Kim Tae Sool pergi ke sebuah RS untuk mengecek sesuatu.
Seorang perawat memanggilkan dokter, karena dikiranya dia pasien. Dokter Han
Seung Hee keluar, dan dia pun terkejut, karena wanita ini mirip dengan kekasih
Park Hoon yang tertembak dan jatuh ke sungai 2 th lalu, “Mereka benar-benar
mirip!”
Identitas sesungguhnya Han Seung Hee ini masih belum bisa
diketahui, apakah dia benar-benar Jae Hee, atau bukan. Ketika di kantin RS
Myung Woo dulu, sebenarnya dia sudah tahu bahwa Hoon mengejarnya, bahkan dia
sengaja terlihat agar Hoon mengejarnya.
Seung Hee pergi ke rumah alm ibunya Soo Hyun. Saat itu, Soo
Hyun juga ada di sana. Tampaknya semua ini (mengantar ibu Soo Hyun ke RS Myung
Woo sampai dilihat Hoon), sudah direncanakan olehnya dengan seorang pria. Seung
Hee membukakan pintu, karena katanya dia pernah tinggal di sini bersama ibunya
Soo Hyun. Dia pun mengepak barang-barang peninggalan ibu untuk Soo Hyun. Soo
Hyun mengingat masa-masa bersama ibunya, juga gambar sketsa yang ditinggalkan
sang ibu. Ternyata selama ini ibunya diam-diam melihatnya dari jauh, lalu
digambar di buku sketsa. Soo Hyun menangis di pelukan Seung Hee.
Hoon menjelaskan penyebab kematian ibu Soo Hyun kepada para
dokter dalam sebuah rapat. Namun mereka semua menyalahkan Hoon yang mau-maunya
mengoperasi, padahal sudah diduga persentase kematiannya sangat besar. Jae Joon
memojokkan Hoon. Dia menuduh Hoon bukanlah seorang dokter, karena mau
mengoperasi hanya demi uang. Hoon tidak mengelak tuduhan itu, namun dia
membalikkan kata2 Jae Joon, karena semua dokter yang ada disini, toh bekerja
karena digaji, bukan? Jadi sama saja. Lagipula yang bukan dokter adalah mereka
semua, termasuk Jae Joon, karena tidak mau berusaha menyelamatkan orang hanya
karena persentase selamat yang kecil. Soo Hyun tidak suka dengan sikap Jae Joon. Menurutnya, Jae
Joon cuma melampiaskan amarah saja, karena Jae Joon tidak bisa melakukan
operasi itu. Dia memahami, Jae Joon memang tidak bisa melawan direktur. Namun
Hoon sendiri juga mengalami itu, namun berusaha untuk mengoperasi. Meskipun
pada akhirnya ibu meninggal, Soo Hyun tetap menaruh respek dan berterima kasih
pada Hoon. Dan sebenarnya, hal inilah yang membuat Jae Joon sangat marah.
Sementara itu Hoon dan dr. Moon meminta ampun pada direktur,
bahkan sampai bersujud, tapi direktur tetap memecatnya. Soo Hyun melihat hal
itu, jadi tidak enak. Beberapa saat kemudian, Chang Yi datang, karena Tuan Im
mau bicara dengan Hoon lewat telepon. Ternyata Tuan Im sudah menemukan Jae Hee.
Bukan di penjara Korut, melainkan di Korsel. Dia pernah melihat Seung Hee
bicara dengan seorang pria Korut. Tapi sebelum dia sempat memberitahukan hal
itu, dia mengalami kecelakaan, di depan mata Hoon dan Chang Yi.
Hoon segera membawa Tuan Im ke kliniknya dan sebelum
ambulans datang, dia bersama dr. Moon yang sudah dipanggilnya mendadak ke
klinik, melakukan operasi pertolongan pertama, karena tulang rusuk Tuan Im
menancap di jantungnya. Dengan penerangan seadanya, operasi itu sukses, hingga
ambulans datang dan mereka ke RS. Karena Hoon sudah dipecat, dia tidak boleh
melakukan operasi di RS. Soo Hyun dan rekan dokter lain memeriksa hasil operasi
Hoon, dan benar-benar sempurna.
Jae Joon minum sampai mabuk di bar. Sebelum pulang, dia
menemui Soo Hyun untuk minta maaf. Karena dia memang melampiaskan kemarahan,
bukan hanya karena tidak bisa mengoperasi ibu Soo Hyun, tapi juga karena dia
cemburu karena Soo Hyun mendukung Hoon setelah kejadian ini.
Hoon mau melihat CCTV, siapa tahu merekam wajah Jae Hee
waktu ke RS Myung Woo. Tapi tim keamanan tidak mengijinkan. Tapi kemudian Ibu
Chang Yi mengaku kalau pernah bertemu Jae Hee dipenjara Korut. Jae Hee yang
tertembak sekarat dan terus memanggil nama Hoon. Lalu saat Jae Hee tidak
bernapas, dokter penjara pun datang dan berkata kalau Jae Hee sudah mati. Namun
Hoon tetap tidak percaya Jae Hee sudah mati. Soo Hyun melihat keributan ini dan
ingin tahu. Saat Hoon pergi, Chang Yi pun bercerita semuanya.
Soo Hyun ingin membantu Hoon. Saat para tim keamanan sudah
pulang, diam2 mereka berdua masuk ke ruang CCTV dan melihat rekaman Jae Hee.
Tapi mereka kepergok sama Sang Jin yang membawa para polisi. Soo Hyun dan Hoon
pun masuk penjara sementara.
Di sana Soo Hyun bertanya tentang Jae Hee, dan
Hoon menceritakan kebersamaan mereka. Lalu ayah Soo Hyun datang untuk membebaskannya, tapi Soo
Hyun juga ingin Hoon dibebaskan. Ayah memarahi Sang Jin dan Soo Hyun. Sang Jin
kesal dan menghina2 Soo Hyun. Dipikirnya Soo Hyun mau melihat rekaman ibunya
dibawa ke RS. Tiba2 Soo Hyun ingat, kalau wanita di cctv yang dianggap Hoon
sebagai Jae Hee itu adalah dr. Han Seung Hee yang mengantar ibunya ke RS.
Seung Hee ke kliniknya Hoon. Dia melihat2 isi klinik, lalu
melihat rekaman Jae Hee yang memanggil2 nama Hoon di penjara. Seung Hee
mengikuti Jae Hee memanggil nama Hoon, lalu mengulurkan tangan. Tiba2 terdengar
suara langkah orang.
Soo Hyun ingin melihat wajah Jae Hee, maka Hoon membawanya
ke klinik, diperlihatkan rekaman Jae Hee. Dan Soo Hyun pun yakin kalau Seung
Hee adalah Jae Hee. Sementara itu, Seung Hee dibawa oleh Jin Soo ke jembatan.
Tugas mereka akan gagal, karena ada rumor bahwa Jae Hee sudah mati. Namun Seung
Hee akan berusaha untuk mematahkan rumor itu, dengan menemui Hoon. Jin soo
tidak setuju dan menyiapkan pistol. Seung Hee langsung meraih tangan Jin soo
dan menodongkan pistol ke kepalanya sendiri. Tiap orang yang tidak bisa
menyelesaikan misi, harus mati. Jika harus mati sekarang, dia rela mati demi
negara (kebiasaan tentara Korut, pasukan berani mati).
Hoon dan Soo Hyun mencari Seung Hee di RS, tapi tidak ada.
Saat mereka mau pergi ke rumah ibu Soo Hyun, tiba2 Soo Hyun di panggil oleh
seorang wanita. Wanita itu muncul dan membuat Hoon terkejut. Dia Seung Hee,
alias Jae Hee, entah siapa masih belum jelas. Hoon memanggil Jae Hee, tetapi
wanita itu tidak mengenal Hoon, lagipula namanya Seung Hee. Bahkan ketika Hoon
menunjukkan gelang anyaman itu, Seung Hee mengatakan kalau gelang itu buatannya
sendiri untuk ibu Soo Hyun. Mereka tarik2an gelang sampai putus. Lalu gelang
itu diberikan Seung Hee pada Soo Hyun. Hoon terus mengejarnya, tetapi dia terus
mengelak.
Sementara itu Suk Joo meeting dengan beberapa orang. Saat ke
wc, Jin Soo muncul. Jin Soo minta bantuan agar Suk Joo menemui Oh Jun Gyu,
direktur RS Myung Woo, agar Hoon masuk lagi di RS itu. Lalu saat Suk Joo mau
pulang dan sudah di dalam mobil, dia merasa salah satu pengawalnya bertingkah
mencurigakan, dan menyuruh Tae Sool menyelidiki.
Hoon dan Soo Hyun minum2 di pojangmacha. Hoon minum sampai
mabuk. Soo Hyun memapah Hoon yang oleng untuk duduk. Lalu dia membelai wajah
Hoon. Saat itu Jae Joon menelepon2 Soo Hyun, tapi tidak diangkat, lalu dia
melihat Soo Hyun membelai wajah Hoon. Dia pun menelepon lagi dan Soo Hyun
mengangkatnya, tapi dia bohong dengan mengatakan kalau sedang di rumah alm.
Ibu. Jae Joon tampak kecewa dan patah hati.
Hoon tersadar dan melihat Seung Hee di depannya, tapi dia
mengira kalau dia mabuk sampai memunculkan orang yang ingin dia lihat. Lalu dia
pun pingsan. Rupanya Soo Hyun yang menghubungi Seung Hee untuk datang. Mereka
pun membawa Hoon ke rumah ibu Soo Hyun. Soo Hyun memapah Hoon sampai terguling
di kasur. Soo Hyun jadi gugup dan segera bangkit. Seung Hee melihat itu dan
ekspresi wajahnya aneh, tidak bisa dijelaskan.
Besok paginya Hoon bangun dan melihat foto Seung Hee di
mana2, dia pikir lagi ada di rumah Seung Hee. Tapi saat membuka kamar mandi,
yang ada adl Soo Hyun yang cuma pakai handuk. Dia melempari Hoon dengan segala
macam, sampai akhirnya dilempari gayung yang membuat Hoon pingsan. Saat Hoon
sadar, ternyata sudah ada dr. Moon, yang mengajaknya untuk memohon lagi pada
direktur, padahal Suk Joo sudah mendatangi Direktur untuk menerima Hoon kembali.
Tapi Hoon sudah tak tertarik. Dia ingin menemui Seung Hee lagi, tapi kata Soo
Hyun, Seung Hee sudah tidak di RS itu lagi, melainkan di Myung Woo. Dr. Moon
pun mengantarnya.
Sampai di RS, ibu Chang Yi kena serangan jantung. Rupanya
itu perbuatan Jin Soo, dan Seung Hee yang jadi dokter anestesi baru di sana
harus menunjukkan skillnya, karena Suk Joo yang menginginkannya. Ibu Chang Yi
dioperasi oleh Jae Joon dan sukses. Lalu Seung Hee keluar, namun Hoon berusaha
tidak mengejar lagi sebelum benar2 jelas, apa Seung Hee benar2 Jae Hee atau
bukan.
Dr. Moon menarik tangan Hoon untuk ke ruang direktur, tapi
direktur sedang tidak ada di tempat, mereka malah ketemu dengan mantan
direktur. Hoon mengenali orang itu, yang mengajaknya ke Korut waktu kecil,
sehingga terjebak di sana dan nggak bisa pulang. Mantan direktur menjelaskan
kalau Hoon sudah diterima kembali di RS. Jika Hoon mau sehebat ayahnya, maka
Hoon harus masuk ke RS ini. Selain itu, mantan direktur juga menunjukkan foto
Jae Hee yang sedang dirawat. Dia menjelaskan kalau dr. Yan yg merawat Jae Hee
adalah sahabat ayah Hoon, juga sahabat mantan direktur.
Seung Hee menghubungi Jin Soo untuk melaporkan semua yang
terjadi dan tugas mereka hampir selesai. Jin Soo menemui Kim Tae Sool dan
memberikan sebuah dokumen. Sementara itu Hoon sudah mengenakan seragam
dokternya lagi. dr. Moon ingin mengajak Seung Hee masuk timnya, tapi takut
kalau Seung Hee itu mata2 dari Korut. Dr. Moon pun bertanya apa mungkin Jae Hee
punya luka atau apalah yang bisa jadi tanda? Hoon pun teringat kalau dia
mengoperasi ginjal Jae Hee dulu. Dia pun minta rekaman medis Seung Hee, meski
harus merebutnya dari tim keamanan. Tapi ginjal yang terekam di rekaman itu
baik2 saja, masih ada dua dan bukan hasil transplantasi. Hoon kecewa, sebaliknya dr. Moon bahagia.
Comment:
Identitas Han Seung Hee ini masih nggak jelas. Sebenarnya
siapa sih? Apa benar Song Jae Hee? Kayaknya sih iya. Tapi kenapa dia pura-pura
nggak kenal Hoon? Mungkin karena disuruh dan diancam oleh Jin Soo? Ada beberapa
asumsi:
- Han Seung Hee adalah Song
Jae Hee yang terpaksa harus pura-pura tidak mengenal Hoon, karena diancam,
entah ancamannya apa. Atau dicuci otak sehingga dia menuruti kemauan Jin
Soo.
- Han Seung Hee adalah Song
Jae Hee yang hilang ingatan, lalu dicuci otaknya oleh Jin Soo.
- Han Seung Hee bukan Song
Jae Hee. Dia orang lain yang di facelift mukanya jadi mirip Jae Hee.
- Han Seung Hee bukan Song Jae Hee, melainkan saudara kembar Jae Hee
Di antara keempat asumsi ini, nampaknya yang masuk akal
adalah nomor 1 dan 2. Nomor 3 nggak banget, sedangkan nomor 4 jangan sampai
deh, nggak asik soalnya kalau pake kembaran.
sumber gambar:
http://www.dramabeans.com/2014/05/doctor-stranger-episode-6/
http://www.dramabeans.com/2014/05/doctor-stranger-episode-5/
































Tidak ada komentar:
Posting Komentar