Teeet…
Eun Seol tak sengaja membunyikan klakson dengan kepalanya yg
menunduk. Ji Heon berbalik dan kembali. Eun Seol bersiap pergi tapi pintu
dibuka Ji Heon, memaksa Eun Seol keluar. “Kau tidak baik2 saja.” Eun Seol turun
tapi hampir jatuh dan langsung memeluk Ji Heon “Ah, tubuhmu sangat jujur”. Eun
Seol mendorong Ji Heon, tapi Ji Heon hampir tertabrak mobil dan Eun Seol
menarik dan memeluknya kembali. Mereka menepi ke pinggir(lebih aman hehe). Ji Heon menyesal sudah memutuskan hub mereka dan ingin rujuk, tapi Eun Seol tak mau, ia bukan perempuan gampangan yg membuka dan menutup hati sesuka Ji heon, tapi sisi itulah yg disukai Ji Heon. Ia juga kesal karna ia dibuang seperti budak pada jaman Joseon. Ji heon memeluk Eun Seol. “Mianhae…”
Eun Seol mengangkat barang dari mobil box sambil tersenyum
pada… Ji Heon yg jadi kuli juga hehe. Waktu istirahat, Ji Heon memukul2
lengannya yg pegal(chaebol ngga biasa kerja berat). Lalu hp Eun Seol bunyi,
Sekr Jang mau bicara dg Ji Heon, mengabarkan keadaan papa di RS, tapi tampaknya
Ji Heon tidak percaya kalo papa benar2 sakit, dikiranya akting lagi. Ji heon
dan Eun Seol berpisah sementara dan 3 jam kemudian janjian ketemuan ditempat
itu lagi.
Myung Ran baru keluar dari café, ada yg memanggilnya. “Eun
Seol!” mereka berpelukan senang. Lalu mereka ke apt Na Yun, tapi Eun Seol
sembunyi dulu, lalu mengejutkan Na Yun. Mereka tampak bahagia. Sekr Yang
memberikan data transfer Eun Seol yg baru, tapi Mu Won yg ingat ada Ji Heon di
Pyongsan kemarin, memutuskan tdk jadi memindahkan Eun Seol,biar Ji heon yg
lakukan. 2 mama bertengkar. Mama Na Yun merasa mama Mu Won tak tau terima
kasih, sudah naik jadi presdir ngga mengingatnya. Tapi Mama Mu Won merasa mama
Na Yun sama sekali tak ada andil dlm kenaikan pangkatnya. Mu Won masuk dan
heran melihat mereka. Mama Na Yun melarang Mu Won ketemu Na yun lagi, mama Mu Won membalas, “Oke, aku
juga tak suka Na Yun”
Ji Heon sampai di RS. Jang membayarkan uang taksinya dan
menegur Ji Heon kok baru datang sekarang. Papa ternyata sakit tumor. Walaupun
belum jadi kanker, tapi cukup serius. Papa di kamar menulis2 apa aja yg dia
lakukan disisa hidupnya, no.14 adl memaafkan Suk Hee, tapi dicoret lagi hehe.
Ji Heon masuk, melihat catatan papa. Papa keluar dari wc dan memarahi ji Heon
yg baru datang sekarang karna lebih memilih bersenang2 dg Eun Seol. Sakitnya
papa pasti karna stress memikirkannya. Ji Heon harus bekerja keras agar merebut
kursi presdir, jadi jangan ketemu,bahkan memimpikan Eun Seol lagi. Ji Heon
janji akan kerja keras, tapi soal Eun Seol, ia tak mau turuti kemauan papa.
Papa memaksa, pake acara bilang “Aku tak akan mati dengan tenang kalau kau
tidak meraih posisi itu. Perusahaanku dan kau adl putraku!” Ji Heon menyetujui.
3 sahabat ngobrol2 sambil nyamil. Tiba2 Eun Seol menanyakan
jam berapa ini? ia ke tempat janjian, menunggu Ji Heon yg datang terlambat
sekali. Eun Seol kesal dan mau pergi, Ji heon memeluknya dari belakang
“Tunggulah aku. Walau aku terlambat, tetaplah menungguku.” Eun Seol jadi merasa
ada sesuatu yg aneh, ia berbalik. Ji Heon masih harus melanjutkan tugasnya
sebagai anak dan ingin Eun Seol menunggu, tapi Eun Seol tak mau, ia merasa
dipermainkan. Tapi Ji Heon percaya, Eun Seol pasti menunggunya. Ia mau memeluk
dan mencium Eun Seol, tapi Eun Seol mengelak “Oke, aku akan melakukannya (cium
n peluk) nanti” Eun Seol tanya, kenapa dia seperti itu, apa ada sesuatu
terjadi? Ji Heon tak kuat lagi dan memeluk Eun Seol.

Ji Heon masuk ke kamar papa, memandangi papa dg tatapan
sayang, membelai dada papa dan menggenggam tangan papa.(so sweet!). Eun Seol
menulis buku harian “Walaupun aku bilang aku tak akan menunggu, nyatanya sekarang sudah 11 hari aku
menunggu Cha Ji Heon.” Eun Seol melihat phone booknya, mau nelp/sms Ji Heon,
tapi ngga sanggup. Saat angkat2 barang, ia seperti melihat bayingan Ji Heon,
tapi setelah dikejar, tidak ada siapa2. Di pantai, ia menghajar Ji Heon yg lama
tak datang, lalu menendang kaleng kena kepala Ji Heon sampai pingsan. Tiba2 Ji
Heon menghilang. Rupanya Eun Seol hanya mengkhayal. “Apa mungkin terjadi
sesuatu?
Jepretan blits kamera memotret eksmud tampan bernama Cha Ji
heon yg memperkenalkan PC terbaru. Eun Seol melihatnya dari TV di toko
elektronik. Lalu ia menggambari wajah Ji Heon di koran “Hei, dia tidak perlu
bantuanku lagi, sekarang ia bisa pidato dg baik.” Eun Seol resign dan kerja
part time sambil nyari2 kerjaan lain. She still waiting…
Saat Mu Won lagi kerja, Na yun menelp. Mu Won tampak senang.
Na Yun menungu lama di café terbuka, ia bersiap pergi saat Mu Won baru datang
“Maaf aku banyak kerjaan jadi telat. Jangan marah dan ayo duduk.” Saat mau
pesan makanan, klien dari Jepang menelp Mu Won. Na Yun kesal karna merasa
tersisihkan, ia pergi. Mu Won mengejarnya, Na Yun merasa ia tak berguna bagi Mu
Won. Klien menelp terus, Na Yun menyuruhnya mengangkat saja dan ia pergi. Mu
Won tampak serba salah
Poor Park, pengkhianat itu tak diterima dimanapun. Ngga
mungkin balik ke Presdir Cha, Presdir Shin pun tak menerimanya dan menyuruh
pergi ke Presdir Hwang(mama Na Yun). Tapi Presdir Hwang juga tak
menginginkannya lagi dan menyuruh bodyguard mengusirnya. Na Yun datang dan mama
menyuruhnya melupakan Mu won dg kencan buta. Na Yun menyetujuinya dg berat
hati. di apt, ia menangis. 2 teman menghiburnya. Malamnya mereka tidur bersama
dan saling menghibur.

Eun Seol ditelpon seseorang, ingin bertemu di sebuah café.
Orang itu menerimanya bekerja (dia bibinya Kim Nana-City hunter) karna ia bekas
sekretaris Ji Heon. Lalu mereka ke DN Mall. Eun Seol menduga ini perbuatan Mu
Won, tapi ternyata, setelah masuk ruangan pemimpinnya, ada Ji Heon duduk
disana. Eun Seol melempar tasnya dan ditangkap dg cekatan. Ia memukul dan
menendang, Ji Heon bisa menghindar. Eun Seol marah karna Ji Heon dg mudah mempermainkannya,
menunggu begitu lama. Eun Seol pergi, tapi Ji Heon mengikutinya sampai di pintu
menuju tangga darurat. Eun Seol bersikeras pergi, Ji Heon memegang kepala Eun
Seol, menjelaskan kalo papa sakit, tidak parah tapi mereka punya perjanjian dan
Ji Heon harus bekerja keras supaya papa tak khawatir, itu sebabnya ia
‘terlambat’. Eun Seol yg terlalu capek hati, tetap tak memaafkan Ji Heon,
mengatakan bahwa pintu hatinya telah tertutup. Dan Ji Heon membiarkannya pergi
Papa mulai menjalankan apa yg ia catat, salah satunya,
menikahkan sekr Jang(ya ampun, ternyata bujang lapuk), selanjutnya, mencarikan
pacar untuk nenek (he?). Ji heon balik lagi ke kantor pusat, disambut o/ Mu Won
dan memberikan beberapa data. Mu Won tampaknya sudah naik pangkat diatas Ji
heon. Lalu ia mau pergi rapat sama mamanya. Mama cemas karna Mu won tampak
lelah, lalu tanya Mu won tidak menemui Na Yun lagi kan? Mama menginfo-kan kalo
Na yun hari ini lagi blind date. Tiba2 Mu Won menyuruh supir berhenti dan ia
keluar dari mobil. Na yun tampak tak menikmati kencan butanya dg cowok berbadan
kekar dan sangar(mamanya ini nyariin pacar apa bodyguard ya?). Na Yun tak tahan
dan mengakhiri kencannya, tapi cowok itu ngga terima dan mengejar Na Yun.Untung
Mu Won datang tepat waktu, Na Yun bersembunyi dibelakangnya. Mu Won mengusir
cowok itu dengan menjelek2an Na Yun yg Childish, melelahkan sehingga cowo yg
jadi pacarnya adl tidak beruntung, cowo itu pun pergi. Na Yun lega tapi kesal
juga dijelek2in dan pergi. Mu Won mengejarnya “Apa kau mau pergi blind date
lagi?” “Iya! Ini juga gara2 kamu!” Mu Won membela diri, ia memang benar2 sibuk
jadi suka telat, tp tiap Na Yun minta ketemu, ia pasti datang. Dan sekarang
gara2 Na Yun ia membatalkan meetingnya. Keadaan berbalik, Na yun jd merasa
bersalah.(Mu Won pintar menaklukan Na Yun)
Eun Seol habis mengirim delivery order, Ji Heon sudah
menunggunya di resto. Ia minta bos resto mengijinkan Eun Seol cuti sebentar dan
menghitung berapa kerugian yg harus dibayar selama Eun Seol keluar dengannya.
Ji Heon mengajaknya jadi sekretarisnya lagi, dirayu dg kenaikan gaji beserta
bonus2, Eun Seol tetap menolak. Tapi Ji heon terus mengikutinya kemanapun dan
terus menaikkan persentase gaji, Eun Seol mulai tergiur, tapi tetap menolak. Ji
Heon bilang ke papa kalo ia akan mengangkat Eun Seol jadi sekretarisnya lagi.
Papa menolak, tapi Ji Heon mengancam akan mogok kerja. Oke, kalo gitu syaratnya
ia harus melawan Mu Won dan mengembalikan pekerjaan papa, juga Eun Seol hanya
sebagai sekretaris, tidak lebih. “Kita lihat saja nanti” kata Ji Heon.
Eun Seol akhirnya mau jadi sekretaris Ji heon lagi dengan
berbagai perjanjian yg mereka sepakati bersama. Besoknya Eun Seol datang ke
kantor, menyapa para sunbae dan Mu Won, lalu membersihkan ruangan Ji Heon. Eun
Seol diberi banyak buku n data2 u/dipelajari biar tambah pintar. Ia bekerja di
rumah, membuat Myung Ran ngomel2. Besoknya dikantor ia ketiduran. Ji Heon
memandanginya dan mencium jarak jauh, lalu pura2 memarahi karna banyak typo.
Ada artikel di internet, gossip ttg hub Ji heon dg Eun Seol,
sekretarisnya yg membocorkan rahasia perusahaan. Eun Seol dikerubutin wartawan
didepan kantor, Ji Heon pas baru datang. Eun Seol mati2an mengelak, tapi Ji
Heon malah mengaku kalo mereka emang pacaran “Sama informan?” “Ya, memangnya
kenapa? Ia sangat keren, menegakkan kebenaran. Aku jatuh cinta padanya, pada
pandangan pertama.” Eun Seol memandangnya kaget.
![보스를 지켜라.E17.110928.HDTV.XViD-HANrel[(004611)06-12-17]](http://soulsrebel.files.wordpress.com/2011/09/ebb3b4ec8aa4eba5bc-eca780ecbc9ceb9dbc-e17-110928-hdtv-xvid-hanrel00461106-12-17.jpg?w=640)























Tidak ada komentar:
Posting Komentar