Seorang ninja akan membunuh Jo, tetapi dia dibunuh oleh Deputy Seo yang akhirnya kembali. Jo bertanya, darimana saja dia? Tapi dia belum bisa menjelaskan sekarang, saatnya Jo melarikan diri lebih dulu. Di luar, beberapa ninja telah tewas mengerikan, tubuhnya kering. Lalu ada angin berhembus dan muncullah Wol Ryung. Jo kaget, karena dia melihat dengan mata kepala sendiri kalau Wol Ryung sudah mati. Wol Ryung menduga bahwa Jo yang membuatnya menjadi begini, tapi Jo melimpahkan kesalahan pada Seo Hwa. Dan keadaan Wol Ryung yang kehilangan ingatan akan dipergunakan oleh Jo untuk kepentingan sendiri.

Yeo Wool bicara pada Seo Hwa, mengajak Seo Hwa untuk menerima Kang Chi kembali sebagai anaknya. Sementara itu Kang Chi tidak mau melepas gelang dan melawan Pyung Joon. Jadi latihan kali ini adalah yang paling berat dan sangat jarang dilakukan.Bahkan Pyung Joon tidak pernah melakukannya pada Gon. Ini latihan di mana mereka harus berkelahi sampai salah satu pedang lawan jatuh, bahkan bisa jadi tarung sampai mati. Dan yang mendapatkan kehormatan itu adalah Kang Chi, untuk mempersiapkan dirinya melawan iblis terkuat, Wol Ryung.

Paginya Asisten Seo Hwa datang dan kesal karena Seo Hwa mengirim ninja untuk menghabisi Jo. Hubungan kerjasama bertahun-tahun bisa hancur kalau begini caranya. Seo Hwa berkata kalau setelah Jo mati, bisnis akan dilanjutkan oleh Tae Soo. Tapi keluarga Miyamoto belum bisa mempercayai Tae Soo yang masih muda dan baru mereka kenal, sedangkan Jo sudah puluhan tahun kerjasama. Mereka pun keluar dari ruangan dan ditunjukkan mayat ninja yang mati. Seo Hwa bersikeras membunuh Jo, memanggil samurainya dan para ninja. "Bunuh dia!" Para ninja menghunuskan pedang, tetapi bukan kepada Jo, melainkan kepada Seo Hwa. Asisten, samurai, dan semua ninja kini berpihak pada Jo.


Yeo Wool diam2 masuk kamar, tapi tetap ketahuan oleh guru yang menunggunya. Dari sang guru, dia baru tahu bahwa ayahnya melatih Kang Chi dengan latihan spesial yang berbahaya. Yeo Wool pun ke lapangan yang sudah dikerumuni para murid. Yeo Wool hendak menghentikan mereka, tapi Gong Dal menghentikannya, karena latihan ini memang keinginan Pyung Joon pribadi. Kang Chi tetap tidak mau melawan Pyung Joon meski sudah melepas gelang. Dia menghindar terus. Akhirnya Pyung Joon berkata, kalau Kang Chi tidak tega menyerangnya, bagaimana bisa Kang Chi tega membunuh ayah kandungnya sendiri yang kini sudah menjadi iblis yang bisa membunuh semua umat manusia? Dia pun menjelaskan maksud latihan ini. Kang Chi harus mengerahkan semua kekuatan terpendamnya agar mereka bisa tahu sekuat apa Kang Chi untuk bisa melawan Wol Ryung. Kang Chi pun menyerang sambil membayangkan saat orang2 yang disayanginya tersakiti. Saat sudah mau mencakar Pyung Joon, tangannya berhenti di udara. Dia masih tidak tega. Pyung Joon pun menusuknya. Kalau mau menyerang, jangan tanggung2, kalau tidak Kang Chi yang akan mati. Dia pun menyuruh Kang Chi istirahat sampai lukanya sembuh baru kembali latihan lagi.

Asisten memberikan hadiah permintaan maaf dan memulai kerjasama baru dengan Jo. Hadiah itu berupa pistol laras panjang. Jo membalasnya dengan memberikan gambar kapal perang yang akan dibuat oleh Gubernur Lee. Anak buah Gubernur mencobai segala macam bom dan menghitungnya. Gubernur menyuruh anak buahnya mengupgrade bom itu agar dapat ditembakkan lebih jauh lagi. Lalu anak buah yang lain datang membawa blue print kapal yang baru. Sementara itu Jo menenangkan Asisten, bahwa meskipun Gubernur mau bikin kapal perang model apapun, dia akan menghentikannya.

Yeo Wool masuk ke kamar Kang Chi untuk membawakan baju ganti. Yeo Wool mau melihat luka Kang Chi, membuka tali pengikat baju Kang Chi begitu saja. Lalu dia menyuruh Kang Chi segera ganti baju. Malu-malu Kang Chi buka baju, menyuruh Yeo Wool berbalik. Baju gantinya agak jauh, jadi dia meraba-raba. Yeo Wool menggesernya dan tangan mereka tak sengaja bersentuhan. Mereka terdiam sesaat, malu-malu. Lalu Kang Chi segera ganti baju, sementara Yeo Wool tertawa geli. Kang Chi menuduh Yeo Wool yang kelihatan polos, tapi ternyata mesum juga, suka lihat badan cowok. Yeo Wool mengelak, dia nggak suka lihat badan cowok. Kang Chi menekan pipi Yeo Wool, "Kalau begitu kau hanya suka melihat badanku?" Kang Chi mengecup bibir Yeo Wool, lalu memeluknya.


Gon datang ke kamar Kang Chi dan memanggilnya, tapi tak ada jawaban. Dia pun membuka pintu dan melihat Kang Chi sedang belajar, sementara Yeo Wool menjahit di depannya (sudah selesai urusan romansanya tadi rupanya hoho). Rupanya Chung Jo datang, mengabarkan kalau nyonya Miyamoto sepertinya berada dalam bahaya. Seo Hwa disuruh kembali ke Osaka, di usir lebih tepatnya. Chung Jo dan Yeo Wool sepakat, kalau Kang Chi harus menemui ibunya, setidaknya mengucapkan selamat tinggal. Tapi Kang Chi tidak mau. Dia tidak mau mengakui wanita itu, yang telah membuang dirinya, dan tidak peduli pada apa yang terjadi padanya, sebagai ibu.


Seorang wanita jepang yang dulu menyamar sebagai Seo Hwa,
meletakkan surat di kamar Tae Soo. Tae Soo membacanya dan terbelalak. Sementara
itu Jo menemui Wol Ryung. Wol Ryung bertanya, di mana Seo Hwa? Jo tidak semudah
itu mengatakannya, dia ingin ada timbal balik. Tiba2 Jo mencekiknya, beritahu
di mana Seo Hwa, maka timbal baliknya adalah nyawa Jo yang tidak Wol Ryung
cabut. (Hubungan timbal balik hanya berlaku bagi manusia, Om, bukan sama
siluman, hehehe).


Kang Chi jalan di pasar dan menemui ketua preman. Mereka
makan ayam bersama. Kang Chi menanyakan kabar ibu ketua preman yang dijawab
sambil mengomel karena ibunya selalu memaksanya untuk segera menikah. Kang Chi
terkekeh, mungkin semua ibu memang gitu, mengkhawatirkan anaknya. Ketua preman
heran, kenapa Kang Chi mendadak menanyakan soal ibu. Dia menebak kalau Kang Chi
dicampakkan oleh kekasihnya, yang seorang lelaki itu. dia pun menasehati, meski
pria itu cantik, tapi pria tetap tidak boleh mencintai sesama. Kang Chi pun
bingung, pria cantik siapa? Yeo Wool datang ke belakang si preman, “Maksudmu
aku?” Akhirnya si preman pun jadi tahu kalau Yeo Wool itu bukan cowok tetapi
cewek. Kang Chi tidak menyalahkannya, karena pada awalnya dia pun terkecoh
dengan penampilan Yeo Wool. Di perjalanan pulang, Yeo Wool pun bilang kalau
semalam sebenarnya dia menemui Seo Hwa.


Seo Hwa siap2 pulang. Asisten mengucapkan selamat tinggal
dan hati-hati. Seo Hwa memandang penginapan dan melihat Tae Soo dari jauh.
Sementara Jo memandang Seo Hwa dari atas balkon, tersenyum sinis, bergumam
bahwa sebentar lagi Seo Hwa akan bertemu dengan takdirnya yang menyakitkan.
Kemudian Asisten memerintahkan sesuatu kepada seorang samurai, sedangkan
samurai yang lain menegurnya agar jangan terlalu jauh melewati batas. Asisten
berdalih kalau ini semua demi mempertahankan kekuasaan Miyamoto.
Kang Chi dan Pyung Joon akan mulai latihan lagi. Sebelumnya
Kang Chi mengingat kembali percakapannya dengan Yeo Wool tentang ibunya. Seo
Hwa curhat pada Yeo Wool, kalau selama 20 tahun dia tidak bisa tidur nyenyak,
karena telah menjadi penyebab kematian suaminya, dan membuang anaknya. Maka dia
tidak berharap Kang Chi dapat memaafkannya, jadi dia tidak ingin mencoba untuk
memperbaiki hubungan dengan anaknya.

Sebelum menyerang, Kang Chi bertanya, apa arti pedang bagi
Pyung Joon? “Saat bertarung, pedang adalah segala2nya bagiku.” Mereka pun
tarung. Kang Chi akhirnya berhasil menjatuhkan pedang Pyung Joon, tanpa harus
melukai hal vital, hanya mencakar tangan yang memegang pedang. Kang Chi pun
pergi untuk mengejar ibunya, ditemani oleh Yeo Wool dan Gon, atas ijin Pyung
Joon. Lalu Pyung Joon berdiskusi dengan Gong Dal sambil mengobati lukanya.
Pyung Joon dapat melihat kalau Kang Chi sudah dapat jalannya untuk bisa
mengendalikan kekuatan silumannya dan mempertahankan sisi manusianya, tanpa
gelang maupun Yeo Wool. Jadi ini saatnya dia mencari gu family book.

Di tengah hutan, Seo Hwa dikepung oleh samurai dan ninjanya.
Seo Hwa kabur dengan pelayannya. Tapi pelayannya mati saat menghalangi ninja
yang mau menebas Seo Hwa. Tiba2 panah mengenai ninja yang mau membunuh Seo Hwa.
Kang Chi dkk datang. Yeo Wool dan Gon mengatasi para ninja sementara Kang Chi
mengejar ninja yang membawa lari Seo Hwa. Dia hendak dibunuh, lalu Kang Chi
menjatuhkan semuanya.
Seo Hwa bangkit, mengambil pedang, dan hendak kembali untuk
membunuh Jo. Kang Chi membentaknya, mengapa Seo Hwa hanya berpusat untuk
membunuh Jo, mengapa dia tidak bisa melihat anaknya yang datang kemari untuk
menyelamatkan nyawanya? “Aku adalah anakmu… Aku tetap anakmu, Ibu!” Seo Hwa
menangis, mengelus wajah Kang Chi dan meminta maaf. Mereka pun berpelukan.
Yeo Wool dan Gon terkepung dan agak kesulitan mengatasinya.
Untung Tae Soo datang membantu dengan masker kain menutup wajah. Ternyata tuan
muda satu ini jago juga tarungnya, seperti Gon. Keren!
Seo Hwa duduk di depan sebuah pondok, sementara Kang Chi
hendak kembali menolong teman2nya. Tapi belum jauh dia pergi, dia merasakan
aura hitam. Wol Ryung berjalan pelan mendekati Seo Hwa yang terkejut melihat
penampakan mendiang suaminya. Seo Hwa memanggil-manggil nama Wol Ryung tak
percaya. Wol Ryung sudah tidak ingat padanya lagi, dan bertanya bagaimana Seo
Hwa tahu namanya? Lalu Kang Chi datang dan berdiri di depan Seo Hwa,
melindungi. “Hentikan. Kau tidak boleh lagi membunuh manusia. Aku akan
menghentikanmu, Wol Ryung.” Then, satu keluarga akhirnya berkumpul.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar