Dan di sinilah mereka sekarang, melindungi Gubernur di tengah halaman. Deputy Seo hendak menembak Kang Chi, namun Yeo Wool menghalangi dengan punggungnya hingga peluru itu menembus punggungnya. Dia jatuh ke pelukan Kang Chi. Tangannya mencengkeram baju Kang Chi, “Jangan pergi ke mana-mana…” Yeo Wool pada akhirnya tewas hari ini, di pelukan kekasihnya.
Kang Chi mengamuk. Sisi monsternya keluar dan menghajar Deputy Seo habis-habisan, lalu mencekiknya. Gubernur memanggil Kang Chi, berusaha mengingatkan bahwa Kang Chi tidak boleh membunuh siapapun. Karena begitu Kang Chi menodai tangannya dengan darah, dia tidak akan bisa berhenti membunuh. Pada akhirnya dia bisa jadi iblis seperti Wol Ryung yang membunuh tanpa henti.
Lah, tapi ternyata Yeo Wool belum mati. Dia memanggil Kang Chi sehingga Kang Chi berhenti mencekik. Deputy Seo hanya pingsan. Kang Chi akan membawa Yeo Wool pergi untuk diobati, tetapi Jo tidak mau membiarkan seorangpun keluar dari tempat ini dengan selamat. Gubernur pun maju dan memanggil anak buahnya. Tiba2 para polisi berdatangan untuk menangkap Jo. Asisten cari aman, memutuskan untuk pulang ke jepang bersama Kageshima. Deputy Seo ditangkap dan dia berteriak pada anak buahnya untuk melindungi Jo. Sisa anak buah melempar bom asap dan membawa pergi Jo.
Kondisi Yeo Wool kritis. Sayang jaman dulu tidak ada dokter untuk mengoperasi korban tembak (panggil dr. Jin dah, atau… Park Hoon Seonsaeng). Pyung Joon teringat waktu Yeo Wool kecil dan ingin diajari pedang. Dia ingin belajar pedang karena ada anak (Kang Chi kecil) yang terluka untuk menolong dirinya, sedangkan dia cuma bisa menangis. Dia ingin melindungi orang. Pyung Joon mengepalkan tangannya dan keluar.
Kang Chi menemui So Jung, untuk mencari tahu apakah bisa menyelamatkan Yeo Wool. Tetapi tidak ada yang bisa mereka lakukan. Yeo Wool tidak punya pilihan, menghindari atau menghadapi takdirnya. Dan dia telah memilih untuk menghadapi takdirnya, jadi inilah harga yang harus dia bayar. Jadi memang hari ini adalah hari kematian yang sudah digariskan. Dia terselamatkan dari bola besi, tetapi kemudian mati oleh peluru. Kang Chi lebih baik tetap berada di sisi Yeo Wool sampai saat kematiannya tiba.
Saat Kang Chi pulang, perguruan sepi. Dia memandang pintu kamar Yeo Wool. Lalu Sung datang memberitahu bahwa tadi Gon mencarinya. Pyung Joon membawa para murid ke hutan untuk membunuh Jo dengan tangannya sendiri. Jo kabur di hutan bersama para pengawalnya. Tapi tampaknya seluruh hutan sudah dipenuhi oleh murid Perguruan Dam. Mereka menunggu perintah Jo, tetapi Jo tidak bisa berpikir jernih. Dia malah mencari Deputy Seo dan akan menuruti apapun ide pengawal setianya itu. Tampaknya Jo tidak bisa hidup tanpa Deputy Seo, sudah ketergantungan sama orang itu. Jadi begitu Deputy Seo ditangkap, dia sudah tidak punya pegangan.
Seorang murid menemukan Jo dan memanah ke langit dan keluar semacam bom warna biru sebagai pertanda. Jo pun terkepung. 2 pengawal membawa kabur Jo, tapi dihadang oleh Kang Chi. Jo menyuruh 2 pengawal itu menyerang, tapi mereka tak berani. Kang Chi menyuruh 2 pengawal itu meletakkan pedang dan kabur sejauh mungkin sebelum dia membunuh mereka. Dan memang tidak ada pengawal yang lebih setia seperti Deputy Seo, mereka kabur sendiri.
Jo mengambil pedang dan mengancam akan memotong kepala Kang Chi. Kang Chi mendekat dan memotong tangan Jo dengan cakarnya. Teriakan Jo menghentikan Pyung Joon dan para anak didiknya yang berkelahi di belakang. “Kau merasakan rasa sakit itu?” lalu Kang Chi meninggalkannya.
Wol San terkejut saat mendengar kabar bahwa Jo ditangkap karena menjual info negara kepada Jepang dan tangannya buntung. Chung Jo lewat dengan senyum kemenangan, karena Wol San tidak punya back up lagi. sementara itu Yeo Wool sadar dan minta bangun. Kang Chi membantunya duduk dan Yeo Wool bersandar di pelukan Kang Chi. Dia punya 3 permintaan dan ingin Kang Chi mengabulkannya.
Kang Chi menggendong Yeo Wool ke kamar, tetapi Yeo Wool ingin jalan2 keluar. Ini permintaan yang kedua. Mereka duduk di atas batu di pinggir sungai kecil. Yeo Wool bersandar di bahu Kang Chi
“Aku penasaran, mengapa kau takut dengan laba-laba?” tanya Yeo Wool.
“Karena kaki mereka banyak. Aku juga penasaran. Ingatkah,
waktu kecil, aku pernah berkata padamu, kalau aku akan membuatmu menikah
denganku? Jika aku bertanya sekali lagi, apa jawabmu?”
Yeo Wool bangun dan terkejut, “Sejak kapan kau mengingat
itu?”
“Sejak kau menyebutkan namamu.”
“Lalu mengapa kau tidak bilang?”
“Kau sudah menjadi orang yang sangat berarti bagiku.”
“Maukah kau menikah denganku?”
“Aku tidak bisa masak nasi dengan benar.”
“Maukah kau menikah denganku?”
“Aku tidak bisa menjahit.”
“Maukah kau menikah denganku?”
Yeo Wool membelai wajah Kang Chi, menghapus air mata yang mengalir di sana.
“Jangan menangis, Kang Chi. Aku ingin menjadi kenangan
manismu, bukan kenangan yang sedih. Aku ingin memberimu senyuman, bukan air
mata. Ketika kau memikirkanku, aku ingin kau merasa bahagia. Inilah permohonanku
yang ketiga.”
“Mari kita bertemu lagi (di kehidupan selanjutnya). Aku akan
menunggumu. Kita harus bertemu lagi.”
Yeo Wool mengangguk.
“Aku mencintaimu,” kata Kang Chi.
“Aku mencintaimu,” kata Yeo Wool juga.
Mereka berciuman. Dalam hati Kang Chi berkata, Jika aku bertemu denganmu lagi, aku akan
mengenalimu lebih dulu. Jika aku bertemu denganmu, aku akan mencintaimu lebih
dulu.
Tangan Yeo Wool lemas, jatuh ke roknya. Kepala Yeo Wool jatuh ke bahu Kang Chi. Kang Chi tertegun, lalu memanggil-manggil nama Yeo Wool yang tidak bisa lagi disahut. Kang Chi menangisi kepergian kekasihnya untuk selamanya. Seperti inilah… suara dari napasnya yang berhenti. Dan waktuku pun ikut berhenti.
Tidak hanya Kang Chi, semua orang yang mengenal Yeo Wool menangis kepergiannya dalam diam di ruangan mereka masing-masing. Tae Soo masuk ke kamar Kang Chi, di mana pria itu duduk dengan pandangan kosong di sisi bunga ungu yang telah layu. Kang Chi berpikir, seandainya bukan karena dirinya, apa mungkin Yeo Wool masih hidup, tertawa, dan hidup bahagia? Tae Soo berkata, “Jika aku disuruh memilih, hidup seratus tahun sendirian atau seratus hari bersama orang yang kucintai, aku memilih hidup seratus hari bersama orang yang kucintai. Nona Yeo Wool pasti telah bahagia karena dirimu.”
Kang Chi keluar bersama Tae Soo dengan menggendong tas kain. Dia akan mengembara, bukan untuk mencari gu family book, melainkan menjadi siluman yang melindungi hutan seperi Wol Ryung. Dia akan hidup immortal sampai saatnya bertemu seseorang yang membuatnya ingin hidup menjadi manusia. Semua mengucapkan selamat tinggal. Gong Dal memberikan beberapa ramuan obat dan cincinnya. Pyung Joon memberikan pedang Yeo Wool untuk dia simpan.
Saat berjalan keluar, Gon muncul di belakangnya dan mengucapkan selamat tinggal dengan bergumam pelan. Tapi Kang Chi mendengar dan membalas dalam hati, “Selamat tinggal, teman.” Sambil melambaikan tangan yang menggenggam pedang.
Rompi buatan Chung Jo dikembalikan. Chung Jo tersenyum sedih, “Ini perbedaan cinta pertama dan cinta terakhir. Cinta pertama membuat seseorang bertumbuh, sedangkan cinta terakhir melengkapi seseorang.” Lalu Chung Jo datang ke penjara menemui Jo. Dia masuk ke dalam sel dan menyajikan minuman yang adalah racun. Keinginan Chung Jo hanyalah membunuh Jo dengan tangannya sendiri. Tidak menghindari kematiannya, Jo malah meminta satu gelas lagi. Dia merasa hidupnya membosankan dan kesepian. Lalu dia muntah darah dan pada akhirnya mati dalam kesendiriannya.
Di perjalanan, Kang Chi bertemu gubernur. Mereka mengobrol sebentar dan Gubernur memberikan beberapa petuah. Sebelum pergi, Kang Chi bertanya, menurut Gubernur apakah gu family book itu benar2 ada? Menurut Gubernur, jika Kang Chi percaya bahwa dia bisa menjadi manusia, berarti buku itu memang benar2 ada.
Dan tanpa seorangpun tahu, malam itu bunga ungu yang telah layu, mekar kembali.
422 tahun kemudian, Seoul, 2013 (pic dibawah dari : http://www.kutudrama.com/2013/06/sinopsis-gu-family-book-episode-24-2.html)
Di dalam sebuah rumah yang mewah, di mana banyak barang
antik,
salah satunya adalah pedang dengan sarung berwarna hijau giok tergantung
di dinding.
Sebuah handphone menyala di dekat bunga ungu yang diletakkan di
dalam vas.
Seorang pria sedang berendam di dalam sabun, membaca majalah. Salah
satu halaman tampak gambar seorang pria tua berbaju dokter dengan menunjukkan
sebuah obat, reinkarnasi kakek Gong Dal.
Lalu pria itu memilih baju, tampak
jempolnya tersemat sebuah cincin yang diberikan oleh Kakek Gong Dal dulu.
Saat
mengambil jas, tampak sebuah rompi berwarna merah juga tergantung di sana.
Sebelum keluar dari rumahnya, dia melihat ke langit. Ini bulan sabit yang ke 5221 yang kulihat sendiri.
Saat melihat
pedang, seseorang memanggilnya, “Presdir.” Dia pun menoleh. Dia Choi Kang Chi,
versi modern.







Yang memanggilnya adalah pelayannya, reinkarnasi kepala pelayan Choi (mati urip jadi pembokat haha). Pelayan Choi memberikan minuman, lalu Kang Chi pergi. Mobilnya yang keren datang. Seorang pelayan yang menyetirkan mobil keluar dari dalamnya. Kang Chi memanggilnya Eok Man, nama pelayan itu sekian ratus tahun lalu. Pelayan itu mengomel karena namanya bukan Eok Man, tapi Kim Ki Bang. Yah, namanya juga reinkarnasi jadi namanya beda.
Kang Chi menyetir mobil sendiri, melewati patung Raja Sejong. Saat berhenti di lampu merah, dia melihat seorang wanita berlari-lari. Dia seperti tahu wanita itu, tetapi karena diklakson sama mobil belakang, Kang Chi pun pergi. dia berhenti di depan sebuah hotel tempat dia akan menghadiri sebuah pesta. Saat turun mobil, ia mendengar suara minta tolong. Dia ingin mengabaikan suara itu tetapi tidak bisa.

Saat mengembalikan tas wanita itu, tiba2 terdengar suara wanita yang menyuruh Kang Chi angkat tangan. Para preman pun kabur sambil merebut tas wanita tadi. Wanita itu juga mengejar. Kang Chi mau ikut mengejar tapi dia disuruh diam dan angkat tangan. Kang Chi hendak membela diri karena polisi wanita itu salah paham. Tapi saat menoleh, Kang Chi tertegun.
Polisi wanita yang mendekatinya sambil menodongkan pistol itu adalah reinkarnasi Yeo Wool. Tangan Kang Chi turun. Dia bergumam, “Yeo Wool…” Polwan itu tertegun, “Bagaimana kau tahu namaku? Apa kau mengenalku?”
Jika aku bertemu denganmu lagi, aku akan mengenalimu lebih dulu. Jika aku bertemu denganmu, aku akan mencintaimu lebih dulu.
Yeo Wool bertanya sekali lagi, “Apa kau mengenalku?”
“Entahlah, mungkin iya, mungkin juga tidak…” jawab Kang Chi.
Dan Kang Chi melihat bulan sabit menggantung di atas pohon
bunga peach.
Dan waktu yang telah
berhenti bagiku, kini mulai bergerak kembali.
-ekstra part after ending song-
Seseorang membunyikan bel. Kang Chi membuka pintu.
Reinkarnasi Gon datang, dengan kacamata hitam (omo, bopsida!) Dia menunjukkan
idcard-nya, tampaknya dari semacam kepolisian atau detektif gitu, namanya Bang
Sung Jun. Di sampingnya, ada reinkarnasi Gubernur Lee, pakai kacamata hitam
juga. Then, keut. Heeeee???????????
Notes:
Ini adalah salah satu drama dengan ending yang sangat-sangat
menggantung. Aku jadi ingin membuat fan fiction-nya. Dari cerita ending yang
bagian modernnya itu tampak kalau Kang Chi sudah jadi presdir sebuah
perusahaan, sepertinya hotel karena dia tinggalnya di semacam hotel atau
apartemen mewah gitu. Sedangkan Yeo Wool jadi polisi atau detektif. Tidak
diketahui identitas reinkarnasinya gubernur ini jadi apa, NIS? Atau malah
gangster? Yang jelas reinkarnasi Gon jadi pengawalnya si reinkarnasi gubernur.
Tidak diceritakan tentang Tae Soo maupun Chung Jo di sini. Tapi nampaknya saya
sudah punya sedikit gambaran untuk membuat fanficnya, karena berbau polisi2an,
jadi harus riset nonton drama polisi2an semacam You Are All Surrounded.
Ceritanya Kang Chi ternyata bukan hanya seorang presdir, tetapi dia spy
undercover dibawah pimpinan si reinkarnasi gubernur, menyelidiki bisnis hitam
seorang mafia, Jo Gwan Woong. Sementara Tae Soo dan Chung Jo karena nggak
diperlihatkan, jadi penulis FF bisa bikin mereka jadi apapun. Aku akan bikin
mereka berdua saudaraan lagi, anak orang kaya pemilik hotel bintang lima. Tae
Soo jadi pacarnya Yeo Wool, sedangkan Chung Jo akan dijodohkan dengan Kang Chi.
Meski mungkin sudah banyak fanfic Gu Family Book yang pasti
sudah betebaran di dunia maya. Selain itu, melihat Kang Chi di masa modern ini,
kisah ini mengingatkanku pada Do Min Joon di You Who Come From The Star. Hidup
ratusan tahun hingga bertemu dengan reinkarnasi dari wanita yang dicintainya
pada jaman dahulu kala, dengan kemampuan supernatural, kaya raya pula karena
dia mengumpulkan harta sudah dari jaman balehula.

Back to the story, memang drama Gu Family Book ini bagus banget,
meski endingnya bikin gemes. Dari awal hawa sedihnya sudah terasa (belum lagi
spoiler dari teman2, jadinya tahu deh endingnya bagaimana). Aku menangis
beberapa kali, terutama mendekati ending. TOP – lah. Aku berharap bakal ada
session yang kedua, dengan pemain yang sama. Minimal Lee Seung Gi dan Suzy
tetap main, bukan orang lain. Akting Seung Gi memang sudah tidak diragukan
lagi. Dia memang aktor professional multitalent. Sedangkan Suzy meski baru
beberapa kali berakting, tapi ternyata jago juga. Padahal awalnya aku rada
sangsi dia bisa main saeguk bareng aktor top Seung Gi, pedang-pedangan pula.
Sebelumnya dia cuma jadi anak sekolahan biasa di Dream High, itupun mainnya
juga sama sesama idol (kecuali Soo Hyun).

Afterall, this is a good drama.
















































Tidak ada komentar:
Posting Komentar