
Eun Seol syok mendengar pernyataan cinta Mu Won. Ia bingung dan melihat ke jendela, lalu terkejut melihat penampakan hehe.. Ji Heon memanggil Eun Seol keluar dan disuruh kembali sendiri ke kantor, sementara ia masuk cafe menemui rivalnya. Eun Seol melihat cowok berkelahi di dekat kantor, langsung ingat 2 cowok yg ia tinggalkan. Ia segera berlari ke cafe dan ngintip 2 cowok itu sedang saling pandang tajam "Sedang apa mereka? kontes melirik?" Mu Won pergi, tetapi tiba2 Ji Heon menendang bokongnya sampai jatuh menabrak pelayan. Mu Won membalas memukul muka Ji Heon. Perkelahian terjadi, Eun Seol tak sanggup melerai, sekretaris lainnya ditelpon. Para pelanggan ada yg memotret dan merekam, Eun Seol menutupi mereka dg taplak meja. Mereka akhirnya berhasil dilerai dan pulang ke kantor babak belur. Sekretaris papa menyuruh merahasiakan dan lewat pintu belakang, tapi terlambat karna papa sudah ada didepan dan menyeret mereka ke tempat pembantaian, yaitu kotak lift^^, lalu mereka diinterogasi diruang presdir.Mereka ngakunya berantem karna masalah kerjaan, tapi papa ngga percaya. Ia menyuruh Mu Won keluar, lalu tanya anaknya, siapa yg memukul lebih banyak? Ji Heon menjawab sepertinya dia yg banyak memukul Mu Won. Lalu papa menyuruh Ji heon keluar, Eun Seol tetap tinggal. "Ini pasti karna wanita kan?" Eun Seol bingung mau jelaskan apa. Saat ia mau mengaku kalo ini karna dirinya, papa memotong,"Pasti Na Yun."


2 mama bertemu dan membahas ttg Eun Seol. Mereka merencanakan agar Eun Seol disuruh sekolah di luar negeri saja, dibuang jauh2 dari anak2 mereka. Lalu Nenek datang dan mengancam akan menyebarkan rumor ttg mereka kalo mereka menyentuh Eun Seol. Sementara itu 2 bos kecil dirawat para sekretaris mereka. Sekr Yang membawakan obat dan Mu Won mengoles obat sendiri. Sekr Noh membawakan obat dan kaca biar bosnya oles sendiri, tapi si bos ngga mau, minta diolesin (manja^^).
Papa memanggil Na Yun dan menginterogasi dan menuduh Na Yun yg menyebabkan 2 sepupu itu berkelahi memperebutkannya. Na Yun harus menentukan siapa yg dipilih agar 2 cowok itu ngga berantem lagi. Na Yun tahu kalo bukan dialah penyebabnya. 2 bos kecil bersama sekretaris masing2 bertemu dan bersama masuk lift yg sudah dihuni o/ Na Yun. "Kalian berkelahi? Karna aku? Huh, aku tahu kalau bukan aku penyebabnya." Ia memperingatkan mereka, dan juga Eun Seol. Kompak 2 bos kecil itu membela Eun Seol, membuat Na Yun tambah ngamuk.

Pelayan memberikan susu u/ Ji Heon. Ji Heon tidak suka susu, tapi karna kata pelayan itu perintah Eun Seol agar Ji heon bisa tidur, Ji Heon pun meminumnya. Sementara Eun Seol curhat ke Myung Ran ttg kejadian tadi. Eun Seol sudah bertekad u/tdk jatuh cinta pada cowok kaya, karna mereka sekarang mungkin hanya main2/cinta monyet, suatu saat mereka akan kembali ke akal sehat mereka (bahwa mereka harus menikah dg gadis yg sederajat). "Tapi u/ saat ini, pasti ada salah satu mereka yg kau pikirkan bukan?" tebak Myung Ran. Eun Seol memikirkan Ji Heon, tapi belum mau mengakuinya.

Besoknya, Eun Seol mau menemui Mu Won u/ menolak cintanya, tapi Mu Won selalu ada alasan u/ menghindar. Berita ttg perkelahian mereka menyebar, jadi u/memperbaiki itu, papa dan mama Mu Won pura2 akur di pelayanan masyarakat. Mu won dan Ji heon juga pura2 akur dan berpelukan. Malamnya keluarga Cha kumpul. Nenek menetapkan kalo seminggu sekali mereka harus makan bersama seperti ini. Mereka protes, ditambah jadi 2 kali. Papa protes, ditambah jadi 3 kali. Pokoknya kalo mereka ngga akur, nenek akan mencabut warisan dan membagikannya u/masyarakat. Mereka pun pura2 akur, saling memberi makanan. Mu Won memberikan makanan yg ternyata tidak disukai Ji Heon dan ditolak dg halus. Sampai 3 kali Mu Won memberikan makanan "Baik, aku akan makan asalkan kau berhenti memberiku makanan." Ji heon masuk kekamar, tiba2 pintu terbuka dan menghantuk kepala Ji Heon
JH: "Hei, kau masuk tanpa ijin!"
MW:" memangnya kenapa? dulu aku juga sering masuk kamarmu tanpa ijin.
Mu Won masuk dan tiduran di ranjang Ji Heon, langsung ditarik bangun. Mu Won berkata,"Ini lucu, kau dan aku sama2 menyukai Eun Seol. Aku akan merebut perusahaan dan Eun Seol." Ji heon marah dan mereka jadi pukul2an bantal. Mereka kejar2an di tangga, dan mama Mu won jadi marah.
Ji Heon dapat proyek baru, mengawasi cafe milik mereka dan membuat kopi yg enak. Eun Seol ditugaskan meneliti kopi2 sementara Ji Heon harus ikut papa pergi. Ji heon berpesan agar jangan dekat2 Mu Won, tapi Mu Won mengagetkan Eun Seol dan menemaninya meneliti kopi (sambil pdkt^^). Ternyata papa mengajak Ji Heon bertemu dg keluarga Na Yun u/urusan perjodohan. Ji heon menolak, papa mengira Ji heon masih marah karena putusnya hubungan mereka di masa lalu. Tapi masalahnya bukan hanya itu. Dulu Na Yun meninggalkannya, saat kakak Ji Heon kebetulan meninggal di hari yg sama waktu Ji heon mengejar Na Yun agar tidak pergi.
“Aku menyalahkan diriku sendiri. Saat aku sedang berusaha memohon pada
seorang wanita yang akan pergi meninggalkanku tanpa alasan, saat itu
pula kakakku meninggal. Jadi bagaimana mungkin aku masih dapat
menemuinya? Saat aku menatap wajahnya, kenangan itu akan akan kembali
lagi. Bagaimana mungkin ayah memintaku untuk kembali berhubungan
dengannya?”
Ji Heon pergi, Na Yun mengejar sampai jatuh. Ji Heon ngga tega juga dan menawarkan tangannya. Na Yun menepis tangan Ji heon, tapi menarik ujung jas Ji heon u/ berdiri. Na yun yakin kalo yg dikatakan Ji heon tadi hanya alasan, karna alasan sebenarnya adl Eun Seol. Ji heon bilang kalo yg tadi itu memang benar, bukan hanya alasan u/melindungi Eun Seol, karna ia kehilangan 2 orang yg dipercaya, ia takkan lupa. Sementara mama Na Yun menyindir papa itu lamban, tidak bisa melihat hal didepan hidungnya sendiri (maksudnya penolakan Ji Heon itu karna ada cewe lain) Papa mulai berpikir, karna banyak orang akhir2 ini ia lamban menangkap sesuatu mengenai anaknya. Apa mungkin sekretaris Noh? pikir papa.




Ji heon kembali ke ruangan dan menyuruh Eun Seol masuk. Ia lagi galau dan minta ijin berpelukan sebentar agar galaunya hilang. tiba2 Sekr Kim masuk memergoki. Mereka kaget dan mundur. "Ya! ini kantor, bukan hotel!" kata Kim. Papa memanggil Eun Seol dan menanyakan apakah penyebab perkelahian
itu sebenarnya bukan Na Yun? Eun Seol mengaku kalo dialah penyebabnya.
Awalnya papa marah karna semua sudah tahu, dia yg tahu paling terakhir.
Ia heran, bagaimana cara Eun Seol bisa merayu 2 pria itu. Kalo Ji Heon
sih bisa dimaklumi, tapi Mu Won yg biasanya cool, bisa terpikat pada Eun
Seol. Papa mengaku juga terpikat padanya. "Apa?Presdir menyukaiku?"
"Bukan begitu!" Papa sekarang menganggap Eun Seol seperti anaknya
sendiri, tapi bagaimanapun, Eun Seol tidak pantas bersanding dg Ji heon.
Papa tidak akan memecat Eun Seol, ia tetap ingin Eun Seol jadi
sekretaris ji heon dan mendukungnya.


Hari minggu, jadwal treatment phobia dimulai lagi. Mereka hiking di gunung. Eun Seol ingin menikmati saat2 terakhir, karna siapa tahu besok presdir akan memutasinya agar tidak dekat2 dg anaknya. Saat mendaki, Ji Heon berteriak karna ada laba2 (aigoo..). Lalu ia bernyanyi dan memulai pidato sambil tutup mata. Lama2 ia menurunkan tangannya dan bisa menghadapi para audience.Ia berpidato ttg perasaannya pada Eun Seol, membuat Eun Seol terharu.“Suatu hari, ada sebuah batu semesta kecil yang memukulku. Hingga masuk ke dalam kepalaku. Batu itu bernama No Eun Seol.Walaupun tak begitu jelas, tapi batu itu sangatlah cantik. Sangat cantik
hingga aku akan selalu mengingatnya untuk seumur hidupku.Bagaimanapun juga, aku berharap No Eun Seol akan mendampingiku untuk selamanya.”

Pidato itu terus terngiang di kepala Eun Seol. Lalu hp Eun Seol bunyi, Mu Won mengajaknya dinner. Sementara Papa dan Ji Heon di mobil, Ji heon kepikiran Eun Seol terus dan membuat papa kesal. Ji heon curiga apakah papa tahu perasaannya dan akan melakukan sesuatu pada Eun Seol? "Iya, aku akan melakukan sesuatu padanya. Memangnya kenapa?" Mendengar itu, Ji Heon turun dari mobil dan saat mobil pergi, ia baru sadar kalo ngga bawa hp dan duit. Papa juga melihat tas Ji Heon, lalu menelpon Eun Seol yg udah siap2 mau dinner, menyuruh mencari anaknya. Ji Heon kesal "Aish, presdir, kenapa kau selalu mempersulitku?" Papa marah "Apa kau sekarang berani melawanku?" Eun Seol pun mencari Ji heon yg sedang mulai terserang phobia. Ji heon menepuk2 tangan, mempraktekan latihan selama ini. Ia lalu memikirkan Eun Seol dan memanggil nama Eun Seol u/menenangkan diri. Tiba2 Eun Seol sudah berada di belakangnya "Kenapa kau selalu memanggilku?"
Sementara itu Mu Won sudah duduk rapi di restoran, menunggu teman kencannya yang sepertinya akan terlambat datang, atau tidak jadi datang? kasihan... (sama aku aja, Oppa...)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar