae Soo mau minum, Jae Yul merebut gelasnya. Hae Soo tersenyum bahagia penuh kerinduan, tetapi balasan Jae Yul dingin, seperti Cuma terpisah sehari saja, “Oh, kau sudah kembali. Wow, kau tambah cantik.” Lalu pergi. 

Hae Soo masuk ke kamar Jae Yul, kesal karena Jae Yul tampak seperti tidak terpengaruh melihatnya kembali setelah sekian lama pergi, dikiranya Jae Yul sudah melupakannya. “Entah, apa mungkin karena aku memikirkanmu tiap hari. Tapi aku merasa seperti aku bertemu denganmu lagi setelah melihatmu kemarin.” Jae Yul berdiri di depannya dan berkata, “aku merindukanmu.” Lalu mereka berciuman.
 
Tiba2 Dong Min dan Soo Kwang masuk sambil membawa tulisan, yang tadinya mereka susun bersama itu, ‘Hae Soo kami tercinta, Jae Yul telah menunggumu’. Tidak ingin mengganggu, tetapi tidak ingin keluar. Mereka duduk di kasur Jae Yul, nonton. Jae Yul mengusir mereka. Mereka pun pergi pelan2 sambil terus melihat mereka. 

Hae Soo berdiri di kamar mandi sambil memegang testpack. Omo, dua garis!!! Bukannya senang, dia tampak kesal. Dia berbaring di samping Jae Yul yang masih tidur. Jae Yul mengulet dan berbaring di atas perut Hae Soo. Hae Soo mengusir kepala Jae Yul dari perutnya. Jae Yul pun berbaring setengah duduk seperti Hae Soo, bertanya apa dia sedang dalam masalah pagi ini. Hae Soo memperlihatkan testpack.
HS: ini masalahnya.
JY: apa ini?
HS: lima minggu yang lalu aku bilang untuk tidak melakukannya jika kau tidak punya kondom, kan? Tapi kau terus mengemis sampai aku menyerah, kan?

Jae Yul hanya menatap benda itu tanpa ekspresi, lalu berdiri dan keluar dari kamar. Hae Soo memanggilnya, “Yeobo-ya!” dia bangkit dari tidurnya. Tampak foto pernikahan, wow, mereka sudah menikah rupanya.

Jae Yul menghampiri Dong Min dan Soo Kwang yang lagi santai di bawah matahari, meletakkan test pack di meja. “Aku akan jadi ayah.” Soo Kwang tersedak, Dong Min tertawa. Mereka semua tertawa. Hae Soo datang sambil berkacak pinggang dengan kesal.

Hae Soo yang kesal menyiram 3 cowok dengan air. Mereka main air bersama. Kemudian Jae Yul ke rumah mertua, merawat ayah Hae Soo, sambil memberitahu mereka semua kabar gembira ini.

Para pasangan berkumpul di rumah. Dong Min dan dr. Lee berantem lagi seperti biasa, karena Dong Min menjelekkan pacar dr. Lee yang gagal bisnis. Dan gara2 itu semuanya jadi pada berantem dengan pasangan masing2.

Jae Yul, Hae Soo, Dong Min, dr. Lee, Soo Kwang dan So Nyeo, mereka semua melakukan sebuah program untuk menghilangkan stress dengan saling lempar tomat kepada pasangan masing2. Dan mereka semua melakukannya dengan gembira.

Jae Yul dan Hae Soo menyalakan lilin bersama, dan berdoa. 

Dalam siarannya, Jae Yul menceritakan tentang lilin dalam gelas di rumah mereka yang tidak pernah padam. Mengartikan bawa siapapun yang ada di luar gelas itu, tidak akan merasa sendirian. Karena siapapun pasti akan datang membantu dan menemani mereka. Dan sekarang Jae Yul mengakhiri siaran dengan kata2 “good night, Jang Jae yul.” Setelah siaran, Jae Yul dan Hae Soo makan es krim. Di tengah jalan, ada penggemar Jae Yul yang mau minta tanda tangan (cameo: Go Hara – KARA). Tetapi Jae Yul menolak karena dia sedang dalam waktu pribadi dengan istri, jadi kalau mau tanda tangan waktu ada acara tanda tangan saja. Para fans tampak kesal. 

Lalu Hae soo bertanya, bagaimana jika hilang gara2 tadi? “Tidak kehilangan dirimu adalah yang terpenting,” gombal Jae Yul.


TAMAT

Notes: 
Awalnya aku rada sangsi untuk menonton drama ini setelah mengetahui kalau penulis/sutradaranya sama dengan yang bikin That Winter, The Wind Has Blown yang ceritanya membosankan di tengah. Tapi karena melihat status di FB oleh seorang 'maniak' drakor, hampir tiap hari menceritakan keseruan cerita ini, aku pun penasaran dan menonton episode pertama. Ternyata memang seru, nggak putus seru dan lucunya hingga akhir. Apalagi mengangkat tema psikologis, tema cerita/film yang kusukai. Tema seperti ini sangat jarang ada di drama korea, biasanya cuman sekedar cinta beda status yang dilarang ortu, ataupun cinta segitiga/segiempat. 

Dan aku paling suka akting Jo In Sung dalam drama ini dibanding drama2 sebelumnya. Dia di sini memang jadi playboy dan badboy seperti drama2 sebelumnya, tetapi ada sisi lain di mana saya sebagai penonton berjenis kelamin perempuan, sangat ingin melindunginya, seperti yang dilakukan Gong Hyo Jin di sini. Chemistry di antara mereka juga dapet banget, meskipun tidak berlebihan mengumbar kemesraan. Mereka tampil sebagai pasangan yang dewasa, tidak saling mengikat namun saling melindungi satu sama lain.
Sementara itu Soo Kwang alias giraffe kita, Lee Kwang Soo, berakting baik di sini, nggak cuma sebagai penggembira saja. Dia juga punya kisah cinta sendiri yang cukup manis.
Dan berikut ini foto2 pernikahan Ji Hae Soo dan Jang Jae Yul, meskipun tidak diceritakan secara langsung bagaimana prosesnya. Namun menurutku itu lebih baik. Waktu ngeliat Hae Soo hamil, pasti penonton awalnya mengira hamil di luar nikah, karena tidak diceritakan proses pernikahan mereka. Namun begitu melihat foto yang terpajang di kamar, barulah penonton salah paham, hehehe...






Tidak ada komentar:

Posting Komentar