Seo Na Yun, cintanya
ditolak lagi. Ia sedih dan mau pulang sendiri. Ditengah jalan ia ngga sengaja
menabrak cewek, pacarnya marah, Na Yun minta maaf dan marah2 juga. Mu Won
datang memarahi cowok itu, karna Na yun sudah minta maaf kok masih dimarahin.
Cowok itu malah yg minta maaf, ceweknya kesal dan mereka pergi. Mu Won mau
mengantar Na yun pulang tapi saat Mu Won mengambil mobil, ia tak melihat Na yun
yg sebenarnya lagi dandan, dikirain sudah pulang duluan, ditinggal deh. Na Yun
pulang dan menangis dipelukan Myung Ran. Lalu ia memasukkan sendok ke kulkas
u/mendinginkan mata biar ngga bengkak. Myung Ran marah, jorok ah sendok kan
buat makan. Na Yun memohon, Myung Ran pun menyetujui dg berat hati.

Eun Seol : “Dulu kau bilang ingin masuk ke duniaku. Jika aku
menginginkan, apa kau bisa meninggalkan segalanya termasuk posisi calon presdir,
dan masuk ke duniaku?”
Ji Heon : Bisa. Aku pernah bilang akan menyetujui apapun
keputusanmu.
Eun Seol : Kau ingat,
aku pernah bilang apa kalau kau menjadi presdir?
Ji Heon : Jangan melakukan bisnis illegal sampai tertangkap,
peduli pada pegawai dan memberi beasiswa.
Eun Seol :Kau mengingat semuanya?
Ji Heon : Tentu saja, karna semua kata itu keluar dari
mulutmu.
Eun Seol :Tapi… semua ini membingungkan. Aku ingin kau
menjadi presdir yg baik. Disisi lain aku ingin kau meninggalkan semua bisnis
CEO itu, dan hidup dg tenang.
Ji Heon jadi tambah curiga, ada sesuatu yg disembunyikan Eun
Seol. Eun Seol janji akan mengatakannya tapi tidak sekarang. Mereka tidur
berpelukan.
Paginya Mu Won sarapan dg mamanya yg tampak galau. Mu Won
juga tak bisa tidur, terlalu banyak masalah yg dipikirkan. Mama bilang, manusia
memang banyak masalah, makanya cepat tua. Mama tampak awet muda, karna melakukan
perawatan. Mu Won ingin mama menyudahi kecurangan thp Presdir dan bisnis dg
fair, tapi mama malah marah, bikin napsu makan hilang. Sementara itu nenek
kepikiran Eun Seol yg waktu itu mau bilang sesuatu. Ia jadi mencurigai sekr
Jang, tapi Jang ngga mau bilang.
Ji heon, Eun seol dan Kim pulang. Kim heran melihat pasangan
itu tidur dimobil, seprtinya semalam mereka tdk tidur, dan Kim mulai berpikir
ngeres. Eun SEol terbangun karna petugas LSM mengsms. Sementara 2 mama ngobrol,
Mama Na Yun membeberkan rencana, bentar lagi posisi presdir DN akan kosong dan
mama Mu Won bisa ambil kursi itu, lalu bagi saham kepadanya. Mama Mu Won merasa Mama Na Yun sudah merencanakan
sesuatu yg ia tak tau. Eun Seol telpon petugas LSM dari telpon umum, mohon agar
petugas LSM tak menghubunginya terus, juga jika petugas LSM mendapat kiriman
atas namanya, tolong dikonfirmasi karna ada orang yg menjebaknya. Dirumah, Eun
Seol mencatat siapa2 yg jadi ‘tersangka’, pasti manajer park, lalu ada 2
mama. Ji heon memikirkan keanehan Eun
Seol, lalu menanyakan papa, apa papa melakukan sesuatu yg illegal? Karna ia tak
setuju dg hal itu, ia malu kalau sampe mapa melakukan itu. Tapi ia akan percaya
pada papa. Nenek ngintip dan merasa curiga.
Na Yun curhat ttg patah hatinya ke Eun Seol. Eun Seol
mengusulkan, Mu Won jarang sekali bersenang2. So besoknya setelah bicara
bisnis, Na yun mengajak Mu Won
bersenang2. Sementara itu papa yg akan melakukan pelayanan masyarakat yg
terakhir, masuk lift dan ketemu Eun Seol disana. Papa minta pendapat bagaimana
mengajar moral di rehabilitasi remaja nakal, Eun Seol bilang papa harus
memahami mereka seperti sahabat,tdk lupa Eun Seol menyisipkan ttg presdir yg
baik dan berbisnis bersih dsb yg sebenarnya menyinggung soal transaksi illegal
itu secara tersirat.
Eun Seol mengikuti Park yg bicara bisik2 ditelp, sampe ke wc
cowo. Ji heon mengikutinya jg dan menariknya keruangan, lalu ditanya kenapa
melakukan itu. Eun Seol bohong, tapi Ji Heon tak bisa dibohongi. “Apa kau pikir
aku idiot?” Ji heon menuduh Eun Seol tidak mempercayainya. Eun Seol bilang akan
ia katakana semua tapi tunggu sebentar lagi. Ji heon tak mau menunggu. Eun Seol
memeluk Ji heon, tapi Ji heon mendorongnya sampai pantannya kena ujung sofa yg
tajam. “Kau tak apa2?” Ji heon cemas.
Papa berpidato di rehabilitasi remaja2 bandel Mereka tak ada
yg mau mendengarkan presdir preman yg tingkahnya sama saja seperti mereka. Papa
jadi tertohok. Sementara itu Na Yun dan Mu Won mengikuti gaya kencan sepasang
kekasih, tapi lama2 Mu Won tak suka, dan menariknya duduk di taman. NaYun menjelaskan, mungkin Mu Won merasa dirinya aneh, dari dulu mengejar Ji Heon tiba2 mengejarnya, tapi ia baru mengetahui perasaan yg sesungguhnya thp Mu Won. Ia memutuskan u/ terus menempel pada Mu Won. Mu Won hanya bilang terserah Na Yun mau lakukan sesuka hati, tapi ia hanya merespon sesuai dg perasaannya sendiri.
![[MP-00357%255B2%255D.jpg]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhO8Fj8kBoW7Wj5epB_lY4RmXfsu0ibIOx9arCmqqCK-QEWLesqjhRzKmaq1r5fZRZdhIEUtKR02OoT46xVmy2XG3doPQABlCdtFrSOzYYvJNk4ANd1ozLE8w3gVZ57sU6P2hCOakC7SEFd/s200/MP-00357%25255B2%25255D.jpg)
![[MP-00364%255B2%255D.jpg]](http://lh4.ggpht.com/-71VNQbNgkBM/TqpO1DQ9qhI/AAAAAAAAOgs/Fdf43Xw3PVs/s200/MP-00364%25255B2%25255D.jpg)
Dirumah, papa galau, teringat kata2 Eun Seol, kata2 anak2
bandel, dan pas cuci muka, ia ditegur o/hati nuraninya. Ji Heon masuk kamar n
bicara dg gambar eun Seol “Aku benar2 tidak suka padamu!” papa tiba2 masuk mengagetkannya.
Papa mengijinkan Ji heon menjadi pebisnis yg bersih, bersihkan semua yg illegal
dari DN Grup.
Besok paginya, papa melihat sekr Jang benar2 mencurigakan.
So, akhirnya Jang bilang ttg Eun Seol yg udah tau ttg penggelapan pajak itu.
Papa segera menelpon Eun Seol tapi yg angkat Ji heon yg bilang kalo Eun Seol
keluar menemui Bong Suk “Bong Suk siapa? Bong Suk itu aku!” Rupanya Eun Seol
menemui petugas LSM yg bilang kalo berkas2 ttg penggelapan pajak DN Grup sudah
masuk kantor. Eun Seol mohon agar jgn dipublikasikan dulu karna presdir sdg dlm
tahap pembersihan. Saat keluar café, Ji Heon melihat mereka, tapi ia tak turun,
ia menyuruh supir ttp jalan. Setelah berpisah, petugas LSM dapat telpon bahwa
berkas itu sudah terlanjur masuk kantor LSM central. Eun Seol akhirnya bicara
ke papa ttg semua yg ia tau n berkas itu uda masuk ke LSM. Papa menahan
emosinya dan mengusir Eun Seol.

Keluar dari ruang papa, Eun Seol melabrak Park,mengancam dan
menghajarnya. Mu Won tampaknya tau ada sesuatu terjadi dan tanya mamanya. Mama
bilang ini bukan perbuatannya tapi mamanya Na Yun dan Park, tapi Mu Won disuruh
pura2 ga tahu aja biar tdk terjadi salah paham. Mu Won galau. Eun
Seol dan Ji Heon. “Eun Seol, apa aku harus tetap menunggu?” Eun Seol tak
menjawab, Ji Heon menepikan mobil dan menyuruhnya keluar. Dirumah, papa
menyuruh Ji Heon putus dg Eun Seol. Ji heon mau menelp Eun Seol, tapi mendadak
phobianya (yg sudah lama terlupakan) kambuh lagi. Besok paginya, tim investigasi mendatangi
kantor dan memeriksa semua berkas. Ji Heon yg lagi bicara serius dg Eun Seol
diruangnya terkejut.
http://soulsrebel.wordpress.com/2011/09/15/protect-the-boss-e14/


http://k-popexpress.com/kim-jaejoong-wang-jihye-protect-boss-special-love-ddukbokki/#.T18iv3omySo


http://k-popexpress.com/kim-jaejoong-wang-jihye-protect-boss-special-love-ddukbokki/#.T18iv3omySo
![보스를 지켜라.E13.110914.HDTV.XViD-HANrel[(116901)06-43-19]](http://soulsrebel.files.wordpress.com/2011/09/ebb3b4ec8aa4eba5bc-eca780ecbc9ceb9dbc-e13-110914-hdtv-xvid-hanrel11690106-43-19.jpg?w=300&h=169)
![보스를 지켜라.E14.110915.HDTV.XViD-HANrel[(015050)07-34-40]](http://soulsrebel.files.wordpress.com/2011/09/ebb3b4ec8aa4eba5bc-eca780ecbc9ceb9dbc-e14-110915-hdtv-xvid-hanrel01505007-34-40.jpg?w=300&h=169)
![보스를 지켜라.E14.110915.HDTV.XViD-HANrel[(015375)07-35-02]](http://soulsrebel.files.wordpress.com/2011/09/ebb3b4ec8aa4eba5bc-eca780ecbc9ceb9dbc-e14-110915-hdtv-xvid-hanrel01537507-35-02.jpg?w=300&h=169)

![보스를 지켜라.E14.110915.HDTV.XViD-HANrel[(027540)07-31-36]](http://soulsrebel.files.wordpress.com/2011/09/ebb3b4ec8aa4eba5bc-eca780ecbc9ceb9dbc-e14-110915-hdtv-xvid-hanrel02754007-31-36.jpg?w=640)




![[MP-00421%255B2%255D.jpg]](http://lh4.ggpht.com/-0qMN9WwKoe4/TqpPNyd2FdI/AAAAAAAAOjM/Dz0H6iepeGc/s200/MP-00421%25255B2%25255D.jpg)
![[MP-00507%255B2%255D.jpg]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWI7XhaGG3F0lbDQTc9EsNiEVsPQB2cCIThi96m99QRJgxSafN1u689RjkfqvEc4T7R2-M1OP_rSEm8bZfri9MuN9LbIin58nU4BNt2L7Bxa1_XEMyRty-p9AGZSSdpJW2kYff6ooSmNmG/s200/MP-00507%25255B2%25255D.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar