memegang dadanya, lalu menyuruh Eun Seol
mengecek denyut nadinya. "Seperti inilah denyut nadiku saat phobiaku
kambuh." Eun Seol mengeceknya dan tanya apakah sekarang phobianya
kambuh? Ji heon menjawab,"Saat ini bukan karena phobia, tapi karena
kamu." Eun Seol memelintir tangannya. Ji Heon protes kenapa Eun Seol
selalu melakukan kekerasan kepadanya. Pas itu papa mendengarnya,
langsung masuk kamar dan memarahi Eun Seol
Papa: "Sekretaris Noh, kau memukul anakku?"
Eun Seol : "Bukan seperti itu... aku hanya memukulnya sekali, karena ia menyerah dalam proyek taman hiburan. hanya sekali...
Papa :(pada Ji heon)Ya! lihatlah betapa tidak bergunanya dirimu, mana ada didunia ini bos dipukul sekretarisnya!
Eun
Seol berjanji tidak akan memukul lagi. Lalu Ji heon membantu Eun Seol
membawakan buku2 masuk ke mobil. Ji heon berpesan agar tidak ngebut2,
pulang dg selamat. Setelah Eun Seol pergi, nenek ada dibelakang Ji Heon,
menjewer Ji Heon karena barang2nya dijarah semua buat dikasihkan ke Eun
Seol. Nenek mengingatkan kalo pernikahan Ji Heon itu ngga gampang,
karena berpengaruh dg para pemegang saham dan omongan orang(susah ya
jadi org kaya). Eun Seol bukan dari keluarga terpandang, tapi dia gadis
yg baik dan ceria, nenek tidak ingin hatinya terluka gara2 Ji heon. Tapi
Ji Heon tidak mau berhenti menyukainya, ia ingin bersama Eun Seol
seumur hidup. Nenek mendatangi papa yg lagi nonton drama midnight, bertanya ttg pernikahan Ji Heon. Papa bilang sebenarnya ngga begitu suka sama Na Yun, tapi saat ini memang tidak ada gadis lain selain Na Yun yg cocok. Nenek tanya, bagaimana jika Ji Heon tidak suka? bagaimana kalo Ji Heon menyukai wanita biasa? Papa hanya tertawa, menganggapnya sambil lalu.
Mu Won mengendarai mobilnya sambil ngelamun, ingat pada percakapannya dg Na Yun yg terakhir, bahwa Na Yun tetap memilih Ji Heon karena pria itu mencintainya tanpa syarat, tanpa pertimbangan macam2 seperti para ortu mereka, juga Mu Won. Tapi jika Na Yun gagal mendapatkan kembali cinta Ji Heon, ia akan pergi ke Mu Won dan yakin kalo Mu Won membutuhkannya.
Eun Seol lagi di kantor sendirian membaca buku2 psikologi. ia ingat
pembicaraannya dg Ji Heon ttg phobia, Eun Seol bertanya apakah Ji heon
punya trauma yg menimbulkan phobia itu? Ji Heon berpikir sebentar,
tampak menemukan sesuatu, "Seingatku, Noh Eun Seol tidak menerima
cintaku, itulah trauma besar bagiku." Eun Seol menggeleng kepala mengusir ingatan itu dan menggumamkan "pegawai tetap, naik jabatan, naik gaji." Mu Won muncul dan mengajaknya makan malam. Mereka makan ramyeon. Eun Seol menduga kalo Mu Won bertengkar sama mamanya lagi, tapi Mu won bilang kalo dia sedang patah hati. Eun Seol menawarkan minum soju, tapi Mu won menolak, mengingat kejadian memalukan kalo ia mabuk.
Ji Heon memikirkan pertanyaan Eun Seol ttg trauma itu. Ia mengingat kembali masa lalu, saat dirinya masih kecil mengangis ditengah kerumunan orang byk lalu lalang. Kemudian ia ingat waktu kejadian di bandara. Dadanya sesak, lalu ia menelpon Eun Seol menanyakan apakah sudah sampai rumah dg selamat? Eun Seol bohong dg bilang sudah sampai, tapi Ji Heon mendengar kalo Eun Seol sepertinya ada diluar. Mu Won nimbrung "Itu Ji heon?" Mendengar suara Mu Won, Ji Heon mencak2. Mu Won mengambil alih telepon dan bilang jangan ganggu acara makan malam mereka lagi.
Paginya Eun Seol datang ke rumah Ji Heon yg sudah bangun duluan, tepatnya ngga bisa tidur "Semalam aku merasa begitu senang dan berharap kebahagiaanku membawaku tidur nyenyak. Tapi Noh Eun Seol merusak semuanya dengan melemparkan seember pup kepadaku."(lebay). Mereka ke kantor dan ketemu papa yg memujinya karena sudah mulai berubah, dan ia berharap rapat hari ini sukses. Waktu mau naik lift, Ji heon naik sendiri, meninggalkan papa dan para sekretaris. Papa kesal, Ji heon seperti anak sd. Eun Seol setuju, tapi papa malah menegur, harusnya Ji heon membela bosnya. Setelah itu, Eun Seol menyerahkan jadwal2 Ji Heon, termasuk latihan bahasa inggris, jepang, mandarin. "Are you kidding me?blabla..." Ji heon mengoceh dg bahasa inggris, ia ternyata sudah mahir bahasa2. Ia menyindir Eun Seol yg kuliah 6th tapi tetap bodoh,Ia malu memiliki sekretaris yg bodoh. Eun Seol menjelaskan kalo ia bukan bodoh makanya kuliahnya lama kelarnya, tapi cuti karena tidak ada biaya. Ji Heon jadi merasa bersalah. Eun Seol keluar smbil ngomel, lalu menghampiri Sekretaris Yang, menanyakan sesuatu.
Di rapat, Ji Heon ngantuk2 dan ketiduran gara2 begadang.Sementara itu Eun Seol memulai proyek pelatihan Ji heon. Ia bekerja part time di kursus publik speaking. sambil ngepel, ia ngintip kelas dan akan mempraktekkannya u/ Ji heon. Di tempat lain, papa dan mama Mu Won masing2 memiliki rencana u/saling menjatuhkan(Ann tidak akan membahas persaingan dua orang tua itu, karena kurang mengerti dan ngga menarik, jadi langsung lanjut ke kisah anak2 muda aja). Na Yun menelpon Ji heon, tapi bukannya mengangkat, ia malah memperlihatkannya kepada Eun Seol, seperti meminta ijin. Eun Seol menyuruhnya angkat saja. Na Yun dan Ji heon bertemu di kantin. Na Yun menyuruh Ji heon melupakan Eun Seol, tapi Ji heon tidak mau. Na Yun menelpon Eun Seol dan mereka bertemu.Na Yun menuduh Eun Seol menikam dari belakang, dulu mengaku tidak
tertarik pada Ji Heon, tapi nempel terus sama Ji heon. Eun Seol tidak
bisa menjelaskan apa2, ia punya alasan u/tetap berada di dekat Ji Heon.
Na Yun mau menampar Eun seol, tapi Eun Seol mencengkram tangannya. Na
Yun memiting tangan Eun Seol, tapi tidak kuat, Eun Seol balik memiting.
Eun Seol menyuruh Na Yun menyelesaikan urusannya sendiri, dan tidak ada
sangkut pautnya dg Eun Seol. Setelah Eun Seol pergi, Mu Won yg dari tadi
melihat mereka dari jauh datang. Na Yun marah karena Mu won tidak
menolongnya.Na Yun bilang tadinya ia ingin membantu Ji heon mencegah
berita itu, tapi sekarang biarlah berita itu tersebar dan Ji heon akan
kembali padanya. Berita? tanya Mu Won (rupanya mama Mu won dan mama Na
Yun akan menyebarkan berita ttg Ji Heon yg memukul cowok yg melecehkan
Eun Seol, yg rupanya karyawan mama Na Yun)
Ji heon tanya apa Eun Seol cemburu? Eun Seol membantah. Mereka jalan bersama dan Ji heon dengan keras bilang kalo ia sangat menyukai Eun Seol. Eun Seol nengok kanan kiri dan membungkam mulut Ji Heon, tapi manajer Park mendengarnya dan akan melapor. Mu Won juga di sana dan tanya apa manajer akan lapor ke mamanya? Mu Won menawarkan pekerjaan lain u/ Eun Seol, ia mau melindungi Eun Seol dari rumor n berita2 macam2 seputar hubungan bos-sekretaris. Tapi Eun Seol menolak karena ingin bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaannya yg ini dulu, tapi jika hal buruk terjadi, ia berharap masih bisa mengandalkan Mu Won. Mu Won senang "Aku juga baru mau mengatakan itu. Jika kau butuh bantuanku, datang saja."
Nenek sedang minta maaf pada anjingnya yg dituduh mencuri sepatu, lalu pas masuk rumah, kepalanya pusing, pas Eun Seol datang dan memapahnya tiduran di sofa. Ji Heon datang
Ji heon: "Oh, halmeoi (nenek) kenapa?" Eun Seol memarahi Ji heon yg terlalu memaksakan nenek bekerja di luar yg panas. Nenek memberi isyarat u/diam, jangan beritahu kalo ia adl nyonya rumah. Ji heon tampak mengerti. Papa muncul dan kaget, "Oh, Eomma(ibu) kenapa kau berbaring di situ? kau sakit?" Eun Seol tampak syok "Eomma?" Nenek memberi isyarat tapi papa tidak mengerti, malah memperkenalkan mereka. Nenek menutup mukanya karna malu. Eun Seol membungkuk minta maaf. Ji heon bilang tak apa, dan mengajaknya naik kekamar. Nenek memukuli papa dg bantal sofa. "Kau membuatku malu! kenapa kau memanggilku Eomma?" "Memangnya kenapa? kau memang ibuku."
Ji heon: "Oh, halmeoi (nenek) kenapa?" Eun Seol memarahi Ji heon yg terlalu memaksakan nenek bekerja di luar yg panas. Nenek memberi isyarat u/diam, jangan beritahu kalo ia adl nyonya rumah. Ji heon tampak mengerti. Papa muncul dan kaget, "Oh, Eomma(ibu) kenapa kau berbaring di situ? kau sakit?" Eun Seol tampak syok "Eomma?" Nenek memberi isyarat tapi papa tidak mengerti, malah memperkenalkan mereka. Nenek menutup mukanya karna malu. Eun Seol membungkuk minta maaf. Ji heon bilang tak apa, dan mengajaknya naik kekamar. Nenek memukuli papa dg bantal sofa. "Kau membuatku malu! kenapa kau memanggilku Eomma?" "Memangnya kenapa? kau memang ibuku."
Eun Seol dan Ji heon memulai latihan dg lari pagi. Ji heon ngga kuat dan ingin berhenti karna jantungnya berdebar seperti lagi phobia dan ia takut. Eun Seol menyuruh memegang nadinya, lalu membandingkan dg nadi Ji heon sendiri. Sama. Berarti jantung Ji heon normal,semua orang olahraga pasti jantungnya begitu.Berikutnya, latihan nyanyi di depan umum. Ji heon ngga mau, malu. Ia dipakaikan kacamata hitam dan nyanyi, tiap jeda harus bilang "A-A" Orang2 pada ngumpul. Lalu ia harus membacakan pidatu didepan mereka. Tapi ia kena serangan phobia lagi dan penonton pada bubar karna tak menarik. Eun Seol menghampirinya dan memujinya hebat.
Ji Heon mengantar Eun Seol pulang dan hendak memuji, tetapi Eun Seol memotong "Aku tidak cantik, aku tidak seksi..." Ji Heon melanjutkan "Bukan begitu, aku ingin bilang No Eun Seol luar biasa." Eun Seol jadi tersipu (aih2). Setelah Ji heon pergi, Mu Won muncul. Tiba2 Myung Ran telepon, ia sudah menangkap si peleceh yg dulu, yg rupanya perbuatannya yg dulu itu sudah dihapus dari catatan polisi, disuruh mama Mu Won. Polisi hendak menganugrahi Myung Ran penghargaan karena sering menangkap penjahat. Mereka sangat senang, apalagi ada duitnya. Lalu mereka menghampiri Mu Won yg tadi mengantarkan Eun Seol. "Oh, apa ini Moo Neunim?(dewa Moo)" komentar Myung Ran yg langsung membuat Eun Seol malu.
Mama Mu Won dan papa membuat kesepakatan, berita kekerasan Ji Heon tidak akan disebarkan, tapi gantinya, acara perusahaan akan dibatalkan. Papa tetap berpidato, tetapi bukan diperusahaan, melainkan didepan anak2 tk yg ngantuk dan tidak mengerti. Kemudian papa memakai baju boneka warna hijau dan menghibur anak2(ini boneka apa ya?sepertinya jadi icon di drama ini, karna Ji heon pnya boneka itu buat tidur, namanya Dooly). Hal tersebut menjadikan berita yg positif bagi papa. Nenek bangga, tapi Papa masih kesal karena sebenarnya ia ingin merayakan diesnatalis perusahaan dg mewah.
Besoknya, Eun Seol ditemui oleh 3 wanita di hari yg sama dg rentang waktu 20 menitan. Pertama, mama Na Yun. Reaksi Eun Seol : "Apa hak nyonya memperlakukanku seperti itu? Nyonya bukan ibu Ji Heon, juga bukan ibu Mu won." Kedua, mama Mu Won, reaksi Eun Seol : "Aku tidak punya niat sedikitpun pada chaebol generasi 2 (Mu won)." Ketiga, nenek, reaksi Eun Seol : "Aigoo, apa kau datang untuk mengatakan hal yg sama dg mereka?" Nenek bingung, "Ada apa? aku kan hanya ingin minta maaf ttg statusku." Eun Seol bercerita kalo 20 dan 40 menit yg lalu ia kedatangan 2 mama. Nenek terkejut, omo, jangan2 2 cucuku...
Besoknya, Eun Seol ditemui oleh 3 wanita di hari yg sama dg rentang waktu 20 menitan. Pertama, mama Na Yun. Reaksi Eun Seol : "Apa hak nyonya memperlakukanku seperti itu? Nyonya bukan ibu Ji Heon, juga bukan ibu Mu won." Kedua, mama Mu Won, reaksi Eun Seol : "Aku tidak punya niat sedikitpun pada chaebol generasi 2 (Mu won)." Ketiga, nenek, reaksi Eun Seol : "Aigoo, apa kau datang untuk mengatakan hal yg sama dg mereka?" Nenek bingung, "Ada apa? aku kan hanya ingin minta maaf ttg statusku." Eun Seol bercerita kalo 20 dan 40 menit yg lalu ia kedatangan 2 mama. Nenek terkejut, omo, jangan2 2 cucuku...
Eun Seol dan Mu Won bertemu di cafe, Eun Seol mau meluruskan kesalahpahaman ttg hubungan mereka.
Mu Won : Bagaimana kalau ini bukan kesalahpahaman? Kau bilang, aku Moo Neunim. Aku tidak mau. Turunkan aku menjadi manusia biasa, karna aku ingin kau melihatku sebagai seorang pria."
Eun Seol kaget.Tanpa mereka sadari, Ji Heon melihat mereka dari jendela kaca, tampak jealous
Mu Won : Bagaimana kalau ini bukan kesalahpahaman? Kau bilang, aku Moo Neunim. Aku tidak mau. Turunkan aku menjadi manusia biasa, karna aku ingin kau melihatku sebagai seorang pria."
Eun Seol kaget.Tanpa mereka sadari, Ji Heon melihat mereka dari jendela kaca, tampak jealous




Tidak ada komentar:
Posting Komentar