Quotes

"Write is my World"

Sabtu, 16 Agustus 2014

Gu Family Book Episode 17

Kang Chi teringat waktu di pasar, Yeo Wool bertanya, apa Chung Jo benar2 sangat berarti dan tak dapat terganti? Lalu saat Yeo Wool mengatakan kalau dia selama ini baik pada Kang Chi karena ingin melakukan apapun semampunya. Juga saat dia memberikan bunga pada Yeo Wool.

Mengapa aku tidak bisa mengatakannya kepadamu? Sebenarnya…sebenarnya Yeo Wool…
Kembali ke masa sekarang, Yeo Wool diculik dan Kang Chi berpikir kalau yang menculiknya adalah Wol Ryung, karena sudah mengancam akan menghancurkan apapun yang berhubungan dengan Kang Chi jika dia tidak menyerah menjadi manusia. Kang Chi yang awalnya tidak mau bilang siapa pelaku pembunuhan yang sebenarnya, akhirnya buka suara. Pyung Joon terkejut kala mengetahui kalau Wol Ryung hidup kembali. Dia bertanya kenapa Kang Chi tidak bilang dari dulu? Kang Chi terdiam. Gong Dal pun membelanya, bagaimanapun juga Wol Ryung adalah ayah kandung Kang Chi, jadi secara alamiah Kang Chi ingin melindungi ayahnya. Lalu Kang Chi melepaskan gelangnya untuk menghadapi Wol Ryung sendirian.
Tapi sebenarnya dugaan Kang Chi salah. Yang menculik Yeo Wool adalah Deputy Seo dan anak buahnya. Jo yang marah karena dipermalukan, menyuruh Deputy Seo mengambil sesuatu yang paling berharga bagi Pyung Joon, yaitu putri kesayangannya. Deputy Seo menyuruh anak buahnya memenggal kepala Yeo Wool lalu mengirimkan ke perguruan, sementara tubuhnya akan dibiarkan di hutan, di makan binatang buas. 
Tiga anak buah hendak menyerang dengan pedang, namun meskipun mata Yeo Wool tertutup kain, dia dapat melawan 3 penjahat itu. tapi yang namanya tenaga cewek, pakai tutup mata pula, dia tetap kalah dan akan ditebas. Tiba2 3 penjahat itu dibunuh. Yeo Wool, bertanya, siapa itu? Tapi penolongnya tidak menjawab. Dia melepaskan ikatan dan tutup mata Yeo Wool, barulah dia tahu siapa penolongnya. Wol Ryung. 
Sementara itu Deputy Seo dan sisa anak buahnya terkejut melihat Wol Ryung dari jauh. Dia pun mau kabur, tapi begitu noleh, Wol Ryung sudah berdiri di hadapannya. Lalu terdengar jeritan. Oh, si jahat sudah mati? Yeo Wool kabur ketakutan. Tapi dia dihadang oleh Wol Ryung yang melarangnya pergi sebelum dia mengijinkan. Ah, ini namanya keluar dari mulut harimau masuk ke mulut singa. Tapi untungnya Kang Chi datang. Wol Ryung menarik Yeo Wool dan mencekiknya, mengancam Kang Chi. Dia harus menyerah menjadi manusia jika ingin Yeo Wool selamat. Wol Ryung menegaskan sekali lagi, bahwa dia adalah ayah Kang Chi (anak disuruh bapak harus nurut). Yeo Wool pun terkejut.
Saat Kang Chi akan memutuskan untuk berubah, Yeo Wool melarangnya. Wol Ryung membalikkan tubuh Yeo Wool dan menyuruhnya diam. Yeo Wool dengan berani berkata, kalau Wol Ryung memang ayah Kang Chi, maka jangan ganggu dia, jangan sakiti dia. Selama ini hidupnya sudah susah, jangan ditambah susah. Wol Ryung mencekik makin kuat. Kang Chi pun menyerang dan cekikan itu terlepas. Wol Ryung mengamuk dan matanya merah. Kang Chi bertarung dengan ayahnya. Tapi sesuai dugaan, Kang Chi kalah.
Wol Ryung hendak menuju Yeo Wool, namun Kang Chi menghalangi. Dia dipukul sampai muntah darah. “Dia adalah milikku! Jangan sentuh wanitaku!” Mendengar kalimat itu dari Kang Chi, Wol Ryung teringat, dia pernah mengatakan hal yang sama saat Seo Hwa diambil dari sisinya. Like father, like son. Tiba2 kunang2 biru datang. Wol Ryung menurunkan tangannya yang tadi hendak menyerang. Angin bertiup kencang, Kang Chi memeluk Yeo Wool untuk melindunginya. Wol Ryung pun menghilang bersama angin.
Setelah semuanya selesai, Kang Chi menanyakan keadaan Yeo Wool dan juga sebaliknya. “Kupikir aku akan kehilanganmu, tadi itu sangat menyeramkan,” kata Kang Chi sambil memegang pipi Yeo Wool. Yeo Wool memeluk Kang Chi lagi sambil menangis.
Sebenarnya… Yeo Wool, kaulah orang yang paling penting bagiku. Tanpamu, hidupku tak berarti.

Dan akhirnya mereka berciuman, di tengah kunang2 biru. Mereka menghentikan ciuman sebentar, Yeo Wool melihat Kang Chi sudah kembali jadi manusia, padahal gelangnya jauh di perguruan. Yeo Wool mencium Kang Chi lagi.
So Jung sedang membaca, lalu merasakan sesuatu. Dia masuk ke perpustakaan. Di sana sudah ada Wol Ryung yang duduk lemas. Ternyata perutnya terluka, tapi dia sudah tidak punya kemampuan menyembuhkan diri. Dia teringat kata2 Kang Chi yang sama dengan kata2nya waktu Seo Hwa diambil darinya. Tetapi memory Wol Ryung sedikit demi sedikit akan menghilang dan dia akan jadi iblis selamanya. Wol Ryung ingin mati saja sebelum hal itu terjadi dan yang bisa membunuhnya hanya Kang Chi. “Aku ingin mati dan pergi ke tempat Seo Hwa berada…”
Dan Seo Hwa ada di penginapan (mau ke sana, pak hehehe). Dia bernegosiasi dengan Jo untuk membeli Tae Soo (Tae Soo sekarang statusnya jadi budak) untuk mengelola penginapan ini. Tapi Jo tidak mau. Dia juga tersinggung karena dikatai tidak bisa mengurusi penginapan, bentar lagi bakalan bangkrut. Jo berkata kalau penginapan dan segala isinya adalah miliknya, terserah dia mau memajukan atau membangkrutkan. Seo Hwa berkata kalau penginapan ini seluruhnya dapat biaya dari dirinya, serta beberapa bisnis Jo yang lain, semuanya dibiayai oleh Seo Hwa. Jadi secara tidak langsung, Seo Hwa-lah pemilik semua bisnis Jo, dalam arti sahamnya. Jo marah dan membuka tirai yang memisahkan mereka. Seo Hwa segera menoleh ke arah lain untuk menutupi wajahnya, sementara pengawalnya menghadang dengan samurai. Setelah Jo keluar, Seo Hwa bernapas lega sambil mencengkeram roknya. Sementara itu Jo mencari Deputy Seo yang tidak pulang2. Deputy Seo dan semua anak buahnya sudah terkapar habis diserang Wol Ryung. Dia sekarat. Tapi masih hidup.
Yeo Wool dan Kang Chi ditanyai, siapa yang bertanggung jawab atas penculikan semalam? Yeo Wool tidak bilang kalau pelakunya adalah anak buah Jo, karena Deputy Seo berkata, “Salahkan saja ayahmu. Ini semua gara2 ayahmu.” Dia pun bilang kalau matanya ditutup. Saat Pyung Joon bertanya, apa bukan Wol Ryung? Mereka kompak berkata bukan. Kang Chi berkata, orang yang menculik itu banyak dan pakai masker kain. Gon pun berpikir kalau pelakunya adalah anak buah Jo. Yeo Wool memohon pada ayahnya untuk keluar dari kurungan dan bisa memegang pedang lagi, agar dia tidak diculik lagi. Tapi belum sempat Pyung Joon melarang, Kang Chi sudah melarang duluan, bahkan menyuruh agar kakinya dirantai saja. Mereka bertengkar dan keluar dari ruangan itu. Pyung Joon dan Gon hanya bisa melongo bingung. Begitu di luar, mereka tersenyum bersama. Ternyata pertengkaran itu memang rencana mereka, agar hubungan backstreet mereka tidak ketahuan. Saat Gon keluar, mereka pura2  bertengkar lagi.
Di kamar, Yeo Wool mengingat lagi pesannya pada Kang Chi di perjalanan pulang, kalau mereka harus pura2 musuhan setidaknya sampai kurungannya selesai. Dan pertemuan mereka dengan Wol Ryung harus dirahasiakan. Yeo Wool tidak dapat mengatakan alasan sebenarnya, yaitu karena gara2 ayah Yeo Wool, ayah Kang Chi jadi begitu. Kang Chi sebenarnya ingin melapor pada Pyung Joon, dia tidak ingin melindungi ayah yang seperti itu. Sementara itu Kang Chi senyum2 sendiri di dapur dan dikagetkan oleh Gong Dal. Gong Dal batuk2 dan diberi obat. Dia mengeluhkan dirinya yang sudah tua, gampang sakit. Kang Chi merasa bersalah, Kakek Gong Dal dulunya sehat walafiat sebelum Wol Ryung mencekiknya. Tapi Gong Dal melarang Kang Chi menyalahkan diri. Dia pun bertanya, apa yang akan dilakukan Kang Chi selanjutnya? Bukankah Kang Chi harus latihan mengendalikan diri ketika tidak pakai gelang, mencari gu family book, lalu pergi dari sini? Kang Chi tertegun.
Asisten Seo Hwa menemui Jo untuk memberikan uang banyak untuk membeli Tae Soo. Tapi Jo tetap menolak. Asisten menyayangkan Jo yang bisa menghancurkan hubungan baik dengan nyonyanya cuman gara2 pembantu. Asisten menduga, Jo punya rencana besar dengan menggunakan Tae Soo. “Apakah itu mengambil alih kekuasaan ketua hakim di provinsi selatan?” Tanpa mereka ketahui, kepala pelayan Choi mendengarkan pembicaraan dan melaporkan pada Tae Soo, sementara itu samurai Seo Hwa juga menguping dari bilik yang lain. Sementara itu Kang Chi ikutan latihan bersama murid2 lain yang diajari Gon. Tapi Gon melarangnya, karena latihan Kang Chi cuman mengendalikan diri, mencari gu family book, barulah lulus dan boleh pergi. Tapi Kang Chi merasa perlu menambah skill bertarung untuk bisa bertarung dengan ayahnya. Dia juga mau belajar dari 2 master lain, tapi Gon tidak mau bilang siapa 2 master itu. 
Mereka hendak berantem, tapi Tae Soo datang. Dia menghadap Pyung Joon bersama Kang Chi, melaporkan segala informasi yang dia dapatkan di penginapan. Pertama, dia akan bebas dari status budak karena diangkat sebagai anak oleh nyonya Miyamoto yang ternyata orang korea, dan bisa diwariskan bisnis penginapan tn. Park kembali. Keluarga Miyamoto punya kekuasaan dan bisnis besar di Osaka, juga membiayai beberapa bisnis di korea. Dia bekerjasama dengan Jo selama ini karena Jo menjual informasi negara kepadanya. Kang Chi mengomel, karena Jo menjual info negara demi uang. Tapi Tae Soo berkata bukan untuk uang, melainkan posisi sebagai hakim di provinsi selatan.
Informasi itu pun diteruskan ke Gubernur oleh Pyung Joon. Malam ini Pyung Joon akan mengerahkan murid2 untuk menyusup ke penginapan. Sementara itu Yeo Wool mengomel pada Gon karena tidak diajak ikut berpatroli di penginapan. Tapi Kang Chi pun juga tidak dikirim ke sana. Lalu gurunya datang karena Yeo Wool dipanggil oleh Tae Soo. Dia bertingkah jaim di hadapan Gon (aih, lucu si ahjuma ini). Tae Soo dan Yeo Wool saling menanyakan kabar. Yeo Wool mengungkapkan kekesalan karena dia dikurung sampai tidak boleh ikut berpatroli. Tapi Tae Soo pun melarang, bukan karena perintah Pyung Joon, tapi karena Yeo Wool adalah calon istrinya. Yeo Wool tertegun. Tae Soo pun menjelaskan, kalau perjodohan ini mungkin tidak Yeo Wool inginkan. Tapi Tae Soo merasa mungkin perjodohan ini adalah salah satu tugasnya (sebagai master), dan tugas itulah adalah alasannya untuk tetap bertahan hidup, termasuk menikah dengan Yeo Wool. 
Sementara itu Kang Chi melihat mereka dari jauh, broken heart. Lalu saat berbalik, there’s another broken heart person, Gon, hehehe… Gon berkata kalau sampai di sinilah batas Kang Chi untuk melihat Yeo Wool, tidak boleh lebih dekat lagi. Kang Chi masih mengelak kalau mereka tidak dekat, bahkan sering bertengkar. Tetapi Gon tidak sebodoh itu bisa dibohongi mereka. Gon memperingatkan, Kang Chi dan Yeo Wool akan sama2 terluka jika hubungan ini diteruskan.
Kang Chi menyapu di dapur sambil galau, lalu Yeo Wool datang dan mengomel karena mereka berdua tidak ikut dikirim patroli. Kang Chi tidak menjawab, malah menanyakan Tae Soo. Yeo Wool heran, kenapa Kang Chi bisa tahu dia habis sama Tae Soo? Kang Chi diam saja. Yeo Wool pun tersenyum, “cemburu, ya?” Kang Chi mengelak. Yeo Wool pun berkata, cemburu itu untuk orang yang tidak bisa mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. Tapi Kang Chi kan tidak (dia sudah mendapatkan hatinya Yeo Wool), jadi tidak perlu cemburu.
 

Kang Chi berkata, dia selama ini tidak benar2 bisa mendapatkan apa yg dia mau. Dia selalu mengikuti orang, tetapi tidak pernah ada orang yang mengikutinya. Jadi dia tidak tahu, apakah perasaannya pada Yeo Wool ini boleh ada? Bisakah dia memiliki Yeo Wool sepenuhnya? Yeo Wool pun merasakan hal yang sama. Lalu Yeo Wool mengajak Kang Chi, “Bagaimana kalau kita lakukan nanti malam?” Kang Chi pikirannya sudah menjurus ke hal lain, ‘melakukan?’ Yeo Wool membentak, “Patroli!”
Kang Chi menguping rencana patroli Gon dan 2 murid, sementara Yeo Wool mengajak gurunya jalan2 ke pasar mempelajari kain. Di sana Yeo Wool diam2 menendang meja kain, lalu saat gurunya sibuk merapikan kain bersama penjualnya, Yeo Wool kabur. Chung Jo ada di sana dan mengikuti Yeo Wool. Sementara itu Gon mencari 2 anak itu yang menghilang dengan alasan yang sama, yaitu ke pasar. Lalu salah satu murid melapor kalau seragamnya hilang. Ternyata Kang Chi mencuri seragamnya salah satu murid dan pergi ke pasar ke tempat janjian dengan Yeo Wool.
Yeo Wool menanyakan kabar Chung Jo, tapi Chung Jo berkata tidak ada hal baik dalam kehidupan gisaeng. Dia melihat Yeo Wool tampak bahagia, pasti karena Kang Chi. Tapi dia memperingatkan, Kang Chi bisa dengan mudah meninggalkan Yeo Wool, jika Chung Jo memanggilnya kembali.
Haengsu datang menemui Jo, berencana mengadakan acara di penginapan sebagai ganti acara waktu itu yang kacau. Sementara itu Seo Hwa ternyata mencari So Jung dan juga putranya. Tetapi asistennya belum menemukan. Si samurai tampaknya mencurigakan. Sementara itu Kang Chi menunggui Yeo Wool di pasar yang tak kunjung datang. Yeo Wool berjalan pelan dengan wajah galau memikirkan kata2 Chung Jo. Namun dia segera memasang senyum saat Kang Chi menghampirinya. Sementara gurunya menemukan hanboknya dan marah, “Agassi!!!” 
Di sisi lain, Para gisaeng Choon Hwa Gwan datang ke penginapan. Haengsu dan Tae Soo saling mengangguk memberi kode dari jauh, sementara samurai melihat mereka dari atas (mencurigakan!). malamnya Yeo Wool dan Kang Chi akan menyusup, tapi ketahuan Gon yang melarang mereka ikut. Namun mereka tetap mau ikut, karena yang tahu segala sisi terdalam penginapan ini adalah Kang Chi.
Jo dan Seo Hwa menikmati tarian gisaeng. Jo penasaran dengan wajah wanita jepang yang selalu tertutup dan menyuruhnya membuka penutup wajah itu, supaya ada kepercayaan di antara mereka. Jo pun janji akan menyerahkan Tae Soo kalau wanita jepang mau membuka penutupnya. Sementara itu para pengintai berpencar. Kang Chi menyusup ke salah satu gudang yang ternyata jadi tempat berkumpulnya para ninja. Dia dikira salah satu anggota dan masuk. Ternyata mereka mengumpulkan sobekan peta. Lalu salah satu ninja berkata kalau ada penyusup, karena anggotanya kelebihan satu. Mereka semua disuruh melepas masker, kecuali Kang Chi. Ketahuanlah dia dan semua menghunuskan pedang padanya. Kang Chi berbalik dan melepaskan gelangnya, lalu berubah jadi gumiho dan melumpuhkan mereka semua, mengambil peta, lalu kabur.
Seo Hwa akhirnya melepaskan penutup wajahnya. Dia bukan Seo Hwa. Seo Hwa yang asli ada di kamar, tersenyum puas. 
Seo Hwa mendengar ribut2 di luar. Kang Chi turun dari pagar, menyimpan peta dan memasang gelangnya lagi. Dia menyusup ke sebuah kamar yang ternyata adalah kamarnya Seo Hwa. Seo Hwa menyalakan lilin dan mendekatinya dengan membawa pisau, “Siapa kau?” tanyanya dengan bahasa jepang. Kang Chi menoleh. Now, mom and son is meeting.

http://www.dramabeans.com/2013/06/gu-family-book-episode-17/




Tidak ada komentar:

Posting Komentar