Quotes

"Write is my World"

Jumat, 15 Agustus 2014

Gu Family Book Episode 12

Tae Soo melepaskan gelang Kang Chi. "Jangaaaannn!" Ketua preman memukuli Kang Chi. Tak lama kemudian Kang Chi pun berubah. Semua ketakutan termasuk Tae Soo dan Chung Jo. Tae Soo hendak menyerang, namun Kang Chi mencakar dadanya. Dia pun pingsan. Kang Chi tersadar, meski masih dalam tubuh gumiho. Dia menyesal telah menyerang Tae Soo. Dan Chung Jo yang ketakutan sekaligus marah karena kakaknya dicakar, melempari Kang Chi dengan batu dan mengusirnya. Lalu dia juga pingsan. Para preman mengeroyoknya, namun dia menghabisi semuanya.
Yeo Wool dan Gon yang menyusul ke hutan, mendengar suara geraman. Mereka ke TKP dan menemukan para preman sudah terkapar. Di tengah2 mereka ada gelangnya Kang Chi. Deputy Seo dan anak buahnya juga mencari Kang Chi. Tetapi Yeo Wool merasa tahu di mana Kang Chi sekarang.
Chung Jo dibawa ke goa oleh Kang Chi dia terbangun. Kejadiannya sama seperti 20 th lalu, kisah Seo Hwa dan Wol Ryung. Sama seperti dulu, Chung Jo tidak percaya bahwa  yang berdiri di hadapannya adalah Kang Chi yang baik. Dia hanya melihat monster. Dia pun lari dari goa, sementara Kang Chi berteriak2 di dalamnya.
Chung Jo tertangkap oleh Deputy Seo, sementara para preman ternyata masih hidup dan melaporkan tentang Kang Chi. Jo juga ada di sana dan bertanya pada Chung Jo, di mana Kang Chi, tetapi Chung Jo benar2 tidak tahu. Tae Soo yang tadinya mau kabur, tertangkap. Tae Soo akan dijebloskan ke penjara dan dieksekusi besok, sementara Chung Jo dibawa ke penginapan. Sedangkan para preman bukannya diberi hadiah, malah dihabisi oleh anak buah Jo.
Kang Chi kembali ke TKP mencari gelangnya, tapi tidak ada. Lalu dia mencium bau Yeo Wool yang habis dari sana. Saat mau pergi, ketua preman ternyata masih hidup, tapi sekarat. Dia minta tolong pada Kang Chi untuk menyelamatkannya. Kang Chi mengambil pisau dan preman itu berteriak.
Kang Chi pulang ke perguruan sambil mengendap2, tapi ketahuan dan dikepung oleh para murid. Mereka kaget melihat Kang Chi dengan kondisi yang berbeda. Pyung Joon keluar dari ruangannya. Kang Chi ingin bertemu dengan Yeo Wool, namun tidak diijinkan. Salah seorang murid hendak menyerang, namun Kang Chi melumpuhkan dan mencekiknya. Pyung Joon hendak membunuh Kang Chi kalau dia tidak mau melepaskan muridnya. Saat hendak mengeluarkan pedang, Yeo Wool datang dan melarang ayahnya membunuh Kang Chi. Pyung Joon menyuruh Yeo Wool menyingkir, tapi bukannya pergi, dia berdiri di samping Kang Chi, menggenggam tangannya erat. Perlahan2 Kang Chi kembali menjadi manusia, bahkan tanpa gelangnya.
Kang Chi menghadap Gubernur yang menanyakan apa yang terjadi. Kang Chi menceritakan semuanya dengan sedih, karena orang yang sudah dianggap kakak sendiri, hendak membunuhnya, dan gadis yang dicintai kini membencinya. Gubernur pun berkata (sebuah quotes yang bagus) "the ones you love the most are always the ones that hurt you the most. You get hurt because you love and care about them." Gubernur pun bertanya, dulu Kang Chi ingin jadi manusia karena ingin kembali kepada keluarganya. Tapi kini keluarganya menolaknya, jadi apa yang akan Kang Chi lakukan selanjutnya? Sambil menangis, Kang Chi ingin tetap menjadi manusia sejati, bukan manusia jadi-jadian begini. Gubernur iba dan menggenggam tangan Kang Chi, memberi kekuatan.
Sementara itu si preman tersadar dari pingsannya. Luka di tubuhnya menghilang semua. Jadi Kang Chi tadi siang menghunuskan pisau, bukan untuk membunuhnya, melainkan menggores telapak tangannya sendiri dan meneteskan darahnya ke luka tusukan si preman. Si preman melihat api unggun, yang mungkin juga dibuat oleh Kang Chi. Dia tertawa.
Chung Jo didandani dan dibawa masuk ke kamar Jo. Dia disuruh melayani Jo menuangkan arak, tapi dia tidak mau. Jo pun mengancam, kalau Chung Jo melakukan perintahnya maka kakaknya selamat, tetapi kalau tidak, kakaknya akan dieksekusi. Chung Jo pun menurut, menuangkan arak. Tapi tentu saja pertemuan mereka bukan cuma untuk minum arak. Jo menarik tangan Chung Jo ke pelukannya. Dan malam itu Jo mengambil keperawanan Chung Jo.
Paginya, setelah Chung Jo pakai baju, Tae Soo dibawa masuk. Chung Jo merasa malu kepada kakaknya, tapi  Jo berkata kalau Chung Jo tidak perlu malu, karena dialah yang menyelamatkan nyawa sang kakak. Tae Soo masuk dan terkejut melihat adiknya di dalam sana. Chung Jo menangis pergi. Tae Soo mengamuk karena Jo sudah menodai adiknya. Jo pun mengancam lagi, akan membuat hidup Chung Jo makin sengsara jika Tae Soo tidak melaporkan kegiatan gubernur dan Pyung Joon. Semua orang keluar dari kamar, hanya Tae Soo di sana, menatap dua buah bantal di atas kasur dan dia menangis putus asa.
Chung Jo kembali ke gibang dan berkata pada Haengsu, dia memutuskan untuk menjadi seniman gisaeng dan minta diajari tarian lima genderang.
Tae Soo kembali ke perguruan, menghadap Pyung Joon yang menyidangnya karena melepaskan gelang Kang Chi, mengakibatkan Kang Chi berubah. Tae Soo berkata sambil menangis, bahwa dia ingin menjadi seperti ayahnya tetapi kini dia malah jadi lemah. Tiba2 Kang Chi muncul dan memarahinya, sampai kapan dia akan menjadi lemah dan menangis begini? Kang Chi menarik kerah baju Tae Soo, menyuruhnya untuk menatap matanya. Dan Tae Soo memukuli Kang Chi dengan penuh emosi, namun Kang Chi membiarkan. Yeo Wool datang hendak melerai, tetapi Pyung Joon menahannya. Setelah puas memukul, mereka saling menatap. "Ya, begitu, tatap mataku seperti sepasang sahabat," kata Kang Chi. Tae Soo terduduk dan menangis, dipeluk oleh Kang Chi. Pada akhirnya hipnotis Tae Soo berhasil dihilangkan oleh persahabatan tulus Kang Chi.
Jo kedatangan tamu istimewa dari jepang, seorang wanita, janda dari rekannya Jo. Wajah wanita itu tidak kelihatan karena ditutupi oleh kerudung yang menggantung di topinya. Hanya bibir merahnya yang nampak tersenyum sinis. Nah loh? siapa dia?
Sementara itu dedaunan hijau di hutan mendadak mengering. Dan di sebuah tumpukan daun yang mengering, sepasang mata terbuka dan menyala merah.
Saatnya Kang Chi latihan kesabaran untuk bisa menjadi manusia sejati. Dia disuruh menghitung kacang kedelai sekarung. Yeo Wool mengawasinya, tetapi malah sering bikin Kang Chi hilang konsentrasi karena Yeo Wool terus bertanya tentang orang tua kandung Kang Chi. Sudah hitungan ke-seribuan, harus diulangi lagi (jadi ingat waktu gue kerja di gudang sparepart, kudu ngitung baut dkk ratusan bahkan ribuan, lalu kalau keganggu dan lupa hituangannya, mbaleni maneh huaaaaa).
Tiba2 Kang Chi menoleh saat sedang menghitung, karena merasakan sesuatu, tapi Yeo Wool tidak merasakan apapun. Kang Chi tiba2 berdiri dan membuat kacang2nya tumpah. Kang Chi merasakan hawa buruk yang membuatnya merinding.
http://www.dramabeans.com/2013/05/gu-family-book-episode-12/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar