This episode is full of tears. Tissue, please…

Wol Ryung menatap Seo Hwa, seperti pernah mengenal, tetapi
dia lupa. Lalu Kang Chi datang untuk melindungi ibunya. Mereka pun bertarung.
Kang Chi masih belum bisa mengalahkan Wol Ryung. Wol Ryung mencekik dan akan
mencakar Kang Chi, tiba2 Seo Hwa berteriak, “Jangan! Dia adalah anakmu! Dia
adalah anak kita!” Wol Ryung tertegun. Tapi tak lama kemudian mereka bertarung
lagi.


Beberapa anak buah Jo ternyata datang, hendak membunuh Wol
Ryung. Mereka melepas panah dan saat itu Kang Chi melihatnya, segera memutar
tubuh Wol Ryung hingga punggung Kang Chi yang kena panah. Wol Ryung menyerang
orang2 itu, menghisap jiwa mereka, lalu menghilang.


Sementara itu Yeo Wool dkk berhasil kabur dari para ninja
dan menemui Kang Chi yang terluka. Yeo Wool memeluk Kang Chi, menjadi pegangan
baginya, sementara Gon mencabuti panah2 itu. Dari jauh Wol Ryung melihat
mereka, berusaha mengingat Seo Hwa, tetapi tidak bisa. Dia kesal dan memukul
batang pohon. Seo Hwa menoleh, seperti merasakan keberadaan Wol Ryung, tetapi
tidak ada siapapun.

Deputy Seo melaporkan anak buahnya yang mati mengerikan.
Lalu Asisten datang, melapor pula bahwa ninjanya gagal membunuh Seo Hwa karena
Kang Chi dkk datang. Mungkin dia sekarang ada di perguruan. Jo marah, karena
itu berarti Seo Hwa bisa membocorkan semua rahasia kerjasama mereka.

Gubernur Lee datang ke perguruan, menemui Seo Hwa. Kang Chi
disuruh keluar karena Seo Hwa ingin bicara hal penting pada Gubernur. Di luar 3
temannya berkumpul. Tiba2 terdengar suara perut Yeo Wool berbunyi, laper.
Mereka pun makan ayam buatan Gong Dal bersama2. Yeo Wool dan Kang Chi saling
mempersilahkan makan duluan. Gon dan Tae Soo hanya bisa melihat mereka saling
menyuruh makan. Akhirnya Tae Soo mengambil paha ayam yang mereka saling
persilahkan itu, dan memakannya. Gon juga mengambil paha ayam yang satunya
lagi. Yeo Wool pun mengambil sayap, tapi Kang Chi merebutnya. Kini sejoli aneh
itu malah saling berebut makanan. Gong Dal tersenyum melihat keceriaan para
anak muda itu.

Seo Hwa membeberkan rahasia pemerintah Jepang yang mau
mengadakan perang dengan Joseon. Dia memiliki semua nama2 orang yang ada di
balik ini semua, termasuk yang merupakan orang korea juga (pengkhianat), tetapi
dia ingin memohon sesuatu terlebih dahulu. Sementara itu Kang Chi memikirkan tugas dari Haengsu. Tae Soo pun membantunya. Tae Soo menyobek bagian bawah tulisan dengan pedangnya, sehingga tampak karakter lain dari tulisan itu. Kang Chi pun mendapatkan jawabannya.


Kang Chi mempersiapkan kasur untuk Seo Hwa. Seo Hwa merasa
bangga padanya karena tumbuh menjadi anak yang baik dan berbakti, padahal dia
tidak dibesarkan oleh orangtua kandung. Seo Hwa menceritakan bahwa dulu dia
tidak bermaksud membuang Kang Chi. Dia awalnya meninggalkan Kang Chi di goa,
tapi saat hendak kembali, goa itu tidak bisa ditemukan, bagai telah tertutup
baginya. Sementara itu Yeo Wool mendengar percakapan mereka dari luar, kemudian
mengobrol dengan Gon.


Para anak buah Gubernur melapor bahwa korban pembunuhan
misterius makin bertambah banyak dan sudah mendekat ke desa mereka. Dalam waktu
beberapa jam saja, kalau Wol Ryung tidak dihentikan, maka dia bisa sampai ke
penginapan. Gubernur segera menyuruh mereka untuk berjaga dan juga melaporkan
kepada perguruan Dam untuk mengurus masalah siluman ini.
Wol Ryung menghisap jiwa semua orang yang dilewatinya. Meski
begitu, dalam hatinya dia berteriak, agar ada seseorang yang menghentikannya.
Rasa hausnya tidak pernah bisa terpuaskan. Dia terus ingin membunuh semua
orang. Sementara itu, orang yang bisa menghentikannya, Kang Chi, sedang
tertidur di pangkuan Seo Hwa. Sementara itu Yeo Wool dan Gon latihan pedang
kayu. Lalu Seo Hwa keluar dari kamar dan tersenyum pada mereka.

Pesan urgent dari Gubernur datang kepada Pyung Joon. Dia
menoleh dan Seo Hwa ada di ruangannya, menganggukkan kepala. Yeo Wool masuk ke
kamar Kang Chi, memandang kekasihnya tertidur nyenyak dengan wajah polosnya.
Ternyata sebelumnya Seo Hwa menitipkan Kang Chi pada Yeo Wool, sementara
dirinya akan terjun ke medan peperangan untuk melawan Wol Ryung. Yeo Wool sudah
mencegahnya, tetapi Seo Hwa bersikeras. Yeo Wool membangunkan Kang Chi.
Sebenarnya Seo Hwa menyuruh untuk merahasiakan ini, tetapi Yeo Wool merasa ini
tidak benar dan dia juga sudah janji sama Kang Chi, tidak ada rahasia apapun di
antara mereka lagi. jadi dia memberitahu rencana Seo Hwa itu.
Warga desa sudah dievakuasi. Kepala polisi menyuruh Jo ikut
mengungsi, tapi dia ingin melawan Wol Ryung dengan pistolnya. Asisten melihat
dari jauh sambil tersenyum bersama samurai. Nampaknya dia sendiri punya rencana
untuk mempergunakan Jo dalam menguasai joseon selatan. Tae Soo mengintip dengan
masker di mulut. Tapi dia ketahuan. Sementara itu Kang Chi dan Yeo Wool keluar, bertanya pada Gon apa yang
terjadi sesungguhnya. Gon pun menceritakan kalau Wol Ryung sudah mendekati desa
mereka. Seo Hwa akan turun tangan sendiri menghentikannya. Kang Chi pun akan
pergi, tapi Yeo Wool menyuruhnya menunggu sebentar karena dia akan ikut, mau
ambil senjata dulu. Namun saat Yeo Wool pergi, Kang Chi menitipkan Yeo Wool
pada Gon.

Gon menghentikan Yeo Wool yang mau keluar dari kamar. Dia
menyampaikan pesan dari Kang Chi, “Aku akan kembali.” Gon mau Yeo Wool menunggu
saja di kamarnya, karena Kang Chi pasti akan kembali. Gon menjelaskan bahwa
kekuatan dan kontrol diri Kang Chi sudah sempurna. Dia tidak perlu gelang
ataupun keberadaan Yeo Wool untuk mengontrol jiwa siluman dan manusianya.

Wol Ryung datang, sudah ditunggu oleh para prajurit, juga
pistolnya Jo. Deputy Seo menyalakan sumbunya dan Jo bersiap untuk menembak.
Tetapi tiba2 Seo Hwa muncul menghentikan Wol Ryung. Wol Ryung mencekiknya. Seo
Hwa menangis hingga air matanya menitik ke tangan Wol Ryung, lalu Wol Ryung
mulai goyah karena air mata itu.


Jo tetap hendak menembak, terserah yang mati
siapa, Wol Ryung ataupun Seo Hwa. Dia memang menginginkan dua orang itu mati.
Wol Ryung melihat Jo yang mau menembak, memutar tubuh Seo Hwa hingga punggungnya
yang tertembak.


Seo Hwa menjerit melihat suaminya terluka. Dan tiba2 urat hitam
di tubuh Wol Ryung menghilang, seiring dengan kembalinya ingatannya. “Seo Hwa?”
Wol Ryung mengingat istrinya. “Aku merindukanmu…” Mereka menangis bersama
sambil berpelukan. Mereka menghilang bersama angin kencang.

Kang Chi tadinya hendak pergi ke pinggir desa untuk melawan
Wol Ryung, tetapi Gubernur menghentikannya. Seo Hwa sudah menitipkan Kang Chi
padanya untuk dibimbing dan dilindungi. Gubernur berkata kalau Seo Hwa sudah
pergi bersama Wol Ryung. Kang Chi tidak rela kehilangan ibunya lagi, padahal
baru saja bertemu. Dia tetap ingin pergi, namun Gubernur berkata bahwa ini
keinginan terakhir Seo Hwa, tolong dimengerti keinginan orangtua yang mau
melindungi anaknya. Kang Chi terduduk lemas dan menangis pilu. Gubernur
memeluknya, ikut menangis bersama. (aduh, nggak kuat gue, ikut nangis juga
nih…)


Jo berdiri di depan kamar yang pernah ditinggali Seo Hwa.
Dulu dia pernah mengajak Seo Hwa untuk memilih berada di sisinya, maka Jo akan
memaafkan segala perbuatan Seo Hwa. Tetapi Seo Hwa tidak mau dan berkata bahwa
ini adalah hukuman untuk Jo. Jo yang terlalu ambisius, jika menginginkan
sesuatu dia akan jadi seperti orang gila untuk mendapatkannya. Dia memang
memiliki segalanya tetapi tidak pernah puas, dan tidak akan pernah puas karena
dia tidak bisa memiliki Seo Hwa yang selama 20 tahun diinginkannya.

Seo Hwa terbangun di goa. Dia teringat waktu pertama kali
terbangun di sini. Lalu Wol Ryung datang. Dia melihat Wol Ryung yang dulu
tersenyum ramah padanya. Namun sekarang Wol Ryung tampak dingin.


Wol Ryung
menyuruh Seo Hwa pulang beberapa hari nanti sebelum ingatan Wol Ryung hilang
dan dia jadi iblis lagi. Seo Hwa meminta maaf, karena dirinya Wol Ryung jadi
seperti ini. “Hatiku yang kecil tak mampu menampung cintamu yang besar.” Dia
menunjukkan pisau So Jung yang seharusnya digunakan Wol Ryung untuk membunuh
Seo Hwa dulu. Seo Hwa selalu menyimpan pisau ini sampai suatu saat dia bisa
bertemu dengan Wol Ryung lagi. Seo Hwa berharap pisau ini dapat mengembalikan
Wol Ryung menjadi siluman baik seperti dulu. Dia pun menusuk jantungnya sendiri
dengan pisau itu. Wol Ryung tidak sempat menghalanginya.


Seo Hwa jatuh di pelukan Wol Ryung yang menangisinya. Seo
Hwa berubah menjadi Seo Hwa waktu muda, “Aku mencintaimu dan aku minta maaf.
Ini adalah bukti cintaku kepadamu.” Dia membelai wajah Wol Ryung lalu mati.



Wol Ryung menangisinya, teringat pula masa-masa indah mereka 20 tahun lalu. Langit pun menangis bersamanya.


Haengsu mendapatkan surat dari Kang Chi. Isinya cuma satu
kata, berhubungan dengan tugas yang Haengsu berikan. Dia sudah mendapatkan
jawabannya. Memotong pohon dari bawah untuk membangun rumah. Hal ini
berhubungan dengan membangun keluarga. Mengampuni ibunya yang telah
membuangnya, adalah salah satu cara membangun keluarga kembali. Sementara itu, Kang Chi pulang berhujan-hujanan. Di depan gerbang, Yeo Wool
menungguinya dengan payung. Mereka saling berpandangan. Yeo Wool melihat tangan
Kang Chi tanpa gelang, teringat kata2 Gon bahwa Kang Chi kini sudah bisa
mandiri tanpa gelang dan Yeo Wool lagi. Dalam arti, Kang Chi sudah tidak butuh
Yeo Wool lagi. Ayahnya pun berkata bahwa ini saatnya Kang Chi pergi mencari gu
family book. Yeo Wool harus membiarkan dan merelakan Kang Chi pergi. Dia hanya
bisa pergi jika Yeo Wool melepaskannya.

Yeo Wool menanyakan kabar ibu Kang Chi.
Kang Chi memeluknya, meminta kekuatan, karena ibunya telah pergi untuk
selamanya. Yeo Wool menangis bersamanya di bawah payung yang disirami hujan.
Menangis karena ibu Kang Chi yang telah pergi, juga menangis karena harus
merelakan Kang Chi pergi…


Tidak ada komentar:
Posting Komentar