Nok Yung menutup kembali tudung Yeon Woo karna keberadaan Yeon woo dirahasiakan. Nok Yung dan Jansil akan menyapa seorang pendeta, ia menyuruh Seol mengantarkan Yeon Woo pulang. Tapi mereka malah jalan2. Hari itu bertepatan dg rencana Raja jalan2(dg tandu), jadi banyak orang ramai berkumpul. Yang Myung juga ada disana. Saat ada seorang pengawal yg memilih2 orang yg boleh melihat raja, ia mengusir ibu dan anak yg miskin, lalu Yeon Woo menegurnya, apa orang miskin tdk punya hak melihat raja? Pengawal itu marah, memangnya siapa kau? dan tambah tertawa mengejek saat tahu kalo Yeon Woo peramal (jaman dulu peramal kastanya lebih rendah dari budak). Ia mau memukul Yeon Woo, tapi tangannya ditangkis Seol. "Siapa kau?pacarnya? tapi wajahmu kayak cewek." (seol memakai baju pria). Yeon Woo pun mulai meramal penjaga itu "Kau mau tahu kenapa istrimu kabur dari rumah? karna kau tukang mabuk dan tukang pukul. Pantas saja istrimu kabur dg pria yg lebih muda, itu pantas kau dapatkan!" Penjaga itu syok, sedangkan temannya heran, bukankah kau bilang istrimu pulang kampung? Penjaga itu marah dan mau memukul Yeon woo, tapi Yang Myung menolong dg membuat keributan hingga mereka pun mengejarnya.

Seol kesal karena Yeon Woo membuka identitasnya, padahal sudah dilarang Nok Yung, lagipula sebenarnya Yeon Woo tidak punya kekuatan meramal, jadi dia menipu, tapi kok bisa pas? Yeon Woo pun membeberkan analisisnya, penjaga htu siang2 sudah bau alkohol, jadi pastinya ia tukang mabuk, dan dg mudahnya ia hendak memukul Yeon Woo, berarti ia juga tukang pukul istri. Lantas ttg pria muda yg melarikan istrinya, itu karna ia terlihat begitu kesal pada Seol yg tampak spt pria muda. Lalu raja tiba. Semua harus berlutut. Yeon Woo dan Seol juga. Tiba2 ada kupu2 kuning datang, Yeon Woo seperti terhipnotis jadi berdiri dan memandangi kupu2 itu. Yang Myung juga mendongak mau memandang Hwon, tapi ia malah melihat Yeon Woo.


Seol menyuruh Yeon Woo berlutut, tapi Yeon Woo sudah melihat raja dan tampak merasa sedih. Tiba2 ia pun menangis dan Yang Myung heran melihatnya. Saat raja menoleh mau melihat Yeon Woo, Seol menarik tangan Yeon Woo kabur.Penjaga mengejar karna dikira pengkhianat/pemberontak. Yang Myung juga ikut mengejar karna merasa cewek itu seperti Yeon Woo.
Yeon Woo merasa mengingat sesuatu saat berlari dg Seol(ingat Hwon menarik tangannya kabur di istana-ep1). "Seol, apa kita pernah melarikan diri seperti ini?" tanya Yeon Woo setelah mereka sembunyi. Yang Myung kehilangan jejak gadis itu, lalu ia menghibur diri, tdk mungkin itu Yeon Woo.
Raja berendam di istana peristirahatan, ditemani Woon, kasim dan dayang2. Ia mengeluh karna sepanjang jalan ia hanya melihat orang2 berpakaian rapi, tdk tampak orang miskin. Memangnya dia sudah memakmurkan rakyat? lalu ia mengajak Woon ikut berendam (wow). Kasim terkesiap dan menyuruh semua dayang keluar. Kasim menasihati, kalo sekarang sudah banyak rumor yg bilang kalo raja tdk pernah mengunjungi ratu karna raja menyukai pria alias gay! Jadi raja jangan bercanda spt ini lagi. Raja malah mengajak kasim ikut berendam, kasim langsung menutupi dadanya dan kabur (haha) Tinggal Raja dan Woon di dalam, ternyata mereka tampaknya sudah merencanakan sesuatu.


Kasim cemas di luar, mencoba menguping, tapi tdk ada suara apa2, dia tambah panik, apa jgn2 rumor itu benar?? Yang Myung datang dan kasim mengumumkan kedatangannya, tapi tdk ada jawaban. Kasim memberanikan diri masuk dan ternyata raja dan Woon sudah menghilang. Mereka sudah 'berubah' menjadi bangsawan dan berkeliling, melihat orang2 miskin dan kelaparan bertebaran di jalan. Seorang anak kecil menabraknya dan jatuh. Hwon membantunya berdiri. Anak itu membawa sayuran busuk u/adiknya. ibunya sudah meninggal dan ayahnya dipaksa bekerja di luar kota. Hwon janji akan membawa ayah anak itu kembali dan ia memberikan uang. Woon berbisik, ada mata2. Mereka pun lari dan mata2 itu kehilangan jejak. Hwon tertawa lepas di hutan, lalu ia sperti melihat Yeon Woo yg tersenyum dan pergi. Hwon mengejar Yeon Woo imajinasi itu.


Nok Yung dan pendeta Hye Gak ngobrol2 sementara Jansil tidur dipojokan. Ternyata Raja sedang sakit dan pelindungnya adl Yeon Woo, tapi karna mereka terpisah, maka kesehatan Raja memburuk. Nok Yung keberatan kalo mereka harus dipersatukan, apalagi Yeon Woo sudah hilang ingatan. Hye Gak bilang kalau ingatan yeon woo akan kembali, dan ini sudah kehendak langit. Nok Yung takut terjadi pertumpahan darah lagi dan anak itu akan menderita lagi.

Ternyata takdir sudah mempertemukan mereka. Yeon Woo masih termenung memikirkan ttg kenangan yg terlintas saat berlari tadi, ia akhirnya menganggap kalo penglihatan itu adl kekuatan meramalnya yg akhirnya muncul."Aku benar2 seorang peramal" Sementara raja dan Woon tersesat dihutan. Lalu raja melihat bayangan Yeon Woo, tapi setelah dilihat benar2, itu adl Yeon Woo dewasa membawa lampion. Yeon Woo membawa 2 cowok itu masuk rumah karna hujan, Seol menegurnya karna seharusnya mereka tdk bicara dg orang asing, apalagi dibawa ke rumah. Hwon memandangi Yeon Woo terus dan bertanya sepertinya tadi yeon Woo menunggu seseorang. Yeon Woo menjawab ia menunggu ibu angkatnya. Lalu Hwon bertanya, Yeon Woo peramal tapi kenapa banyak buku? Yeon woo bilang ia suka membaca dan kata2nya mirip dg kata2 yg diucapkan Yeon Woo kecil. Hwon jadi syok dan melihatnya dg jelas "Ini tdk mungkin! Dia sdh meninggal, wanita ini hanya mirip" Hwon meminum araknya, Yeon Woo menyuruh Woon minum tapi Woon menolak, itu membuat Yeon Woo marah, "
Kau tidak menjalankan tugas. Kau tidak mengenalku
dan kau tidak tahu apa yang ada dalam arak ini. Bagaimana kau bisa tidak
mencicipinya? Apa kau hanya menggunakan pedang ini untuk melindunginya?" (harusnya pengawal mencicipi makanan/minuman sebelum masuk mulur raja, takut diracun). Hwon menarik Yeon Woo "Bagaimana kau tau? kalo aku Raja Joseon?"
Yang Myung lagi tiduran sambil menunggu Hwon. Ia memikirkan terus gadis di jalan tadi "
rohmu tetap di dunia ini. Apa kau ingin bertemu
Yang Mulia? Meskipun kau tidak ingin menemuiku, aku tetap sangat bahagia.
Kumohon, carilah aku di kehidupan mendatang." Kembali ke rumah Yeon Woo, Yeon Woo menjelaskan kalo ia adl org yg membuat keributan di jalan tadi dan sudah melihat wajah raja. Raja jadi kecewa (dikiranya gadis ini benar2 Yeon Woo - tapi emang bener sih...) Hujan sudah reda, sebelum pulang raja tanya siapa nama gadis itu? Yeon Woo bilang ia tak punya nama, hanya sering dipanggil Agi(singkatan Agassi). Raja Hwon pun memberinya nama Wol, yg artinya bulan.


Mereka pulang dan dimarahi kasim. Lalu Yang Myung muncul dan memberi hormat. Raja menegur, karna YAng Myung baru muncul sekarang, dan tak mau menatap wajahnya. Yang Myung mengangkat wajahnya dan Hwon tertawa "Kau masih setampan dulu." Mereka minum2. Woon duduk dipojokan, Yang Myung mengajaknya bergabung tapi ia tak mat. Saat bertugas ia tak mau minum. mereka pun bikin taruhan, siapa yg bisa bikin Woon minum, keinginannya akan terkabul. Yang Myung mengajak duluan dg akan membagikan harta yg akan diminta dari raja, tapi Woon menolak. Lalu giliran raja "Woon, kemarilah, minum arak ini. Ini perintah!" Woon meminumnya (uah, curang!).Yang Myung kalah dan akan menuruti keinginan raja, tapi Raja berubah serius, tanya apa Yang Myung masih mengenang Yeon woo? Jawab Yang Myung "
Saya memikirkannya di dalam hati. Dia sudah
meninggal. Kalau saya mengatakan akan melupakannya, saya mengingatnya. Dan saat
saya ingin mengingat, saya dengan cepat melupakannya. Ini adalah hati manusia.
Saya tidak ingin melupakan, tapi saya lebih tidak ingin mengingat. Akhirnya,
saya memutuskan untuk mengingat..kalau ia tidak ada lagi di dunia ini." Mereka pun jadi sedih.
Raja kembali ke istana, memarahi para menteri yg merancang pembangunan paviliun u/hadiah kepada ibu suri yg terlalu banyak menyiksa pekerja miskin.Mereka juga memakai bahan2 terlalu banyak(kayaknya ada korupsi deh). Ia mau mereka mencatat nama2 pekerja dan laporan akan diperiksa besok pagi. Yoon memanggil kepala peramal yg lama(masih idup rupanya) yg menggantikan Nok Yung. Ia kesal karna raja sakit disaat ia menginginkan sehat, dan sehat disaat ia menginginkan sakit. Peramal itu sudah menaruh jimat yg akan membuat raja sakit besok pagi agar tdk bs memeriksa laporan.
Raja duduk dikamar melamunkan Wol (sekarang nama Yeon Woo resmi diganti Wol).Kasim datang mengumumkan kedatangan ratu. raja menolak tapi semua memohon, akhirnya ratu masuk dan mereka berbicara dg mesra. Tapi saat kasim dan dayang pergi, ekspresi mereka berubah. Ratu memohon agar Raja meninggalkan keturunan, walau itu dari selir, ia rela. Raja masih tersenyum dan bilang ia akan menuruti keinginan ratu dg mengambil selir. Ratu terkesiap, raja sudah menduga kalo ratu hanya seorang yg munafik, sok baik, padahal apa yg diucapkan tdk sma dg apa yg diinginkan.
Ratu sakit hati dan jalan pergi, ia membelakangi
Raja dan tidak tahan lagi. Ratu tanya sampai "kapan Raja akan terus mengingat
wanita yang sudah meninggal dalam hati, tempat ini adalah tempat orang2 yang
hidup. Bagaimana dikuasai oleh orang yang sudah meninggal? Apa Yang Mulia tidak
bisa melihat hati saya? Berapa lama? Berapa lama saya bisa berhenti menganggap
orang yang sudah meninggal sebagai saingan saya dalam cinta? Yang Mulia berapa
lama, sebelum anda bisa berpaling dan melihat saya?" Ratu berbalik dan melihat raja kesakitan memegang dadanya. Mantra sudah bekerja. Ratu panik dan berteriak memanggil tabib.


Ratu Han menghadap ibu suri yg kesal karna Raja mendadak sakit saat berduaan dg Ratu. Peramal pengganti Nok Yung tidak kuat, mereka harus memanggil Nok Yung kembali agar bisa menyatukan hubungan raja dan ratu (kenapa ngga pake pelet aja ya?).Raja yg tiduran menyuruh Woon mencari Wol karna ia penasaran dg gadis itu yg mirip dg Yeon Woo. Woon mencari Wol tapi rumah itu kosong, hanya ada giok berbentuk bulan.


Min Hwa menangis karna matanya bengkak,ia takut suaminya tdk mencintainya lagi n ia tidak bisa menggendong bayi. Ny.Heo menegur Yeom yg masih belum pernah menyentuh istrinya. Yeom beralasan mereka masih berkabung setelah ayah meninggal. Sementara itu Nok Yung menyuruh Jansil dan Wol masuk ke losmen, tapi ada 3 bangsawan yg datang, Nok Yung menyuruh mereka pergi. Rupanya bangsawan itu mencari2 Nok Yung supaya kembali ke istana.Tapi Nok Yung menolak. 3 bangsawan itu pulang dg tangan hampa, tapi salahsatunya punya ide. Wol sedang mencari2 Seol. Ia mencoba menggunakan 'kekuatannya' tapi tdk berhasil. Ditengah jalan ia dihadang dan diculik, dimasukkan ke tandu dan di bawa ke istana. Wol panik dan berusaha keluar tapi tidak bisa. Ia merasa dejavu, mengingat dirinya di dlm peti mati dan ia pun pingsan...
http://kadorama-recaps.blogspot.com/2012/02/moon-that-embraces-sun-7.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar