Tidak hanya Yang Myung yg patah hati, Bo Kyung juga ternyata. 2 sejoli itu duduk berdua di depan ruang bulan, memandangi kelopak bunga yg berjatuhan. Hwon bertanya kenapa Yeon Woo tampak menghindarinya? Yeon Woo bilang karna PM sudah punya cewek lain dihatinya. Hwon berpikir kalo Yeon Woo cemburu, Yeon Woo mengelak, tapi Hwon tak mempedulikannya dan terus ngoceh tentang masa depan mereka nanti, juga rencana raja u/ mengadakan pemilihan putri mahkota "Kau akan menjadi putri mahkotaku." Yeon Woo tersenyum, lalu Hwon berdehem, dan kelopak bunga turun lagi. Tahukah dari mana kelopak itu berjatuhan? Bukan karna ada pohon diatas mereka, rupanya si Kasim yg bertugas menebar kelopak itu dari atap, biar romantis haha...
Besoknya Yeom menghadap Hwon dan memohon agar adiknya jangan diikutkan dalam pemilihan putri mahkota. Hwon marah "Tidak bisa! Ini melanggar hukum, kau bisa dihukum. Aku tidak bisa menerima permohonanmu, pertama karna aku tak ingin kehilangan dirimu, kedua aku... aku menyukaimu!" Orang2 yg nguping diluar jadi bingung,Yeom juga. Hwon merasa malu dan keluar. Kasim menjelaskan, kalo maksudnya PM bukan menyukai guru Heo, tetapi menyukai gadis yg mirip dg guru Heo.(mungkin Yeom hampir berpikir kalo PM itu gay dg menyukainya hehe)
Yeom pulang dan melihat Seol latihan silat. Saat melihat Yeom, Seol menyembunyikan pedang kayunya. Ia meminta Seol menatap wajahnya. Malu2 Seol menengadah, Yeom bertanya, "Jika ada wanita yg mirip denganku, siapa dia?" "Yeon Woo agassi" Yeom pun mengerti maksud Hwon dan tanya pada Yeon Woo kapan mereka ketemu. Yeon Woo menjawab mereka ketemu pas acara wisuda. Ia membujuk adiknya agar pura2 sakit saja pas pemilihan, tapi Yeon Woo tidak mau mundur. Besoknya para mahasiswa SKK berdemo agar pemilihan putri mahkota bukan dipilih karna hubungan keluarga/politik, tapi harus adil dan kompeten. Ternyata mereka digerakkan o/ Hwon. Raja pun membuat keputusan menyetujui usul demo itu. Ibu suri tidak setuju, tapi Raja membuka kasus lama ttg pembunuhan P. Uiseong karena politik. Ibu suri pun hanya memendam kemarahannya.
Ny. Heo mengajari cara menghormat yg salah kpd Yeon Woo agar tidak terpilih, tapi Yeon Woo tidak mau mengikuti kata2 ibunya, ia mau menampilkan yg terbaik. Yeon Woo keluar memandang bulan saat Yang Myung datang, ia akan pergi setelah memandang wajah Yeon Woo. Ia menawarkan Yeon Woo u/ kabur dgnya saja karna jadi putri runner up pasti menderita, tapi Yeon Woo menganggap tawaran itu sebagai candaan. Yang Myung melompati pagar batu dan Woon sudah menunggu di luar.
Besoknya pemilihan dimulai. dari 10 putri, terpilih 3, Bo Kyung dan Yeon Woo sudah pasti masuk. Raja memberi pertanyaan "Aku adalah Raja Joseon. Jika kau menilai aku dengan
uang, berapa hargaku?"
Putri Choi bingung lalu menjawab 100
ribu nyang bukan, 10 juta Nyang. Nona Choi minta maaf karena tidak tahu nilai
uang.
Bo Kyung : Kebajikan Yang Mulia
lebih tinggi dari Gunung Taibaek dan lebih luas dari laut, bagaimana bisa
menggunakan uang untuk mengukur? Sebaiknya menggunakan emas dan mutiara. Mohon
ijinkan saya bicara dengan berani, jika ada alat untuk mengukur luas langit dan
kedalaman laut, jika saat itu tiba, tolong tanyakan lagi pada saya.
Yeon Woo : Karena Yang Mulia bertanya, saya akan
menjawabnya. Harganya 1 Nyang.Bagi rakyat jelata, tidak ada yang lebih
berharga daripada 1 Nyang. Orang yang memiliki 10 ribu Nyang adalah orang kaya
dan tidak akan berpikir kalau 1 Nyang itu berharga. Tapi jelas bagi orang yang
tidak memiliki apa-apa, betapa berharganya 1 Nyang itu. Jadi Raja berharga 1
Nyang karena Raja berharga bagi semua orang, kaya ataupun miskin.Eng ing eng... yg terpilih adl.... Yeon Woo...
Yeon Woo ditempatkan di kamar bernama SecretMoon yg diberikan khusus o/ Hwon. Dayang memberikan saputangan, lalu mengingatkan jadwal besok. Yeon Woo teringat keluarganya (dia di'karantina', ngga bole ketemu keluarga). Ia membuka saputangan, mau nangis, tapi ngga jadi karna ada tulisan "Jika kau menangis, lihatlah keluar jendela" ternyata ada kasim n Hwon di sana. Yeon Woo kaget karna sebenarnya mereka masih dipingit, belum bole ketemu, tapi Hwon menyuap orang seperti biasa. Kasim memainkan boneka tangan menghiburnya. Yeon Woo dan Hwon duduk berdampingan.
Sementara itu ternyata firasat Nok Yung benar, Ibu suri menyuruhnya membunuh Yeon Woo dg black magic. Nok Yung syok dan serba salah. Ia menangis di ruang doa, "Ari... akulah pembunuhnya...aku yg akan membuat anak itu mati...apa yg harus aku lakukan?" Nok Yung masuk ke dunia lain, ia melihat kuburan dan pita merah peramal di atas ranting. Ia melihat tulisan "Peramal"
Suara Nok Young : Meskipun berada di dekat matahari akan menarik bencana, takdir akan memaksanya berdiri di samping matahari dan melindunginya. Apakah aku benar-benar..harus membunuhnya, Sang Putri Mahkota?
http://kadorama-recaps.blogspot.com/2012/01/moon-that-embraces-sun-4.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar