
Mengulang sedikit, Eun Seol diusir dari mobil Ji Heon, lalu
menangis di halted an terus menelpon Ji Heon, tapi Ji Heon tak mau mengangkat.
Ia menemui papa, tanya alasan papa menyuruh mreka putus. Papa akhirnya mengakui
ttg penggelapan pajak dan Eun Seol tau. Eun Seol membocorkan rahasia
perusahaan. Ji Heon syok n marah. Di taman, ia tertawa dalam tangis. Besok
paginya Eun Seol ke rumah JiHeon tapi diusir sekr. Jang. Eun Seol dipecat dan
jangan muncul didepan mereka lagi. Eun Seol membela diri, dia tidak salah,
bukan dia yg bocorkan dan sekr Jang juga tahu itu kan? tapi sekr Jang tak
percaya, bisa aja Eun Seol bohong. Dikantor, Eun Seol menemui Ji Heon,
bermanis2, tapi Ji heon tak menggubris. Eun Seol pun bilang akan memberitahukan
rahasianya.
ES : Aku melihat sesuatu yg tak harusnya dilihat.
JH : Dokumen rahasia. Lewatkan.
ES :Jadi kau tahu? tapi ada ssorg yg tau aku melihatnya,
jadi ia memfitnahku, seolah aku yg melaporkannya.
Eun Seol mau menjelaskan kenapa ia rahasiakan, tapi tim
investigasi keburu datang mengobrakabrik semua.
Papa, ji Heon dan manajer2 rapat di ruang presdir. Ji Heon
keluar dg kesal. Papa memperingatkan semua agar melindungi Ji Heon yg tak
terlibat. Papa tdk percaya kalo Eun Seol yg bocorkan, pasti ada orang lain yg
memfitnah dan menyelamatkan diri sendiri. “Pengkhianat itu akan mati
ditanganku”. Park tampak gugup, lalu menelp Mama Na Yun, ia memilih ikut masuk
penjara saja. Saat itu mama Mu Won juga ada disana. Ia tak mau terseret masalah
ini karna mama Na Yun yg rancang sendiri, kalo tidak, rambutnya akan ditarik.
Na Yun datang. “Aku sudah menduga, semua ini perbuatan mama!”
Eun Seol membersihkan ruangan, Ji Heon masuk menyuruh
siapkan mobil. Eun Seol mau menjelaskan sesuatu, Ji Heon menelpon supir dan
keluar “Tak apa, ini bukan yg pertama kali.” Eun Seol mengikutinya. 2 senior
Eun Seol bergosip kalo semua karna Eun Seol yg membocorkan. Sekr Yang mau
menegur, tapi keduluan Mu Won yg memarahi mereka.
Eun Seol mengejar Ji Heon yg naik lift, pintu mau tertutup
dan diterobos Eun Seol. Walau JiHeon lagi dingin, ia tetap perhatian dg tanya
apakah sakit kena pintu? Eun Seol bilang tdk apa2. “Walau kau tampak tak baik,
tapi kau bilang baik2 saja, aku percaya” Eun Seol mau jelaskan tapi JiHeon tak
mau dengar. Eun Seol mencekal pipi JiHeon agar menatapnya, tiba2 pintu lift
terbuka, 3 staf yg dulu masuk dg canggung, lirik2 ke belakang. “Lihatlah apa yg
mau kalian lihat. Kalau mau mengutuk, silakan juga.” kata JiHeon. Di lobi papa
diatas ranjang dorong, dibawa ke ambulans. Sebelum keluar ia memarahi Eun Seol,
kenapa masih di sini. JiHeon menyindir papa bisa dapat academy award, akting
sakitnya bagus, padahal papa benar2 sakit. Ji Heon melarang Eun Seol ikut
keluar karna banyak wartawan. Ia sudah biasa menghadapi. Papa dikerumuni
wartawan, lalu Ji Heon keluar dan wartawan beralih. Ia kesulitan masuk mobil,
Eun Seol menghalangi hingga ia bisa masuk. JiHeon melihat Eun Seol dari spion,
ngga tega dan minta supir berhenti tapi supir bilang masalahnya akan tambah
rumit kalo Ji Heon turun.
Nenek mendatangi papa di RS dan marah2. Nenek sudah menduga
papa melakukan hal itu, tapi nenek percaya orang lain juga melakukannya. Ia
ingin papa membersihkan semua. Papa memang sudah mau membersihkan, tapi keburu
tertangkap. Sementara itu Mu Won confirm lagi ke mamanya apakah mama terlibat?
Mama tidak terlibat langsung, tapi karna data yg ia dapat, mama Na Yun yg
berbuat dibelakangnya. Mu Won merasa bersalah dan malu pada Jiheon dan Eun
Seol. Mama jg bersalah pada presdir, tapi mereka tak bisa minta maaf langsung
karna akan dituduh dan ditendang dari perusahaan. Mu Won mohon, hal ini
terakhir kali terjadi,kalo terjadi lagi ia tak mau jadi putra Presdir Shin.
Na Yun telp Mu won minta ketemu. ia baru tau apa yg
dilakukan mamanya, tapi tak tau alasan sebenarnya.
NY:“Apa perintah investigasi itu mamaku yg berbuat?”
MW:“Lebih dari itu, ia memfitnah Eun Seol yg bocorkan”
Na Yun merasa bersalah pada Eun Seol dan Ji Heon. Ia nangis.
Otteoke? Kata Mu Won, berhentilah menangis, karna orang2 yg seharusnya menangis
bukan kita. Na Yun memandangi Mu Won dg penuh cinta. “Saat seperti ini masih
sempat2nya kau memandangku seperti itu?” “Dalam peperangan masih ada cinta.”Na
Yun diantar Mu Won pulang. Ia meminjam uang u/sewa apartemen karna gak enak
tinggal sama Eun Seol setelah kejadian ini. Eun Seol keluar dan ketemu mereka.
Na Yun masuk duluan.
Mu Won percaya kalo bukan Eun Seol pelakunya. Eun Seol tanya
apakah mama Mu Won terlibat? Mu Won tak bisa menjawab, tapi diamnya merupakan
jawaban. Eun Seol sebenarnya keluar mau menemui JiHeon, pas JiHeon ada disana
meliat mereka dan pergi. Eun Seol mengejarnya dan memeluknya dari belakang,
minta maaf dan menangis. Ji Heon bilang ini juga salahnya. Ia menghapus air
mata Eun Seol dan pergi, tapi Eun Seol mendahuluinya masuk mobil. Di mobil
mereka diam2an. Eun Seol tak tahan, lebih baik ia dimarahin dan dipukul, tapi
Ji Heon tak mau memukulnya. Eun Seol bingung harus gimana lagi, apa ia harus
menghilang seperti yg presdir mau? Ji Heon menepikan mobil
JH: “Aku tidak tau harus melakukan apa. Tapi tetaplah
disisiku hingga aku bisa mengatakan apa yg aku mau. Jangan pergi dan memikirkan
apa yg sudah kau lakukan. Apakah kau yg bocorkan atau bukan itu tak masalah
buatku. Yg membuatku marah adl… bukan dirimu, tapi diriku sendiri. Aku tak tau
apa bisa datang ke duniamu/jadi seperti yg kau mau. Aku sudah lakukan segalanya
tapi aku tak tau apakah yg kulakukan sudah seperti yg kau mau”
ES: aku tidak memberitahumu karna aku takut terjadi perselisihan
antara kau dan papamu.
JH : Jangan buat alasan. Jujurlah, aku tidak dewasa, tidak
kompeten, tak bisa lakukan apapun tanpamu. Aku membuatmu khawatir. Kalau begini
bagaimana kau bisa mengandalkanku? Aku akan pikirkan, apa arti diriku bagimu.
Dan sampai penyelidikan pertama, aku akan sibuk.
Ji Heon mengusir Eun Seol dari mobilnya(lagi)
Semua orang diinterogasi, termasuk Eun Seol juga. Ji Heon
dapat menghandle wartawan dan interogasi itu dg baik. Eun Seol mengintipnya
dari jauh, lalu ia melihat park lagi telp. Ia ikuti dan rekam pembicaraannya,
setelah selesai ia memiting tangannya, meninju perutnya,mengancam akan
memberikan rekaman pada presdir. Park memohon jangan beritahu presdir. Hasil
investigasi, Ji Heon dibebaskan karna terbukti tak terlibat, tapi presdir
dihukum 5 tahun, dipenjara bersama Park. Papa berpikir mungkin orang yg
membocorkan ini akan pergi keluar negeri, tapi itu lebih baik karna papa tdk
akan bisa tenang. Lalu dadanya sakit. Ia berencana ke rumah sakit dan menunda
hukuman sebentar. Paginya Eun Seol dan Myung Ran ke penjara, mau menemui papa,
tapi papa keburu naik ambulans.
Sekr Jang membujuk Ji Heon menjenguk papanya, tapi Ji Heon
tidak percaya papa sakit betulan, seluruh dunia tahu kalo papa cuma pura2. Jang
memastikan papa benar2 sakit dan papa juga sebenarnya mau bersihkan segala yg
illegal, tapi ia ketiban sial. Nenek nimbrung, papa emang sial tapi nenek
bersyukur agar papa bisa mengintropeksi diri dari kesialannya. Mu Won
menunjukan laporan inventaris mama Na
Yun yg tampaknya juga illegal. Ia mengancam akan laporkan kalo mama Na
Yun ganggu mamanya dan orang2 lagi. Mama Na Yun tanya gimana perasaan Mu Won
pada putrinya? Mu Won bilang sudah tak ada rasa lagi, gara2 anda. “Apa kau mau
permainkan putriku?” “mungkin aku akan melakukannya, jika kau terus melakukan
ini” Pas Na Yun datang dan mendengar, ia jadi sakit hati dan pergi. Mu Won
mengejarnya, “Ini salah paham.” Na Yun
marah2, tapi Mu Won malah tertawa, karna baginya sikap Na Yun ini merupakan hal
yg baru. Ia mengajak Na Yun pergi, Na Yun sok gengsi. “Kalau tidak mau ikut ya
sudah.” Mu Won pergi duluan. Tampaknya Mu Won tau cara menaklukan Na Yun.
Mereka ke sebuah apartemen, Mu Won yg sewakan u/ Na Yun. Lalu mereka sama2 mau
ke RS, jenguk presdir.
Eun Seol juga ke RS, tapi ia dihalangi penjaga. Tak
kehabisan ide, ia nyamar jadi dokter, (Na Yun dan Mu Won pas dibelakangnya,
bingung melihatnya)tapi ketahuan o/ perawat yg curiga. Ia pun dikejar dan
sembunyi di kamar presdir. Mu Won dan Na Yun terpana melihat aksi Eun Seol
(kamar presdir seperti ada ruang tamunya, ada taman mini juga). Eun Seol
mengintip JiHeon yg lagi ngobrol sama papa. Walaupun bukan Eun Seol yg
bocorkan, tapi Ji Heon tetap tak bisa bersama dg EunSeol lagi. Semua yg terjadi
gara2 Eun Seol melihat dokumen itu. Ji Heon mengelak, harusnya dari awal papa
tdk melakukan itu,semua tak akan terjadi. tapi papa berkeras, tetap melarang
hub mereka. Papa ingin melepas kursi presdir u/Ji Heon. Ia merasa Eun Seol tak
pantas jadi pasangannya. “Jadi, haruskah aku putus dengannya?” Eun Seol dengar
sampai situ saja, lalu keluar dan tertangkap, akan dibawa ke kantor polisi,
tapi Eun Seol kabur. Mereka tak mengejar karna Mu Won menghalangi. Na Yun malah
menggigit ^^ Eun Seol mohon pada mereka tidak bilang2 kalo ia datang ke RS.
JiHeon akan putuskan
Eun Seol (hiks), tapi ia punya alasan yg berbeda dari papa. Besoknya Eun Seol
menemui 2 mama bersama Myung Ran. Bodyguard dihajar o/mereka didepan mata 2
mama. Ia mengancam mereka agar tak melakukan hal seperti ini lagi, atau ia akan
keluarkan semua kekuatannya, tak peduli wanita atau orang tua. Setelah diluar,
mereka lebih lega, tapi hal itu tidak terlalu berguna bagi JiHeon. Ji heon
menelponnya u/ ketemu. Eun Seol merasa ini akan jadi hari terakhir mereka. Ia
berdandan cantik. Mereka naik kuda dan berpiknik. Setelah berkencan, mereka
berjalan ditaman gandengan tangan, tiba2 Ji Heon melepas gandengannya “aku
ingin memutuskan Noh Eun Seol.” (huwaaaaaT.T)
Dating Before Breaking






(sumber gambar: http://soulsrebel.wordpress.com/2011/09/21/protect-the-boss-e15/
http://www.kutudrama.com/2011/11/sinopsis-protect-boss-episode-15.html
Dating Before Breaking






(sumber gambar: http://soulsrebel.wordpress.com/2011/09/21/protect-the-boss-e15/
http://www.kutudrama.com/2011/11/sinopsis-protect-boss-episode-15.html


















Tidak ada komentar:
Posting Komentar