Semua pasti tahu dongeng Sleeping Beauty, di mana seorang
bayi perempuan dikutuk oleh peri jahat, akan tertidur selamanya setelah
tertusuk jarum pintal dan akan bangun hanya jika dicium oleh cinta sejatinya.
Pada akhirnya ketika dia tertusuk dan tidur, seorang pangeran tampan datang
menciumnya, lalu dia terbangun, peri itu dibunuh, then happily ever after.
Lalu bagaimana kalau kini bintang utamanya bukanlah si
korban alias Aurora, melainkan si pelaku, yaitu peri jahatnya? Film ini
mengupas sisi lain dari peri jahat yang mengutuk bayi mungil itu. Kenapa dia
bisa jadi peri jahat? Apakah tidak ada sedikit saja kebaikan yang tersisa? Dan
nilai plus-plus di film ini adalah unexpected ending, ending yang tidak tertebak.
Banyak twist yang bikin kita bilang “Wow, ternyata…” Film yang bagus menurutku
adalah film yang endingnya nggak ketebak, jalan ceritanya penuh misteri, dan
banyak twist keren.
Sinopsisnya:
Di sebuah hutan, hiduplah banyak peri, dan salah satunya
adalah gadis peri bernama Maleficent. Suatu hari seorang anak laki-laki
tersesat dan mengambil sesuatu dari hutan itu. Maleficent datang, tapi tidak
marah. Mereka berkenalan dan akhirnya berteman. Anak itu bernama Stefan,
seorang yatim piatu yang tinggal di lumbung padi. Dia punya keinginan untuk
tinggal di istana. Mereka bersahabat hingga saling jatuh cinta dan setelah
dewasa, pertama kali mereka berciuman, dan menamakan ciuman itu ‘ciuman cinta
sejati’.

But true love doesn’t exist in this world. Stevan punya ambisi
besar untuk menduduki tahta, dengan segala cara, bahkan meskipun dengan
mengkhianati cinta sejati Maleficent. Sudah lama peri dan manusia bermusuhan.
Raja yang sudah sekarat, memerintahkan siapa saja yang bisa membunuh Maleficent
yang kuat, maka akan memperoleh putrinya juga tahtanya. Stefan menemui
Maleficent dan memanipulasinya, hingga dia memotong sepasang sayap kuat
Maleficent, dan mendapatkan tahta itu, karena semua orang mengira peri itu
sudah mati.
Maleficent yang baik hati telah mati dan terkubur dalam
kubangan dendam. Dia menyihir seekor burung gagak menjadi manusia, menjadi
asistennya. Ketika Raja baru memiliki anak perempuan, istana mengadakan pesta
besar. Tiga peri bahagia memberi bayi itu anugerah yang baik. Lalu Maleficent
datang dan memberikan kutuk, bahwa Aurora akan tertidur selamanya ketika
tangannya tertusuk jarum pintal pada umur 16 tahun. Tapi karena Raja memohon
sampai berlutut, Maleficent memberi sedikit kelonggaran, bahwa hanya ciuman
cinta sejati yang dapat membebaskan kutukan itu.

Aurora disembunyikan di sebuah pondok, diasuh oleh 3 peri
yang berubah jadi manusia (tak berguna), hingga usia Aurora 16 tahun plus 1
hari. Sementara Raja jadi setengah gila karena ketakutan dan kemarahan. Dia
menutup diri, sering bicara sendiri dengan sayapnya Maleficent, juga
mempersiapkan pasukan dan senjata kuat.
Aurora tumbuh menjadi gadis yang cantik dan menyenangkan,
disayang semua orang, bahkan oleh Maleficent sendiri. 3 peri (bodoh)
itu tidak pintar mengurusi Aurora kecil, Maleficent merawatnya dari kejauhan
(dan ini membuat mataku berkaca-kaca). SJenkot sudah remaja, hampir 16 tahun,
Aurora pun bertemu dengannya di hutan peri. Tetapi Aurora tidak takut, bahkan
menganggapnya peri pelindung. So sweet banget, apalagi Maleficent memutuskan
untuk mencabut kutukan itu karena menyayanginya. Sayangnya, kutukan yang sudah
diucapkannya tidak bisa ditarik kembali.

Tepat sehari sebelum ulang tahunnya, Aurora memutuskan untuk
tinggal di hutan peri. Sebelum minta ijin pada 3 peri, dia bertemu seorang
pangeran tampan dan saling jatuh cinta. Lalu sJenkot minta ijin, 3 peri
keceplosan bilang bahwa ayah Aurora adl seorang raja. Dia pun pergi ke kastil.
Sang ayah takut anaknya celaka, mengurung Aurora di kamar. Tetapi Aurora
seperti tersihir dan ke gudang alat pintal. Dia menusukkan jarinya ke jarum dan
tidur selamanya.

Maleficent tidak membiarkan Aurora begitu saja. Dia menyihir
pangeran tampan itu tertidur dan di bawa masuk ke istana, di jatuhkan di kamar
tidur Aurora. Pangeran itu menciumnya, dan…. Terbangunkah? Dalam dongeng,
harusnya terbangun. Tetapi jaman sekarang sepertinya dongeng banyak diremake.

Sebelumnya, saya ceritakan sedikit film Snow White and The
Huntsman yang dimainkan oleh Kristen Streward. Harusnya dia bangun setelah dicium
pangeran, tapi ternyata dia baru bangun setelah dicium oleh si hunter. Dan
kembali ke film ini, awalnya kukira Aurora tidak akan terbangun dengan ciuman
si pangeran, melainkan si burung gagak yang menjelma jadi cowok. Ya, memang dia
tidak terbangun oleh ciuman si pangeran yang baru ditemuinya kemarin. Tetapi
oleh ciuman cinta sejati yang lain. Bukan juga si burung gagak yang baik. Jadi,
siapa??? kasih tahu nggak ya??? Hohoho…
Sampai di sini aja ah, sisanya dilihat sendiri saja di
bioskop, nggak bakal nyesel deh! Suwer! Air mataku menetes deras pas adegan
‘ciuman cinta sejati’ itu. So sweet banget!
There is another true love’s
kiss…


Tidak ada komentar:
Posting Komentar