Quotes

"Write is my World"

Rabu, 04 Juni 2014

Doctor Stranger Episode 5-6


Kim Tae Sool pergi ke sebuah RS untuk mengecek sesuatu. Seorang perawat memanggilkan dokter, karena dikiranya dia pasien. Dokter Han Seung Hee keluar, dan dia pun terkejut, karena wanita ini mirip dengan kekasih Park Hoon yang tertembak dan jatuh ke sungai 2 th lalu, “Mereka benar-benar mirip!”
Identitas sesungguhnya Han Seung Hee ini masih belum bisa diketahui, apakah dia benar-benar Jae Hee, atau bukan. Ketika di kantin RS Myung Woo dulu, sebenarnya dia sudah tahu bahwa Hoon mengejarnya, bahkan dia sengaja terlihat agar Hoon mengejarnya.
Seung Hee pergi ke rumah alm ibunya Soo Hyun. Saat itu, Soo Hyun juga ada di sana. Tampaknya semua ini (mengantar ibu Soo Hyun ke RS Myung Woo sampai dilihat Hoon), sudah direncanakan olehnya dengan seorang pria. Seung Hee membukakan pintu, karena katanya dia pernah tinggal di sini bersama ibunya Soo Hyun. Dia pun mengepak barang-barang peninggalan ibu untuk Soo Hyun. Soo Hyun mengingat masa-masa bersama ibunya, juga gambar sketsa yang ditinggalkan sang ibu. Ternyata selama ini ibunya diam-diam melihatnya dari jauh, lalu digambar di buku sketsa. Soo Hyun menangis di pelukan Seung Hee.
Hoon menjelaskan penyebab kematian ibu Soo Hyun kepada para dokter dalam sebuah rapat. Namun mereka semua menyalahkan Hoon yang mau-maunya mengoperasi, padahal sudah diduga persentase kematiannya sangat besar. Jae Joon memojokkan Hoon. Dia menuduh Hoon bukanlah seorang dokter, karena mau mengoperasi hanya demi uang. Hoon tidak mengelak tuduhan itu, namun dia membalikkan kata2 Jae Joon, karena semua dokter yang ada disini, toh bekerja karena digaji, bukan? Jadi sama saja. Lagipula yang bukan dokter adalah mereka semua, termasuk Jae Joon, karena tidak mau berusaha menyelamatkan orang hanya karena persentase selamat yang kecil. Soo Hyun tidak suka dengan sikap Jae Joon. Menurutnya, Jae Joon cuma melampiaskan amarah saja, karena Jae Joon tidak bisa melakukan operasi itu. Dia memahami, Jae Joon memang tidak bisa melawan direktur. Namun Hoon sendiri juga mengalami itu, namun berusaha untuk mengoperasi. Meskipun pada akhirnya ibu meninggal, Soo Hyun tetap menaruh respek dan berterima kasih pada Hoon. Dan sebenarnya, hal inilah yang membuat Jae Joon sangat marah.
Sementara itu Hoon dan dr. Moon meminta ampun pada direktur, bahkan sampai bersujud, tapi direktur tetap memecatnya. Soo Hyun melihat hal itu, jadi tidak enak. Beberapa saat kemudian, Chang Yi datang, karena Tuan Im mau bicara dengan Hoon lewat telepon. Ternyata Tuan Im sudah menemukan Jae Hee. Bukan di penjara Korut, melainkan di Korsel. Dia pernah melihat Seung Hee bicara dengan seorang pria Korut. Tapi sebelum dia sempat memberitahukan hal itu, dia mengalami kecelakaan, di depan mata Hoon dan Chang Yi.
Hoon segera membawa Tuan Im ke kliniknya dan sebelum ambulans datang, dia bersama dr. Moon yang sudah dipanggilnya mendadak ke klinik, melakukan operasi pertolongan pertama, karena tulang rusuk Tuan Im menancap di jantungnya. Dengan penerangan seadanya, operasi itu sukses, hingga ambulans datang dan mereka ke RS. Karena Hoon sudah dipecat, dia tidak boleh melakukan operasi di RS. Soo Hyun dan rekan dokter lain memeriksa hasil operasi Hoon, dan benar-benar sempurna.
Jae Joon minum sampai mabuk di bar. Sebelum pulang, dia menemui Soo Hyun untuk minta maaf. Karena dia memang melampiaskan kemarahan, bukan hanya karena tidak bisa mengoperasi ibu Soo Hyun, tapi juga karena dia cemburu karena Soo Hyun mendukung Hoon setelah kejadian ini.
 Besok paginya, ada polisi datang ke ruang rapat tim Jae Joon. Salah satu dokter mengira dirinya yang mau ditangkap, karena semalam dia nggak sengaja kencan dengan perempuan yang sudah bersuami. Tetapi ternyata mereka mau mencari Hoon yang tertidur di sofa ruangan. Hoon dan Chang Yi menjadi saksi kecelakaan Tuan Im. Tapi ketika hendak ke kamar Tuan Im, ternyata sang pasien sudah menghilang. Tuan Im mengirim pesan pada Hoon, kalau dia mau pulang ke China, padahal sebenarnya Tuan Im diculik oleh Cha Jin Soo, kepala tentara yang dulu mengejar2 Hoon.
Hoon mau melihat CCTV, siapa tahu merekam wajah Jae Hee waktu ke RS Myung Woo. Tapi tim keamanan tidak mengijinkan. Tapi kemudian Ibu Chang Yi mengaku kalau pernah bertemu Jae Hee dipenjara Korut. Jae Hee yang tertembak sekarat dan terus memanggil nama Hoon. Lalu saat Jae Hee tidak bernapas, dokter penjara pun datang dan berkata kalau Jae Hee sudah mati. Namun Hoon tetap tidak percaya Jae Hee sudah mati. Soo Hyun melihat keributan ini dan ingin tahu. Saat Hoon pergi, Chang Yi pun bercerita semuanya.
Soo Hyun ingin membantu Hoon. Saat para tim keamanan sudah pulang, diam2 mereka berdua masuk ke ruang CCTV dan melihat rekaman Jae Hee. Tapi mereka kepergok sama Sang Jin yang membawa para polisi. Soo Hyun dan Hoon pun masuk penjara sementara. 
Di sana Soo Hyun bertanya tentang Jae Hee, dan Hoon menceritakan kebersamaan mereka. Lalu ayah Soo Hyun datang untuk membebaskannya, tapi Soo Hyun juga ingin Hoon dibebaskan. Ayah memarahi Sang Jin dan Soo Hyun. Sang Jin kesal dan menghina2 Soo Hyun. Dipikirnya Soo Hyun mau melihat rekaman ibunya dibawa ke RS. Tiba2 Soo Hyun ingat, kalau wanita di cctv yang dianggap Hoon sebagai Jae Hee itu adalah dr. Han Seung Hee yang mengantar ibunya ke RS.
Seung Hee ke kliniknya Hoon. Dia melihat2 isi klinik, lalu melihat rekaman Jae Hee yang memanggil2 nama Hoon di penjara. Seung Hee mengikuti Jae Hee memanggil nama Hoon, lalu mengulurkan tangan. Tiba2 terdengar suara langkah orang.
Soo Hyun ingin melihat wajah Jae Hee, maka Hoon membawanya ke klinik, diperlihatkan rekaman Jae Hee. Dan Soo Hyun pun yakin kalau Seung Hee adalah Jae Hee. Sementara itu, Seung Hee dibawa oleh Jin Soo ke jembatan. Tugas mereka akan gagal, karena ada rumor bahwa Jae Hee sudah mati. Namun Seung Hee akan berusaha untuk mematahkan rumor itu, dengan menemui Hoon. Jin soo tidak setuju dan menyiapkan pistol. Seung Hee langsung meraih tangan Jin soo dan menodongkan pistol ke kepalanya sendiri. Tiap orang yang tidak bisa menyelesaikan misi, harus mati. Jika harus mati sekarang, dia rela mati demi negara (kebiasaan tentara Korut, pasukan berani mati).
Hoon dan Soo Hyun mencari Seung Hee di RS, tapi tidak ada. Saat mereka mau pergi ke rumah ibu Soo Hyun, tiba2 Soo Hyun di panggil oleh seorang wanita. Wanita itu muncul dan membuat Hoon terkejut. Dia Seung Hee, alias Jae Hee, entah siapa masih belum jelas. Hoon memanggil Jae Hee, tetapi wanita itu tidak mengenal Hoon, lagipula namanya Seung Hee. Bahkan ketika Hoon menunjukkan gelang anyaman itu, Seung Hee mengatakan kalau gelang itu buatannya sendiri untuk ibu Soo Hyun. Mereka tarik2an gelang sampai putus. Lalu gelang itu diberikan Seung Hee pada Soo Hyun. Hoon terus mengejarnya, tetapi dia terus mengelak.
Sementara itu Suk Joo meeting dengan beberapa orang. Saat ke wc, Jin Soo muncul. Jin Soo minta bantuan agar Suk Joo menemui Oh Jun Gyu, direktur RS Myung Woo, agar Hoon masuk lagi di RS itu. Lalu saat Suk Joo mau pulang dan sudah di dalam mobil, dia merasa salah satu pengawalnya bertingkah mencurigakan, dan menyuruh Tae Sool menyelidiki.
Hoon dan Soo Hyun minum2 di pojangmacha. Hoon minum sampai mabuk. Soo Hyun memapah Hoon yang oleng untuk duduk. Lalu dia membelai wajah Hoon. Saat itu Jae Joon menelepon2 Soo Hyun, tapi tidak diangkat, lalu dia melihat Soo Hyun membelai wajah Hoon. Dia pun menelepon lagi dan Soo Hyun mengangkatnya, tapi dia bohong dengan mengatakan kalau sedang di rumah alm. Ibu. Jae Joon tampak kecewa dan patah hati.
Hoon tersadar dan melihat Seung Hee di depannya, tapi dia mengira kalau dia mabuk sampai memunculkan orang yang ingin dia lihat. Lalu dia pun pingsan. Rupanya Soo Hyun yang menghubungi Seung Hee untuk datang. Mereka pun membawa Hoon ke rumah ibu Soo Hyun. Soo Hyun memapah Hoon sampai terguling di kasur. Soo Hyun jadi gugup dan segera bangkit. Seung Hee melihat itu dan ekspresi wajahnya aneh, tidak bisa dijelaskan.
Besok paginya Hoon bangun dan melihat foto Seung Hee di mana2, dia pikir lagi ada di rumah Seung Hee. Tapi saat membuka kamar mandi, yang ada adl Soo Hyun yang cuma pakai handuk. Dia melempari Hoon dengan segala macam, sampai akhirnya dilempari gayung yang membuat Hoon pingsan. Saat Hoon sadar, ternyata sudah ada dr. Moon, yang mengajaknya untuk memohon lagi pada direktur, padahal Suk Joo sudah mendatangi Direktur untuk menerima Hoon kembali. Tapi Hoon sudah tak tertarik. Dia ingin menemui Seung Hee lagi, tapi kata Soo Hyun, Seung Hee sudah tidak di RS itu lagi, melainkan di Myung Woo. Dr. Moon pun mengantarnya.
Sampai di RS, ibu Chang Yi kena serangan jantung. Rupanya itu perbuatan Jin Soo, dan Seung Hee yang jadi dokter anestesi baru di sana harus menunjukkan skillnya, karena Suk Joo yang menginginkannya. Ibu Chang Yi dioperasi oleh Jae Joon dan sukses. Lalu Seung Hee keluar, namun Hoon berusaha tidak mengejar lagi sebelum benar2 jelas, apa Seung Hee benar2 Jae Hee atau bukan.
Dr. Moon menarik tangan Hoon untuk ke ruang direktur, tapi direktur sedang tidak ada di tempat, mereka malah ketemu dengan mantan direktur. Hoon mengenali orang itu, yang mengajaknya ke Korut waktu kecil, sehingga terjebak di sana dan nggak bisa pulang. Mantan direktur menjelaskan kalau Hoon sudah diterima kembali di RS. Jika Hoon mau sehebat ayahnya, maka Hoon harus masuk ke RS ini. Selain itu, mantan direktur juga menunjukkan foto Jae Hee yang sedang dirawat. Dia menjelaskan kalau dr. Yan yg merawat Jae Hee adalah sahabat ayah Hoon, juga sahabat mantan direktur.  
 Sementara itu Seung Hee menyuntikkan sesuatu ke infus ibu Chang Yi sampai jadi tidak stabil lagi. Tapi tidak sampai mati, karena tak lama kemudian stabil kembali. Saat ibu Chang Yi melihat mantan direktur, dia mengenalinya sbg dr. Choi yang mengeluarkannya dari penjara Korut. Rupanya dr. Choi memang kerjasama dengan Tuan Im untuk mengeluarkan orang2 dari Korut ke Korsel, sambil dia mencari Jae Hee. Ibu Chang Yi yang melihat Seung Hee, merasa mirip dengan Jae Hee, tapi dia yakin kalau Jae Hee sudah mati. Namun dr. Choi berkata kalau Jae Hee masih hidup, dan untuk menemukannya Hoon harus jadi dokter di RS Myung Woo.
Seung Hee menghubungi Jin Soo untuk melaporkan semua yang terjadi dan tugas mereka hampir selesai. Jin Soo menemui Kim Tae Sool dan memberikan sebuah dokumen. Sementara itu Hoon sudah mengenakan seragam dokternya lagi. dr. Moon ingin mengajak Seung Hee masuk timnya, tapi takut kalau Seung Hee itu mata2 dari Korut. Dr. Moon pun bertanya apa mungkin Jae Hee punya luka atau apalah yang bisa jadi tanda? Hoon pun teringat kalau dia mengoperasi ginjal Jae Hee dulu. Dia pun minta rekaman medis Seung Hee, meski harus merebutnya dari tim keamanan. Tapi ginjal yang terekam di rekaman itu baik2 saja, masih ada dua dan bukan hasil transplantasi. Hoon kecewa, sebaliknya dr. Moon bahagia.
 Kemudian Hoon teringat, saat memeluk Jae Hee, dia bisa mendengar suara detak jantung Jae Hee. Menurutnya di dunia ini suara detak jantung orang beda2. Dia pun menemui Seung Hee yang lagi diperkenalkan ke dokter2. Saat semua dokter pergi, tinggal mereka berdua dan Soo Hyun, Hoon minta tolong sekali ini saja. Dia memeluk Seung Hee, mendengar detak jantungnya. Seung Hee tampak gugup sambil mengepalkan tangan. Lalu Hoon terbelalak. Apa? Samakah, atau beda???


Comment:
Identitas Han Seung Hee ini masih nggak jelas. Sebenarnya siapa sih? Apa benar Song Jae Hee? Kayaknya sih iya. Tapi kenapa dia pura-pura nggak kenal Hoon? Mungkin karena disuruh dan diancam oleh Jin Soo? Ada beberapa asumsi:
  1. Han Seung Hee adalah Song Jae Hee yang terpaksa harus pura-pura tidak mengenal Hoon, karena diancam, entah ancamannya apa. Atau dicuci otak sehingga dia menuruti kemauan Jin Soo.
  2. Han Seung Hee adalah Song Jae Hee yang hilang ingatan, lalu dicuci otaknya oleh Jin Soo.
  3. Han Seung Hee bukan Song Jae Hee. Dia orang lain yang di facelift mukanya jadi mirip Jae Hee.
  4. Han Seung Hee bukan Song Jae Hee, melainkan saudara kembar Jae Hee 
Di antara keempat asumsi ini, nampaknya yang masuk akal adalah nomor 1 dan 2. Nomor 3 nggak banget, sedangkan nomor 4 jangan sampai deh, nggak asik soalnya kalau pake kembaran.

sumber gambar:
http://www.dramabeans.com/2014/05/doctor-stranger-episode-6/
http://www.dramabeans.com/2014/05/doctor-stranger-episode-5/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar