Chang Yi ingin mengantar ibunya jalan2 di Seoul. Dia bekerja sebagai pengantar galon air. Hari ini seharusnya jadwalnya mengantar galon ke Myung Woo Hospital. Dia pun memohon pada Hoon untuk menggantikan pekerjaannya. Hoon pun terpaksa karena tidak enak sama ibunya Chang Yi. Sampai di RS, dia bertemu dengan seorang anak kecil yang pernah berebutan koin dengannya. Jari anak itu patah dan sudah dilakukan pertolongan pertama oleh Hoon. Kini anak itu dan bapaknya akan memeriksa jari itu. Mereka disuruh ke ruang X-ray, tapi tidak ada yang mengantarkan, mereka harus jalan sendiri dan nyasar terus. Hoon mengikuti mereka dengan membawa galon air karena akan mengganti air di sana. Tapi akhirnya mereka pun sampai di ruang itu. Hoon melihat bapak anak itu agak sesak napas. Dia menyuruh bapak itu untuk ronsen juga.
RS itu kedatangan pasien kecelakaan yang sangat banyak. Para dokter keteteran. Anak dan bapak tadi sudah selesai X-Ray. Anaknya nggak apa-apa, tapi bapaknya yang apa-apa. Anak itu berusaha meminta dokter untuk menolong bapaknya, tapi para dokter dan suster sibuk semua. Dia sampai menjerit untuk minta perhatian. Dr. Oh Soo Hyun datang dan memeriksa sebentar, tapi saking sibuknya, bapak itu dilempar2 ke segala dokter. Akhirnya ada dokter yang mau mengantarkan untuk diperiksa. Tapi di lift, bapak itu pingsan. Hoon segera CPR, sampai dokter tadi itu heran dengan kecekatan Hoon.
Bapak itu pun masuk ruang operasi, tetapi tidak ada satupun dokter ahli yang datang untuk menolong, termasuk dr. Moon yang menolak mengoperasi karena lagi galau. Anak itu memohon pada Hoon untuk mengoperasi bapaknya, bahkan memberikan uang koin yang mereka perebutkan kemarin. Hoon pun masuk ruang operasi, dengan memakai penutup kepala miliknya dr. Han Jae Joon. Perawat dan dokter pembantu malah mengira kalau dr. Han yang datang, padahal dr. Han masih sibuk mengurusi korban kecelakaan. FYI, dr. Han Jae Joon adalah cardiolog terbaik di RS itu. Begitu Hoon bicara untuk meminta scapel, mereka baru sadar kalau ini bukan dr. Han. Tapi sudah terlambat untuk menghentikan, karena Hoon sudah mengiris dada pasien. Dan semua takjub, termasuk dr. Moon yang melihat dari atas ruang operasi, karena Hoon membedah tanpa mengeluarkan darah.
Soo Hyun yang sudah selesai mengurus pasien kecelakaan, segera pergi ke ruang operasi, dan heran melihat orang asing yang sedang operasi. Tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa karena operasi jantung ini bukan keahliannya. Setelah Hoon selesai operasi, dia pun segera kabur, namun dikejar2 oleh Soo Hyun dan security. Namun koinnya yang menggelinding, membuatnya tertangkap. Soo Hyun menamparnya karena mengoperasi orang tanpa ijin, bahkan bukan dokter resmi di RS. Jae Joon datang dan mengusir Hoon, Hoon tidak boleh menampakkan batang hidungnya di RS ini lagi.
Namun dr. Moon mengejar-ngejar Hoon, bahkan sampai di kliniknya. dr. Moon ingin Hoon bergabung di dalam timnya di RS Myung Woo. dr. Moon ini ditugaskan untuk membentuk tim untuk mengoperasi jantung Jang Suk Joo. Karena dr. Moon dan Jae Jook nggak cocok, maka dr. Moon pun terkucilkan. Tetapi dengan menggaet Hoon, dr. Moon yakin akan bisa mengalahkan Jae Jook. Sementara itu Chang Yi yang sempat ke RS, sekilas melihat wanita yang wajahnya mirip Jae Hee, mengenakan seragam dokter dan mengantar wanita yang sakit dengan ranjang dorong. Dia pun segera memberitahu Hoon. Akhirnya Hoon mau ikut dr. Moon kembali ke RS. Dia melihat wanita yang mirip Jae Hee itu di kantin RS. Hoon pun mengejarnya, tetapi wanita itu sudah menghilang di parkiran. Hoon pun setuju untuk bergabung dengan dr. Moon, asal dibayar 500.000 dolar, untuk biayanya mencari Jae Hee.
dr. Moon pun merekomendasikan Park Hoon kepada dokter2 di sana. Tapi ketika ditanyai, lulusan mana, dan Hoon pun menjawab dia dari Pyongyang Medical School, yang artinya dia adalah orang Korea Utara, semua dokter menolaknya, bahkan dr. Moon pun tidak jadi merekrutnya, bahkan menghina-hina. Tetapi dr. Moon tiba-tiba dipanggil oleh direktur RS, yang menyuruhnya untuk mempekerjakan Hoon di RS. Rupanya Direktur Yoon pun dapat rekomendasi dari mantan direktur rumah sakit. Hoon akan masuk tim dr. Moon, dan akan bersaing dengan tim Jae Joon. Yang menang dapat hadiah, yang kalah dapat sangsi.
dr. Moon pun kembali merayu Hoon dengan uang agar mau bekerja dengannya di RS. Hoon pun bersedia. Dia ke Tuan Im, tapi bukannya memberikan uang itu, malah merobeknya. Uang akan diberikan kalau Jae Hee sudah ditemukan.
Sementara itu, ternyata wanita yang diantarkan oleh wanita mirip Jae Hee, adalah ibu kandung Soo Hyun. Soo Hyun adalah anak haram dari Direktur Yoon. Waktu kecil, ibu kandungnya menyerahkannya kepada Direktur Yoon untuk dibesarkan dalam kelimpahan, meskipun Soo Hyun lebih bahagia hidup miskin dengan ibunya. Kini sang ibu sakit kanker ganas. Dia ditransfer dari rumah sakit lain ke RS Myung Woo dengan status DNR (pasien yang tidak boleh diurusin oleh dokter di RS). Dan wanita mirip Jae Hee yang mengantarnya itu, mengikatkan gelang anyaman pada tangan wanita itu.
Soo Hyun kaget melihat ibunya telah terbaring tak berdaya di RS, yang ditunjukkan oleh Sang Jin, kakak tirinya. Tetapi dia menampakkan wajah dingin dan pura-pura tidak mengenali. Malamnya, ketika dia berkumpul dengan tim Jae Joon untuk makan malam, dia mendapat kabar bahwa ibunya sekarat. Di RS, Hoon berusaha melakukan CPR, padahal sudah dilarang untuk menyentuh pasien ini. Hoon tidak peduli. Dan ketika melihat gelang anyaman Jae Hee di tangan wanita ini, dia mantap untuk memutuskan akan mengoperasi wanita ini. Tetapi tampaknya penyakit ibu Soo Hyun memang sangat parah. Hoon berkali-kali membayangkan cara mengoperasikannya, tetapi gagal terus. Dia akhirnya menyerah.
Soo Hyun meskipun dingin terhadap ibunya, namun dia tetap menyayanginya. Dia ingin ibunya dioperasi, meski ayahnya melarang. Jae Joon yang tahu kalau itu adalah ibu Soo Hyun, sempat bicara dengan direktur untuk mengizinkannya operasi, tetapi karena dilarang, dia pun mundur. Soo Hyun menelepon2nya, tetapi dia menghindar. Akhirnya dia mencari Hoon dan memohon untuk mengoperasi ibunya. Hoon berkata kalau akan sulit untuk mengoperasi, namun melihat wajah memelas Soo Hyun, dia pun tidak tega.
Ruang operasi sudah siap. Direktur Yoon yang melihat dari atas ruangan, berusaha menghentikan, tetapi Hoon tidak mau berhenti, dengan alasan dia sudah dibayar (oleh Soo Hyun). Operasi pun dimulai, disaksikan oleh Jae Joon dan dr. Moon dari atas ruang, juga oleh direktur dari ruangannya dengan LCD. Operasinya berlangsung berjam-jam sampai dokter dan perawat lain pada lelah, namun Hoon dan Soo Hyun tetap mengoperasi. Tiba-tiba darahnya muncrat, kondisi tidak stabil. Jae Joon mendengus dan pergi, sedangkan dr. Moon menepok jidatnya, matilah sudah dia. CPR dan setrum jantung tidak berhasil. Ibu Soo Hyun meninggal. Soo Hyun masih belum menerima kematian ibunya, dia berusaha menghidupkan ibunya kembali. Namun Hoon segera memeluk dan menenangkannya. Soo Hyun menangis meraung2 di pelukan Hoon. Saat itu Jae Joon datang, mungkin juga untuk menenangkan Soo Hyun, namun terlambat, karena bagian itu sudah diambil oleh Hoon.
gambar: http://www.dramabeans.com/2014/05/doctor-stranger-episode-4/
http://www.dramabeans.com/2014/05/doctor-stranger-episode-3/












Tidak ada komentar:
Posting Komentar