Kang Chi teringat waktu di pasar, Yeo Wool bertanya, apa
Chung Jo benar2 sangat berarti dan tak dapat terganti? Lalu saat Yeo Wool
mengatakan kalau dia selama ini baik pada Kang Chi karena ingin melakukan
apapun semampunya. Juga saat dia memberikan bunga pada Yeo Wool.
Mengapa aku tidak bisa
mengatakannya kepadamu? Sebenarnya…sebenarnya Yeo Wool…
Kembali ke masa sekarang, Yeo Wool diculik dan Kang Chi
berpikir kalau yang menculiknya adalah Wol Ryung, karena sudah mengancam akan
menghancurkan apapun yang berhubungan dengan Kang Chi jika dia tidak menyerah
menjadi manusia. Kang Chi yang awalnya tidak mau bilang siapa pelaku pembunuhan
yang sebenarnya, akhirnya buka suara. Pyung Joon terkejut kala mengetahui kalau
Wol Ryung hidup kembali. Dia bertanya kenapa Kang Chi tidak bilang dari dulu?
Kang Chi terdiam. Gong Dal pun membelanya, bagaimanapun juga Wol Ryung adalah
ayah kandung Kang Chi, jadi secara alamiah Kang Chi ingin melindungi ayahnya.
Lalu Kang Chi melepaskan gelangnya untuk menghadapi Wol Ryung sendirian.
Tapi sebenarnya dugaan Kang Chi salah. Yang menculik Yeo
Wool adalah Deputy Seo dan anak buahnya. Jo yang marah karena dipermalukan,
menyuruh Deputy Seo mengambil sesuatu yang paling berharga bagi Pyung Joon,
yaitu putri kesayangannya. Deputy Seo menyuruh anak buahnya memenggal kepala
Yeo Wool lalu mengirimkan ke perguruan, sementara tubuhnya akan dibiarkan di
hutan, di makan binatang buas.
Tiga anak buah hendak menyerang dengan pedang, namun
meskipun mata Yeo Wool tertutup kain, dia dapat melawan 3 penjahat itu. tapi
yang namanya tenaga cewek, pakai tutup mata pula, dia tetap kalah dan akan ditebas.
Tiba2 3 penjahat itu dibunuh. Yeo Wool, bertanya, siapa itu? Tapi penolongnya
tidak menjawab. Dia melepaskan ikatan dan tutup mata Yeo Wool, barulah dia tahu
siapa penolongnya. Wol Ryung.
Sementara itu Deputy Seo dan sisa anak buahnya terkejut
melihat Wol Ryung dari jauh. Dia pun mau kabur, tapi begitu noleh, Wol Ryung
sudah berdiri di hadapannya. Lalu terdengar jeritan. Oh, si jahat sudah mati?
Yeo Wool kabur ketakutan. Tapi dia dihadang oleh Wol Ryung yang melarangnya
pergi sebelum dia mengijinkan. Ah, ini namanya keluar dari mulut harimau masuk
ke mulut singa. Tapi untungnya Kang Chi datang. Wol Ryung menarik Yeo Wool dan
mencekiknya, mengancam Kang Chi. Dia harus menyerah menjadi manusia jika ingin
Yeo Wool selamat. Wol Ryung menegaskan sekali lagi, bahwa dia adalah ayah Kang
Chi (anak disuruh bapak harus nurut). Yeo Wool pun terkejut.
Saat Kang Chi akan memutuskan untuk berubah, Yeo Wool
melarangnya. Wol Ryung membalikkan tubuh Yeo Wool dan menyuruhnya diam. Yeo
Wool dengan berani berkata, kalau Wol Ryung memang ayah Kang Chi, maka jangan
ganggu dia, jangan sakiti dia. Selama ini hidupnya sudah susah, jangan ditambah
susah. Wol Ryung mencekik makin kuat. Kang Chi pun menyerang dan cekikan itu
terlepas. Wol Ryung mengamuk dan matanya merah. Kang Chi bertarung dengan
ayahnya. Tapi sesuai dugaan, Kang Chi kalah.
Wol Ryung hendak menuju Yeo Wool, namun Kang Chi
menghalangi. Dia dipukul sampai muntah darah. “Dia adalah milikku! Jangan
sentuh wanitaku!” Mendengar kalimat itu dari Kang Chi, Wol Ryung teringat, dia
pernah mengatakan hal yang sama saat Seo Hwa diambil dari sisinya. Like father,
like son. Tiba2 kunang2 biru datang. Wol Ryung menurunkan tangannya yang tadi
hendak menyerang. Angin bertiup kencang, Kang Chi memeluk Yeo Wool untuk
melindunginya. Wol Ryung pun menghilang bersama angin.
Setelah semuanya selesai, Kang Chi menanyakan keadaan Yeo
Wool dan juga sebaliknya. “Kupikir aku akan kehilanganmu, tadi itu sangat
menyeramkan,” kata Kang Chi sambil memegang pipi Yeo Wool. Yeo Wool memeluk Kang
Chi lagi sambil menangis.
Sebenarnya… Yeo Wool,
kaulah orang yang paling penting bagiku. Tanpamu, hidupku tak berarti.
Dan akhirnya mereka berciuman, di tengah kunang2 biru.
Mereka menghentikan ciuman sebentar, Yeo Wool melihat Kang Chi sudah kembali
jadi manusia, padahal gelangnya jauh di perguruan. Yeo Wool mencium Kang Chi
lagi.
So Jung sedang membaca, lalu merasakan sesuatu. Dia masuk ke
perpustakaan. Di sana sudah ada Wol Ryung yang duduk lemas. Ternyata perutnya
terluka, tapi dia sudah tidak punya kemampuan menyembuhkan diri. Dia teringat
kata2 Kang Chi yang sama dengan kata2nya waktu Seo Hwa diambil darinya. Tetapi
memory Wol Ryung sedikit demi sedikit akan menghilang dan dia akan jadi iblis
selamanya. Wol Ryung ingin mati saja sebelum hal itu terjadi dan yang bisa
membunuhnya hanya Kang Chi. “Aku ingin mati dan pergi ke tempat Seo Hwa
berada…”
Dan Seo Hwa ada di penginapan (mau ke sana, pak hehehe). Dia
bernegosiasi dengan Jo untuk membeli Tae Soo (Tae Soo sekarang statusnya jadi
budak) untuk mengelola penginapan ini. Tapi Jo tidak mau. Dia juga tersinggung
karena dikatai tidak bisa mengurusi penginapan, bentar lagi bakalan bangkrut.
Jo berkata kalau penginapan dan segala isinya adalah miliknya, terserah dia mau
memajukan atau membangkrutkan. Seo Hwa berkata kalau penginapan ini seluruhnya
dapat biaya dari dirinya, serta beberapa bisnis Jo yang lain, semuanya dibiayai
oleh Seo Hwa. Jadi secara tidak langsung, Seo Hwa-lah pemilik semua bisnis Jo,
dalam arti sahamnya. Jo marah dan membuka tirai yang memisahkan mereka. Seo Hwa
segera menoleh ke arah lain untuk menutupi wajahnya, sementara pengawalnya
menghadang dengan samurai. Setelah Jo keluar, Seo Hwa bernapas lega sambil
mencengkeram roknya. Sementara itu Jo mencari Deputy Seo yang tidak pulang2. Deputy Seo dan semua
anak buahnya sudah terkapar habis diserang Wol Ryung. Dia sekarat. Tapi masih
hidup.
Yeo Wool dan Kang Chi ditanyai, siapa yang bertanggung jawab
atas penculikan semalam? Yeo Wool tidak bilang kalau pelakunya adalah anak buah
Jo, karena Deputy Seo berkata, “Salahkan saja ayahmu. Ini semua gara2 ayahmu.”
Dia pun bilang kalau matanya ditutup. Saat Pyung Joon bertanya, apa bukan Wol
Ryung? Mereka kompak berkata bukan. Kang Chi berkata, orang yang menculik itu
banyak dan pakai masker kain. Gon pun berpikir kalau pelakunya adalah anak buah
Jo. Yeo Wool memohon pada ayahnya untuk keluar dari kurungan dan bisa memegang
pedang lagi, agar dia tidak diculik lagi. Tapi belum sempat Pyung Joon
melarang, Kang Chi sudah melarang duluan, bahkan menyuruh agar kakinya dirantai
saja. Mereka bertengkar dan keluar dari ruangan itu. Pyung Joon dan Gon hanya
bisa melongo bingung. Begitu di luar, mereka tersenyum bersama. Ternyata
pertengkaran itu memang rencana mereka, agar hubungan backstreet mereka tidak
ketahuan. Saat Gon keluar, mereka pura2
bertengkar lagi.
Di kamar, Yeo Wool mengingat lagi pesannya pada Kang Chi di
perjalanan pulang, kalau mereka harus pura2 musuhan setidaknya sampai
kurungannya selesai. Dan pertemuan mereka dengan Wol Ryung harus dirahasiakan.
Yeo Wool tidak dapat mengatakan alasan sebenarnya, yaitu karena gara2 ayah Yeo
Wool, ayah Kang Chi jadi begitu. Kang Chi sebenarnya ingin melapor pada Pyung
Joon, dia tidak ingin melindungi ayah yang seperti itu. Sementara itu Kang Chi senyum2 sendiri di dapur dan
dikagetkan oleh Gong Dal. Gong Dal batuk2 dan diberi obat. Dia mengeluhkan
dirinya yang sudah tua, gampang sakit. Kang Chi merasa bersalah, Kakek Gong Dal
dulunya sehat walafiat sebelum Wol Ryung mencekiknya. Tapi Gong Dal melarang
Kang Chi menyalahkan diri. Dia pun bertanya, apa yang akan dilakukan Kang Chi
selanjutnya? Bukankah Kang Chi harus latihan mengendalikan diri ketika tidak
pakai gelang, mencari gu family book, lalu pergi dari sini? Kang Chi tertegun.
Asisten Seo Hwa menemui Jo untuk memberikan uang banyak
untuk membeli Tae Soo. Tapi Jo tetap menolak. Asisten menyayangkan Jo yang bisa
menghancurkan hubungan baik dengan nyonyanya cuman gara2 pembantu. Asisten
menduga, Jo punya rencana besar dengan menggunakan Tae Soo. “Apakah itu
mengambil alih kekuasaan ketua hakim di provinsi selatan?” Tanpa mereka
ketahui, kepala pelayan Choi mendengarkan pembicaraan dan melaporkan pada Tae
Soo, sementara itu samurai Seo Hwa juga menguping dari bilik yang lain. Sementara itu Kang Chi ikutan latihan bersama murid2 lain yang diajari
Gon. Tapi Gon melarangnya, karena latihan Kang Chi cuman mengendalikan diri,
mencari gu family book, barulah lulus dan boleh pergi. Tapi Kang Chi merasa
perlu menambah skill bertarung untuk bisa bertarung dengan ayahnya. Dia juga
mau belajar dari 2 master lain, tapi Gon tidak mau bilang siapa 2 master itu.
Mereka hendak berantem, tapi Tae Soo datang. Dia menghadap Pyung Joon bersama Kang Chi, melaporkan segala informasi yang dia dapatkan di penginapan. Pertama, dia akan bebas dari status budak karena diangkat sebagai anak oleh nyonya Miyamoto yang ternyata orang korea, dan bisa diwariskan bisnis penginapan tn. Park kembali. Keluarga Miyamoto punya kekuasaan dan bisnis besar di Osaka, juga membiayai beberapa bisnis di korea. Dia bekerjasama dengan Jo selama ini karena Jo menjual informasi negara kepadanya. Kang Chi mengomel, karena Jo menjual info negara demi uang. Tapi Tae Soo berkata bukan untuk uang, melainkan posisi sebagai hakim di provinsi selatan.
Informasi itu pun diteruskan ke Gubernur oleh Pyung Joon.
Malam ini Pyung Joon akan mengerahkan murid2 untuk menyusup ke penginapan.
Sementara itu Yeo Wool mengomel pada Gon karena tidak diajak ikut berpatroli di
penginapan. Tapi Kang Chi pun juga tidak dikirim ke sana. Lalu gurunya datang
karena Yeo Wool dipanggil oleh Tae Soo. Dia bertingkah jaim di hadapan Gon
(aih, lucu si ahjuma ini). Tae Soo dan Yeo Wool saling menanyakan kabar. Yeo Wool mengungkapkan
kekesalan karena dia dikurung sampai tidak boleh ikut berpatroli. Tapi Tae Soo
pun melarang, bukan karena perintah Pyung Joon, tapi karena Yeo Wool adalah
calon istrinya. Yeo Wool tertegun. Tae Soo pun menjelaskan, kalau perjodohan
ini mungkin tidak Yeo Wool inginkan. Tapi Tae Soo merasa mungkin perjodohan ini
adalah salah satu tugasnya (sebagai master), dan tugas itulah adalah alasannya
untuk tetap bertahan hidup, termasuk menikah dengan Yeo Wool.
Sementara itu Kang Chi melihat mereka dari jauh, broken
heart. Lalu saat berbalik, there’s another broken heart person, Gon, hehehe…
Gon berkata kalau sampai di sinilah batas Kang Chi untuk melihat Yeo Wool,
tidak boleh lebih dekat lagi. Kang Chi masih mengelak kalau mereka tidak dekat,
bahkan sering bertengkar. Tetapi Gon tidak sebodoh itu bisa dibohongi mereka.
Gon memperingatkan, Kang Chi dan Yeo Wool akan sama2 terluka jika hubungan ini
diteruskan.
Kang Chi menyapu di dapur sambil galau, lalu Yeo Wool datang
dan mengomel karena mereka berdua tidak ikut dikirim patroli. Kang Chi tidak
menjawab, malah menanyakan Tae Soo. Yeo Wool heran, kenapa Kang Chi bisa tahu dia
habis sama Tae Soo? Kang Chi diam saja. Yeo Wool pun tersenyum, “cemburu, ya?”
Kang Chi mengelak. Yeo Wool pun berkata, cemburu itu untuk orang yang tidak
bisa mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. Tapi Kang Chi kan tidak (dia sudah
mendapatkan hatinya Yeo Wool), jadi tidak perlu cemburu.


Kang Chi berkata, dia selama ini tidak benar2 bisa
mendapatkan apa yg dia mau. Dia selalu mengikuti orang, tetapi tidak pernah ada
orang yang mengikutinya. Jadi dia tidak tahu, apakah perasaannya pada Yeo Wool
ini boleh ada? Bisakah dia memiliki Yeo Wool sepenuhnya? Yeo Wool pun merasakan
hal yang sama. Lalu Yeo Wool mengajak Kang Chi, “Bagaimana kalau kita lakukan
nanti malam?” Kang Chi pikirannya sudah menjurus ke hal lain, ‘melakukan?’ Yeo
Wool membentak, “Patroli!”
Kang Chi menguping rencana patroli Gon dan 2 murid,
sementara Yeo Wool mengajak gurunya jalan2 ke pasar mempelajari kain. Di sana
Yeo Wool diam2 menendang meja kain, lalu saat gurunya sibuk merapikan kain
bersama penjualnya, Yeo Wool kabur. Chung Jo ada di sana dan mengikuti Yeo
Wool. Sementara itu Gon mencari 2 anak itu yang menghilang dengan alasan yang
sama, yaitu ke pasar. Lalu salah satu murid melapor kalau seragamnya hilang.
Ternyata Kang Chi mencuri seragamnya salah satu murid dan pergi ke pasar ke
tempat janjian dengan Yeo Wool.
Yeo Wool menanyakan kabar Chung Jo, tapi Chung Jo berkata
tidak ada hal baik dalam kehidupan gisaeng. Dia melihat Yeo Wool tampak
bahagia, pasti karena Kang Chi. Tapi dia memperingatkan, Kang Chi bisa dengan
mudah meninggalkan Yeo Wool, jika Chung Jo memanggilnya kembali.
Haengsu datang menemui Jo, berencana mengadakan acara di
penginapan sebagai ganti acara waktu itu yang kacau. Sementara itu Seo Hwa
ternyata mencari So Jung dan juga putranya. Tetapi asistennya belum menemukan.
Si samurai tampaknya mencurigakan. Sementara itu Kang Chi menunggui Yeo Wool di pasar yang tak kunjung
datang. Yeo Wool berjalan pelan dengan wajah galau memikirkan kata2 Chung Jo.
Namun dia segera memasang senyum saat Kang Chi menghampirinya. Sementara gurunya
menemukan hanboknya dan marah, “Agassi!!!”
Di sisi lain, Para gisaeng Choon Hwa Gwan datang ke penginapan. Haengsu
dan Tae Soo saling mengangguk memberi kode dari jauh, sementara samurai melihat
mereka dari atas (mencurigakan!). malamnya Yeo Wool dan Kang Chi akan menyusup,
tapi ketahuan Gon yang melarang mereka ikut. Namun mereka tetap mau ikut,
karena yang tahu segala sisi terdalam penginapan ini adalah Kang Chi.
Jo dan Seo Hwa menikmati tarian gisaeng. Jo penasaran dengan
wajah wanita jepang yang selalu tertutup dan menyuruhnya membuka penutup wajah
itu, supaya ada kepercayaan di antara mereka. Jo pun janji akan menyerahkan Tae
Soo kalau wanita jepang mau membuka penutupnya. Sementara itu para pengintai
berpencar. Kang Chi menyusup ke salah satu gudang yang ternyata jadi tempat
berkumpulnya para ninja. Dia dikira salah satu anggota dan masuk. Ternyata
mereka mengumpulkan sobekan peta. Lalu salah satu ninja berkata kalau ada
penyusup, karena anggotanya kelebihan satu. Mereka semua disuruh melepas
masker, kecuali Kang Chi. Ketahuanlah dia dan semua menghunuskan pedang
padanya. Kang Chi berbalik dan melepaskan gelangnya, lalu berubah jadi gumiho
dan melumpuhkan mereka semua, mengambil peta, lalu kabur.
Seo Hwa akhirnya melepaskan penutup wajahnya. Dia bukan Seo
Hwa. Seo Hwa yang asli ada di kamar, tersenyum puas.
Seo Hwa mendengar ribut2 di luar. Kang Chi turun dari pagar, menyimpan peta dan memasang gelangnya lagi. Dia menyusup ke sebuah kamar yang ternyata adalah kamarnya Seo Hwa. Seo Hwa menyalakan lilin dan mendekatinya dengan membawa pisau, “Siapa kau?” tanyanya dengan bahasa jepang. Kang Chi menoleh. Now, mom and son is meeting.http://www.dramabeans.com/2013/06/gu-family-book-episode-17/









































Tidak ada komentar:
Posting Komentar