Quotes

"Write is my World"

Jumat, 15 Agustus 2014

Gu Family Book Episode 15

 Yeo Wool kecil hendak mengambil sebuah pedang. Ayahnya datang dan memberikan pedang itu yang terasa berat di tangan mungilnya. Ayah berkata, jika membunuh orang yang tidak bersalah, maka pedang itu akan jadi lebih berat lagi. Yeo Wool pun bertanya, apa ayah pernah membunuh orang tidak bersalah? Ayahnya teringat, hanya satu kali dia membunuh orang yang tidak bersalah, Wol Ryung.
 Yeo Wool berlari dan terjatuh. Wol Ryung sudah berdiri di hadapannya, lalu berjongkok. Yeo Wool hendak mengambil pedang yang terjatuh di depannya, namun Wol Ryung menggenggam tangannya. Yeo Wool mendengar panggilan Kang Chi dan hendak bangkit ataupun berteriak, tapi Wol Ryung melarang. Yeo Wool pun bertanya, siapa kau? "Aku Wol Ryung. Dan kau?" tanya Wol Ryung. Yeo Wool pun memberitahu nama lengkapnya. "Oh, kau putri sherif Dam Pyung Joon? Bagaimana kau bisa mengenal Choi Kang Chi?" Yeo Wool heran, bagaimana Wol Ryung tahu ayahnya, dan juga Kang Chi. Wol Ryung pun menceritakan secara singkat, bagaimana ayah Yeo Wool membunuh ayah Kang Chi. Yeo Wool terbelalak tidak percaya.
 Yeo Wool berdiri dan menghunuskan pedang ke leher Wol Ryung. Wol Ryung memperingatkan bahwa pedang itu tidak akan bisa membunuhnya. Saat Yeo Wool menyerang, Wol Ryung menarik tangan Yeo Wool dan menguncinya di pelukannya.
 Kang Chi mendengar jeritan Yeo Wool dan segera ke sana. Tapi di sana hanya ada Yeo Wool yang terduduk syok. Dia tidak menjawab pertanyaan Kang Chi yang menanyakan keadaannya. Yeo Wool malah menangis dan memeluk Kang Chi. Mereka berpelukan erat.
 Kang Chi mengobati kaki Yeo Wool yang terkilir. Dia bertanya, apa yang membuat sampai kaki Yeo Wool terkilir? Yeo Wool tidak menceritakan pertemuannya dengan Wol Ryung tadi. Lalu Kang Chi mengajaknya berdiri dan pulang. Saat berdiri, Yeo Wool hampir jatuh dan ditahan oleh Kang Chi. Posisi mereka setengah berpelukan, dengan tangan saling menggenggam. Mereka mendadak grogi.
 Tae Soo melihat2 penginapan bersama Kepala Pelayan Choi dan pembantu setianya. Tidak ada yang berubah, juga sama sekali tidak berkembang. Tae Soo bertanya pada kepala pelayan, apa mungkin dia bisa merebut kembali penginapan ini dan membangun impian mereka bersama lagi seperti dulu? Tanpa mereka sadari, wanita jepang dengan ajudannya melihat Tae Soo dari jauh. Ajudan menjelaskan siapa pria itu sebenarnya. Wanita jepang itu pun berkata, "Kalau anak itu hidup, pasti sudah sebesar dia sekarang." Wanita itu, Seo Hwa, membicarakan tentang anak kandungnya, Kang Chi.
 Kaki Yeo Wool sakit saat di perjalanan. Kang Chi pun berjongkok, menawarkan untuk digendong belakang (piggy back), tapi Yeo Wool tidak mau, malu. Lalu Kang Chi memberi pilihan, mau gendong belakang apa gendong depan? Yeo Wool tidak mau keduanya dan berjalan tertatih2. Tiba2 Kang Chi menggendong di depan. Yeo Wool minta turun, merasa tidak enak, grogi pula. Tapi Kang Chi menyuruhnya diam saja, karena Yeo Wool sama sekali tidak berat. Tiba2 Gon dan para murid datang. Tidak hanya mereka saja, Pyung Joon pun datang dan sangat marah.
Pyung Joon memarahi Yeo Wool yang malam2 keluyuran sama Kang Chi di hutan, padahal akhir2 ini kan bahaya. Lagipula Yeo Wool kini statusnya adalah tunangan Tae Soo, jadi nggak boleh jalan sama cowok lain. Namun Yeo Wool tetap tidak mau mengakui kalau dia bertunangan dengan Tae Soo, karena pertunangan ini adalah keputusan sepihak ayahnya sendiri. "Apa karena ayah Kang Chi? Karena Ayah membunuh ayah Kang Chi, makanya selama ini sikap ayah dingin padanya dan melarangku dekat dengannya?" Pyung Joon kaget, dikira Kang Chi yang memberi tahu, tetapi Kang Chi sendiri belum tahu tentang hal ini.  Pyung Joon bertanya, dari mana Yeo Wool tahu? Tapi Yeo Wool tidak bilang dan mendesak ayahnya untuk menjelaskan kenapa membunuh ayah Kang Chi? Tapi Pyung Joon tidak mau menceritakannya. Di dalam kamar, Yeo Wool merenungkan kembali kata2 Wol Ryung, "Menodongkan pedang kepada orang tidak bersalah, kau sama saja seperti ayahmu. Ayah Kang Chi yang dia bunuh itu adalah orang yang tulus dan tidak bersalah (meskipun dia siluman)." Yeo Wool tidak percaya ayahnya membunuh orang yang tidak bersalah.
 Kang Chi datang ke penginapan menemui Tae Soo diam2 dengan pakaian serba hitam dan membawa pedang hitam. Awalnya kupikir mereka berakting, Tae Soo dianggap berkhianat karena membocorkan rahasia. Tapi ternyata 'Kang Chi' ini adalah Deputy Seo yang menyamar, karena Jo tidak percaya pada informasi yang diberikan Tae Soo, jadi dites. Untungnya sukses. Sementara itu Yeo Wool dikurung di kamar, dipingit. Kalau dia berani keluar, maka yang dihukum adalah Gon dan para murid yang menjaga.
 So Jung terbangun di tempat tidur dan Kang Chi tidur tak jauh dari tempat tidurnya. Dia memanggil Kang Chi yang segera terbangun dan memberikan semangkuk obat dari Gong Dal. So Jung mengomelinya karena tidak mendengarkan kata2nya untuk pergi yang jauh, karena ayah Kang Chi mencari untuk membunuhnya. Kang Chi tidak mau mengakui kalau siluman iblis itu adalah ayahnya. Bagaimana mungkin ayah mau membunuh anaknya sendiri? Lagipula bukankah siluman tidak bisa mati? Kang Chi berarti juga immortal. Tapi kata So Jung, memang siluman tidak bisa dibunuh oleh manusia, tapi sesama siluman ternyata bisa saling bunuh. Kang Chi pun jadi percaya diri, berarti dia juga punya kemampuan untuk membunuh Wol Ryung. So Jung mendesah frustrasi, bagaimana mungkin siluman yang baru berusia 20 tahun melawan siluman tua (yang masih kelihatan muda dan tampan!) yang usianya ribuan tahun? Kang Chi menenangkan So Jung agar tidak khawatir dan pergi saja menyelamatkan diri sendiri. Kang Chi mengeluarkan quotes : "If you know yourself and your enemy..." belum selesai dia bicara, So Jung menyambung: "you'll win every battle." Tapi teryata bukan itu yang mau Kang Chi katakan. Quotes versi Kang Chi, juga sama dengan versi Tae Soo adalah : "If you know yourself and your opponent, you either become enemies, or you become friends."
 Kang Chi keluar dari rumah So Jung dan diikuti oleh Wol Ryung. Mereka pun berhadapan dari jarak jauh. Kang Chi hendak maju, namun ternyata kakinya terikat oleh tanaman merambat.
 Yeo Wool protes karena dia disuruh belajar menjahit dan menyulam. Tapi dia harus belajar untuk jadi seorang ibu rumah tangga. Yeo Wool tidak mau. "Jika bukan Kang Chi, aku tidak ingin hidup sebagai apapun!" (mungkin maksudnya dia cuman mau nikahnya sama Kang Chi). Pyung Joon marah, ayah mana yang rela memberikan anaknya kepada manusia setengah siluman? Belum lagi Pyung Joon yang membunuh ayah kandungnya sendiri. Kalau dia tahu dan membalas dendam kepada Yeo Wool bagaimana? Ayah tidak mau tahu, Yeo Wool harus menurut padanya kali ini, demi kebaikan Yeo Wool juga. "Jangan sampai ada darah yang memberatkan pedangku dua kali!" (maksudnya jangan sampai Pyung Joon membunuh orang tidak bersalah dua kali - Wol Ryung dan Kang Chi)
 Kang Chi juga protes pada Gon, kenapa mengurung Yeo Wool? Agar Kang Chi tidak bertindak macam2, Gon memberikan sebuah sabuk untuk dipakai dipinggang. Lalu Gon mengeluarkan pedang dan memotong salah satu lonceng yang menggantung di sabuk itu. Dalam tiga hari, kalau semua lonceng itu habis terpotong, maka Kang Chi akan ditendang dari perguruan. Kang Chi mengejek, memangnya siapa Gon, bahkan pangkatnya tidak lebih tinggi dari Yeo Wool. Gon pun menunjukkan lambang bunga plum/aprikot di pedangnya. "Aku adalah salah satu dari empat master. Lambangku, bunga plum."
 Yeo Wool mengomel, tidak mau belajar jadi cewek sejati. Tapi gurunya tetap memaksa, "Menjahit tidak pakai mulut, tapi pakai tangan."
 Dan lonceng Kang Chi berjatuhan satu demi satu, sampai tinggal lima lonceng.
 Kang Chi ingin mencoba menumbuhkan daun merambat, tapi tidak bisa. Lalu dia mencoba dengan melepas gelangnya dan akhirnya bisa tumbuh. Sementara itu Wol Ryung berdiri jauh di belakangnya, menyentuh bunga putih yang cantik, yang tiba2 menjadi kering menghitam.
 Rumor beredar, bahwa Kang Chi adalah gumiho. Ketua preman yang sekarang berada di pihak Kang Chi, membela dengan mengatakan kalau rumor itu palsu. Siapa yang menyebarkan akan disikat sama dia.
 Kepala Polisi mendatangi gubernur, melaporkan soal rumor bahwa yang membunuh orang2 akhir2 ini adalah seorang gumiho yang 20 tahun lalu dibunuh oleh Sherif Dam Pyung Joon, dan yang tertuduh adalah Kang Chi. Kang Chi harus diinvestigasi di depan umum. Dan tentu saja siapa lagi yang menyebar rumor kalau bukan Jo Gwan Woong.
 Yeo Wool bete banget seharian belajar menjahit. Dia berdiri di depan jendela dan Kang Chi datang. Dia mengeluh dengan manja, memperlihatkan jari2nya yang terluka kena jarum. Dia lebih memilih ditusuk pedang daripada ditusuk jarum. Tapi Kang Chi cukup lega karena Yeo Wool dikurung, dia tidak akan berbuat macam2 yang berbahaya lagi, dan juga tidak masuk ke dalam bahaya demi Kang Chi lagi. Dan untuk menghibur Yeo Wool, Kang Chi membawakan batang dan daun dari kantong bajunya. Bunganya masih menguncup, tapi kemudian perlahan bunganya mekar, sekuntum bunga berwarna ungu yang cantik. Yeo Wool takjub melihatnya. Dia menerima bunga itu dan jarinya menyentuh jari Kang Chi. Mereka saling bertatapan malu-malu. Dan ternyata saat itu Kang Chi tidak memakai gelangnya.
 Dan ternyata Chung Jo ada di perguruan, menemani Haengsu yang rapat dengan master lain, minus Tae Soo. Dia melihat Kang Chi yang memberikan bunga pada Yeo Wool. Kembali ke kamar, dia mengambil tempat obat dan membantingnya.
 Yeo Wool menaruh bunga pemberian Kang Chi di pot dan dipandangi sambil senyum2. Lalu dia teringat kata2 Wol Ryung dan juga ayahnya tentang Kang Chi yang belum tahu siapa pembunuh ayahnya. Dia pun jadi galau lagi, kalau sampai itu terjadi, apa yang akan terjadi pada mereka berdua?
 Kang Chi mengembalikan kacang kedelainya yang katanya sudah dia hitung. Tapi saat menyebutkan angkanya, ternyata salah. Gong Dal pun menunjukkan sapu bambunya, "ini apa?" "Sapu," jawab Kang Chi. Dia disuruh mengambil sapu itu dari tangan Gong Dal. Tapi tidak bisa, karena Kang Chi memandangnya sebagai sekedar sapu. Ada makna yang lebih dalam dari sekedar sapu dan kacang kedelai. Kang Chi tidak mengerti (gue juga nggak ngerti *garuk2*). Gong Dal pergi, namun menoleh lagi dengan wajah sedih, teringat kata2 Pyung Joon saat rapat, bahwa demi kebaikan gubernur, maka Pyung Joon akan mengorbankan Kang Chi. Gong Dal merasa kasihan pada anak polos itu. Lalu Kang Chi berjalan sendiri di halaman sambil memikirkan masalah sapu tadi. Tiba2 dia merasakan sesuatu, karena tadi Wol Ryung mengintip tak jauh dari sana. Gong Dal pun merasakan sesuatu di dapur.
Tae Soo melihat kamar wanita jepang dari jauh. Tiba2 ajudannya wanita jepang datang. Dia pun masuk ke kamar wanita itu. Wanita itu menebak, kalau Tae Soo pasti penasaran padanya, dia pun penasaran pada Tae Soo. Wanita itu membuka topi dan penutup wajahnya, tersenyum.
 Kang Chi keluar perguruan sampai ke depan gerbang. Di sana sudah ada Wol Ryung. Akhirnya mereka berhadapan dengan jarak dekat. "Siapa kau?" tanya Kang Chi yang tidak bisa melihat wajah Wol Ryung karena gelap. Awaln gelap yang menutupi bulan terkuak, menerangi wajah Wol Ryung. Wol Ryung bertanya, "Apakah kau Choi Kang Chi?" Kang Chi bertanya lagi, siapa dia? Wol Ryung menjawab, "Aku... Gu Wol Ryung." Kang Chi membelalak. Akhirnya ayah dan anak bertemu. Apa yang terjadi selanjutnya???






Tidak ada komentar:

Posting Komentar