kencan sehari Eun Seol dan Mu Won
Ji heon tidak menemukan Eun Seol dan hendak pergi mencarinya, tapi part-timer menariknya masuk dan melayani pelanggan. Eun Seol menelpon Ji Heon mengatakan akan terlambat, lalu Mu Won mengambil alih telpon, mereka pasti akan datang nanti u/membeli kopi. Ji Heon kesal, bete, belum lagi dia terus melakukan kesalahan2. Ia tak sengaja menabrak pelanggan sampai kopi2 tumpah. Part-timer menundukkan kepala Ji heon u/minta maaf ke pelanggan. Lalu Ji heon mengelap tumpahan kopi sambil merasa dadanya berdebar, phobianya kambuh. tapi ia berusaha menahan. Tak ia sadari, papa melihatnya dari jauh bersma Sekr Jang.
Ji heon berdiri di meja kasir, gugup melihat orang banyak. Ia pun berimajinasi mengubah wajah pelanggan jadi wajahnya Eun Seol, berhasil, ia tidak gugup lagi. Tapi lama2 ia jadi pusing, karena terlalu banyak Noh Eun Seol dg berbagai model. Akhirnya Eun Seol yg asli datang bersama Mu Won. Ia menyuruh Eun Seol masuk, sementara mengusir Mu Won dg lap. Sementara itu Na Yun berbelanja sendirian karna semua temannya terlalu sibuk u/menemaninya. Ia ketemu mama dan diseret pulang. Di lampu merah, ia teringat Mu Won pernah bilang kalau tertangkap, lari terus. So, ia keluar dari mobil dan kabur setelah bilang ke mama kalau mama terlalu mengekangnya, ia bisa lapor ke media.
Papa makan malam dg rekan kerja dari TJ Grup, lalu ada
pelayan datang menuangkan air dan ngga sengaja tumpah ke celana papa. Rekan
bisnisnya marah2, papa teringat Ji Heon yg jadi pelayan dimarahin pelanggan, ia
memaafkan pelayan itu.
Ayah lagi melihat artikel2 ttg calon besannya hehe. Myung
Ran datang dan nimbrung, “Ajushi, namamu Bong Man juga kan?” Ayah marah, ngga
mau disamakan dg presdir preman itu. Ia juga mengkritik Myung Ran yg makan
terus. Myung Ran tanya sampai kapan ayah tinggal dirumah ini, ayah bilang kalo
ia akan menjual rumah yg digunung. Lalu mereka sama2 membayangkan, tampaknya
akan sulit menjualnya, memangnya siapa yg mau tinggal di gunung? Tiba2 telpon
bunyi, ayah pikir pembeli, tapi rupanya hpnya Myung Ran yg bunyi. Na Yun duduk di
depan rumah, ia ingin tinggal di sana dan ia akan bayar uang sewa.
Eun Seol menunggui Ji Heon sampai ketiduran. Ji Heon yg
sudah selesai bersih2 membelai rambut Eun Seol, tiba2 Eun Seol bangun dan
saking kagetnya Ji Heon sampai terjungkal. Ji Heon memberi roti dan kopi, lalu
mengeluhkan kalo hari ini dia bête berat karna Eun Seol bersama Mu Won. Ia
ingin Eun Seol melaporkan kegiatannya setiap 10 menit. Eun Seol mengingatkan
tentang dunia mereka yg berbeda,mereka tak mungkin bisa bersama. Mu Won masuk kamar
diikuti mamanya.mereka membicarakan ttg akuisisi dg perusahaan ayah Na yun dan
Mu Won setuju u/ membantu dan akan rajin bekerja. Mama surprise karna Mu Won
kembali seperti dulu, Mu Won hanya ingin memiliki kekuatan u/bisa melindungi
Eun Seol.
Ji Heon mengantar Eun Seol pulang, mereka kaget melihat Na
Yun ada di sana juga. Ji Heon keberatan Na Yun tinggal dg Eun Seol, tapi Eun
Seol tak mau perpanjang masalah dan mengajak semua cewe masuk. Na Yun ingin
bicara dg Ji Heon dulu, mereka duduk di tangga, memperjelas hubungan mereka. Na
Yun diputuskan secara sepihak, tapi kalau ia masih ingin mempertahankan, sudah
tidak mungkin lagi. Jadi Na Yun sekarang sudah merelakan putusnya hubungan
mereka.
NY : “tentang kakakmu, sekali lagi aku minta maaf.
JH : “Sudahlah, lagipula kau sudah cukup menderita.
NY :“ Gomawo. Tapi kau masih mau kan kapan2 menemaniku
makan?”
JH : “Iya.” Na Yun menangis dan Ji Heon menepuk2 bahunya dg
2 jari.
Na Yun menangis di kamar. Eun Seol mengusir ayahnya u/nginap
di sauna,lalu memeluk Na Yun, Myung Ran memeluk keduanya. Na Yun mendorong Eun
Seol dan memeluk Myung Ran. Lalu mereka minum2 dan nyanyi2 sambil joget,
menghilangkan galau.
Ji Heon pulang dan melihat papa ngelamun, tampak aneh. Ji
Heon khawatir apakah papa punya penyakit? Apakah ini tanda menopause pria? Papa
menyuruhnya duduk, baru mengucapkan nama Noh Eun Seol, Ji Heon sudah berdiri
lagi “Ah, aku tak mau membicarakannya. Papa pasti mau memecatnya.” Papa marah2,
“Dimana sopan santunmu? Orangtua bicara jangan dipotong. Aku tidak akan memecat
Eun Seol. Kalaupun kau mau memecatnya, aku tidak akan mengijinkan.” Papa jadi
benar2 aneh dimata Ji Heon. Akhirnya Ji Heon duduk lagi, dan papa bilang ia
akan menerima Eun Seol (sebgai pasangan Ji heon) asal Ji Heon punya power u/
melindunginya. Dengan status Eun Seol yg terbelakang, akan banyak orang yg
tidak suka. Ji Heon harus bisa lindungi diri sendiri dulu, baru bisa lindungi
Eun Seol. Ji Heon baring sambil memikirkan kata2 Eun Seol ttg dunia mereka yg
berbeda, ia ingat teman2 kerjanya di café, ia memutuskan sesuatu.
Paginya ayah akan pulang, diantar Eun Seol. Sebelum naik
bis, ayah berpesan jangan berhubungan dg 2 putra chaebol itu, karna Eun Seol
pasti akan sakit hati, entah dipermainkan atau karna tidak dapat restu. Tapi
walaupun ayah menolak mereka, Eun Seol harus mengikuti kata hati sendiri, dan
hidup bahagia dg pilihannya. Tapi Eun Seol takut jika memilih seorang, yg lain
akan sakit hati. “Aigoo bodohnya anakku. Kalau kau terus bimbang, maka yg sakit
adl 2 orang, tapi kalo pilih 1, yg sakit cuma 1.”
Keluarga Cha makan diluar. Papa Ji Heon dan mama Mu Won berterima kasih pada papa yg membantu
proses akuisisi, padahal sebenarnya mama mencurigai iparnya itu, kemudian
mereka jadi berdebat. Nenek jadi gerah melihat mereka. Sementara itu Mu Won
diam2 menaruh bawang ke nasi Ji Heon dan dimakannya, tiba2 ia segera minum air
dan marah2, “Ya! Kau sengaja ya? Aku kan tidak bisa makan bawang!” “Oh ya?Mianhae..”
Mu Won minta maaf dg sok innocent. Ortu mereka menegur, jangan bikin malu.
Nenek mendengus “Ah, kalian juga sama saja.” Setelah semuanya pulang duluan,
nenek menginterogasi papa, sepertinya papa merencanakan sesuatu u/menjatuhkan
mama Mu Won, tapi papa ngga mau bilang.
Rupanya papa mengakuisisi TJ Grup yg harusnya jadi milik
keluarga Mu Won. Setelah menelp. Mama, Mu won menemui Presdir dan minta TJ
dikembalikan. Presdir bilang kalo mama Mu Won yg duluan menusuknya dari
belakang, mereka berdebat dan Mu Won mengeluarkan kata2 :
MW : “Perusahaan ini seharusnya diwariskan oleh papaku,
Paman!”
Presdir menjelaskan, papa Mu Won dulunya serakah sampai
menendang presdir hingga ke dasar, lalu melawan kakek hingga akhirnya
presdirlah yg mewarisi perusahaan ini. Presdir sudah berbaik hati memelihara
keluarga Mu Won, bahkan menjadikan mama Mu Won sbg pemegang saham, tapi mama Mu
Won tampaknya terlalu serakah. Presdir menyayangi Mu Won dan berharap tidak
ikut campur pertengkaran antar ortu.
Eun Seol dan Na Yun di café, mereka melapor ke Ji Heon ttg
perbuatan papa. Mereka segera ke kantor dan berpapasan dg Mu Won yg tampak
kusut. Ji Heon mengijinkan Mu won meminjam Eun Seol, lalu ia dan Na Yun masuk
duluan. Mu Won hanya ingin menatap Eun Seol 10 detik saja, dan ia akan kembali
baik2 saja. Sementara Ji Heon bertanya sampai kapan Na Yun tinggal bersama Eun
Seol? Na Yun tidak tahu karna masih takut mamanya, dan ia melihat mamanya
sedikit aneh akhir2 ini. Setelah Na Yun keluar dan Eun Seol masuk, Ji Heon
memeluk Eun Seol dan langsung didorong. Ji heon hanya takut energy Eun Seol
terkuras banyak o/Mu Won, jadi ia mau men-charge(ada2 aja^^). Na Yun masuk ke ruangan Mu Won walau tadinya
dilarang sekr Yang. Ia mengembalikan kartu kredit dan ingin menghibur, tapi Mu
Won hanya ingin sendiri. Lalu Ji Heon masuk, minta agar keluarga Mu Won
berhenti dari persaingan ini. Mu Won mengusirnya. Ia tambah pusing.
Ji Heon menemui papa yg asik merawat bunga. “Kenapa papa melakukan itu?” “Ini semua demi kamu.” Ji Heon tidak menginginkannya dan minta papa berhenti. Pas Ji heon masuk, nenek keluar memarahi papa yg sudah dicurigainya dari kemarin. Nenek pergi, mama Mu Won datang, merasa terkhianati dan bersumpah akan membalas dendam. Ia melempar sepatu kepada Papa. Papa mengambilkan sepatu itu dan menyuruhnya memakai, tapi mama Mu Won melempar sepatu sebelah lagi dan pulang tanpa alas kaki.
Ji Heon menemui papa yg asik merawat bunga. “Kenapa papa melakukan itu?” “Ini semua demi kamu.” Ji Heon tidak menginginkannya dan minta papa berhenti. Pas Ji heon masuk, nenek keluar memarahi papa yg sudah dicurigainya dari kemarin. Nenek pergi, mama Mu Won datang, merasa terkhianati dan bersumpah akan membalas dendam. Ia melempar sepatu kepada Papa. Papa mengambilkan sepatu itu dan menyuruhnya memakai, tapi mama Mu Won melempar sepatu sebelah lagi dan pulang tanpa alas kaki.
Besoknya pertempuran saham dimulai. Sekrt Jang melaporkan TJ
menaikkan harganya, pas Park ada di sana. Ia keluar dan meng-sms Mama Mu Won
dan mama memperlihatkan sms ke ortu Na
Yun. Mu Won memperingatkan mama agar jangan trlalu percaya pada mama Na
yun, tapi mama tidak menghiraukan dan membeli saham dg harga tinggi. Mu Won
marah pada mamanya kenapa mama tidak mendengarkannya, mereka jadi rugi. Tapi
mama ngga peduli, yg penting bisa kalahkan Cha Bong Man, rugi sedikit tak apa. Ji
Heon juga protes pada papanya, ia sama sekali tak suka cara bisnis seperti ini.
Ji Heon mengantar Eun Seol pulang. Ji heon sudah memikirkan, kalau ia akan jadi
masuk ke dunia Eun Seol. Mu Won muncul “Kau tidak perlu masuk ke dunia Eun Seol,
karna aku akan mengubah dunia kita menjadi spt yg Eun Seol mau.”

![[MP-00141%255B2%255D.jpg]](http://lh4.ggpht.com/-0kfzmTK0vnA/ToqaAs6bnnI/AAAAAAAANjw/pETPAGuC7yE/s200/MP-00141%25255B2%25255D.jpg)
![[MP-00090%255B2%255D.jpg]](http://lh6.ggpht.com/-k0IErtcNO_o/ToqZzsoZW8I/AAAAAAAANi4/hqZEGiw7Grs/s200/MP-00090%25255B2%25255D.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar