Kang Chi berubah menjadi monster mengerikan dan membunuh 7 anak buah Jo dengan sadis. Yeo Wool berlari ketakutan dan menabrak Gon. Begitu kembali ke tkp, hanya tinggal mayat2 bergelimpangan, sementara Kang Chi sudah berlari pergi dan pingsan di tengah hutan.
Sementara itu Chung Jo sudah sampai di Choon Hwa Gwan, rumah gisaeng yang dulu tempat Seo Hwa dibuang. Sejarah berulang, Chung Jo seperti Seo Hwa yang punya kehormatan tinggi dan tidak sudi masuk rumah gisaeng. Haengsu (kepala gisaeng) akhirnya mengikat Chung Jo dalam keadaan setengah telanjang di pohon seperti Seo Hwa dulu. Pelayan di sana heran, karena sejak kejadian 20 th lalu, nyonya sudah tidak pernah lagi mengikat orang di pohon itu.

Yeo Wool dan Gon melapor tentang Kang Chi yang adalah siluman. Gon minta ijin untuk membunuhnya. Yeo Wool tidak setuju. Lalu Gubernur Lee datang dan mengatakan kalau jangan dibunuh dulu. Bagaimanapun juga dia adalah anak yang disayangi Tn. Park, jadi lebih baik dia di bawa ke sini dulu baru berdiskusi. Yeo Wool dan Gon keluar, mereka masih berdebat. Yeo Wool tidak habis pikir, dengan mudahnya Gon berkata akan membunuh seseorang, seperti tidak punya hati. Gon berkata kalau dia hanya menuruti perintah. Yeo Wool pun menyindir, Gon memang seperti itu, hanya menjalankan tugas dan tidak bisa diganggu gugat dengan hal perasaan. Gon pun menuduh Yeo Wool menyukai Kang Chi, tapi Yeo Wool berkata sekali lagi, ini semua karena Kang Chi menyelamatkan nyawanya.

Sementara itu di dalam, Gubernur dan Pyung Joon masih berdiskusi. Pyung Joon pun menceritakan kejadian 20 tahun lalu, dan dia yakin kalau Kang Chi adalah anaknya siluman yang dulu dia bunuh itu. Dia khawatir Kang Chi akan mati kalau sampai Jo Gwan Woong tahu. Tetapi menurut Gubernur, itu malah lebih bagus. Yang harus dikhawatirkan adalah jika Jo mengajak Kang Chi menjadi orangnya dan Kang Chi setuju. Jadi Gubernur ingin bertemu dengan anak itu lebih dahulu. Pyung Joon masih takut kalau Kang Chi akan membahayakan orang yang tidak bersalah. Gubermur pun bersumpah akan membunuhnya dengan tangan sendiri kalau sampai itu terjadi.

Paginya, Kang Chi terbangun. Dia teringat akan transformasinya semalam dan membunuh para pengawal. Tetapi begitu tiba di tkp, tidak ada apapun di sana. So Jung datang dan akhirnya menceritakan asal usul Kang Chi dari awal. Kang Chi tidak percaya kalau dirinya adalah setengah siluman. Dia mencengkeram kerah baju So Jung dengan marah, lalu urat2nya keluar dan matanya jadi hijau, barulah dia percaya. Dia memohon pada So Jung agar dia bisa kembali menjadi manusia seperti dulu. Dia mengumpulkan mutiara gelang yang terlepas, agar So Jung bisa membuatkannya kembali, tetapi So Jung berkata tidak bisa, meskipun Kang Chi memohon2. Tanpa mereka sadari, Yeo Wool mendengar semuanya dari balik pohon dan dia syok plus kasihan pada Kang Chi.

Chung Jo terbangun dengan keadaan masih terikat. Semua orang yang melihatnya, mengejeknya karena setengah telanjang. Dalam hati dia memanggil nama Kang Chi, lalu pingsan lagi. Sementara itu Kang Chi masih di hutan, dengan mata yang masih menyala hijau. Dia tidak bisa kembali untuk menolong Chung Jo dengan keadaannya yang seperti ini.
Sementara itu Chung Jo sudah dibawa masuk dan diberikan bubur. Haengsu datang dan menawarkan, kalau Chung Jo mau jadi gisaeng, dia baru boleh makan bubur, tapi kalau tidak, dia akan diikat lagi. Chung Jo terdiam sejenak dan akhirnya memutuskan untuk memakan buburnya sambil menangis.
So Jung membawakan makanan, tapi Kang Chi menolaknya, padahal sudah 3 hari tidak makan. Yeo Wool pun muncul dan memukul kepala Kang Chi dan memaksanya makan. Kang Chi terkejut dengan kedatangan Yeo Wool. Dan meskipun Yeo Wool sudah mendengar tentang asal usul Kang Chi sebenarnya, bukannya takut dan berlari pergi, ataupun merasa aneh, dia tetap ada untuk Kang Chi. Yeo Wool memarahinya yang karena masalah kecil begini saja sampai ngambek tidak mau makan. Kang Chi marah, karena ini bukan masalah kecil. Dia menjelaskan keadaan tubuhnya yang aneh dan dia sendiri kini tidak tahu yang ada di dalam tubuhnya kini adalah manusia atau monster.
"Kau... masih tetap Choi Kang Chi."
Kata2 Yeo Wool menyentuh hati Kang Chi dan seketika itu juga mata hijaunya kembali normal. So Jung terkejut melihatnya. Tapi hanya sesaat, karena Kang Chi melengos dan tidak percaya akan kata2 Yeo Wool, matanya kembali hijau. Yeo Wool hendak menepuk bahu Kang Chi, tetapi tidak jadi. So Jung teringat waktu dia meramal jodohnya Yeo Wool. "Apa... jangan-jangan mereka....???"



Jo Gwan Woong, pengawalnya, dan kepala polisi datang ke penginapan, memproklamirkan diri sebagai pemilik penginapan yang baru. Ny. Park dan para pembantunya dibawa masuk. Mereka seharusnya dibuang sebagai budak pemerintah, tetapi Jo 'berbaik hati' mengijinkan mereka tetap tinggal di kota ini sebagai pembantunya di penginapan. "Posisimu sebagai pemilik hanyalah status," kata ny. Park dengan berani, "Kau mungkin bisa mencuri status kepemilikan, tetapi kau tidak bisa mencuri penginapan ini secara keseluruhan..." Ny. Park mengutuki Jo. Jo menarik pedang dan menantang ny. Park, untuk menyuruhnya diam. Tetapi ny. Park bukannya takut, dia malah menusukkan pedang itu ke perutnya sendiri sambil mengutuk, "Tempat ini akan menjadi kuburanmu!" Jo menarik pedang itu dari perut ny.Park dan menebas dada wanita itu. Jo masuk diikuti oleh pengikutnya, sementara para pembantu berlutut menangisi nyonya mereka. Sebelum menghembuskan napas terakhir, ny. Park mengingat Tae Soo dan Chung Jo. Semua orang menangisi kematian nyonya mereka.


Di dalam, Jo masih penasaran dengan kata2 ny. Park tadi, seperti ada suatu rahasia di sini. Dan rahasia yang tidak dia ketahui itu ada tepat di belakangnya, ruangan harta karun Tn. Park yang seharusnya diserahkan kepada gubernur untuk pembiayaan kapal perang.
Kang Chi mengerang di dalam goa, sisi manusianya bertarung dengan sisi monsternya. Mana yang menang, akan menguasai tubuh itu. Yeo Wool dan So Jung menunggu di luar. Kang Chi ingin sisi manusianya yang menang, tetapi kebenciannya pada Jo membuat sisi monsternya keluar, "Aku ingin membunuh semua orang!!!" So Jung dan Yeo Wool mendengar auman, itu tandanya sisi monster yang menang. So Jung menyuruh Yeo Wool segera lari sebelum terkena bahaya, sementara dia menahan Kang Chi agar tidak keluar. Tetapi Kang Chi yang kuat melempar tubuh renta So Jung. Dia akan pergi membunuh Jo. Sementara itu Yeo Wool kembali ke markas dan memohon pada ayah untuk menolong Kang Chi.


Saat di perjalanan, Gon menghadang Kang Chi. Mereka bertarung. Lalu So Jung melemparkan gelang mutiara dari jauh saat Kang Chi mau mencakar Gon. Sisi monsternya pun tertahan dan dia kembali menjadi manusia. Kang Chi mau melepasnya, tapi So Jung memperingatkan, kalau gelang itu dilepas, maka Kang Chi tidak akan pernah bisa jadi manusia lagi. Kang Chi berpikir sejenak dan tidak jadi melepasnya.
Chung Jo dibawa oleh gisaeng Wol San untuk menemui seseorang yang ternyata adl Jo. Dia disuruh melayani Jo, tetapi dia memohon untuk kembali ke kamarnya. Wol San menganggap Chung Jo tidak sopan dan menamparnya. Haengsu pun datang dan menegur Wol San karena Chung Jo masih belum resmi jadi gisaeng. Dia menyuruh Chung Jo untuk kembali ke kamar dan meminta maaf pada Jo.

Kang Chi dibawa ke markas dalam keadaan terikat. Pyung Joon menyuruh mereka membawa Kang Chi ke polisi. Yeo Wool protes, karena Kang Chi malah bisa mati di sana. Namun inilah yang diperintahkan oleh Gubernur. Jadi besoknya Kang Chi dipaksa berlutut di hadapan kepala polisi, disuruh mengakui kesalahan. Kang Chi balas bertanya, kesalahan apa yang memangnya dia lakukan? Polisi pun menyebutkan tentang pembunuhan Tn. Park, melepaskan putra kriminal, dan membunuh pengawal. Dia harus dihukum mati. "Hukuman mati?" Kang Chi mencibir, "Baiklah, aku dengan senang hati memberikan nyawaku, tetapi ada satu syarat. Aku ingin membunuh satu orang lagi. Orang yang telah menuduh Tn. Park sebagai pemberontak, orang yang menghancurkan keluarga dan mengambil alih penginapan. Jo Gwan Woong! Aku akan membunuh orang itu, maka akan kuberikan lebih dari nyawaku!"

Jo pun keluar, "Kau bilang akan memberikan lebih dari nyawamu? Kalau boleh tahu, apa itu?" Jo menunjuk gelang Kang Chi dengan kipasnya. Jo memberi penawaran, kalau Kang Chi mau menjadi anak buahnya, maka dia akan dibebaskan. Tapi Kang Chi hanya ingin nyawa Jo. Jo pun menyuruh untuk dipanggilkan eksekutor. Tiba2 Gubernur Lee datang. Dia berkata bahwa mendengar ada anak buahnya yang ditangkap di kantor ini. Dia adalah Choi Kang Chi. Kang Chi pun teringat, Tn. Park dulu sempat menawarkan Kang Chi menjadi anak buah Gubernur Lee, yang ditolak oleh Kang Chi. Gubernur bertanya tentang apa yang sedang mereka lakukan sekarang, dan kenapa mantan asisten menteri yang sudah pensiun masih melakukan investigasi? Jo pun berkata kalau dia di sini sebagai saksi saat Kang Chi membunuh Tn. Park. Kang Chi marah, tidak terima dituduh pembunuh ayah angkatnya sendiri. Saat mau menerjang, pengawal menjatuhkanya. Kang Chi mau bangkit, tetapi Gubernur menahan pundaknya.

Gubernur ingin tahu kejadiannya. Tn. Park dibunuh, apa dia tidak bersalah? Polisi pun dengan bangga mengatakan kalau mereka menemukan bukti bahwa Tn. Park adalah pemberontak. Gubernur pun berasumsi, kalau Tn. Park dibunuh sebagai pemberontak, berarti Kang Chi membunuh penjahat, bukankah seharusnya diberi hadiah, bukannya dihukum? Polisi pun berdalih, meskipun Tn. Park adalah pemberontak, tetapi dia orang terpandang di sini, jadi mereka melakukan ini agar masyarakat tidak bingung. Tetapi menurut gubernur, ini malah lebih membingungkan lagi, jangan2 mereka hanya ingin mengkambinghitamkan seseorang, atau membuat seseorang yang tidak bersalah menjadi pemberontak? Gubernur pun bertanya sekali lagi, jika tn. Park adl pemberontak, maka Kang Chi bukan pembunuh dan sebaliknya ia harus diberi hadiah. Jika Kang Chi memang pembunuh, maka tn. Park adalah orang yang tidak bersalah. Kang Chi menoleh pada Gubernur dan melihat bahunya yang dipegang, sama seperti waktu Tn. Park menepuk bahunya saat dia diejek temannya. Dia pun menangis.

Jo dan kepala polisi jadi serba salah untuk memutuskan. Kepala polisi pun akhirnya memberi ide, bagaimana kalau gubernur disuruh membuat surat pertanggungjawaban, kalau sampai Kang Chi ternyata adalah orang berbahaya dan membunuh mereka, maka semua kesalahan dilemparkan ke gubernur dan dia harus turun dari jabatannya. Akhirnya Kang Chi pun dibebaskan dengan jaminan jabatannya gubernur. Namun Kang Chi tidak berterima kasih, karena meski dia bebas, tetapi dia akan hidup sebagai pembunuh dari ayah angkat yang sudah membesarkannya. Lebih baik baginya membunuh semua orang di sini, lalu bunuh diri, daripada hidup seperti itu. Gubernur pun memberinya 3 koin dan disuruh untuk memberikan koin itu pada 3 orang yang ingin Kang Chi temui sebelum mati, lalu setelah itu temui gubernur jam 3, maka setelah itu gubernur tidak akan mencampuri urusannya lagi."Kenapa aku harus menurutimu?" tanya Kang Chi. "Karena tn. Park yang menyuruhku untuk menjagamu, dan ini adalah perintah dari orang yang sudah menyelamatkan nyawamu."


Sementara itu Jo menyuruh anak buahnya untuk tidak menyentuh Kang Chi dulu. Pengawalnya melapor kalau dia sudah menghipnotis Tae Soo waktu investigasi. Tae Soo dihipnotis agar mengingat bahwa yang membunuh ayahnya adalah Kang Chi. Tae Soo terbangun dan hipnotisnya langsung bekerja. Dia ingin membunuh Kang Chi.
Yeo Wool mengikuti Kang Chi, karena ayah menyuruhnya untuk segera membunuh Kang Chi kalau dia membahayakan atau mau membunuh Jo, karena kalau sampai itu terjadi, gubernur yang akan menanggung akibatnya. Sebenarnya Gon yang disuruh, tapi Yeo Wool menawarkan diri, karena kalau Gon yang bertugas, dia tidak pakai perasaan. Lalu warga desa mencemooh Kang Chi dan melemparinya. Yeo Wool menghadang dan mengatakan kalau ini salah paham. Kang Chi menariknya pergi, percuma menjelaskan apapun. Yeo Wool pun mengatakan di mana Chung Jo sekarang, karena Kang Chi pasti sangat ingin bertemu gadis itu.

Chung Jo dan beberapa calon gisaeng diajarkan cara menuang arak dan meminumnya. Sebenarnya gisaeng senior sedang membully mereka. Tetapi Chung Jo tidak mau menurut. Para gisaeng itu lalu meludahi araknya dan disuruh minum. Chung Jo malah menyiram arak itu pada wajah Wol San. Mereka pun berantem dan dihadapkan kepada Haengsu. Seorang gisaeng menuduh Chung Jo yang memulai duluan. Haengsu pun memukul betis Chung Jo. Tiba2 Kang Chi datang dan membawa Chung Jo pergi.
Namun di halaman, dia dihadang oleh para pembantu. Haengsu pun memperingatkan, begitu mereka berdua melangkah keluar dari gibang ini, mereka langsung dicap sebagai buron dan bisa dihukum mati. Kang Chi tidak akan melepaskan Chung Jo dan menggenggam erat tangannya. Tetapi Chung Jo melepaskan genggaman Kang Chi dan menyuruhnya pergi. Dia tidak akan pergi dari sini sebelum Kang Chi membuktikan bahwa ayahnya tidak bersalah. Chung Jo berlari masuk dan menangis.


Kang Chi berjalan menuju penginapan. Di sana sudah ada Gon yang sudah standby dengan panahnya. Langsung akan memanah begitu Kang Chi menginjakkan kaki di penginapan. Yeo Wool menyusul ke sana dan melihat Kang Chi akan dipanah. Yeo Wool mengarahkan panah pada Kang Chi, tapi kemudian mengalihkannya pada Gon dan mematahkan panah Gon. Kang Chi pun masuk penginapan itu. Dia mematahkan gagang sapu dan masuk ke ruangan Jo. Gagang sapu itu ditusukkan ke meja sampai patah jadi dua dan gudang harta karun bergetar dengan debu beterbangan. Kang Chi bersumpah akan merebut kembali penginapan ini untuk Tae Soo, lalu segera mengambil nyawa Jo.

Di luar, para pembantu berkumpul. Kang Chi menyapa mereka dan menghampiri kepala pelayan Choi. Kang Chi berjanji akan segera membawa Tae Soo dan Chung Jo pulang. Untuk sementara, dia mempercayakan penginapan ini kepada kepala pelayan untuk menjaganya dari tangan Jo. Jo pun melaporkan kejadian ini kepada Gubernur Lee. Tetapi Lee tidak percaya dan ingin bertanya pada para saksi, yaitu para pembantu. Dan mereka semua kompak mengatakan tidak pernah melihat Kang Chi. Setelah Gubernur pergi, Jo menyuruh pengawalnya memukuli para pembantu itu.

Kang Chi menemui Gubernur, mengembalikan 3 koin itu. Jawabannya adalah, dia ingin tetap hidup, untuik membuktikan bahwa tn. Park tidak bersalah dan mengembalikan penginapan kepada Tae Soo dan Chung Jo. Dan alasan ketiga adalah dia ingin menjadi manusia. Dari So Jung dia tahu bahwa ada cara menjadi manusia, yaitu dengan Gu Family Book. Tetapi So Jung tidak mau memberitahu di mana buku itu, karena ayah Kang Chi yang hidup 1000 th saja tidak bisa menjalankannya, apalagi Kang Chi yang mudah emosian begini. Apalagi Kang Chi sudah punya wanita yang dicintai, itu akan lebih susah lagi. Kemudian Kang Chi bertanya pada gubernur, seandainya dia menggunakan uang itu, apa yang akan gubernur lakukan? "Aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri." Kang Chi menganggapnya sebagai lelucon, meski sebenarnya memang benar.


Kang Chi menghadap Pyung Joon, minta diajarkan cara mengendalikan amarah agar kekuatan monsternya tidak muncul, bahkan setelah gelangnya dilepas. Gubernur juga membujuk Pyung Joon agar mau menerima Kang Chi diperguruannya. Besoknya, mereka berpamitan pulang pada Gubernur. Kang Chi dan Yeo Wool bercanda tawa di perjalanan. So Jung menatap mereka dari jauh, berdoa agar Kang Chi dan Yeo Wool selalu berada di jalan kebahagiaan, bukan kesuraman.
Sementara itu seorang gisaeng memberikan bingkisan titipan dari pria yang kemarin (Kang Chi) untuk Chung Jo, sebuah botol salep yang dikasih sama Yeo Wool dulu. Lalu Chung Jo menghadap Wol San dengan membawa botol soju dan latihan minum arak. Wol San memanggilnya pelacur, tetapi Chung Jo menyebutkan namanya. "Park Chung Jo. Mulai sekarang panggil dengan namaku, Wol San." Haengsu melihatnya dari jauh tersenyum.
Pyung Joon dan yang lainnya sampai di markas utama dan diberi salam oleh para anak buahnya. Kang Chi disuruh memperkenalkan diri. Setelah itu mereka semua bubar. Lalu Tae Soo muncul sambil menyeret pedang dengan langkah terseok. Kang Chi mendekatinya dan menyapanya, tiba2 Tae Soo menusuk perut Kang Chi. Semua jadi kaget melihatnya. "Mati.... MATI!!!!!!!" Tae Soo menusuknya semakin dalam. Mulut Kang Chi mengeluarkan darah, tangannya memegang bahu Tae Soo sambil memanggil namanya, untuk menyadarkannya.
Di sisi lain, Jo Gwan Woong bergumam, "Kalau aku tidak bisa mendapatkannya, aku akan mencurinya. Kalau aku tidak bisa mencurinya, aku akan menghancurkannya... Begitulah caraku..."
gambar:
http://www.dramabeans.com/2013/04/gu-family-book-episode-7/
http://www.dramabeans.com/2013/04/gu-family-book-episode-8/
http://princess-chocolates.blogspot.com/2013/05/sinopsis-gu-family-book-episode-7.html
http://princess-chocolates.blogspot.com/2013/05/sinopsis-gu-family-book-episode-8.html
little notes:
ini tentang Chung Jo. Nasib hidupnya rada-rada mirip sama Seo Hwa, ibunya Kang Chi. Mereka sama2 merupakan putri dari bangsawan yang dituduh sebagai pengkhianat, lalu dibuang ke gibang sebagai gisaeng. Mereka sama2 punya kehormatan tinggi dan tidak sudi jadi pelacur, lebih baik mati. Mereka sama2 diikat di pohon. Dan mereka sama-sama mencintai seorang siluman (bapak dan anak pula hahaha). Tetapi yang membedakan adalah sifat dan ketegaran mereka. Seo Hwa bersikeras tidak mau jadi gisaeng dan selalu berpikir untuk bunuh diri. Dia lari dari gibang saat tahu bahwa keperawanannya akan direnggut oleh orang yang membunuh ayahnya sendiri (kalau gue jadi dia, gue akan tetap menemui si tua hidung belang itu, lalu membunuhnya di atas ranjang). Dan akhirnya hidupnya berakhir tragis, dengan kisah cinta yang rumit. Sementara itu Chung Jo lebih berpikir panjang. Setelah lepas dari ikatan, dia pun setuju jadi gisaeng meski separuh hati, tidak seperti Seo Hwa yang harus melihat adiknya dipukuli dulu baru jadi gisaeng. Kemudian saat ada kesempatan untuk lari dengan Kang Chi, dia menolak kesempatan itu. Dia tidak ingin dirinya dan Kang Chi hidup sebagai pelarian dan mati sia-sia. Maka dia ingin membuktikan bahwa ayahnya tidak bersalah lebih dulu. Pilihan itu sudah tepat. Karena kalau dia melarikan diri seperti Seo Hwa, maka hidupnya akan jadi tragis seperti Seo Hwa. Masalah itu harus dihadapi, bukan melarikan diri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar