Quotes

"Write is my World"

Minggu, 17 Agustus 2014

Gu Family Book Episode 22

Yeo Wool dan Kang Chi berada di bawah satu payung yang diguyur hujan. Mereka berpelukan. Yeo Wool memberi kekuatan untuk Kang Chi yang telah melewati hari yang berat hari ini. Yeo Wool sendiri sebenarnya sedih juga, karena dia akan melepaskan Kang Chi pergi 3 hari kedepan. Sebelumnya dia berdiskusi dengan ayahnya. Awalnya Pyung Joon yang mau memberitahu Kang Chi jika Yeo Wool tak sanggup melepasnya. Tapi Yeo Wool menguatkan diri, dia yang harus memberitahu Kang Chi sendiri bahwa Kang Chi bisa pergi mencari gu family book. Awalnya Yeo Wool tidak rela harus berpisah dari Kang Chi, tetapi ini harus dilakukan jika Yeo Wool ingin Kang Chi jadi manusia sejati. Bukankah Yeo Wool adalah orang pertama yang mendukung Kang Chi jadi manusia? Awalnya Yeo Wool pun ragu, jika Kang Chi gagal, maka dia bisa jadi iblis seperti Wol Ryung. Namun Pyung Joon berkata, hal itu tidak akan terjadi, asal Kang Chi membuat keputusan yang benar. Yeo Wool pun minta waktu 3 hari, menghabiskan sisa waktu kebersamaannya dengan kekasihnya, setelah itu baru dia akan rela melepaskannya (semoga...)
Paginya, saat bangun tidur, Kang Chi terkejut karena Yeo Wool tidur di sisinya. Ternyata semalam Kang Chi menangis terus sehingga Yeo Wool tidak tega meninggalkanya. Yeo Wool memberikan kesempatan pada Kang Chi untuk memohon 3 permohonan kepada Yeo Wool, pasti akan dikabulkan. Pertama, Kang Chi minta dibikinkan nasi buatan Yeo Wool sendiri. Si cewek tomboy ini pasti tidak pernah ke dapur. Saat mau mengucapkan permohonan kedua, Gon memanggil Kang Chi di depan pintu. Mereka pun kebingungan.
Saat Gon membuka pintu, tampak Kang Chi sedang tidur sendiri. Tapi saat mau keluar, Gon melihat payungnya Yeo Wool di dekat pintu. Dia pun menutup pintunya. Yeo Wool keluar dari persembunyian, di dalam selimut. Tiba2 Gon membuka pintu lagi dan mengamuk melihat nona-nya seranjang dengan Kang Chi. Mereka bergulat di atas kasur, sementara Yeo Wool sudah berdiri dan tidak tahu bagaimana menghentikan mereka.
Tiba-tiba Guru Yeo Wool datang dan terkejut melihat 2 lelaki di atas satu kasur. Posisinya seperti mau 'begituan', belum lagi baju Kang Chi terkoyak, kayak mau diperkosa sama Gon, hahaha... Guru bertanya pada Yeo Wool, kenapa dia bisa ada di sini? Yeo Wool bingung menjelaskan akhirnya dia berkata, dia hendak menghentikan perbuatan 2 cowok ini, perbuatan yang dilarang. Guru berpikir ke arah sono hahaha... Gon dan Kang Chi tidak terima dikira hombreng. Yeo Wool pun membela diri, penjelasannya tentang perbuatan dilarang itu adalah berkelahi. Itu kan juga perbuatan yang dilarang. Guru kembali dan memanggil Yeo Wool segera pergi. Kang Chi pun terbahak. Gon heran, di saat seperti ini Kang Chi bisa tertawa. Kang Chi berterima kasih kepada orang2 di sekitarnya yang bisa membuatnya tertawa kembali setelah segala kesedihan dan saat2 sulit yang telah dia alami.
Wol Ryung datang kepada So Jung sebagai dirinya yang asli, gumiho yang baik. Lalu So Jung menemui Kang Chi, membawa serta Wol Ryung yang ingin bertemu anaknya.
Mereka berdamai. Kang Chi bertanya, di mana ibu? Wol Ryung berkata kalau Seo Hwa sudah bersamanya dan mereka tidak akan terpisahkan lagi. Wol Ryung berkata kalau dia menjadi iblis bukan salah siapa2, bukan karena dikhianati oleh Seo Hwa, melainkan karena ketakutan yang ada di dalam dirinya sendiri. Takut akan ditinggalkan dan dibenci, membuatnya kehilangan kepercayaan terhadap wanita yang dicintainya. Dia pun berpesan, kalau Kang Chi ingin jadi manusia, jangan sampai ada ketakutan yang membuatnya gagal dan menjadi iblis.
Wol Ryung mendekat dan menepuk bahu anaknya. Ini adalah pertemuan mereka yang terakhir. Kang Chi berkata, dia akan merindukan ayahnya. Lalu Wol Ryung berjalan pergi. So Jung mendekati Kang Chi, menepuk bahunya. Kang Chi meneteskan air mata. This is another farewell passes by...
Wol Ryung tidur di samping mayat Seo Hwa, bergandengan tangan. Kunang-kunang biru melingkupi mereka yang tertidur selamanya di atas batu yang dikelilingi bunga. Pintu gua tertutup oleh dedaunan rambat. Kini tidak akan ada lagi yang mengganggu mereka selamanya.
Kang Chi menemui So Jung dan ingin mencari gu family book. So Jung ingin tahu apa Kang Chi sudah bisa mengontrol diri? Kang Chi pun melepas gelangnya dan dia tetap jadi manusia. So Jung pun memberikan buku itu beserta syarat2 dan akibat jika salah sedikit saja. Kang Chi harus berdoa 100 hari, tidak makan daging, dan tidak boleh ada satu manusiapun yang tahu jati dirinya. Namun sudah banyak yang tahu, jadi Kang Chi harus pergi dari perguruan dan desa di mana sudah ada beberapa orang yang tahu, termasuk meninggalkan Yeo Wool. Namun Kang Chi optimis, 100 hari kemudian dia bisa kembali pada Yeo Wool dan hidup bahagia sampai tua dan mati bersama. Akan tetapi So Jung memberitahu sebuah fakta mengejutkan.
Yeo Wool memecahkan barang2 di dapur, bahkan obatnya Gong Dal pun pecah. Dia benar2 cewek yang payah.
Kang Chi baru diberitahu fakta tentang takdir Yeo Wool. Jika Yeo Wool tetap bersama dengan pria yang menjadi takdirnya, maka salah satu di antara mereka akan mati. Dalam hal ini Yeo Wool manusia, sedangkan Kang Chi immortal, jadi siapa yang mati duluan? Sudah pasti Yeo Wool. Kang Chi pun berkata, dia pasti akan menyelamatkan Yeo Wool berapa kalipun Yeo Wool terluka. Tetapi ternyata ada fakta lain, bahwa gumiho hanya bisa menyembuhkan satu kali per orang. Yeo Wool pernah disembuhkan, jadi dia tidak bisa disembuhkan lagi kalau terluka lagi. Kang Chi pun berkata lagi, kalau dia berhasil jadi manusia, mungkin takdir mereka akan berbeda, bisa berubah juga. Tapi ternyata yang dimaksud takdir di sini adalah milik Yeo Wool, bukan Kang Chi. Siapapun pria yang menjadi takdir Yeo Wool adalah pria yang dia temui di bawah bulan sabit yang menggantung di atas pohon bunga peach. Kang Chi teringat saat Yeo Wool menyelamatkannya di hutan, saat itu bulan sabit dan mereka berada di dekat pohon bunga peach. Jadi jodoh Yeo Wool memang adalah Kang Chi, dan salah satu dari mereka pasti mati. 90 persen yang mati itu pasti adalah Yeo Wool.
Kang Chi pulang dengan hati galau. Dia duduk di bawah tangga. Yeo Wool muncul dan bertanya, kenapa tidak masuk? Dia melihat wajah lesu Kang Chi dan ingin tahu apa yang terjadi, tetapi Kang Chi tidak bilang. Yeo Wool pun mengajaknya masuk dan makan nasi buatannya sendiri. Saat dikunyah, ada bunyi 'kretek', ada batunya hahaha... Yeo Wool menyuruh Kang Chi melepehnya, tetapi Kang Chi malah menelannya. Apapun buatan Yeo Wool, akan dia makan. Lalu hati mereka bicara bersahutan:
YW: Tinggal 3 hari lagi kebersamaan kita.
KC: Kau dan aku, salah satu di antara kita akan mati.
YW: Bisakah aku merelakanmu pergi?
KC: Aku harus bagaimana?
Ah, miris banget sih takdir dua anak ini...
Tiba-tiba Sung datang bersama pembantunya Kang Chi, melaporkan sesuatu yang gawat. Tae Soo tertangkap dan dihadapkan kepada Jo. Jo penasaran, apa sebenarnya rencana Tae Soo. Tae Soo pun berkata, dia jadi double spy. Dan kalau Jo sudah penasaran begini, bagaimana kalau mereka membuat perjanjian? Jo marah dan ingin membunuh Tae Soo saja. Tae Soo pun berkata, begitu pedang Jo membunuhnya, maka Jo akan langsung dibunuh oleh Gubernur. Jadi pilih mana, mengadakan perjanjian dengannya atau mati di tangan gubernur?
Pyung Joon dan Yeo Wool dkk berkumpul di kantor Gubernur yang baru kecurian. Saat Wol Ryung mau menyerang malam itu, semua prajurit sibuk menanganinya, sehingga tidak ada yang berjaga di kantor, makanya peta joseon selatan pun dicuri oleh samurai Kageshima. Dia melapor, sempat melihat suatu gambar kapal yang aneh. Asisten pun memperlihatkan gambar kapal yang diberikan oleh Jo. Awalnya Asisten tidak yakin kalau Gubernur bisa bikin kapal ini, tetapi ternyata dia serius dalam hal ini. Gubernur bahkan sudah membuat model kapal mini yang dinamakan Turtle Ship (kapal kura2). Model itu disimpan di tempat rahasia. Lalu Gubernur membuka sebuah kain penutup, dan ternyata itu adalah peta joseon selatan. Jadi peta yang dicuri Kageshima adalah yang palsu.
Jo menemui Tae Soo dan setuju membuat perjanjian. Tae Soo ingin mendapatkan kembali penginapannya, nama ayahnya dibersihkan, serta adiknya dikembalikan. Sebagai timbal baliknya, Tae Soo akan menyelamatkan hidup Jo. Jo tak mengerti. Tae Soo pun memberi info bahwa Gubernur sudah mendapatkan 11 nama pengkhianat bangsa yang menjadi informan jepang. Dan jika salah satu dari 11 orang itu buka mulut dan menyebutkan nama Jo, maka tamatlah riwayatnya. Jadi Jo membunuh 11 orang itu. Tersisa 3 dan mereka berkumpul di gibang. Tadinya Chung Jo disuruh menemani mereka sambil menguping, tapi Jo mengusirnya. Ternyata mereka tidak sedang berdiskusi. Mereka bertiga dibunuh.
Pengawal melaporkan pembunuhan terhadap para pengkhianat. Gubernur mencoreti nama mereka sambil tersenyum penuh arti.
Saat Jo keluar dari gibang, Gubernur dan anak buahnya datang. Seorang gisaeng berteriak dan pengawal pun mengecek. Pengawal melaporkan kalau 11 orang pengkhianat itu sudah mati semua. "Pernahkah kau tahu pepatah, jika ingin mendapatkan sesuatu tanpa melakukan apapun, biarkanlah dua harimau saling membunuh." Jadi ini semua memang sudah rencana Gubernur, untuk menghabisi 11 orang itu dengan memperalat Jo, sementara dia ongkang2 kaki terima hasilnya. Tae Soo berdiri di depan gerbang gibang sambil tersenyum penuh kemenangan. Jo keluar dan menatap Tae Soo tajam penuh amarah.
Yeo Wool, Kang Chi, dan Gon menyusup ke penginapan. Tetapi Kang Chi menyuruh Yeo Wool menunggu di luar saja. Ini permohonan kedua Kang Chi, Yeo Wool tidak boleh ikut mengintai agar tidak terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Saat di dalam, Kang Chi dan Gon dikepung ninja. Sementara itu Yeo Wool diserang ninja juga, mengenai perutnya. Dia pun lari ke dalam dan bergabung melawan ninja2.
Kang Chi tidak sadar kalau Yeo Wool di belakangnya. Dia berbalik dan menyerang dengan cakarnya, mengenai lengan Yeo Wool. Yeo Wool lemas dan jatuh di pelukan Gon. Kageshima datang menghentikan para ninjanya. Gon menyerahkan sebuah surat dari Gubernur.
Kang Chi ingin menyembuhkan luka Yeo Wool. Dia melukai tangannya berkali-kali untuk meneteskan darahnya, tetapi Yeo Wool tidak bisa sembuh. Gon menahan tangan Kang Chi yang mau melukai tangannya sendiri lagi. Sementara itu Jo memanggil Asisten, meminta 10 ninja terbaik untuk membunuh Gubernur.
Yeo Wool diobati oleh Gong Dal. Pyung Joon datang menanyakan keadaannya. Yeo Wool tidak memberitahu kalau dia terluka karena cakar Kang Chi. Di luar, Kang Chi menatap tangannya, merasa sangat bersalah.
Yeo Wool mencari Kang Chi yang tak ada di dalam perguruan. Kang Chi duduk di luar, lalu Yeo Wool datang. Yeo Wool berkata kalau ini bukan salah Kang Chi, dia cuma tidak sengaja. Tetapi Kang Chi berkata kalau dia tidak bisa menahan diri bertarung ketika mencium bau darah. Suatu hari nanti, mungkin bukan tangan yang kena, Yeo Wool bahkan bisa mati. Yeo Wool terkejut, dia tahu bahwa Kang Chi pasti sudah mendengar tentang takdirnya. Yeo Wool meyakinkan kalau ramalan itu belum pasti. Yeo Wool tak mau, karena ramalan masa depan yang belum pasti itu, Yeo Wool kehilangan Kang Chi.
Kang Chi teringat pesan Wol Ryung, dia tidak boleh takut pada apapun, karena ketakutan akan membuatnya kehilangan segalanya. Tetapi aku takut... Aku takut Yeo Wool akan mati...
"Hubungan kita... berakhir sampai di sini. Itu permohonanku yang ketiga."
http://www.dramabeans.com/2013/06/gu-family-book-episode-22/






Tidak ada komentar:

Posting Komentar