Kamu pernah jatuh cinta?
Kamu pernah merasa bingung karena perasaan tersebut?
Ing mengalaminya. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai penulis naskah drama radio itu sama sekali tak menduga ia bisa kembali jatuh cinta. Dan kali ini tidak main-main! Ia bisa merasakannya. Ing sungguh-sungguh jatuh cinta! Masalahnya, lelaki objek cintanya kali ini adalah forbidden man. Ben seorang gay!
Dan sungguh, kamu takkan pernah tahu bagaimana rasanya sangat bingung karena jatuh cinta, sampai kamu menyadari bahwa kamu perempuan yang jatuh cinta pada lelaki gay!
Tapi bukankah tak pernah ada yang salah dalam cinta?
Novel ini terbitnya th 2006, sudah lama berbaring di rak
buku tempat persewaan, tapi baru sekarang aku membacanya. Dulu pernah sempat
ngelirik sedikit, tapi mungkin karena belum cukup umur, masih ngga mudeng sama
gaya tulisan ala metropop, masih asik2nya sama teenlit. Dan sekarang, setelah mahir
membaca metropop, aku baru menyewanya.
Dan… menarik sih temanya, seputar pergaulan kaum gay. Er…
bukan semuanya sih yg gay, tapi ceritanya si Ing memiliki beberapa teman gay yg
asik n mengerti perasaan cewe, salah satunya Jim. Ing juga jatuh cinta sama
cowok gay, Ben. Bahkan Ing juga sempat mempertanyakan orientasi seksualnya,
kenapa kok bisa suka sama cowo homo. Apa jgn2 dia lesbi? Atau karena dia
kebanyakan gaul sama gay, seperti yg dikatakan mamanya waktu mereka bertengkar?
Gaya bercerita Ucu Agustin di novel ini rada mirip sama Ika
Natasha di Antologi Rasa, muter2 di dalam perasaan sendiri, kebingungan gitu
seperti ngga ada solusi jalan keluarnya. Dan pas ending tiba2 muncul begitu
saja solusinya. Rada shock juga sih pas membaca kisah cintanya Ing yg awalnya
berputar di sekitar Ben terus, tiba2 bisa langsung berbalik menerima cintanya
cowok lain dan bukan sebagai pelarian, karena dia juga cinta sama cowok itu.
Hah, padahal dari bab 1 sampai satu bab sebelum bab akhir, dia begitu
terobsesinya sama Ben, dan sama orang itu, biasa2 aja, seperti teman biasa dan
ngga begitu akrab kecuali di beberapa bab terakhir. Nggak ada sinyal2 yg
menandakan dua orang itu punya rasa. Tiba2 aja di bab akhir langsung nyatain
dan diterima.
Kemudian yg rada mengganggu itu, narasinya terlalu panjang,
menjelaskan sesuatu yg menurutku sih nggak penting itu secara mendetail,
seperti tentang pekerjaan Ing, dsb gitu deh, jadinya boring dan garing.
Okay, kritiknya selesai, sekarang pujiannya hehe.. Alunan
kata2nya bagus, agak2 puitis tapi mudah dipahami, kadang ada celetukan2 lucu
juga, dan yg paling bagus, ngga ada bahasa inggris yg betebaran dimana2 seperti
novel metropop ala metropolitan lainnya.
Banyak peristiwa dalam hidup ini yg kadang kita nggak ngeh sejak kapan hal itu dimulai dan membuat kita ketagihan untuk berurusan dengannya.Kalau kamu ijinkan sesuatu naik ke kapalmu maka sesuatu yg lain juga akan ikut menuntut untuk diijinkan naik setelahnya – termasuk musibah.Tuhan memang baik, sehabis hujan Ia menghibur hati makhluk2nya yang sedih dengan lukisan yang cantik di langit.Kata bisa diingkari, tapi tindakan yang telah dilakukan meski bisa berubah tapi tak pernah bisa didustakanBila seseorang bertemu dengan orang yg sama setiap hari, mereka berubah menjadi bagian dair kehidupan orang itu. Kemudian salah satu ingin agar yang lainnya berubah. Jika orang yg lain tersebut bertingkah dan bertindak tidak seperti yg dikehendaki, maka orang itu akan marah.Setiap orang punya ide yang jelas tentang bagaimana seharusnya orang lain menjalani hidup mereka, tapi tak seorangpun memiliki ede yg jelas mengenai kehidupannya sendiri.Being gay is not a choice, it is who you are…(ben-page 84)Harusnya cinta itu nggak sulit, harusnya cinta itu nggak bikin orang yang dicintai merasa terjepit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar