Deputy Seo menyuruh Gon menyingkir dan menemukan ada gembok di bawah lukisan itu. Lukisan itu pun digeser dan masih ada dinding. Dia mendorong dinding itu, tetapi Kang Chi dan Yeo Wool menahan dari dalam. Deputy Seo pun melarang pengerjaan dan menyuruh anak buahnya berjaga sementara dia mau melapor pada Jo.

.

Kang Chi dan Yeo Wool duduk di dalam ruang harta. Mereka jadi canggung. Kang Chi menanyakan keadaan Yeo Wool yang pucat. Dia pun melihat tangan Yeo Wool yang sakit dan ternyata sudah bengkak bernanah. Kang Chi teringat saat dia menyerang Yeo Wool. Yeo Wool sekarang sakit gara-gara dia. Kang Chi masih memanggil Yeo Wool, Dam-gun (tuan Dam). Yeo Wool pun menyebutkan nama aslinya, lalu dia pingsan di pelukan Kang Chi. Dan Kang Chi pun teringat nama Dam Yeo Wool, yaitu anak kecil yang dia selamatkan dari gigitan anjing waktu dia kecil, yang tahu tentang ketakutannya pada laba2. Jadi mereka pernah bertemu sebelumnya.


Tae Soo keluar dari markas dan pergi ke penginapan dengan pedang. Dia bertemu pembantunya dan menyuruhnya untuk segera memberitahu Gon agar mengeluarkan Kang Chi dan Yeo Wool dari dalam ruang rahasia, sementara dia akan mengalihkan perhatian. Yeo Wool dibawa pergi oleh Gon, ditaruh digerobak dan diantarkan pulang oleh pekerja, sementara dia kembali untuk menolong Tae Soo. Tetapi Tae Soo menyuruh dia pergi agar tidak ketahuan bahwa ada murid perguruan Dam di tempat ini. Setelah Gon pergi, Deputy Seo datang dan kepala Tae Soo pusing. Dia telah bertemu dengan orang yang menghipnotisnya. Ada dua cara, yang pertama hipnotis itu bisa hilang sendiri, tapi waktunya lama. Yang kedua adalah dengan membunuh orang yang menghipnotisnya. Namun Tae Soo tidak bisa membunuhnya, pedangnya tertahan. Masih di bawah pengaruh hipnotis. Deputy Seo bertanya untuk apa Tae Soo kemari? Dan tangan Tae Soo bergerak sendiri menunjuk ke ruang yang sedang diperbaiki. Deputy Seo membongkar dinding misterius itu dan ketahuanlah ada banyak silver di sana.

Gon melapor bahwa misi mereka gagal. Silvernya sudah ketahuan. Tetapi kepala tukang berkata kalau masih ada satu orangnya Pyung Joon di dalam sana dan dia bilang punya ide untuk mengatasi ini semua. Choi Kang Chi masih di dalam ruang rahasia.

Paginya Deputy Seo segera ke gibang dan berteriak dari luar kamar, bahwa dia sudah menemukan ruang rahasia. Jo segera bangun dan pulang dengan gembira. Di depan penginapan, Kepala Pelayan sedang mengikat berkas2 padi yang akan disumbangkan ke pemerintahan secara rutin. Saat Jo masuk ke ruang rahasia itu, hartanya sudah hilang dan terbongkar. Jo pun teringat pada berkas2 padi tadi, jangan2 isinya adalah silver itu. Dia pun menginterogasi Kepala Pelayan. Tetapi dia berkata kalau berkas itu isinya memang padi. Jo dan anakbuahnya pun pergi ke kantor gubernur. Sepeninggalan tuan barunya, Kepala Pelayan Choi tersenyum sambil merapikan topinya.


Jo ke kantor gubernur dan meminta agar berkas yang dari penginapan diperiksa oleh anak buahnya. Gubernur pun mengijinkan dan ternyata isinya memang padi. Gubernur berkata berkas sebanyak itu harusnya bisa untuk makan beberapa bulan, kini semuanya sudah rusak. Jo dengan sombongnya berkata akan mengganti berkas itu, dan mengejek Gubernur yang seperti mau siap perang, padahal sedang damai2 saja. Gubernur pun marah dan berkata akan memakan berkas yang dirusak tadi dan tidak mau menerima pemberian dan sumbangan apapun dari penginapan lagi. Jo dan anak buahnya juga tidak boleh lagi menginjakkan kaki di kantor ini.


Ternyata semua kotak harta itu disusun jadi satu dan ditutupi oleh kain putih oleh Kang Chi. Kang Chi membawa semua kotak harta itu ke kantor gubernur. Jo melihatnya dan ingin mengambilnya, tetapi dia sudah dilarang untuk kembali ke kantor itu lagi. Dia pun mengamuk di dalam ruang harta yang sudah kosong melompong.


Misi Kang Chi sukses dan dia menagih janji yang sudah disepakati dengan Gubernur Lee, tentang bukti kedekatan mereka yang akan ditunjukkan pada Gong Dal. Dan bukti itu adalah topi gubernur. Gong Dal sangat senang dan memakainya, sementara Kang Chi mendapatkan apa yang dia mau, yaitu ayam dalam panci besar.

Sementara itu Tae Soo yang diikat dihadapkan pada Jo. Dia disuruh melaporkan rencana Pyung Joon dan apa yang akan dilakukan Gubernur Lee dengan silver itu. Tapi Tae Soo tidak mau. Jo pun mengancam menggunakan nama Chung Jo. Tae Soo pergi ke gibang dan mengintip dari jauh, melihat adiknya yang tidak sengaja bertabrakan dengan pria bangsawan yang marah2 padanya karena bajunya kena arak. Tae Soo menangis.

Yeo Wool terbangun di kamarnya dan teringat tentang silver yang harus mereka jaga. Dia segera berlari keluar dan melihat Kang Chi sedang menyapu. Dia mau memanggilnya tapi teringat kejadian semalam dan dia menutupi dadanya. Saat mau kembali, Kang Chi menoleh dan memanggilnya. Kang Chi mengecek kening Yeo Wool yang sudah tidak demam. Yeo Wool pun bertanya bagaimana silvernya? Kang Chi malah mendekat. Yeo Wool bertanya sekali lagi dan Kang Chi menceritakan kesuksesannya. Yeo Wool menggengam tangan Kang Chi dan mengusap2 kepalanya dengan gembira. Lalu dia melihat telapak tangan Kang Chi yang luka. Kang Chi tidak bilang kenapa tangannya luka.


Ternyata waktu Yeo Wool pingsan kemarin, kunang2 biru datang dan menempel di lengan Yeo Wool yang luka. Kang Chi pun melukai telapak tangannya sendiri dan meneteskan darahnya ke luka Yeo Wool dan langsung sembuh. Jadi selain bisa menyembuhkan diri sendiri, Kang Chi juga bisa menyembuhkan orang lain.

Jo menyuruh Haengsu mempersiapkan Chung Jo, karena malam ini Jo akan mengambil keperawanannya. Chung Jo yang mendengar di depan ruangan, syok dan menjatuhkan botol arak.

Sementara itu Tae Soo memohon pada Kang Chi untuk menyelamatkan Chung Jo, membawanya pergi sejauh mungkin. Yeo Wool mendengar pembicaraan mereka dari balik tembok dan terkejut.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar