Kang Chi terpesona melihat penampilan Yeo Wool yang berbeda, tetapi tidak bisa mengekspresikannya dalam kata2. Jadi dia bilang Yeo Wool aneh. Yeo Wool bertanya, bagian mana yang aneh? Semuanya, kata Kang Chi. Yeo Wool kesal dan pergi. Kang Chi mengejarnya, mencoba menjelaskan kalau bukan itu maksudnya, Yeo Wool hanya tampak berbeda dari biasanya. Aish, bilang aja kalo Yeo Wool itu cantik, dasar bodoh!
Yeo Wool pun mengajaknya membeli lampion dan menuliskan kalimat pengharapan. Lampion digantung, bertuliskan "Ingin agar Kang Chi segera menemukan gu family book dan jadi manusia." Kang Chi pikir itu lampion harapannya, lalu bertanya mana lampionnya Yeo Wool? Yeo Wool pun berkata kalau lampion ini adalah harapannya juga. Dia berharap Kang Chi segera jadi manusia. Kang Chi terharu.
Tanpa mereka sadari, Wol Ryung menatap mereka dari jauh. Kang Chi merasakan sesuatu dan menoleh, tetapi tidak ada siapapun yang mencurigakan.
Haengsu menari lima genderang, tetapi tamu jepang itu tidak suka dan mengkritik dengan bahasa jepang. Ternyata Haengsu mengerti bahasa jepang dan minta maaf, lalu bertanya di mana bagian yang tidak disukai? Chung Jo membela Haengsu, mengatakan kalau tarian Haengsu sudah bagus, padahal sudah 10 tahun tidak pernah pegang genderang lagi. Tiba2 wanita jepang itu berkata dalam bahasa korea, bahwa ketukan dan tarian tidak sinkron, jadinya tidak menarik.
Chung Jo jalan2 di pasar melihat lampion. Dia melihat Kang Chi berjalan menuju arahnya sambil senyum2. Chung Jo menatapnya rindu. Ketika kerumunan orang di dekat Kang Chi pergi, nampaklah Yeo Wool di samping Kang Chi. Mereka bertiga saling menatap.
Kang Chi mengantar Chung Jo pulang sampai di depan gibang. Chung Jo berterima kasih dengan bahasa yang formal dan mengundang Kang Chi kapan2 mampir untuk dilayani minum. Kang Chi menyuruhnya untuk berhenti berakting dingin seperti itu, "Apapun yang kau pakai, di manapun kau tinggal, kau tetaplah Park Chung Jo bagiku." Chung Jo membalas dan menyindir, "Jadi maksudmu seorang gisaeng tidak boleh hidup seperti seorang gisaeng? Seperti monster yang hidup tidak sebagai monster, berpikir kalau dia bisa jadi manusia?" ugh.... mak jleb!
Yeo Wool masih menunggui Kang Chi di pasar, tapi sudah ganti baju. Kang Chi pun datang dengan wajah sedih. Yeo Wool menduga, gadis itu sangat berarti bagi Kang Chi dan tidak akan ada yang bisa menggantikannya. Kang Chi menatapnya, lalu Yeo Wool menyuruh Kang Chi melupakan apa yang dia bilang tadi, anggap saja asal bicara. Yeo Wool pun jalan duluan. Tiba2 Kang Chi mengejar dan meraih tangannya hingga tubuhnya berbalik. Mereka saling menatap. Kang Chi seperti hendak bicara sesuatu, mungkin menyatakan perasaan sesungguhnya. Tapi yang keluar dari mulutnya adalah "Aku lapar." gubrak...
Gon kaget saat tahu kalau semalaman Yeo Wool tidak pulang. Lebih parah lagi karena Yeo Wool cuman berduaan sama Kang Chi. Dia ngamuk dan mau mencari Kang Chi untuk membunuhnya, sampai dia ditahan sama Sung dan Gong Dal. Tiba2 Pyung Joon datang mencari Yeo Wool dan Kang Chi. Kakek Gong Dal berbohong kalau mereka sedang pergi karena diberi tugas olehnya. Lalu datang berita buruk, murid yang bernama Kim tewas mengenaskan di hutan. Pyung Joon pun bertanya sekali lagi, di mana Gong Dal mengirim mereka berdua?
Kang Chi dan Yeo Wool makan sup di rumah makan, lebih tepatnya Kang Chi yang makan, sementara supnya Yeo Wool diberikan padanya. Lalu ada dua orang preman menghina2 Kang Chi sebagai sampah masyarakat yang sudah membunuh orang baik (tn. Park). Yeo Wool marah2 untuk membela Kang Chi. Mereka hampir berkelahi. Lalu ketua preman datang menghentikan mereka. Dia mengomel. Anak buahnya mengira dia mengomel pada Kang Chi, tapi ternyata yang dia omeli adalah dua preman tadi, lalu mengusirnya. Semua jadi heran, si ketua preman salah makan apa, kok jadi baik sama Kang Chi? Lalu si ketua preman pun menjelaskan kalau Kang Chi pernah menyelamatkan hidupnya, jadi dia berhutang budi dan memanggil Kang Chi sebagai adik (dongsaeng). Kang Chi dan Yeo Wool pun pergi dan bertemu dengan Gon yang menyuruh mereka segera pulang karena teman mereka kini yang jadi korban selanjutnya.
Sementara itu Jo penasaran dengan wanita jepang rekan kerjanya itu. Dia bisa bahasa korea, juga waktu sekilas melihat wajahnya, seperti pernah bertemu entah di mana. Di kamar mandi, wanita itu melepas baju, dibantu pelayan. Tampak sebuah tato di punggung sebelah kanan, serta bekas cakaran di punggung sebelah kiri. Sudah bisa menebak siapa dia? hehehe...
Pyung Joon beserta Yeo Wool dkk rapat. Tae Soo akan dikirim ke penginapan sebagai mata-mata. Dia akan pura2 berpihak pada Jo. Lalu setelah misi selesai, Pyung Joon berencana menikahkan Tae Soo dengan Yeo Wool. Whaaaaatttt??? Semuanya syok. Yeo Wool tidak terima, dia tidak mau dijodohkan, karena dia mencintai Kang Chi. Dia beralasan kalau semua ini mendadak dan dia tidak siap. Tapi ayahnya tidak mau tahu. Mulai sekarang Yeo Wool harus mulai belajar sebagai wanita sejati dan sebagai istri. Pyung Joon pergi. Yeo Wool dan Kang Chi saling menatap. Dua pria patah hati dalam hal ini (Gon dan Kang Chi), serta satu pria galau dan merasa tidak enak hati (Tae Soo).
Chung Jo berlatih genderang sambil melampiaskan amarahnya. Dia membenci Kang Chi, menganggapnya monster mengerikan. Tetapi mengapa hatinya masih menginginkannya? Lalu seorang gisaeng datang memanggilnya, karena dia dicari seorang tamu. Siapa lagi kalau bukan Jo? Di sana juga ada pembantunya Chung Jo. Jo memberikan pembantu itu untuk jadi pelayan pribadi Chung Jo dan dianggap sebagai hadiah. Tetapi Chung Jo tidak menganggapnya sebagai hadiah, karena pembantunya itu memang sudah jadi miliknya sejak lahir, Jo-lah yang mencuri darinya. Jo pun bertanya, jadi hadiah apa yang dia inginkan? Chung Jo pun berkata dia ingin mendapatkan penginapan. Wol San mengomelinya tidak sopan dan sebagainya. Chung Jo pun berkata, kalau hadiah yang dia minta tadi mungkin berat, bagaimana kalau memulainya dengan menyingkirkan wanita yang duduk di samping Jo terlebih dahulu? Jo pun menurut dan mengusir Wol San. Chung Jo duduk melayani Jo. Jo senang karena Chung Jo sudah berubah. Chung Jo pun berkata bahwa dia menuruti apa yang Jo ajarkan untuk bertahan hidup hingga suatu saat nanti dia bisa menusuk jantung Jo dengan tangannya sendiri. Semua orang terkesiap, tetapi Jo malah tertawa dan berkata akan menantikan saat2 itu.
Gong Dal muncul, mengagetkan Kang Chi yang lagi menghitung kacang. Gong Dal bertanya kenapa Kang Chi menghitung dengan wajah galau begitu? Apa karena mendengar berita rencana pernikahan Yeo Wool? Lalu bertanya sudah sampai hitungan ke berapa? Kang Chi menjawab, sekitar 6000. Gong Dal pun bertanya lagi, sudah sampai hitungan ke berapa saat menghitung tanpa pakai gelang? Kang Chi pun terbelalak dan berkata kalau dia sudah bersumpah tidak akan melepaskan gelang itu, apalagi di perguruan. Gong Dal pun pergi, namun berbalik lagi, "Apakah itu karena nona Yeo Wool? Kau tidak berubah jadi monster bahkan tanpa gelangmu? mungkinkah?"
Kang Chi pun teringat, waktu Yeo Wool tidur di bahunya, Kang Chi pernah coba2 melepas gelangnya, dan dia tidak berubah. Waktu di pasar juga dia coba melepas lagi saat berdiri di sisi Yeo Wool dan dia tetap tidak berubah. Aku sendiri tidak tahu kenapa, bagaimana ini bisa terjadi setiap kali aku berada di sisi Yeo Wool.
Tiba2 Kang Chi merasa merinding lagi dan dia menoleh ke belakang. Sosok misterius itu, Wol Ryung, berdiri tak jauh dari sana sambil tersenyum (evil smile that i loved!!!). Kang Chi berdiri dan membuat kacang 6000nya jatuh. Dia menoleh melihat kacangnya sebentar, lalu saat menoleh lagi, sosok itu sudah menghilang.
Pyung Joon menghadap Gubernur bersama 4 master yang telah berkumpul: Gon (simbol: aprikot), Gong Dal (simbol: bambu), Tae Soo (simbol: bunga krisan), dan Haengsu Chun (simbol: anggrek) (wow!).
Misi pertama untuk master Tae Soo, melaporkan rencana Gubernur untuk membuat kapal perang kepada Jo, atas ijin dari Gubernur, untuk mendapatkan kepercayaan dari Jo.
Sementara itu So Jung terbangun di perpustakaan dalam keadaan yang parah, seperti sekarat. Dia pun teringat percakapannya dengan Wol Ryung (pembukaan episode 14). So Jung mengatakan bahwa Kang Chi adalah anaknya Seo Hwa, anaknya Wol Ryung juga. Wol Ryung bertanya, di mana Seo Hwa? So Jung pun berkata kalau Seo Hwa sudah mati. Wol Ryung kecewa, karena sebenarnya dia ingin mematahkan leher wanita itu dengan tangannya sendiri. "Kau bertanya untuk apa aku kembali? Aku akan menghancurkan semuanya..." Mata Wol Ryung jadi merah dan mencekik So Jung, lalu membantingnya sampai pingsan.
Yeo Wool menghilang dari perguruan, karena untuk mencari Kang Chi. Ternyata Kang Chi ke rumah So Jung dan menemukan biksu tua itu lemas di perpustakaan. So Jung menyuruh Kang Chi segera pergi dari hutan ini, karena dia telah bangkit untuk membunuh Kang Chi. Dia.... Wol Ryung, ayah kandung Kang Chi, akan menghabisi segala yang berhubungan dengan Seo Hwa, termasuk anak kandungnya sendiri.
Sementara itu Yeo Wool di hutan mencari Kang Chi, malah bertemu dengan Wol Ryung. Yeo Wool berlari kabur, tetapi jatuh dan terkilir. Wol Ryung berjalan mendekat, berjongkok di hadapannya dan mengangkat dagu Yeo Wool. Dalam hati Yeo Wool memanggil nama Kang Chi dan Kang Chi yang berlari di hutan, mendengar suara hati Yeo Wool.
(crap, i really crazy in love with his evil smile like this, than his innocent smile at emergency couple, haha)





































Tidak ada komentar:
Posting Komentar